Rabu, 29 April 2026

S. Katarina dari Siena

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:24-13:5a

Maka firman Tuhan makin tersebar dan makin banyak didengar orang. Barnabas dan Saulus kembali dari Yerusalem, setelah mereka menyelesaikan tugas pelayanan mereka. Mereka membawa Yohanes, yang disebut juga Markus. Pada waktu itu dalam jemaat di Antiokhia ada beberapa nabi dan pengajar, yaitu: Barnabas dan Simeon yang disebut Niger, dan Lukius orang Kirene, dan Menahem yang diasuh bersama dengan raja wilayah Herodes, dan Saulus. Pada suatu hari ketika mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, berkatalah Roh Kudus: "Khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka." Maka berpuasa dan berdoalah mereka, dan setelah meletakkan tangan ke atas kedua orang itu, mereka membiarkan keduanya pergi. Oleh karena disuruh Roh Kudus, Barnabas dan Saulus berangkat ke Seleukia, dan dari situ mereka berlayar ke Siprus. Setiba di Salamis mereka memberitakan firman Allah di dalam rumah-rumah ibadat orang Yahudi. Dan Yohanes menyertai mereka sebagai pembantu mereka.

Mazmur Tanggapan Mazmur 67:2-3,5-6,8

(67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
(67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

Bacaan Injil Yohanes 12:44-50

Tetapi Yesus berseru kata-Nya: "Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku, jangan tinggal di dalam kegelapan. Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Barangsiapa menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Dan Aku tahu, bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku."

Renungan

Dikhususkan

Ada saat ketika sebuah nama dipanggil di tengah kerumunan untuk sebuah tugas khusus. Seketika orang itu terpisah dari yang lain, bukan karena lebih hebat, melainkan karena dipilih. Panggilan atas nama selalu mengubah sesuatu: yang tadinya berbaur dalam banyak orang kini punya tugas yang jelas di pundaknya.

Jemaat di Antiokhia sedang beribadah kepada Tuhan dan berpuasa ketika Roh Kudus berkata: khususkanlah Barnabas dan Saulus bagi-Ku untuk tugas yang telah Kutentukan bagi mereka. Perhatikan suasananya. Perutusan besar itu tidak lahir dari rapat strategi atau ambisi pribadi, melainkan dari ibadah dan puasa. Ketika umat sungguh menghadap Tuhan, di situlah Ia berbicara tentang siapa yang hendak diutus-Nya.

Hari ini Gereja mengenang Santa Katarina dari Siena, seorang perempuan muda yang tidak mengenyam pendidikan tinggi, namun berani menegur para pemimpin Gereja pada zamannya dan membawa mereka kembali kepada tugas mereka. Karena cintanya yang besar akan Kristus dan Gereja, ia bahkan diangkat menjadi pujangga Gereja. Ia bukti bahwa Tuhan gemar mengkhususkan orang-orang yang tampaknya tidak diperhitungkan dunia.

Pengkhususan itu selalu untuk diutus, bukan untuk dimuliakan. Sesudah dikhususkan, Barnabas dan Saulus tidak diberi kursi terhormat, melainkan dikirim berlayar menghadapi bahaya. Dipanggil atas nama oleh Tuhan berarti diberi tugas, bukan hadiah. Dan justru di situlah letak kehormatan sejati seorang murid.

Tuhan, panggillah namaku di tengah keheningan ibadahku, dan khususkanlah aku bagi tugas yang Kaukehendaki. Seperti Katarina, berilah aku cinta yang berani bagi Gereja-Mu. Amin.

Invitatorium

RABU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Paskah, Peringatan Santa Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja

Ya Allah, datanglah menolong aku.
Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Harapan kami di masa mendatang,
Perlindungan kami dari badai,
Dan rumah kekal kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,
Para kudus-Mu tinggal aman;
Cukuplah lengan-Mu sendiri,
Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum bukit-bukit berdiri teratur,
Atau bumi menerima bentuknya,
Dari kekal Engkau adalah Allah,
Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu
Bagaikan petang yang berlalu;
Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam
Sebelum matahari terbit.

Waktu, bagaikan sungai yang terus bergulir,
Membawa semua hidup kami pergi;
Mereka terbang, terlupakan, bagaikan mimpi
Mati di awal hari.

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,
Harapan kami di masa mendatang,
Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,
Dan rumah kekal kami.

PSALMODI

Ant. 1 Pasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.

Mazmur 37

Nasib orang fasik dan orang baik

Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).

I
Janganlah gelisah karena orang fasik;
janganlah iri hati kepada orang yang berbuat jahat,
sebab mereka cepat layu seperti rumput
dan pudar seperti hijaunya padang.

Jika Engkau percaya kepada Tuhan dan berbuat baik,
maka Engkau akan tinggal di negeri itu dan aman.
Jika Engkau menemukan kesukaan-Mu dalam Tuhan,
Ia akan mengabulkan keinginan hati-Mu.

Serahkanlah hidup-Mu kepada Tuhan,
percayalah kepada-Nya dan Ia akan bertindak,
sehingga keadilan-Mu bersinar seperti terang,
perkara-Mu seperti matahari siang.

