Sabtu, 9 Mei 2026

Sabtu V Paskah

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 16:1-10

Paulus datang juga ke Derbe dan ke Listra. Di situ ada seorang murid bernama Timotius; ibunya adalah seorang Yahudi dan telah menjadi percaya, sedangkan ayahnya seorang Yunani. Timotius ini dikenal baik oleh saudara-saudara di Listra dan di Ikonium, dan Paulus mau, supaya dia menyertainya dalam perjalanan. Paulus menyuruh menyunatkan dia karena orang-orang Yahudi di daerah itu, sebab setiap orang tahu bahwa bapanya adalah orang Yunani. Dalam perjalanan keliling dari kota ke kota Paulus dan Silas menyampaikan keputusan-keputusan yang diambil para rasul dan para penatua di Yerusalem dengan pesan, supaya jemaat-jemaat menurutinya. Demikianlah jemaat-jemaat diteguhkan dalam iman dan makin lama makin bertambah besar jumlahnya. Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia. Dan setibanya di Misia mereka mencoba masuk ke daerah Bitinia, tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka. Setelah melintasi Misia, mereka sampai di Troas. Pada malam harinya tampaklah oleh Paulus suatu penglihatan: ada seorang Makedonia berdiri di situ dan berseru kepadanya, katanya: "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana.

Mazmur Tanggapan Mazmur 100:1-3,5

Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi!
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
Ketahuilah, bahwa Tuhanlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya.
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun.

Bacaan Injil Yohanes 15:18-21

"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu; jikalau mereka telah menuruti firman-Ku, mereka juga akan menuruti perkataanmu. Tetapi semuanya itu akan mereka lakukan terhadap kamu karena nama-Ku, sebab mereka tidak mengenal Dia, yang telah mengutus Aku.

Renungan

Ditahan untuk Diarahkan

Pernah merencanakan sesuatu matang-matang lalu semuanya seret? Tiket habis, jalan ditutup, izin tak keluar. Kita jengkel, merasa dihalangi. Baru belakangan kadang mengerti: seandainya rencana tadi jadi, kita justru celaka.

Paulus dan Silas mengalami yang mirip, tapi lebih berani ditafsirkan. "Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia." Lalu mereka mencoba ke Bitinia, "tetapi Roh Yesus tidak mengizinkan mereka." Dua pintu tertutup berturut-turut. Kalau kita, mungkin sudah mengeluh: mengapa melayani-Mu malah dipersulit?

Mereka tidak berhenti, hanya terus berjalan sampai di Troas. Di sana, malam hari, tampaklah penglihatan: seorang Makedonia berdiri dan berseru, "Menyeberanglah ke mari dan tolonglah kami!" Ternyata dua pintu tadi ditutup bukan untuk menghukum, melainkan untuk mengarahkan. Injil harus menyeberang ke Eropa, dan Paulus nyaris melangkah ke arah yang lain.

Ini menghibur sekaligus menegur. Tidak semua "tidak" dari Tuhan adalah penolakan. Sebagian adalah kemudi yang halus, membelokkan kita dari jalan yang tampak baik menuju jalan yang lebih Ia kehendaki.

Yang dituntut hanya satu: tetap berjalan sampai arah baru itu menjadi jelas, seperti Paulus yang tak berhenti di Asia.

Pintu tertutup mana yang dulu kita sesali, ternyata menyelamatkan?

Tuhan, ketika Engkau menahan langkahku, tolonglah aku percaya bahwa Engkau sedang mengarahkan, bukan menolak. Amin.

Invitatorium

SABTU V PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Sabtu dalam Pekan ke-5 Paskah

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ave Maria, gratia plena

Dominus tecum

Benedicta tu in mulieribus

Et benedictus fructus ventris tui, Jesus
Sancta Maria, Mater Dei

Ora pro nobis peccatoribus

Nunc et in hora mortis nostrae
Amen.
Terjemahan Bahasa Inggris:
Salam Maria, penuh rahmat

Tuhan besertamu

Terpujilah engkau di antara wanita

Dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus
Santa Maria, Bunda Allah

Doakanlah kami orang berdosa

Sekarang, dan pada waktu kami mati
Amin.

