Sabtu, 2 Januari 2027

S. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama 1 Yohanes 2:22-28

Siapakah pendusta itu? Bukankah dia yang menyangkal bahwa Yesus adalah Kristus? Dia itu adalah antikristus, yaitu dia yang menyangkal baik Bapa maupun Anak. Sebab barangsiapa menyangkal Anak, ia juga tidak memiliki Bapa. Barangsiapa mengaku Anak, ia juga memiliki Bapa. Dan kamu, apa yang telah kamu dengar dari mulanya, itu harus tetap tinggal di dalam kamu. Jika apa yang telah kamu dengar dari mulanya itu tetap tinggal di dalam kamu, maka kamu akan tetap tinggal di dalam Anak dan di dalam Bapa. Dan inilah janji yang telah dijanjikan-Nya sendiri kepada kita, yaitu hidup yang kekal. Semua itu kutulis kepadamu, yaitu mengenai orang-orang yang berusaha menyesatkan kamu. Sebab di dalam diri kamu tetap ada pengurapan yang telah kamu terima dari pada-Nya. Karena itu tidak perlu kamu diajar oleh orang lain. Tetapi sebagaimana pengurapan-Nya mengajar kamu tentang segala sesuatu--dan pengajaran-Nya itu benar, tidak dusta--dan sebagaimana Ia dahulu telah mengajar kamu, demikianlah hendaknya kamu tetap tinggal di dalam Dia. Maka sekarang, anak-anakku, tinggallah di dalam Kristus, supaya apabila Ia menyatakan diri-Nya, kita beroleh keberanian percaya dan tidak usah malu terhadap Dia pada hari kedatangan-Nya.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Injil Yohanes 1:19-28

Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: "Siapakah engkau?" Ia mengaku dan tidak berdusta, katanya: "Aku bukan Mesias." Lalu mereka bertanya kepadanya: "Kalau begitu, siapakah engkau? Elia?" Dan ia menjawab: "Bukan!" "Engkaukah nabi yang akan datang?" Dan ia menjawab: "Bukan!" Maka kata mereka kepadanya: "Siapakah engkau? Sebab kami harus memberi jawab kepada mereka yang mengutus kami. Apakah katamu tentang dirimu sendiri?" Jawabnya: "Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya." Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi. Mereka bertanya kepadanya, katanya: "Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?" Yohanes menjawab mereka, katanya: "Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak." Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Renungan

Aku Bukan

Coba perhatikan cara kita memperkenalkan diri. Hampir selalu berisi daftar tambahan: jabatan, gelar, prestasi, kenalan penting. Jarang sekali orang memperkenalkan diri dengan pengurangan.

Yohanes Pembaptis melakukannya. Ditanya para utusan dari Yerusalem, "Siapakah engkau?", jawabannya justru rentetan penyangkalan. Aku bukan Mesias. Bukan Elia. Bukan nabi yang akan datang. Tiga kali "bukan". Padahal orang berbondong-bondong kepadanya. Padahal satu anggukan saja, ia bisa dielu-elukan.

Yohanes tahu persis siapa dirinya: suara yang berseru di padang gurun. Suara itu penting, tetapi ia bukan Sang Firman. "Membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak." Orang besar sejati ternyata tidak takut tampak kecil.

Hari ini Gereja mengenang dua sahabat, Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze. Dua orang paling terpelajar di zamannya, uskup, pujangga Gereja. Gregorius pernah menulis bahwa mereka berdua bagaikan satu jiwa dalam dua tubuh. Kebesaran mereka tumbuh justru karena keduanya tahu: pusatnya bukan aku.

Mungkin itu latihan awal tahun yang baik. Berani berkata "aku bukan". Aku bukan pusat keluarga ini. Aku bukan penentu segalanya. Ada Dia yang berdiri di tengah-tengah kita, yang sering tidak kita kenal.

Tuhan, jadikan aku suara yang menunjuk kepada-Mu, bukan gema yang memantulkan diriku sendiri. Amin.

Invitatorium

SABTU II PAGI

Pembukaan

Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Kristus menampakkan diri, marilah kita menyembah Dia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Sabtu sebelum Epifani

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Di palungan, tiada ranjang,
Tuhan Yesus kecil membaringkan kepala-Nya yang manis,
Bintang-bintang di langit cerah memandang ke tempat Ia berbaring,
Tuhan Yesus kecil tertidur di atas jerami.

