Kamis, 19 Maret 2026

Hari Raya S. Yusuf, Suami Santa Maria

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 2 Samuel 7:4-5a,12-14a,16

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka Aku akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya."

Mazmur Tanggapan Mazmur 89:2-5,27,29

(89-3) Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
(89-4) Engkau telah berkata: "Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku:
(89-5) Untuk selama-lamanya Aku hendak menegakkan anak cucumu, dan membangun takhtamu turun-temurun." Sela
(89-6) Sebab itu langit bersyukur karena keajaiban-keajaiban-Mu, ya TUHAN, bahkan karena kesetiaan-Mu di antara jemaah orang-orang kudus.
(89-28) Akupun juga akan mengangkat dia menjadi anak sulung, menjadi yang mahatinggi di antara raja-raja bumi.
(89-30) Aku menjamin akan adanya anak cucunya sampai selama-lamanya, dan takhtanya seumur langit.

Bacaan Kedua Roma 4:13,16-18,22

Sebab bukan karena hukum Taurat telah diberikan janji kepada Abraham dan keturunannya, bahwa ia akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran, berdasarkan iman. Karena itulah kebenaran berdasarkan iman supaya merupakan kasih karunia, sehingga janji itu berlaku bagi semua keturunan Abraham, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab Abraham adalah bapa kita semua, -- seperti ada tertulis: "Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa" --di hadapan Allah yang kepada-Nya ia percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang menjadikan dengan firman-Nya apa yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: "Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu." Karena itu hal ini diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.

Bacaan Injil Matius 1:16,18-21,24a

Yakub memperanakkan Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka." Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,

Renungan

Bapak di Balik Kamera

Coba buka album keluarga. Di banyak rumah, ada satu orang yang jarang muncul dalam foto: bapak. Bukan karena tidak hadir, justru karena dialah yang memotret. Ia ada di setiap gambar tanpa terlihat, berdiri di balik kamera, memastikan semua orang lain masuk bingkai.

Santo Yusuf, yang pestanya kita rayakan hari ini, adalah bapak di balik kamera itu. Injil tidak menyimpan satu pun kalimat yang keluar dari mulutnya. Tidak ada pidato, tidak ada doa panjang yang dicatat. Yang dicatat hanya perbuatannya: sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan. Ia mengambil Maria sebagai istrinya. Titik. Iman yang tidak banyak bicara, tetapi berjalan.

Padahal beban yang dipikulnya tidak ringan. Tunangannya mengandung, dan ia tahu anak itu bukan anaknya. Matius menyebutnya orang yang tulus hati: ia tidak mau mencemarkan nama Maria di muka umum, maka ia berniat mundur diam-diam. Rencana yang sudah matang itu dibatalkan oleh satu mimpi. Dan Yusuf, tukang kayu yang terbiasa mengukur dua kali sebelum memotong, berani memotong seluruh rencananya sendiri demi rencana Allah.

Bacaan pertama dan kedua memperlihatkan betapa besar bingkai yang dijaga orang sederhana ini. Kepada Daud dijanjikan keturunan yang takhtanya kokoh selama-lamanya. Kepada Abraham dijanjikan keturunan sebanyak bangsa-bangsa, dan Paulus menulis bahwa Abraham berharap sekalipun tidak ada dasar untuk berharap. Dua janji raksasa itu bertemu dan digenapi lewat rumah tangga kecil di Nazaret, yang atapnya dipelihara oleh keringat seorang tukang kayu.

Dunia kita gaduh oleh orang yang ingin tampil. Prestasi diumumkan, kebaikan dipamerkan, suara paling keras dianggap paling benar. Yusuf menawarkan jalan lain: kebesaran yang tidak membutuhkan panggung. Menghidupi keluarga, melindungi yang dipercayakan, taat kepada Allah dalam keputusan-keputusan sunyi yang tidak dilihat siapa pun. Gereja menghormatinya sebagai pelindung Gereja semesta. Justru dia yang tidak meninggalkan satu kalimat pun.

Barangkali di sekitar kita ada Yusuf-Yusuf kecil: bapak yang berangkat sebelum anak bangun, ibu yang doanya tidak pernah diumumkan, orang-orang yang setia tanpa sorotan. Hari ini hari yang baik untuk berterima kasih kepada mereka. Dan hari yang baik untuk bertanya kepada diri sendiri: beranikah kita berbuat baik tanpa harus ikut masuk bingkai?

Santo Yusuf, doakanlah kami. Tuhan, ajari aku iman yang bekerja dalam diam, setia dalam sunyi, dan taat tanpa menunggu tepuk tangan. Amin.

