Minggu, 19 April 2026

Hari Minggu Paskah III

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 2:14,22-33

Maka bangkitlah Petrus berdiri dengan kesebelas rasul itu, dan dengan suara nyaring ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang Yahudi dan kamu semua yang tinggal di Yerusalem, ketahuilah dan camkanlah perkataanku ini. Hai orang-orang Israel, dengarlah perkataan ini: Yang aku maksudkan, ialah Yesus dari Nazaret, seorang yang telah ditentukan Allah dan yang dinyatakan kepadamu dengan kekuatan-kekuatan dan mujizat-mujizat dan tanda-tanda yang dilakukan oleh Allah dengan perantaraan Dia di tengah-tengah kamu, seperti yang kamu tahu. Dia yang diserahkan Allah menurut maksud dan rencana-Nya, telah kamu salibkan dan kamu bunuh oleh tangan bangsa-bangsa durhaka. Tetapi Allah membangkitkan Dia dengan melepaskan Dia dari sengsara maut, karena tidak mungkin Ia tetap berada dalam kuasa maut itu. Sebab Daud berkata tentang Dia: Aku senantiasa memandang kepada Tuhan, karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram, sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; Engkau akan melimpahi aku dengan sukacita di hadapan-Mu. Saudara-saudara, aku boleh berkata-kata dengan terus terang kepadamu tentang Daud, bapa bangsa kita. Ia telah mati dan dikubur, dan kuburannya masih ada pada kita sampai hari ini. Tetapi ia adalah seorang nabi dan ia tahu, bahwa Allah telah berjanji kepadanya dengan mengangkat sumpah, bahwa Ia akan mendudukkan seorang dari keturunan Daud sendiri di atas takhtanya. Karena itu ia telah melihat ke depan dan telah berbicara tentang kebangkitan Mesias, ketika ia mengatakan, bahwa Dia tidak ditinggalkan di dalam dunia orang mati, dan bahwa daging-Nya tidak mengalami kebinasaan. Yesus inilah yang dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Dan sesudah Ia ditinggikan oleh tangan kanan Allah dan menerima Roh Kudus yang dijanjikan itu, maka dicurahkan-Nya apa yang kamu lihat dan dengar di sini.

Mazmur Tanggapan Mazmur 16:1-2,5,7-11

Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung.
Aku berkata kepada TUHAN: "Engkaulah Tuhanku, tidak ada yang baik bagiku selain Engkau!"
Ya TUHAN, Engkaulah bagian warisanku dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan bagian yang diundikan kepadaku.
Aku memuji TUHAN, yang telah memberi nasihat kepadaku, ya, pada waktu malam hati nuraniku mengajari aku.
Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.
Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorak, bahkan tubuhku akan diam dengan tenteram;
sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan.
Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.

Bacaan Kedua 1 Petrus 1:17-21

Dan jika kamu menyebut-Nya Bapa, yaitu Dia yang tanpa memandang muka menghakimi semua orang menurut perbuatannya, maka hendaklah kamu hidup dalam ketakutan selama kamu menumpang di dunia ini. Sebab kamu tahu, bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Ia telah dipilih sebelum dunia dijadikan, tetapi karena kamu baru menyatakan diri-Nya pada zaman akhir. Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.

Bacaan Injil Lukas 24:13-35

Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem, dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi. Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka. Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia. Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram. Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?" Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi. Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya. Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka. Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka. Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka. Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Renungan

Tinggallah Bersama Kami

Di kampung, seorang tamu yang hendak pamit sering ditahan dulu. Mampir dulu, makan dulu, hari sudah sore, begitu kata tuan rumah. Menahan tamu supaya tinggal adalah bentuk kasih yang paling sederhana dan paling tua. Ada sesuatu yang tidak ingin kita lepaskan begitu saja ketika kehadiran seseorang terasa menghangatkan rumah dan hati kita.

Dua murid dalam perjalanan ke Emaus mengalami dorongan itu. Sepanjang jalan, orang asing yang menjelaskan Kitab Suci telah membuat hati mereka berkobar, meski mereka belum juga mengenali siapa Dia. Ketika sampai di kampung tujuan, Ia berbuat seolah hendak meneruskan perjalanan. Dan di sinilah seluruh kisah nyaris berbelok. Andai mereka membiarkan Dia berlalu, hari itu akan berakhir dengan hati yang hangat tetapi mata yang tetap tertutup. Tetapi mereka mendesak-Nya: tinggallah bersama kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam.