Sapi-sapi melenguh, bayi itu terbangun,
Tetapi Tuhan Yesus kecil tidak menangis.
Aku mengasihi-Mu, Tuhan Yesus; pandanglah dari langit,
Dan tinggallah di dekat buaianku sampai pagi menjelang.

Dekatlah padaku, Tuhan Yesus, aku mohon Engkau tinggal
Dekat padaku selama-lamanya, dan kasihi aku, aku berdoa.
Berkatilah semua anak-anak yang terkasih dalam pemeliharaan-Mu yang lembut,
Dan siapkanlah kami untuk surga, untuk hidup bersama-Mu di sana.

PSALMODI

Ant. 1 Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.

Mazmur 105

Tuhan setia pada janji-janji-Nya

Para rasul mewartakan kepada bangsa-bangsa keajaiban yang Allah perbuat ketika Ia datang di antara kita (Santo Athanasius).
I
Bersyukurlah kepada Tuhan, serukanlah nama-Nya,
beritakanlah perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa.
Bernyanyilah bagi-Nya, nyanyikanlah pujian bagi-Nya;
ceritakanlah segala karya-Nya yang ajaib!
Banggalah akan nama-Nya yang kudus,
biarlah hati orang yang mencari Tuhan bersukacita.
Perhatikanlah Tuhan dan kekuatan-Nya;
carilah wajah-Nya senantiasa.
Ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat,
mukjizat-mukjizat-Nya, penghakiman yang Ia ucapkan.
Hai anak-anak Abraham, hamba-Nya,
hai anak-anak Yakub yang Ia pilih,
Ia, Tuhan, adalah Allah kita;
penghakiman-Nya berlaku di seluruh bumi.
Ia mengingat perjanjian-Nya selama-lamanya,
janji-Nya untuk seribu generasi,
perjanjian yang Ia buat dengan Abraham,
sumpah yang Ia ucapkan kepada Ishak.
Ia mengukuhkannya bagi Yakub sebagai hukum,
bagi Israel sebagai perjanjian selama-lamanya.
Ia berkata: “Aku memberikan kepadamu suatu negeri,
Kanaan, warisan yang telah ditentukan bagimu.”
Ketika mereka sedikit jumlahnya,
segenggam orang asing di negeri itu,
ketika mereka mengembara dari satu negeri ke negeri lain,
dari satu kerajaan dan bangsa ke bangsa lain,
Ia tidak membiarkan seorang pun menindas mereka;
Ia menegur raja-raja demi mereka:
“Jangan sentuh orang-orang yang telah Kuurapi;
jangan celakai seorang pun dari nabi-nabi-Ku.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Nyanyikanlah pujian bagi Tuhan; ingatlah keajaiban yang telah Ia perbuat.

Ant. 2 Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.

II
Tetapi Ia mendatangkan kelaparan di negeri itu;
Ia mematahkan tongkat yang menopang mereka.
Ia telah mengutus seorang di depan mereka,
Yusuf, yang dijual sebagai budak.
Kakinya dibelenggu,
lehernya diikat dengan besi,
sampai apa yang ia katakan terjadi
dan firman Tuhan membuktikan kebenarannya.
Kemudian raja mengutus dan membebaskannya
penguasa rakyat membebaskannya,
menjadikannya tuan atas rumahnya
dan penguasa atas segala miliknya,
untuk mengajar para pangerannya sesuka hatinya
dan untuk mengajar para penatua-Nya hikmat.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan tidak meninggalkan orang baik yang dijual sebagai budak, tetapi membebaskannya dari kuasa orang-orang berdosa.

Ant. 3 Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.

