Kamis, 27 Agustus 2026

S. Monika

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 1 Korintus 1:1-9

Dari Paulus, yang oleh kehendak Allah dipanggil menjadi rasul Kristus Yesus, dan dari Sostenes, saudara kita, kepada jemaat Allah di Korintus, yaitu mereka yang dikuduskan dalam Kristus Yesus dan yang dipanggil menjadi orang-orang kudus, dengan semua orang di segala tempat, yang berseru kepada nama Tuhan kita Yesus Kristus, yaitu Tuhan mereka dan Tuhan kita. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita, dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu. Aku senantiasa mengucap syukur kepada Allahku karena kamu atas kasih karunia Allah yang dianugerahkan-Nya kepada kamu dalam Kristus Yesus. Sebab di dalam Dia kamu telah menjadi kaya dalam segala hal: dalam segala macam perkataan dan segala macam pengetahuan, sesuai dengan kesaksian tentang Kristus, yang telah diteguhkan di antara kamu. Demikianlah kamu tidak kekurangan dalam suatu karuniapun sementara kamu menantikan penyataan Tuhan kita Yesus Kristus. Ia juga akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari Tuhan kita Yesus Kristus. Allah, yang memanggil kamu kepada persekutuan dengan Anak-Nya Yesus Kristus, Tuhan kita, adalah setia.

Mazmur Tanggapan Mazmur 145:2-7

Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuliakan nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.
Besarlah TUHAN dan sangat terpuji, dan kebesaran-Nya tidak terduga.
Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.
Semarak kemuliaan-Mu yang agung dan perbuatan-perbuatan-Mu yang ajaib akan kunyanyikan.
Kekuatan perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat akan diumumkan mereka, dan kebesaran-Mu hendak kuceritakan.
Peringatan kepada besarnya kebajikan-Mu akan dimasyhurkan mereka, dan tentang keadilan-Mu mereka akan bersorak-sorai.

Bacaan Injil Matius 24:42-51

Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Sebab itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga." "Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkakannya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi."

Renungan

Lampu Teras Ibu

Di banyak rumah, ada lampu teras yang tidak boleh dimatikan sebelum semua anak pulang. Ibu yang menyalakannya biasanya tidak tidur sungguhan. Telinganya berjaga menunggu suara pagar. Menanti, bagi seorang ibu, adalah pekerjaan sepenuh badan.

Injil hari ini bicara tentang berjaga-jaga: kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Hamba yang baik bukan yang sibuk menghitung-hitung kapan tuannya pulang, melainkan yang tetap mengerjakan tugasnya seolah tuannya bisa datang kapan saja.

Kalau berjaga butuh teladan, hari ini Gereja menyodorkan Santa Monika. Ia menanti pertobatan Agustinus, anaknya yang cemerlang tapi hidupnya berantakan, bukan semalam dua malam, melainkan belasan tahun. Ia mengikutinya sampai ke Milano. Ia menangis di hadapan para uskup, sampai seorang di antaranya berkata: tidak mungkin anak dari air mata sebanyak ini akan binasa. Monika berjaga dengan senjata yang kelihatannya lemah: doa dan air mata. Ternyata itulah senjata yang menang.

Paulus menulis kepada jemaat Korintus: Allah yang memanggil kamu adalah setia. Kesetiaan Allah itulah yang membuat penantian orang beriman tidak pernah sia-sia, meski lama.

Siapa yang sedang kita doakan bertahun-tahun tanpa tanda-tanda? Jangan matikan lampu terasnya.

Tuhan, beri aku kesabaran Monika: tetap berdoa, tetap berjaga, tetap berharap. Amin.

Invitatorium

KAMIS I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, sebab Dialah Allah kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Monika

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1. Allah Kudus, nama-Mu kami puji;

Tuhan semesta, kami bersujud di hadapan-Mu!

Semua di bumi mengklaim takhta-Mu,

Semua di Surga di atas menyembah-Mu;

Tak terbatas kerajaan-Mu yang luas,

Kekal abadi pemerintahan-Mu.

2. Dengarlah! Nyanyian surgawi yang nyaring

Paduan suara malaikat di atas meninggikan,

Kerubim dan serafim,

Dalam paduan suara tak henti memuji;

Penuhi surga dengan harmoni manis:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan.

[3. Lihatlah! Barisan rasul

Bergabung menguduskan Nama yang suci;

Para nabi menggemakan refrain yang nyaring,

Dan para martir berjubah putih mengikuti;

Dan dari pagi hingga terbenamnya matahari,

Melalui Gereja lagu itu terus berlanjut.]

4. Bapa Kudus, Putra Kudus,

Roh Kudus, Tiga kami menyebut-Mu;

Sementara dalam esensi hanya Satu,

Allah yang tak terbagi kami klaim Engkau;

Dan dengan menyembah bertekuk lutut,

Sementara kami mengakui misteri itu.

[5. Engkaulah Raja kemuliaan, Kristus:

Putra Allah, namun lahir dari Maria;

Demi kami orang berdosa dikurbankan,

Dan kepada kematian sebagai upeti:

Yang pertama mematahkan belenggu kematian,

Engkau telah membuka Surga bagi iman.]