Maka Sang Tamu pun masuk untuk tinggal, dan terjadilah pertukaran peran yang indah. Di meja itu, tamu berubah menjadi tuan rumah. Ia mengambil roti, mengucap berkat, memecah-mecahkannya, dan memberikannya kepada mereka. Persis pada gerakan itulah terbukalah mata mereka, dan mereka mengenali Dia, tepat sebelum Ia lenyap dari pandangan. Mereka mengenali Yesus bukan pada saat Ia menjelaskan Kitab Suci, melainkan pada saat Ia memecah roti. Firman menghangatkan hati; roti yang dipecah membuka mata.

Inilah gambaran perjalanan iman kita sendiri setiap kali merayakan Ekaristi. Kitab Suci lebih dahulu diterangkan bagi kita dalam Liturgi Sabda, menyalakan hati yang mungkin datang dalam keadaan muram. Lalu roti dipecah di altar, dan di situ kita mengenali Tuhan yang tidak kelihatan oleh mata biasa. Bukan kebetulan bahwa Gereja mengenali Kristus dengan cara yang sama sampai hari ini: dalam Firman yang diterangkan dan dalam roti yang dipecah.

Minggu lalu Petrus mengingatkan kita akan sukacita yang tak terkatakan bagi orang yang percaya tanpa melihat. Hari ini, dalam bacaan kedua, ia menambahkan mengapa perjumpaan dengan Kristus itu begitu berharga sekaligus begitu mahal. Kita ditebus dari cara hidup yang sia-sia yang kita warisi, bukan dengan barang yang fana seperti perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus, seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat. Roti yang dipecah di Emaus itu menunjuk kepada tubuh yang telah dipecah di kayu salib demi kita. Pengenalan yang manis itu berakar pada penebusan yang berat.

Maka undangan kedua murid itu layak menjadi doa kita sendiri, terutama pada saat-saat hidup terasa gelap. Setiap kali kita merasa Tuhan seakan hendak berlalu dan meninggalkan kita, kita boleh menahan-Nya seperti mereka: tinggallah bersama kami. Dan Ia yang sebenarnya paling ingin tinggal itu pasti masuk, duduk semeja, lalu memecah roti bagi kita sampai mata kita terbuka.

Tuhan, tinggallah bersama kami, sebab hari kerap terasa menjelang malam. Terangilah hati kami dengan sabda-Mu dan bukalah mata kami dalam roti yang Kaupecah bagi kami. Amin.

Invitatorium

MINGGU III PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Minggu Paskah III
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Pada Perjamuan Anak Domba

Kami memuji Raja kami yang jaya,

Yang telah membasuh kami dalam arus

Yang mengalir dari lambung-Nya yang tertikam.
Kami memuji Dia, yang cinta ilahi-Nya

Memberi darah-Nya yang kudus sebagai anggur,

Memberi tubuh-Nya untuk perjamuan

Kristus sang kurban, Kristus sang imam.
Di mana darah Paskah dicurahkan,

Malaikat maut menyarungkan pedangnya;

Pasukan Israel yang jaya melangkah

Melalui gelombang yang menenggelamkan musuh.
Kami memuji sekarang, yang darah-Nya dicurahkan,

Kurban Paskah, roti Paskah;

Dengan ketulusan dan kasih

Kami makan manna dari atas.
Kurban Perkasa dari surga,

Kuasa neraka tergeletak di bawah-Mu;

Engkau telah menang dalam pertempuran,

Engkau telah membawa kami hidup dan terang;
Kini maut tak lagi menakutkan,

Kini kubur tak lagi membelenggu;

Engkau telah membuka Firdaus,

Dan dalam Dikau para kudus-Mu akan bangkit.
Kemenangan Paskah, sukacita Paskah,

Dosa sendirilah yang dapat menghancurkan ini;

Dari kuasa dosa bebaskanlah

Jiwa-jiwa yang baru lahir, ya Tuhan, dalam Dikau.
Madah kemuliaan dan pujian,

Tuhan yang bangkit, kepada-Mu kami naikkan;

Bapa yang kudus, pujian kepada-Mu,

bersama Roh, senantiasa.