Invitatorium

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Berbahagialah yang suci hatinya,

sebab mereka akan melihat Allah kita;

rahasia Tuhan adalah milik mereka,

jiwa mereka adalah kediaman Kristus.
Tuhan, yang meninggalkan surga

untuk membawa hidup dan damai bagi kita,

tinggal dalam kerendahan hati bersama kita,

teladan dan Raja kita;
Ia kepada jiwa yang rendah hati

akan tetap menganugerahkan Diri-Nya

dan untuk kediaman dan takhta-Nya

akan memilih yang suci hatinya.
Tuhan, kami mencari kehadiran-Mu;

semoga berkat ini menjadi milik kami;

berilah kami hati yang murni dan rendah hati,

bait yang layak bagi-Mu.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan berkata: Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu; ia akan melahirkan seorang putra, dan engkau akan menamai Dia Yesus.

Mazmur 21:2-8, 14

Syukur atas kemenangan raja

Ia menerima hidup agar ia dapat bangkit dan hidup selamanya (Santo Hilarius).
Ya Tuhan, kekuatan-Mu memberi sukacita kepada raja;

betapa pertolongan penyelamatan-Mu membuatnya gembira!

Engkau telah mengabulkan keinginan hatinya;

Engkau tidak menolak doa bibirnya.
Engkau datang menyambutnya dengan berkat keberhasilan,

Engkau telah menaruh di kepalanya mahkota emas murni.

Ia meminta hidup kepada-Mu dan ini telah Engkau berikan,

hari-hari yang akan berlangsung dari abad ke abad.
Pertolongan penyelamatan-Mu telah memberinya kemuliaan.

Engkau telah menaruh padanya keagungan dan kemegahan,

Engkau telah menganugerahkan berkat-Mu kepadanya selamanya.

Engkau telah membuatnya bersukacita dengan sukacita kehadiran-Mu.
Raja telah menaruh kepercayaannya kepada Tuhan:

melalui belas kasihan Yang Mahatinggi ia akan berdiri teguh.

Ya Tuhan, bangkitlah dalam kekuatan-Mu,

kami akan bernyanyi dan memuji kuasa-Mu.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Malaikat Tuhan menampakkan diri kepada Yusuf dan berkata: Yusuf, anak Daud, jangan takut mengambil Maria sebagai istrimu; ia akan melahirkan seorang putra, dan engkau akan menamai Dia Yesus.

Ant. 2 Ketika bangun, Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya, dan mengambil Maria sebagai istrinya.

Mazmur 92

Pujian kepada Allah Sang Pencipta

Bernyanyilah memuji karya penebusan Kristus (Santo Atanasius).

I
Adalah baik untuk mengucap syukur kepada Tuhan,

untuk memainkan musik bagi nama-Mu, ya Yang Mahatinggi,

untuk mewartakan kasih-Mu di pagi hari

dan kebenaran-Mu di waktu malam,

dengan kecapi sepuluh senar dan gambus,

dengan suara harpa yang mendesir.
Perbuatan-Mu, ya Tuhan, telah membuatku gembira;

atas karya tangan-Mu aku bersorak dengan sukacita.

Ya Tuhan, betapa agung karya-Mu!

Betapa dalam rancangan-Mu!

Orang bodoh tidak dapat mengetahui ini

dan orang bebal tidak dapat mengerti.
Meskipun orang fasik tumbuh seperti rumput

dan semua yang berbuat jahat berkembang:

mereka ditakdirkan untuk dihancurkan selamanya.

Tetapi Engkau, Tuhan, selamanya di tempat tinggi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ketika bangun, Yusuf melakukan seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan kepadanya, dan mengambil Maria sebagai istrinya.

Ant. 3 Yusuf meninggalkan Nazaret dan berangkat ke kota Daud yang bernama Betlehem untuk mendaftarkan diri bersama Maria.

II
Lihatlah bagaimana musuh-musuh-Mu binasa;

semua pelaku kejahatan tercerai-berai.
Kepada-Ku Engkau memberi kekuatan banteng liar;

Engkau mengurapi aku dengan minyak termurni.

Mataku memandang dengan kemenangan pada musuh-musuhku;

telingaku mendengar dengan gembira kejatuhan mereka.

Orang benar akan berkembang seperti pohon palem

dan tumbuh seperti pohon aras Libanon.
Ditanam di rumah Tuhan

mereka akan berkembang di pelataran Allah kita,

masih berbuah ketika mereka tua,

masih penuh getah, masih hijau,

untuk mewartakan bahwa Tuhan itu adil;

di dalam Dia, batuku, tidak ada kesalahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Yusuf meninggalkan Nazaret dan berangkat ke kota Daud yang bernama Betlehem untuk mendaftarkan diri bersama Maria.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Orang benar akan berkembang seperti bunga bakung.

