Kamis, 20 Agustus 2026

S. Bernardus

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Yehezkiel 36:23-28

Aku akan menguduskan nama-Ku yang besar yang sudah dinajiskan di tengah bangsa-bangsa, dan yang kamu najiskan di tengah-tengah mereka. Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, manakala Aku menunjukkan kekudusan-Ku kepadamu di hadapan bangsa-bangsa. Aku akan menjemput kamu dari antara bangsa-bangsa dan mengumpulkan kamu dari semua negeri dan akan membawa kamu kembali ke tanahmu. Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya. Dan kamu akan diam di dalam negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyangmu dan kamu akan menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu.

Mazmur Tanggapan Mazmur 51:12-15,18-19

(51-14) Bangkitkanlah kembali padaku kegirangan karena selamat yang dari pada-Mu, dan lengkapilah aku dengan roh yang rela!
(51-15) Maka aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melakukan pelanggaran, supaya orang-orang berdosa berbalik kepada-Mu.
(51-16) Lepaskanlah aku dari hutang darah, ya Allah, Allah keselamatanku, maka lidahku akan bersorak-sorai memberitakan keadilan-Mu!
(51-17) Ya Tuhan, bukalah bibirku, supaya mulutku memberitakan puji-pujian kepada-Mu!
(51-20) Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem!
(51-21) Maka Engkau akan berkenan kepada korban yang benar, korban bakaran dan korban yang terbakar seluruhnya; maka orang akan mengorbankan lembu jantan di atas mezbah-Mu.

Bacaan Injil Matius 22:1-14

Lalu Yesus berbicara pula dalam perumpamaan kepada mereka: "Hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja, yang mengadakan perjamuan kawin untuk anaknya. Ia menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan kawin itu, tetapi orang-orang itu tidak mau datang. Ia menyuruh pula hamba-hamba lain, pesannya: Katakanlah kepada orang-orang yang diundang itu: Sesungguhnya hidangan, telah kusediakan, lembu-lembu jantan dan ternak piaraanku telah disembelih; semuanya telah tersedia, datanglah ke perjamuan kawin ini. Tetapi orang-orang yang diundang itu tidak mengindahkannya; ada yang pergi ke ladangnya, ada yang pergi mengurus usahanya, dan yang lain menangkap hamba-hambanya itu, menyiksanya dan membunuhnya. Maka murkalah raja itu, lalu menyuruh pasukannya ke sana untuk membinasakan pembunuh-pembunuh itu dan membakar kota mereka. Sesudah itu ia berkata kepada hamba-hambanya: Perjamuan kawin telah tersedia, tetapi orang-orang yang diundang tadi tidak layak untuk itu. Sebab itu pergilah ke persimpangan-persimpangan jalan dan undanglah setiap orang yang kamu jumpai di sana ke perjamuan kawin itu. Maka pergilah hamba-hamba itu dan mereka mengumpulkan semua orang yang dijumpainya di jalan-jalan, orang-orang jahat dan orang-orang baik, sehingga penuhlah ruangan perjamuan kawin itu dengan tamu. Ketika raja itu masuk untuk bertemu dengan tamu-tamu itu, ia melihat seorang yang tidak berpakaian pesta. Ia berkata kepadanya: Hai saudara, bagaimana engkau masuk ke mari dengan tidak mengenakan pakaian pesta? Tetapi orang itu diam saja. Lalu kata raja itu kepada hamba-hambanya: Ikatlah kaki dan tangannya dan campakkanlah orang itu ke dalam kegelapan yang paling gelap, di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi. Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Renungan

Kursi Kosong di Pesta Raja

Bagi orang yang punya hajat, ada yang lebih menyakitkan daripada kekurangan dana: undangan yang tidak dihadiri. Tenda sudah berdiri, masakan sudah matang, kursi tertata rapi. Lalu para undangan utama satu per satu mengirim alasan: sibuk, ada urusan, lain kali saja.