PSALMODI

Ant. 1 Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat, alleluya.

Mazmur 105

Tuhan setia pada janji-janji-Nya

Para rasul mewartakan kepada bangsa-bangsa keajaiban yang Allah perbuat ketika Ia datang di antara kita (Santo Athanasius).
I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebutlah nama-Nya,

beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.
Bernyanyilah bagi-Nya, nyanyikanlah pujian bagi-Nya;

ceritakanlah segala karya-Nya yang ajaib!

Banggalah akan nama-Nya yang kudus,

biarlah hati orang yang mencari Tuhan bersukacita.
Perhatikanlah Tuhan dan kekuatan-Nya;

carilah wajah-Nya senantiasa.

Ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat,

mukjizat-Nya, penghakiman yang Ia ucapkan.
Hai anak-anak Abraham, hamba-Nya,

hai anak-anak Yakub yang Ia pilih,

Ia, Tuhan, adalah Allah kita;

penghakiman-Nya berlaku di seluruh bumi.
Ia mengingat perjanjian-Nya untuk selama-lamanya,

janji-Nya untuk seribu generasi,

perjanjian yang Ia buat dengan Abraham,

sumpah yang Ia ucapkan kepada Ishak.
Ia meneguhkannya bagi Yakub sebagai hukum,

bagi Israel sebagai perjanjian untuk selama-lamanya.

Ia berkata: Aku memberikan kepadamu suatu negeri,

Kanaan, warisanmu yang telah ditetapkan.”
Ketika mereka sedikit jumlahnya,

segenggam orang asing di negeri itu,

ketika mereka mengembara dari satu negeri ke negeri lain,

dari satu kerajaan dan bangsa ke bangsa lain,
Ia tidak membiarkan seorang pun menindas mereka;

Ia menegur raja-raja demi mereka:

“Jangan sentuh orang-orang yang telah Kuurapi;

jangan celakai seorang pun dari nabi-nabi-Ku.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat, alleluya.

Ant. 2 Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang berdosa, alleluya.

II
Tetapi Ia mendatangkan kelaparan di negeri itu;

Ia mematahkan tongkat yang menopang mereka.

Ia telah mengutus seorang di depan mereka,

Yusuf, dijual sebagai budak.
Kakinya dibelenggu,

lehernya diikat dengan besi,

sampai apa yang dikatakannya terjadi

dan firman Tuhan membuktikan kebenarannya.
Kemudian raja mengutus dan membebaskannya

penguasa rakyat membebaskannya,

menjadikannya penguasa rumahnya

dan penguasa segala miliknya,
untuk mengajar para pangerannya sesuka hatinya

dan untuk mengajar para penatua kebijaksanaan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang berdosa, alleluya.

Ant. 3 Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita, alleluya.

III
Maka Israel datang ke Mesir;

Yakub tinggal di negeri Ham.
Ia membuat umat-Nya bertambah banyak;

Ia menjadikan mereka lebih kuat dari musuh-musuh mereka,

yang hati mereka Ia ubah untuk membenci umat-Nya

dan untuk memperlakukan hamba-hamba-Nya dengan tipu daya.
Kemudian Ia mengutus Musa hamba-Nya

dan Harun orang yang telah Ia pilih.

Melalui mereka Ia menunjukkan keajaiban-Nya

dan mukjizat-Nya di negeri Ham.
Ia mengirim kegelapan, dan kegelapan pun terjadi

tetapi Mesir menentang firman-Nya.

Ia mengubah air menjadi darah

dan menyebabkan ikan-ikan mereka mati.
Tanah mereka dipenuhi katak,

bahkan sampai ke istana raja-raja mereka.

