Senin, 13 April 2026

Senin II Paskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 4:23-31

Sesudah dilepaskan pergilah Petrus dan Yohanes kepada teman-teman mereka, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang dikatakan imam-imam kepala dan tua-tua kepada mereka. Ketika teman-teman mereka mendengar hal itu, berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya: "Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu. Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mujizat-mujizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus." Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Allah dengan berani.

Mazmur Tanggapan Mazmur 2:1-9

Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia?
Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan TUHAN dan yang diurapi-Nya:
"Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuang tali-tali mereka dari pada kita!"
Dia, yang bersemayam di sorga, tertawa; Tuhan mengolok-olok mereka.
Maka berkatalah Ia kepada mereka dalam murka-Nya dan mengejutkan mereka dalam kehangatan amarah-Nya:
"Akulah yang telah melantik raja-Ku di Sion, gunung-Ku yang kudus!"
Aku mau menceritakan tentang ketetapan TUHAN; Ia berkata kepadaku: "Anak-Ku engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.
Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
Engkau akan meremukkan mereka dengan gada besi, memecahkan mereka seperti tembikar tukang periuk."

Bacaan Injil Yohanes 3:1-8

Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: "Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya." Yesus menjawab, kata-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." Kata Nikodemus kepada-Nya: "Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh."

Renungan

Tamu Tengah Malam

Ada orang yang datang mencari kebenaran, tetapi memilih waktu malam. Mereka sungkan terlihat, takut kehilangan muka, atau belum siap ketahuan sedang bertanya-tanya. Malam memberi mereka perlindungan untuk mendekat tanpa harus mengakuinya terang-terangan.

Nikodemus datang kepada Yesus pada waktu malam. Ia seorang Farisi, pemimpin agama, orang terpandang. Datang di siang bolong tentu terlalu berisiko bagi reputasinya. Namun betapapun malunya, ia tetap datang. Dan Yesus tidak menolaknya karena keremangan niatnya. Justru kepadanya Yesus mengucapkan kalimat yang mengguncang: jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.

Nikodemus bingung. Bagaimana mungkin orang dewasa dilahirkan lagi? Ia berpikir tentang rahim ibu, tentang tubuh yang mustahil mengulang. Tetapi Yesus berbicara tentang kelahiran dari air dan Roh, kelahiran yang tidak kita usahakan sendiri, seperti bayi yang tidak pernah melahirkan dirinya.

Ada penghiburan di sini bagi kita yang imannya masih malu-malu. Tuhan menerima yang datang tengah malam. Ia tidak menuntut kita tampil sebagai orang beriman yang sempurna lebih dahulu. Yang penting kita datang, betapapun remang langkah kita.

Tuhan, terimalah aku yang kadang datang kepada-Mu dengan malu dan ragu. Lahirkanlah aku kembali oleh Roh-Mu, sebab aku tak sanggup melahirkan diriku sendiri. Amin.

Invitatorium

SENIN II PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Senin Pekan II Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang, ya Yang Maharahim,

ya Tritunggal Mahakudus.
Ketika langit dan bumi belum tercipta,

ketika waktu belum dikenal,

Engkau dalam keagungan-Mu yang bersinar

hidup dan mengasihi sendirian.
Engkau tidak dilahirkan; tidak ada sumber

dari mana keberadaan-Mu mengalir;

tidak ada akhir yang dapat Engkau capai:

karena Engkau adalah Allah semata.
Betapa indahnya ciptaan,

karya yang Engkau berkati!

maka seperti apakah Engkau, ya Allah yang terkasih,

Keindahan yang abadi!
Misteri yang paling purba,

di hadapan takhta-Mu kami bersujud;

kasihanilah kami sekarang dan selama-lamanya,

ya Tritunggal Mahakudus.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Mazmur 31:1-17, 20-25

Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah

Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).

I
Pada-Mu, ya Tuhan, aku berlindung.

Janganlah sekali-kali aku dipermalukan.

Dalam keadilan-Mu, bebaskanlah aku,

dengarkanlah aku dan segeralah selamatkan aku.
Jadilah bagiku gunung batu perlindungan,

benteng yang perkasa untuk menyelamatkan aku,

sebab Engkaulah gunung batuku, bentengku.

