Sabtu, 4 April 2026

Sabtu Suci - Vigili Paskah

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kejadian 1:1-2:2

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.

Mazmur Tanggapan Mazmur 104:1-2,5-6,10,12-14,24,35

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! TUHAN, Allahku, Engkau sangat besar! Engkau yang berpakaian keagungan dan semarak,
yang berselimutkan terang seperti kain, yang membentangkan langit seperti tenda,
yang telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyang untuk seterusnya dan selamanya.
Dengan samudera raya Engkau telah menyelubunginya; air telah naik melampaui gunung-gunung.
Engkau yang melepas mata-mata air ke dalam lembah-lembah, mengalir di antara gunung-gunung,
di dekatnya diam burung-burung di udara, bersiul dari antara daun-daunan.
Engkau yang memberi minum gunung-gunung dari kamar-kamar loteng-Mu, bumi kenyang dari buah pekerjaan-Mu.
Engkau yang menumbuhkan rumput bagi hewan dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, yang mengeluarkan makanan dari dalam tanah
Betapa banyak perbuatan-Mu, ya TUHAN, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.
Biarlah habis orang-orang berdosa dari bumi, dan biarlah orang-orang fasik tidak ada lagi! Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Haleluya!

Bacaan Kedua Roma 6:3-11

Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.

Bacaan Injil Matius 28:1-10

Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu. Maka terjadilah gempa bumi yang hebat sebab seorang malaikat Tuhan turun dari langit dan datang ke batu itu dan menggulingkannya lalu duduk di atasnya. Wajahnya bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. Dan penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang mati. Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya. Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. Dan segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku telah mengatakannya kepadamu." Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya. Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."

Renungan

Yang Ditanam

Petani tahu bahwa menanam dan menguburkan tampak persis sama. Sebutir benih dijatuhkan ke dalam lubang, ditimbun tanah, lalu hilang dari pandangan. Bagi mata yang tidak paham, itu seperti membuang sesuatu yang baik ke dalam kegelapan. Bagi petani, justru di situlah panen dimulai. Bedanya bukan pada gerakan tangannya, melainkan pada harapan yang menyertai gerakan itu.

Sabtu Suci adalah hari ketika Tubuh Tuhan terbaring di dalam tanah. Sepanjang hari, Gereja seolah menahan napas di depan sebuah kubur yang tertutup. Tidak ada Misa, tidak ada Sakramen di altar. Dunia terasa sunyi, seperti ladang yang baru saja ditanami dan belum tampak apa-apa di permukaannya.

Tetapi malam ini kita berkumpul dalam gelap dan menyalakan api. Dari satu nyala kecil, terang menjalar dari lilin ke lilin, sampai seluruh gereja benderang. Kita mendengar kembali kalimat paling awal dari Kitab Suci: pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi; bumi belum berbentuk dan gelap gulita, lalu Allah berfirman, jadilah terang. Malam Paskah membawa kita kembali ke saat penciptaan, sebab yang terjadi malam ini memang sebuah penciptaan baru.

Paulus menjelaskan artinya lewat air baptis. Kita semua yang dibaptis dalam Kristus telah dibaptis dalam kematian-Nya; kita dikuburkan bersama Dia, supaya sama seperti Kristus dibangkitkan, kita pun hidup dalam hidup yang baru. Air pembaptisan itu seperti tanah yang menerima benih. Yang tampak seperti tenggelam dan berakhir justru adalah tempat kehidupan dimulai. Manusia lama kita ditanam di situ, supaya manusia baru bertunas.

Maka ketika para perempuan datang menjelang menyingsingnya fajar, mereka disambut gempa bumi yang hebat dan seorang malaikat yang berkata: janganlah kamu takut, Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit seperti yang dikatakan-Nya. Benih yang ditanam pada Jumat sore ternyata bertunas pada pagi Paskah. Kubur bukan tempat penghabisan, melainkan ladang tempat Allah menumbuhkan hidup yang tak bisa mati lagi.

Inilah iman yang kita rayakan malam ini, dan yang mengubah cara kita memandang segala kehilangan. Apa pun yang kita serahkan kepada Allah dalam pengharapan tidak pernah sekadar lenyap. Ia ditanam. Dosa lama yang kita kubur dalam pertobatan, ketakutan yang kita serahkan, bahkan kematian orang yang kita kasihi, semuanya bisa menjadi tanah bagi kehidupan baru di tangan Allah yang membangkitkan.