Diamlah di hadapan Tuhan dan tunggulah dengan sabar;
janganlah gelisah karena orang yang berhasil;
orang yang membuat rencana jahat
untuk menjatuhkan orang miskin dan papa.

Tenangkanlah amarah-Mu dan lupakanlah kemarahan-Mu;
janganlah gelisah, itu hanya membawa kejahatan.
Sebab orang yang berbuat jahat akan binasa;
orang yang sabar akan mewarisi negeri itu.

Sebentar lagi — dan orang fasik akan lenyap.
Lihatlah tempatnya, ia tidak ada di sana.
Tetapi orang yang rendah hati akan memiliki negeri itu
dan menikmati kepenuhan damai.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pasrahkanlah diri kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu, alleluya.

Ant. 2 Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.

II
Orang fasik merencanakan kejahatan terhadap orang benar
dan menggertakkan giginya terhadapnya;
tetapi Tuhan menertawakan orang fasik
sebab Ia melihat bahwa harinya sudah dekat.

Pedang orang fasik telah terhunus,
busurnya telah direntangkan untuk membunuh orang yang jujur.
Pedang mereka akan menembus hati mereka sendiri
dan busur mereka akan hancur berkeping-keping.

Harta milik orang benar yang sedikit
lebih baik daripada kekayaan orang fasik;
sebab kuasa orang fasik akan dipatahkan
dan Tuhan akan menopang orang benar.

Ia melindungi hidup orang yang jujur,
warisan mereka akan kekal selamanya.
Mereka tidak akan dipermalukan pada hari-hari yang jahat,
pada waktu kelaparan makanan mereka tidak akan habis.

Tetapi semua orang fasik akan binasa
dan semua musuh Tuhan.
Mereka seperti keindahan padang rumput,
mereka akan lenyap, mereka akan lenyap seperti asap.

Orang fasik meminjam tanpa mengembalikan,
tetapi orang benar murah hati dan memberi.
Orang yang diberkati Tuhan akan memiliki negeri itu,
tetapi orang yang dikutuk-Nya akan dihancurkan.

Tuhan menuntun langkah seorang manusia
dan membuat aman jalan orang yang dikasihi-Nya.
Meskipun ia tersandung ia tidak akan pernah jatuh
sebab Tuhan memegang tangannya.

Aku muda dan sekarang aku tua,
tetapi aku tidak pernah melihat orang benar ditinggalkan
atau anak-anaknya meminta-minta roti.
Sepanjang hari ia murah hati dan meminjamkan
dan anak-anaknya menjadi berkat.

Maka jauhilah kejahatan dan berbuatlah baik
dan Engkau akan memiliki rumah selamanya;
sebab Tuhan mencintai keadilan
dan tidak akan pernah meninggalkan sahabat-sahabat-Nya.

Orang yang tidak adil akan dilenyapkan selamanya
dan anak-anak orang fasik dihancurkan.
Orang benar akan mewarisi negeri itu;
di sana mereka akan hidup selamanya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Jauhilah kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkan Engkau jika Engkau taat kepada-Nya.

Ant. 3 Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

III
Mulut orang benar mengucapkan hikmat
dan bibirnya berbicara yang benar;
hukum Allahnya ada di dalam hatinya,
langkah-langkahnya akan diselamatkan dari tersandung.

Orang fasik mengawasi orang benar
dan mencari kesempatan untuk membunuhnya.
Tuhan tidak akan menyerahkannya ke dalam kuasanya
atau membiarkannya dihukum ketika ia diadili.

Maka tunggulah Tuhan, tetaplah pada jalan-Nya.
Dialah yang akan membebaskan Engkau dari orang fasik,
mengangkat Engkau untuk memiliki negeri itu
dan melihat orang fasik dihancurkan.

Aku telah melihat orang fasik berjaya,
menjulang tinggi seperti pohon aras Lebanon.
Aku lewat lagi; ia sudah tiada.
Aku mencari; ia tidak ditemukan di mana pun.

Lihatlah orang benar, perhatikanlah orang yang jujur,
bagi orang yang damai ada masa depan yang menanti,
tetapi semua orang berdosa akan dihancurkan.
Tidak ada masa depan yang menanti orang fasik.

Keselamatan orang benar datang dari Tuhan,
benteng mereka di masa kesusahan.
Tuhan menolong mereka dan membebaskan mereka
dan menyelamatkan mereka: sebab perlindungan mereka ada pada-Nya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:
seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Doa Mazmur
Engkau menyatakan orang miskin berbahagia, Tuhan Yesus, sebab Kerajaan Surga diberikan kepada mereka. Penuhilah kami dengan murah hati dengan anugerah-Mu. Ajarlah kami untuk menaruh kepercayaan kami kepada Bapa dan mencari Kerajaan-Nya terlebih dahulu daripada meniru orang yang berkuasa dan iri hati kepada orang kaya.

Ant. Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)
Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.

