Selasa, 28 April 2026

Selasa IV Paskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 11:19-26

Sementara itu banyak saudara-saudara telah tersebar karena penganiayaan yang timbul sesudah Stefanus dihukum mati. Mereka tersebar sampai ke Fenisia, Siprus dan Antiokhia; namun mereka memberitakan Injil kepada orang Yahudi saja. Akan tetapi di antara mereka ada beberapa orang Siprus dan orang Kirene yang tiba di Antiokhia dan berkata-kata juga kepada orang-orang Yunani dan memberitakan Injil, bahwa Yesus adalah Tuhan. Dan tangan Tuhan menyertai mereka dan sejumlah besar orang menjadi percaya dan berbalik kepada Tuhan. Maka sampailah kabar tentang mereka itu kepada jemaat di Yerusalem, lalu jemaat itu mengutus Barnabas ke Antiokhia. Setelah Barnabas datang dan melihat kasih karunia Allah, bersukacitalah ia. Ia menasihati mereka, supaya mereka semua tetap setia kepada Tuhan, karena Barnabas adalah orang baik, penuh dengan Roh Kudus dan iman. Sejumlah orang dibawa kepada Tuhan. Lalu pergilah Barnabas ke Tarsus untuk mencari Saulus; dan setelah bertemu dengan dia, ia membawanya ke Antiokhia. Mereka tinggal bersama-sama dengan jemaat itu satu tahun lamanya, sambil mengajar banyak orang. Di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Mazmur Tanggapan Mazmur 87:1-7

Di gunung-gunung yang kudus ada kota yang dibangunkan-Nya:
TUHAN lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.
Hal-hal yang mulia dikatakan tentang engkau, ya kota Allah. Sela
Aku menyebut Rahab dan Babel di antara orang-orang yang mengenal Aku, bahkan Filistea, Tirus dan Etiopia: "Ini dilahirkan di sana."
Tetapi tentang Sion dikatakan: "Seorang demi seorang dilahirkan di dalamnya," dan Dia, Yang Mahatinggi, menegakkannya.
TUHAN menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: "Ini dilahirkan di sana." Sela
Dan orang menyanyi-nyanyi sambil menari beramai-ramai: "Segala mata airku ada di dalammu."

Bacaan Injil Yohanes 10:22-30

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Pentahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: "Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami." Yesus menjawab mereka: "Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."

Renungan

Julukan yang Melekat

Julukan yang paling melekat biasanya bukan yang kita pilih sendiri, melainkan yang diberikan orang lain karena melihat sesuatu yang khas pada kita. Orang menyebut kita berdasarkan apa yang mereka tangkap dari cara kita hidup. Nama pemberian semacam itu sering lebih jujur daripada nama yang kita banggakan sendiri.

Kemarin kita mendengar bagaimana kabar tentang Yesus menyebar sampai jauh karena penganiayaan. Hari ini kita tiba di kota Antiokhia, tempat kabar itu tumbuh subur di antara orang-orang Yunani. Barnabas dan Saulus tinggal setahun mengajar di sana. Dan Lukas mencatat satu keterangan kecil yang bersejarah: di Antiokhialah murid-murid itu untuk pertama kalinya disebut Kristen.

Menariknya, nama itu tampaknya diberikan oleh orang luar, bukan dipilih sendiri oleh jemaat. Kristen berarti orang-orang milik Kristus, para pengikut Kristus. Rupanya cara hidup mereka begitu jelas mengarah kepada satu Pribadi, sehingga orang di sekitarnya hanya bisa menamai mereka menurut Dia yang mereka ikuti. Sebuah julukan yang lahir dari kemiripan.

Inilah tantangan bagi kita yang menyandang nama itu sampai hari ini. Kalau orang di sekitar kita menamai kita hanya dari apa yang mereka lihat, apakah mereka akan sampai pada nama Kristus? Dalam Injil, Yesus berkata: domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, dan mereka mengikut Aku. Nama Kristen sejati bukan yang tertulis di kartu, melainkan yang terbaca dari langkah kita mengikuti Sang Gembala.