[6. Dari rumah surgawi-Mu yang tinggi,

Hakim atas segalanya, kembali lagi,

Kami percaya bahwa Engkau akan datang

Pada pagi hari kiamat yang mengerikan;

Ketika suara-Mu akan mengguncang bumi,

Dan orang mati yang terkejut bangkit.]

Ant. 1 Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Mazmur 18:2-30

Syukur atas keselamatan dan kemenangan

Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13).

I
Aku mengasihi Engkau, Tuhan, kekuatanku,

gunung batuku, bentengku, penyelamatku.

Allahku adalah gunung batu tempat aku berlindung;

perisaiku, pertolonganku yang perkasa, kubuku.

Tuhan layak menerima segala pujian;

ketika aku berseru, aku diselamatkan dari musuh-musuhku.

Gelombang maut mengelilingiku;

banjir kehancuran menyerangku;

jerat kubur menjeratku;

perangkap maut menghadangku.

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan;

aku berseru kepada Allahku untuk meminta pertolongan.

Dari bait-Nya Ia mendengar suaraku;

seruanku sampai ke telinga-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Aku mengasihi Engkau, Tuhan; Engkaulah kekuatanku.

Ant. 2 Tuhan telah menyelamatkanku; Ia menginginkanku menjadi milik-Nya.

II
Maka bumi berguncang dan bergoncang;

gunung-gunung terguncang sampai ke dasarnya:

mereka berguncang karena murka-Nya yang dahsyat.

Asap keluar dari lubang hidung-Nya

dan api yang membakar dari mulut-Nya:

bara api dinyalakan oleh panasnya.

Ia menurunkan langit dan turun,

awan hitam di bawah kaki-Nya.

Ia datang bertakhta di atas kerubim,

Ia terbang di atas sayap angin.

Ia menjadikan kegelapan sebagai selubung-Nya,

air gelap awan, kemah-Nya.

Cahaya bersinar di hadapan-Nya

dengan hujan es dan kilatan api.

Tuhan menggelegar di langit;

Yang Mahatinggi memperdengarkan suara-Nya.

Ia menembakkan panah-Nya, menyerakkan musuh,

memancarkan kilat-Nya dan membuat mereka lari.

Dasar samudra terungkap;

dasar-dasar dunia tersingkap

pada guntur ancaman-Mu, ya Tuhan,

pada hembusan napas murka-Mu.

Dari atas Ia menjangkau dan menangkapku;

Ia menarikku dari air yang dahsyat.

Ia merebutku dari musuhku yang perkasa,

dari musuh-musuhku yang kekuatannya tidak dapat aku tandingi.

Mereka menyerangku pada hari kemalanganku,

tetapi Tuhan adalah penopangku.

Ia membawaku ke dalam kebebasan,

Ia menyelamatkanku karena Ia mengasihiku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah menyelamatkanku; Ia menginginkanku menjadi milik-Nya.

Ant. 3 Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

III
Ia membalas aku karena aku benar,

membalas aku, karena tanganku bersih,

karena aku telah memelihara jalan Tuhan

dan tidak menyimpang dari Allahku.

Karena segala penghakiman-Nya ada di hadapanku:

aku tidak pernah mengabaikan perintah-perintah-Nya.

Aku selalu jujur di hadapan-Nya;

aku telah menjaga diriku dari kesalahan.

Ia membalas aku karena aku benar

dan tanganku bersih di mata-Nya.

Engkau mengasihi orang-orang yang mengasihi Engkau:

Engkau menunjukkan diri-Mu sempurna dengan orang yang sempurna.

Dengan orang yang tulus Engkau menunjukkan diri-Mu tulus,

tetapi orang yang licik Engkau kalahkan dalam kelicikan.

Karena Engkau menyelamatkan orang yang rendah hati

tetapi merendahkan mata orang yang sombong.

Engkau, ya Tuhan, adalah pelitaku,

Allahku yang menerangi kegelapanku.

Dengan Engkau aku dapat menembus setiap penghalang,

dengan Allahku aku dapat memanjat setiap tembok.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Allah, kekuatan dan keselamatan kami, nyalakanlah dalam diri kami api kasih-Mu dan jadikanlah kasih kami kepada-Mu bertumbuh menjadi kasih yang sempurna yang menjangkau sesama kami.

Ant. Tuhan, nyalakanlah terang untuk bimbinganku dan serakkanlah kegelapanku.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pikiran hatiku selalu di hadapan-Mu, ya Tuhan.

Engkaulah penolongku dan penebusku.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yeremia

2:1-13, 20-25

Ketidaksetiaan umat Allah
Firman Tuhan ini datang kepadaku: Pergilah, serukanlah pesan ini agar Yerusalem mendengarnya!
Aku ingat kesetiaan masa mudamu,

bagaimana engkau mengasihi Aku seperti seorang mempelai wanita,

Mengikuti Aku di padang gurun,

di tanah yang tidak ditaburi.

Suci bagi Tuhan adalah Israel,

buah sulung panen-Nya;

Jika ada yang berani mengambil bagian darinya,

kejahatan akan menimpanya, firman Tuhan.

Dengarkanlah firman Tuhan, hai kaum Yakub!