Demi nama-Mu, pimpinlah aku dan bimbinglah aku.
Lepaskanlah aku dari jerat yang mereka sembunyikan,

sebab Engkaulah perlindunganku, ya Tuhan.

Ke dalam tangan-Mu kuserahkan rohku.

Engkaulah yang akan menebus aku, ya Tuhan.
Ya Allah kebenaran, Engkau membenci

mereka yang menyembah ilah-ilah palsu dan kosong.

Adapun aku, aku percaya kepada Tuhan:

biarlah aku bersukacita dan bergembira dalam kasih-Mu.
Engkau yang telah melihat penderitaanku

dan memperhatikan kesesakan jiwaku,

tidak menyerahkan aku kepada musuh,

tetapi membebaskan kakiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.

Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

II
Kasihanilah aku, ya Tuhan,

sebab aku dalam kesesakan.

Air mata telah menghabiskan mataku,

tenggorokanku dan hatiku.
Sebab hidupku habis dengan kesedihan

dan tahun-tahunku dengan keluh kesah.

Penderitaan telah menghancurkan kekuatanku

dan tulang-tulangku merana.
Di hadapan semua musuhku

aku menjadi celaan,

sasaran cemoohan bagi tetanggaku

dan ketakutan bagi teman-temanku.
Mereka yang melihatku di jalan

lari jauh dariku.

Aku seperti orang mati, terlupakan,

seperti barang yang dibuang.
Aku telah mendengar fitnah orang banyak,

ketakutan mengelilingi aku,

ketika mereka bersekongkol melawanku,

ketika mereka berencana untuk mengambil nyawaku.
Tetapi aku, aku percaya kepada-Mu, ya Tuhan;

aku berkata: “Engkaulah Allahku.

Hidupku ada di tangan-Mu, lepaskanlah aku

dari tangan mereka yang membenciku.
Biarlah wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.

Selamatkanlah aku dalam kasih-Mu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.

Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

III
Betapa besar kebaikan-Mu, ya Tuhan,

yang Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau,

yang Engkau tunjukkan kepada mereka yang percaya kepada-Mu

di hadapan manusia.
Engkau menyembunyikan mereka dalam naungan hadirat-Mu

dari persekongkolan manusia;

Engkau menjaga mereka aman dalam kemah-Mu

dari lidah-lidah yang bertengkar.
Terpujilah Tuhan yang telah menunjukkan kepadaku

keajaiban kasih-Nya

di kota yang berbenteng.
“Aku jauh dari pandangan-Mu”

kataku dalam ketakutanku.
Namun Engkau mendengar suara permohonanku

ketika aku berseru meminta pertolongan.
Kasihilah Tuhan, hai semua orang kudus-Nya.

Ia menjaga orang-orang-Nya yang setia

tetapi Tuhan akan membalas sepenuhnya

mereka yang bertindak dengan kesombongan.
Kuatkanlah, biarlah hatimu berani,

hai semua yang berharap kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah yang penuh kebaikan dan kebenaran, Engkau menyelamatkan Yang Terpilih-Mu, Yesus Kristus, dan Engkau memberi kekuatan kepada para martir-Mu. Jagalah umat-Mu yang datang kepada-Mu di sini dan kuatkanlah hati mereka yang berharap kepada-Mu, agar mereka dapat mewartakan karya-karya penyelamatan-Mu yang penuh kebaikan di kota abadi.

Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hatiku dan dagingku, alleluya.

Bersukacita dalam Allah yang hidup, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan Kitab Wahyu