Ia berbicara; lalat anjing datang

dan nyamuk menutupi negeri itu.
Ia mengirim hujan es sebagai ganti hujan

dan api yang menyambar di negeri mereka.

Ia memukul kebun anggur dan pohon ara mereka;

Ia menghancurkan pohon-pohon di seluruh negeri mereka.
Ia berbicara; belalang datang,

belalang muda, terlalu banyak untuk dihitung.

Mereka memakan setiap helai rumput di negeri itu;

mereka memakan semua buah di ladang mereka.
Ia memukul semua anak sulung di negeri mereka,

bunga terbaik dari putra-putra mereka.

Ia memimpin Israel keluar dengan perak dan emas.

Di antara suku-suku-Nya tidak ada yang tertinggal.
Mesir bersukacita ketika mereka pergi

karena ketakutan telah menimpa mereka.

Ia membentangkan awan sebagai tabir

dan api untuk memberi terang dalam kegelapan.
Ketika mereka meminta makanan Ia mengirim burung puyuh;

Ia mengisi mereka dengan roti dari surga.

Ia membelah batu untuk memberi mereka air;

itu memancar di padang gurun seperti sungai.
Karena Ia mengingat firman-Nya yang kudus,

yang Ia berikan kepada Abraham hamba-Nya.

Maka Ia membawa umat-Nya keluar dengan sukacita,

orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai kegembiraan.
Dan Ia memberi mereka tanah bangsa-bangsa.

Mereka mengambil hasil jerih payah orang lain,

agar dengan demikian mereka dapat memelihara perintah-perintah-Nya,

agar dengan demikian mereka dapat mematuhi hukum-hukum-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Abraham, Yusuf, dan Musa melambangkan rencana-Mu, Bapa, untuk menebus umat manusia dari perbudakan dan memimpin mereka ke tanah perjanjian. Melalui kematian dan kebangkitan Putra-Mu, Gereja-Mu memenuhi janji-janji ini. Berilah kami air hidup dari batu dan roti dari surga, agar kami dapat bertahan dalam ziarah padang gurun kami dan bersyukur kepada-Mu selamanya atas kebaikan-Mu.

Ant. Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan firman Allah dan suara publik Gereja.
Allah telah memberi kita kelahiran baru ke dalam harapan yang hidup, alleluya.

Dengan membangkitkan Yesus Kristus dari antara orang mati, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Wahyu

22:10-21

Datanglah, Tuhan Yesus, kegenapan harapan kami
Seseorang berkata kepadaku, Yohanes: “Janganlah memeteraikan perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini, karena waktunya sudah dekat! Biarlah orang fasik terus dalam kefasikan mereka, orang cabul dalam kecabulan mereka! Orang yang berbudi luhur harus terus hidup dalam kebajikan mereka dan orang-orang kudus dalam kekudusan mereka!
“Ingatlah, Aku datang segera! Aku membawa serta upah yang akan diberikan kepada setiap orang sesuai dengan perbuatannya. Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir, Yang Awal dan Yang Akhir! Berbahagialah mereka yang mencuci jubah mereka agar memiliki akses bebas ke pohon kehidupan dan masuk ke kota melalui gerbangnya! Di luar ada anjing-anjing dan tukang sihir, orang-orang cabul dan pembunuh, penyembah berhala dan semua yang mencintai kepalsuan.
“Akulah, Yesus, yang telah mengutus malaikat-Ku untuk memberikan kesaksian ini kepadamu tentang gereja-gereja. Aku adalah Akar dan Keturunan Daud, Bintang Pagi yang bersinar terang.”
Roh dan Mempelai Perempuan berkata, “Datanglah!” Biarlah dia yang mendengar menjawab, “Datanglah!” Biarlah dia yang haus maju; biarlah semua yang menginginkannya menerima karunia air kehidupan.
Aku sendiri bersaksi kepada semua yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini. Jika ada yang menambah perkataan-perkataan ini, Allah akan menimpakan kepadanya semua tulah yang dijelaskan di sini! Jika ada yang mengurangi perkataan-perkataan dari kitab nubuat ini, Allah akan mengambil bagiannya dalam pohon kehidupan dan kota kudus yang dijelaskan di sini!
Dia yang memberikan kesaksian ini berkata, “Ya, Aku datang segera!”

