Selasa, 10 Maret 2026

Selasa III Prapaskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Daniel 3:25,34-43

Katanya: "Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu; mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!"

Mazmur Tanggapan Mazmur 25:4-9

Beritahukanlah jalan-jalan-Mu kepadaku, ya TUHAN, tunjukkanlah itu kepadaku.
Bawalah aku berjalan dalam kebenaran-Mu dan ajarlah aku, sebab Engkaulah Allah yang menyelamatkan aku, Engkau kunanti-nantikan sepanjang hari.
Ingatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya itu sudah ada sejak purbakala.
Dosa-dosaku pada waktu muda dan pelanggaran-pelanggaranku janganlah Kauingat, tetapi ingatlah kepadaku sesuai dengan kasih setia-Mu, oleh karena kebaikan-Mu, ya TUHAN.
TUHAN itu baik dan benar; sebab itu Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.
Ia membimbing orang-orang yang rendah hati menurut hukum, dan Ia mengajarkan jalan-Nya kepada orang-orang yang rendah hati.

Bacaan Injil Matius 18:21-35

Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: "Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?" Yesus berkata kepadanya: "Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali. Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya. Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan. Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya. Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu! Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan. Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya. Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka. Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku. Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau? Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya. Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu."

Renungan

Buku Hutang

Warung kecil di kampung biasanya punya buku tulis lusuh berisi catatan hutang. Nama, tanggal, jumlah. Ada pelanggan yang hutangnya menahun sampai halamannya penuh. Sesekali pemilik warung menghela napas, lalu mencoret satu nama. Sudahlah. Direlakan.

Perumpamaan hari ini bercerita tentang dua catatan hutang yang tidak seimbang. Seorang hamba berhutang sepuluh ribu talenta kepada raja, jumlah yang mustahil dilunasi tujuh turunan. Ia memohon, dan raja menghapus semuanya. Satu coretan, lunas. Tetapi keluar dari ruangan itu, ia mencekik kawan yang berhutang seratus dinar kepadanya, upah kerja beberapa bulan saja.

Kita geram membacanya, sampai sadar bahwa itu potret kita. Kepada Allah kita berhutang hidup, napas, dan pengampunan yang tak terhitung. Kepada sesama kita menagih sakit hati sampai lunas: mengungkit yang lama, mendiamkan bertahun-tahun, menunggu dia menunduk dulu.

Petrus bertanya, sampai tujuh kalikah mengampuni? Jawaban Yesus, tujuh puluh kali tujuh kali, sebenarnya berarti: berhentilah menghitung. Buku hutangmu sendiri sudah dicoret oleh Raja. Masakan halaman untuk saudaramu masih kau simpan rapat-rapat?

Bapa, Engkau telah mencoret hutangku yang mustahil kubayar. Beri aku hati yang rela mencoret catatan sakit hatiku terhadap sesama. Amin.

Invitatorium

SELASA III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Prapaskah III

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus.

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah abadi kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,

Para kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu saja,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sepanjang abad yang tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan senja yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.

Waktu, bagaikan sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi

Mati di awal hari.

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah pelindung kami selama kesulitan,

Dan rumah abadi kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Mazmur 68

Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya

Naik ke tempat tinggi Ia menawan tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).

I
Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya tercerai-berai.

Biarlah orang-orang yang membenci-Nya lari dari hadapan-Nya.

Seperti asap dihembuskan, demikianlah mereka akan dihembuskan;

Seperti lilin yang meleleh di hadapan api,

Demikianlah orang fasik akan binasa di hadapan Allah.

Tetapi orang benar akan bersukacita di hadapan Allah,

Mereka akan bersorak-sorai dan menari kegirangan.

Bernyanyilah bagi Tuhan, mainkan musik bagi nama-Nya;

Buatlah jalan raya bagi Dia yang berkendara di atas awan.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, bersorak-sorailah di hadapan-Nya.

Bapa bagi anak yatim, pembela bagi janda,

Demikianlah Allah di tempat kudus-Nya.