Perumpamaan Yesus hari ini bercerita tentang raja yang mengalami hal itu. Perjamuan kawin anaknya sudah siap, lembu jantan sudah disembelih. Tetapi orang-orang yang diundang tidak mengindahkannya: ada yang pergi ke ladang, ada yang mengurus usahanya. Perhatikan: yang menghalangi mereka bukan hal-hal jahat. Ladang dan usaha itu baik. Tapi yang baik pun bisa menjadi penghalang kalau ia membuat kita menolak yang terbaik.

Akhirnya raja mengundang siapa saja dari persimpangan jalan, orang jahat dan orang baik, sampai ruangan penuh. Kabar gembiranya: kita semua termasuk rombongan persimpangan itu. Undangan Allah lebih luas dari daftar tamu mana pun.

Yehezkiel membisikkan apa yang terjadi pada tamu yang sungguh datang: kamu akan Kuberikan hati yang baru. Itulah pakaian pesta yang sesungguhnya.

Santo Bernardus, yang dikenang hari ini, memenuhi undangan itu pada usia muda, meninggalkan kenyamanannya, dan mengajak tiga puluh kerabatnya ikut serta.

Undangan Tuhan datang lagi hari ini: lewat misa, lewat doa, lewat sesama yang membutuhkan. Kita hadir, atau mengirim alasan?

Tuhan, jangan biarkan kesibukanku yang baik merampas tempat dudukku di perjamuan-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk hari Rabu dalam Pekan Biasa, untuk Peringatan Santo Bernardus, Abas dan Pujangga
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah abadi kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu saja,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan malam yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa mendatang,

Jadilah penjaga kami selagi kesulitan berlangsung,

Dan rumah abadi kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Mazmur 103

Pujian atas belas kasihan Allah yang lembut

Dalam belas kasihan Allah kita yang lembut, fajar dari ketinggian akan menyinari kita (lihat Lukas 1:78).

I
Hai jiwaku, pujilah Tuhan,

seluruh batinku, berkatilah nama-Nya yang kudus.

Hai jiwaku, pujilah Tuhan

dan jangan pernah lupakan segala berkat-Nya.
Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu,

yang menyembuhkan setiap penyakitmu,

yang menebus hidupmu dari kubur,

yang memahkotai engkau dengan kasih dan belas kasihan,

yang memenuhi hidupmu dengan hal-hal baik,

memperbarui masa mudamu seperti elang.
Tuhan melakukan perbuatan keadilan,

memberikan penghakiman bagi semua yang tertindas.

Ia memberitahukan jalan-jalan-Nya kepada Musa

dan perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Pujilah Tuhan, hai jiwaku; jangan pernah lupakan segala yang telah Ia lakukan bagimu.

Ant. 2 Seperti seorang bapa yang lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap orang-orang yang menghormati-Nya.

II
Tuhan adalah belas kasihan dan kasih,

lambat marah dan kaya akan belas kasihan.

Murka-Nya akan berakhir;

Ia tidak akan marah selamanya.

Ia tidak memperlakukan kita sesuai dengan dosa-dosa kita

pun tidak membalas kita sesuai dengan kesalahan-kesalahan kita.
Sebab setinggi langit di atas bumi

demikianlah kuat kasih-Nya bagi orang-orang yang takut akan Dia.

Sejauh timur dari barat

sejauh itu Ia menjauhkan dosa-dosa kita.
Seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya,

Tuhan berbelas kasihan kepada orang-orang yang takut akan Dia;

sebab Ia tahu dari apa kita dijadikan,

Ia ingat bahwa kita adalah debu.
Adapun manusia, hari-harinya seperti rumput;

ia berbunga seperti bunga di padang;

angin bertiup dan ia lenyap

dan tempatnya tidak pernah melihatnya lagi.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Seperti seorang bapa yang lembut terhadap anak-anaknya, demikianlah Tuhan terhadap orang-orang yang menghormati-Nya.

Ant. 3 Pujilah Tuhan, segala karya-Nya!

III
Tetapi kasih Tuhan kekal

atas orang-orang yang takut akan Dia;

keadilan-Nya menjangkau anak cucu

apabila mereka memegang perjanjian-Nya dalam kebenaran,

apabila mereka memelihara kehendak-Nya dalam pikiran mereka.
Tuhan telah menetapkan kekuasaan-Nya di surga

dan kerajaan-Nya memerintah atas segalanya.