1:1-20

Penglihatan Yohanes tentang Anak Manusia
Inilah wahyu yang diberikan Allah kepada Yesus Kristus, untuk menunjukkan kepada hamba-hamba-Nya apa yang harus segera terjadi. Ia menyatakannya dengan mengutus malaikat-Nya kepada hamba-Nya Yohanes, yang dalam melaporkan semua yang dilihatnya bersaksi tentang firman Allah dan kesaksian Yesus Kristus. Berbahagialah orang yang membaca pesan nubuat ini, dan berbahagialah mereka yang mendengarnya dan mengindahkan apa yang tertulis di dalamnya, karena waktu yang ditentukan sudah dekat!
Kepada ketujuh jemaat di provinsi Asia: Yohanes mengucapkan rahmat dan damai sejahtera kepadamu — dari Dia yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, dan dari ketujuh roh di hadapan takhta-Nya, dan dari Yesus Kristus, saksi yang setia, yang pertama bangkit dari antara orang mati dan penguasa raja-raja bumi. Kepada Dia yang mengasihi kita dan membebaskan kita dari dosa-dosa kita dengan darah-Nya sendiri, yang telah menjadikan kita kerajaan imam-imam dalam pelayanan Allah dan Bapa-Nya — kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya! Amin.
Lihatlah, Ia datang di tengah awan-awan!

Setiap mata akan melihat-Nya,

bahkan mereka yang telah menikam-Nya.

Semua bangsa di bumi

akan meratapi-Nya dengan pahit.

Demikianlah hendaknya! Amin!
Tuhan Allah berfirman, “Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Ada dan Yang Sudah Ada dan Yang Akan Datang, Yang Mahakuasa!”
Aku, Yohanes, saudaramu, yang turut serta denganmu dalam kesusahan dan kerajaan dan ketekunan yang kita miliki dalam Yesus, mendapati diriku di pulau yang disebut Patmos karena aku memberitakan firman Allah dan bersaksi tentang Yesus. Pada hari Tuhan aku diliputi ekstase, dan aku mendengar di belakangku suara yang menusuk seperti bunyi sangkakala, yang berkata, “Tulislah di gulungan apa yang sekarang kamu lihat dan kirimkanlah kepada ketujuh jemaat: ke Efesus, Smirna, Pergamus, Tiatira, Sardis, Filadelfia, dan Laodikia.”
Aku berbalik untuk melihat suara siapa yang berbicara kepadaku. Ketika aku melakukannya, aku melihat tujuh kaki pelita emas, dan di antara kaki pelita itu ada Seorang seperti Anak Manusia mengenakan jubah panjang sampai mata kaki, dengan selempang emas di dada-Nya. Rambut kepala-Nya seputih bulu domba yang putih salju dan mata-Nya menyala seperti api. Kaki-Nya berkilau seperti kuningan yang dipoles yang dimurnikan dalam tungku, dan suara-Nya terdengar seperti deru air yang mengalir deras. Di tangan kanan-Nya Ia memegang tujuh bintang. Sebuah pedang tajam bermata dua keluar dari mulut-Nya, dan wajah-Nya bersinar seperti matahari pada saat paling terang.
Ketika aku melihat-Nya, aku jatuh di kaki-Nya seolah-olah mati. Ia menyentuhku dengan tangan kanan-Nya dan berkata: “Jangan takut. Aku adalah Yang Pertama dan Yang Terakhir dan Yang Hidup. Dahulu Aku mati tetapi sekarang Aku hidup—selama-lamanya. Aku memegang kunci maut dan dunia orang mati. Tulislah, oleh karena itu, apa pun yang kamu lihat dalam penglihatan—apa yang kamu lihat sekarang dan akan lihat di masa yang akan datang. Inilah makna rahasia dari ketujuh bintang yang kamu lihat di tangan kanan-Ku, dan dari ketujuh kaki pelita emas: ketujuh bintang itu adalah roh-roh yang memimpin ketujuh jemaat, dan ketujuh kaki pelita itu adalah ketujuh jemaat.”

RESPONSORIUM Wahyu 1:5, 6; Kolose 1:18

Kristus mengasihi kita, dan mencurahkan darah-Nya untuk membebaskan kita dari dosa-dosa kita.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Ia adalah permulaan segala sesuatu, dan yang sulung dari antara orang mati.

