Rabu, 18 Maret 2026

Rabu IV Prapaskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Yesaya 49:8-15

Beginilah firman TUHAN: "Pada waktu Aku berkenan, Aku akan menjawab engkau, dan pada hari Aku menyelamatkan, Aku akan menolong engkau; Aku telah membentuk dan memberi engkau, menjadi perjanjian bagi umat manusia, untuk membangunkan bumi kembali dan untuk membagi-bagikan tanah pusaka yang sudah sunyi sepi, untuk mengatakan kepada orang-orang yang terkurung: Keluarlah! kepada orang-orang yang ada di dalam gelap: Tampillah! Di sepanjang jalan mereka seperti domba yang tidak pernah kekurangan rumput, dan di segala bukit gundulpun tersedia rumput bagi mereka. Mereka tidak menjadi lapar atau haus; angin hangat dan terik matahari tidak akan menimpa mereka, sebab Penyayang mereka akan memimpin mereka dan akan menuntun mereka ke dekat sumber-sumber air. Aku akan membuat segala gunung-Ku menjadi jalan dan segala jalan raya-Ku akan Kuratakan. Lihat, ada orang yang datang dari jauh, ada dari utara dan dari barat, dan ada dari tanah Sinim." Bersorak-sorailah, hai langit, bersorak-soraklah, hai bumi, dan bergembiralah dengan sorak-sorai, hai gunung-gunung! Sebab TUHAN menghibur umat-Nya dan menyayangi orang-orang-Nya yang tertindas. Sion berkata: "TUHAN telah meninggalkan aku dan Tuhanku telah melupakan aku." Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.

Mazmur Tanggapan Mazmur 145:8-9,13-14,17-18

TUHAN itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya.
TUHAN itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.
Kerajaan-Mu ialah kerajaan segala abad, dan pemerintahan-Mu tetap melalui segala keturunan. TUHAN setia dalam segala perkataan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN itu penopang bagi semua orang yang jatuh dan penegak bagi semua orang yang tertunduk.
TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya.
TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan.

Bacaan Injil Yohanes 5:17-30

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Akupun bekerja juga." Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya, bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat, tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah. Maka Yesus menjawab mereka, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Anak tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diri-Nya sendiri, jikalau tidak Ia melihat Bapa mengerjakannya; sebab apa yang dikerjakan Bapa, itu juga yang dikerjakan Anak. Sebab Bapa mengasihi Anak dan Ia menunjukkan kepada-Nya segala sesuatu yang dikerjakan-Nya sendiri, bahkan Ia akan menunjukkan kepada-Nya pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar lagi dari pada pekerjaan-pekerjaan itu, sehingga kamu menjadi heran. Sebab sama seperti Bapa membangkitkan orang-orang mati dan menghidupkannya, demikian juga Anak menghidupkan barangsiapa yang dikehendaki-Nya. Bapa tidak menghakimi siapapun, melainkan telah menyerahkan penghakiman itu seluruhnya kepada Anak, supaya semua orang menghormati Anak sama seperti mereka menghormati Bapa. Barangsiapa tidak menghormati Anak, ia juga tidak menghormati Bapa, yang mengutus Dia. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup. Sebab sama seperti Bapa mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri, demikian juga diberikan-Nya Anak mempunyai hidup dalam diri-Nya sendiri. Dan Ia telah memberikan kuasa kepada-Nya untuk menghakimi, karena Ia adalah Anak Manusia. Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum. Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-Ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.

Renungan

Ibu yang Tak Lupa

Seorang ibu bisa lupa banyak hal: kunci, dompet, nama tetangga baru. Tetapi coba tanyakan kapan terakhir ia lupa bahwa anaknya belum makan. Kasih seorang ibu bekerja seperti napas, tidak menunggu diingatkan.

Yesaya memakai gambar paling kuat itu untuk Allah, justru ketika Sion merasa dibuang: dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau. Kasih Allah melampaui kasih yang paling kita percayai di bumi ini.