Pujilah Tuhan, hai segala malaikat-Nya,

perkasa dalam kekuatan, melaksanakan firman-Nya,

yang memperhatikan suara firman-Nya.
Pujilah Tuhan, hai segala bala tentara-Nya,

hamba-hamba-Nya yang melakukan kehendak-Nya.

Pujilah Tuhan, segala karya-Nya,

di setiap tempat di mana Ia memerintah.

Hai jiwaku, pujilah Tuhan!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Engkau berbelas kasihan kepada orang berdosa, Tuhan, seperti seorang bapa berbelas kasihan kepada anak-anaknya. Sembuhkanlah kelemahan umat-Mu dan selamatkanlah kami dari kematian kekal agar kami dapat memuji dan memuliakan Engkau selamanya.

Ant. Pujilah Tuhan, segala karya-Nya!

Hening Kudus (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan menuntun orang kudus ini di jalan yang pasti.

Ia menunjukkan kepadanya kerajaan Allah.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

9:7–10:4

Murka Allah terhadap Israel
Tuhan telah mengirimkan firman terhadap Yakub,

itu menimpa Israel;

Dan semua orang mengetahuinya,

Efraim dan mereka yang tinggal di Samaria,

mereka yang berkata dengan kesombongan dan keangkuhan hati,

“Batu bata telah jatuh,

tetapi kami akan membangun dengan batu pahat;

Pohon ara telah ditebang,

tetapi kami akan menggantinya dengan pohon aras.”

Tetapi Tuhan membangkitkan musuh-musuh mereka melawan mereka

dan menggerakkan musuh-musuh mereka untuk bertindak:

Aram di timur dan Filistin di barat

melahap Israel dengan mulut terbuka.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

dan tangan-Nya masih terulur!
Umat tidak berbalik kepada Dia yang memukul mereka,

pun tidak mencari Tuhan semesta alam.

Maka Tuhan memisahkan dari Israel kepala dan ekor,

pelepah kurma dan alang-alang dalam satu hari.

Para pemimpin umat ini menyesatkan mereka

dan mereka yang harus dipimpin ditelan.

Karena alasan ini, Tuhan tidak menyayangkan pemuda-pemuda mereka,

dan anak yatim serta janda-janda mereka tidak Ia kasihani;

Mereka sepenuhnya dinajiskan dan berdosa,

dan setiap mulut melampiaskan kebodohan.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!
Sebab kejahatan membakar seperti api,

melahap semak duri dan onak;

Ia menyulut semak belukar hutan,

yang naik dalam kolom-kolom asap.

Atas murka Tuhan semesta alam, tanah bergetar,

dan umat seperti bahan bakar untuk api;

Tidak ada seorang pun yang menyayangi saudaranya,

masing-masing melahap daging sesamanya.

Meskipun mereka menebang di kanan, mereka lapar;

meskipun mereka makan di kiri, mereka tidak kenyang.

Manasye melahap Efraim, dan Efraim Manasye;

bersama-sama mereka menyerang Yehuda.

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!
Celakalah mereka yang membuat undang-undang yang tidak adil

dan yang menulis dekret-dekret yang menindas,

Merampas hak orang miskin

dan merampok hak-hak orang miskin umat-Ku,

Menjadikan janda-janda rampasan mereka,

dan anak yatim mangsa mereka!

Apa yang akan kamu lakukan pada hari penghukuman,

ketika kehancuran datang dari jauh?

Kepada siapa kamu akan lari meminta pertolongan?

Di mana kamu akan meninggalkan kekayaanmu,

Agar tidak tenggelam di bawah tawanan

atau jatuh di bawah yang terbunuh?

Meskipun demikian, murka-Nya tidak surut,

tangan-Nya masih terulur!

RESPONSORIUM Ratapan 2:1

Betapa Tuhan dalam murka-Nya telah mendatangkan kegelapan atas putri Sion;

Ia telah melemparkan kemuliaan Israel dari surga ke bumi.
Pada hari murka-Nya, Ia telah melupakan Sion, tumpuan kaki-Nya.

