Minggu, 20 Desember 2026
Hari Minggu Adven IV
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 7:10-14
TUHAN melanjutkan firman-Nya kepada Ahas, kata-Nya: "Mintalah suatu pertanda dari TUHAN, Allahmu, biarlah itu sesuatu dari dunia orang mati yang paling bawah atau sesuatu dari tempat tertinggi yang di atas." Tetapi Ahas menjawab: "Aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai TUHAN." Lalu berkatalah nabi Yesaya: "Baiklah dengarkan, hai keluarga Daud! Belum cukupkah kamu melelahkan orang, sehingga kamu melelahkan Allahku juga? Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.
Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6
Bacaan Injil Lukas 1:26-38
Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria. Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau." Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu. Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan." Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia.
Renungan
Dua Jawaban
Ada penolakan yang terdengar sopan padahal isinya keras kepala. Ditawari bantuan, jawabnya: terima kasih, jangan repot-repot. Kedengarannya rendah hati. Padahal kadang artinya: saya tidak mau berutang budi, saya mau mengatur semuanya sendiri.
Raja Ahas melakukan penolakan semacam itu dalam bacaan pertama. Kerajaannya terjepit, musuh berkoalisi di perbatasan. Allah sendiri menawarkan jaminan lewat Yesaya: mintalah suatu pertanda, dari dunia orang mati yang paling bawah sampai tempat tertinggi yang di atas. Tawaran seluas itu jarang terjadi dalam sejarah. Dan Ahas menjawab: aku tidak mau meminta, aku tidak mau mencobai Tuhan.
Kedengarannya saleh sekali. Tetapi Yesaya tidak terkecoh, sebab ia tahu isi hati raja. Ahas sudah diam-diam bersandar pada Asyur, negara adikuasa zaman itu. Ia menolak tanda karena tidak mau rencananya diganggu Allah. Kesalehan bisa menjadi tameng paling halus untuk berkata: jangan ikut campur, Tuhan.
Namun Allah tidak menyerah pada penolakan manusia. Engkau tidak mau meminta tanda? Tuhan sendirilah yang akan memberikannya: seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel, Allah menyertai kita.
Berabad-abad kemudian, tanda itu menemukan alamatnya di sebuah rumah sederhana di Nazaret. Dan sungguh kontras dengan istana Ahas. Maria juga terkejut, juga bertanya: bagaimana hal itu mungkin terjadi? Tetapi pertanyaannya bukan pagar untuk menolak, melainkan pintu untuk mengerti. Begitu mendengar bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil, ia menyerahkan seluruh rencananya: jadilah padaku menurut perkataanmu.
Dua tokoh, dua jawaban, dua arah. Ahas menolak tanda demi mempertahankan kendali, dan sejarah mencatat kerajaannya toh runtuh juga. Maria melepaskan kendali, dan lewat rahimnya Allah masuk ke dalam sejarah dunia.
Kita sering lebih mirip Ahas daripada Maria. Berdoa iya, tetapi rencana cadangan tetap dipegang erat, jangan sampai Tuhan mengubah arah hidup yang sudah kita susun. Padahal Adven menuju puncaknya justru dengan pertanyaan ini: beranikah kita membiarkan Allah sungguh masuk? Bukan sebagai tamu yang kita atur jadwalnya, melainkan sebagai Imanuel yang menyertai dan boleh mengubah segalanya.
Beberapa hari lagi Natal. Tanda itu akan diletakkan kembali di hadapan kita: seorang Bayi. Allah sudah memberikan diri-Nya. Tinggal kita: menutup pintu seperti Ahas, atau membuka diri seperti Maria.
Tuhan, aku sering ingin memegang kendali sendiri. Ajarilah aku berkata seperti Maria: jadilah padaku menurut kehendak-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU IV PAGI
Pembukaan
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk 20 Desember, Sabtu dalam Pekan Adven III
MADAH
Ave Maria, gratia plena
PSALMODI
Ant. 1 Marilah kita memuji Tuhan karena belas kasihan-Nya dan karena hal-hal menakjubkan yang telah Ia lakukan bagi manusia.
Mazmur 107
Syukur atas pembebasan
Inilah pesan Allah kepada bani Israel; kabar baik tentang damai sejahtera yang diberitakan melalui Yesus Kristus (Kis. 10:36).
Ant. Marilah kita memuji Tuhan karena belas kasihan-Nya dan karena hal-hal menakjubkan yang telah Ia lakukan bagi manusia.
Ant. 2 Manusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Ia lakukan.
Ant. Manusia telah melihat karya-karya Allah, keajaiban-keajaiban yang telah Ia lakukan.
Ant. 3 Mereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
Ant. Mereka yang mengasihi Tuhan akan melihat dan bersukacita; mereka akan memahami kasih setia-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 48:10, 11; 54:8
RESPONSORIUM Lihat Lukas 1:31,42
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Tiuplah sangkakala di Sion, sebab hari Tuhan sudah dekat. Sungguh, Tuhan akan datang untuk menyelamatkan kita, alleluya.
Ant.2: Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Dan 3,52-57
(Kemuliaan tidak diucapkan)
Ant.2: Tuhan akan datang, songsonglah Dia sambil berkata: Kekuasaan Tuhan agung, kerajaanNya takkan berakhir. Allah kuat, raja perkasa, pangeran perdamaian, alleluya.
Ant.3: Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Mazmur 150
Ant.3: Ya Tuhan, sabdaMu yang mahakuasa akan turun ke dunia dari takhta kerajaanMu, alleluya.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Berjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Berjaga-jaga dan waspadalah, Tuhan Allah kita sudah dekat.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU IV SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Mazmur 75 (76)
Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.
Bacaan singkat (Kid 8,6b-7)
Ibadat Sore
MINGGU IV SORE II
Madah
Ant.1: Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Ant.1: Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Ant.2: Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Mazmur 111 (112)
Ant.2: Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Ant.3: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Why 19,1-7
Ant.3: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Bacaan singkat (Flp 4,4-5)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Filigon
Uskup dan Pengaku Iman
Filigon terkenal sebagai seorang pengacara kawakan di kota Antiokia, Asia Kecil, pada abad keempat. Ia terkenal karena pidato-pidatonya yang berapi-api dan keberaniannya membela kliennya di muka pengadilan: Ia tidak pernah kalah dalam semua perkara yang dibelanya. Ia orang jujur dan biasanya tidak bersedia membela orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah. Sebagai orang Kristen, ia lebih dikenal karena kesalehan dan perbuatan-perbuatan amalnya. Pada waktu Vitalis, uskup kota Antiokia meninggal dunia, Filigon terpilih menjadi Uskup Antiokia. Pengangkatan Filigon ini menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dalam hal pemilihan calon uskup di antara imam-imam yang ada. Filigon menolak pilihan itu, namun atas desakan umat, ia akhirnya bersedia ditahbiskan menjadi uskup. Sejak itu keahliannya diabdikannya demi kepentingan Gereja dan pembelaan iman para rasul terhadap serangan kaum bidat.
Santo Yohanes Krisostomus memujinya sebagai seorang uskup yang suci, bijaksana, lagi rajin. Ia juga memuji kemurahan hati Filigon dalam memperhatikan kepentingan umatnya. Dalam kamus hidupnya tidak terdapat kata-kata yang menaburkan benih kebencian diantara manusia, seperti: "saya punya" dan "engkau punya'". Miliknya menjadi juga milik orang miskin. Ketenangan jiwanya tidak pernah terganggu oleh kecemasan akan harta benda duniawi; hatinya tiada pernah ke sana. Lima tahun sesudah menjabat uskup, Filigon meninggal dunia.