Tuhan, aku menyandang nama-Mu sebagai orang Kristen. Jadikanlah hidupku begitu mengikuti-Mu, sampai orang di sekitarku bisa membaca nama-Mu dari caraku hidup. Amin.

Invitatorium

SELASA IV PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Paskah IV

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Datanglah, Roh Kudus, Pencipta yang Mahamulia,

Dan dalam hati kami bersemayamlah;

Datanglah dengan rahmat dan pertolongan surgawi-Mu,

Untuk memenuhi hati yang telah Kauciptakan,

Untuk memenuhi hati yang telah Kauciptakan.

Ya Penghibur yang Terberkati, kepada-Mu kami berseru,

Anugerah surgawi dari Allah yang Mahatinggi;

Engkau sumber kehidupan dan api cinta,

Dan urapan manis dari atas,

Dan urapan manis dari atas.

Terpujilah Engkau, Bapa dan Putra,

Dan Roh Kudus, Tiga dalam satu;

Dan semoga Putra menganugerahkan kepada kami

Karunia-karunia yang mengalir dari Roh,

Karunia-karunia yang mengalir dari Roh.

PSALMODI

Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.

Mazmur 102

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.

Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.

Aku telah menjadi seperti burung pelikan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku terjaga dan mengerang

seperti burung kesepian di atas atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencemooh aku;

mereka yang membenciku menggunakan namaku sebagai kutukan.

Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkatku dan menjatuhkanku.

Hari-hariku seperti bayangan yang lewat

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku, alleluya.

Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan tetap ada selama-lamanya

dan nama-Mu dari generasi ke generasi.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

karena inilah saatnya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

karena hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.

Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja di bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.

Biarlah ini ditulis untuk generasi yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

karena Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar erangan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.

Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan bertahan di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang-orang yang tak berdaya, alleluya.

Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari generasi ke generasi.

Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Semuanya akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Semuanya akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, dan tidak berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup dalam hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui karya-karya baik mereka.

Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kristus yang bangkit dari antara orang mati tidak akan mati lagi, alleluya.

Maut tidak lagi berkuasa atas-Nya, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

14:1-13

Kemenangan Anak Domba
Aku, Yohanes, melihat dan tampaklah Anak Domba. Ia berdiri di atas Gunung Sion, dan bersama-Nya ada seratus empat puluh empat ribu orang yang pada dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya. Aku mendengar suara dari surga yang menyerupai deru air bah, atau guruh yang dahsyat; suara yang kudengar itu seperti melodi para pemetik kecapi yang memainkan kecapi mereka. Mereka menyanyikan nyanyian baru di hadapan takhta, di hadapan keempat makhluk hidup dan para tua-tua. Nyanyian ini tidak seorang pun dapat mempelajarinya kecuali seratus empat puluh empat ribu orang yang telah ditebus dari dunia. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah dicemari oleh percabulan dengan wanita. Mereka murni dan mengikuti Anak Domba ke mana pun Ia pergi. Mereka telah ditebus sebagai buah sulung umat manusia bagi Allah dan Anak Domba. Pada bibir mereka tidak ditemukan tipu daya; mereka memang tanpa cela.

Kemudian aku melihat malaikat lain terbang di tengah langit, pembawa kabar baik yang kekal kepada seluruh dunia, kepada setiap bangsa dan suku, bahasa dan kaum. Ia berkata dengan suara nyaring: “Hormatilah Allah dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, karena saat-Nya telah tiba untuk duduk dalam penghakiman. Sembahlah Pencipta langit dan bumi, Pencipta laut dan mata air.”

Malaikat kedua mengikuti dan berseru:
“Telah roboh, telah roboh Babel yang besar,

yang telah membuat semua bangsa minum

anggur beracun dari percabulannya!”

