Kamis, 14 Mei 2026

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 1:15-17,20-26

Pada hari-hari itu berdirilah Petrus di tengah-tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul itu, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya, lalu berkata: "Hai saudara-saudara, haruslah genap nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini." "Sebab ada tertulis dalam kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya: dan: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami seorang dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke sorga meninggalkan kami, untuk menjadi saksi dengan kami tentang kebangkitan-Nya." Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan yang juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua berdoa dan berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya." Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu dan yang kena undi adalah Matias dan dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul itu.

Mazmur Tanggapan Mazmur 113:1-8

Haleluya! Pujilah, hai hamba-hamba TUHAN, pujilah nama TUHAN!
Kiranya nama TUHAN dimasyhurkan, sekarang ini dan selama-lamanya.
Dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari terpujilah nama TUHAN.
TUHAN tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.
Siapakah seperti TUHAN, Allah kita, yang diam di tempat yang tinggi,
yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?
Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur,
untuk mendudukkan dia bersama-sama dengan para bangsawan, bersama-sama dengan para bangsawan bangsanya.

Bacaan Injil Yohanes 15:9-17

"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain."

Renungan

Naik, tapi Tak Pergi

Ada dua cara meninggalkan pekerjaan. Pergi begitu saja, membiarkan yang ditinggal kebingungan. Atau pergi setelah memastikan semua tertata, tim lengkap, tugas dibagi jelas. Cara kedua adalah cara orang yang benar-benar peduli.

Hari ini kita merayakan Kenaikan Tuhan. Yesus terangkat ke surga, tidak lagi hadir seperti dulu. Sepintas ini kehilangan. Tetapi perhatikan apa yang terjadi sesudahnya dalam bacaan pertama: para murid tidak bubar, tidak panik. Mereka berkumpul, berdoa, dan membenahi barisan.

Ada satu kursi kosong. Yudas telah pergi, dan Petrus merasa lubang itu harus ditutup sebelum mereka melangkah. "Biarlah jabatannya diambil orang lain." Maka diusulkan dua nama, didoakan, lalu diundi. Matias terpilih, dan bilangan dua belas kembali genap.

Syarat yang diajukan Petrus menarik. Pengganti Yudas haruslah orang yang "senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami", sejak baptisan Yohanes sampai hari Ia terangkat. Bukan yang paling pandai berbicara, melainkan yang paling setia hadir. Saksi Kenaikan bukan orang yang muncul sekali-sekali, melainkan yang bertahan menemani dari awal sampai akhir. Kesetiaan yang tak mencolok itulah bekal pertama seorang rasul.

Mengapa harus dua belas? Karena angka itu melambangkan Israel yang utuh, dua belas suku. Sebelum Roh Kudus turun, umat yang baru ini dirapikan dulu. Yesus naik ke surga bukan untuk meninggalkan pekerjaan yang terbengkalai, melainkan menyerahkannya kepada tim yang sudah dilengkapi.

Dan di sinilah letak penghiburan Kenaikan. Ia pergi bukan supaya jauh, melainkan supaya hadir dengan cara baru, di dalam dan melalui murid-murid-Nya. Dalam Injil Ia sudah berkata, "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu... supaya kamu pergi dan menghasilkan buah." Kita ini kelanjutan tangan-Nya di bumi. Kenaikan bukan pintu yang tertutup di belakang-Nya, melainkan jendela yang terbuka bagi cara kehadiran yang baru.

Matias tidak pernah tercatat berkhotbah hebat sesudahnya. Namanya nyaris hilang dari sejarah. Tapi ia mengisi tempat yang perlu diisi. Kadang panggilan kita memang sesederhana itu: bersedia mengisi satu kursi yang kosong, supaya barisan kembali utuh. Tidak semua panggilan berbentuk mimbar dan sorotan; sebagian hanya berupa kesediaan hadir di tempat yang ditinggalkan orang lain.

Kursi kosong mana di sekitar kita, di keluarga atau lingkungan, yang menunggu kesediaan kita mengisinya?

Tuhan yang naik ke surga, Engkau mempercayakan pekerjaan-Mu ke tangan kami. Jadikan aku bersedia mengisi tempat yang Kaupanggilkan. Amin.