Hai semua suku kaum Israel.
Demikianlah firman Tuhan:

Kesalahan apa yang ditemukan bapa-bapamu pada-Ku

sehingga mereka menjauh dari-Ku,

Pergi mengikuti berhala-berhala yang kosong,

dan menjadi kosong sendiri?

Mereka tidak bertanya, “Di manakah Tuhan

yang membawa kita keluar dari tanah Mesir,

Yang memimpin kita melalui padang gurun,

melalui tanah yang tandus dan berjurang,

Melalui tanah kekeringan dan kegelapan,

melalui tanah yang tidak seorang pun melintasinya,

di mana tidak ada manusia yang tinggal?”

Ketika Aku membawa engkau ke tanah taman

untuk memakan buah-buahnya yang baik,

Engkau masuk dan menajiskan tanah-Ku,

engkau menjadikan warisan-Ku menjijikkan.

Para imam tidak bertanya,

“Di manakah Tuhan?”

Mereka yang berurusan dengan hukum tidak mengenal Aku:

para gembala memberontak terhadap Aku.

Para nabi bernubuat demi Baal,

dan mengikuti berhala-berhala yang tidak berguna.

Oleh karena itu Aku akan tetap menuduh engkau, firman Tuhan,

dan bahkan anak cucu-Mu akan Aku tuduh.

Pergilah ke pantai Kittim dan lihatlah,

kirimlah ke Kedar dan selidikilah dengan cermat:

Di manakah hal seperti ini pernah terjadi?

Apakah ada bangsa lain yang mengubah allah-allahnya?—

padahal mereka sama sekali bukan allah!

Tetapi umat-Ku telah menukar kemuliaan mereka

dengan hal-hal yang tidak berguna.

Terkejutlah akan hal ini, hai langit,

dan gemetarlah dengan kengerian yang murni, firman Tuhan.

Dua kejahatan telah dilakukan umat-Ku:

mereka telah meninggalkan Aku, sumber air hidup;

Mereka telah menggali bagi diri mereka sendiri sumur-sumur,

sumur-sumur yang retak, yang tidak menampung air.

Dahulu kala engkau mematahkan kukmu,

engkau merobek ikatanmu.

“Aku tidak akan melayani,” katamu.

Di setiap bukit yang tinggi, di bawah setiap pohon yang rindang,

engkau menyerahkan dirimu kepada pelacuran.

Aku telah menanam engkau, pohon anggur pilihan

dari bibit yang telah teruji sepenuhnya;

Bagaimana engkau bisa menjadi menjijikkan bagi-Ku,

pohon anggur palsu?

Meskipun engkau membersihkannya dengan sabun,

dan menggunakan banyak alkali,

Noda kesalahanmu masih di hadapan-Ku,

firman Tuhan Allah.

Bagaimana engkau bisa berkata, “Aku tidak najis,

Aku tidak mengikuti Baal-Baal”?

Pertimbangkanlah perilakumu di Lembah,

ingatlah apa yang telah engkau lakukan:

Seekor unta betina yang gila, berlari ke sana kemari,

melarikan diri ke padang gurun,

Mencium angin dalam gairahnya—

siapa yang dapat menahan nafsunya?

Tidak ada binatang yang perlu melelahkan diri mencarinya;

pada bulannya mereka akan bertemu dengannya.

Berhentilah memakai sepatumu

dan mengeringkan tenggorokanmu!

Tetapi engkau berkata, “Tidak ada gunanya! tidak!

Aku mencintai orang-orang asing ini,

dan setelah mereka aku harus pergi.”

RESPONSORIUM Yeremia 2:21; Matius 21:43; Yesaya 5:7

Aku menanam engkau, pohon anggur pilihan, tumbuh dari bibit yang paling sehat. Sekarang engkau telah berubah menjadi pohon anggur yang merosot dan menjijikkan bagi-Ku.

Maka Kerajaan Allah akan diambil darimu dan diberikan kepada bangsa yang akan menghasilkan panen yang berlimpah.
Aku mencari keadilan dan aku hanya melihat pertumpahan darah, kebenaran, dan aku hanya mendengar seruan kesusahan.

Maka Kerajaan Allah akan diambil darimu dan diberikan kepada bangsa yang akan menghasilkan panen yang berlimpah.
Bacaan Kedua