Malaikat ketiga mengikuti yang lain dan berkata dengan suara nyaring: “Jika ada orang yang menyembah binatang itu atau patungnya, atau menerima tandanya pada dahinya atau tangannya, ia juga akan minum anggur murka Allah, yang dicurahkan penuh kekuatan ke dalam cawan kemarahan-Nya. Ia akan disiksa dalam belerang yang menyala di hadapan para malaikat kudus dan di hadapan Anak Domba, dan asap siksaan mereka akan naik selama-lamanya. Tidak akan ada kelegaan siang atau malam bagi mereka yang menyembah binatang itu atau patungnya atau menerima tanda namanya.” Inilah yang menopang orang-orang kudus, yang memelihara perintah-perintah Allah dan iman mereka kepada Yesus.

Aku mendengar suara dari surga berkata kepadaku: “Tulislah ini: Berbahagialah sekarang orang-orang mati yang mati dalam Tuhan!” Roh menambahkan, “Ya, mereka akan menemukan istirahat dari jerih lelah mereka, karena perbuatan baik mereka menyertai mereka.”

RESPONSORIUM Wahyu 14:7, 6, 7

Aku mendengar banyak malaikat di surga berseru:

Hormatilah Tuhan dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, sembahlah Dia, karena Ia menciptakan langit dan bumi, laut dan semua sungai, alleluya.
Aku melihat malaikat Allah yang perkasa terbang di tengah langit; ia berseru dengan suara nyaring:

Hormatilah Tuhan dan berikanlah kemuliaan kepada-Nya, sembahlah Dia, karena Ia menciptakan langit dan bumi, laut dan semua sungai, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Petrus Krisologus, uskup

Masing-masing kita dipanggil untuk menjadi kurban bagi Allah dan imam-Nya
Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah. Nasihat ini disampaikan oleh Paulus, atau lebih tepatnya, disampaikan oleh Allah melalui Paulus, karena keinginan Allah untuk dicintai daripada ditakuti, untuk menjadi Bapa daripada Tuhan. Allah menasihati kita dalam belas kasihan-Nya untuk menghindari harus menghukum kita dalam kekerasan-Nya.

Dengarkanlah nasihat Tuhan: Dalam Aku, Aku ingin kamu melihat tubuhmu sendiri, anggota-anggota tubuhmu, hatimu, tulang-tulangmu, darahmu. Kamu mungkin takut akan yang ilahi, tetapi mengapa tidak mencintai yang manusiawi? Kamu mungkin lari dari-Ku sebagai Tuhan, tetapi mengapa tidak lari kepada-Ku sebagai Bapamu? Mungkin kamu dipenuhi rasa malu karena menyebabkan penderitaan-Ku yang pahit. Jangan takut. Salib ini menimbulkan luka mematikan, bukan pada-Ku, tetapi pada kematian. Paku-paku ini tidak lagi menyakiti-Ku, tetapi hanya memperdalam cintamu kepada-Ku. Aku tidak berseru karena luka-luka ini, tetapi melalui luka-luka ini Aku menarikmu ke dalam hati-Ku. Tubuh-Ku direntangkan di salib sebagai simbol, bukan seberapa banyak Aku menderita, tetapi dari cinta-Ku yang merangkul segalanya. Aku tidak menganggapnya sebagai kerugian untuk menumpahkan darah-Ku: itu adalah harga yang telah Kubayar untuk penebusanmu. Datanglah, kembalilah kepada-Ku dan belajarlah mengenal-Ku sebagai Bapamu, yang membalas kebaikan dengan kejahatan, cinta dengan luka, dan kasih tanpa batas dengan luka yang menusuk.

Dengarkanlah sekarang apa yang Rasul desak kita lakukan. Aku menasihati kamu, katanya, untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban yang hidup. Dengan nasihat ini, Paulus telah mengangkat semua orang ke status imamat.

Betapa menakjubkannya imamat orang Kristen, karena ia adalah korban yang dipersembahkan atas namanya sendiri, dan imam yang melakukan persembahan. Ia tidak perlu melampaui dirinya sendiri untuk mencari apa yang akan ia kurbankan kepada Allah: dengan dirinya sendiri dan di dalam dirinya sendiri ia membawa kurban yang akan ia persembahkan kepada Allah untuk dirinya sendiri. Korban tetap ada dan imam tetap ada, selalu satu dan sama. Dikurbankan, korban masih hidup: imam yang mengurbankan tidak dapat membunuh. Sungguh itu adalah kurban yang menakjubkan di mana tubuh dipersembahkan tanpa dibunuh dan darah dipersembahkan tanpa ditumpahkan.