Ia telah melemparkan kemuliaan Israel dari surga ke bumi.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Bernardus, abas

Aku mengasihi karena aku mengasihi, aku mengasihi agar aku dapat mengasihi
Cinta itu cukup dengan sendirinya, ia memberikan kesenangan dengan sendirinya dan karena dirinya sendiri. Ia adalah pahalanya sendiri, ganjarannya sendiri. Cinta tidak mencari sebab di luar dirinya, tidak ada akibat di luar dirinya. Keuntungannya terletak pada praktiknya. Aku mengasihi karena aku mengasihi, aku mengasihi agar aku dapat mengasihi. Cinta adalah hal yang agung selama ia terus-menerus kembali ke sumbernya, mengalir kembali ke asalnya, selalu mengambil dari sana air yang terus-menerus mengisinya. Dari semua gerakan, sensasi, dan perasaan jiwa, cinta adalah satu-satunya di mana makhluk dapat menanggapi Sang Pencipta dan membuat semacam balasan yang serupa, betapapun tidak setaranya. Sebab ketika Allah mengasihi, yang Ia inginkan hanyalah dikasihi sebagai balasan; satu-satunya tujuan kasih-Nya adalah untuk dikasihi, dalam pengetahuan bahwa mereka yang mengasihi-Nya dibuat bahagia oleh kasih mereka kepada-Nya.
Kasih Sang Mempelai Pria, atau lebih tepatnya kasih yang adalah Sang Mempelai Pria, tidak meminta balasan apa pun kecuali kasih yang setia. Hendaklah yang dikasihi, kemudian, mengasihi sebagai balasan. Bukankah seorang mempelai wanita harus mengasihi, dan di atas segalanya, mempelai wanita Kasih? Mungkinkah Kasih tidak dikasihi?
Maka dengan tepatlah ia melepaskan semua perasaan lain dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada kasih saja; dalam membalas kasih, yang dapat ia lakukan hanyalah menanggapi kasih. Dan ketika ia telah mencurahkan seluruh keberadaannya dalam kasih, apa artinya itu dibandingkan dengan aliran tak henti-hentinya dari sumber aslinya itu? Jelas, kekasih dan Kasih, jiwa dan Sabda, mempelai wanita dan Mempelai Pria, makhluk dan Pencipta tidak mengalir dengan volume yang sama; seseorang mungkin juga menyamakan orang yang haus dengan mata air.
Lalu bagaimana dengan harapan mempelai wanita, kerinduannya yang menyakitkan, kasihnya yang penuh gairah, keyakinannya yang teguh? Apakah semua ini akan layu hanya karena ia tidak dapat menyamai langkah raksasanya, sama seperti ia tidak dapat bersaing dengan madu dalam kemanisan, menyaingi domba dalam kelembutan, menunjukkan dirinya seputih bunga bakung, membakar seterang matahari, setara dalam kasih dengan Dia yang adalah Kasih? Tidak. Memang benar bahwa makhluk mengasihi lebih sedikit karena ia lebih kecil. Tetapi jika ia mengasihi dengan seluruh keberadaannya, tidak ada yang kurang di mana semuanya diberikan. Mengasihi dengan begitu sungguh-sungguh berarti berbagi ikatan pernikahan; ia tidak dapat mengasihi begitu banyak dan tidak sepenuhnya dikasihi, dan dalam persatuan sempurna dua hati itulah pernikahan yang lengkap dan total terdiri. Atau haruskah kita meragukan bahwa jiwa dikasihi oleh Sabda terlebih dahulu dan dengan kasih yang lebih besar?

RESPONSORIUM Mazmur 31:20; 36:9

Tuhan, betapa besarnya harta tersembunyi kebaikan-Mu,

yang telah Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau.
Mereka dipenuhi dengan kelimpahan rumah-Mu; dan Engkau memberi mereka minum dari aliran kesenangan-Mu.

Yang telah Engkau simpan bagi mereka yang takut akan Engkau.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menjadikan Abas Santo Bernardus

seorang yang dipenuhi semangat untuk rumah-Mu

dan terang yang bersinar dan membakar dalam Gereja-Mu,

karuniakanlah, melalui perantaraannya,

agar kami dapat menyala dengan semangat yang sama

dan selalu berjalan sebagai anak-anak terang.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,+
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan,+
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karen ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)

Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kita. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.