Dari Pengakuan-pengakuan Santo Agustinus, uskup

Marilah kita memperoleh hikmat yang kekal
Hari itu semakin dekat ketika ibuku Monika akan meninggalkan hidup ini; Engkau tahu hari itu, Tuhan, meskipun kami tidak tahu. Aku dan dia kebetulan berdiri sendiri di dekat jendela yang menghadap taman di halaman rumah. Saat itu kami berada di Ostia di Tiber. Kami pergi ke sana setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan untuk menjauh dari keramaian yang bising, dan untuk beristirahat serta bersiap untuk perjalanan laut kami. Aku percaya bahwa Engkau, Tuhan, menyebabkan semua ini terjadi dengan cara-Mu yang misterius. Maka kami berdua, sendirian, menikmati percakapan yang sangat menyenangkan, melupakan masa lalu dan terus maju menuju apa yang ada di depan. Kami saling bertanya di hadapan Kebenaran—karena Engkaulah Kebenaran—bagaimana rasanya berbagi hidup kekal yang dinikmati oleh para kudus, yang mata belum pernah melihat, telinga belum pernah mendengar, yang bahkan belum pernah masuk ke dalam hati manusia. Kami sangat ingin minum dari aliran mata air surgawi-Mu, mata air kehidupan.
Itulah inti pembicaraan kami, meskipun bukan kata-kata yang persis sama. Tetapi Engkau tahu, ya Tuhan, bahwa dalam percakapan kami hari itu, dunia dan kesenangannya kehilangan semua daya tariknya bagi kami. Ibuku berkata: “Anakku, sejauh yang aku ketahui, tidak ada apa pun dalam hidup ini yang sekarang memberiku kesenangan. Aku tidak tahu mengapa aku masih di sini, karena aku tidak memiliki harapan lagi di dunia ini. Aku memang punya satu alasan untuk ingin hidup sedikit lebih lama: untuk melihatmu menjadi seorang Kristen Katolik sebelum aku meninggal. Allah telah melimpahkan karunia-Nya kepadaku dalam hal itu, karena aku tahu bahwa engkau bahkan telah melepaskan kebahagiaan duniawi untuk menjadi hamba-Nya. Jadi apa yang aku lakukan di sini?”
Aku tidak benar-benar ingat bagaimana aku menjawabnya. Tak lama kemudian, dalam waktu sekitar lima hari, dia jatuh sakit demam. Lalu suatu hari selama sakitnya dia pingsan dan untuk sementara dia tidak menyadari lingkungannya. Kakakku dan aku bergegas ke sisinya tetapi dia segera sadar kembali. Dia menatap kami saat kami berdiri di sana dan bertanya dengan suara bingung: “Di mana aku tadi?”
Kami diliputi kesedihan, tetapi dia menatap kami dengan mantap dan berbicara lebih lanjut: “Di sini kalian akan menguburkan ibumu.” Aku tetap diam sambil menahan air mataku. Namun, kakakku dengan terbata-bata mengungkapkan harapannya agar dia tidak meninggal di negeri asing tetapi di tanahnya sendiri, karena akhir hidupnya akan lebih bahagia di sana. Ketika dia mendengar ini, wajahnya dipenuhi kecemasan, dan dia mencelanya dengan pandangan karena dia memiliki pikiran duniawi seperti itu. Lalu dia menatapku dan berbicara: “Lihat apa yang dia katakan.” Kemudian dia berkata kepada kami berdua: “Kuburkan tubuhku di mana pun kalian mau; jangan biarkan kekhawatiran akan hal itu mengganggu kalian. Hanya satu hal yang aku minta, agar kalian mengingatku di altar Tuhan di mana pun kalian berada.” Setelah ibuku mengungkapkan keinginan ini sebaik mungkin, dia terdiam karena rasa sakit penyakitnya meningkat.

RESPONSORIUM 1 Korintus 7:29, 30, 31; 2:12

Waktu semakin singkat,

maka kita harus bersukacita seolah-olah kita tidak bersukacita;

kita harus bekerja di dunia namun tanpa tenggelam di dalamnya,

karena dunia seperti yang kita kenal sedang berlalu.
Kita tidak mengadopsi roh dunia.

Karena dunia seperti yang kita kenal sedang berlalu.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menghibur orang yang berduka

dan yang dengan belas kasihan menerima

air mata keibuan Santa Monika

untuk pertobatan putranya Agustinus,

berilah kami, melalui perantaraan mereka berdua,

agar kami dengan pahit menyesali dosa-dosa kami dan menemukan rahmat pengampunan-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bapa penguasa waktu
Lihat kini fajar baru
Mulai memancarkan sinar
Lambang cahaya yang benar.

Rahmat baru ditawarkan
Terselubung kejadian
Yang menyampaikan undangan
Untuk berbakti berkurban.

Kami sambut kesempatan
Melayani Kristus Tuhan
Yang hadir dalam sesama
Tersembunyi namun nyata.

S'moga pengabdian kami
Dijiwai Roh ilahi
Dijadikan karya Putra
Demi kemulyaan Bapa. Amin.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Mazmur 56

Kasihanilah aku, ya Allah, kasihanilah aku,*
kepadaMulah aku berlindung.

Dalam naungan sayapMu aku berlindung,*
sampai malapetaka berlalu.

Aku berseru kepada Allah yang maha-tinggi,*
kepada Allah yang menjamin hidupku.

Semoga dari surga Ia menyelamatkan daku,+
dan mengusir mereka yang menganiaya aku,*
semoga Allah mencurahkan kasih setiaNya.

Aku berbaring seolah-olah di tengah kawanan singa,*
yang suka menerkam orang.

Giginya bagaikan tombak dan panah,*
lidahnya laksana pedang terasah.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Musuh memasang jaring terhadap langkahku,*
tetapi aku meloloskan diri.

Mereka menggali lubang di muka kakiku,*
tetapi mereka sendiri terperosok di dalamnya.

Hatiku siap sedia, ya Allah,*
untuk bernyanyi dan melagukan mazmur.

Bangunlah, hai jiwaku, kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi,*
menyingsinglah, hai fajar.

Ya Tuhan, aku hendak memujiMu di tengah segala bangsa,*
di tengah segala bangsa aku bermazmur bagiMu.