Rasul berkata: Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban yang hidup. Saudara-saudari, kurban ini mengikuti pola kurban Kristus di mana Ia memberikan tubuh-Nya sebagai kurban hidup untuk kehidupan dunia. Ia benar-benar menjadikan tubuh-Nya kurban yang hidup, karena, meskipun dibunuh, Ia terus hidup. Dalam korban seperti itu kematian menerima tebusannya, tetapi korban tetap hidup. Kematian itu sendiri menderita hukuman. Inilah sebabnya mengapa kematian bagi para martir sebenarnya adalah kelahiran, dan akhir mereka adalah permulaan. Eksekusi mereka adalah pintu menuju kehidupan, dan mereka yang dianggap telah dihapus dari bumi bersinar cemerlang di surga.

Paulus berkata: Aku menasihati kamu demi belas kasihan Allah untuk mempersembahkan tubuhmu sebagai kurban, yang hidup dan kudus. Nabi berkata hal yang sama: Kurban dan persembahan tidak Engkau inginkan, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku. Masing-masing kita dipanggil untuk menjadi kurban bagi Allah dan imam-Nya. Janganlah kehilangan apa yang otoritas ilahi anugerahkan kepadamu. Kenakanlah pakaian kekudusan, ikatlah dirimu dengan ikat pinggang kemurnian. Biarlah Kristus menjadi helmmu, biarlah salib di dahimu menjadi perlindunganmu yang tak pernah gagal. Perisai dadamu seharusnya adalah pengetahuan tentang Allah yang telah Ia berikan kepadamu. Teruslah membakar dupa doa yang harum. Ambillah pedang Roh. Biarlah hatimu menjadi mezbah. Kemudian, dengan keyakinan penuh kepada Allah, persembahkan tubuhmu untuk kurban. Allah tidak menginginkan kematian, tetapi iman; Allah tidak haus akan darah, tetapi penyerahan diri; Allah tidak ditenangkan oleh pembantaian, tetapi oleh persembahan kehendak bebasmu.

RESPONSORIUM Wahyu 5:9, 10

Layaklah Engkau, Tuhan, untuk mengambil kitab itu dan membuka meterai-meterainya, karena Engkau telah disembelih bagi kami.

Dengan darah-Mu Engkau telah membeli kami bagi Allah, alleluya.
Engkau telah menjadikan kami kerajaan imam-imam untuk melayani Allah kami.

Dengan darah-Mu Engkau telah membeli kami bagi Allah, alleluya.

DOA PENUTUP

Kami mohon,

ya Allah yang mahakuasa, semoga,

dengan merayakan misteri Kebangkitan Tuhan,

kami layak menerima sukacita penebusan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.

Mazmur 100 (101)

Aku hendak menyanyikan kasih setia dan hukumMu,*
aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan.

Aku hendak hidup tanpa cela,*
bilakah Engkau datang kepadaku?

Aku hendak hidup dengan suci dalam rumahku,*
hal-hal yang jahat takkan kuperhatikan.

Aku membenci perbuatan orang murtad,*
aku tidak bergaul dengan mereka.

Aku menjauhkan diri dari penipu,*
tak mau kenal dengan orang jahat.

Orang yang sembunyi-sembunyi mengumpat teman akan kubungkam,*
orang sombong dan tinggi hati tidak kusukai.

Mataku tertuju kepada rakyatku yang setia,*
supaya mereka tinggal bersama aku.

Orang yang hidup dengan tidak bercela,*
akan mendukung aku.

Orang yang melakukan tipu daya,*
tidak akan diam dalam rumahku.

Orang yang berbicara dusta,*
tidak bertahan di bawah pandanganku.

Bagaikan ternak sembelihan akan kubinasakan,*
semua orang durjana di dalam negeri.

Akan kulenyapkan dari kota Tuhan,*
semua orang yang melakukan kejahatan.