Allah pencipta terang, Engkau mengubah kubur yang gelap menjadi ladang kehidupan. Tanamlah dalam diriku benih Paskah, dan bangkitkanlah aku dari segala yang telah mati dalam hidupku. Alleluya. Amin.

Invitatorium

SABTU SUCI PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Sabtu Suci

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Engkau akan menyeberangi gurun tandus,

Namun Engkau takkan mati kehausan,

Engkau akan mengembara jauh dalam aman,

Meskipun Engkau tak tahu jalan.

Engkau akan mengucapkan kata-kata-Mu kepada orang asing,

Dan mereka akan mengerti.

Engkau akan melihat wajah Allah dan hidup.

Jangan takut, Aku selalu mendahului Engkau

Mari ikuti Aku, dan Aku akan memberi Engkau istirahat.

Jika Engkau melewati air yang bergolak; di laut,

Engkau takkan tenggelam.

Jika Engkau berjalan di tengah api yang membakar, Engkau takkan terluka.

Jika Engkau berdiri di hadapan kuasa neraka, dan kematian ada di sisi-Mu,

Ketahuilah bahwa Aku menyertai Engkau melalui semuanya itu.

Jangan takut, Aku selalu mendahului Engkau

Mari ikuti Aku, dan Aku akan memberi Engkau istirahat.

Berbahagialah orang miskin, karena Kerajaan akan menjadi milik mereka.

Berbahagialah Engkau yang menangis dan berduka,

Karena suatu hari Engkau akan tertawa.

Dan jika orang jahat menghina dan membenci Engkau semua karena Aku,

Berbahagialah, berbahagialah Engkau!

Jangan takut, Aku selalu mendahului Engkau

Mari ikuti Aku, dan Aku akan memberi Engkau istirahat.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Dalam damai, aku akan berbaring dan tidur.

Mazmur 4

Syukur

Kebangkitan Kristus adalah karya Allah yang tertinggi dan sungguh menakjubkan (Santo Agustinus).
Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah keadilanku;

dari kesesakan Engkau melepaskan aku, kasihanilah aku dan dengarkanlah aku!

Hai manusia, berapa lama hatimu akan tertutup,

akan mencintai yang sia-sia dan mencari yang palsu?

Tuhanlah yang menganugerahkan kemurahan kepada orang-orang yang dikasihi-Nya;

Tuhan mendengarkan aku setiap kali aku memanggil-Nya.

Takutlah akan Dia; jangan berbuat dosa: renungkanlah di tempat tidurmu dan diamlah.

Jadikanlah keadilan kurbanmu, dan percayalah kepada Tuhan.

“Apa yang dapat membahagiakan kita?” banyak orang berkata.

Biarlah terang wajah-Mu bersinar atas kami, ya Tuhan.

Engkau telah menaruh dalam hatiku sukacita yang lebih besar

daripada yang mereka miliki dari kelimpahan gandum dan anggur baru.

Aku akan berbaring dalam damai dan tidur segera datang

karena hanya Engkau, Tuhan, yang membuat aku tinggal dalam aman.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Dalam damai, aku akan berbaring dan tidur.

Ant. 2 Tubuhku akan beristirahat dalam harapan.

Mazmur 16

Allah adalah bagianku, warisanku

Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan memutuskan ikatan kematian (Kisah Para Rasul 2:24).

Peliharalah aku, ya Allah, aku berlindung pada-Mu.

Aku berkata kepada Tuhan: “Engkaulah Allahku.

Kebahagiaanku hanya ada pada-Mu.”

Ia telah menaruh dalam hatiku kasih yang menakjubkan

bagi orang-orang setia yang tinggal di tanah-Nya.

Mereka yang memilih allah lain menambah kesedihan mereka.

Tidak akan pernah aku mempersembahkan persembahan darah mereka.

Tidak akan pernah aku menyebut nama mereka di bibirku.

Ya Tuhan, Engkaulah bagian dan cawanku;

Engkaulah sendiri hadiahku.

Bagian yang ditentukan bagiku adalah kesukaanku:

sungguh menyenangkan warisan yang jatuh kepadaku!

Aku akan memberkati Tuhan yang memberiku nasihat,

yang bahkan di malam hari mengarahkan hatiku.

Aku selalu memandang Tuhan:

karena Ia ada di sisi kananku, aku akan berdiri teguh.

Maka hatiku bersukacita, jiwaku gembira;

bahkan tubuhku akan beristirahat dalam aman.