Kepada-Nya kemuliaan dan kekuasaan selama-lamanya, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah homili Paskah kuno oleh Pseudo-Krisostomus

Paskah rohani
Paskah yang kita rayakan membawa keselamatan bagi seluruh umat manusia dimulai dari manusia pertama, yang bersama dengan semua yang lain diselamatkan dan diberi kehidupan.
Secara tidak sempurna dan sementara, jenis dan gambaran masa lalu melambangkan kenyataan yang sempurna dan abadi yang kini telah diwahyukan. Kehadiran apa yang dilambangkan membuat simbol itu usang: ketika raja muncul secara pribadi, tidak ada yang menghormati patungnya.
Betapa jauhnya simbol itu dari kenyataan terlihat dari fakta bahwa Paskah simbolis merayakan kehidupan singkat anak sulung orang Yahudi, sedangkan Paskah yang sesungguhnya merayakan kehidupan abadi seluruh umat manusia. Adalah keuntungan kecil untuk lolos dari kematian untuk waktu yang singkat, hanya untuk mati segera setelah itu; adalah hal yang sangat berbeda untuk lolos dari kematian sama sekali seperti yang kita lakukan melalui kurban Kristus, Paskah kita.
Dipahami dengan benar, namanya sendiri menunjukkan mengapa ini adalah perayaan terbesar kita. Ini disebut Paskah karena, ketika Ia memukul mati anak sulung, malaikat pembinasa melewati rumah-rumah orang Ibrani, tetapi lebih benar lagi untuk mengatakan bahwa Ia melewati kita, karena Ia melakukannya sekali untuk selamanya ketika kita dibangkitkan oleh Kristus menuju kehidupan abadi.
Jika kita hanya memikirkan Paskah yang sesungguhnya dan bertanya mengapa waktu Paskah dan keselamatan anak sulung dianggap sebagai permulaan tahun, jawabannya pasti adalah bahwa kurban Paskah yang sesungguhnya bagi kita adalah permulaan kehidupan abadi. Karena berputar dalam siklus dan tidak pernah berakhir, tahun adalah simbol keabadian.
Kristus, kurban yang dipersembahkan bagi kita, adalah bapa dunia yang akan datang. Ia mengakhiri kehidupan kita yang lama, dan melalui air pembaptisan yang meregenerasi di mana kita meniru kematian dan kebangkitan-Nya, Ia memberi kita permulaan kehidupan baru. Pengetahuan bahwa Kristus adalah Anak Domba Paskah yang dikurbankan bagi kita seharusnya membuat kita menganggap saat penyembelihan-Nya sebagai permulaan hidup kita sendiri. Sejauh menyangkut kita, penyembelihan Kristus atas nama kita terjadi ketika kita menyadari rahmat ini dan memahami kehidupan yang diberikan kepada kita oleh kurban ini. Setelah memahaminya, kita harus memasuki kehidupan baru ini dengan segala semangat dan tidak pernah kembali ke kehidupan lama, yang kini telah berakhir. Seperti yang dikatakan Kitab Suci: Kita telah mati bagi dosa — bagaimana mungkin kita masih hidup di dalamnya?

RESPONSORIUM 1 Korintus 5:7-8; Roma 4:25

Buanglah ragi lama dari kebusukan, maka kamu akan menjadi roti yang baru; Kristus telah menjadi kurban Paskah kita;

marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.
Ia diserahkan karena pelanggaran kita dan dibangkitkan karena pembenaran kita.

Marilah kita merayakan pesta dengan sukacita dalam Tuhan, alleluya.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa, agar kami,

yang telah diperbarui oleh obat-obatan Paskah,

melampaui kemiripan dengan keturunan duniawi kami,

dapat diubah dalam citra Pencipta surgawi kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah, alleluya.

Mazmur 41 (42)

Bagaikan rusa merindukan sungai,*
demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah.

Hatiku haus akan Allah, Allah yang hidup,*
bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?

Air mataku menjadi bagaikan santapan bagiku, siang dan malam,*
karena sehari-harian orang bertanya: Di mana Allahmu?

Dengan sedih selalu kuingat, bahwa di masa lampau,*
aku bersama orang banyak berarak ke kediaman Allah.

Aku turut melangkah di depan perarakan itu,*
di tengah suara sorak-sorai dan lagu syukur.

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Karena gelisah aku teringat akan Dikau,*
dari daerah Yordan dan Hermon dan dari gunung Nizar.