Ant.1: Barang siapa melakukan kehendak BapaKu akan masuk kerajaan surga, alleluya.

Ant.2: Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.

Dan 3,26.27.29.34-41

Terpujilah Engkau, Allah leluhur kami,*
terberkatilah namaMu yang mulia selama-lamanya.

Sebab Engkau adil dalam segala karya,*
yang Kaukerjakan bagi kami.

Sungguh, kami telah berdosa dan berbuat jahat dengan meninggalkan Dikau,*
sungguh, kami sangat berdosa.

Demi namaMu, janganlah kami Kautolak untuk selamanya,*
janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.

Janganlah Kautarik kembali belasihanMu demi Abraham, sahabatMu,*
demi Ishak, hambaMu, dan demi Israel, orang suciMu.

Kepada merekalah telah Kaujanjikan keturunan sebanyak bintang di langit,*
sebanyak pasir di pantai laut.

Aduh, Tuhan, kami menjadi lebih kecil dari pada segala bangsa,*
kami direndahkan di seluruh bumi karena dosa kami.

Dewasa ini tak ada lagi pemimpin, nabi atuapun penguasa,*
tiada lagi kurban bakar, kurban sembelihan, persembahan ataupun dupa.

Bahkan tempat untuk buah bungaranpun tiada lagi,*
sehingga kami tidak dapat memperoleh belaskasihanMu.

Namun terimalah hati kami yang remuk redam,+
bagaikan kurban domba dan lembu,*
bagaikan ribuan anak domba yang tambun.

Demikianpun terimalah persembahan kami hari ini,*
sebab orang yang berharap kepadaMu takkan dikecewakan.

Maka kini kami mengikuti Engkau dengan segenap hati,*
dan dengan takwa kami mencari wajahMu.

Ant.2: Semoga para bangsa mengenal kasih setiaMu kepada kami, ya Tuhan, alleluya.

Ant.3: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.

Mazmur 143 (144), 1-10

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Ant.3: Tuhanlah benteng dan pembebasku, alleluya.

Bacaan singkat: (Kis 13,30-33)

Allah membangkitkan Yesus dari alam maut pada hari yang ketiga. Dan selama beberapa waktu Ia menampakkan diri kepada mereka yang mengikuti Dia dari Galilea ke Yerusalem. Mereka itulah saksiNya bagi umat ini. Maka sekarang kami mewartakan kabar gembira kepada saudara, yaitu bahwa janji yang diberikan kepada para leluhur, telah digenapi oleh Alah bagi kita, keturunan mereka. Sebab Allah telah membangkitan Yesus, seperti tertulis dalam Kitab suci. Engkaulah puteraKu, pada hari ini Aku menjadi Bapamu.

Lagu singkat:

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Sesudah disalibkan bagi kita. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Karya yang Kukerjakan atas nama BapaKu memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Karya yang Kukerjakan atas nama BapaKu memberi kesaksian tentang Aku, alleluya.

Doa Permohonan

Dengan kekuatanNya sendiri Kristus mendirikan kembali kenisah tubuhNya yang telah hancur. Maka marilah kita bergembira bersama Dia dan mohon:
U: Anugerahilah kami buah kebangkitanMu, ya Tuhan.
P: Engkau melimpahkan kegembiraan kepada para wanita dan para rasul waktu kebangkitanMu, ya Kristus, penyelamat seluruh dunia,* angkatlah kami menjadi saksiMu.
P: Engkau menjanjikan kehidupan baru kepada semua orang,* teguhkanlah kami menjadi pewarta InjilMu.
P: Engkau berulang kali menampakkan diri kepada para rasul dan memberi mereka Roh kudusMu,* baharuilah Roh pencipta di dalam hati kami.
P: Engkau telah berjanji kepada murid-muridMu bahwa Engkau akan tinggal bersama mereka sampai akhir zaman,* tinggallah hari ini bersama kami, dan dampingilah kami senantiasa.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami merayakan misteri kebangkitan Tuhan. Semoga kami layak menikmati sukacita penebusan kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SELASA IV SIANG

Madah

Tuhan Allah mahaluhur
Hari dan malam Kauatur
Terang gelap bergiliran
Silih ganti berurutan.