Sebab Engkau tidak akan meninggalkan jiwaku di antara orang mati,

pun tidak membiarkan kekasih-Mu mengalami kebinasaan.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan,

kepenuhan sukacita di hadapan-Mu,

di sisi kanan-Mu kebahagiaan untuk selama-lamanya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tubuhku akan beristirahat dalam harapan.

Ant. 3 Angkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.

Mazmur 24

Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya

Kristus membuka surga bagi kita dalam kemanusiaan yang Ia kenakan (St. Ireneus).
Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya,

dunia dan semua penduduknya.

Dialah yang mendirikannya di atas laut;

di atas air Ia menjadikannya teguh.

Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan?

Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?

Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya,

yang tidak menginginkan hal-hal yang tidak berharga,

yang tidak bersumpah untuk menipu sesamanya.

Ia akan menerima berkat dari Tuhan

dan upah dari Allah yang menyelamatkannya.

Demikianlah orang-orang yang mencari-Nya,

mencari wajah Allah Yakub.

Hai gerbang-gerbang, angkatlah tinggi kepalamu;

tinggikanlah, hai pintu-pintu kuno.

Biarlah Ia masuk, Raja kemuliaan!

Siapakah Raja kemuliaan itu?

Tuhan, yang perkasa, yang gagah berani,

Tuhan, yang gagah berani dalam perang.

Hai gerbang-gerbang, angkatlah tinggi kepalamu;

tinggikanlah, hai pintu-pintu kuno.

Biarlah Ia masuk, Raja kemuliaan!

Siapakah Ia, Raja kemuliaan itu?

Ia, Tuhan semesta alam,

Dialah Raja kemuliaan.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Angkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Perjuangkanlah perkaraku dan selamatkanlah aku.

Setialah pada firman-Mu, berilah aku hidup.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Surat kepada Orang Ibrani

4:1-13

Marilah kita berusaha untuk masuk ke dalam peristirahatan Tuhan
Selagi janji untuk masuk ke dalam peristirahatan-Nya masih berlaku, kita harus takut akan ketidaktaatan, jangan sampai ada di antara kamu yang dinilai telah kehilangan kesempatan untuk masuk. Memang kita telah mendengar kabar baik, seperti mereka. Tetapi firman yang mereka dengar tidak menguntungkan mereka, karena mereka tidak menerimanya dengan iman.

Kitalah yang telah percaya yang masuk ke dalam peristirahatan itu, sama seperti yang Allah katakan:

“Maka Aku bersumpah dalam kemarahan-Ku,

‘Mereka tidak akan pernah masuk ke dalam peristirahatan-Ku.’”

Namun pekerjaan Allah telah selesai ketika Ia menciptakan dunia, karena dalam kaitannya dengan hari ketujuh Kitab Suci di suatu tempat mengatakan, “Dan Allah beristirahat dari segala pekerjaan-Nya pada hari ketujuh”; dan lagi, di tempat yang telah kita sebutkan, Allah berkata, “Mereka tidak akan pernah masuk ke dalam peristirahatan-Ku.”
Oleh karena itu, karena masih ada yang harus masuk, dan mereka yang pertama kali diberitakan tidak masuk karena ketidakpercayaan, Allah sekali lagi menetapkan suatu hari, “hari ini,” ketika lama kemudian Ia berbicara melalui Daud kata-kata yang telah kita kutip:

“Hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,

janganlah keraskan hatimu.”

Sekarang jika Yosua telah memimpin mereka ke tempat peristirahatan, Allah tidak akan berbicara kemudian tentang hari lain. Oleh karena itu, peristirahatan Sabat masih tersisa bagi umat Allah. Dan barangsiapa masuk ke dalam peristirahatan Allah, ia beristirahat dari pekerjaannya sendiri seperti Allah dari pekerjaan-Nya. Marilah kita berusaha untuk masuk ke dalam peristirahatan itu, agar tidak ada seorang pun yang jatuh, meniru contoh ketidakpercayaan Israel.
Sesungguhnya, firman Allah hidup dan efektif, lebih tajam dari pedang bermata dua mana pun. Ia menembus dan memisahkan jiwa dan roh, sendi dan sumsum; Ia menghakimi refleksi dan pikiran hati. Tidak ada yang tersembunyi dari-Nya; semuanya telanjang dan terbuka di hadapan mata Dia yang kepadanya kita harus mempertanggungjawabkan.