PSALMODI

Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Mazmur 145

Pujian akan keagungan Allah

Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Dikau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.
Aku akan memberkati Dikau hari demi hari

dan memuji nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.
Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang ajaib.
Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyerukan keadilan-Mu.
Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, berlimpah kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua makhluk-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Ant. 2 Alleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

II
Semua makhluk-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan kerajaan-Mu yang mulia.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

pemerintahan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Alleluya, wanita, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.
Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.
Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Dia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.
Dia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Dia mendengar seruan mereka dan Dia menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Dia hancurkan sama sekali.
Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk segala abad yang tak berkesudahan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang berseru kepada-Mu dalam kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian mereka yang menghormati-Mu. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka agar kami senantiasa mengasihi dan memuji nama-Mu yang kudus.

Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria; Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Seluruh tubuhku bersukacita, alleluya.

Dengan segenap kekuatanku aku akan memuji Allahku, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

6:1-17

Anak Domba membuka meterai-meterai kitab Allah.
Aku, Yohanes, melihat ketika Anak Domba membuka meterai yang pertama dari ketujuh meterai itu, dan aku mendengar salah satu dari keempat makhluk hidup itu berseru dengan suara seperti guntur, “Datanglah!” Dengan terkejut aku melihat seekor kuda putih; penunggangnya memiliki busur, dan ia diberi mahkota. Ia maju dengan jaya, untuk menaklukkan lagi.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang kedua, aku mendengar makhluk hidup yang kedua berseru, “Datanglah!” Kuda lain keluar, yang berwarna merah. Penunggangnya diberi kuasa untuk merampas kedamaian dari bumi dengan membiarkan manusia saling membunuh. Untuk ini ia diberi pedang yang besar.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang ketiga, aku mendengar makhluk hidup yang ketiga berseru, “Datanglah!” Kali ini aku melihat seekor kuda hitam, yang penunggangnya memegang sepasang timbangan di tangannya. Aku mendengar apa yang tampaknya adalah suara yang datang dari antara keempat makhluk hidup itu. Katanya: “Upah sehari untuk satu takaran gandum dan sama untuk tiga takaran jelai! Tetapi jangan merusak minyak zaitun dan anggur!”
Ketika Anak Domba membuka meterai yang keempat, aku mendengar suara makhluk hidup yang keempat berseru, “Datanglah!” Sekarang aku melihat seekor kuda berwarna hijau pucat. Penunggangnya bernama Maut, dan dunia orang mati mengikutinya. Keempatnya diberi kuasa atas seperempat bumi, untuk membunuh dengan pedang dan kelaparan dan wabah dan binatang buas di bumi.
Ketika Anak Domba membuka meterai yang kelima, aku melihat di bawah mezbah jiwa-jiwa mereka yang telah mati syahid karena kesaksian yang mereka berikan kepada firman Allah. Mereka berseru dengan suara nyaring: “Berapa lama lagi, ya Tuhan, yang kudus dan benar, sebelum Engkau menghakimi perkara kami dan membalas darah kami di antara penduduk bumi?” Setiap martir diberi jubah putih panjang, dan mereka diberitahu untuk bersabar sedikit lebih lama sampai kuota hamba-hamba dan saudara-saudara mereka yang akan dibunuh, seperti mereka, terpenuhi.
Ketika aku melihat Anak Domba membuka meterai yang keenam, terjadilah gempa bumi yang dahsyat; matahari menjadi hitam seperti kain tenda bulu kambing dan bulan menjadi merah seperti darah. Bintang-bintang di langit berjatuhan ke bumi seperti buah ara yang diguncang lepas oleh angin kencang. Kemudian langit menghilang seolah-olah itu adalah gulungan yang digulung; setiap gunung dan pulau tercabut dari dasarnya. Raja-raja bumi, para bangsawan dan mereka yang berkuasa, orang kaya dan berkuasa, budak dan orang bebas—semua bersembunyi di gua-gua dan celah-celah gunung. Mereka berseru kepada gunung-gunung dan batu-batu, “Jatuhlah menimpa kami! Sembunyikan kami dari wajah Dia yang duduk di takhta dan dari murka Anak Domba! Hari besar pembalasan mereka telah tiba. Siapa yang dapat menahannya?”