Di sana anak sungai yang satu memanggil yang lain,+
dengan deru air terjun,*
demikianpun gelora gelombangMu mengempaskan daku.

Siang hari Tuhan menyatakan kasih setiaNya kepadaku,*
malam hari aku memuji Allah, pemberi hidup.

Aku berkata kepada Allah, pelindungku:
"Mengapa Engkau melupakan daku;*
mengapa aku sedih, tersesak oleh musuh?"

Celaan lawanku menyakiti hatiku seperti tikaman maut,*
karena sehari-harian mereka bertanya: Di mana Allahmu?

Mengapa engkau tertekan dan gelisah, wahai jiwaku?+
Berharaplah kepada Allah, aku akan bersyukur lagi,*
kepada Allah, penolongku.

Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah, alleluya.

Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan, alleluya.

Sir 36,1-7.13-16

Pandanglah dan kasihanilah kami, ya Allah semesta alam,*
curahkanlah kedahsyatanMu atas bangsa-bangsa.

Nyatakanlah kekuasaanMu terhadap bangsa-bangsa asing itu,*
agar merekapun melihat kemuliaanMu.

Engkau telah menampakkan diriMu dalam diri kami di hadapan mereka,*
hendaklah Engkau memuliakan diri dalam mereka di hadapan kami.

Agar mereka mengakui, sebagaimana kami telah mengakui,*
bahwa tiada Allah selain Dikau, ya Tuhan.

Kerjakan lagi tanda-tanda dan ulangilah karyaMu,*
nyatakanlah kemuliaan karyaMu dan kekuatan tanganMu.

Kumpulkanlah segala suku Yakub,*
kembalikan kepadanya tanah pusaka seperti sediakala.

Kasihanilah umat yang disebut dengan namaMu,*
Israel yang telah Kauberi hak anak sulung.

Kasihanilah kota ini yang menjadi kotaMu yang kudus,*
Yerusalem, kota tempat istirahatMu.

Penuhilah Sion dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan,*
penuhilah baitMu dengan kemuliaanMu.

Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan, alleluya.

Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anakdomba menjadi pelitanya, alleluya.

Mazmur 18 (19) A

Langit mewartakan kemuliaan Allah,*
dan cakrawala memasyhurkan karya tanganNya.

Hari yang satu mengisahkannya kepada hari yang lain,*
dan malam yang satu menyampaikannya kepada malam berikut.

Meskipun tidak bicara dan tidak memperdengarkan suara,+
namun di seluruh dunia bergemalah seruannya,*
dan pesannya sampai ke perbatasan bumi.

Di sana Tuhan memasang kemah bagi sang surya,*
yang meninggalkan peraduannya bagaikan pengantin.

Dengan girang sang surya menempuh jalan peredarannya,*
laksana seorang pahlawan.

dari ujung langit yang satu ia beredar ke ujung yang lain,*
dan tak ada yang luput dari panas teriknya.

Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anakdomba menjadi pelitanya, alleluya.

Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)

Sabda Allah dekat padamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu. Itulah sabda iman yang kami wartakan. Sebab engkau akan diselamatkan, jika engkau mengaku dengan mulut bahwa Yesus adalah Tuhan, dan percaya dengan hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari alam maut. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan.

Lagu singkat:

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Sesudah disalibkan bagi kita. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah, alleluya.

Doa Permohonan

Bapa telah memuliakan Yesus dan mengangkatNya menjadi ahliwaris dan pemilik semua bangsa. Marilah kita meluhurkan Dia dan berdoa:
U: Selamatkanlah kami demi kemenanganMu, ya Tuhan.
P: Ya Kristus, dengan kemenanganMu Engkau telah menghancurkan pintu gerbang maut serta meremukkan dosa dan kematian,* semoga kami hari ini menang atas dosa berkat kekuatanMu.
P: Engkau telah melenyapkan kuasa kematian dan memberi kami kehidupan baru,* semoga kami hari ini dapt menempuh jalan hidup yang baru itu.
P: Engkau telah menganugerahkan kehidupan kepada orang-orang mati dan membimbing seluruh umat manusia dari kematian kepada kehidupan,* berilah rahmat kehidupanMu kepada semua orang yang kami jumpai.
P: Engkau telah menggembirakan murid-muridMu dan menggemparkan penjaga kuburMu,* kurniakanlah kegembiraan sejati kepada semua orang yang taat kepadaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa. Kuatkanlah semangat kami sebagai puteraMu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN II SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, Alleluya.