Amin! Datanglah, Tuhan Yesus!

Rahmat Tuhan Yesus menyertai kamu sekalian. Amin!

RESPONSORIUM Wahyu 22:5, 3

Aku adalah akar dan keturunan Daud, bintang pagi yang bersinar. Roh dan Mempelai Perempuan berkata: Datanglah.

Biarlah setiap orang yang mendengar berkata: Datanglah. Amin. Datanglah, Tuhan Yesus, alleluya.
Datanglah ke air, hai kamu sekalian yang haus; dengarkanlah perkataan-Ku dan datanglah kepada-Ku.

Biarlah setiap orang yang mendengar berkata: Datanglah. Amin. Datanglah, Tuhan Yesus, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari sebuah uraian tentang mazmur oleh Santo Agustinus, uskup

Alleluya Paskah
Pikiran kita dalam hidup sekarang ini harus tertuju pada pujian kepada Allah, karena dalam memuji Allah kita akan bersukacita selamanya dalam hidup yang akan datang; dan tidak seorang pun dapat siap untuk hidup yang akan datang kecuali ia melatih dirinya untuk itu sekarang. Jadi kita memuji Allah selama hidup kita di bumi, dan pada saat yang sama kita mengajukan permohonan kepada-Nya. Pujian kita diungkapkan dengan sukacita, permohonan kita dengan kerinduan. Kita telah dijanjikan sesuatu yang belum kita miliki, dan karena janji itu dibuat oleh Dia yang menepati firman-Nya, kita percaya kepada-Nya dan bersukacita; tetapi sejauh kepemilikan tertunda, kita hanya bisa merindukan dan mendambakannya. Adalah baik bagi kita untuk bertekun dalam kerinduan sampai kita menerima apa yang dijanjikan, dan kerinduan berakhir; maka hanya pujian yang akan tetap ada.
Karena ada dua periode waktu ini — yang sekarang, yang penuh dengan cobaan dan masalah hidup ini, dan yang akan datang, hidup yang penuh ketenangan dan sukacita abadi — kita diberi dua masa liturgi, satu sebelum Paskah dan yang lainnya sesudah Paskah. Masa sebelum Paskah melambangkan masalah-masalah yang kita alami di sini dan sekarang, sementara masa sesudah Paskah yang sedang kita rayakan saat ini melambangkan kebahagiaan yang akan menjadi milik kita di masa depan. Apa yang kita peringati sebelum Paskah adalah apa yang kita alami dalam hidup ini; apa yang kita rayakan sesudah Paskah menunjuk pada sesuatu yang belum kita miliki. Inilah sebabnya kita menjaga masa pertama dengan puasa dan doa; tetapi sekarang puasa telah berakhir dan kita mengabdikan masa sekarang untuk pujian. Demikianlah makna Alleluya yang kita nyanyikan.
Kedua periode ini diwakili dan ditunjukkan kepada kita dalam Kristus, kepala kita. Sengsara Tuhan menggambarkan bagi kita hidup kita sekarang ini yang penuh cobaan—menunjukkan bagaimana kita harus menderita dan ditimpa kesusahan dan akhirnya mati. Kebangkitan dan pemuliaan Tuhan menunjukkan kepada kita hidup yang akan diberikan kepada kita di masa depan.
Maka sekarang, saudara-saudari, kami mendesak kamu untuk memuji Allah. Itulah yang kita semua saling katakan ketika kita mengucapkan Alleluya. Kamu berkata kepada tetanggamu, “Pujilah Tuhan!” dan dia berkata yang sama kepadamu. Kita semua saling mendesak untuk memuji Tuhan, dan semua dengan demikian melakukan apa yang masing-masing dari kita desak orang lain untuk lakukan. Tetapi perhatikanlah agar pujianmu berasal dari seluruh keberadaanmu; dengan kata lain, perhatikanlah agar kamu memuji Allah bukan hanya dengan bibir dan suaramu, tetapi dengan pikiranmu, hidupmu, dan semua tindakanmu.
Kita memuji Allah sekarang, berkumpul di sini di gereja; tetapi ketika kita kembali ke jalan kita masing-masing, seolah-olah kita berhenti memuji Allah. Tetapi asalkan kita tidak berhenti menjalani hidup yang baik, kita akan selalu memuji Allah. Kamu berhenti memuji Allah hanya ketika kamu menyimpang dari keadilan dan dari apa yang menyenangkan Allah. Jika kamu tidak pernah menyimpang dari hidup yang baik, lidahmu mungkin diam tetapi tindakanmu akan berseru keras, dan Allah akan memahami niatmu; karena sebagaimana telinga kita mendengar suara satu sama lain, demikian pula telinga Allah mendengar pikiran kita.