III
Maka Israel datang ke Mesir;
Yakub tinggal di negeri Ham.
Ia membuat umat-Nya bertambah;
Ia membuat mereka lebih kuat dari musuh-musuh mereka,
yang hati mereka Ia ubah untuk membenci umat-Nya
dan untuk memperlakukan hamba-hamba-Nya dengan tipu daya.
Kemudian Ia mengutus Musa hamba-Nya
dan Harun orang yang telah Ia pilih.
Melalui mereka Ia menunjukkan keajaiban-Nya
dan mukjizat-mukjizat-Nya di negeri Ham.
Ia mengirim kegelapan, dan kegelapan pun terjadi
tetapi Mesir menentang firman-Nya.
Ia mengubah air menjadi darah
dan menyebabkan ikan-ikan mereka mati.
Negeri mereka penuh dengan katak,
bahkan sampai ke istana raja-raja mereka.
Ia berbicara; lalat anjing datang
dan nyamuk menutupi negeri itu.
Ia mengirim hujan es sebagai ganti hujan
dan api yang menyala-nyala di negeri mereka.
Ia memukul pohon anggur dan pohon ara mereka;
Ia menghancurkan pohon-pohon di seluruh negeri mereka.
Ia berbicara; belalang datang,
belalang muda, terlalu banyak untuk dihitung.
Mereka memakan setiap helai rumput di negeri itu;
mereka memakan semua buah di ladang mereka.
Ia memukul semua anak sulung di negeri mereka,
bunga terbaik dari putra-putra mereka.
Ia memimpin Israel keluar dengan perak dan emas.
Di antara suku-suku-Nya tidak ada yang tertinggal.
Mesir bersukacita ketika mereka pergi
karena ketakutan telah menimpa mereka.
Ia membentangkan awan sebagai tabir
dan api untuk memberi terang dalam kegelapan.
Ketika mereka meminta makanan Ia mengirim burung puyuh;
Ia mengisi mereka dengan roti dari surga.
Ia menusuk batu untuk memberi mereka air;
air itu memancar di padang gurun seperti sungai.
Karena Ia mengingat firman-Nya yang kudus,
yang Ia berikan kepada Abraham hamba-Nya.
Maka Ia membawa umat-Nya keluar dengan sukacita,
orang-orang pilihan-Nya dengan sorak-sorai.
Dan Ia memberi mereka tanah bangsa-bangsa.
Mereka mengambil hasil jerih payah orang lain,
agar dengan demikian mereka dapat memelihara perintah-perintah-Nya,
agar dengan demikian mereka dapat mematuhi hukum-hukum-Nya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Abraham, Yusuf, dan Musa melambangkan rencana-Mu, Bapa, untuk menebus umat manusia dari perbudakan dan memimpin mereka ke tanah perjanjian. Melalui kematian dan kebangkitan Putra-Mu, Gereja-Mu memenuhi janji-janji ini. Berilah kami air hidup dari batu dan roti dari surga, agar kami dapat bertahan dalam ziarah padang gurun kami dan bersyukur kepada-Mu selama-lamanya atas kebaikan-Mu.

Ant. Tuhan setia pada janji-Nya yang kudus; Ia memimpin umat-Nya menuju kebebasan dan sukacita.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Pada hari-hari terakhir ini Allah telah berbicara kepada kita melalui Putra-Nya.

Sabda yang melalui-Nya Ia menciptakan segala sesuatu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Yesaya

61:1-11

Roh Tuhan ada pada hamba-Nya
Roh Tuhan Allah ada padaku,
karena Tuhan telah mengurapi aku;
Ia telah mengutus aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang yang rendah hati,
untuk menyembuhkan orang-orang yang patah hati,
Untuk memberitakan kebebasan kepada para tawanan
dan pembebasan kepada para narapidana,
Untuk mengumumkan tahun rahmat dari Tuhan
dan hari pembalasan oleh Allah kita,
untuk menghibur semua yang berduka;
Untuk menempatkan pada mereka yang berduka di Sion
mahkota sebagai ganti abu,
Untuk memberi mereka minyak sukacita sebagai ganti perkabungan,
jubah kemuliaan sebagai ganti roh yang lesu.
Mereka akan disebut pohon-pohon ek keadilan,
yang ditanam oleh Tuhan untuk menunjukkan kemuliaan-Nya.
Mereka akan membangun kembali reruntuhan kuno,
bekas-bekas kehancuran akan mereka tegakkan
Dan memulihkan kota-kota yang hancur,
yang sekarang telah sunyi selama beberapa generasi.
Orang-orang asing akan siap menggembalakan kawanan domba-Mu,
orang-orang asing akan menjadi petani dan pengurus kebun anggur-Mu.
Kamu sendiri akan disebut imam-imam Tuhan,
pelayan-pelayan Allah kita kamu akan disebut.
Kamu akan memakan kekayaan bangsa-bangsa
dan membanggakan kekayaan dari mereka.
Karena rasa malu mereka berlipat ganda
dan aib serta ludah adalah bagian mereka,
Mereka akan memiliki warisan ganda di tanah mereka,
sukacita abadi akan menjadi milik mereka.
Sebab Aku, Tuhan, mencintai apa yang benar,
Aku membenci perampokan dan ketidakadilan;
Aku akan memberi mereka ganjaran mereka dengan setia,
perjanjian yang kekal akan Kubuat dengan mereka.
Keturunan mereka akan terkenal di antara bangsa-bangsa,
dan anak cucu mereka di antara bangsa-bangsa;
Semua yang melihat mereka akan mengakui mereka
sebagai bangsa yang diberkati Tuhan.
Aku bersukacita dengan sepenuh hati dalam Tuhan,
dalam Allahku adalah sukacita jiwaku;
Sebab Ia telah mengenakan kepadaku jubah keselamatan,
dan menyelimutiku dengan mantel keadilan,
Seperti pengantin pria yang dihiasi mahkota,
seperti pengantin wanita yang dihiasi perhiasannya.
Seperti bumi menumbuhkan tanamannya,
dan taman menumbuhkan pertumbuhannya,
Demikianlah Tuhan Allah akan menumbuhkan keadilan dan pujian
di hadapan semua bangsa.