Lagu Singkat

P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau. U: Pagi. P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku. U: Aku mengingat Engkau. P: Kemuliaan. U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umatMu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umatNya. Marilah kita memuji Dia dan berkata:
U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, Bapa tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmatMu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkitan Yesus Kristus dari alam maut.
P: Manusia telah Kauciptakan menurut citraMu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan PuteraMu.
P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh kudus.
P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepadaMu tanpa takut dan berlaku kudus dan jujur di hadapanMu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*
sebab aku tidak lupa akan hukumMu.

Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*
hidupkanlah aku sesuai dengan janjiMu.

Orang berdosa jauh dari keselamatanMu,*
sebab mereka tidak memperhatikan ketetapanMu.

Kasih setiaMu melimpah, ya Tuhan,*
hidupkanlah aku seturut sabdaMu.

Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*
namun aku tidak menyimpang dari peraturanMu.

Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*
sebab mereka tidak berpegang pada perintahMu.

Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titahMu,*
hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu.

FirmanMu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*
keputusanMu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*
namun aku tidak dikalahkan.

Punggungku rasanya digarap bajak,*
alur demi alur punggungku digarap.

Semoga Tuhan yang adil,*
menghancurkan bajak itu.

Semoga mundurlah tersipu-sipu,*
semua orang yang membenci Sion.

Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*
yang menjadi layu sebelum dicabut,

yang tak akan digenggam oleh penyabit,*
tidak pula diberkas oleh penuai.

Mereka takkan mendengar salam "Berkat Tuhan bagimu",*
tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat (Keb 1,1-2)

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepadaNya.

P: Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.
U: Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Mazmur 143 (144) - I

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) - II

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*
lepaskanlah aku dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Semoga para pemuda kita diberkati,*
tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.

Semoga para pemudi kita langsing bagaikan tiang berukir,*
bagaikan tiang hiasan istana.

Semoga lumbung kita penuh,*
berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.

Semoga domba kita berkembang biak beribu-ribu,+
bahkan berjuta-juta di padang kita,*
semoga ternak kita segar dan makmur semuanya.

Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*
semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kita.

Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*
berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)

Hendaklah kamu bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan kamu menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah kamu dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.

Lagu Singkat

P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan. U: Tuhanlah. P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau. U: Aku takkan berkekurangan. P: Kemuliaan. U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kita dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:
U: Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.
P: Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka.
P: Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih.
P: Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang.
P: Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya.
P: Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahayaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak PuteraMu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

S. Bernardus

Abbas dan Pujangga Gereja · 1090-1153

Bernardus lahir pada tahun 1090 di dekat Dijon, Prancis, dari keluarga bangsawan. Ia memperoleh pendidikan yang baik dan dikenal berbakat serta berkemauan kuat. Ketika berusia sekitar dua puluh dua tahun, ia memutuskan masuk biara pertapaan Citeaux yang keras di bawah Santo Stefanus Harding, dan ia membawa serta sekitar tiga puluh sanak saudara dan sahabatnya ikut membiara.

Tak lama kemudian ia diutus mendirikan biara baru di Clairvaux pada tahun 1115 dan menjadi abbasnya. Di bawah kepemimpinannya, Ordo Sistersian berkembang pesat ke seluruh Eropa, sehingga ia disebut pendiri kedua ordo itu. Namanya begitu berpengaruh hingga ia kerap diminta menengahi perselisihan gereja dan politik, bahkan turut menyelesaikan sengketa kepausan pada zamannya.

Bernardus terkenal karena tulisan rohaninya yang penuh kelembutan, terutama khotbah-khotbahnya tentang Kidung Agung dan kebaktiannya yang mendalam kepada Bunda Maria. Ia menekankan cinta kepada Allah sebagai inti hidup rohani. Ia juga berkhotbah menggerakkan Perang Salib kedua, sebuah usaha yang berakhir dengan kegagalan dan kesedihan baginya.