RESPONSORIUM Wahyu 6:9, 10, 11

Aku mendengar suara-suara mereka yang telah dibunuh berseru dari bawah mezbah: Mengapa Engkau tidak membalas darah kami? Tuhan menjawab:

Bersabarlah sedikit lebih lama sampai jumlah penuh saudara-saudaramu bergabung denganmu, alleluya.
Mereka diberi jubah putih untuk dipakai dan Dia berkata kepada mereka:

Bersabarlah sedikit lebih lama sampai jumlah penuh saudara-saudaramu bergabung denganmu, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari Apologi Pertama untuk Pembelaan Orang Kristen oleh Santo Yustinus, Martir

Perayaan Ekaristi
Tidak seorang pun boleh berbagi Ekaristi dengan kami kecuali ia percaya bahwa apa yang kami ajarkan adalah benar, kecuali ia telah dibasuh dalam air pembaharuan baptisan untuk pengampunan dosa-dosanya, dan kecuali ia hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang diberikan Kristus kepada kami.
Kami tidak mengonsumsi roti dan anggur Ekaristi seolah-olah itu adalah makanan dan minuman biasa, karena kami telah diajarkan bahwa sebagaimana Yesus Kristus Juruselamat kami menjadi manusia daging dan darah oleh kuasa Sabda Allah, demikian pula makanan yang diasimilasi oleh daging dan darah kami untuk nutrisinya menjadi daging dan darah Yesus yang menjelma oleh kuasa sabda-Nya sendiri yang terkandung dalam doa syukur.
Para rasul, dalam ingatan mereka, yang disebut Injil, menyerahkan kepada kami apa yang Yesus perintahkan kepada mereka untuk dilakukan. Mereka menceritakan bahwa Dia mengambil roti, mengucap syukur dan berkata: Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku. Inilah tubuh-Ku. Dengan cara yang sama Dia mengambil cawan, Dia mengucap syukur dan berkata: Inilah darah-Ku. Tuhan memberikan perintah ini hanya kepada mereka. Sejak saat itu kami terus-menerus saling mengingatkan tentang hal-hal ini. Orang kaya di antara kami membantu orang miskin dan kami selalu bersatu. Untuk semua yang kami terima, kami memuji Pencipta alam semesta melalui Putra-Nya Yesus Kristus dan melalui Roh Kudus.
Pada hari Minggu kami mengadakan pertemuan umum semua anggota kami, baik yang tinggal di kota maupun di daerah terpencil. Ingatan para rasul atau tulisan para nabi dibacakan, selama ada waktu. Setelah pembaca selesai, pemimpin pertemuan berbicara kepada kami; ia mendesak setiap orang untuk meniru contoh-contoh kebajikan yang telah kami dengar dalam bacaan. Kemudian kami semua berdiri bersama dan berdoa.
Pada akhir doa kami, roti dan anggur serta air dibawa ke depan. Pemimpin mempersembahkan doa dan mengucap syukur sebaik mungkin, dan umat memberikan persetujuan dengan mengatakan, “Amin.” Ekaristi dibagikan, setiap orang yang hadir menerima komuni, dan para diakon membawanya kepada mereka yang tidak hadir.
Orang kaya, jika mereka mau, dapat memberikan sumbangan, dan mereka sendiri yang menentukan jumlahnya. Kolekte ditempatkan dalam pengawasan pemimpin, yang menggunakannya untuk membantu anak yatim piatu dan janda serta semua yang karena alasan apa pun dalam kesusahan, baik karena sakit, di penjara, atau jauh dari rumah. Singkatnya, ia mengurus semua yang membutuhkan.
Kami mengadakan pertemuan umum kami pada hari Minggu karena itu adalah hari pertama dalam seminggu, hari di mana Allah mengusir kegelapan dan kekacauan dan menciptakan dunia, dan karena pada hari yang sama Juruselamat kami Yesus Kristus bangkit dari antara orang mati. Karena Dia disalibkan pada hari Jumat dan pada hari Minggu Dia menampakkan diri kepada para rasul dan murid-Nya dan mengajar mereka hal-hal yang telah kami sampaikan untuk pertimbangan Anda.