RESPONSORIUM Lihat Matius 27:66, 60, 62

Mereka menguburkan Tuhan dan menyegel kubur dengan menggulingkan batu besar di depannya.

Mereka menempatkan prajurit di sana untuk menjaganya.
Imam-imam kepala meminta penjaga kepada Pilatus.

Mereka menempatkan prajurit di sana untuk menjaganya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili kuno tentang Sabtu Suci

Tuhan turun ke neraka
Sesuatu yang aneh sedang terjadi—ada keheningan besar di bumi hari ini, keheningan dan ketenangan yang besar. Seluruh bumi berdiam diri karena Raja sedang tidur. Bumi bergetar dan diam karena Allah telah tertidur dalam daging dan Ia telah membangkitkan semua yang telah tidur sejak dunia dimulai. Allah telah mati dalam daging dan neraka gemetar ketakutan.
Ia telah pergi mencari orang tua pertama kita, seperti domba yang hilang. Dengan sangat ingin mengunjungi mereka yang hidup dalam kegelapan dan dalam bayang-bayang kematian, Ia telah pergi untuk membebaskan dari kesedihan tawanan Adam dan Hawa, Ia yang adalah Allah dan putra Hawa. Tuhan mendekati mereka sambil membawa salib, senjata yang telah memenangkan kemenangan bagi-Nya. Melihat-Nya, Adam, manusia pertama yang Ia ciptakan, memukul dadanya ketakutan dan berseru kepada semua orang: “Tuhanku menyertai kamu semua.” Kristus menjawabnya: “Dan dengan rohmu.” Ia memegang tangannya dan mengangkatnya, berkata: “Bangunlah, hai orang yang tidur, dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan memberimu terang.”
Akulah Allahmu, yang demi Engkau telah menjadi putramu. Karena kasih kepada Engkau dan keturunanmu, sekarang dengan otoritas-Ku sendiri Aku memerintahkan semua yang terikat untuk keluar, semua yang dalam kegelapan untuk diterangi, semua yang tidur untuk bangkit. Aku memerintahkan Engkau, hai orang yang tidur, untuk bangun. Aku tidak menciptakan Engkau untuk ditahan sebagai tawanan di neraka. Bangkitlah dari antara orang mati, karena Akulah kehidupan orang mati. Bangkitlah, karya tangan-Ku, Engkau yang diciptakan menurut gambar-Ku. Bangkitlah, marilah kita tinggalkan tempat ini, karena Engkau ada di dalam Aku dan Aku ada di dalam Engkau; bersama-sama kita membentuk hanya satu pribadi dan kita tidak dapat dipisahkan.
Demi Engkau, Aku, Allahmu, menjadi putramu; Aku, Tuhan, mengambil rupa seorang hamba; Aku, yang rumah-Nya di atas langit, turun ke bumi dan di bawah bumi. Demi Engkau, demi manusia, Aku menjadi seperti manusia tanpa pertolongan, bebas di antara orang mati. Demi Engkau, yang meninggalkan taman, Aku dikhianati kepada orang Yahudi di sebuah taman, dan Aku disalibkan di sebuah taman.
Lihatlah di wajah-Ku ludah yang Aku terima untuk memulihkan kepadamu kehidupan yang pernah Aku hembuskan ke dalam dirimu. Lihatlah di sana bekas-bekas pukulan yang Aku terima untuk membentuk kembali sifatmu yang bengkok menurut gambar-Ku. Di punggung-Ku lihatlah bekas-bekas cambukan yang Aku derita untuk menghilangkan beban dosa yang membebani punggungmu. Lihatlah tangan-Ku, dipaku erat pada pohon, untukmu yang pernah dengan jahat mengulurkan tanganmu ke sebuah pohon.
Aku tidur di salib dan pedang menembus sisi-Ku untukmu yang tidur di firdaus dan mengeluarkan Hawa dari sisimu. Sisi-Ku telah menyembuhkan rasa sakit di sisimu. Tidur-Ku akan membangunkanmu dari tidurmu di neraka. Pedang yang menembus-Ku telah menyarungkan pedang yang diarahkan kepadamu.
Bangkitlah, marilah kita tinggalkan tempat ini. Musuh memimpinmu keluar dari firdaus duniawi. Aku tidak akan mengembalikanmu ke firdaus itu, tetapi Aku akan menempatkanmu di takhta di surga. Aku melarangmu pohon yang hanya merupakan simbol kehidupan, tetapi lihatlah, Aku yang adalah kehidupan itu sendiri sekarang satu denganmu. Aku menunjuk kerubim untuk menjagamu seperti budak dijaga, tetapi sekarang Aku membuat mereka menyembahmu sebagai Allah. Takhta yang dibentuk oleh kerubim menantimu, para pembawanya cepat dan bersemangat. Kamar pengantin dihiasi, perjamuan sudah siap, tempat tinggal abadi disiapkan, rumah harta segala kebaikan terbuka. Kerajaan surga telah disiapkan untukmu dari segala kekekalan.