Kemarin kita mendengar Yesus menyembuhkan si lumpuh Betesda pada hari Sabat, dan orang-orang mulai menganiaya Dia. Hari ini Ia menjawab mereka dengan satu kalimat yang dalam: "Bapa-Ku bekerja sampai sekarang, maka Aku pun bekerja juga." Allah tidak pernah cuti mengasihi. Sabat sekalipun tidak menghentikan-Nya menopang dunia, seperti ibu yang tetap terjaga ketika seisi rumah sudah tidur.

Ada masa kita merasa seperti Sion: Tuhan telah meninggalkan aku. Doa terasa memantul di langit-langit kamar. Pada masa seperti itu, bacaan hari ini layak dipegang erat: perasaan kita bisa lelah, ingatan Allah tidak. Ia bekerja sampai sekarang. Juga pada detik ini.

Bapa, ketika aku merasa terlupakan, ingatkan aku bahwa Engkau terjaga dan bekerja bagiku sampai sekarang. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan IV Prapaskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Demi indahnya bumi,

Demi indahnya langit,

Demi cinta yang sejak lahir

Meliputi dan mengelilingi kami,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi indahnya setiap jam

Siang dan malam,

Bukit dan lembah, pohon dan bunga,

Matahari dan bulan, serta bintang-bintang terang,
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita telinga dan mata,

Demi kegembiraan hati dan pikiran,

Demi harmoni mistik,

Menghubungkan indra dengan suara dan penglihatan;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi sukacita kasih insani,

Saudara, saudari, orang tua, anak,

Sahabat di bumi dan sahabat di surga,

Demi segala pikiran lembut dan ramah;
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.
Demi setiap anugerah-Mu yang sempurna,

Kepada umat kami begitu bebas Kau berikan,

Rahmat insani dan ilahi,

Bunga-bunga bumi dan kuncup-kuncup surga.
Tuhan semesta, kepada-Mu kami naikkan

Madah pujian syukur ini.

PSALMODI

Ant. 1 Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia perbuat bagimu.

Mazmur 103

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari atas akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Hai jiwaku, pujilah Tuhan,

seluruh batinku, berkatilah nama-Nya yang kudus.

Hai jiwaku, pujilah Tuhan

dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotaimu dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia menyatakan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia perbuat bagimu.

Ant. 2 Seperti seorang ayah lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan kerahiman.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai kesalahan-kesalahan kita.
Sebab setinggi langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi mereka yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang ayah berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada mereka yang takut akan Dia;

sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia mekar seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Seperti seorang ayah lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap mereka yang menghormati-Nya.

Ant. 3 Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

III
Namun kasih Tuhan kekal abadi

atas mereka yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

apabila mereka memegang perjanjian-Nya dalam kebenaran,

apabila mereka memegang kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan takhta-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kuasa, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Bersyukurlah kepada Tuhan, hai segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Hai jiwaku, pujilah Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang Bapa berbelas kasihan kepada anak-anak-Nya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian abadi agar kami dapat memuji dan memuliakan Engkau selamanya.

Ant. Pujilah Tuhan, hai segala karya-Nya!

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kembalilah kepada Tuhan dan bertobatlah.

Perbarui hati dan rohmu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Bilangan