Senja hari yang mendekat
Melambangkan akhir hayat
Yang bagi umat beriman
Membuka keabadian.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.

Mazmur 118 (119),137-144

Betapa adillah Engkau, ya Tuhan,*
betapa benar keputusanMu!

PerintahMu Kautetapkan dengan jujur,*
segalanya dengan setia.

Musuhku berikhtiar membinasakan daku,*
sebab mereka tidak ambil pusing akan hukumMu.

SabdaMu sungguh teruji,*
hambaMu mencintainya.

Aku ini kecil dan hina,*
namun aku tidak melupakan perintahMu.

KeputusanMu tepat, ya Allah kekal,*
dan hukumMu benar.

Meski dirundung duka dan nestapa,*
aku tetap suka akan kebijaksanaanMu.

Berilah aku pengertian akan hukumMu, ya Allah kekal,*
supaya aku memperoleh kehidupan.

Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini, alleluya.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 87 (88) I

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbunuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintamu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan, alleluya.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

Mazmur 87 (88) II

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan.

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku, alleluya.

Bacaan singkat: (Kol 3,1-2)

Kamu telah dibangkitkan bersama Kristus. Maka tunjukanlah usahamu kepada alam hidup yang mulia tempat Kristus memerintah di sisi kanan Allah. Arahkanlah perhatianmu kepada harta surgawi itu, bukan kepada yang di dunia.

P: Pujilah Allah kita, hai segala insan, alleluya.
U: Karena telah tiba kekuasaan dan kerajaan Kristus, alleluya.

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mewahyukan kepada Petrus rencanaMu untuk menyelamatkan bangsa-bangsa kafir. Semoga pekerjaan kami menyenangkan hatiMu dan berguna untuk memajukan rencana keselamatan yang telah Kautetapkan dalam cinta kasihMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SELASA IV SORE

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.

Mazmur 136 (137),1-6

Di tepi sungai Babel kami duduk menangis,*
apabila teringat akan Sion.

Pada pohon gandarusa di tanah itu,*
kami gantungkan kecapi kami.

Di sana orang yang menawan kami,*
menyuruh kami menyanyikan lagu.

Orang yang memperbudak kami ,+
meminta lagu gembira:*
"Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion!"

Bagaimana mungkin kami menyanyikan lagu Tuhan,*
di tanah asing?

Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem,*
biarlah tangan kananku dipotong.

Biarlah lidahku melekat pada langit-langitku,*
sekiranya aku tidak ingat akan dikau;

sekiranya akut tidak menjujung Yerusalem,*
menjadi mahkota sukacitaku.

Ant.1: Nyanyikanlah bagi kami lagu Sion, alleluya.

Ant.2: Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.

Mazmur 137 (138)

Ya Tuhan, aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hati,*
aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat.

Aku bersujud ke arah rumahMu yang kudus,*
dan aku memuji namaMu.

Karena kasih dan kesetiaanMu,*
Engkau mengagungkan nama dan janjiMu, melebihi segala sesuatu.

Di kala aku berseru, Engkau mendengarkan aku,*
Engkau menambah kekuatan batinku.

Semua raja di bumi akan memuji Engkau, ya Tuhan,*
bila mereka mendengar sabdaMu.

Mereka akan memuliakan kedaulatan Tuhan:*
"Betapa agunglah kemuliaan Tuhan."

Meskipun Tuhan mahaagung, Ia memperhatikan orang hina,*
meskipun mahatinggi, Ia sudi mendengarkan daku.

Bila aku berada dalam kesesakan,*
peliharalah hidupku terhadap amarah musuh.

Ulurkanlah tanganMu dan selamatkan daku,*
belalah aku seumur hidupku.

Kasih setiaMu, ya Tuhan, tetap selama-lamanya,*
karya tanganMu takkan gagal.

Ant.2: Dalam kesesakanku Engkau memelihara hidupku, alleluya.

Ant.3: PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.