Ia akan berkembang selamanya di pelataran Allah kita.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

11:1-6

Iman para leluhur
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Karena iman, orang-orang zaman dahulu mendapat kesaksian yang baik. Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.
Karena iman Habel mempersembahkan kepada Allah korban yang lebih baik dari pada korban Kain. Dengan jalan itu ia memperoleh kesaksian, bahwa ia benar, karena Allah sendiri memberi kesaksian atas persembahannya itu; dan karena iman ia masih berbicara, sesudah ia mati.
Karena iman Henokh terangkat, supaya ia tidak mengalami kematian, dan ia tidak ditemukan, karena Allah telah mengangkatnya. Sebab sebelum ia terangkat, ia telah memperoleh kesaksian, bahwa ia berkenan kepada Allah – tetapi tanpa iman tidak mungkin orang berkenan kepada Allah. Sebab barangsiapa datang kepada Allah, ia harus percaya bahwa Allah ada, dan bahwa Allah memberi upah kepada orang yang sungguh-sungguh mencari Dia.
Karena iman Nuh, setelah diperingatkan tentang hal-hal yang belum kelihatan, dengan takut akan Allah mempersiapkan bahtera untuk menyelamatkan keluarganya; dan karena iman itu ia menghukum dunia, dan ia menjadi ahli waris kebenaran, yang sesuai dengan iman.
Karena iman Abraham taat, ketika ia dipanggil untuk berangkat ke negeri yang akan diterimanya menjadi milik pusakanya; ia berangkat tanpa mengetahui ke mana ia pergi. Karena iman ia diam di tanah perjanjian seolah-olah di tanah asing dan tinggal dalam kemah dengan Ishak dan Yakub, yang adalah ahli waris janji yang sama. Sebab ia menanti-nantikan kota yang mempunyai dasar, yang perancang dan pembangunnya adalah Allah.
Karena iman Sara pun beroleh kekuatan untuk mengandung dan melahirkan seorang anak, walaupun usianya sudah lewat, karena ia menganggap Dia yang telah berjanji itu setia. Sebab itu dari satu orang saja, yaitu Abraham yang pada dasarnya sudah mati, telah lahir keturunan yang banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut yang tidak terhitung banyaknya.
Dalam iman mereka semua ini telah mati. Mereka tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi mereka melihat dan menyambutnya dari jauh. Dengan mengakui diri mereka sebagai orang asing dan pendatang di bumi, mereka menunjukkan bahwa mereka mencari tanah air. Jika mereka memikirkan kembali tempat dari mana mereka berasal, mereka akan mempunyai kesempatan untuk kembali ke sana. Tetapi mereka mencari tanah air yang lebih baik, yaitu tanah air surgawi. Oleh karena itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, sebab Ia telah menyediakan sebuah kota bagi mereka.

RESPONSORIUM Roma 4:20, 22; Yakobus 2:22

Ia tidak pernah meragukan janji Allah, melainkan dikuatkan dalam imannya dan memuliakan Allah.

Oleh karena itu, melalui iman ia diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan.
Iman bekerja dalam perbuatannya, dan oleh perbuatannya imannya menjadi sempurna.

Oleh karena itu, melalui iman ia diperhitungkan sebagai orang yang dibenarkan.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardinus dari Siena, imam

Bapa angkat dan pelindung yang setia
Ada aturan umum mengenai semua rahmat istimewa yang diberikan kepada setiap manusia. Setiap kali rahmat ilahi memilih seseorang untuk menerima rahmat istimewa, atau untuk menerima panggilan luhur, Allah menghiasi orang yang dipilih itu dengan semua karunia Roh yang dibutuhkan untuk memenuhi tugas yang ada.
Aturan umum ini terutama terbukti dalam kasus Santo Yusuf, bapa angkat Tuhan kita dan suami Ratu dunia kita, yang bertakhta di atas para malaikat. Ia dipilih oleh Bapa yang kekal sebagai penjaga dan pelindung yang dapat dipercaya atas harta-Nya yang terbesar, yaitu Putra ilahi-Nya dan Maria, istri Yusuf. Ia melaksanakan panggilan ini dengan kesetiaan penuh sampai akhirnya Allah memanggilnya, dengan berkata: Hamba yang baik dan setia, masuklah ke dalam sukacita Tuanmu.
Lalu, bagaimana posisi Yusuf dalam seluruh Gereja Kristus? Bukankah ia seorang yang dipilih dan dikhususkan? Melalui dia dan, ya, di bawah dia, Kristus diperkenalkan ke dunia dengan pantas dan terhormat. Seluruh Gereja Kudus berhutang budi kepada Bunda Perawan karena melalui dia Gereja dinilai layak menerima Kristus. Tetapi setelah dia, kita tidak diragukan lagi berhutang budi dan penghormatan khusus kepada Santo Yusuf.
Dalam dirinya Perjanjian Lama menemukan penutupnya yang tepat. Ia membawa garis keturunan para patriark dan nabi yang mulia kepada kegenapan yang dijanjikan. Apa yang kebaikan ilahi tawarkan sebagai janji kepada mereka, ia pegang dalam pelukannya.
Jelas, Kristus sekarang tidak menolak Yusuf keintiman, penghormatan, dan kehormatan yang sangat tinggi yang Ia berikan kepadanya di bumi, sebagai seorang putra kepada ayahnya. Sebaliknya, kita harus mengatakan bahwa di surga Kristus melengkapi dan menyempurnakan semua yang Ia berikan di Nazaret.
Sekarang kita dapat melihat bagaimana kata-kata panggilan terakhir Tuhan secara tepat berlaku untuk Santo Yusuf: Masuklah ke dalam sukacita Tuanmu. Sesungguhnya, meskipun sukacita kebahagiaan abadi masuk ke dalam jiwa seorang manusia, Tuhan lebih suka berkata kepada Yusuf: Masuklah ke dalam sukacita. Niat-Nya adalah agar kata-kata itu memiliki makna rohani yang tersembunyi bagi kita. Kata-kata itu tidak hanya menyampaikan bahwa orang suci ini memiliki sukacita batin, tetapi juga bahwa sukacita itu mengelilingi dan menelannya seperti jurang tak terbatas.
Ingatlah kami, Santo Yusuf, dan doakanlah kami kepada anak angkatmu. Mintalah kepada mempelaimu yang paling kudus, Perawan Maria, untuk memandang kami dengan ramah, karena ia adalah Bunda Dia yang bersama Bapa dan Roh Kudus hidup dan memerintah selama-lamanya. Amin.