Engkau telah menunjukkan kepadaku cara hidup.
Engkau akan memenuhi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama
Dari Kitab Wahyu
2:1-11

Kepada jemaat di Efesus dan Smirna
Aku, Yohanes, mendengar Tuhan berkata kepadaku: “Kepada malaikat jemaat di Efesus, tulislah ini:
“‘Inilah firman dari Dia yang memegang ketujuh bintang di tangan kanan-Nya dan yang berjalan di antara ketujuh kaki dian emas: Aku tahu segala pekerjaanmu, jerih payahmu, dan ketekunanmu. Aku tahu bahwa Engkau tidak dapat menoleransi orang-orang jahat; Engkau telah menguji mereka yang menyebut diri rasul, padahal mereka bukan, dan Engkau telah menemukan bahwa mereka adalah penipu. Engkau sabar dan menanggung kesukaran demi nama-Ku. Lagipula, Engkau tidak menjadi tawar hati. Namun, Aku mencela Engkau karena ini: Engkau telah meninggalkan kasih-Mu yang semula. Ingatlah baik-baik dari mana Engkau telah jatuh. Bertobatlah, dan lakukanlah kembali perbuatan-perbuatan-Mu yang semula. Jika Engkau tidak bertobat, Aku akan datang kepadamu dan memindahkan kaki dian-Mu dari tempatnya. Tetapi Engkau memiliki hal ini yang menguntungkanmu: Engkau membenci perbuatan-perbuatan orang Nikolaus, sama seperti Aku.
“‘Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat! Barang siapa menang, ia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Allah.’
“Kepada malaikat jemaat di Smirna, tulislah ini:
“‘Inilah firman dari Yang Pertama dan Yang Terakhir, yang telah mati dan hidup kembali: Aku tahu kesusahanmu dan kemiskinanmu, meskipun Engkau kaya. Aku tahu fitnah yang Engkau derita dari mereka yang menyebut diri Yahudi, padahal mereka bukan, melainkan jemaat Iblis. Jangan takut akan penderitaan yang akan datang. Iblis memang akan melemparkan sebagian dari Engkau ke dalam penjara untuk menguji Engkau; Engkau akan diuji selama sepuluh hari. Tetaplah setia sampai mati dan Aku akan memberimu mahkota kehidupan.
“‘Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat! Barang siapa menang, ia tidak akan dirugikan oleh kematian kedua.’”

RESPONSORIUM Wahyu 2:10, 11; Sirakh 4:33

Setialah sampai mati, dan Aku akan memberimu mahkota kehidupan.
Barang siapa telah menang tidak perlu takut akan kematian kedua, alleluya.
Berjuanglah sampai mati demi kebenaran, dan Tuhan Allah akan berperang bagimu.
Barang siapa telah menang tidak perlu takut akan kematian kedua, alleluya.

Bacaan Kedua
Dari dialog Tentang Penyelenggaraan Ilahi oleh Santa Katarina dari Siena, perawan dan pujangga Gereja

Aku telah mengecap dan melihat
Allah yang kekal, Tritunggal yang kekal, Engkau telah menjadikan darah Kristus begitu berharga melalui partisipasi-Nya dalam kodrat ilahi-Mu. Engkau adalah misteri sedalam lautan; semakin aku mencari, semakin aku menemukan, dan semakin aku menemukan semakin aku mencari Engkau. Tetapi aku tidak pernah bisa puas; apa yang aku terima akan selalu membuatku menginginkan lebih. Ketika Engkau memenuhi jiwaku, aku memiliki rasa lapar yang lebih besar, dan aku semakin lapar akan terang-Mu. Aku ingin di atas segalanya melihat Engkau, terang yang sejati, sebagaimana Engkau adanya.
Aku telah mengecap dan melihat kedalaman misteri-Mu dan keindahan ciptaan-Mu dengan terang pemahamanku. Aku telah mengenakan rupa-Mu dan telah melihat apa yang akan aku jadi. Bapa yang kekal, Engkau telah memberiku bagian dalam kuasa-Mu dan hikmat yang Kristus klaim sebagai milik-Nya, dan Roh Kudus-Mu telah memberiku keinginan untuk mencintai Engkau. Engkau adalah Penciptaku, Tritunggal yang kekal, dan aku adalah ciptaan-Mu. Engkau telah menjadikan aku ciptaan baru dalam darah Putra-Mu, dan aku tahu bahwa Engkau digerakkan oleh kasih pada keindahan ciptaan-Mu, sebab Engkau telah menerangi aku.
Tritunggal yang kekal, Keilahian, misteri sedalam lautan, Engkau tidak dapat memberiku anugerah yang lebih besar daripada anugerah diri-Mu sendiri. Sebab Engkau adalah api yang selalu menyala dan tidak pernah habis, yang sendiri menghabiskan semua kasih egois yang memenuhi keberadaanku. Ya, Engkau adalah api yang menghilangkan dingin, menerangi pikiran dengan terangnya dan menyebabkan aku mengetahui kebenaran-Mu. Dengan terang ini, yang terpantul seolah-olah dalam cermin, aku mengenali bahwa Engkau adalah kebaikan tertinggi, yang tidak dapat kita pahami atau selami. Dan aku tahu bahwa Engkau adalah keindahan dan hikmat itu sendiri. Makanan para malaikat, Engkau memberikan diri-Mu kepada manusia dalam api kasih-Mu.
Engkau adalah pakaian yang menutupi ketelanjangan kami, dan dalam kelaparan kami Engkau adalah makanan yang memuaskan, sebab Engkau adalah kemanisan dan di dalam Engkau tidak ada rasa pahit, ya Allah Tritunggal!