11:4-6, 10-30

Roh dicurahkan atas Yosua dan para tua-tua
Orang-orang asing di antara mereka begitu rakus akan daging sehingga orang Israel pun mengeluh lagi, “Sekiranya kami mempunyai daging untuk dimakan! Kami ingat ikan yang biasa kami makan tanpa biaya di Mesir, dan mentimun, melon, bawang prei, bawang bombay, dan bawang putih. Tetapi sekarang kami kelaparan; kami tidak melihat apa-apa di hadapan kami selain manna ini.”
Ketika Musa mendengar umat itu, keluarga demi keluarga, menangis di pintu kemah mereka, sehingga Tuhan menjadi sangat marah, ia pun berduka. “Mengapa Engkau memperlakukan hamba-Mu begitu buruk?” Musa bertanya kepada Tuhan. “Mengapa Engkau begitu tidak senang kepadaku sehingga Engkau membebaniku dengan seluruh umat ini? Apakah aku yang mengandung seluruh umat ini? Atau apakah aku yang melahirkan mereka, sehingga Engkau menyuruhku menggendong mereka di pangkuanku, seperti seorang ayah angkat menggendong bayi, ke tanah yang telah Engkau janjikan dengan sumpah kepada nenek moyang mereka? Di mana aku bisa mendapatkan daging untuk diberikan kepada seluruh umat ini? Sebab mereka menangis kepadaku, ‘Berilah kami daging untuk makanan kami.’ Aku tidak dapat menggendong seluruh umat ini sendirian, karena mereka terlalu berat bagiku. Jika demikianlah cara-Mu memperlakukan aku, maka tolonglah aku dengan membunuhku segera, agar aku tidak perlu lagi menghadapi kesusahan ini.”
Kemudian Tuhan berfirman kepada Musa, “Kumpulkanlah bagiku tujuh puluh orang tua-tua Israel, orang-orang yang kaukenal sebagai tua-tua sejati dan berwenang di antara umat itu, dan bawalah mereka ke kemah pertemuan. Ketika mereka berada di tempat di sampingmu, Aku akan turun dan berbicara denganmu di sana. Aku juga akan mengambil sebagian dari roh yang ada padamu dan akan memberikannya kepada mereka, agar mereka dapat berbagi beban umat itu denganmu. Engkau tidak perlu lagi menanggungnya sendirian.
“Namun, kepada umat itu, engkau harus berkata: Kuduskanlah dirimu untuk besok, ketika engkau akan makan daging. Sebab di hadapan Tuhan engkau telah berseru, ‘Sekiranya kami mempunyai daging untuk dimakan! Oh, betapa baiknya keadaan kami di Mesir!’ Oleh karena itu Tuhan akan memberimu daging untuk makanan, dan engkau akan memakannya, bukan untuk satu hari, atau dua hari, atau lima, atau sepuluh, atau dua puluh hari, tetapi selama sebulan penuh—sampai keluar dari lubang hidungmu dan menjadi menjijikkan bagimu. Sebab engkau telah menolak Tuhan yang ada di tengah-tengahmu, dan di hadapan-Nya engkau telah meratap, ‘Mengapa kami pernah meninggalkan Mesir?’”
Tetapi Musa berkata, “Umat di sekitarku termasuk enam ratus ribu prajurit; namun Engkau berkata, ‘Aku akan memberi mereka daging untuk dimakan selama sebulan penuh.’ Bisakah cukup domba dan sapi disembelih untuk mereka? Jika semua ikan di laut ditangkap untuk mereka, apakah mereka akan cukup?” Tuhan menjawab Musa, “Apakah ini di luar jangkauan Tuhan? Engkau akan melihat sekarang apakah yang telah Kujanjikan kepadamu terjadi atau tidak.”
Maka Musa keluar dan memberitahukan kepada umat itu apa yang telah difirmankan Tuhan. Mengumpulkan tujuh puluh tua-tua umat itu, ia menyuruh mereka berdiri di sekitar kemah. Tuhan kemudian turun dalam awan dan berbicara kepadanya. Mengambil sebagian dari roh yang ada pada Musa, Ia memberikannya kepada tujuh puluh tua-tua itu; dan ketika roh itu hinggap pada mereka, mereka bernubuat.
Sekarang dua orang, yang satu bernama Eldad dan yang lain Medad, tidak berada dalam perkumpulan itu tetapi telah ditinggalkan di perkemahan. Mereka juga telah ada dalam daftar, tetapi tidak pergi ke kemah; namun roh itu hinggap pada mereka juga, dan mereka bernubuat di perkemahan. Maka, ketika seorang pemuda dengan cepat memberitahu Musa, “Eldad dan Medad sedang bernubuat di perkemahan,” Yosua, anak Nun, yang sejak mudanya telah menjadi pembantu Musa, berkata, “Musa, tuanku, hentikanlah mereka.” Tetapi Musa menjawabnya, “Apakah engkau cemburu demi aku? Sekiranya seluruh umat Tuhan adalah nabi! Sekiranya Tuhan mencurahkan roh-Nya kepada mereka semua!” Kemudian Musa kembali ke perkemahan, bersama dengan para tua-tua Israel.