RESPONSORIUM Yesaya 61:1; Yohanes 8:42

Roh Allah berdiam padaku, karena Tuhan telah mengurapi aku; dan Ia telah mengutus aku untuk membawa kabar baik kepada orang miskin,

Untuk menyembuhkan orang-orang yang patah hati, untuk memberitakan bahwa penawanan kini telah berakhir dan para tawanan dibebaskan.
Aku telah keluar dari Allah dan telah datang ke dunia. Aku tidak datang dari diri-Ku sendiri; Bapa telah mengutus Aku.

Untuk menyembuhkan orang-orang yang patah hati, untuk memberitakan bahwa penawanan kini telah berakhir dan para tawanan dibebaskan.
Bacaan Kedua

Dari sebuah khotbah oleh Santo Agustinus, uskup

Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah
Saudara-saudari terkasih, Tuhan kita Yesus Kristus, Pencipta kekal segala sesuatu, hari ini menjadi Juruselamat kita dengan dilahirkan dari seorang ibu. Atas kehendak-Nya sendiri Ia dilahirkan bagi kita hari ini, dalam waktu, agar Ia dapat memimpin kita menuju keabadian Bapa-Nya. Allah menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Allah. Tuhan para malaikat menjadi manusia hari ini agar manusia dapat makan roti para malaikat.
Hari ini, nubuat yang mengatakan: Curahkanlah, hai langit, dari atas, dan biarlah awan-awan menghujankan orang yang benar: biarlah bumi terbuka dan menghasilkan seorang penyelamat, telah digenapi. Tuhan yang telah menciptakan segala sesuatu kini diciptakan sendiri, agar Ia yang hilang dapat ditemukan. Demikianlah manusia, dalam perkataan pemazmur, mengakui: Sebelum aku direndahkan, aku berdosa. Manusia berdosa dan menjadi bersalah; Allah dilahirkan sebagai manusia untuk membebaskan manusia dari kesalahannya. Manusia jatuh, tetapi Allah turun; manusia jatuh dengan menyedihkan, tetapi Allah turun dengan belas kasihan; manusia jatuh karena kesombongan, Allah turun dengan rahmat-Nya.
Saudara-saudaraku, sungguh mukjizat! Sungguh keajaiban! Hukum alam diubah dalam kasus manusia. Allah dilahirkan. Seorang perawan mengandung manusia. Sabda Allah menikahi wanita yang tidak mengenal pria. Ia kini sekaligus ibu dan perawan. Ia menjadi seorang ibu, namun Ia tetap seorang perawan. Perawan itu melahirkan seorang putra, namun Ia tidak mengenal pria; Ia tetap tak tersentuh, namun Ia tidak mandul. Hanya Dia yang dilahirkan tanpa dosa, karena Ia melahirkan-Nya tanpa pelukan seorang pria, bukan oleh nafsu daging melainkan oleh ketaatan pikiran.

RESPONSORIUM 1 Yohanes 4:14; 1:9

Kami telah melihat dengan mata kepala sendiri dan kami bersaksi:

Bapa mengutus Putra-Nya sendiri untuk menjadi Juruselamat dunia.
Ia telah datang untuk menghapus beban dosa-dosa kita dan membersihkan kita dari setiap noda kejahatan.

Bapa mengutus Putra-Nya sendiri untuk menjadi Juruselamat dunia.