Why 4,11; 5,9.10-12

Sudah sepatutnyalah, ya Tuhan dan Allah kami,*
Engkau menerima puji-pujian, hormat dan kuasa.

Sebab Engkau telah menciptakan segala sesuatu;*
dan karena kehendakMu semua yang ada dijadikan.

Layaklah Anakdomba menerima gulungan kitab,*
dan membuka ketujuh meterainya

Sebab Engkau telah disembelih,+
dan dengan darahMu Engkau telah menebus kami bagi Allah,*
dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa.

Engkau telah menganugerahi kami,+
martabat raja dan imam di hadapan Allah kita,*
dan kami akan merajai dunia.

Layaklah Anakdomba yang disembelih itu,+
menerima kuasa dan kekayaan,*
hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan dan puji-pujian.

Ant.3: PadaMulah, Tuhan, keluhuran dan kekuasaan, kemuliaan dan kejayaan, alleluya.

Bacaan singkat: (1Ptr 3,4-5)

Kamu telah tergabung dengan Kristus. Dialah batu yang hidup yang dibuang oleh manusia, tetapi dihargai dan dipilih oleh Allah. Kamupun laksana batu-batu yang hidup. Biarkan dirimu disusun Allah menjadi sebuah bangunan rohani, suatu imamat yang kudus, yang mempersembahkan kurban rohani, yang disukai oleh Allah berkat perantaraan Yesus Kristus.

Lagu singkat:
P: Para murid bergembira,* Alleluya, alleluya. U: Para. P: Tatkala melihat Tuhan. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Para.

Lagu singkat Sesudah kenaikan Tuhan:

P: Roh penghibur,* Alleluya, alleluya. U: Roh. P: Akan mengajar kamu segalanya. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Roh.

Ant.Kidung: Aku mengenal domba-dombaKu. Domba-dombaKu mengikuti Aku dan Aku memberi mereka hidup kekal, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Aku mengenal domba-dombaKu. Domba-dombaKu mengikuti Aku dan Aku memberi mereka hidup kekal, alleluya.

Doa Permohonan

Ketika Kristus terbaring dalam kubur, Ia melihat semarak kemuliaan yang baru. Marilah kita bersukacita dan berkata:
U: Raja mahamulia, dengarkanlah kami.
P: Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, bagi para uskup, imam dan diakon, agar mereka melaksanakan tugas pelayanannya dengan giat lagi setia,* dan membangun suatu umat bagiMu yang terbuka bagi setiap kebaikan.
P: Kami mohon kepadaMu, ya Tuhan, untuk para pengajar yang membaktikan diri kepada umatMu,* agar mereka mencari kebenaranMu dengan hati yang murni.
P: Kami mohon juga kepadaMu, ya Tuhan, untuk seluruh kaum beriman, agar mereka berjuang demi kebaikan berdasarkan iman mereka,* dan setelah mengakhiri masa perjuangannya di dunia ini, menerima ganjaran kerajaanMu yang mulia.
P: Engkau menghapus hukuman kami dan memakukan surat keputusannya pada salib,* patahkanlah belenggu kami dan lepaskanlah kami dari kegelapan maut.
P: Ketika Engkau turun ke alam maut, Kaubuka pintu gerbangnya,* maka terimalah saudara-saudara kami yang telah meninggal, masuk ke dalam kerajaanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, kami merayakan misteri kebangkitan Tuhan. Semoga kami layak menikmati sukacita penebusan kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

Santo Louis Marie Grignon de Monfort

Pengaku Iman

Louis Grignon lahir di Monfort, Prancis, dari sebuah keluarga miskin pada tahun 1673. Di masa mudanya, ia dikenal lekas marah bila ada sesuatu yang tidak memuaskan hatinya. Namun ketika ia meningkat dewasa, ia mampu mengendalikan sifatnya itu dan berubah menjadi seorang yang penuh pengertian dan rendah hati. Perubahan ini menjadi suatu persiapan yang baik baginya untuk memasuki perjalanan hidup yang panjang sebagai seorang imam.