RESPONSORIUM

Saudariku dan kekasihku, bukalah dirimu bagiku, Engkau adalah ahli waris Kerajaan-Ku dan Engkau telah memahami misteri-misteri tersembunyi kebenaran-Ku.
Engkau diperkaya dengan anugerah Roh-Ku, dibersihkan dari segala dosa oleh pencurahan darah-Ku, alleluya.
Pergilah dari ketenangan kontemplasi dan berikanlah kesaksian dengan berani akan kebenaran-Ku.
Engkau diperkaya dengan anugerah Roh-Ku, dibersihkan dari segala dosa oleh pencurahan darah-Ku, alleluya.

DOA PENUTUP

Ya Allah,
yang membakar Santa Katarina dari Siena
dengan kasih ilahi dalam kontemplasinya akan Sengsara Tuhan
dan pelayanannya kepada Gereja-Mu,
berilah, melalui perantaraannya,
agar umat-Mu, yang berpartisipasi dalam misteri Kristus,
selalu bersukacita dalam pewahyuan kemuliaan-Nya.
Yang hidup dan meraja bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.
Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.
Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.

Mazmur 107 (108)

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bagunlah, hai hatiku, berkumandanglah, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memuji Engkau di tengah segala bangsa,*
bersama seluruh rakyat aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanmMu di surga, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Berilah aku kemenangan dengan tangan kuat,*
selamatkanlah umatMu yang Kaucintai.

Allah telah berfirman dari surga:*
"Dengan gembira tanah Sikem Kujadikan bagian jarahanKu,

lembah Sukot Kuukur,*
tanah Gilead dan Manasye manjadi milikKu.

Tanah Efraim Kujadikan topi bajaKu,*
Yehuda tongkat kerajaanKu, Moab tempat pembasuhanKu.

Tanah Edom Kujadikan kepunyaanKu,*
Filistea menggemakan lagu kemenangan."

Siapa mengantar aku ke kota Petra?*
Siapa melantik aku menjadi raja Edom?

Bukankah Engkau, ya Allah! Masihkah Engkau membuang kami,*
dan tidak lagi menyertai bala tentara kami?

Berilah kami pertolongan terhadap musuh,*
sebab sia-sialah bantuan manusia.

Bersama Allah, kita berjuang gagah perkasa,*
Ia sendiri akan menginjak-injak para lawan kita.

Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di surga, ya Allah, alleluya.

Ant.2: Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.

Yes 61,10-62,5

Aku sangat bergembira dalam Tuhan,*
dan bersorak riang dalam Allahku.

Sebab Tuhan telah mengenakan padaku dandanan keselamatan,*
dan menyelubungi aku dengan pakaian kebenaran.

Laksana pengantin pria mengenakan mahkota,*
dan mempelai wanita hiasan permata.

Seperti bumi menimbulkan tetumbuhan,*
dan ladang menumbuhkan benih,

demikian pula Tuhan Allah menumbuhkan kebenaran dan pujian,*
di hadapan segala bangsa.

Demi Sion aku akan mengumandangkan suara,*
demi Yersulalem aku akan giat bekerja,

sampai kesuciannya memancar bagaikan cahaya,*
dan keselamatannya bersinar laksana obor.

Segala bangsa akan melihat kesucianmu, hai Yerusalem,+
semua raja akan menyaksikan kemuliaanmu;*
engkau akan diberi nama baru oleh Tuhan.

Seperti sebuah mahkota engkau di tangan Tuhan,*
bagaikan tajuk engkau dipegang Allahmu.

Engkau tak lagi disebut: "Yang ditinggalkan",*
negerimu tak lagi dinamakan: "Yang kesepian".

Sebab namamu yang baru ialah: "KekasihKu",*
"mempelaiKu" nama negerimu.

Karena Tuhan cinta padamu,*
negerimu menjadi mempelaiNya.

Sebagaimana seorang pemuda memperisteri gadis,*
demikian pula Allah pencipta akan menjadi suamimu.

Seperti seorang suami yang baru menikah suka akan isterinya,*
demikian pula Allahmu suka akan dirimu.

Ant.2: Tuhan menumbuhkan kebenaran dan pujian di hadapan segala bangsa, alleluya.

Ant.3: Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.

Mazmur 145 (146)

Pujilah Tuhan, hai hatiku!+
Aku hendak memuliakan Tuhan seumur hidup,*
memujiNya selama hayat dikandung badan.

Jangan menaruh harapan pada orang-orang besar,*
pada manusia yang tak dapat meyelamatkan.

Bila melayang nyawanya, ia menjadi debu,*
hari itu juga buyarlah rencananya.

Berbahagialah orang yang mengharapkan pertolongan dari Allah Yakub,*
yang menaruh kepercayaan pada Tuhan, Allahnya.

Sebab Tuhan menjadikan langit dan bumi,*
menciptakan laut dan segala isinya.

Tuhan tetap setia terhadap orang yang dihina,*
menjamin keadilan bagi orang yang tertindas.

Tuhan memberi makan orang yang lapar,*
membebaskan orang yang terbelenggu.