Invitatorium

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Matias, Rasul

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang saleh.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segalanya

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan kisah,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

perkataan mereka sampai ke batas-batas dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah lintasannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Mazmur 64

Doa mohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, saat aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang fasik,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka menajamkan lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki, Ia yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan melukai mereka secara tiba-tiba.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala penjuru akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pesisir bergembira.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala merasa malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai semua roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukacita

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

Mahatinggi di atas seluruh bumi,

diagungkan jauh di atas semua roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang fasik.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Mereka mewartakan pujian Tuhan, menceritakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan, alleluya.

Dan tentang keajaiban yang telah Ia lakukan, alleluya.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Kisah Para Rasul

5:12-32

Para rasul dalam Gereja perdana
Melalui tangan para rasul, banyak tanda dan mukjizat terjadi di antara umat. Dengan persetujuan bersama mereka biasa berkumpul di Serambi Salomo. Tidak ada orang lain yang berani bergabung dengan mereka, meskipun umat sangat menghormati mereka. Namun demikian, semakin banyak orang percaya, pria dan wanita dalam jumlah besar, terus-menerus ditambahkan kepada Tuhan. Umat membawa orang sakit ke jalan-jalan dan membaringkan mereka di ranjang dan kasur, sehingga ketika Petrus lewat setidaknya bayangannya mungkin jatuh pada salah satu dari mereka. Kerumunan dari kota-kota di sekitar Yerusalem juga akan berkumpul, membawa orang sakit mereka dan mereka yang diganggu oleh roh-roh jahat, yang semuanya disembuhkan.
Imam besar dan semua pendukungnya (yaitu, golongan Saduki), dipenuhi dengan kecemburuan, menangkap para rasul dan melemparkan mereka ke penjara umum. Namun, pada malam hari, seorang malaikat Tuhan membuka gerbang penjara, membawa mereka keluar, dan berkata, “Pergilah sekarang dan ambillah tempatmu di pelataran Bait Allah dan beritakanlah kepada umat segala sesuatu tentang hidup baru ini.” Sesuai dengan itu mereka pergi ke Bait Allah pada waktu fajar dan melanjutkan pengajaran mereka.
Ketika imam besar dan para pendukungnya tiba, mereka mengumpulkan Sanhedrin, dewan penuh para tua-tua Israel. Mereka mengirim pesan ke penjara agar para tahanan dibawa masuk. Tetapi ketika penjaga Bait Allah sampai di penjara mereka tidak dapat menemukan mereka, dan bergegas kembali dengan laporan, “Kami menemukan penjara terkunci rapat dan para penjaga di pos mereka di luar gerbang, tetapi ketika kami membukanya kami tidak menemukan siapa pun di dalamnya.”
Mendengar laporan ini, kepala penjaga Bait Allah dan para imam besar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah ini. Seseorang kemudian datang kepada mereka, menunjukkan, “Lihat, itu! Orang-orang yang kalian masukkan ke penjara itu berdiri di sana di Bait Allah, mengajar umat.” Mendengar itu, kepala penjaga pergi dengan penjaga dan membawa mereka masuk, tetapi tanpa menunjukkan kekuatan apa pun, karena takut dilempari batu oleh kerumunan. Ketika mereka telah membawa mereka masuk dan membuat mereka berdiri di hadapan Sanhedrin, imam besar memulai interogasi dengan cara ini: “Kami telah memberi kalian perintah keras untuk tidak mengajar tentang nama itu, namun kalian telah memenuhi Yerusalem dengan pengajaran kalian dan bertekad untuk membuat kami bertanggung jawab atas darah orang itu.” Untuk ini, Petrus dan para rasul menjawab: “Lebih baik bagi kami untuk menaati Allah daripada manusia! Allah nenek moyang kami telah membangkitkan Yesus yang kalian bunuh, menggantung-Nya di kayu. Ia yang telah Allah tinggikan di tangan kanan-Nya sebagai penguasa dan penyelamat adalah untuk membawa pertobatan bagi Israel dan pengampunan dosa. Kami bersaksi tentang ini. Demikian pula Roh Kudus, yang telah Allah berikan kepada mereka yang menaati-Nya.”