Sebab besarlah kasihMu, setinggi langit,*
dan kesetiaanMu menjangkau awan.

Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah,*
dan sinarilah bumi dengan kemuliaanMu.

Ant.1: Kumandangkanlah bunyimu, hai kecapi, menyingsinglah, hai fajar.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Yer 31,10-14

Dengarkanlah firman Tuhan, hai bangsa-bangsa,*
wartakanlah ke pulau-pulau yang jauh:

"Tuhan dahulu mencerai-beraikan umat Israel,+
tetapi Ia akan menghimpunkannya kembali,*
dan menjaganya seperti gembala menjaga kawanannya.

Bangsa Yakub sudah diselamatkan Tuhan,*
dan ditebus dari musuh yang menguasainya.

Dengan sorak-sorai mereka mendaki gunung Sion,*
dan berseri-seri karena kebaikan Tuhan.

Sebab Tuhan menganugerahkan gandum, minyak dan anggur,*
anakdomba dan sapi.

Hati mereka segar, bagaikan taman yang diairi,*
dan takkan pernah mereka kehausan.

Para pemudi menari berbaris,*
dan tua muda bersukaria.

Kesedihan mereka akan Kuubah menjadi kesukaan,*
Kuhibur dan Kugembirakan mereka sesudah kesusahan.

Para imam Kusenangkan dengan kurban,*
dan umat Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.2: Tuhan berfirman: UmatKu akan Kulimpahi dengan anugerah.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Mazmur 47

Tuhan agung dan sangat terpuji,*
di kota Allah kita.

GunungNya yang kudus menjulang megah,*
menggirangkan seluruh bumi.

Bagi kita gunung Sion itu gunung Allah,*
kota raja agung.

Allah tinggal dalam puri-purinya,*
Ia sendirilah yang ternyata menjadi bentengnya.

Raja-raja bersekutu,+
dan maju serentak,*
untuk menyerang kota Allah.

Demi melihatnya mereka tercengang,*
dan terhalau lari ketakutan.

Di sana mereka gemetar ketakutan,*
mereka merintih kesakitan seperti wanita yang melahirkan.

Engkau menghancurkan mereka,*
seperti topan timur menghancurkan kapal besar.

Seperti pernah kita dengar,+
kini kita alami di kota Tuhan semesta alam,*
di kota Allah kita.

Allah yang menjadi bentengnya,*
untuk selama-lamanya.

Kami mengenangkan kasih setiaMu, ya Allah,*
dalam rumahMu yang kudus.

Seperti Engkau berkuasa di seluruh dunia,*
demikianpun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

TindakanMu adil semuanya,*
hendaknya gunung Sion bersukacita.

Semoga semua kota Yehuda bersorak-sorai,*
karena karya penyelamatanMu.

Kelilinglah Sion, edarilah dia,*
hitunglah menaranya yang kokoh.

Perhatikanlah seluruh temboknya,*
tinjaulah benteng-bentengnya.

Maka kamu dapat mengisahkan kepada anak cucumu,*
bahwa Dia itulah Allah.

Dialah Allah kita untuk selama-lamanya,*
Dialah yang memimpin kita.

Ant.3: Tuhan agung dan sangat terpuji di kota Allah kita.

Bacaan Singkat (Yes 66,1-2)

Beginilah firman Tuhan: Langit adalah takhtaKu, dan bumi tumpuan kakiKu. Rumah apakah yang dapat kamu dirikan bagiKu? Tempat apakah yang dapat menjadi kediamanKu? Bukankah tanganKu sendiri membuat segala sesuatu, dan semuanya itu milikKu: sabda Tuhan! Inilah orang yang Kuperhatikan: yang tertindas dan patah semangat, orang yang takut akan sabdaKu.

Lagu Singkat

P: Aku berseru dengan segenap hati,* Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. U: Aku. P: PeraturanMu akan kupelihara. U: Kabulkanlah doaku, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Aku berseru.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Marilah kita mengabdi kepada Tuhan dengan berlaku kudus, maka Ia akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Doa Permohonan

Kristus menerangi hari ini dengan cahayaNya. Marilah kita bersyukur kepadaNya dan berseru:
U: Berkatilah kami, ya Tuhan,dan kuduskanlah kami.
P: Engkau telah mempersembahkan diri sebagai kurban pelunas dosa kami,* maka terimalah kiranya rencana dan usaha kami hari ini.
P: Engkau telah menggembirakan mata kami dengan kurnia terang baru,* semoga Engkau terbit di hati kami laksana bintang kejora.
P: Semoga kami hari ini bersabar hati terhadap semua orang,* agar kami dapat menjadi pengikutMu.
P: Berbelaskasihlah terhadap kami, ya Tuhan pada pagi ini,* supaya perbuatan kami menggembirakan hatiMu sepanjang hari.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, pada pagi hari ini kami panjatkan doa ke hadapan hadiratMu. Semoga kegelapan dosa Kaulenyapkan dari hati kami, supaya kami sampai kepada cahaya sejati, yakni Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS I SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Mazmur 118 (119),17-24

Ya Tuhan, berbuatlah baik kepada hambaMu, maka aku akan hidup,*
dan tetap berpegang pada firmanMu.

Bukalah mataku, maka aku memandang,*
hukumMu yang mengagumkan.