RESPONSORIUM Kejadian 45:8; 50:20; Sirakh 51:2

Allah telah menjadikan aku bapa bagi raja dan penguasa atas seluruh rumah tangganya.

Ia telah mengangkat aku, agar ia dapat menyelamatkan banyak orang.
Tuhan adalah penolong dan pelindungku; Ia adalah penyelamatku.

Ia telah mengangkat aku, agar ia dapat menyelamatkan banyak orang.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Setiap hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa,

agar melalui perantaraan Santo Yusuf

Gereja-Mu senantiasa menjaga

terungkapnya misteri keselamatan manusia,

yang permulaannya telah Engkau percayakan kepada pemeliharaan setianya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan memerintah bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS V – PAGI
PEMBUKAAN

P: Ya Tuhan, sudilah membuka hatiku.

U: Supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,

menghormatiNya dengan pujian.
Tuhanlah Allah yang agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tanganNya,

puncak gunungpun milikNya.

MilikNyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tanganNya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umatNya,

Dialah gembala kita, kita kawananNya.
Hari ini dengarkanlah suaraNya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MADAH

Kristus surya keadilan

Kini fajar Kaudatangkan

Enyahkanlah kegelapan

Tampilkanlah kehidupan.
S’moga pertobatan kami

Di masa Prapaska ini

menurunkan rahmat ampun

Atas dosa yang bertimbun.
Bila tiba hari paska

Perkenanankan para hamba

Bersorak kegembiraan

Merayakan kebangkitan.
Ya Tritunggal mahasuci

Trimalah pujian kami

Yang kami lambungkan ini

Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*

kepadaMulah aku berlindung.
Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*

sampai malapetaka berlalu.
Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*

kepada Allah yang menjamin hidupku.
Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+

dan mengusir mereka yang menganiaya aku;*

semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.
Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*

yang suka merekam orang.
Giginya bagaikan tombak dan panah,*

lidahnya laksana pedang terasah.
Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*

dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.
Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*

tetapi aku meloloskan diri.
Mereka menggali lubang di muka kakiku,*

tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.
Hatiku siap sedia, ya Allah,*

untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.
Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*

menyingsinglah, hai fajar.
Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*

di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.
Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*

dan kesetiaanMu menjangkau awan.
Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*

dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14
Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*

wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:
“Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,+

tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*

dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.
Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*

dan ditebus dari musuh yang menguasainya.
Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*

dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.
Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*

anakdomba dan sapi.
Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*

dan takkan pernah mereka kehausan.
Para pemudi menari berbaris,*

dan tua muda bersukaria.
Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*

Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.
Para imam Kusenangkan dengan kurban,*

dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47

Tuhan agung dan sangat terpuji,*

di kota Allah kita.
GunungNya yang kudus menjulang megah,*

menggirangkan seluruh bumi.
Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*

kota raja agung.
Allah tinggal dalam puri-purinya,*

Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.
Raja-raja bersekutu,+

dan maju serentak,*

untuk menyerang kota Allah.
Demi melihatnya mereka tercengang,*

dan terhalau lari ketakutan.
Di sana mereka gemetar ketakutan,*

mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.
Engkau menghancurkan mereka,*

seperti topan timur menghancurkan kapal besar.
Seperti pernah kita dengar,+

kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*

di kota Allah kita.
Allah yang menjadi bentengnya,*

untuk selama-lamanya.
Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*

dalam rumahMu yang kudus.
Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*

demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.
TindakanMu adil semuanya,*

hendaknya gunung Sion bersukacita.
Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena karya penyelamatanMu.
Kelilinglah Sion, edarilah dia,*