Allah memberi tempat tinggal bagi yang kesepian;

Ia memimpin para tawanan menuju kebebasan:

Tetapi para pemberontak harus tinggal di tanah yang kering.

Ketika Engkau maju, ya Allah, di depan umat-Mu,

Ketika Engkau berbaris melintasi padang gurun, bumi bergetar:

Langit meleleh di hadapan Allah,

Di hadapan Allah, Allah Israel.

Engkau mencurahkan, ya Allah, hujan yang melimpah:

Ketika umat-Mu kelaparan, Engkau memberi mereka hidup baru.

Di sanalah umat-Mu menemukan rumah,

Disiapkan dalam kebaikan-Mu, ya Allah, bagi orang miskin.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

II
Tuhan memberi firman kepada para pembawa kabar baik:

“Yang Mahakuasa telah mengalahkan pasukan yang tak terhitung jumlahnya

Dan raja-raja serta tentara sedang melarikan diri, melarikan diri

Sementara kamu beristirahat di antara kandang domba.”

Di rumah para wanita sudah berbagi rampasan.

Mereka ditutupi perak seperti sayap merpati,

Bulu-bulunya cemerlang dengan emas yang bersinar

Dan permata berkilauan seperti salju di Gunung Zalmon.

Gunung-gunung Basan adalah gunung-gunung yang perkasa;

Gunung-gunung berpunggung tinggi adalah gunung-gunung Basan.

Mengapa memandang dengan iri, hai gunung-gunung berpunggung tinggi,

Ke gunung tempat Allah telah memilih untuk tinggal?

Di sanalah Tuhan akan tinggal selama-lamanya.

Kereta-kereta Allah adalah ribuan demi ribuan.

Tuhan telah datang dari Sinai ke tempat kudus.

Engkau telah naik ke tempat tinggi; Engkau telah menawan tawanan,

Menerima manusia sebagai upeti, ya Allah,

Bahkan mereka yang memberontak, ke dalam kediaman-Mu, ya Tuhan.

Terpujilah Tuhan hari demi hari.

Ia menanggung beban kita, Allah penyelamat kita.

Allah kita ini adalah Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Allah kita memegang kunci-kunci maut.

Dan Allah akan memukul kepala musuh-musuh-Nya,

Mahkota mereka yang tetap dalam dosa-dosa mereka.

Tuhan berkata: “Aku akan membawa mereka kembali dari Basan;

Aku akan membawa mereka kembali dari kedalaman laut.

Maka kakimu akan menginjak darah mereka

Dan lidah anjing-anjingmu akan mengambil bagian mereka dari musuh.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.

Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.

III
Mereka melihat prosesi-Mu yang khidmat, ya Allah,

Prosesi Allahku, Rajaku, ke tempat kudus:

Para penyanyi di depan, para musisi di belakang,

Di antara mereka, gadis-gadis membunyikan rebana mereka.

“Dalam pertemuan-pertemuan meriah, pujilah Tuhan;

Pujilah Allah, hai kamu anak-anak Israel.”

Di sana ada Benyamin, yang terkecil dari suku-suku, di depan,

Para pangeran Yehuda, kerumunan yang perkasa,

Para pangeran Zebulon, para pangeran Naftali.

Tunjukkanlah, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,

Kekuatan-Mu, ya Allah, yang telah Engkau tunjukkan bagi kami.

Demi bait-Mu yang tinggi di Yerusalem

Semoga raja-raja datang kepada-Mu membawa upeti mereka.

Ancamlah binatang buas yang tinggal di alang-alang,

Pasukan orang-orang perkasa dan penguasa bangsa-bangsa.

Biarlah mereka tunduk mempersembahkan perak.

Sebarkanlah bangsa-bangsa yang senang berperang.

Para pangeran akan datang dari Mesir:

Etiopia akan mengulurkan tangannya kepada Allah.

Kerajaan-kerajaan bumi, bernyanyilah bagi Allah, pujilah Tuhan

Yang berkendara di atas langit, langit purba.