Aku ini pendatang di dunia,*
jangan menyembunyikan perintahMu terhadapku.

Remuk redamlah hatiku,*
karena merindukan hukumMu setiap waktu.

Engkau akan menghardik orang yang sombong,*
terkutuklah yang menyimpang dari perintahMu.

Jauhkan dari padaku penghinaan dan cercaan,*
sebab aku melakukan segala perintahMu.

Sekalipun para pemuka bersepakat melawan daku,*
hambaMu ini merenungkan segala ketetapanMu.

Sungguh perintahMu menjadi kesukaanku,*
dan penasihat dalam segala tingkah lakuku.

Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Mazmur 24 (25) I

KepadaMu kuarahkan hatiku,*
ya Tuhan Allahku.

KepadaMu aku percaya, janganlah mengecewakan daku,*
janganlah musuh bersukacita atas kemalanganku.

Sebab yang berharap kepadaMu, tidak akan kecewa,*
kecewalah hendaknya yang berbuat lalim.

Perkenalkanlah jalanMu kepadaku, ya Tuhan,*
tunjukkanlah lorongMu kepadaku.

Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar dan ajarilah aku,+
karena Engkaulah Allah penyelamatku,*
kepadaMu aku selalu berharap.

Ya Tuhan, ingatlah akan rahmat dan kasih setiaMu,*
yang telah Kautunjukkan sejak sediakala.

Dosa masa mudaku dan pelanggaranku jangan Kauingat,*
tetapi ingatlah akan daku menurut belaskasihanMu.

Jujur dan baiklah Tuhan,*
Ia menunjukkan jalan kepada orang yang sesat.

Ia membimbing orang yang rendah hati menurut hukumNya,*
mengajarkan jalanNya kepada orang yang bersahaja.

Segala tindakan Tuhan penuh kasih setia dan kebenaran,*
bagi setiap orang yang berpegang pada perjanjian dan hukumNya.

Demi namaMu, ya Tuhan, ampunilah kesalahanku,*
biar besarlah dosaku.

Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Mazmur 24 (25) II

Siapakah orang yang takwa?*
Kepadanya Tuhan menunjukkan jalan yang harus dipilih.

Orang takwa tetap sejahtera,*
keturunannya akan mewarisi tanah kebahagiaan.

Tuhan bergaul mesra dengan orang yang takwa,*
perjanjianNya diajarkan kepadanya.

Mataku tetap terarah kepada Tuhan,*
sebab Ia melepaskan kakiku dari jaring.

Arahkan wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan,*
sebab aku sebatang kara dan malang.

Lapangkanlah hatiku yang amat sesak,*
lepaskanlah aku dari segala kesusahanku.

Perhatikanlah sengsara dan kesukaranku,*
hapuskanlah segala kesesatanku.

Lihatlah, betapa banyaknya lawanku,*
mereka sangat membenci aku.

Jagalah hidupku dan selamatkan daku,*
janganlah aku kecewa karena berlindung kepadaMu.

Semoga aku terlindung karena ketulusan dan kejujuranku,*
sebab aku berharap kepadaMu.

Yan Allah, bebaskanlah umatMu Israel,*
dari segala kesesakannya.

Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang.

Bacaan singkat (Am 4,13)

Dia yang membentuk gunung-gemunung dan yang menciptakan angin. Dia yang memberitahukan pikiranNya kepada manusia. Dia yang membuat fajar dan kegelapan, dan yang berjejak di atas bukit-bukit: Tuhan, Allah semesta alam, itulah namaNya.

P: Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahayaMu, supaya kami dapat mengenal kehendakMu dan mengikuti bimbinganMu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

KAMIS I SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa
Yang menjadi manusia
Kaulah cahaya dunia
Yang mencerahkan semua.

Bila semuanya lenyap
Engkau akan tinggal tetap
Bila segalanya musnah
Engkau tetap berkuasa.

Bila fajar tampil lagi
Terbit hari yang abadi
Kau meraja selamanya
Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Mazmur 29

Aku akan memuliakan Dikau, ya Tuhan, sebab Engkau membebaskan daku,*
dan tidak membiarkan musuh bersukacita atas kemalanganku.

Ya Tuhan, Allahku, aku berseru,*
dan Engkau telah menyembuhkan daku.

Hidupku telah Kauselamatkan dari alam maut, ya Tuhan,*
nyawaku Kaubebaskan dari liang kubur.

Bernyanyilah bagi Tuhan, hai orang yang dikasihiNya,*
persembahkan syukur kepada namaNya yang kudus.

Sesaat saja Tuhan murka, tetapi baik hati seumur hidup,*
semalam saja aku menangis, fajar membawa sukacita.

Semasih aku sejahtera, aku berkata ,*
"Aku takkan goyah untuk selama-lamanya".

Tuhan, tatkala Engkau berkenan, aku kuat dan aman,*
kini Kaupalingkan wajahMu dari padaku, maka tak berdayalah aku.

KepadaMu, ya Tuhan, aku berseru,*
Tuhanku, kasihanilah aku.

Apa gunanya bagiMu, jika nyawaku dicabut?*
Apa gunanya, jika aku turun ke dalam liang kubur?

Dapatkah debu memuliakan Dikau,*
atau mewartakan kesetiaanMu?