RESPONSORIUM Yoel 2:28, 29; Kisah Para Rasul 1:8

Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat.

Pada hari-hari itu Aku akan mencurahkan Roh-Ku.
Kamu akan menerima kuasa apabila Roh Kudus turun ke atasmu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku sampai ke ujung bumi.

Pada hari-hari itu Aku akan mencurahkan Roh-Ku.
Bacaan Kedua

Dari surat Santo Maksimus Pengaku Iman, abbas

Belas kasihan Allah kepada orang yang bertobat
Kehendak Allah adalah menyelamatkan kita, dan tidak ada yang lebih menyenangkan-Nya daripada kita kembali kepada-Nya dengan pertobatan yang sejati. Para pewarta kebenaran dan para pelayan rahmat ilahi telah memberitahukan hal ini kepada kita sejak awal, mengulanginya di setiap zaman. Sesungguhnya, keinginan Allah akan keselamatan kita adalah tanda utama dan terpenting dari kebaikan-Nya yang tak terbatas. Justru untuk menunjukkan bahwa tidak ada yang lebih dekat dengan hati Allah, Sabda ilahi dari Allah Bapa, dengan kerendahan hati yang tak terlukiskan, hidup di antara kita dalam daging, dan melakukan, menderita, serta mengatakan segala yang diperlukan untuk mendamaikan kita dengan Allah Bapa, ketika kita bermusuhan dengan-Nya, dan untuk mengembalikan kita ke kehidupan kebahagiaan dari mana kita telah diasingkan. Ia menyembuhkan kelemahan fisik kita dengan mukjizat; Ia membebaskan kita dari dosa-dosa kita, yang banyak dan berat, dengan menderita dan mati, menanggungnya sendiri seolah-olah Ia bertanggung jawab atasnya, meskipun Ia tidak berdosa. Ia juga mengajari kita dengan berbagai cara bahwa kita harus ingin meniru-Nya dengan kebaikan kita sendiri dan kasih yang tulus satu sama lain.
Maka Kristus menyatakan bahwa Ia datang untuk memanggil orang berdosa kepada pertobatan, bukan orang benar, dan bahwa bukan orang sehat yang membutuhkan dokter, melainkan orang sakit. Ia menyatakan bahwa Ia datang untuk mencari domba yang hilang, dan bahwa kepada domba-domba yang hilang dari kaum Israel-lah Ia diutus. Berbicara lebih samar-samar dalam perumpamaan tentang koin perak, Ia memberitahu kita bahwa tujuan kedatangan-Nya adalah untuk merebut kembali citra kerajaan, yang telah dilapisi dengan kotoran dosa. Engkau dapat yakin ada sukacita di surga, kata-Nya, atas satu orang berdosa yang bertobat.
Untuk memberikan pelajaran yang sama, Ia menghidupkan kembali orang yang, setelah jatuh ke tangan para perampok, ditinggalkan telanjang dan setengah mati karena luka-lukanya; Ia menuangkan anggur dan minyak pada luka-luka itu, membalutnya, menempatkan orang itu di atas keledai-Nya sendiri dan membawanya ke sebuah penginapan, di mana Ia meninggalkan cukup uang untuk merawatnya, dan berjanji untuk membayar biaya tambahan apa pun saat kembali.
Lagi, Ia menceritakan bagaimana Bapa itu, yang adalah kebaikan itu sendiri, tergerak oleh belas kasihan kepada anak-Nya yang boros yang kembali dan menebus kesalahannya dengan pertobatan; bagaimana Ia memeluknya, memakaikan kembali kepadanya pakaian indah yang sesuai dengan martabatnya sendiri, dan tidak mencelanya atas dosa-dosanya.
Demikian pula, ketika Ia menemukan berkeliaran di gunung-gunung dan bukit-bukit satu domba yang telah tersesat dari kawanan seratus domba Allah, Ia membawanya kembali ke kandang, tetapi Ia tidak membuatnya lelah dengan mengusirnya di depannya. Sebaliknya, Ia menempatkannya di pundak-Nya sendiri dan demikianlah, dengan penuh belas kasihan, Ia mengembalikannya dengan aman ke kawanan.
Demikian pula Ia berseru: Datanglah kepada-Ku, semua yang berjerih lelah dan berbeban berat. Pikullah kuk-Ku, kata-Nya, yang berarti perintah-perintah-Nya, atau lebih tepatnya, seluruh cara hidup yang Ia ajarkan kepada kita dalam Injil. Ia kemudian berbicara tentang beban, tetapi itu hanya karena pertobatan tampak sulit. Namun, sesungguhnya, kuk-Ku mudah, Ia meyakinkan kita, dan beban-Ku ringan.
Kemudian lagi Ia mengajari kita keadilan dan kebaikan ilahi, memberitahu kita untuk menjadi seperti Bapa surgawi kita, kudus, sempurna, dan berbelas kasihan. Ampunilah, kata-Nya, dan kamu akan diampuni. Berperilakulah terhadap orang lain seperti yang kamu inginkan mereka berperilaku terhadapmu.