RESPONSORIUM

Ketika Dia akan berpindah dari dunia ini kepada Bapa, Yesus menetapkan peringatan akan kematian-Nya:

Dia memberi kita sakramen tubuh dan darah-Nya, alleluya.
Dia memberi kita tubuh-Nya sebagai makanan, darah-Nya sebagai minuman, dan Dia berkata: Lakukanlah ini sebagai peringatan akan Daku.

Dia memberi kita sakramen tubuh dan darah-Nya, alleluya.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji Dikau;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan Dikau;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah Dikau.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji Dikau.

Persekutuan luhur para nabi memuji Dikau.

Pasukan martir berjubah putih memuji Dikau.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan Dikau:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengatasi sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memberkati Dikau.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Dikau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Semoga umat-Mu

bersukacita selamanya, ya Allah,

dalam semangat muda yang diperbarui,

agar, bersukacita sekarang dalam kemuliaan adopsi kami yang dipulihkan,

kami dapat menantikan dengan harapan yang penuh keyakinan

sukacita hari kebangkitan.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam kesatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU III PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi

Nyanyikanlah lagu puji

Penuh sukacita murni

Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan

Mengalahkan kegelapan

Merebut menyiksa neraka

Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus

Berarak bersama Kristus

Gembira menuju Bapa

Untuk hidup selamanya.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.

Mazmur 92 (93)

Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan,*

dan kejayaan ikat pinggang-Nya.

Bumi Kaualaskan dengan kokoh tak tergoyangkan,+

takhta-Mu teguh sejak dahulu,*

dari sediakala Engkau ada.

Air pasang meningkat, ya Tuhan,+

air pasang meningkatkan suaranya,*

air pasang meningkatkan deru geloranya.

Namun Tuhan dahsyat melebihi deru air pasang,+

hebat melebihi empasan samudera,*

agung melebihi angkasa raya.

Takhta-Mu diteguhkan dari sediakala, ya Tuhan,*

rumah-Mu menggemakan pujian para kudus, untuk selama-lamanya.

Ant.1: Tuhan meraja, berpakaian kemuliaan, Alleluya.

Ant.2: Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.

T.Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.)

Ant.2: Semua makhluk akan memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah, Alleluya.

Ant.3: Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.

Mazmur 148

Pujilah Tuhan dari surga,*

pujilah Dia di angkasa raya!

Pujilah Tuhan, semua malaikat-Nya,*

pujilah Dia, seluruh bala tentara-Nya!

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

pujilah Dia, segala bintang yang gemerlapan!

Pujilah Tuhan, langit yang tertinggi,*

dan segala air di atas langit!

Hendaknya semua memuji nama Tuhan;*

Tuhan memberi perintah, maka terciptalah semuanya.

Tuhan menempatkan mereka untuk selama-lamanya,*

ketetapan Tuhan senantiasa berlaku.

Pujilah Tuhan di bumi,*

naga lautan dan segenap samudera raya,

api dan hujan es, salju dan kabut,*

angin badai, yang melaksanakan firman-Nya.

Pujilah Tuhan, gunung-gemunung dan segala bukit,*

pohon buah dan segala pohon kayu,

binatang liar dan segala ternak,*

binatang melata dan burung bersayap.

Pujilah Tuhan, para raja di bumi dan segala bangsa,*

para penguasa dan segala suku di dunia;

para memuda dan pemudi,*

kaum tua berserta anak-anak.

Hendaknya mereka memuji nama Tuhan;*

sebab hanya nama Tuhanlah tinggi luhur.

Walaupun kemegahan-Nya mengatasi langit dan bumi,*

namun Tuhan sudi meningkatkan kekuatan bangsa-Nya.

Pujilah Tuhan, semua sahabat-Nya,*

hai Israel, umat yang dekat pada-Nya.

Ant.3: Kemegahan Tuhan mengatasi langit dan bumi, Alleluya.

Bacaan singkat (Kis 10:40-43)

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan mendapat pengampunan dosa demi nama-Nya.

Lagu singkat

P: Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, Alleluya.

U: Kristus…

P: Engkau bangkit dari alam maut.

U: Alleluya, Alleluya…

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Si lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat itu segenap rakyat memuji Allah.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Si lumpuh mengangkat pembaringannya sambil meluhurkan Allah. Melihat itu segenap rakyat memuji Allah.