Dengarkanlah, ya Tuhan, kasihanilah aku,*
Tuhan, jadilah penolong bagiku.

Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira,+
pakaian kabungku Kautanggalkan,*
pakaian pesta Kaukenakan padaku.

Maka aku bernyanyi bagiMu, dan takkan diam lagi,*
Tuhan Allahku, Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.1: Ya Tuhan, aku berseru, dan Engkau menyembuhkan daku; Engkau kupuji selama-lamanya.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Mazmur 31

Berbahagialah orang, bila dosanya diampuni,*
dan kesalahannya dihapus oleh Tuhan.

Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan,*
dan tulus ikhlas hatinya.

Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.

Siang malam aku sangat Kautekan,*
tenagaku lenyap, bagaikan diisap udara yang panas.

Maka kuakui dosaku di hadapanMu,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.

Aku berkata: "Kuakui segala dosaku di hadapan Tuhan",*
maka semua kesalahanku Kauampuni.

Sebab itu hendaknya orang saleh berdoa kepadaMu,*
di waktu kesesakan.

Bila terjadi banjir besar,*
ia tak akan dilanda.

Engkaulah pelindungku dalam kesesakan,*
Engkau membebaskan dan menggembirakan daku.

"Aku akan menunjukkan jalan yang harus kautempuh,*
Aku akan menasihati dan mendampingi engkau.

Jangan berlaku seperti kuda atau keledai yang tak berakal,*
yang harus dikendalikan dengan kekang".

Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.

Bersorak gembiralah dalam Tuhan, hai orang saleh,*
bersorak-sorailah, hai orang jujur.

Ant.2: Berbahagialah orang, bila kejahatannya tidak diperhitungkan Tuhan.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik yang kecil maupun yang besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Allah memberi Kristus kekuasaan, kehormatan dan kerajaan, dan semua bangsa mengabdi kepadaNya.

Bacaan singkat (lPetr 1,6-9)

Hendaknya kamu gembira, biarpun kini harus berdukacita karena mengalami bermacam-macam percobaan. Memang perlu kamu dicobai, agar terbukti bahwa kepercayaanmu tahan uji. Bukankah kepercayaanmu lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api, supaya murni. Maka kamu akan mendapat pujian dan kemuliaan serta hormat pada hari penampakan Yesus Kristus. Biarpun tidak dapat melihat Dia sekarang, toh kamu percaya dan mengasihiNya. Dari sebab itu kamu bergembira dengan sukacita yang tak terkatakan, sebab sudah mulai menikmati kebahagiaan surgawi dan akan mencapai tujuan kepercayaanmu, yakni keselamatan.

Lagu Singkat

P: Tuhan memberi kita makanan,* Yang paling lezat. U: Tuhan. P: Ia memuaskan kita dengan madu terbaik. U: Yang paling lezat. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan menurunkan orang yang berkuasa dari takhta, dan mengangkat yang hina-dina.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah, pembantu kita dan dasar seluruh harapan kita. Hendaklah kita berdoa dengan penuh bakti:
U: Pandanglah putera-puteraMu, ya Tuhan.
P: Tuhan Allah kami, Engkau telah mengikat perjanjian abadi dengan umatMu,* semoga kami tetap mengenangkan karyaMu yang agung.
P: Sempurnakanlah para imam dalam cintakasihMu,* dan berkatilah umatMu senantiasa agar tetap sehati-sejiwa.
P: Semoga kami membangun dunia ini bersama Engkau,* dan janganlah usaha kami sia-sia.
P: Utuslah pekerja-pekerja ke panenanMu,* agar namaMu semakin dijunjung tinggi oleh para bangsa.
P: Terimalah arwah sanak saudara dan kaum kerabat kami ke dalam kalangan para kudusMu,* dan satukanlah kami juga kelak dengan mereka.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau menyinari malam dengan cahayaMu, dan sesudah gelap Kauterbitkan terang. Semoga kami menempuh malam ini tanpa gangguan setan, supaya besok pagi dapat menghadap Engkau untuk mengucapkan syukur kepadaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

S. Monika

Janda · ± 331-387

Monika lahir sekitar tahun 331 di Tagaste, Afrika Utara, dari keluarga Kristen. Ketika masih muda ia dinikahkan dengan Patrisius, seorang pria kafir yang mudah marah dan tak setia. Dengan kesabaran, kelembutan, dan doa, Monika menanggung watak keras suaminya, sampai akhirnya Patrisius bertobat dan dibaptis menjelang wafatnya.

Kesedihan terbesarnya adalah putra sulungnya, Agustinus, yang cerdas tetapi hidup jauh dari iman, menganut ajaran sesat Manikeisme dan hidup dalam kemewahan serta hubungan di luar nikah. Selama bertahun-tahun Monika tak henti berdoa dan mencucurkan air mata bagi pertobatannya. Ketika ia mengeluh kepada seorang uskup, ia dihibur dengan kata-kata yang termasyhur, Tidak mungkin anak dari begitu banyak air mata akan binasa.