Mazmur 118 (119),41-48

Berikanlah kasih setiaMu, ya Tuhan,*
keselamatanMu, yang telah Kaujanjikan.

Agar aku dapat memberi jawaban kepada orang yang menghina aku,*
sebab aku percaya pada firmanMu.

Jangan Kauambil firmanMu yang benar dari mulutku,*
sebab aku berharap pada ketetapanMu.

Selalu aku berpegang kepada hukumMu,*
selama hidupku, sampai kekal.

Aku akan hidup dengan hati tenang,*
sebab aku hanya ingin melakukan kehendakMu.

Aku akan berbicara tentang hukumMu,*
aku tidak malu di hadapan para raja.

Segala aturanMu menjadi kesukaanku,*
yang sangat kucintai.

Kepada hukumMu kutadahkan tanganku,*
ketetapanMu kurenungkan.

Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, Alleluya.

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa, Alleluya.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I

Dengan amat sangat aku mengharapkan Tuhan,*
Ia mengindahkan daku dan mendengarkan seruanku.

Ia mengangkat aku dari lembah kebinasaan, dari lumpur kehinaan,*
Ia menempatkan kakiku di atas wadas dan meneguhkan langkahku.

Lagu yang baru diilhamkanNya kepadaku, lagu pujian bagi Allah kita,*
banyak orang menyaksikannya dengan khidmat dan percaya kepada Tuhan.

Berbahagialah orang yang percaya kepada Tuhan,*
yang tak bergaul dengan orang durhaka atau penipu.

Banyaklah karya dan rencanaMu bagi kami, ya Tuhan Allahku,+
dan sangat mengagumkan,*
tak ada yang menyamai Engkau.

Aku mau menyebutkan dan mengisahkan semuanya,*
tetapi jumlahnya terlalu banyak.

Kurban dan persembahan tidak Kauinginkan,*
tetapi Engkau telah membuka telingaku bagi suaraMu.

Kurban bakar dan kurban pelunas tidak Kautuntut,*
maka aku berkata kepadaMu:

"Sesuai dengan firmanMu aku datang,+
untuk melakukan kehendakMu, ya Allahku,*
kesukaanku ialah hukumMu yang terukir dalam hatiku."

Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa, Alleluya.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, Alleluya.

Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II

Di tengah himpunan umat aku mengabarkan kesetiaanMu,*
tidak kututup bibirku, Tuhan, Engkau tahu.

KesetiaanMu tidak kusembunyikan dalam hatiku,*
tetapi kebenaran dan pertolonganMu kuwartakan.

Kasih dan kebenaranMu tidak kudiamkan,*
di tengah himpunan umat.

Engkau Tuhan, janganlah menutup kerahimanMu terhadapku,*
semoga kasih dan kesetiaanMu selalu menyertai aku.

Sebab malapetaka mengepung aku, tak terbilang banyaknya,*
dosaku mengejar aku, tak terhitung jumlahnya.

Lebih besarlah jumlahnya dari pada rambut kepalaku,*
sehingga aku putus harapan.

Berkenanlah, ya Tuhan, melepaskan daku,*
Tuhan, bersegeralah menolong aku.

Hendaknya bergembira dan bersukaria,*
semua yang mencari Engkau,

hendaknya semua yang merindukan pertolonganMu,*
berseru: "Agunglah Tuhan."

Sekalipun aku miskin dan malang,*
namun Tuhan memperhatikan daku.

Engkaulah penolong dan pembebasku,*
Allahku, jangan berlambat.

Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, Alleluya.

Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)

Seluruh kepenuhan Allah menjelma dalam Kristus dan meresapi kamu juga demi Kristus. Sebab kamu telah dikuburkan dalam pembaptisan bersama Kristus dan dibangkitkan juga bersama Dia berkat iman akan kekuatan Allah yang membangkitkan Kristus dari alam maut.