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 4:33, 31

Dengan kuasa besar para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus;

mereka semua sangat disukai.
Mereka dipenuhi Roh Kudus, dan berbicara firman Allah dengan berani.

Mereka semua sangat disukai.

BACAAN KEDUA

Dari homili Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Beritahukanlah kepada kami, Tuhan, siapa yang Engkau pilih
Pada hari-hari itu, Petrus, berdiri di tengah-tengah para murid dan berkata… Sebagai roh yang berapi-api yang kepadanya kawanan domba dipercayakan oleh Kristus dan sebagai pemimpin dalam kelompok para rasul, Petrus selalu mengambil inisiatif dalam berbicara: Saudara-saudaraku, kita harus memilih dari antara kita. Ia menyerahkan keputusan kepada seluruh tubuh, sekaligus menambah kehormatan mereka yang terpilih dan menghindari kecurigaan akan keberpihakan. Sebab peristiwa-peristiwa besar semacam itu dapat dengan mudah menimbulkan masalah.
Bukankah Petrus kemudian berhak untuk membuat pilihan sendiri? Tentu saja ia berhak, tetapi ia tidak ingin memberikan kesan menunjukkan perlakuan khusus kepada siapa pun. Selain itu, ia belum dianugerahi Roh. Dan mereka menominasikan dua orang, kita membaca, Yusuf, yang disebut Barsabas dan berjuluk Yustus, dan Matias. Ia sendiri tidak menominasikan mereka; semua yang hadir melakukannya. Tetapi dialah yang mengajukan masalah itu, menunjukkan bahwa itu bukan idenya sendiri tetapi telah disarankan kepadanya oleh nubuat Kitab Suci. Jadi ia berbicara bukan sebagai guru tetapi sebagai penafsir.
Jadi, lanjutnya, kita harus memilih dari antara orang-orang yang hidup bersama kita. Perhatikan betapa ia bersikeras bahwa mereka harus menjadi saksi mata. Meskipun Roh akan datang untuk meratifikasi pilihan itu, Petrus menganggap kualifikasi sebelumnya ini sangat penting.
Mereka yang hidup bersama kita, untuk melanjutkan bagian itu, sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita. Ia merujuk kepada mereka yang telah tinggal bersama Yesus, bukan hanya mereka yang telah menjadi murid-murid-Nya. Sebab tentu saja sejak awal banyak yang telah mengikuti-Nya. Perhatikan bagaimana tertulis bahwa Petrus sendiri adalah salah satu dari dua orang yang telah mendengarkan Yohanes, dan mengikuti Yesus.
Sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita, untuk melanjutkan lebih jauh, dimulai dengan baptisan Yohanes – memang demikian, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebelum waktu itu, meskipun mereka akan mengetahuinya nanti melalui Roh.
Sampai hari, Petrus menambahkan, di mana Ia diangkat dari kita – salah satu dari mereka harus dijadikan saksi bersama kita tentang kebangkitan-Nya. Ia tidak mengatakan “saksi dari sisa tindakan-Nya” tetapi hanya saksi kebangkitan. Saksi itu akan lebih dapat dipercaya yang dapat menyatakan bahwa Ia yang makan dan minum dan disalibkan juga bangkit dari antara orang mati. Ia perlu menjadi saksi bukan dari waktu sebelum atau sesudah peristiwa itu, dan bukan dari tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat, tetapi hanya dari kebangkitan itu sendiri. Sebab yang lain terjadi dengan pengakuan umum, secara terbuka; tetapi kebangkitan terjadi secara rahasia, dan hanya diketahui oleh orang-orang ini.
Dan mereka semua berdoa bersama, berkata: Engkau, Tuhan, mengetahui hati manusia; beritahukanlah kepada kami pilihan-Mu. Engkau, bukan kami. Tepat sekali mereka mengatakan bahwa Ia mengetahui hati manusia, karena pilihan itu harus dibuat oleh-Nya, bukan oleh orang lain.
Mereka berbicara dengan keyakinan seperti itu, karena seseorang harus ditunjuk. Mereka tidak mengatakan “pilih” tetapi beritahukanlah kepada kami yang terpilih; yang Engkau pilih, kata mereka, sepenuhnya menyadari bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah. Kemudian mereka membuang undi. Sebab mereka tidak menganggap diri mereka layak untuk membuat pilihan sendiri, dan karena itu mereka menginginkan beberapa tanda untuk petunjuk mereka.