RESPONSORIUM

Gembala kita, sumber air kehidupan, telah mati. Matahari menjadi gelap ketika Ia wafat. Tetapi sekarang penawan manusia dijadikan tawanan.

Inilah hari ketika Juruselamat kita menerobos gerbang kematian.
Ia telah menghancurkan barikade neraka, menggulingkan kedaulatan iblis.

Inilah hari ketika Juruselamat kita menerobos gerbang kematian.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,

Putra-Mu yang tunggal turun ke antara orang mati

dan bangkit kembali dalam kemuliaan.

Dalam kebaikan-Mu

bangkitkanlah umat-Mu yang setia,

yang dikuburkan bersama-Nya dalam baptisan,

untuk menjadi satu dengan-Nya

dalam kehidupan abadi di surga,

di mana Ia hidup dan berkuasa bersama Engkau dan Roh Kudus,

Allah, selama-lamanya.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kami mohon kepadaMu
Sambil menangis tersedu
Ampunilah kami Tuhan
Berilah belaskasihan.

Demi kami Engkau rela
Turun ke dalam pratala
Memberikan hidup baka
Yang tak pernah akan musna.

Engkau akan mengakhiri
Masa sejarah insani
Engkau akan menentukan
Ganjaran adil sepadan.

Sembuhkanlah luka kami
Ya Kristus Tuhan sejati
Serta Bapa dan Roh suci
Kau pantas slalu dipuji. Amin.

Ant.1: Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah, dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang yang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: "Seorangpun tidak tahu."

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Ant.1: Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.

Ant.2: Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.

Yes 38,10-14.17-20

Aku berkata: Di puncak kehidupanku,+
aku menuju pintu alam maut,*
ke sana aku dipanggil untuk selanjutnya.

Aku berkata: Aku tidak akan memandang Tuhan lagi,+
di dunia orang yang hidup;*
tidak lagi akan kujumpai orang antara penduduk bumi.

Pondokku akan dibongkar,*
dicabut bagaikan kemah gembala.

Bagaikan tukang tenun Engkau menggulung hidupku,*
memotong benang hidupku dari pakan.

Siang malam aku Kaubiarkan,+
hingga pagi aku mengaduh,*
seperti singa Engkau meremuk tulangku.

Seperti burung layang-layang aku mencecit kegelisahan,*
berdekut laksana burung merpati.

Pudarlah mataku karena menengadah,*
aku tertindas, ya Tuhan, tolonglah aku.

Namun, jiwaku telah Kauhindarkan dari liang kubur,*
dan segala dosaku Kaubuang jauh.

Alam maut tidak memuji Engkau,+
orang mati tidak memuliakan Dikau,*
yang turun ke dalam kubur tidak mengharapkan kesetiaanMu.

Hanya yang hidup memuji Engkau, seperti aku sekarang ini,*
semoga kesetiaanMu diwartakan turun-temurun.

Ya Tuhan, sudilah menyelamatkan daku,+
maka kami akan membunyikan kecapi,*
di rumah Tuhan, sepanjang hidup kami.

Ant.2: Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Ant.3: Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.

Bacaan Singkat: (Hos 6,1-3a)

Inilah firman Tuhan: Dalam kesesakan, mereka akan mencari Aku: "Marilah kita kembali kepada Tuhan! Ia telah mendera, tetapi akan menyembuhkan kita pula. Ia telah memukul, tetapi akan menyehatkan kita lagi. Sesudah dua hari Ia akan menghidupkan kita kembali, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan Tuhan."

Ganti Lagu Singkat:

Ant. Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Alah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.

Ant.Kidung: Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.