Ia mengguntur dengan suara-Nya, suara-Nya yang perkasa.

Datanglah, akuilah kuasa Allah.

Kemuliaan-Nya ada pada Israel; kekuatan-Nya ada di langit.

Allah harus ditakuti di tempat kudus-Nya.

Ia adalah Tuhan, Allah Israel.

Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya.

Terpujilah Allah!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Raja alam semesta, Engkau telah memberi kami sukacita dalam santapan kudus-Mu. Tolonglah kami untuk memahami makna kematian-Mu dan untuk mengakui Engkau sebagai penakluk maut yang duduk di sebelah kanan Bapa.

Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Inilah waktu yang baik.

Inilah hari keselamatan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

32:1-20

Anak lembu emas
Ketika bangsa itu menyadari keterlambatan Musa turun dari gunung, mereka berkumpul di sekitar Harun dan berkata kepadanya, “Mari, buatlah bagi kami allah yang akan menjadi pemimpin kami; adapun Musa, orang yang membawa kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang terjadi padanya.” Harun menjawab, “Biarlah istri-istri dan putra-putri kalian melepaskan anting-anting emas yang mereka kenakan, dan bawalah kepadaku.”
Maka semua orang melepaskan anting-anting mereka dan membawanya kepada Harun, yang menerima persembahan mereka, dan membentuk emas itu dengan pahat, membuat anak lembu tuangan. Lalu mereka berseru, “Inilah allahmu, hai Israel, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir.” Setelah melihat ini, Harun membangun mezbah di hadapan anak lembu itu dan menyatakan, “Besok adalah pesta Tuhan.” Keesokan harinya pagi-pagi, bangsa itu mempersembahkan kurban bakaran dan membawa kurban pendamaian. Lalu mereka duduk untuk makan dan minum, dan bangkit untuk bersenang-senang.
Dengan itu, Tuhan berkata kepada Musa, “Turunlah segera kepada umat-Mu, yang telah Engkau bawa keluar dari tanah Mesir, karena mereka telah menjadi bejat. Mereka segera menyimpang dari jalan yang telah Aku tunjukkan kepada mereka, membuat bagi diri mereka anak lembu tuangan dan menyembahnya, mempersembahkan kurban kepadanya dan berseru, ‘Inilah allahmu, hai Israel, yang telah membawa kamu keluar dari tanah Mesir!’ Aku melihat betapa tegar tengkuknya bangsa ini,” lanjut Tuhan kepada Musa. “Biarkanlah Aku sendiri, agar murka-Ku menyala-nyala terhadap mereka untuk menghabiskan mereka. Lalu Aku akan menjadikan Engkau bangsa yang besar.”
Tetapi Musa memohon kepada Tuhan, Allahnya, katanya, “Mengapa, ya Tuhan, murka-Mu harus menyala-nyala terhadap umat-Mu sendiri, yang telah Engkau bawa keluar dari tanah Mesir dengan kuasa yang begitu besar dan dengan tangan yang begitu kuat? Mengapa orang Mesir harus berkata, ‘Dengan niat jahat Ia membawa mereka keluar, agar Ia dapat membunuh mereka di gunung-gunung dan memusnahkan mereka dari muka bumi’? Biarlah murka-Mu yang menyala-nyala mereda; berbelas kasihanlah dalam menghukum umat-Mu. Ingatlah hamba-hamba-Mu Abraham, Ishak dan Israel, dan bagaimana Engkau bersumpah kepada mereka demi diri-Mu sendiri, dengan berkata, ‘Aku akan menjadikan keturunanmu sebanyak bintang-bintang di langit; dan seluruh tanah ini yang telah Aku janjikan, akan Aku berikan kepada keturunanmu sebagai warisan abadi mereka.’” Maka Tuhan berbelas kasihan dalam hukuman yang telah Ia ancamkan untuk menimpakan kepada umat-Nya.
Musa kemudian berbalik dan turun dari gunung dengan kedua loh perintah di tangannya, loh-loh yang tertulis di kedua sisinya, depan dan belakang; loh-loh yang dibuat oleh Allah, dengan tulisan-tulisan di atasnya yang diukir oleh Allah sendiri.
Sekarang, ketika Yosua mendengar suara orang-orang berteriak, ia berkata kepada Musa, “Itu terdengar seperti pertempuran di perkemahan.” Tetapi Musa menjawab, “Itu tidak terdengar seperti teriakan kemenangan, juga tidak terdengar seperti teriakan kekalahan; suara-suara yang kudengar adalah teriakan kesenangan.” Ketika ia mendekati perkemahan, ia melihat anak lembu itu dan tarian. Dengan itu, kemarahan Musa berkobar, sehingga ia melemparkan loh-loh itu dan memecahkannya di dasar gunung. Mengambil anak lembu yang telah mereka buat, ia meleburnya dalam api dan kemudian menggilingnya menjadi bubuk, yang ia taburkan di atas air dan membuat orang Israel meminumnya.