P: Tuhan sungguh telah bangkit, alleluya.
U: Dan memperlihatkan diri kepada Simon, alleluya.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SENIN II SORE

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anakdomba, alleluya.

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaanmu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anakdomba, alleluya.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)

Kita mempunyai seorang imam besar yang duduk di sebelah kanan takhta Allah yang mahamulia di surga. Ia menjalankan ibadat di tempat kudus, yaitu di dalam kemah sejati, yang didirikan oleh Allah dan bukan oleh manusia. Sebab setiap imam besar ditetapkan untuk menyampaikan kurban dan persembahan.

Lagu singkat:
P: Para murid bergembira,* Alleluya, alleluya. U: Para. P: Tatkala melihat Tuhan. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Para.

Lagu singkat Sesudah kenaikan Tuhan:

P: Roh penghibur,* Alleluya, alleluya. U: Roh. P: Akan mengajar kamu segalanya. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Roh.

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Yang dilahirkan dari daging adalah daging. Yang dilahirkan dari Roh adalah Roh, alleluya.

Doa Permohonan

Kemanusiaan Kristus telah dihidupkan oleh Roh kudus, dan karena itu pula Kristus menghidupkan kita. Maka marilah kita berseru dengan hati gembira:
U: Baharuilah dan hidupkanlah semesta alam, ya Tuhan.
P: Kristus, penyelamat dunia, raja seluh penciptaan baru, arahkanlah hati kami kepada kerajaanMu,* tempat Engkau duduk di sebelah kanan Bapa.
P: Tuhan, Engkau selalu hidup dalam umat pilihanMu,* tuntunlah GerejaMu kepada seluruh kebenaran berkat dorongan Roh kudus.
P: Engkau maharahim, tunjukkanlah belaskasihanMu kepada orang yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal,* agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kemurahanMu.
P: Kristus, cahaya yang takkan pudar, pada sore hari ini kami berbakti kepadaMu,* dan mohon, agar saudara-saudara kami yang telah meninggal Kausinari dengan cahaya kebangkitanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, kami berani memanggil Engkau Bapa. Kuatkanlah semangat kami sebagai puteraMu, agar kami layak menerima warisan yang telah Kaujanjikan. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Margaretha dari Metola

Pengaku Iman

Margaretha lahir di Metola, dekat Florence, Italia pada tahun 1287. Kondisi tubuhnya menyedihkan karena ia pendek, bungkuk, pincang dan buta. Meski demikian, ia dengan senang hati menerima kondisinya itu. Ia dikenal sebagai anggota Ordo Ketiga Santo Dominikus yang saleh dan menaruh perhatian besar pada orang-orang sakit dan para tahanan di penjara.

Orangtuanya kaya raya dan bangsawan itu merasa sungguh sedih bahkan merasa malu karena kelainan tubuh anaknya. Karena itu, ketika Margaretha berumur enam tahun, mereka mengurungnya dalam sebuah sel kecil di pegunungan Apennin selama 10 tahun. Dari sana mereka membawanya ke Citta-di-Castello, dengan harapan bahwa ia dapat pulih dari keadaannya atas cara yang ajaib di sebuah tempat sakral di kota itu. Tetapi karena tidak terjadi suatu apapun atas diri Margaretha seperti yang diharapkan, mereka meninggalkan dia sendirian di sana, lalu pulang ke rumah.