DOA PENUTUP

Ya Allah yang mahakuasa dan kekal,
yang berkenan bersinar dengan terang baru
melalui kedatangan Putra Tunggal-Mu,
kami mohon,
agar, sebagaimana Ia berkenan berbagi wujud tubuh kami
melalui kelahiran dari Perawan Maria,
demikian pula kami, suatu hari nanti, layak
menjadi sahabat dalam kerajaan rahmat-Nya.
Yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,
Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Bila kita mendambakan
Dan mencari Yesus Tuhan
Kita harus mengarahkan
Pandangan ke atas awan.

Lihatlah bintang mulia
Sungguh terang cahayanya
Tak pernah terlihat mata
Apa gerangan maknanya?

Itu tanda kelahiran
Almasih yang dinantikan
Marilah kita mencari
Menghaturkan hormat bakti.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*
memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari,*
dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*
dengan iringan celempung.

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*
aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*
betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*
orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,+
dan orang durhaka berkembang pesat,*
namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*
Engkau luhur selama-lamanya.

Sebab para musuhMu akan binasa,*
para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*
dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*
berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*
bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*
dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*
tak ada kecurangan padaNya.

Ant.1: Kami mewartakan kasihMu pagi hari, ya Tuhan dan kesetiaanMu di waktu malam.

Ant.2: Muliakanlah Allah kita.

Ul 32,1-12

Dengarlah, hai langit, aku akan berbicara,*
hai bumi, dengarkanlah kata mulutku.

Semoga ajaranku tercurah bagaikan hujan,*
dan bertaburan laksana embun;

bagaikan hujan lebat di padang hijau,*
bagaikan hujan rintik-rintik pada rerumputan.

Nama Tuhan hendak kuwartakan,*
muliakanlah Allah kita.

Perkasalah Tuhan, sempurna karyaNya,*
sungguh lurus kebijaksanaanNya.

Allah setia, tiada kecurangan padaNya,*
adillah Ia dan tulus ikhlas.

Tetapi anak-anakNya berbuat jahat terhadap Dia,*
angkatan yang buruk dan curang.

Begitukah kaubalas kebaikan Tuhan,*
hai orang yang bodoh dan tak berbudi?

Bukankah Dia Bapamu, yang menciptakan dikau,*
yang membentuk dan menghidupi engkau?

Ingatlah akan masa yang lampau,*
renungkanlah sejarah leluhurmu.

Tanyakanlah kepada bapamu, ia akan mengisahkannya,*
tanyakanlah kepada orang tua-tua, mereka akan menerangkannya.

Tatkala Yang mahatinggi membagikan tanah kepada bangsa-bangsa,*
tatkala Ia menentukan tempat kediaman bagi setiap orang,

Ia menetapkan perbatasan antara bangsa-bangsa,*
sehingga setiap penguasa mendapat bagiannya.

Maka Israel menjadi milik Tuhan,*
dan suku-suku Yakub pusakaNya.

Tuhan menjumpai umatNya di gurun pasir,*
di padang belantara yang sunyi senyap.

Tuhan melindungi dan membesarkannya,*
memeliharanya bagaikan biji mata,

seperti rajawali melindungi sarangnya,*
melayang-layang di atas anaknya,

membentangkan sayap-sayapnya,*
dan membawa anaknya di atas kepaknya.

Hanya Tuhan sendirilah yang membimbing umatNya,*
tiada dewa lain di sampingNya.

Ant.2: Muliakanlah Allah kita.

Ant.3 Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

KeagunganMu luhur mengatasi langit,+
mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*
untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*
bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia sehingga Kaupelihara?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*
segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

Domba, sapi dan ternak semuanya,*
hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan dilaut,*
semuanya yang melintasi arus lautan.

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

Ant.3: Betapa mulia namaMu, ya Tuhan, di seluruh bumi.

Bacaan Singkat (Keb 7:26-27)

Kebijaksanaan adalah pantulan cahaya abadi, cermin keagungan Allah tanpa noda, serta citra kebaikanNya. Meskipun tunggal, Ia sanggup melaksanakan segalanya, dan meskipun tetap sama, Ia membaharui semuanya. Ia menjiwai orang-orang saleh dari segala bangsa, dan menjadikan mereka sahabat Allah dan nabi.