RESPONSORIUM Mazmur 106:20, 21, 22; Roma 1:21, 23

Mereka menukar Allah yang adalah kemuliaan mereka dengan gambar lembu pemakan rumput.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan keajaiban-keajaiban di Mesir, keajaiban-keajaiban di Laut Merah.
Hati mereka yang tidak berakal menjadi gelap; mereka menukar kemuliaan Allah yang abadi dengan berhala-berhala yang dapat binasa.

Mereka melupakan Allah yang telah menyelamatkan mereka, yang telah melakukan keajaiban-keajaiban di Mesir, keajaiban-keajaiban di Laut Merah.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Petrus Krisologus, uskup

Doa mengetuk, puasa memperoleh, belas kasihan menerima
Ada tiga hal, saudara-saudaraku, yang dengannya iman berdiri teguh, devosi tetap konstan, dan kebajikan bertahan. Yaitu doa, puasa, dan belas kasihan. Doa mengetuk pintu, puasa memperoleh, belas kasihan menerima. Doa, belas kasihan, dan puasa: ketiganya adalah satu, dan mereka saling memberi kehidupan.
Puasa adalah jiwa doa, belas kasihan adalah darah kehidupan puasa. Jangan ada yang mencoba memisahkan mereka; mereka tidak dapat dipisahkan. Jika kamu hanya memiliki salah satunya atau tidak semuanya bersama-sama, kamu tidak memiliki apa-apa. Jadi jika kamu berdoa, berpuasalah; jika kamu berpuasa, tunjukkan belas kasihan; jika kamu ingin permohonanmu didengar, dengarkan permohonan orang lain. Jika kamu tidak menutup telingamu terhadap orang lain, kamu membuka telinga Allah untuk dirimu sendiri.
Ketika kamu berpuasa, lihatlah puasa orang lain. Jika kamu ingin Allah tahu bahwa kamu lapar, ketahuilah bahwa orang lain lapar. Jika kamu mengharapkan belas kasihan, tunjukkan belas kasihan. Jika kamu mencari kebaikan, tunjukkan kebaikan. Jika kamu ingin menerima, berilah. Jika kamu meminta untuk dirimu sendiri apa yang kamu tolak dari orang lain, permintaanmu adalah ejekan.
Biarlah ini menjadi pola bagi semua orang ketika mereka mempraktikkan belas kasihan: tunjukkan belas kasihan kepada orang lain dengan cara yang sama, dengan kemurahan hati yang sama, dengan kecepatan yang sama, seperti kamu ingin orang lain menunjukkan belas kasihan kepadamu.
Oleh karena itu, biarlah doa, belas kasihan, dan puasa menjadi satu permohonan tunggal kepada Allah atas nama kita, satu pembelaan dalam pembelaan kita, doa tiga serangkai yang bersatu demi kita.
Marilah kita menggunakan puasa untuk menebus apa yang telah kita hilangkan dengan meremehkan orang lain. Marilah kita mempersembahkan jiwa kita sebagai kurban melalui puasa. Tidak ada yang lebih menyenangkan yang dapat kita persembahkan kepada Allah, seperti yang dikatakan pemazmur dalam nubuat: Kurban kepada Allah adalah roh yang hancur; Allah tidak memandang rendah hati yang remuk dan rendah.
Persembahkan jiwamu kepada Allah, jadikanlah Dia persembahan puasamu, agar jiwamu menjadi persembahan yang murni, kurban yang kudus, korban yang hidup, tetap milikmu sendiri dan pada saat yang sama diserahkan kepada Allah. Siapa pun yang gagal memberikan ini kepada Allah tidak akan dimaafkan, karena jika kamu harus memberikan dirimu sendiri kepada-Nya, kamu tidak pernah tanpa sarana untuk memberi.
Untuk membuat ini dapat diterima, belas kasihan harus ditambahkan. Puasa tidak menghasilkan buah kecuali disirami oleh belas kasihan. Puasa mengering ketika belas kasihan mengering. Belas kasihan bagi puasa seperti hujan bagi bumi. Betapapun kamu mengolah hatimu, membersihkan tanah sifatmu, mencabut kejahatan, menabur kebajikan, jika kamu tidak melepaskan mata air belas kasihan, puasamu tidak akan menghasilkan buah.
Ketika kamu berpuasa, jika belas kasihanmu tipis, panenmu akan tipis; ketika kamu berpuasa, apa yang kamu curahkan dalam belas kasihan melimpah ke lumbungmu. Oleh karena itu, jangan kehilangan dengan menyimpan, tetapi kumpulkan dengan menyebar. Berilah kepada orang miskin, dan kamu memberi kepada dirimu sendiri. Kamu tidak akan diizinkan menyimpan apa yang telah kamu tolak untuk diberikan kepada orang lain.