RESPONSORIUM Roma 12:5; Kolose 2:9-10; 1:18

Kesedihanmu

akan diubah menjadi sukacita, alleluya.
Sementara dunia bersukacita, kamu akan menangis, tetapi kesedihanmu

akan diubah menjadi sukacita, alleluya.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,

yang melalui kuasa pembaharuan Baptisan

telah berkenan menganugerahkan kepada kami hidup surgawi,

kami mohon, kiranya mereka yang Engkau jadikan mampu mencapai keabadian

dengan membenarkan mereka, oleh bimbingan-Mu mencapai kepenuhan kemuliaan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Fajar menyingsinglah sudah
Langit menggemakan madah
Bumi bersorak-sorailah
Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa
Menggempur markas neraka
Menggilas kuasa maut
Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu
Dijaga banyak serdadu
Namun pemenang yang luhur
Bangkit mulya dari kubur.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Atau:

Hai Yerusalem surgawi
Nyanyikanlah lagu puji
Penuh sukacita murni
Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan
Mengalahkan kegelapan
Merebut mangsa neraka
Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus
Berarak bersama Kristus
Gembira menuju Bapa
Untuk hidup selamanya.

Mulyalah Engkau, ya Tuhan
Yang bangkit tak terkalahkan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Demi kasih setiaMu berilah aku hidup, ya Tuhan, alleluya.

Mazmur 118,145-152

Aku berseru dengan segenap hati, ya Tuhan, jawablah aku,*
ketetapanMu hendak kupegang.

Aku berseru kepadaMu: selamatkanlah aku!*
PerintahMu akan kutepati.

Pagi-pagi buta aku telah bangun dan mohon pertolonganMu,*
aku berharap pada firmanMu.

Semalam-malaman mataku tertuju kepadaMu,*
untuk merenungkan janjiMu.

Dengarkanlah suaraku sesuai dengan kasih setiaMu,*
ya Tuhan, hidupkanlah aku seturut hukumMu.

Orang yang mengejar aku semakin mendekat,*
mereka menjauh dari hukumMu.

Tetapi Engkau dekat, ya Tuhan,*
dan segala perintahMu benar.

Sejak lama aku mengakui ketetapanMu,*
sebab Engkau menetapkannya dari sediakala.

Ant.1: Demi kasih setiaMu berilah aku hidup, ya Tuhan, alleluya.

Ant.2: Umat yang menang menyanyikan kidung Musa, hamba Allah, dan kidung Anakdomba, alleluya.

Kel 15,1-4;8-13;17-18

Aku hendak bernyanyi bagi Tuhan, sebab teramat luhurlah Ia,*
kuda dan penunggangnya dilemparkannya ke dalam laut.