Lagu Singkat

P: Semua raja bumi* Bersujud kepadaNya. U: Semua. P: Semua bangsa mengabdi Dia. U: Bersujud. P: Kemuliaan. U: Semua.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

Doa Permohonan

Marilah kita meluhurkan Kristus dan mengagungkan Dia, sebab Ia datang untuk menciptakan manusia baru dengan semangat dan pandangan baru. Marilah kita berdoa:
U: Baharuilah kami berkat kelahiranMu, ya Tuhan.
P: Dengan menjadi manusia, Engkau merupakan tanda kehadiran Allah di tengah-tengah kami,* semoga kami mengenal Engkau dalam sabda dan perjamuan yang Kaupercayakan kepada umatMu.
P: Pencipta manusia, Engkau lahir sebagai manusia sejati dari perawan tersuci,* semoga berkat doa Maria, kami menerima hidup ilahi seperti Engkau.
P: Penebus kami, Engkau telah turun ke dunia laksana hujan yang menyuburkan tanah,* limpahilah hati kami dengan air hidup yang menyucikan.
P: Kami merayakan awal hidupMu di dunia ini,* semoga kami berkembang menjadi manusia dewasa dan semakin mendekati kepenuhanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah kekal dan kuasa, Engkau menjadikan kami makluk baru dalam Kristus. Kami mohon, semoga kami menjadi serupa dengan Kristus, karena di dalam Dia kami disatukan dengan Dikau. Dialah PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU II SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Mazmur 118 (119), 81-88

Hatiku merindukan keselamataMu,*
aku berharap akan firmanMu.

Mataku mendambakan janjiMu,*
bilakah Engkau menghiburkan daku?

Meskipun aku orang yang tak berguna,*
namun aku tidak melupakan ketetapanMu.

Berapa lama hambaMu masih akan hidup?*
bilakah Engkau menghukum penindasku?

Orang sombong menggali lubang bagiku,*
mereka tidak mempedulikan perintahMu.

Padahal segala perintahMu benar,*
aku dikejar tanpa alasan, tolonglah aku.

Hidupku nyaris dihabisi,*
tetapi aku tidak meninggalkan perintahMu.

Hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu,*
supaya aku berpegang pada ketetapanMu.

Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Mazmur 60 (61)

Dengarkanlah seruanku, ya Allah,*
perhatikanlah doaku.

Dari ujung bumi aku berseru kepadaMu,*
karena hatiku lemah lesu.

Bimbinglah aku ke gunungMu yang tinggi,*
jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Perkenakanlah daku menumpang dalam kemahMu selama-lamanya,*
dan berlindung di bawah naungan sayapMu.

Semoga Engkau mendengarkan nadarku, ya Allah,*
dan memberikan kepadaku warisan orang takwa.

Semoga raja Kauberi usia yang panjang,*
sehingga hidupnya berlangsung turun-temurun.

Semoga ia bertakhta untuk selama-lamanya di hadapanMu,*
Semoga kasih setia dan kebenaranMu melindungi dia.

Maka aku akan memuji namaMu sepanjang masa,*
setiap hari memenuhi nadar kepadaMu.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Mazmur 63 (64)

Ya Allah dengarkanlah suara keluhanku,*
jagalah hidupku terhadap musuh.

Lindungilah aku dari kaum penjahat yang bersekongkol,*
dari gangguan orang-orang durhaka.

Mereka mengasah lidah seperti pedang,*
membidikkan kata-kata beracun seperti panah.

Dengan diam-diam mereka menembak orang tak bersalah,*
tidak malu mereka menembak sekonyong-konyong.

Mereka mengampuhkan racunnya,+
dan memasang perangkap dengan saksama,*
pikirnya: "Seorangpun tidak tahu".

Mereka merahasiakan rencananya yang jahat,*
tak terdugalah batin mereka.

Tetapi Allah menembak mereka dengan panah,*
sekonyong-konyong mereka terluka.

Mereka jatuh tergelincir oleh lidahnya sendiri,*
setiap orang yang melihat, menggelengkan kepala.

Maka semua orang takut dan mewartakan karya Allah,*
mereka menyelami perbuatan tanganNya.

Orang jujur bersukacita karena Tuhan dan berlindung padaNya,*
orang yang lurus hati bermegah-megah.

Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.

Bacaan singkat (1Raj 2,2b-3)

Teguhkanlah hatimu dan bertindaklah dengan tegas. Tepatilah kewajibanmu terhadap Tuhan Allahmu, ikutilah bimbinganNya, penuhilah ketetapan, perintah, hukum dan peraturanNya, agar engkau berhasil dalam segala sesuatu yang kaulakukan.