Doa Permohonan:

Kristus, penebus kita, telah wafat dan dimakamkan bagi kita, tetapi Ia bangkit dan hidup kembali. Marilah kita menyembah Dia dan menyampaikan permohonan kita kepadaNya:
U: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, penebus kami, Engkau senang melihat bundaMu berdiri sangat dekat pada salib dan kuburMu,* semoga kami mengambil bagian dalam sengsaraMu bila kami menderita.
P: Ya Tuhan Yesus Kristus, seperti biji yang jatuh ke tanah, Engkau telah menghasilkan buah kehidupan ilahi bagi kami,* semoga kami mati terhadap dosa, dan hidup bagi Allah.
P: Ya gembala kami, Engkau dibaringkan dalam makam yang sunyi,* ajarilah kami bertahan bila kami menghadapi kesepian dan kesunyian hidup.
P: Ya Adam baru, Engkau telah turun ke alam maut untuk membebaskan semua orang saleh yang menantikan Dikau,* semoga semua orang, yang tenggelam dalam kejahatan, mendengar suaraMu dan hidup kembali.
P: Ya Kristus, Putera Allah yang hidup, kami dikubur bersama Engkau dalam pembaptisan,* semoga karena kebangkitanMu kami menjadi serupa dengan Dikau dan menjalani hidup baru.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah yang kekal dan kuasa, PuteraMu yang tunggal telah turun ke alam maut dan naik kembali dengan mulia. Semoga semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan abadi. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU SUCI SIANG

Antifon dan Mazmur diambil dari Sabtu II, hlm. 598

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Mazmur 118 (119), 81-88

Hatiku merindukan keselamataMu,*
aku berharap akan firmanMu.

Mataku mendambakan janjiMu;*
bilakah Engkau menghiburkan daku?

Meskipun aku orang yang tak berguna,*
namun aku tidak melupakan ketetapanMu.

Berapa lama hambaMu masih akan hidup?*
bilakah Engkau menghukum penindasku?

Orang sombong menggali lubang bagiku,*
mereka tidak mempedulikan perintahMu.

Padahal segala perintahMu benar,*
aku dikejar tanpa alasan, tolonglah aku.

Hidupku nyaris dihabisi,*
tetapi aku tidak meninggalkan perintahMu.

Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu,*
supaya aku berpegang pada ketetapanMu.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Mazmur 60 (61)

Dengarkanlah seruanku, ya Allah,*
perhatikanlah doaku.

Dari ujung bumi aku berseru kepadaMu,*
karena hatiku lemah lesu.

Bimbinglah aku ke gunungMu yang tinggi,*
jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Perkenakanlah daku menumpang dalam kemahMu selama-lamanya,*
dan berlindung di bawah naungan sayapMu.

Semoga Engkau mendengarkan nadarku, ya Allah,*
dan memberikan kepadaku warisan orang takwa.

Semoga raja Kauberi usia yang panjang,*
sehingga hidupnya berlangsung turun-temurun.

Semoga ia bertakhta untuk selama-lamanya di hadapanMu,*
Semoga kasih setia dan kebenaranMu melindungi dia.

Maka aku akan memuji namaMu sepanjang masa,*
setiap hari memenuhi nadar kepadaMu.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: "Seorangpun tidak tahu".

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Bacaan Singkat: (1 Yoh 2,1b-2)

Kita mempunyai seorang pengantara pada Bapa, ialah Yesus Kristus yang benar. Dia sendirilah yang menjadi silih untuk dosa-dosa kita. Bukan hanya untuk dosa-dosa kita saja, melainkan juga untuk dosa seluruh dunia.

P: Tuhan berkuasa atas mati dan hidup.
U: Menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.

Doa Penutup:

Allah yang kekal dan kuasa, PuteraMu yang tunggal telah turun ke alam maut dan naik kembali dengan mulia. Semoga semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan abadi. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

SABTU SUCI SORE

Madah

Kristus penyelamat dunya
Penebus satu-satunya
Kami mohon kemulyaan
Buah karya keslamatan

Kematian Kaukalahkan
Dengan wafat jadi kurban
Kehidupan Kauberikan
Kepada umat beriman.

Semoga kami semua
Berkat salibMu yang jaya
Slalu hidup tanpa cela
Tabah memerangi dosa.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Roh dan Putera
Yang berkat kurban salibNya
Hidup mulya selamanya. Amin.

Ant.1: Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.

Mazmur 115 (116B,10-19)

Aku tetap percaya, sekalipun aku berkata:*
"Aku ini sangat tertindas";

sekalipun aku berkata dalam kebingunganku:*
"Semua orang penipu."

Bagaimana akan kubalas,*
segala kebaikan Tuhan terhadapku?

Aku mengangkat piala untuk merayakan keselamatan,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya.

Sungguh berhargalah di hadapan Tuhan,*
kematian para kekasihNya.