Tuhanlah kekuatan dan sumber penyelamatanku,*
Dialah Allahku, Dia hendak kupuji.

Allah dan bapaku, kuluhurkan Dia,*
pejuang yang perkasa, Tuhanlah namaNya.

Ke dalam laut dicampakkanNya kereta Firaun dan tentaranya,*
ke dalam laut dibenamkanNya pejuang pilihan Mesir.

Nafas kemurkaanMu meniup-niup laut,+
sampai ombaknya menjulang bagaikan tembok,*
dan arusnya mengental di tengah laut.

Musuh berteriak: "Mari kita kejar sampai dapat,*
lalu kita membagi-bagi jarahan sepuas-puasnya.

Mari kita menghunus pedang,*
mari kita tumpas mereka!"

Tetapi Kautiupkan nafasMu,+
maka laut menutup mereka,*
laksana timah mereka tenggelam dalam ombak yang dahsyat.

Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan,+
siapa seperti Engkau termashur dan kudus,*
ditakuti karena karya yang mengagumkan!

Engkau mengulurkan tangan, mereka ditelan bumi.+
Dengan kasih setia Kaubimbing bangsaMu yang Kautebus,*
kekuatanMu menghantarkan mereka ke tempat kediamanMu yang kudus.

UmatMu Kaubawa dan Kautempatkan,*
di atas gunung, milik pusakaMu.

Tempat itu Kaujadikan kediamanMu,+
tempat kudus yang telah Kaubuat, ya Tuhan;*
Tuhan memerintah selama-lamanya.

Ant.2: Umat yang menang menyanyikan kidung Musa, hamba Allah, dan kidung Anakdomba, alleluya.

Ant.3: Kasih Tuhan kepada kita sungguh besar, alleluya.

Mazmur 116 (117)

Pujilah Tuhan, hai segala bangsa,*
megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa.

Sebab besar kasihNya kepada kita,*
kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.

Ant.3: Kasih Tuhan kepada kita sungguh besar, alleluya.

Bacaan singkat: (Rom 14,7-9)

Tak seorangpun di antara kita hidup bagi dirinya sendiri, dan tak seorangpun mati bagi dirinya sendiri. Sebab kalau kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan kalau kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi baik dalam hidup, maupun dalam mati, kita tetap milik Tuhan. Karena dengan maksud inilah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan bagi orang hidup maupun orang yang mati.

Lagu singkat:

P: Tuhan bangkit dari kubur,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Sesudah disalibkan bagi kita. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan bagi orang hidup maupun orang mati, alleluya.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan bagi orang hidup maupun orang mati, alleluya.

Doa Permohonan

Pada hari terakhir, Kristus akan membangkitkan semua orang yang telah dipuaskan dengan sabda dan tubuhNya. Marilah kita berdoa dengan gembira hati:
U: Berilah kami damai dan sukacita, ya Tuhan.
P: Putera Allah, karena kebangkitanMu Engkau berkuasa memberi kehidupan,* berkatilah dan kuduskanlah kami serta semua saudaraMu.
P: Engkau telah menganugerahkan damai dan kegembiraan kepada semua orang yang percaya kepadaMu,* semoga kami berlaku sebagai putera cahaya dan bergembira atas kemenanganMu.
P: Teguhkanlah iman kepercayaan umatMu yang mengembara di dunia ini,* agar mereka memberi kesaksian tentang kebangkitanMu.
P: Engkau telah masuk ke dalam kemuliaan Bapa melalui penderitaan yang dahsyat,* ubahkanlah kedukaan orang yang bersedih menjadi kegembiraan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, dalam sakramen pembaptisan Engkau telah menganugerahkan hidup surgawi kepada kami, sehingga maut tidak menguasai kami lagi. Bimbinglah kami, supaya dapat mencapai kemuliaan sepenuh-penuhnya. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU V SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu, alleluya.