Ia mengikuti Agustinus hingga ke Italia. Di sana, berkat bimbingan Santo Ambrosius dari Milan, doanya yang bertahun-tahun akhirnya terkabul: Agustinus bertobat dan dibaptis. Tidak lama setelah kemenangan iman itu, ketika hendak kembali ke Afrika, Monika jatuh sakit dan wafat di Ostia sekitar tahun 387.

Kisah hidupnya dikenang lewat tulisan Agustinus sendiri dalam Pengakuan, dan ia menjadi teladan abadi bagi para ibu yang berdoa bagi anak-anaknya.

Pelindung: para ibu, istri, dan janda.

Santa Monika

Janda

Monika, Ibu Santo Agustinus dari Hippo, adalah seorang ibu teladan. Iman dan cara hidupnya yang terpuji patut dicontoh oleh ibu-ibu Kristen terutama mereka yang anaknya tersesat oleh berbagai ajaran dan bujukan dunia yang menyesatkan. Riwayat hidup Monika terpaut erat dengan hidup anaknya Santo Agustinus yang terkenal bandel sejak masa mudanya. Monika lahir di Tagaste, Afrika Utara dari sebuah keluarga Kristen yang saleh dan beribadat. Ketika berusia 20 tahun, ia menikah dengan Patrisius, seorang pemuda kafir yang cepat panas hatinya.

Dalam kehidupannya bersama Patrisius, Monika mengalami tekanan batin yang hebat karena ulah Patrisius dan anaknya Agustinus. Patrisius mencemoohkan dan menertawakan usaha keras isterinya mendidik Agustinus menjadi seorang pemuda yang luhur budinya. Namun semuanya itu ditanggungnya dengan sabar sambil tekun berdoa untuk memohon campur tangan Tuhan. Bertahun-tahun lamanya tidak ada tanda apa pun bahwa doanya dikabulkan Tuhan. Baru pada saat-saat terakhir hidupnya, Patrisius bertobat dan minta dipermandikan. Monika sungguh bahagia dan mengalami rahmat Tuhan pada saat-saat kritis suaminya.

Ketika itu Agustinus berusia 18 tahun dan sedang menempuh pendidikan di kota Kartago. Cara hidupnya semakin menggelisahkan hati ibunya karena telah meninggalkan imannya dan memeluk ajaran Manikeisme yang sesat itu. Lebih dari itu, di luar perkawinan yang sah, ia hidup dengan seorang wanita hingga melahirkan seorang anak yang diberi nama Deodatus. Untuk menghindarkan diri dari keluhan ibunya, Agustinus pergi ke Italia. Namun ia sama sekali tidak luput dari doa dan air mata ibunya.

Monika berlari meminta bantuan kepada seorang uskup. Kepadanya uskup itu berkata: “Pergilah kepada Tuhan! Sebagaimana engkau hidupa, demikian pula anakmu, yang bagimu telah kaucurahkan banyak air mata dan doa permohonan, tidak akan binasa. Tuhan akan mengembalikannya kepadamu.” Nasehat pelipur lara itu tidak dapat menenteramkan hatinya. Ia tidak tega membiarkan anaknya lari menjauhi dia, sehingga ia menyusul anaknya ke Italia. Di sana ia menyertai anaknya di Roma maupun di Milano. Di Milano, Monika berkenalan dengan Uskup Santo Ambrosius. Akhirnya oleh teladan dan bimbingan Ambrosius, Agustinus bertobat dan bertekad untuk hidup hanya bagi Allah dan sesamanya. Saat itu bagi Monika merupakan puncak dari segala kebahagiaan hidupnya. Hal ini terlukis di dalam kesaksian Agustinus sendiri perihal perjalanan mereka pulang ke Afrika: “Kami berdua terlibat dalam pembicaraan yang sangat menarik, sambil melupakan liku-liku masa lalu dan menyongsong hari depan. Kami bertanya-tanya, seperti apakah kehidupan para suci di surga… Dan akhirnya dunia dengan segala isinya ini tidak lagi menarik bagi kami. Ibu berkata: “Anakku, bagi ibu sudah ada sesuatu pun di dunia ini yang memikat hatiku. Ibu tidak tahu untuk apa mesti hidup lebih lama. Sebab, segala harapan ibu di dunia ini sudah terkabul”. Dalam tulisan lain, Agustinus mengisahkan pembicaraan penuh kasih antara dia dan ibunya di Ostia: “Sambil duduk di dekat jendela dan memandang ke laut biru yang tenang, ibu berkata: “Anakku, satu-satunya alasan yang membuat aku masih ingin hidup sedikit lebih lama lagi ialah aku mau melihat engkau menjadi seorang Kristen sebelum aku menghembuskan nafasku. Hal itu sekarang telah dikabulkan Allah, bahkan lebih dari itu, Allah telah menggerakkan engkau untuk mempersembahkan dirimu sama sekali kepadaNya dalam pengabdian yang tulus kepadaNya. Sekarang apa lagi yang aku harapkan?”Beberapa hari kemudian, Monika jatuh sakit. Kepada Agustinus, ia berkata: “Anakku, satu-satunya yang kukehendaki ialah agar engkau mengenangkan daku di Altar Tuhan.” Monika akhirnya meninggal dunia di Ostia, Roma. Teladan hidup santa Monika menyatakan kepada kita bahwa doa yang tak kunjung putus, tak dapat tiada akan didengarkan Tuhan.