RESPONSORIUM Tobit 12:8, 9

Doa yang disertai puasa dan pemberian kepada orang miskin adalah baik,

karena pemberian kepada orang miskin menghapus setiap dosa.
Itu memenangkan pengampunan dan hidup kekal.

Karena pemberian kepada orang miskin menghapus setiap dosa.

DOA PENUTUP

Semoga rahmat-Mu tidak meninggalkan kami,

Ya Tuhan, kami mohon,

Tetapi jadikanlah kami berbakti kepada pelayanan kudus-Mu

Dan setiap saat memperoleh pertolongan-Mu bagi kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.

Mazmur 84 (85)

Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan,*
dan memulihkan nasib Yakub.

Engkau telah memaaafkan kesalahan umatMu,*
dan mengampuni segala dosa mereka.

Engkau telah menarik kembali rasa geramMu,*
dan meredakan nyala murkaMu.

Pulihkanlah kami, ya Allah penyelamat kami,*
dan hentikanlah rasa jengkel terhadap umatMu!

Untuk selamanyakah Engkau murka terhadap kami,*
dan melanjutkan amarahMu turun-temurun?

Tidak maukah Engkau menghidupkan kami kembali,*
sehingga umatMu bersukacita karena Engkau?

Perlihatkanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
dan berilah kami keselamatanMu.

Aku mau mendengarkan firman Tuhan:*
Tuhan menjanjikan keselamatan kepada umatNya;

kepada orang yang dikasihiNya,*
yang kembali percaya kepadanya.

Sungguh, keselamatan Tuhan dekat pada orang yang takwa,*
dan kemuliaanNya diam di negeri kita.

Kasih dan kesetiaan akan bertemu,*
keadilan dan keselamatan akan berpelukan.

Kesetiaan akan tumbuh dari bumi,*
dan keadilan akan turun dari langit.

Tuhan akan mencurahkan hujan,*
dan tanah kita akan menghasilkan panenannya.

Keadilan akan berjalan di hadapanNya,*
dan keselamatan akan mengikuti jejakNya.

Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.

Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Yes 26,1-12

Kita mempunyai kota yang kuat,+
Tuhan mendirikan tembok dan benteng,*
untuk melindungi kita.

Bukalah pintu gerbang, agar masuklah bangsa yang jujur,*
bangsa yang tetap setia.

Tuhan, dengan teguh Engkau memelihara keselamatan,*
karena umatMu percaya padaMu.

Percayalah kepada Tuhan untuk selama-lamanya,*
sebab Tuhanlah wadas yang kekal.

Jalan orang jujur lurus,*
Engkau merintis jalan lurus baginya.

Biarpun Engkau menghakimi kami,+
kami berharap padaMu, ya Tuhan;*
dan memuji namaMu itulah hasrat hati kami.

Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam,*
dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Bila Engkau datang menghakimi bumi,*
para penduduk dunia mengalami keadilan.

Ya Tuhan, Engkau akan menganugerahkan keselamatan kepada kami,*
sebab Engkaulah yang menyelesaikan segala pekerjaan kami.

Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.

Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kita,*
semoga wajahNya berseri-seri kepada kita.

Ya Allah, semoga karyaMu dikenal di bumi,*
dan keselamatanMu di antara segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+
sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*
dan menuntun segala bangsa di bumi.

Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*
hendaknya memuji Engkau segala bangsa.

Tanah telah memberi hasilnya,*
sebab Tuhan, Allah kita, telah memberkati kita.

Semoga Allah tetap memberkati kita,*
semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.

Bacaan Singkat: (Yl 2,12-13)

Berbaliklah kepadaKu dengan sepenuh hatimu, dengan puasa dan ratap tangismu. Hendaknya tidak saja kausobek pakaianmu, tetapi sobeklah juga hatimu, dan berbaliklah kepada Tuhan, Allahmu, sebab Ia mahapengasih dan penyayang, lagi sabar dan kaya akan rahmat; Iapun sedih melihat kemalanganmu.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Yesus bersabda kepada Petrus: Engkau harus mengampuni bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuhpuluh kali tujuh.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Yesus bersabda kepada Petrus: Engkau harus mengampuni bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuhpuluh kali tujuh.

Doa Permohonan:

Kristus telah menyerahkan diri kepada kita sebagai roti yang turun dari surga. Marilah kita memuji Dia dan berdoa kepadaNya:
U: Kristus, roti kehidupan, kuatkanlah kami.
P: Ya Tuhan, Engkau menguatkan kami dengan perjamuan ekaristi,* semoga kami mengambil bagian sepenuhnya dalam kurban PaskaMu.
P: Semoga kami menyimpan sabdaMu dalam hati yang baik dan tulus ikhlas,* supaya kami menghasilkan buah dengan tekun dan tabah.
P: Semoga kami giat bekerja sama dengan Dikau dalam menyempurnakan dunia,* sehingga damaiMu yang diwartakan oleh Gereja lebih mudah diterima.
P: Kami telah berdosa, ya Tuhan, kami telah berdosa,* hapuskanlah kesalahan kami dan selamatkanlah kami.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Kami mohon, ya Tuhan, janganlah Kautarik rahmatMu dari kami. Semoga dengan bantuanMu kami menjadi abdiMu yang setia. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA III SIANG

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.

Mazmur 118 (119),97-104

Betapa besar cintaku kepada hukumMu,*
aku merenungkannya sepanjang hari.

Aku menjadi lebih bijaksana dari pada musuhku,*
sebab perintahMu selalu ada padaku.

Aku lebih arif dari pada semua pengajarku,*
sebab aku merenungkan sabdaMu.

Aku lebih berbudi dari pada orang-orang tua,*
sebab aku berpegang pada perintahMu.

Aku tidak melangkahkan kaki ke jalan kejahatan,*
agar firmanMu tetap kupegang.

Aku tidak menyimpang dari ketetapanMu,*
sebab Engkaulah yang mengajar aku.

Betapa manisnya janjiMu bagiku,*
melebihi madu di mulutku.