Tuhan membuka mata orang buta,*
menegakkan orang yang bungkuk.

Tuhan melindungi orang asing,*
memelihara para yatim piatu dan janda.

Tuhan mengasihi orang jujur,*
tetapi orang berdosa digulingkanNya.

Tuhanlah raja selama-lamanya,*
Dialah Allahmu, hai Sion, turun-temurun.

Ant.3: Tuhanlah raja selama-lamanya, Dialah Allahmu, hai Sion, alleluya.

Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)

Jika kita sudah mati bersama Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga bersama dengan Dia. Sebab kita tahu, bahwa Kristus yang bangkit dari alam maut takkan mati lagi; maut tidak menguasaiNya lagi. Sebab kematian yang Ia alami, merupakan kematian tetap terhadap dosa; kehidupanNya ialah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu menganggap dirimu mati terhadap dosa, tetapi hidup untuk Allah dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.

Lagu singkat:

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Sesudah disalibkan bagi kita. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Aku datang ke dunia sebagai cahaya, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Aku datang ke dunia sebagai cahaya, supaya setiap orang yang percaya kepadaKu jangan tinggal dalam kegelapan, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah diserahkan karena kejahatan kita dan dibangkitkan demi keselamatan kita. Marilah kita berseru kepadaNya:
U: Selamatkanlah kami karena kemenanganMu, ya Tuhan.
P: Kristus penyelamat, Engkau menggembirakan kami dengan kemenanganMu atas maut; Engkau memuliakan kami dengan kebangkitanMu dan melimpahi kami dengan kurniaMu,* bangkitkanlah semangat kami dan kuduskanlah kami hari ini dengan kurnia Roh kudus.
P: Engkau dimuliakan di surga oleh para malaikat, dan disembah di bumi oleh manusia, kami mohon pada masa kebangkitanMu ini,* terimalah kiranya ibadat kami dalam roh dan kebenaran.
P: Tuhan Yesus Kristus, selamatkanlah kami dan curahkanlah belaskasihanMu atas umat yang menantikan kebangkitan,* kasihanilah kami dan jagailah kami hari ini terhadap segala kejahatan.
P: Raja kemuliaan, Engkaulah kehidupan kami, semoga pada saat Engkau menampakkan diri,* kamipun dimuliakan bersama Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, Engkaulah kehidupan umat beriman, kemegahan orang-orang kecil dan kebahagiaan orang-orang saleh. Dengarkanlah doa kami yang haus akan janjiMu dan puaskanlah kami dengan kelimpahanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU IV SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.

Mazmur 118 (119),145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan memohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, aku berharap akan firmanMu, alleluya.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Mazmur 93 (94) I

Ya Allah pembalas, ya Tuhan,*
ya Allah pembalas, tampillah!

Engkau yang menghakimi bumi, bangkitlah,*
balaslah perbuatan orang sombong.

Masih berapa lamakah, ya Tuhan,*
masih berapa lamakah orang berdosa memegahkan diri?

Mereka memuntahkan kata-kata yang kurang ajar,*
para penjahat itu menyombongkan diri.

Mereka menindas umatMu, ya Tuhan,*
menghancurkan milik pusakaMu.

Mereka membunuh janda dan orang asing,*
menewaskan anak yatim piatu.

Mereka berpikir: Tuhan tidak melihat,*
dan Allah Yakub tidak memperhatikan.

Kapan engkau insaf, hai orang bodoh,*
hai orang dungu, kapan engkau berakal sehat?

Tuhan yang memberi telinga, masakan tidak mendengar,*
dan yang membuat mata, masakan tidak melihat!

Tuhan yang memimpin para bangsa, masakan tidak menghukum,+
Tuhan yang mengajar manusia, masakan tidak tahu!*
Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.2: Tuhan tahu bahwa pikiran manusia sia-sia belaka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.

Mazmur 93 (94) II

Berbahagialah orang yang Kaudidik, ya Tuhan,*
yang Kauajari hukumMu.

Kauberi dia ketenangan sesudah kesedihan,*
sedangkan untuk orang berdosa disediakan kubur.

Sebab Tuhan takkan meninggalkan umatnya,*
Ia takkan menolak milik pusakanya.

Sebab keputusan Tuhan akan mengembalikan keadilan,*
dan kehormatan orang jujur akan dipulihkan.

Siapa yang bangkit menolong aku melawan para penjahat,*
siapa yang mendukung aku melawan kaum durjana.

Andaikan Tuhan tidak menolong aku,*
niscaya sudah lama aku meringkuk di alam maut.

Ketika kukira, aku akan jatuh,*
kasih setiaMu menegakkan daku, ya Tuhan.

Ketika kesusahan menekan batinku,*
penghiburanMu menggembirakan daku.

Masakah hakim yang lalim bisa bersekutu dengan Dikau,*
masakan para pengacau mendapat perlindunganMu!

Mereka bersekongkol mau merenggut nyawa orang jujur,*
menjatuhkan hukuman atas orang yang tak bersalah.

Tetapi Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa,*
dan Allahku menjadi pelindungku.

Tuhan membalas kejahatan mereka,+
Ia membinasakan kaum durhaka itu,*
ya, Tuhan Allah kita membinasakan mereka.