P: Bimbinglah aku pada jalan perintahMu.
U: Sebab aku menyukainya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

HARI RAYA PENAMPAKAN TUHAN SORE I

Madah

Sarjana yang tulus hati
Sesudah susah mencari
Menemukan anak suci
Yesus penebus ilahi.

Tatkala di sungai Yordan
Yesus minta pembaptisan
Terdengar suara Bapa
Yang memperkenalkan Putra.

Dalam pesta pernikahan
Tugas Yesus dilambangkan
Mengubah dunia lama
Agar baru semuanya.

Mulyalah Engkau ya Tuhan
Pada hari penampakan
Serta Bapa dan Roh suci
Mulyalah kekal abadi. Amin.

Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.

Mazmur 134 (135) - I

Pujilah nama Tuhan,*
pujilah karya Tuhan.

hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*
di pelataran rumah Allah kita.

Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,*
bermazmurlah bagi namaNya, sebab nama itu indah.

Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diriNya,*
dan Israel sebagai milik pusakaNya

Sungguh kuakui, bahwa Tuhan itu agung,*
bahwa Tuhan kita melebihi segala dewata.

Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya,*
di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.

Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+
memanahkan kilat yang menyertai hujan,*
menyuruh angin ke luar dari sumbernya.

Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*
baik manusia maupun hewan.

Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*
melawan Firaun dan semua hambanya.

Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*
dan membunuh raja-raja yang kuat.

Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*
dan semua raja Kanaan.

Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*
sebagai milik pusaka kepada Israel, umatNya.

Ant.1: Tuhan penyelamat kita, yang sudah lahir sebelum segala zaman, hari ini menampakkan diri kepada dunia.

Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.

Mazmur 134 (135) - II

Ya Tuhan, namaMu kekal abadi,*
ya Tuhan, gelarMu berlaku turun-temurun

Sebab Tuhan membela hak umatNya,*
dan menaruh kasih sayang kepada para hambaNya.

Berhala kaum kafir perak dan emas belaka,*
buatan tangan manusia.

Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berbicara,*
mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat.

Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar,*
juga nafas tidak ada dalam mulut mereka.

Yang membuat mereka akan sama nasibnya,*
dan juga semua yang percaya pada mereka.

Hai kaum Israel, pujilah Tuhan,*
hai kaum Harun, pujilah Tuhan.

Hai kaum Lewi, pujilah Tuhan,*
hai semua orang takwa, pujilah Tuhan.

Terpujilah Tuhan yang tinggal di Sion,*
Tuhan yang diam di Yerusalem!

Ant.2: Tuhan Allah kita sungguh agung melebihi segala dewata.

Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.

Kidung 1Tim 3,16

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!

Tuhan ditampakkan sebagai manusia,*
dan disyahkan oleh Roh.

Pujilah Tuhan,*
hai semua Bangsa!

Tuhan dipandang oleh para malaikat,*
dan diwartakan kepada para bangsa.

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!

Tuhan diimani oleh seluruh dunia,*
dan diangkat ke dalam kemuliaan.

Pujilah Tuhan,*
hai semua bangsa!.

Ant.3: Bintang bercahaya bagaikan nyala api, menjadi tanda Allah, raja para raja. Para sarjana melihatnya dan menyerahkan persembahan kepada Kristus, raja agung.

Bacaan Singkat (2Tim 1:9-10)

Allah telah menyelamatkan kita dan memanggil kita masuk umatNya. Allah berbuat begitu, bukanlah karena jasa kita, melainkan karena rahmat dan rencanaNya. Rencana Allah itu sudah ditetapkan bagi kita sebelum awal zaman dalam Kristus Yesus. Sekarang rencana dan rahmat Allah itu menjadi nyata dengan tampilnya Kristus Yesus, penyelamat kita. Sebab Kristus mematahkan kuasa maut dan dengan pewartaan Injil memancarkan cahaya dan kehidupan yang tak kunjung binasa.

Lagu Singkat

P: Dalam diri Kristus* Segala suku diberkati. U: Dalam. P: Semua bangsa meluhurkan Dia. U: Segala. P: Kemuliaan. U: Dalam.

Ant.Kidung: Para sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Para sarjana melihat bintang dan berkata satu sama lain: Itu tanda raja agung. Marilah kita pergi untuk mencarinya dan mempersembahkan kepadanya emas, dupa dan wangi-wangian.