hitunglah menaranya yang kokoh.
Perhatikanlah seluruh temboknya,*

tinjaulah benteng-bentengnya.
Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*

bahwa Dia itulah Allah.
Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*

Dialah yang memimpin kita.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Bacaan Singkat: (1Raj 8,51-53a)
Kami inilah umatMu dan milik pusakaMu, ya Tuhan. Engkau telah menghantar kami ke luar dari Mesir, dari kerja paksa di tanur besi. Pandanglah dengan rela permohonan hambaMu dan umatMu Israel, dan dengarkanlah kami setiap kali kami berseru kepadaMu. Sebab Engkau telah memisahkan kami dari antara segala bangsa di dunia untuk menjadi milik pusakaMu.
Lagu Singkat
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi dan para imam kepala: Barang siapa berasal dari Allah, mendengarkan sabda Allah. Itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.
Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hambaNya.
Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.
Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.
Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi dan para imam kepala: Barang siapa berasal dari Allah, mendengarkan sabda Allah. Itulah sebabnya kamu tidak mendengarkannya, karena kamu tidak berasal dari Allah.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan kita telah mewahyukan diri sebagai cahaya dunia, agar kita tidak berjalan dalam kegelapan, melainkan disinari oleh terang kehidupan. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:

U: Terangilah langkah kami dengan sabdaMu, ya Tuhan.

P: Tuhan yang mahamurah, semoga kami hari ini semakin mengikuti Engkau,* agar keruntuhan yang disebabkan oleh Adam pertama, dipulihkan oleh Engkau, Adam kedua.

P: Sinarilah langkah kami dengan sabdaMu, ya Tuhan,* supaya dalam segala pekerjaan, kami bertindak jujur dan semakin berkembang dalam cinta kasihMu.

P: Ajarilah kami bekerja dengan setia dan bakti bagi kepentingan setiap orang,* agar umat manusia semakin diterangi melalui GerejaMu.

P: Semoga kami sungguh-sungguh mengubah hati kami dan memupuk persahabatan dengan Dikau,* sebagai silih atas penghinaan terhadap kebijaksanaan dan kebaikanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, hadirlah pada umat yang berseru kepadaMu. Lindungilah kami yang mengharapkan belas-kasihanMu. Semoga kami bersih dari segala noda dosa, tetap bertekun dalam cara hidup yang suci dan akhirnya mewarisi janjiMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …
PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS V SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang menganugerahkan rahmat

Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh Suci

Pembaru muka bumi.

Amin.

Antifon 1

Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukum-Mu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119) : 17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hamba-Mu, maka aku akan hidup,*

dan tetap berpegang pada firman-Mu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*

hukum-Mu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*

jangan menyembunyikan perintah-Mu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*

karena merindukan hukum-Mu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*

terkutuklah yang menyimpang dari perintah-Mu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*

sebab aku melakukan segala perintah-Mu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*

hamba-Mu ini merenungkan segala ketetapan-Mu.

Sungguh perintah-Mu menjadi kesukaanku,*

dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Antifon 1

Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukum-Mu yang mengagumkan.

Antifon 2

Bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25)

Kepada-Mu kuarahkan hatiku,*

ya Tuhan Allahku.

Kepada-Mu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*

janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepada-Mu, tidak akan kecewa,*

kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalan-Mu kepadaku, ya Tuhan,*

tunjukkanlah lorong-Mu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar dan ajarilah aku,+

karena Engkaulah Allah penyelamatku,*

kepada-Mu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setia-Mu,*

yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*

tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihan-Mu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*

Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukum-Nya,*

mengajarkan jalan-Nya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*

bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukum-Nya.

Demi nama-Mu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*

biar besarlah dosaku.

Antifon 2

Bimbinglah aku menurut sabda-Mu yang benar, ya Tuhan.

Antifon 3

Arahkanlah wajah-Mu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur (lanjutan)

Siapakah orang yang takwa?*

Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*

keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*

perjanjian-Nya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*

sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajah-Mu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*

sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*

lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*

hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*

mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*

janganlah aku kecewa karena berlindung kepada-Mu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*

sebab aku berharap kepada-Mu.

Yan Allah, bebaskanlah umat-Mu Israel,*

dari segala kesesakannya.

Antifon 3

Arahkanlah wajah-Mu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Bacaan Singkat (Yes 55 : 6-7)

Carilah Tuhan selama Ia dapat ditemukan, berserulah kepada-Nya selama Ia dekat.

Hendaknya sijahat meninggalkan jalannya, dan sifasik melepaskan angan-angannya.

Hendaklah ia berbalik kepada Allah kita, sebab dengan murah Allah mengampuni.

P: Palingkanlah wajah-Mu dari dosaku.

U: Hapuskanlah segala kesalahanku.

Doa Penutup

Ya Tuhan, hadirlah pada umat yang berseru kepada-Mu.

Lindungilah kami yang mengharapkan belas-kasihan-Mu.