Pendidikannya yang berlangsung di Paris dirintangi oleh banyak kesulitan, terutama karena kekurangan uang, baik untuk biaya pendidikannya maupun untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hidupnya sungguh memprihatinkan. Biliknya sangat sempit, tanpa pemanas ruangan di musim dingin. Untuk memperoleh sedikit uang, ia berusaha bekerja malam di sebuah rumah sakit sebagai penjaga jenazah-jenazah. Namun semua penderitaan yang menimpanya dihadapinya dengan penuh ketabahan demi mencapai cita-citanya yang luhur.

Setelah beberapa tahun berkarya sebagai imam misionaris di dalam negeri dan menjadi pembimbing rohani di sebuah rumah sakit, ia berziarah ke Roma untuk bertemu dengan Sri Paus Klemens XI (1700-1721). Di Roma ia diterima oleh Sri Paus. Melihat karya dan kepribadiannya, Sri Paus memberi gelar "Misionaris Apostolik" kepadanya. Oleh Sri Paus, ia ditugaskan untuk mentobatkan para penganut Yansenisme yang sudah merambat di seluruh Prancis. Tugas suci itu diterimanya dengan senang hati dan dilaksanakannya dengan sangat berhasil.

Di Poiters, ia meletakkan dasar bagi Kongregasi Suster-suster Putri Sapientia, sedangkan di Paris ia menyiapkan Anggaran Dasar bagi tarekat imam-imamnya. Ia menghayati kaul kemiskinan dengan sungguh-sungguh dengan menggantungkan seluruh hidupnya kepada kemurahan hati umatnya. Dua kali ia lepas dari usaha pembunuhan oleh para penganut Yansenisme. Di Indonesia ia dikenal sebagai salah satu pelindung Legio Maria. Ia mendirikan Tarekat Monfortan, yang anggota-anggotanya berkarya juga di Kalimantan Barat. Bertahun-tahun terakhir hidupnya dihabiskannya dengan berdiam di sebuah gua yang sunyi untuk berdoa dan berpuasa hingga menghembuskan nafasnya pada tahun 1716 dalam usia 43 tahun.

Santo Petrus Louis Chanel

Martir

Petrus Louis Chanel dikenal sebagai misionaris Prancis yang meminta pewartaan Injil di Pulau Futuna, Lautan Teduh. Bersama beberapa misionaris lainnya, ia meninggalkan Prancis pada tahun 1837 menuju Futuna. Sesampainya di Futuna, ia dengan giat mempelajari bahasa dan adat istiadat setempat agar bisa dengan mudah berkomunikasi dengan rakyat setempat. Usahanya ini berhasil menarik perhatian penduduk setempat.

Meskipun demikian, para pemimpin masyarakat tidak menyambut baik, bahkan menentang keras penyebaran iman Kristen diantara penduduk Futuna. Musumusu, salah seorang kepala suku Futuna sangat menentang Petrus. Ia melancarkan aksi penangkapan dan penganiayaan terhadap orang-orang yang mengikuti pelajaran agama pada Petrus. Terhadap Petrus sendiri, ia merencanakan pembunuhan. Untuk maksudnya yang jahat itu, bersama beberapa orang pengawalnya, ia pergi kepada pastor Petrus untuk mengobati kakinya yang luka.

Dengan ramah Petrus menyambut mereka dan mengabulkan permohonannya. Tetapi tiba-tiba mereka menangkap Petrus dan menganiayanya sampai mati. Lalu mereka dengan diam-diam menguburkan Petrus. Pada hemat mereka, kematian Petrus akan mengakhiri semua kegiatan penyebaran iman di Futuna. Tetapi perhitungan itu meleset karena kematian imam yang saleh itu ternyata semakin menyemangati orang-orang serani di seluruh pulau Futuna untuk tetap mempertahankan imannya. Tiga tahun setelah kematian Petrus, seluruh penduduk Futuna telah menjadi Kristen, termasuk Musumusu yang telah membunuh Petrus. Petrus Louis Channel menjadi martir pertama di Kongregasi Persekutuan Santa Perawan Maria dan martir pertama di Pasifik.