Aku menimba pengertian dari titahMu,*
maka aku benci akan segala kebohongan.

Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.

Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.

Mazmur 73 (74) I

Ya Allah, mengapa Kaubuang kami untuk selamanya?*
Mengapa murkaMu bernyala terhadap domba gembalaanMu?

Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala,+
yang Kautebus menjadi bangsa milik pusakaMu,*
ingatlah akan gunung Sion yang Kaudiami.

Pulihkanlah bangsaMu dari reruntuhan puing,*
tempat kudus telah dimusnakan musuh.

LawanMu berbuat huru-hara dalam rumahMu,*
dan memancangkan ratusan panji.

Mereka memasang api pada pintu gerbang,*
dan merusak ukiran-ukiran dengan kapak.

Mereka merobohkan semua pintu,*
dan menghancurkannya berkeping-keping dengan kapak dan beliung.

Mereka membumihanguskan rumahMu yang kudus,*
dan menajiskan kediamanMu.

Mereka berkata dalam hati:+
"Marilah kita basmi bangsa ini sekaligus,*
dan semua rumah ibadat di seluruh negeri."

Tiada mukjizat lagi bagi kami, tiada nabi,*
tak seorangpun tahu, masih berapa lama.

Ya Allah, masih berapa lama lawan itu menghina,*
dan musuh menghojat namaMu terus-menerus?

Mengapa Engkau menarik kembali tanganMu,*
mengapa Engkau berpangku tangan saja?

Ya Allah, hancurkanlah raja-raja dari timur,*
rebutlah kemenangan di Yerusalem.

Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.

Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.

Mazmur 73 (74) II

Engkaulah yang membelah laut dengan kekuasaanMu,*
dan memecahkan kepala naga di atas permukaan air.

Engkaulah yang meremukkan kepala-kepala Leviatan,*
dan menjadikanya mangsa binatang gurun pasir.

Engkaulah yang membuka mata air dan sungai,*
Engkaulah yang mengeringkan bengawan-bengawan purba.

MilikMulah siang, dan milikMulah malam,*
Engkaulah yang menempatkan bulan dan matahari.

Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi,*
musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuatnya.

Ingatlah, musuh menghina Engkau, ya Tuhan,*
suatu bangsa yang dungu menghojat namaMu.

Jangan serahkan umatMu kepada binatang buas,*
jangan lupakan selamanya bangsaMu yang tertindas.

Ingatlah akan rumahMu, karena kotaMu diliputi kegelapan,*
dan seluruh negeri penuh kekerasan.

Jangan mengecewakan pengharapan orang tertindas,*
semoga orang yang miskin dan malang memuji namaMu.

Bangkitlah, Allah, belalah perkaraMu,*
ingatlah bahwa orang dungu menghina Engkau sepanjang hari.

Jangan melupakan teriakan para lawanMu,*
pekik para musuhMu yang makin meningkat.

Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.

Bacaan Singkat: (Yl 2,17)

Antara serambi kenisah dan mesbah hendaknya para imam, pelayan Tuhan, menangis sambil berseru: "Sayangilah umatMu, ya Tuhan, jangan sampai pusakaMu dihina dan menjadi sindiran kaum kafir."

P: Bertobatlah dan percayalah kepada Injil.
U: Sebab kerajaan Allah sudah dekat.

Doa Penutup:

Kami mohon, ya Tuhan, janganlah Kautarik rahmatMu dari kami. Semoga dengan bantuanMu kami menjadi abdiMu yang setia. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

SELASA III SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhan melindungi umatNya

Mazmur 124 (125)

Orang yang percaya kepada Tuhan adalah seperti gunung Sion;*
tak tergoncangkan, teguh selama-lamanya.

Seperti gunung-gemunung mengelilingi Yerusalem,+
demikianpun Tuhan melindungi umatNya,*
sekarang dan selama-lamanya.

Orang berdosa takkan bertahan,+
menguasai tanah pusaka orang jujur,*
asal orang jujur tidak melakukan kejahatan.