Ant.3: Tuhan menjadi pembelaku yang perkasa, dan Allahku menjadi pelindungku, alleluya.

Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)

Kita akan diterima oleh Allah sebagai orang benar, kalau kita percaya kepada Dia yang telah membangkitkan Yesus, Tuhan kita, dari alam maut. Yesus diserahkan kepada maut karena langkah laku kita yang salah, dan dibangkitkan untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah.

P: Para murid bergembira, alleluya.
U: Tatkala melihat Tuhan, alleluya.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU IV SORE

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.

Mazmur 138 (139),1-18.23-24 - I

Tuhan, Engkau menyelami dan mengenal aku,+
Engkau tahu bila aku duduk atau berdiri,*
dari jauh Engkau mengerti pikiranku.

Engkau tahu, bila aku berjalan atau berbaring,*
segala tingkah lakuku Kaumaklumi.

sebelum aku sempat mengucapkan sepatah katapun,*
Engkau telah mengetahui semuanya, ya Tuhan.

Engkau melingkungi aku dari muka dan dari belakang,*
dan menaruh tanganMu di atasku.

Terlalu ajaiblah bagiku pengetahuanMu,*
terlalu tinggi untuk kupahami.

Ke mana aku dapat pergi menjauhi RohMu,*
ke mana aku dapat lari menyingkiri wajahMu?

Kalaupun aku naik ke langit, Engkau ada di sana,*
kalaupun aku turun ke alam maut, di situpun Engkau ada.

Kalaupun aku terbang jauh dari timur,*
dan mendarat di ujung barat,

di sanapun lenganMu menuntun daku,*
dan tanganMu memegang aku.

Maka sadarlah aku,+
bahkan dalam kegelapan, Tuhan memperhatikan daku,*
dan di tengah malam aku bermandikan cahaya.

Kegelapanpun tidak gelap bagiMu,+
sebab malam bercahaya bagiMu bagaikan siang,*
dan kegelapan bagaikan terang.

Ant.1: Malam bercahaya bagaikan siang, alleluya.

Ant.2: Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.

Mazmur 138 (139) - II

Engkaulah yang membentuk lubuk hatiku,*
Engkau melindungi aku sedari kandung ibuku.

Aku bersyukur kepadaMu, Allah yang mahatinggi,*
sebab agunglah Engkau.

Aku bersembah sujud di hadapanMu,*
sebab dahsyatlah karyaMu.

Dari dahulu Engkau mengenal isi hatiku,*
sanubariku tak tersembunyi bagiMu,

sejak aku dibentuk dalam selubung rahasia,*
dan diciptakan secara tak terselami.

PerhatianMu mengikuti hidupku tahap demi tahap,*
dan semuanya tercatat dalam kitabMu.

Segala hari hidupku sudah Kautentukan,*
sebelum aku dilahirkan.

Betapa mendalam pikiranMu, ya Allah,*
betapa padat maknanya.

Sekiranya kuhitung, banyaknya melebihi pasir,*
dan akhirnya aku belum juga menangkap sedikitpun.

Selamilah aku, ya Allah, dan ajuklah isi hatiku,*
ujilah aku dan dalamilah pikiranku.

Jagalah, jangan sampai jalan hidupku menyimpang,*
dan tuntunlah aku ke hidup abadi.

Ant.2: Aku mengenal domba-dombaKu, dan domba-dombaKu mengenal Aku, alleluya.

Ant.3: Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja;+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kegemilangan Allah meliputi cakrawala, dan bumi penuh kemuliaanNya, alleluya.

Bacaan singkat: (Ibr 7,24-27)

Yesus tinggal tetap selama-lamanya. Maka imamatNyapun kekal adanya. Sebab itu, hingga kekal Ia sanggup menyelamatkan mereka yang datang kepada Allah dengan perantaraanNya, karena Ia tetap hidup untuk menjadi pengantara kita. Memang kita perlukan seorang imam agung yang kudus, tak bersalah, tak bernoda, tak termasuk kaum pendosa, dan mulia melebihi segala langit. Yesus tidak seperti imam-imam lainnya, yang harus mempersembahkan kurban pertama-tama karena dosanya sendiri dan baru kemudian karena dosa umat. Karena hal itu telah dilakukanNya, satu kali untuk selama-lamanya, ketika Ia mempersembahkan diriNya sebagai kurban.

Lagu singkat:
P: Para murid bergembira,* Alleluya, alleluya. U: Para. P: Tatkala melihat Tuhan. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Para.

Lagu singkat Sesudah kenaikan Tuhan:

P: Roh penghibur,* Alleluya, alleluya. U: Roh. P: Akan mengajar kamu segalanya. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Roh.