Mazmur 118,33-40

Perlihatkanlah kepadaku, ya Tuhan, jalan ketetapanMu,*
aku akan berpegang kepadanya sampai saat terakhir.

Berilah aku pengertian, maka aku akan mentaati hukumMu,*
aku akan menepatinya dengan segenap hati.

Bimbinglah aku pada jalan perintahMu,*
sebab aku menyukainya.

Condongkan hatiku kepada perintahMu,*
jangan kepada keuntungan.

Jauhkanlah perhatianku dari yang sia-sia,*
buatlah aku hidup menurut hukumMu.

Tepatilah janjiMu kepada hambaMu,*
sabdaMu yang Kausampaikan kepada orang takwa.

Singkirkanlah dari aku cela yang menggelisahkan daku,*
karena baiklah segala ketetapanMu.

Sungguh aku rindu kepada titahMu,*
berilah aku hidup demi keadilanMu.

Ant.1: Bimbinglah aku, ya Tuhan, pada jalan perintahMu, alleluya.

Ant.2: Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun, alleluya.

Mazmur 33 I

Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu,*
mulutku tetap menyanyikan pujianNya.

Karena Tuhan aku bermegah-megah,*
hendaknya orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukaria.

Agungkanlah Tuhan bersama dengan daku,*
mari kita bersama memasyhurkan namaNya.

Dalam doa aku mencari Tuhan, dan Ia menjawab aku,*
Ia melepaskan daku dari segala yang menakutkan.

Pandanglah Dia, maka Engkau akan berbahagia,*
Ia tak akan mengecewakan dikau.

Orang yang malang ini berseru, dan Tuhan mendengarkannya,*
Tuhan menyelamatkan dia dari segala derita.

Bala malaikat Allah berkemah di sekeliling orang yang takwa,*
untuk melindunginya terhadap bahaya.

Rasailah dan nikmatilah, betapa baiknya Tuhan,*
berbahagialah orang yang berlindung kepadaNya.

Seganilah Tuhan, hai orang-orang suci,*
sebab yang takwa tidak berkekurangan.

Orang kaya telah menjadi miskin dan lapar,*
yang mencari Tuhan takkan kekurangan suatupun.

Ant.2: Orang yang mencari Tuhan, takkan kekurangan suatupun, alleluya.

Ant.3: Perjuangkanlah damai sejahtera, alleluya.

Mazmur 33 II

Saudara-saudara, dengarkanlah aku,*
kuajar kamu menjadi takwa.

Siapakah yang merindukan hidup,*
merindukan umur panjang penuh bahagia?

Jagalah lidahmu terhadap yang jahat,*
dan bibirmu jangan menipu.

Jauhilah yang jahat, lakukanlah yang baik,*
perjuangkanlah damai sejahtera.

Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar,*
telingaNya kepada seruan mereka

Wajah Tuhan menentang para penjahat,*
untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

Bila orang benar berseru, Tuhan mendengarkan,*
dan Ia melepaskan mereka dari segala derita.

Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat,*
Ia menyelamatkan orang yang remuk redam.

Orang benar menghadapi banyak kemalangan,*
tetapi Tuhan menyelamatkan dia dari semuanya.

Tuhan melindungi segala tulangnya,*
tak satupun akan dipatahkan.

Orang berdosa dibunuh oleh kejahatannya,*
yang membenci orang saleh akan menanggung kesalahannya sendiri.

Tuhan menyelamatkan para hambaNya,*
semua yang berlindung kepadaNya tidak menanggung hukuman.

Ant.3: Perjuangkanlah damai sejahtera, alleluya.

Bacaan singkat: (1 Kor 15,20-22)

Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Sebab seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus.

P: Tuhan telah bangkit dari alam maut, alleluya.
U: Ia berkuasa mulia selama-lamanya, alleluya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU VI SORE I

Madah

Mari kita bergembira
Merayakan hari Paska
Sambil bernyanyi memuji
Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan
Dan tubuhNya dikurbankan
DarahNya yang kita trima
Sungguh menghidupkan kita.