Ya Tuhan, aku hambaMu, aku anak sahayaMu,*
Engkau telah melepaskan belengguku.

Aku mempersembahkan kurban syukur kepadamu,*
sambil menyerukan nama Tuhan.

Aku akan menepati nadarku kepada Tuhan,*
di depan seluruh umatNya,

di pelataran rumah Tuhan,*
di tengah kota Yerusalem.

Ant.1: Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.

Ant.2: Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktufajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.2: Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.

Ant.3: Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa:*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.

Bacaan Singkat: (1Ptr 1,18-21)

Insyaflah, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidup yang sia-sia, warisan nenek moyangmu. Kamu telah ditebus, bukan dengan emas atau perak yang fana, melainkan dengan tebusan yang amat mahal, yaitu darah Kristus, Anakdomba yang tidak bernoda. Demikianlah peranan Kristus, yang ditentukan Allah sebelum dunia diciptakan. Tetapi baru pada zaman terakhir ini Kristus dinyatakan oleh Allah demi keselamatanmu. Dan karena Kristus itu kamu percaya akan Allah yang membangkitkan Dia dari kematian serta memuliakanNya. Maka seluruh kepercayaan dan pengharapanmu bertumpu pada Allah.

Ganti Lagu Singkat:

Ant. Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.

Ant.Kidung Maria: Sekarang Putera manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan dalam Dia. Allah akan segera memuliakan Dia.

Doa Permohonan:

Kristus penebus kita, telah wafat dan dimakamkan bagi kita, tetapi Ia bangkit dan hidup kembali. Marilah kita menyembah Dia dan menyampaikan permohonan kepadaNya:
U: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
P: Ya Tuhan Yesus, dari lambungMu yang tertusuk dengan tombak mengalir darah dan air, yang menandakan sakramen-sakramen Gereja:* Hidupkanlah mempelaiMu itu demi kematian, pemakaman dan kebangkitanMu.
P: Ya Tuhan Yesus, Engkau tetap setia kepada para rasul, meskipun mereka putus harapan sesudah wafatMu,* ingatlah akan semua orang, yang tidak mengetahui kebangkitanMu dan hidup tanpa harapan.
P: Ya Anakdomba Allah, Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban Paska untuk semua orang,* tariklah semua orang kepadaMu.
P: Ya Allah kekal, Engkau menguasai hidup, namun Engkau rela dimakamkan,* bebaskanlah umat manusia dari kerajaan maut dan anugerahkanlah kepadanya kehidupan kekal.
P: Ya Kristus, Putera Allah yang hidup, pada salib Engkau telah membuka surga bagi pernyamun yang bertobat,* semoga orang-orang yang telah meinggal dan dikubur seperti Engkau, mengambil bagian dalam kebangkitanMu yang mulia.

Doa Penutup:

Allah yang kekal dan kuasa, PuteraMu yang tunggal telah turun ke alam maut dan naik kembali dengan mulia. Semoga semua orang beriman yang telah dikuburkan bersama Kristus dalam pembaptisan bangkit pula bersama Dia kepada kehidupan abadi. Sebab Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santo Benediktus Moor

Biarawan

Benediktus Moor lahir di sebuah desa kecil dekat Messina, Sisilia, pada tahun 1526. ia adalah orang negro pertama yang digelari Kudus oleh Gereja. Ia disebut juga "Benediktus Hitam", karena warna kulitnya yang hitam pekat. Orang tuanya adalah budak belian asal Etiopia yang bekerja pada seorang orang kaya di Sisilia. Karena kesalehan hidup mereka, sang majikan memberikan status merdeka pada Benediktus.

Oleh orang tuanya yang saleh itu, Benediktus mendapat pendidikan yang baik terutama dalam hal-hal yang menyangkut penghayatan iman Kristen. Ia berkembang menjadi orang Kristen yang saleh. Seorang imam Fransiskus yang menyaksikan cara hidup Benediktus segera mengajaknya untuk masuk ordo Fransiskan. Benediktus menyambut baik ajakan ini. Ia menjadi seorang Bruder dan bekerja sebagai juru masak di biara Santa Maria di Palermo. Kesalehan hidupnya membawanya ke jenjang pimpinan biara, kendatipun ia tidak tahu menulis dan membaca. Dalam kepemimpinannya, ia berhasil menciptakan suati suasana baru dalam biaranya.