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:24-25

Tuhan, Engkau mengetahui hati semua orang.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.
Mereka membuang undi dan pilihan jatuh pada Matias, dan ia ditambahkan kepada kesebelas rasul.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah Mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menempatkan Santo Matias

dalam kelompok para Rasul,

berilah kami, melalui perantaraannya, agar,

bersukacita atas bagaimana kasih-Mu telah dilimpahkan kepada kami,

kami layak untuk dihitung di antara orang-orang pilihan.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kita.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.

Dialah Allah kita, kita umat-Nya,

Dialah gembala kita, kita kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab itu Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Madah

Ya, sungguh menggembirakan

Bahwa Yesus Kristus Tuhan

Yang tersalib di Golgota

Bertakhta di sisi Bapa.

Marilah kita bersyukur

Memuji Allah yang luhur

Sambil mohon kepada-Nya

Kerinduan akan surga.

Kita turut bahagia

Bersama seisi surga

Atas kemuliaan Tuhan

Yang jaya tak terkalahkan.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang naik ke atas awan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Dan 3:57-88, 56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kita memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’)

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Bacaan singkat (Ibr 10:12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sisi kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya. Karena dengan satu kurban, Ia menyempurnakan orang yang dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya.

Lagu singkat

P: Kristus naik ke surga,* Alleluya, Alleluya.

U: Kristus…

P: Sambil membawa tawanan.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kita,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*

akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belas kasihan;*

Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Doa Permohonan

Tuhan Yesus telah ditinggikan dari bumi untuk menarik segalanya kepada diri-Nya. Marilah kita memuji Dia dengan gembira hati dan berkata:

U: Engkaulah raja kemuliaan, ya Kristus.

P: Tuhan Yesus, raja kemuliaan, Engkau mempersembahkan diri satu kali sebagai kurban pelunas dosa dan berjaya naik ke sebelah kanan Bapa,*

sempurnakanlah semua orang yang Kaukuduskan untuk selama-lamanya.

P: Imam abadi dan pelayan perjanjian baru, Engkaulah satu-satunya pengantara kami,*

selamatkanlah umat yang berdoa kepada-Mu.

P: Sesudah menderita dan wafat Engkau menyatakan diri-Mu hidup dan menampakkan diri selama empat puluh hari kepada para rasul,*

kuatkanlah iman kami hari ini.

P: Hari ini Engkau menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul, supaya mereka sanggup memberi kesaksian tentang kebangkitan-Mu sampai ke ujung bumi,*

teguhkanlah penyaksian kami dengan kekuatan Roh Kudus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.

Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.

Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.
Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.
Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.
Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.
Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.
Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.
Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.
Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Sebab Tuhan itu Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.
Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.
Bagi kita dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.
Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.
Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.
Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.
Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.
Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kita. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kita dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kita dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.
Lagu singkat
P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: Ya raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ya raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kita dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.

Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.

Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.

Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan itu Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kita,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.

Bagi kita dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.

Allah Tuhan kita telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kita.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12

Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kita. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kita dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kita dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.

Lagu singkat

P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: Ya raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ya raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kita dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP – JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.

Kristus, kasihanilah kami.

U: Kristus, kasihanilah kami.

P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.

Tuhan, kasihanilah kami.

U: Tuhan, kasihanilah kami.

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.

U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari

S’moga kami Kaulindungi

Ya Bapa mahakuasa

Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram

Singkirkan khayalan malam

-Kurniakan istirahat

Agar sehat wal’afiat.

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putra dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*

siang malam aku berseru kepada-Mu.

Semoga doaku sampai ke hadirat-Mu,*

dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*

dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*

seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*

seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*

terpisah dari cinta-Mu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*

ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarah-Mu,*

dan keberangan-Mu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*

Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*

mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan,*

kepada-Mu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*

Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasih-Mu dikisahkan dalam kubur,*

dan kesetiaan-Mu di daerah kebinasaan!