Kristus bangkit dari kubur
Maut kalah hancur lebur
Musuh takluk terbelenggu
Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Atau:

Yesus Kristus Paska kita
Dikurbankan bagai domba
TubuhNya dipersembahkan
Murni tanpa kesalahan.

O sungguh kurban mulia
Yang menghancurkan neraka
Membebaskan yang tertawan
Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi
Paska kesukaan kami
Himpunkan kami umatmu
Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan
Kaukalahkan kematian
Engkau dibangkitkan Bapa
Dengan kekuatan RohNya. Amin.

Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, alleluya.

Mazmur 118 (119), 105-112

FirmanMu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapanMu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan aku sesuai dengan firmanMu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukumMu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titahMu.

KesaksianMu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendakMu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, alleluya.

Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, alleluya.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, alleluya.

Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya itu untuk mencapai kemuliaanNya? Alleluya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa:*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya itu untuk mencapai kemuliaanNya? Alleluya.

Bacaan singkat: (1Ptr 2,9-10)

Kamulah orang pilihan, kaum imam dan raja, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan kebajikan Allah. Ia telah memanggil kami ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam cahayaNya yang menakjubkan. Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umatNya. Kamu yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belaskasihan.

Lagu singkat:

P: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, alleluya. U: Tuhan. P: Dan memperlihatkan diri kepada Simon. U: Alleluya, alleluya. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi kamu Penolong yang lain, untuk mendampingi kamu selalu, alleluya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi kamu Penolong yang lain, untuk mendampingi kamu selalu, alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah menghancurkan kematian dengan kebangkitanNya dari alam maut, dan telah memperbaharui kehidupan. Marilah kita mohon kepadaNya:
U: Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.
P: Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,* semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun GerejaMu.
P: Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,* semoga GerejaMu tetap memberi kesaksian tentang Engkau.
P: Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambungMu,* semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu.
P: Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,* semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan.
P: Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,* terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Allah yang mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit. Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santo Sirilus dari Sasarea

Martir

Sirilus lahir di Kapadokia, Asia Kecil pada abad ke-3 dari sebuah keluarga kafir. Semenjak mudanya ia menjadi Kristen. Ayahnya yang kafir itu menyiksanya dengan berbagai cara agar dia bisa murtad kembali. Meskipun demikian ia tetap teguh memeluk imannya. Ia memang sedih namun bukan karena perlakuan kejam ayahnya melainkan karena ayah tidak sudi mengerti akan keputusan kehendaknya. Satu-satunya penguat hatinya adalah kata-kata Kristus ini: “Barang siapa yang mengasihi ayah dan ibunya lebih dari Aku, tak layak ia bagiKu”. Perlakuan kasar ayahnya malah semakin menambah semangat imannya hingga berhasil menarik simpatik banyak temannya. Oleh karena itu, ia diusir ayahnya dari rumah dan kemudian dihadapkan ke pengadilan karena imannya. Sedikitpun ia tidak takut ketika diancam oleh hakim.

Karena umurnya , ia dibebaskan dan diizinkan kembali ke rumah ayahnya untuk meminta maaf. Tetapi hal ini ditolaknya dengan tegas. Katanya: “Karena imanku, saya telah diusir dari rumah oleh ayahku. Saya meninggalkan rumah dengan gembira, sebab aku mempunyai tempat tinggal lain yang lebih mulia yang sedang menantikan aku.” Sekali lagi hakim mencoba mengubah pikiran anak muda itu. Sirilus diseret ke sebuah api unggun, seakan-akan hendak di bakar. Tetapi ia tidak gentar sedikitpun. Sebaliknya, ia memprotes penundaan hukuman atas dirinya. Hakim merasa gagal mempengaruhi keputusan anak muda ini menjadi sangat marah dan menyuruh serdadu-serdadu memenggal kepalanya.