Ant.Kidung: Allah mengutus PuteraNya, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan dunia, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Allah mengutus PuteraNya, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan dunia, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah bangkit dari alam maut dan bersemayam di sebelah kanan Bapa. Marilah kita berdoa kepadaNya:
U: Kristus, sumber hidup abadi, dengarkanlah kami.
P: Ingatlah, ya Tuhan, akan semua orang yang melayani umatMu,* agar mereka sanggup memberi teladan hidup suci kepada orang beriman.
P: Berilah semangat keadilan dan damai kepada para pemimpin negara,* agar kami dapat hidup rukun di tengah keluarga bangsa-bangsa.
P: Berkatilah hidup kami dengan kesejahteraan,* dan tambahkanlah kesuburan bumi untuk menghindarkan bencana kelaparan.
P: Kristus, penyelamat, Engkau telah menerangi seluruh dunia dan memanggil setiap makhluk kepada kehidupan,* terangilah arwah para saudara kami dengan cahaya abadi.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah, Engkaulah kehidupan umat beriman, kemegahan orang-orang kecil dan kebahagiaan orang-orang saleh. Dengarkanlah doa kami yang haus akan janjiMu dan puaskanlah kami dengan kelimpahanMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

S. Katarina dari Siena

Perawan dan Pujangga Gereja · 1347-1380

Katarina lahir di Siena, Italia, pada tahun 1347, anak yang hampir bungsu dari keluarga besar seorang tukang celup kain. Sejak kecil ia sudah menampakkan kesalehan yang mendalam. Menolak rencana orang tuanya untuk menikahkannya, ia memilih membaktikan diri sepenuhnya kepada Kristus dan bergabung dengan kelompok awam Ordo Santo Dominikus (para tertiari).

Selama bertahun-tahun Katarina hidup dalam doa, keheningan, dan mati raga di rumahnya sendiri. Ia mengalami pengalaman mistik yang mendalam, termasuk yang ia lukiskan sebagai "pernikahan rohani" dengan Yesus. Namun hidup batinnya justru mendorongnya keluar untuk melayani: ia merawat orang sakit dan korban wabah, mendamaikan keluarga yang bermusuhan, dan menarik banyak orang kembali kepada Allah.

Meski tak pernah mengenyam pendidikan tinggi dan hampir tak dapat menulis sendiri, Katarina menjadi penasihat yang disegani, bahkan oleh para paus dan penguasa. Dengan surat-surat dan kata-katanya yang berani ia mendesak Paus Gregorius XI meninggalkan Avignon dan kembali ke Roma pada tahun 1377, sebuah peristiwa besar dalam sejarah Gereja. Ajaran rohaninya terhimpun dalam karya termasyhur berjudul Dialog.

Katarina wafat di Roma pada tahun 1380 dalam usia hanya tiga puluh tiga tahun, kelelahan oleh doa dan perjuangannya bagi kesatuan Gereja. Pada tahun 1970 Paus Paulus VI menyatakannya sebagai Pujangga Gereja, salah satu perempuan pertama yang menerima gelar itu.

Pelindung: Italia, Eropa, dan mereka yang sakit.

Santa Katarina dari Siena

Perawan dan Pujangga Gereja

Pada abad ke-14, kota Sienna menjadi ibukota sebuah Republika yang makmur dan merdeka. Di kota inilah, Katarina lahir pada tahun 1347, keluarganya tergolong besar tapi sederhana. Demi keutuhan Gereja, Allah memilih dia menjadi pembimbing dan pelindung Gereja dalam suatu kurun waktu yang suram.

Katarina tidak bersekolah dan tidak pandai menulis. Keterampilan membaca sangat sedikit dikuasainya. Hal ini sedikit menolongnya untuk mengikuti doa ofisi di kemudian hari ketika ia masuk biara. Ketika berusia 6 tahun, ia mengalami suatu peristiwa ajaib, yang memberi tanda surgawi bahwa ia akan dipilih Allah untuk suatu tugas khusus dalam Gereja. Ia melihat Kristus di atas gereja Santo Dominikus yang sedang memberkatinya. Peristiwa ini menyebabkan perubahan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia suka memencilkan diri untuk berdoa. Ibunya tidak suka melihat kelakuannya. Oleh karena itu, ia dipekerjakan di dapur dari pagi hingga malam. Ia tidak memberontak terhadap perlakuan ibunya. Sebaliknya, ia dengan taat dan rajin melakukan apa yang di suruh ibunya.

Kesabarannya dalam menaati suruhan ibunya, akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia mampu mengatasi segala kesulitan yang menimpanya, sambil terus berdoa kepada Tuhan. Sesudah mengalami banyak kesulitan, ia diijinkan orangtuanya untuk masuk ordo Ketiga Santo Dominikus. Di dalam biara ia tetap melaksanakan doa dan meditasi di samping karya amal dan kerasulannya. Lama-kelamaan ia menjadi pusat perhatian semua anggota biara. Kerohanian dan kepribadiannya yang menarik mengangkat dia ke atas jabatan pemimpin biara itu.

Situasi gereja pada masa itu kacau-balau. Imam-imam dan pimpinan Gereja tidak menampilkan diri secara baik. Peperangan antar negara dan antar raja-raja timbul dimana-mana. Di samping itu, Sri Paus di Avignon, Perancis yang sudah berusian 70 tahun menimbulkan percekcokan di kalangan pemimpin-pemimpin gereja. Dalam suatu penglihatan, Kristus menganjurkan kepada Katarina untuk menyurati Paus, raja-raja dan uskup serta para panglima guna memperbaiki keadaan masyarakat dan Gereja. Paus Gregorius XI memintanya pergi ke Pisa dan Florence untuk mendamaikan kedua republik itu. Katarina berhasil meyakinkan Paus untuk pulang ke Roma sebagai kota abadi dan pusat Gereja.