Ia wafat di Clairvaux pada tahun 1153, dinyatakan kudus tahun 1174, dan diakui sebagai Pujangga Gereja. Ia sering disebut sebagai Bapa Gereja yang terakhir.

Pelindung: para lebah, peternak lebah, dan pembuat lilin.

Santo Bernardus

Abbas dan Pujangga Gereja

Bernardus dari Claivaux (=lembah Hening) lahir pada tahun 1090, dekat Dijon, Perancis. Putera dari Tescelin Sorrel dan Aleth Montbard ini digelari Pujangga Gereja dan dikenal juga sebagai Bapa Gereja Terakhir. Sepeninggal ibunya, Bernardus menjalani satu gaya hidup tak beraturan selama beberapa tahun. Tetapi ia kemudian membaharui cara hidupnya dan bersama beberapa orang temannya masuk biara pertapaan Citeaux yang dipimpin oleh Santo Stefanus Harding. Keputusannya untuk memasuki hidup membiara ini ditentang keras oleh ayah dan kedua kakaknya. Meskipun demikian Bernardus tetap teguh pada pendiriannya. Kepada ayah dan saudara-saudara dan iparnya, ia menjelaskan hasrat hatinya dengan segala alasan yang mendorong dia mengambil keputusan itu. Penjelasannya ini berhasil meyakinkan ayah dan saudara-saudaranya, dan beberapa orang temannya, hingga mereka pun ikut bersamanya memasuki biara pertapaan itu.

Di bawah bimbingan Abbas Santo Stefanus, Bernardus mempelajari Kitab Suci dan giat menulis banyak buku. Kemahirannya dalam bahasa Latin sangat membantu dia di dalam menerangkan dengan jitu makna Sabda Allah bagi hidup manusia. Karena kepandaiannya dan kesalehan hidupnya, ia ditugaskan mendirikan sebuah biara pertapaan baru. Bersama 12 orang rekannya, Bernardus berangkat ke sebuah lembah yang disebut Claivaux. Disana ia mendirikan pertapaan yang lazim disebut Pertapaan Claivaux. Di bawah kepemimpinannya, biara ini berkembang pesat dan sangat masyur di seluruh Eropa. Ada sekitar 70 buah biara baru didirikan selama masa hidupnya. Di mana-mana di seluruh Eropa terdapat banyak biarawan asuhan Bernardus, sehingga Bernardus disebut juga sebagai pendiri kedua Ordo Sistersian setelah Santo Stefanus Harding.

Bernardus sendiri dikenal luas sebagai seorang pewarta, pembawa damai dan penegak kebenara. Ia dengan gigih membela hak Paus Innosensius II (1130-1143) melawan rongrongan Paus tandingan Anakletus pada 1130, menentang pandangan-pandangan salah dari Petrus Abelard III (1145-1153) bekas asuhannya di pertapaan Claivaux. Bernardus diutus ke Jerman dan Prancis untuk berkhotbah menentang ajaran sesat Albigensia. Khotbah-khotbahnya sangat berpengaruh dan tulisan-tulisannya mengilhami mistisisme Abad Pertengahan. Ia meninggal dunia pada tahun 1153; dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1174 dan diakui sebagai Pujangga Gereja, bahkan Bapa Gereja terakhir pada tahun 1830.

Samuel, Imam dan Hakim Israel

Samuel dikenal sebagai hakim terakhir dalam masa Perjanjian Lama. Ia memimpin Israel sebagai imam dan hakim dari tahun 1200 sampai 1020 sebelum masehi. Kisah hidupnya diceritakan dalam Kitab Pertama Samuel. Samuel adalah anak pemberian Tuhan sebagai jawaban atas doa yang tulus dari Hana ibunya yang mandul selama bertahun-tahun. Ketika berdoa di Kenisah Allah di Silo, Hana berjanji bahwa apabila Tuhan menganugerahi dia seorang anak laki-laki, ia akan mempersembahkan anak itu kepada Tuhan dan pisau cukur tidak akan menyentuh kepalanya (1Sam1:11).