Berbuatlah baik, ya Tuhan, kepada orang baik,*
dan kepada orang yang tulus hati.

Tetapi orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit,+
hendaknya dienyahkan Tuhan,*
bersama orang yang melakukan kejahatan.

Ant.1: Tuhan melindungi umatNya

Ant.2: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Mazmur 130 (131)

Tuhan, hatiku tidak angkuh,*
dan mataku tidak memandang dengan sombong.

Aku tidak mengejar hal-hal yang terlalu muluk,*
yang melampaui kemampuanku.

Tetap aku berusaha, agar hatiku tenang dan tenteram,+
seperti bayi di pangkuan ibunya,*
seperti bayilah ketenangan jiwaku.

Berharaplah akan Tuhan, hai Israel,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.2: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.

Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.

Bacaan Singkat: (Yak 2,14.17.18b)

Saudara-saudaraku, apakah gunanya kalau seseorang mengatakan bahwa dia beriman, tetapi tidak berbuat sesuai dengan iman? Dapatkah imannya menyelamatkan dia? Iman yang tak diamalkan dalam perbuatan, dengan sendirinya akan mati. Tunjukkanlah kepadaku imanmu tanpa perbuatan, maka saya akan menunjukkan imanku dalam perbuatan-perbuatanku.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Demikianpun BapaKu di surga akan bertindak terhadap kamu, jikalau kamu tidak mengampuni saudaramu dengan ikhlas hati.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Demikianpun BapaKu di surga akan bertindak terhadap kamu, jikalau kamu tidak mengampuni saudaramu dengan ikhlas hati.

Doa Permohonan:

Kristus telah mengajak kita supaya waspada dan bertekun dalam doa untuk melawan segala godaan. Marilah kita bertekun memohon:
U: Bantulah dan kasihanilah kami, ya Tuhan.
P: Kristus Yesus, Engkau telah berjanji akan mendampingi orang yang berkumpul dalam doa demi namaMu,* Perkenankanlah kami selalu berdoa kepada Bapa bersama Engkau dalam Roh kudus.
P: Pengantin surgawi, jauhkanlah segala noda dari GerejaMu yang tercinta,* agar ia tetap berjalan dalam pengharapan dan kekuatan Roh kudus.
P: Pencinta umat manusia, bangkitkanlah dalam diri kami perhatian akan sesama manusia, sesuai dengan perintahMu,* agar cahaya keselamatanMu semakin terang bersinar bagi setiap orang.
P: Raja damai, teguhkanlah damaiMu di dunia ini,* agar di mana-mana terasa kehadiranMu yang menyelamatkan.
P: Tunjukkanlah jalan kebahagiaan abadi kepada orang-orang yang telah meninggal,* dan bukalah pintu kebakaan dan kemuliaan bagi mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Kami mohon, ya Tuhan, janganlah Kautarik rahmatMu dari kami. Semoga dengan bantuanMu kami menjadi abdiMu yang setia. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

Santo Yohanes

Biarawan

Biarawan ini memiliki kegemaran membaca buku-buku perdukunan sehingga ia sendiri melakukan praktek-praktek klinik perdukunan secara gelap. Oleh teman-temannya ia dituduh bertahayul dan dimasukkan ke dalam tahanan biara di sebuah ruangan yang sangat kotor. Menyadari perbuatannya yang melawan ajaran iman ini, ia bertobat dan mengakui kesalahan-kesalahannya. Untuk menebus dosa-dosanya, ia melakukan puasa dan tapa yang keras diruang tahanan yang pengap itu. Melihat pertobatannya yang mendalam itu, kawan-kawannya mengajak dia kembali ke dalam kehidupan normal di dalam komunitas biara. Tetapi ia lebih suka bermatiraga keras di dalam ruang tahanan itu hingga menghembuskan nafas terakhirnya. Ia banyak menulis dan menjadi seorang pengarang yang terkenal. Ia meninggal pada tahun 1380.