Di kota itu Margaretha diangkat sebagai saudara oleh pengemis di kota itu. Kepadanya ditunjukkan tempat-tempat strategis untuk mengemis, sekaligus sebuah tempat dimana ia dapat tidur dengan tenang. Dalam menjalani hidup dengan cara mengemis dan menggelandang, Margaretha senantiasa menampilkan diri sebagai seorang yang periang dan tidak pernah mengeluh. Ia bahkan meneguhkan rekan-rekannya agar tabah dalam menanggung segala penderitaan yang menimpa diri mereka. Ia sendiri merasa prihatin dan bingung kalau orang berbelaskasihan terhadap dirinya dan mencemasi hidupnya. Lama kelamaan, orang-orang sekitar yang mengenalnya, pun rekan-rekannya, mulai menyadari bahwa Margaretha adalah seorang wanita pengemis yang luhur kepribadiannya, saleh hidupnya dan tulus hatinya. Kagum atas kepribadiannya, maka orang-orang yang berpengaruh di kota itu membujuk para biarawati di sebuah biara di kota itu, agar menerima Margaretha sebagai seorang postulan. Usaha ini berhasil. Margaretha diterima dalam biara suster-suster itu. Ia sendiri senang sekali dengan penerimaan itu. Tetapi kegembiraannya karena menjadi anggota religius ini tidak berlangsung lama. Setelah beberapa lama tinggal di biara itu, ia mulai prihatin atas cara hidup biarawati-biarawati itu. Mereka terlalu bersemangat duniawi. Karena sikapnya ini, ia kemudian dikeluarkan dari biara itu, meskipun pada mulanya ia disambut dengan baik.

Setelah keluar dari biara itu, Margaretha diterima sebagai anggota Ordo Ketiga Santo Dominikus. Dalam ordo itu, Margaretha adalah satu-satunya wanita muda yang diterima selagi dalam status belum menikah. Ini sesuatu yang istimewa, karena pada masa itu semua orang yang menjadi anggota Ordo ketiga itu sudah menikah.

Dalam ordo ini, Margaretha berkembang pesat dalam kehidupan berbakti kepada Tuhan dan sesama. Ia dikenal sebagai seorang anggota yang taat, saleh dan rajin berdoa. Ia memusatkan perhatiannya pada orang-orang sakit dan narapidana di penjara. Dia berdoa untuk mereka, mengobati mereka dan memberi makanan kepada mereka. Dalam tugasnya ini, ia berhasil menobatkan banyak narapidana dan menyembuhkan banyak orang sakit.

Kehidupan rohaninya dikembangkan dengan melakukan devosi khusus kepada Sakramen MahaKudus, Bunda Maria dan Santo Yosef. Akhirnya pada usia 33 tahun, pada tanggal 13 April 1320, ia meninggal dunia dan dikuburkan di Gereja Santo Dominikus di Cattadi-Castello.

Santo Martinus I

Paus dan Martir

Martinus terpilih menjadi Paus pada tahun 649. Ia memimpin Gereja selama 7 tahun. Pada awal pontifikatnya, situasi Gereja umumnya aman. Perhatiannya pada kepentingan Gereja dan umat sangat besar. Ia berusaha memimpin Gereja dengan sikap seorang gembala. Tiga pokok perhatiannya yang utama ialah doa, membantu para miskin dan mengajar. Perhatiannya terhadap nasib kaum miskin sangat besar sehingga ia sendiri pun hidup dalam kondisi serba kekurangan.

Keaman Gereja terganggu dengan naiknya Konstantin II ke atas tahkta sekaligus menyatakan diri sebagai kepala Gereja Kristus. Selain itu ia pun menyebarkan ajaran palsu monotelitisme, bahwa Kristus hanya mempunyai satu kehendak. Hal ini menimbulkan pertentangan antara Martinus dan Konstantin II, karena Martinus dengan tegas menolak ajaran itu. Penolakan Martinus itu menimbulkan amarah besar di pihak kaisar, bahkan melahirkan rencana pembunuhan atas dirinya. Para serdadu berusaha membunuh Martinus, tetapi gagal.

Sebagai gantinya, Martinus yang sudah tua dan sakit-sakitan itu ditangkap dan diusung ke sebuah kapal yang hendak berangkat ke Konstantinopel. Setelah sebulan berlayar, sampailah kapal itu di pulau Naksos. Di pulau itu, Martinus ditawan selama lebih dari satu tahun dengan penderitaan yang mengerikan. Setelah itu ia dibawa menghadap kaisar. Ia dihadapkan kepada senat kekaisaran dan dihukum mati dengan berbagai tuduhan palsu. Pakaian pontifikatnya ditanggalkan dan ia dihantar mengelilingi kota seperti para penjahat. Hukuman mati ditangguhkan dan diganti dengan pembuangan ke sebuah tempat sunyi hingga kematiannya pada tahun 655 sesudah empat menderita sakit dan kelaparan.