Semoga kami bersih dari segala noda dosa, tetap bertekun dalam cara hidup yang suci dan akhirnya mewarisi janji-Mu.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

KAMIS V – SORE
PEMBUKAAN

P: Ya, Allah, bersegeralah menolong aku.

U: Tuhan, perhatikanlah hambaMu.

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan

Supaya kami bertahan

Dalam pantang dan puasa

Agar slamat sejahtera.
Dampingilah para umat

Yang kini ingin bertobat

Ampunilah dosa kami

Yang sungguh kami sesali.
Bersihkanlah hati kami

Di masa prapaska ini

Agar pantas merayakan

Hari kebangkitan Tuhan.
Ya Tritunggal mahasuci

Trimalah pujian kami

Yang kami lambungkan ini

Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*

dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.
Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*

dan Engkau telah menyembuhkan daku.
Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*

nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.
Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*

persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.
Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*

semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.
Semasih aku sejahtera, aku berkata :*

“Aku takkan goyah untuk selama-lamanya”.
Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*

kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.
KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*

Tuhanku, kasihanilah aku.
Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*

Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?
Dapatkah debu memuliakan Dikau,*

atau mewartakan kesetiaanMu?
Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*

Tuhan, jadilah penolong bagiku.
Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,+

pakaian kabungku Kautanggalkan,*

pakaian pesta Kaukenakan padaku.
Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*

Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*

dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.
Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*

dan tulus ikhlas hatinya.
Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*

dan aku mengeluh sepanjang hari.
Siang malam aku sangat Kautekan,*

tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.
Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*

dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
Aku berkata: “Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan”,*

maka semua kesalahanku Kauampuni.
Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*

di waktu kesesakan.
Bila terjadi banjir besar,*

ia tak akan dilanda.
Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*

Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.
“Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*

Aku akan mengasihani dan mendampingi engkau.
Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*

yang harus dikendalikan dengan kekang.”
Nasib orang berdosa sengsara belaka,*

tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*

bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaanMu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik kecil maupun besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Bacaan Singkat: (Yak 4,7-8.10)
Tunduklah kepada Allah! Lawanlah setan, maka ia akan lari dari padamu. Dekatilah Allah, dan Ia akan mendekati kamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.
Lagu Singkat
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: UmurMu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham? Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hambaNya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*

kuduslah namaNya.
Kasih sayangNya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tanganNya:*

dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*

orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong
Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*

Allah telah menolong Israel, hambaNya.
Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: UmurMu belum sampai lima puluh tahun dan Engkau telah melihat Abraham? Aku berkata kepadamu, sungguh, sebelum Abraham lahir, Aku sudah ada.

Doa Permohonan

Kristus, Tuhan kita, telah memberi perintah baru untuk saling mencintai. Marilah kita mohon dengan rendah hati:

U: Kobarkanlah api cinta kasih umatMu, ya Tuhan.

P: Guru yang baik, ajarilah kami mencintai Engkau dalam saudara-saudara kami,* dan berbuat baik kepadaMu dalam diri mereka.

P: Di salib Engkau telah memintakan ampun bagi algojo-algojoMu,* semoga kami mencintai musuh-musuh kami dan berdoa bagi orang yang menganiaya kami.

P: Berkat kurnia tubuh dan darahMu, teguhkanlah iman, harapan dan cinta kasih kami,* kuatkanlah yang lemah, hiburkanlah yang bersedih hati, dan berilah pengharapan kepada yang putus asa.

P: Cahaya dunia, dengan pembasuhan Engkau membuka mata orang yang lahir buta,* terangilah hati para calon baptis dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan.

P: Puaskanlah semua orang yang telah meninggal, dengan kebaikanMu yang kekal,* dan masukkanlah kamipun kelak dalam bilangan para pilihanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, hadirlah pada umat yang berseru kepadaMu. Lindungilah kami yang mengharapkan belas-kasihanMu. Semoga kami bersih dari segala noda dosa, tetap bertekun dalam cara hidup yang suci dan akhirnya mewarisi janjiMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup …
PENUTUP

P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita kehidup yang kekal.

U: Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

S. Yusuf, Suami Santa Maria

Suami Santa Perawan Maria dan Pelindung Gereja Semesta · ± abad ke-1

Yusuf adalah suami Santa Perawan Maria dan bapa asuh Yesus Kristus. Ia berasal dari keturunan Raja Daud dan hidup di Nazaret, sebuah kota kecil di Galilea, sebagai seorang tukang kayu. Injil Matius menyebutnya orang yang tulus hati, seorang yang benar dan taat kepada Allah. Meski namanya hampir tak pernah terdengar berbicara dalam Kitab Suci, justru melalui ketaatannya yang sunyi ia mengambil bagian besar dalam karya keselamatan.