Semenjak masuk ke dalam Ordo ketiga Santo Dominikus, Katarina makin memperkeras puasanya. Banyak kali ia tidak makan, kecuali menerima Komuni Suci. Ia dikaruniai Stigmata / luka-luka Tuhan Yesus. Atas permohonannya, stigamata itu tidak terlihat oleh orang lain selama hidupnya. Kemudian setelah meninggal stigmata itu baru terlihat di badannya secara jelas. Katarina memiliki kharisma yang besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa kembali banyak pendosa ke jalan Tuhan, termasuk mendamaikan raja-raja dengan Gereja. Semuanya itu dilihatnya sebagai anugerah Tuhan. Ia sendiri menganggap dirinya hanyalah alat Tuhan untuk menegakkan kemuliaan Tuhan. Pada tahun 1380 ia meninggal dunia di Roma dalam usia 33 tahun.

Santo Hugo/ Hugo Agung

Abbas

Putra bangsawan dari Samur, Prancis ini lahir pada tahun 1024. Ketika berusia 15 tahun, ia masuk biara Benediktin dan menjadi Abbas biara Kluni pada usia 25 tahun. Ketika itu biara Perancis ini mulai kuat pengaruhnya di seluruh Eropa. Banyak biara Kluni didirikan pada masa kepemimpinan Hugo. Aturan-aturan hidup membiara dibuatnya untuk seluruh biara yang dibangunnya.

Kepribadian yang mengagumkan dan kesalehan hidupnya berpengaruh luas baik di kalangan gereja maupun pemerintahan negara. Ia menjadi penasihat bagi sembilan orang Paus, termasuk Sri Paus Gregorius VII (1073-1085) dan banyak pemimpin negara. Ia berusaha keras untuk membaharui cara hidup para imam dan berusaha membebaskan Gereja dari pengawasan negara. Karena semuanya itu, ia dikenal sebagai pencinta dan pencipta perdamaian, dan sebagai sahabat para kusta dan semua orang sakit yang berada di rumah sakit yang didirikannya di Marcigny. Ia meninggal pada tanggal 29 April 1109 dan digelari kudus pada tahun 1120.

Santo Petrus dari Verona

Martir

Petrus lahir di Verona, Italia, pada tahun 1205. Ia mendapat pendidikan di sekolah Katolik, padahal keluarganya menganut faham Katarisme. Faham Katarisme mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersifat kebendaan (materi) adalah buruk dan jahat, oleh karena itu bukan ciptaan Allah yang MahaBaik. Bumi dan segala isinya yang bersifat kebendaan bukan ciptaan Allah..

Ajaran Katarisme ini bertentangan sekali dengan ajaran iman Katolik yang diperoleh Petrus di sekolahnya. Di sekolah ia diajarkan tentang pengakuan Iman Para Rasul (Credo) yang antara lain berbunyi: "Aku percaya akan Allah Bapa yang MahaKuasa Pencipta langit dan bumi…" Ajaran iman katolik ini lebih berkesan di hatinya. Kepada keluarnya ia berkata: "Pengetahuanku tentang rahasia-rahasia iman Katolik sangatlah jelas dan dalam, dan keyakinanku akan kebenaran-kebenaran itu sungguh kokoh, sehingga bagiku semuanya itu lebih merupakan sesuatu yang tampak di mataku daripada yang diimani belaka."

Setelah menanjak dewasa, Petrus masuk biara Dominikan. Disana ia menerima pakaian biara dari tangan Santo Dominikus sendiri. Setelah menempuh pendidikan hidup membiara, ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, ia ditugaskan berkhotbah di seluruh wilayah Lombardia tentang ajaran iman yang benar. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kebencian para penganut Katarisme. Para pengikut aliran sesat itu menyerangnya dengan berbagai tuduhan palsu. Tanpa menyelidiki secara mendalam benar-tidaknya ajaran yang disebarkan Petrus dalam khotbah-khotbahnya, para pembesar masyarakat menegur dan mengecamnya. Menghadapi kecaman-kecaman itu, Petrus tetap bersemangat menjalankan tugasnya sebagai pengkhotbah dan terus berdoa meminta kepada Tuhan agar kiranya ia dapat mati untuk Tuhan, sebagaimana telah diteladankan Yesus dengan mati di salib demi keselamatan manusia, termasuk dirinya. Ia selalu berkata: "Biarkanlah mereka melakukan apa saja atas diriku sesuai rencana mereka. Aku tetap bergembira dan bersemangat karena dengan mati aku akan lebih berpengaruh daripada sekarang."

Doa-doanya untuk mati dalam nama Tuhan terkabulkan, ketika ia dibunuh oleh dua orang Kataris sementara menjalankan tugasnya sebagai pengajar agama. Tetapi justru kematiannya ini membawa banyak berkat bagi orang-orang Kataris. Segera setelah peristiwa pembunuhan atas dirinya, seorang dari pembunuh itu bertobat dan masuk biara Dominikan.