Adakah karya-Mu Yang Agung dikenal dalam kegelapan,*

dan keadilan-Mu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepada-Mu,*

pagi-pagi doaku membubung ke hadapan-Mu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*

mengapa menyembunyikan wajah-Mu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*

aku menanggung kemurkaan-Mu dan merana.

Banjir keberangan-Mu melanda aku,*

kedahsyatan amarah-Mu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*

makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*

tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Antifon

Siang malam aku berseru kepada-Mu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14 : 9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan nama-Mu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tangan-Mu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku.

U: Ke dalam…

P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar.

U: Ya Tuhan, penyelamatku.

P: Kemuliaan…

U: Ke dalam…

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang,*

dalam damai sejahtera, menurut sabda-Mu.

Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu,*

yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk memerangi para bangsa,*

dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Antifon Kidung

Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, semoga kami setia kepada Putera-Mu yang telah wafat dan dimakamkan,

sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru.

Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa.

Amin.

Penutup

P: Semoga Allah Yang Mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihan-Nya.

U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,

hidup, hiburan dan harapan kami.

Kami semua memanjatkan permohonan,

kami amat susah, mengeluh, mengesahkan

dalam lembah duka ini.

Ya ibunda, ya pelindung kami,

limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.

Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,

s’moga kautunjukkan kepada kami.

Ya ratu, ya ibu, ya Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santa Maria Dominika Mazzarello

Pengaku Iman

Maria Dominika Mazzarello memberi devosi khusus kepada Bunda Maria. Dengan mengikuti teladan Bunda Maria, ia menjadi seorang ibu yang saleh. Ia mendidik anak-anaknya secara praktis melalui contoh hidupnya sehari-hari, Tertarik oleh karya dan ajakan Santo Yohanes Don Bosko, wanita petani ini ikut mendirikan dan memimpin sebuah kongregasi suster yang baru.

Santo Matias

Rasul

Sesudah Yesus naik ke surga, para murid dan kesebelas Rasul ber¬sama Bunda Maria kembali ke Yerusalem untuk menantikan kedatangan Roh Kudus yang dijanjikan Yesus. Di sana mereka, yang berjumlah kira-¬kira 120 orang, berkumpul di tingkat atas sebuah rumah di Yerusalem. Mereka bertekun dalam doa sambil menantikan dengan sabar kedatang¬an Roh Kudus.

Pada saat itulah Petrus, pemimpin para Rasul, mengusulkan pemi¬lihan seorang murid untuk menduduki jabatan Rasul menggantikan Yudas Iskariot, si pengkhianat Yesus yang sudah mati menggantung diri. Pemilihan ini dimaksudkan agar terpenuhilah nas Kitab Mazmur: ''Biarlah jabatannya diambil orang lain". Syaratnya ialah calon haruslah seorang murid yang selalu bersama Yesus sejak pembaptisanNya sampai la naik ke surga. Sebab, seorang Rasul harus dapat bersaksi tentang Sabda, Karya dan Kebangkitan Yesus. Maka mereka mengajukan dua orang murid, yaitu Yosef, yang disebut juga Barsabas atau Yustus (= Yang Adil), dan Ma tias.

Setelah berdoa bersama-sama, mereka membuang undi. Pilihan ja¬tuh pada diri Matias. Semenjak itu Matias menjadi penggenap bilangan Keduabelas Rasul. Merekalah pengemban utama tugas menyebarkan Kabar Gembira ke sduruh penjuru dunia. Nama Matias sekali saja di¬sebut di dalam Kitab Perjanjian Baru. Dalam tulisan-tulisan Apokrif, namanya tidak pernah disebut-sebut. Namun kita yakin bahwa Matias adalah Rasul yang setia, tekun dan bersemangat prihatin. Tahun kema¬tiannya tidak diketahui pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.

Santo Mikhael Garicoits

Pengaku Iman

Ia dikenal sebagai seorang mahaguru Teologi dan Rektor Seminari. Ia mendirikan Kongregasi Imam Hati Kudus dan dikenal luas sebagai pembimbing rohani yang saleh.