Titik balik hidupnya datang ketika ia mendapati Maria, tunangannya, telah mengandung. Sebagai orang benar dan tidak mau mencemarkan nama Maria, ia berniat menceraikannya diam-diam. Namun seorang malaikat Tuhan menampakkan diri dalam mimpi dan menjelaskan bahwa anak yang dikandung Maria berasal dari Roh Kudus. Yusuf pun bangun, mengambil Maria sebagai istrinya, dan menerima Kanak-kanak itu sebagai anaknya sendiri.

Ketaatan Yusuf teruji berulang kali. Ketika Raja Herodes hendak membunuh sang Bayi, malaikat kembali memperingatkannya dalam mimpi, dan malam itu juga Yusuf membawa Maria serta Yesus mengungsi ke Mesir. Sesudah Herodes mati, ia dituntun pulang dan menetap kembali di Nazaret. Di sanalah, dalam kesederhanaan bengkel tukang kayu, ia membesarkan Yesus dan mengajarkan keahliannya, sehingga Yesus dikenal sebagai anak tukang kayu.

Kitab Suci tidak mencatat kata-kata Yusuf, juga tidak menceritakan kematiannya. Menurut tradisi, ia wafat sebelum Yesus memulai karya-Nya di depan umum, dalam pelukan Yesus dan Maria. Karena itulah ia dihormati sebagai pelindung orang yang menghadapi ajal dengan tenang, sebuah kematian yang baik.

Penghormatan kepada Santo Yusuf berkembang pesat dari abad ke abad. Pada 8 Desember 1870, Paus Pius IX menyatakannya sebagai Pelindung Gereja Semesta. Hari rayanya dirayakan pada 19 Maret, sementara 1 Mei dikhususkan bagi Santo Yusuf Pekerja. Umat mengenangnya sebagai teladan kesetiaan, kerja jujur, dan cinta yang melindungi keluarga tanpa banyak kata.

Pelindung: Gereja semesta, para bapa dan keluarga, para pekerja, kaum perantau, serta orang yang menghadapi kematian.

Santo Yusuf

Suami Maria

Semua pengetahuan kita tentang Santo Yusuf, suami Santa Perawan Maria dan Ayah piara Yesus, Putra Allah, bersumber pada dua bab pembukaan dari Injil Matius dan Lukas. Secara umum, Yusuf dianggap sebagai ayah Yesus. Karena Yusuf adalah turunan raja Daud, maka Yesus juga dianggap sebagai keturunan Raja Daud. Yesus lalu disebut Putra Daud. Hubungan Yusuf dan Maria lebih daripada suatu hubungan pertunangan. Hubungan mereka merupakan suatu hubungan perkawinan yang sah, walaupun pada mulanya mereka tidak pernah hidup sebagai suami istri. Kira- kira selama satu tahun, mereka tidak pernah hidup bersama di bawah satu atap. Ketika Maria mengandung secara ajaib oleh Kuasa Roh Kudus, Yusuf bingung dan bermaksud meninggalkan Maria secara diam- diam. Namun Yusuf yang saleh itu tidak percaya akan godaan kebingungan dan kecurigaan terhadap Maria yang sedang hamil itu. Matius dalam injilnya mengatakan bahwa Yusuf memutuskan untuk meninggalkan Maria secara diam- diam (Mat1:19).

Sehubungan dengan itu, selanjutnya Matius mengatakan bahwa Allah mengutus seorang malaikat untuk menerangkan kepada Yusuf bahwa anak yang ada di dalam rahim Maria sesungguhnya berasal dari Roh Kudus. Oleh kunjungan malaikat Allah itu dan setelah merenungkan pesan yang disampaikan, Yusuf tanpa ragu- ragu mengambil Maria sebagai istrinya dan mulai tinggal serumah (Mat1:24). Untuk menghindari salah pengertian, Matius selanjutnya mengatakan bahwa Yusuf bukanlah ayah kandung Yesus. Matius berkata: œIa tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki- laki (Mat1:25). Kata sampai yang digunakan Matius menunjukkan bahwa Yusuf tidak bersetubuh dengan Maria sebelum Maria melahirkan anaknya. Kata itupun tidak berarti bahwa setelah Maria melahirkan Yesus, Yusuf bersetubuh dengan Maria. Kata- kata anaknya laki- laki, bahkan dikatakan anaknya yang sulung (Luk2:7) juga tidak berarti bahwa Maria mempunyai beberapa anak. Istilah itu adalah suatu istilah yang lazim dan sah untuk menamai setiap anak laki- laki pertama yang lahir dari suatu perkawinan, meskipun anak itu tidak mempunyai saudara dan saudari. Lukas dalam bab dua Injilnya menyebut Yusuf dan Maria sebagai orangtua Yesus (Luk2:27).