Doa Permohonan

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kekuatan-Nya. Marilah kita berdoa:

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,*

semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaan-Mu.

P: Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,*

semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau.

P: Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,*

semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepada-Mu.

P: Raja Yang Mulia, kami menantikan hari penampakan-Mu yang megah,*

agar dapat memandang wajah-Mu dan menjadi serupa dengan Dikau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umat-Mu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anak-Mu.

Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, ang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU III SIANG

Madah

Ya Roh Kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Ant.1: Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan, Ia menjawab aku, Alleluya.

Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan kuat, Alleluya.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkemahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Ant.2: Tuhan bertindak dengan tangan kuat, Alleluya.

Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita, Alleluya.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.3: Tuhanlah Allah, Dia memerangi kita, Alleluya.

Bacaan Singkat (Ef 2:4-6)

Demi cinta-Nya yang amat besar, Allah telah mengasihi kita dengan kerahiman-Nya yang melimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus dan telah diselamatkan demi rahmat Kristus. Bersama Kristus Yesus pula kita dibangkitkan dan bersama Dia kita ditahtakan dalam surga.

P: Jika kita sudah mati bersama Kristus, Alleluya.

U: Kita akan hidup bersama Kristus pula, Alleluya.

Doa Penutup

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umat-Mu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anak-Mu.

Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

MINGGU III SORE II

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu."

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion:*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Setelah menyucikan dunia dari dosa, Tuhan kini bertakhta di surga di sisi Allah yang mahaagung, alleluya.

Ant.2: Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Mazmur 110 (111)

Aku bersyukur kepada Tuhan dengan segenap hati,*
dalam lingkungan orang jujur dan di tengah umat.

Agunglah karya Tuhan,*
layak diselidiki oleh orang yang mengaguminya.

Agung dan semarak karya Tuhan,*
keadilanNya tetap selamanya.

PerbuatanNya yang agung pantas dikenang,*
Tuhan itu pengasih dan penyayang.

Kepada orang takwa diberikanNya santapan,*
Ia selalu ingat akan perjanjianNya.

Kepada umatNya Ia membuktikan kekuasaanNya,*
dengan menganugerahinya milik pusaka para bangsa.

Adil dan benarlah karya tanganNya,*
segala titahNya teguh.

PerintahNya ditetapkan untuk selama-lamanya,*
diberikan dengan tulus dan jujur.

DianugerahkanNya keselamatan kepada umatNya,+
diikatNya perjanjian untuk selama-lamanya,*
kudus dan dahsyatlah namaNya.

Sikap yang takwa itu pangkal kebijaksanaan,+
besarlah ganjaran bagi orang yang berpegang padanya,*
terpujilah Tuhan selama-lamanya.

Ant.2: Tuhan menganugerahkan keselamatan kepada umatNya, alleluya.

Ant.3: Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Alleluya. Tuhan kita sudah menjadi raja. Marilah kita bersorak-sorai dan memuliakan Dia, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 10,12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sebelah kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuhNya dijadikan tumpuan kakiNya. Dengan satu kurban Ia menyempurnakan orang yang dikuduskanNya untuk selama-lamanya.

Lagu singkat:

P: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Dan memperlihatkan diri kepada Simon. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Yesus bersabda kepada para muridNya: "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap". Simon Petrus naik ke perahu lagi, menghela jala ke darat, penuh ikan-ikan besar, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Yesus bersabda kepada para muridNya: "Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap". Simon Petrus naik ke perahu lagi, menghela jala ke darat, penuh ikan-ikan besar, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus Tuhan kita telah wafat, bangkit dan selalu menjadi perantara kita. Maka marilah kita memohon padaNya dengan gembira:
U: Raja pemenang, dengarkanlah kami.
P: Kristus, cahaya dan keselamatan segala bangsa,* curahkanlah api Roh kudus atas kami yang mewartakan kebangkitanMu.
P: Semoga umat Israel menyadari bahwa pengharapannya terpenuhi dalam Engkau, ya Kristus,* dan seluruh bumi mengenal kemuliaanMu.
P: Semoga kami bersatu dengan para kudusMu,* dan bersama mereka kelak dapat melepaskan lelah, dan beristirahat dari segala jerih payah.
P: Engkau telah mengalahkan musuhMu, yakni kematian, maka kalahkanlah musuhMu dalam diri kami juga,* agar kami dapat hidup bagiMu, pemenang yang takkan mati lagi.
P: Engkau taat sampai mati, dan bertakhta di sebelah kanan Bapa,* perkenankanlah saudara-saudaraMu masuk ke dalam kerajaanMu yang mulia.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah, Bapa kami yang ada di surga, kami umatMu selalu bergembira karena diangkat menjadi anak-anakMu. Semoga kami dapat mengharapkan kebangkitan serta keselamatan abadi. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, ang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Tarbula