Ketika Hana melahirkan, ia menamakan anaknya Samuel yang berarti ‘diminta dari Tuhan’, seusai dengan janjinya kepada Tuhan, Hana mempersembahkan Samuel kepada Tuhan untuk melayani Dia di kenisah Silo. Sebagai ucapan syukur, Hana menyanyikan sebuah lagu pujian untuk Tuhan (1Sam2:110); lagu pujian ini berabad-abad kemudian bergaung dengan sangat indah dalam Magnificat Maria (Luk1:4655). Di Silo, Samuel berada dalam penjagaan Eli (1Sam2:28), Eli dan keluarganya dipilih Allah menjadi hambaNya untuk melayani Allah dan membawa persembahan kepadaNya. Tetapi anak-anak Eli tidak menghormati jabatan imamat yang dipercayakan Allah kepada mereka. Oleh karena itu, Tuhan memanggil Samuel dan mengatakan kepadanya bahwa ia akan menghancurkan rumah Eli (1Sam 3:1014). Tuhan mencintai Samuel dan menyertai dia, dan orang-orang Israel tahu bahwa Samuel adalah seorang nabi yang diutus Allah kepada mereka (1Sam 3:19).

Tindakan pertama Samuel sebagai Nabi Allah ialah menghimbau seluruh umat Israel agar kembali membaharui janji mereka dengan Yahweh (1Sam 7:3). Orang-orang Israel telah ditaklukkan oleh bangsa Filistin; tabut perjanjian sebagai tanda kehadiran Allah di antara mereka pun direbut. Tetapi Tuhan menyiksa bangsa Filistin; karena perbuatan mereka sehingga mereka mengembalikan tabut perjanjian itu kepada bangsa Israel. Pada saat itulah, Samuel menghimbau pembaharuan perjanjian dengan Yahweh, demi keselamatan mereka dari cengkraman Filistin (1Sam 7:10-14). Pertentangan diantara umat tentang hal pembangunan sebuah kerajaan mencapai puncaknya pada masa Samuel. Setelah beberapa tahun memimpin Israel sebagai imam dan hakim, Samuel mengurapi anak-anaknya untuk menggantikan dia. Meski demikian mereka tidak pantas menjadi hakim atas Israel. Oleh karena itu orang Israel meminta Samuel mengurapi seorang raja bagi mereka.

Permintaan ini ditentang oleh Samuel yang tetap menghormati Yahweh sebagai satu-satunya Raja Israel (1Sam 8; 10:17-19; 12). Namun umat Israel bersikeras menuntut seorang raja agar mereka sama dengan bangsa-bangsa lain (1Sam 8:20). Akhirnya Samuel mengurapi Saul sebagai raja Israel pertama pada tahun 1020 (1Sam 10:18). Sambil memperingatkan umat sekali lagi agar ‘takut akan Allah dan melayani Dia dalam kebenaran dan dengan segenap hati’, Samuel meletakkan jabatannya sebagai hakim Israel (1Sam 12).

Saul diperintahkan untuk menyerang dan menghancurkan bangsa Amalek, musuh utama Israel. Namun Saul enggan bahkan tidak menaati perintah Tuhan itu. Memang ia menyerang bangsa Amelek, namun ia hanya menumpas rakyat jelata dengan pedang dan ternak yang dilihatnya tidak berharga; sedangkan Agag, raja orang Amelek dan kambing-domba serta lembunya yang tambun diselamatnya (1Sam 15:19). Oleh karena itu Tuhan kesal padanya dan segera mengutus Samuel untuk memberitahu Saul bahwa ia tak akan lama menjadi raja atas Israel (1 Sam15:23). Hal ini berarti bahwa jabatan kerajaan tidak bisa diturunkan kepada puteranya Yonathan. Firman Tuhan itu akhirnya menjadi nyata. Sementara Saul masih hidup, Samuel mengurapi Daud, putera bungsu dari keluarga Isai atau Yesse untuk menggantikan Saul sebagai raja atas Israel (1Sam16:13). Saul marah dan bangkit menyerang Daud, tetapi Daud selamat di bawah perlindungan Samuel (1Sam19:18).

Ketika Samuel meninggal dunia, semua orang Israel berkumpul dan meratapi dia. Mereka menguburkan dia dalam rumahnya di Ramatha (1Sam 25:1).