Menurut Matius, Yusuf adalah seorang tukang kayu (Mat13:55). Tentang riwayat hidupnya tidak banyak dikisahkan, tetapi diperkirakan Yusuf meninggal dunia sebelum Yesus tampil didepan umum untuk memulai karya Nya. Karena, ia tidak pernah disebut- sebut lagi selama kurun waktu penampilan Yesus itu. Salah satu bukti biblis untuk menunjukkan hal ini dapat ditemukan di dalam lukisan penginjil Yohanes tentang peristiwa penyerahan Maria kepada Yohanes, murid kesayangannya Yesus: Ketika Yesus melihat ibu Nya dan murid yang dikasihi Nya disampingnya, berkatalah Ia kepada Ibu Nya: Ibu, inilah anakmu, kesampingnya, berkatalah Ia kepada murid Nya: Inilah Ibumu! Dan sejak itu murid itu menerima dia di dalam rumahnya (Yoh19:26 27). Teks ini menunjukkan bahwa pada waktu itu Maria sudah menjanda.

Cerita- cerita apokrif purba menggambarkan Yusuf sebagai seorang lelaki yang sudah tua, bahkan tua sekali. Cerita ini mau melukiskan bahwa pada waktu itu tak seorang pun menganggap Yusuf sebagai ayah kandung Yesus. Sebaliknya, kehamilan Maria dianggap sebagai suatu peristiwa yang memalukan bahkan merupakan skandal karena Yusuf suaminya sudah dikatakan tua sekali.

Cerita purba itu melukiskan Yusuf sebagai seorang duda yang mempunyai enam orang anak dari perkawinannya yang pertama. Kisah ini dimaksudkan untuk menerangkan bagian Injil yang melukiskan tentang saudara- saudara Yesus (Mat12:46; Yoh2:12; Yoh7:10). Keterangan yang sebenarnya ditemukan dalam makna kata bahasa Aram yang digunakan Yesus dan murid- murid Nya. Bahasa Aram menggunakan kata yang sama untuk melukiskan saudara- saudara dan sepupu- sepupu, dan para pengarang Injil mengetahui bahwa hal ini akan berarti dan dipahami oleh umat yang menjadi tujuan penulisan Injil bila mereka menunjuk kepada saudara- saudara Yesus. Yusuf dan Maria benar- benar menikah. Mereka memiliki hak- hak perkawinan secara penuh satu terhadap yang lain seperti lazimnya suami istri, walaupun mereka sendiri tidak menggunakan hak- hak itu. Alasan pokok teologis mengapa Yesus dilahirkan dari seorang Perawan adalah bahwa Pribadi kedua dalam Allah Tritunggal MahaKudus itu telah ada sejak kekal. Kelahiran Nya sebagai manusia melalui rahim Maria menunjukkan kehendak Allah untuk menjadi seorang anggota umat manusia dalam sebuah keluarga manusia. Yusuf meskipun bukan ayah Yesus dalam arti fisik dihubungkan dengan Yesus oleh persatuan rohaniah seorang ayah, kewibawaan dan pelayanan. Yesus termasuk anggota keluarga Yusuf dan hubungan itu diungkapkan dengan menggambarkan Yusuf sebagai ayah piara bahkan ayah Yesus yang sah.

Devosi kepada Santo Yusuf tidak dikenal gereja selama berabad-abad. Hal ini dilatarbelakangi oleh suatu kekhawatiran bahwa tekanan yang berlebihan pada kedudukan Yusuf dapat menimbulkan anggapan umum bahwa Yusuf adalah ayah kadung dari Yesus. Dalam praktek sekarang, Gereja menghormati Yusuf karena kekudusan dan martabat Maria sebagai Bunda Yesus, Putra Allah. Sri Paus Pius IX (1846- 1878) pada tanggal 8 Desember 1870 menetapkan Yusuf sebagai pelindung gereja universal. Dalam litani Santo Yusuf, yusuf dilukiskan sebagai pelindung bagi para buruh / karyawan, keluarga, para perawan, orang- orang sakit dan orang- orang yang telah meninggal. Ia juga dihormati sebagai tokoh doa dan kehidupan rohani, pelindung para fakir miskin, para penguasa, bapa- bapa keluarga, imam- imam dan kaum religius serta pelindung para penziarah.

Pada tahun 1937, Sri Paus Pius XI (1922- 1939) mengangkat Santo Yusuf sebagai pelindung pujangga Gereja melawan komunisme ateistik. Dan pada tahun 1961, Sri Paus Yohanes XXIII (1958-1963) memilih Yusuf sebagai pelindung surgawi Konsili Vatikan II. Nama Yusuf sendiri mulai dimasukkan dalam kanon misa pada tahun 1962.

Pada abad ke delapan dan kesembilan, pada tanggal 19 Maret ditentukan sebagai hari raya utama santo Yusuf. Pada tahun 1955, Sri Paus Pius XII (1939- 1958) memaklumkan pesta Santo Yusuf pekerja yang dirayakan pada tanggal 1 Mei. Pesta ini menekankan martabat pekerjaan dan keteladanan Santo Yusuf sebagai pekerja dan untuk menyetakan kembali keikutsertaan Gereja dalam karya penyelamatan Allah.