RESPONSORIUM Lihat Yehezkiel 33:11; Mazmur 94:19

Tuhan, betapa sengsaranya aku jika aku tidak mengenal belas kasihan-Mu!

Tetapi Engkau telah berfirman: Aku tidak menginginkan kematian orang berdosa melainkan agar ia kembali kepada-Ku dan hidup.

Engkau memanggil kembali kepada kasih-Mu perempuan Kanaan, dan pemungut cukai kepada pertobatan.
Ketika hatiku penuh kecemasan, Engkau memberiku penghiburan dan sukacita.

Engkau memanggil kembali kepada kasih-Mu perempuan Kanaan, dan pemungut cukai kepada pertobatan.

DOA PENUTUP

Ya Allah, yang menganugerahkan pahala kepada orang benar

dan menawarkan pengampunan kepada orang berdosa yang bertobat,

kasihanilah, kami mohon, mereka yang berseru kepada-Mu,

agar pengakuan kesalahan kami

dapat menjadi sarana untuk memperoleh pengampunan-Mu atas dosa-dosa kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga:*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan."

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Hatiku siap sedia, ya Allah, hatiku siap sedia.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu;*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan mengenakan padaku dandanan keselamatan dan pakaian kebenaran.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Aku hendak memuliakan Allahku seumur hidup.

Bacaan Singkat: (Ul 7,6.8-9)

Engkaulah bangsa suci bagi Tuhan, Allahmu; dari antara segala bangsa di muka bumi engkaulah yang dipilih Tuhan menjadi bangsa milikNya sendiri. Sebab Tuhan cinta padamu dan setia pada sumpah yang pernah diikrarkanNya kepada leluhurmu. Maka dari itu, Tuhan mengantar kamu ke luar dengan kuasaNya, sambil melepaskan kamu dari tempat perbudakan, dari genggaman Firaun, raja Mesir. Jadi maklumlah, bahwa Tuhan Allahmu itu adalah Allah yang sejati, Allah yang setia pada perjanjian, Allah yang tetap mengasihi mereka yang mencintaiNya dan yang mematuhi perintah-perintahNya.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Barang siapa mendengarkan perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, mempunyai hidup kekal.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Barang siapa mendengarkan perkataanKu dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, mempunyai hidup kekal.