Banyak orang yang datang meminta nasehat dan bimbingan rohani padanya. Ia dianugerahi kemampuan untuk menerangkan masalah-masalah doktrinal dan rohani. Ia meninggal pada tahun 1589.

Santo Isodorus dari Sevilla

Uskup dan Pujangga Gereja

Isodorus lahir di Cartagena, Spanyol pada tahun 560. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang tergolong dalam bilangan pujangga gereja karena perjuangannya demi kemajuan gereja, kebudayaan dan pendidikan di Spanyol. Ia dididik di Sevilla oleh Leander, kakaknya sendiri, yang pada waktu itu menjabat sebagai Uskup Sevilla. Selagi duduk di bangku sekolah, ia tidak mencapai kemajuan berarti dalam berbagai ilmu yang diperolehnya. Walaupun ia belajar dengan penuh semangat, namun hasil yang diperolehnya tidaklah memuaskan. Hal ini menimbulkan kekecewaan besar; ia pun menyerah, putus asa, dan tidak mau lagi berjuang. Lalu ia memutuskan untuk pulang saja ke kampung halamannya.

Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya, ia mendapat suatu pengalaman menarik di sebuah sumber air. Di sumber air itu, ia melihat suatu batu besar yang berlubang karena titik-titik air yang menimpanya. "Mengapa batu yang demikian keras dapat ditembusi oleh titik-titik air yang lemah dan tak berdaya itu?" tanyanya dalam hati. Pengalaman ini menumbuhkan suatu kesadaran baru dalam hati. Lalu ia memutuskan kembali kepada kakaknya Leander untuk melanjutkan studinya.

Isodorus mendapat pendidikan yang keras di bawah bimbingan kakaknya Leander. Pengalaman di sumber air itu memberinya semangat baru untuk terus tekun belajar dan pantang mundur. Akhirnya ia memetik hasil gemilang. Ia menjadi seorang yang pintar dan bijaksana. Sepeninggal kakaknya Leander, ia ditabhiskan menggantikan Leander pada tanggal 13 Maret 619. Pekerjaan dan rencana-rencananya untuk memajukan keuskupan Sevilla, terutama mempertobatkan suku Goth Barat yang sesat, diteruskan dan diselesaikan. Ia pun tegas terhadap semua ajaran sesat yang berkembang di dalam keuskupannya dengan membuat peraturan-peraturan baru.

Selama masa kepemimpinannya sebagai Uskup Sevilla, Isodorus memimpin Konsili Sevilla kedua pada tahun 916 dan Konsili Toledo keempat pada tahun 633. Pada Konsili ini, ia memperjuangkan agar setiap keuskupan di Spanyol didirikan sebuah seminari atau Sekolah Katedral. Selain itu ia berjuang meningkatkan studi kedokteran, hukum, seni, bahasa Yunani dan Hibrani. Selama 36 tahun ia berkarya mengabdikan dirinya demi kemajuan keuskupan Sevilla. Ia membangun gereja-gereja, biara-biara, terutama menulis buku-buku ilmiah yang diberi judul "Etymologiae" atau "Orginis", buku biografi, sejarah dunia mulai dari penciptaan, karya-karya teologi, aturan-aturan biara dan sejarah suku Vandal, Goth, dan Suevi. Selain itu, ia menyelesaikan sebuah karya tulis dari Leander kakaknya, yakni Misale Mozarabik yang ditujukan untuk mempertobatkan suku bangsa Goth. Buku-buku yang ditulisnya dipakai di seluruh Eropa selama berabad-abad.

Meskipun dia sibuk dengan berbagai tugas, ia selalu menyempatkan diri untuk berdoa, berpuasa dan merenungkan Kitab Suci. Semuanya ini menjadikan dia sebagai seorang uskup yang saleh, bijaksana dan rendah hati. Seluruh umat sangat senang dengan dia karena kasih sayangnya kepada mereka. Ia meninggal dunia pada tahun 636. Kemudian pada tahun 1598 digelari kudus dan tahun 1722 digelari sebagai pujangga gereja.

Santo Platon

Pengaku Iman

Platon lahir pada tahun 735. Ia menjadi Abbas di sebuah biara di gunung Olympus, Yunani dan berhasil memperbaharui semangat hidup rohani dalam biara itu. Pada usia senjanya, ia meletakkan jabatannya dan menjadi seorang pertapa dengan cara hidup yang sangat keras. Ia diasingkan karena melancarkan perlawan terhadap kaisar yang terus-menerus melakukan kawin-cerai.