Perawan dan Martir

Sekitar tahun 340 Sapor II, Raja Persia, Iran melancarkan penganiayaan yang kejam terhadap umat Kristen. Simeon, Uskup kota Seleukea, dibunuh dalam aksi penyaniayaan ngeri itu. Selang beberapa waktu kemudian permaisuri raja diserang penyakit yang sangat membahayakan. Tarbula, seorang biarawati dan adik Uskup Simeon, dituduh sebagai biang keladi penyakit naas tersebut. Karenanya ia pun ditangkap. Terhadap tuduhan yang diarahkan kepadanya, Tarbula dengan tegas menyatakan bahwa ia lebih taat kepada perintah Kristus yang melarang membunuh orang. Tetapi Mereptes, hakim yang mengadilinya, tetap mempertahankan tuduhannya. Katanya: "Sesungguhnya perkara ini sudah jelas dan dapat dimengerti. Engkau bermaksud membalas kematian kakakmu dengan menimpakan penyakit berbahaya itu kepada sri ratu." Dengan tenang Turbula menjawab: "Kakakku yang telah kamu bunuh kini hidup dalam kemuliaan suragawi bersama Kristus Tuhan kami; siksaanmu terhadap dirinya sama sekali tidak mendatangkan malapetaka apa pun atas dirinya."

Turbula seorang gadis muda yang berparas cantik. Melihat kecantikannya itu, sang hakim secara diam-diam jatuh cinta padanya dan bertekad menikahinya. Secara rahasia ia mengabarkan kepada Turbula bahwa ia akan selamat, asal saja ia mau menjadi isterinya. Mendengar hal itu Turbula dengan tegas mengatakan bahwa: "Janganlah berencana jahat terhadap aku. Aku telah menjadi mempelai Kristus, Tuhanku. Tak akan pernah aku menerima cintamu itu; bagaimanakah mungkin aku memilih kematian yang kekal hanya untuk menyelamatkan nyawaku dan hidupku yang sementara ini?" Keteguhan serta ketegasannya yang sama ini ditunjukkan pula kepada Sapor II, tatkala sang raja sendiri mengajaknya mempersembahkan kurban kepada dewa matahari.

Karena semua daya upaya mereka untuk menyesatkan dia sia-sia saja, maka Turbula bersama-sama dengan dua wanita lainnya dibawa ke panggung penyiksaan, di luar kota. Disanalah mereka dibunuh oleh kaki tangan raja.

Santo Elfege OSB

Uskup

Elfege hidup diantar tahun 954-1012. Ia menolak dibebaskan dari penjara oleh seorang tentara Denmark dengan uang tebusan karena ia tidak mau membeli kebebasannya dengan uang yang telah disisihkan untuk kepentingan kaum miskin.

Santo Leo IX

Paus

Bruno Egesheim, nama asli Paus Leo IX (1049-1054), lahir pada tahun 1002 di sebuah kota kecil di perbatasan Jerman dan Prancis. Keluarganya tergolong keluarga bangsawan yang kaya raya dan berpengaruh di Jerman. Semenjak kecil, Bruno bercita-cita menjadi imam, terdorong oleh cara hidup keluarganya yang saleh.

Ketika berumur 5 tahun, ayahnya memasukkan dia ke sebuah sekolah yang didirikan oleh Uskup Bertold di Toul, Prancis. Ketika saudara sepupunya menjadi Kaisar Jerman dengan nama Conrad II, Bruno menjadi pembantu uskup Harriman di Toul. Sepeninggal Uskup Harriman, Bruno diangkat menjadi Uskup Toul pada tahun 1027. Selama 22 tahun ia bekerja keras membina iman umatnya dan membaharui keuskupannya.