Doa Permohonan:

Dimuliakanlah kiranya penyelamat kita yang ingin memperbaharui setiap manusia, sehingga dunia lama berlalu dan segalanya diciptakan kembali. Marilah kita berdoa kepadaNya dengan penuh pengharapan:
U: Perbaharuilah kami dalam Roh kudus, ya Tuhan.
P: Tuhan, Engkau telah menjanjikan surga yang baru dan dunia yang baru bagi kami, baharuilah kami selalu dengan RohMu,* agar kami dapat menikmati Engkau dalam Yerusalem surgawi.
P: Semoga kami bersama Engkau berusaha, agar dunia ini dipenuhi dengan RohMu,* sehingga masyarakat sedunia lebih berhasil mencapai tujuannya dalam keadilan, cinta kasih dan damai.
P: Semoga kami dapat memerangi kelalaian dan kealpaan kami,* dan menikmati anugerah surgawi.
P: Bebaskanlah kami dari yang jahat,* dan lindungilah kami terhadap daya tarik khayalan-khayalan kosong yang mengelabui mata.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Tuhan, Engkau mengganjar jasa orang saleh dan mengampuni orang berdosa yang bertobat. Kasihanilah kami yang berseru kepadaMu. Semoga kami mengakui kesalahan kami dan memperoleh pengampunan dari padaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU IV SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku.

Bacaan Singkat: (Yeh 18,30b-32)

Bertobatlah dan kembalilah dari segenap kesalahanmu, maka kejahatan tidak akan membinasakan kamu. Buanglah segala kejahatan dalam dirimu. Ciptakanlah hati yang baru dan semangat yang baru dalam dirimu. Hai keluarga Israel, mengapa gerangan kamu mau mati? Sebab aku tidak suka melihat kematian orang mati, firman Tuhan. Kembalilah maka kamu akan hidup.

P: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah.
U: Baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Doa Penutup:

Ya Tuhan, Engkau mengganjar jasa orang saleh dan mengampuni orang berdosa yang bertobat. Kasihanilah kami yang berseru kepadaMu. Semoga kami mengakui kesalahan kami dan memperoleh pengampunan dari padaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

RABU IV SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu, ya Tuhan.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku, Tuhan, menyelidiki isi hati dan menguji sanubari. Aku menganugerahi setiap orang sesuai dengan hidupnya.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20

Marilah dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja;+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat: (Flp 2,12b-15a)

Kerjakanlah keselamatanmu dengan takut dan gentar. Sebab Allah yang mengerjakan dalam dirimu baik kemauan maupun pelaksanaan menurut kerelaanNya. Lakukanlah segala sesuatu dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantah, supaya kamu tiada bercela dan tiada bernoda.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Kudengar, dan penghakimanKu adil.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diriKu sendiri. Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Kudengar, dan penghakimanKu adil.

Doa Permohonan:

Allah yang maha kuasa dan maha bijaksana tahu apa yang kita perlukan, tetapi Ia menghendaki aga kita pertama-tama memperhatikan kerajaanNya. Marilah kita meluhurkan Dia dan berdoa:
U: Datanglah kerajaanMu, ya Tuhan.
P: Bapa yang kudus, Engkau telah menetapkan Kristus menjadi gembala umatMu, maka bantulah para gembala umat beriman serta kawanan yang dipercayakan kepada mereka tetap memperhatikan kepentingan umatMu,* dan umatMu bersedia menerima bimbingan mereka.
P: Bimbinglah kiranya orang kristen, agar mereka rela menolong orang sakit dengan cinta persaudaraan,* dan melayani PuteraMu dalam diri mereka.
P: Semoga orang yang belum percaya akan Injil masuk ke dalam GerejaMu,* dan membangun Gereja dengan cinta kasih dan amal bakti.
P: Semoga kami orang berdosa memohon pengampunan dari padaMu,* dan diperdamaikan dengan GerejaMu.
P: Semoga arwah orang beriman sampai kepada kehidupan kekal,* dan tinggal bersama Engkau senantiasa.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Ya Tuhan, Engkau mengganjar jasa orang saleh dan mengampuni orang berdosa yang bertobat. Kasihanilah kami yang berseru kepadaMu. Semoga kami mengakui kesalahan kami dan memperoleh pengampunan dari padaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

Santo Anselmus dari Lucca

Uskup

Anselmus lahir di Mantua, Italia pada tahun 1036.Kisah masa mudanya tidak banyak diketahui. Masa tuanya seluruhnya diabdikan pada kepentingan perkembangan gereja dan penyebaran iman. Anselmus yang dikenal sebagai keponakan Paus Alexander II (1061- 1073) ini menjadi pembantu terdekat Paus Gregorius VII (1073- 1085) dalam kampanye penyelesaian semua masalah dan keonaran di kalangan imam- imam.

Pada tahun 1073, Paus Gregorius VII menunjuk dia sebagai Uskup dioses Lucca. Ia ditabhiskan oleh Paus Gregrorius VII pada tanggal 23 Oktober 1074. Dalam kepemimpinannya Anselmus berusaha mengatur tata tertib hidup para imam di keuskupannya. Usahanya tidak disambut baik oleh para imam, karena aturan- aturan ciptaannya dirasa terlalu keras. Karena itu, Anselmus meninggalkan istananya dan pergi ke istana Matilda, seorang pangeran Wanita dari Ruscany di Cannosa, Italia. Selama berada disana, Anselmus menjadi pembimbing rohani dan penasehat politik bagi Matilda.

Karena pengetahuannya yang luas dan mendalam tentang hukum Kanonik, Sri Paus Gregorius VII menugaskan Anselmus menyusun sebuah risalat guna melawan praktek pentabhisan kaum awam, dan mengumpulkan kanon- kanon tempo dulu yang menghukum praktek ini serta praktek- praktek lainnya yang tidak sah. Risalah Anselmus itu sangat mendukung kedudukan Gregorius VII dalam masyarakat.

Santo Salvator OFM

Pengaku Iman

Salvator hidup antara tahun 1530- 1567. Bruder ini menjalani matiraga keras dan bersikap rendah hati. Ia dikarunia kemampuan menyembuhkan orang sakit. Karena tamu yang datang berbondong- bondong itu mengganggu hidup biara, maka ia sering disuruh ganti tempat.

Santo Syrillus dari Yerusalem

Uskup dan Pengaku Iman

Syrillus lahir di Yerusalem kira- kira pada tahun 315 dan meninggal disana pada tanggal 8 Maret 386. Ia ditabhiskan menjadi imam oleh Santo Maksimus, Uskup Yerusalem. Ia juga diangkat sebagai katekis khusus untuk para calon permandian (Katekumen). Untuk membantu imam- imam dan katekis lainnya, ia menulis sebuah buku pelajaran agama. Buku Katekismus ini merupakan buku pelajaran agama pertama yang secara ringkas menguraikan credo Para Rasul dan Sakramen- sakramen.

Sesudah menerangkan tentang sifat- sifat Allah yang MahaEsa, Syrillus menulis: Pengetahuan terbesar mengenai Allah adalah mengakui cinta kasih Nya dengan iman dan mengenal kebenaran Nya. Penjelasannya tentang Ekaristi Kudus tegas dan terang. Ia menulis: oleh karena Kristus sendiri telah memberkati roti persembahan sambil berkata ˜Inilah Tubuh Ku, siapakah yang berani bersangsi terhadap kebenaran ini? Dan setelah mengucap berkat atas roti, Ia mengambil anggur, memberkatinya sambil berkata Inilah Darah Ku siapa lagi yang masih bersangsi terhadap kebenaran ini dengan berkata ini bukanlah Darah Nya?

Sepeninggal Uskup Maksimus, Syrillus terpilih sebagai Uskup Yerusalem pada tahun 350. Awal karyanya sebagai Uskup di Yerusalem pada tahun 350. Awal karyanya dimulai dengan suatu penampakan ajaib di langit: sebuah salib besar tampak di langit dengan cahaya yang berkilau- kilauan meliputi puncak Kalvari hingga taman zaitun. Penampakan ini menandakan penderitaan yang akan dialaminya sebagai seorang Uskup.

Seperti Uskup- uskup lainnya pada masa itu, Syrillus juga beberapa kali dikejar dan diusir dari wilayah keuskupannya karena perlawanannya terhadap ajaran sesat Arianisme. Ia baru mulai memimpin gereja Yerusalem dengan tenang hingga kematiannya pada tahun 386 setelah kematian Kaisar Valentinus.