Sepeninggal Sri Paus Damasus II pada tahun 1048, Bruno diajukan sebagai Paus oleh Kaisar Henry III, yang menggantikan Conrad II, saudara sepupu Bruno. Walaupun Bruno sendiri merasa berat untuk menerima jabatan mulia itu, namun ia bersedia juga berangkat ke Roma. Bersama peziarah lainnya, Bruno memasuki kota suci Roma tanpa memakai alas kaki. Rahib Hildebrand, yang nanti bertugas sebagai penasehat Bruno dan kemudian menjadi Paus Gregorius VII (1073-1085), menerima Bruno di Roma. Dalam hati kecilnya, Bruno berpikir bahwa orang-orang Roma akan menolaknya karena berkebangsaan Jerman. Tetapi ternyata orang-orang Roma datang dan berkumpul di Basilika Santo Petrus untuk menyambut dia. Imam-imam Roma dengan suara bulat menerima dan memilih dia menjadi Paus. Akhirnya ia menjadi Paus dengan nama Leo IX.

Semenjak awal kepemimpinannya, Leo IX melancarkan aksi pembaharuan di seluruh gereja. Terlebih dahulu ia memperbaharui cara hidup para imam, sambil berusaha keras menentang kembalinya Benedikstus IX ke atas tahta kePausan dan menyehatkan kembali keadaan keuangan kePausan yang porak poranda. Hildebrand diangkatnya menjadi pengawas keuangan kePausan. Selanjutnya beliau mengadakan sinode untuk membicarakan kejahatan besar praktek simonia (membeli jabatan gerejani dengan uang) dan cara hidup para imam yang tidak mengindahkan keluhuran hidup selibat. Semua tabhisan yang telah dibeli dengan uang dibatalkan meskipun ada perlawan keras dari kaum awam dan imam-imam. Ia melarang imam-imam untuk menikah dan menjual barang-barang gereja. Campur tangan kaum awam dalam pencalonan dan pentabhisan imam-imam tidak di perkenankan.

Untuk mencapai keberhasilan dalam usaha-usahanya itu, ia sendiri mengadakan perjalanan ke seluruh Eropa untuk menjelaskan keabsahan dan ketulusan rencana-rencananya. Ia mengadakan serangkaian konsili di Pavia, Italia, Reims, Perancis dan Mainz-Jerman untuk membicarakan masalah kehidupan rohani para imam dan memecat imam-imam yang tidak hidup menurut cita-citanya. Dari tahun 1050 sampai 1053, Leo beberapa kali mengadakan perjalanan keliling Italia Selatan, Jerman dan Perancis untuk memberi konferensi-konferensi di Langres, Traves, Pressburg, Ratisbon, Augsburg dan Mantua.

Pada tahun 1050, Leo mengadakan lagi sebuah konsili di Roma untuk membicarakan masalah Berengarius dari Tours dan pengikut-pengikutnya yang tetap menyangkal kebenaran ajaran iman perihal kehadiaran riil Yesus Kristus dalam Ekaristi dan transubstansi (perubahan roti dan anggur menjadi Tubuh dan Darah Kristus). Dalam konsili ini, Berengarius dijatuhi hukuman ekskomunikasi.

Dalam masa kepemimpinannya yang singkat itu. Leo dikenal sebagai Paus yang menuntut otoritas atas gereja timur. Ia dikenal sebagai pembaharu Gereja, pendobrak praktek simonia dalam gereja dan praktek hidup imam yang bertentangan dengan cita-cita imamat. Ia juga dengan gigih membela orang-orang Italia selatan yang dikuasai oleh bangsa Normandia.

Santo Werner

Martir

Sewaktu masih bocah, ia melarikan diri karena terus dipukuli oleh ayah tirinya. Lalu ia menjadi pembantu seorang petani anggur yang jahat. Suatu hari majikannya menyuruh dia membawa pulang hosti dari gereja. Tetapi anak itu menjawab: "Tak pernah saya berbuat dosa ini!" Pada hari Kamis Putih ia diseret ke kebun anggur, diikat pada tiang selama tiga hari supaya menurut. Namun Werner tak mundur setapak pun. Maka para penyiksa memotong pembuluh darah Werner, sehingga ia mati lemas. Mayatnya diceburkan ke sungai dekat Bacherach, Jerman. Ia meninggal pada tahun 1287.