Doa Permohonan

Hari ini para sarjana menyembah penyelamat kita. Marilah kitapun menghormati Dia dengan gembira hati dan berdoa:
U: Selamatkanlah kami yang papa ini, ya Tuhan.
P: Raja para bangsa, Engkau memanggil para sarjana untuk menyembah Engkau atas nama bangsa-bangsa,* kurniakanlah semangat bakti dan pengabdian kepada kami.
P: Raja mahamulia, Engkau memerintah umatMu dengan adil,* limpahkanlah damai sejahtera kepada umat manusia.
P: Raja abadi, Engkau berkuasa sepanjang masa,* resapkanlah sabdaMu ke dalam hati kami.
P: Raja adil, Engkau membebaskan si miskin yang tidak mempunyai penolong,* bermurahhatilah terhadap orang yang papa dan melarat.
P: Tuhan, namaMu terpuji sepanjang masa,* sempurnakanlah karya keselamatanMu dalam arwah saudara-saudara kami.

Bapa kami

Doa Penutup

Bapa surgawi, hari ini Engkau menampakkan PuteraMu kepada para bangsa dengan bimbingan bintang. Kamipun mengenal Engkau dengan iman, dan kami mohon semoga kami kelak dapat memandang wajahMu dalam kemuliaan kekal. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

S. Basilius Agung dan Gregorius dari Nazianze

Uskup dan Pujangga Gereja · abad ke-4 (± 329-379 dan ± 329-390)

Basilius lahir sekitar tahun 329 di Kaesarea, ibu kota Kapadokia di Asia Kecil, dari sebuah keluarga Kristen yang sangat saleh. Orang tuanya, Basilius Tua dan Emmelia, serta neneknya Makrina, sama-sama dihormati Gereja sebagai orang kudus. Ia menempuh studi tinggi di Konstantinopel dan Athena. Di Athena itulah ia menjalin persahabatan seumur hidup dengan Gregorius dari Nazianze, teman sekelasnya.

Sepulang dari studi, Basilius sempat mengajar retorika, tetapi kemudian meninggalkan segala kemasyhuran duniawi untuk hidup sebagai rahib. Ia menyusun aturan hidup membiara yang sampai kini menjadi dasar monastisisme Gereja Timur. Sebagai Uskup Kaesarea, ia tampil berani melawan bidat Arianisme yang menyangkal keilahian Kristus. Ia juga sangat lembut dan murah hati kepada kaum miskin. Ia mendirikan dapur umum dan kompleks amal, dan orang kerap melihatnya sendiri mengenakan celemek melayani mereka yang lapar. Ia wafat tahun 379 dalam usia sekitar empat puluh sembilan tahun.

Gregorius dari Nazianze bertabiat lebih pendiam dan mencintai keheningan doa, namun ia adalah pengkhotbah yang mengagumkan. Sebagai Uskup Konstantinopel ia mempertobatkan banyak orang lewat khotbah-khotbahnya tentang Tritunggal, sehingga ia digelari Sang Teolog. Empat puluh empat khotbahnya, ratusan suratnya, serta banyak puisinya diwariskan kepada Gereja. Ia wafat sekitar tahun 390.

Bersama Gregorius dari Nyssa, kedua sahabat ini dikenal sebagai Bapa-bapa Kapadokia, yang membela dan merumuskan ajaran Tritunggal Mahakudus melawan ajaran sesat pada zamannya. Karena kedalaman ajaran mereka, keduanya diangkat sebagai Pujangga Gereja.

Pelindung: para pekerja rumah sakit dan reformasi monastik (Basilius); para pengkhotbah dan teolog (Gregorius).

Santo Basilius Agung

Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

Basilius Agung lahir pada tahun 329 di Kaesarea, ibukota Propinsi Kapadokia di Asia Kecil. Ia berasal dari keluarga Kristen yang saleh. Kedua orangtuanya yaitu Basilius Tua dan Emmelia beserta neneknya Makrina Tua diakui dan dihormati Gereja sebagai orang Kudus. Demikia pula dengan Makrina Muda dan kedua adiknya: Gregorius dari Nyssa dan Petrus dari Sebaste.

Basilius dididik oleh ayahnya dan neneknya Makrina Tua. Pendidikan ini menumbuhkan iman yang kokoh dan murni dalam dirinya. Basilius kemudian melanjutkan pendidikannya di Konstantinopel dan Athena. Di Athena, ia menjalin persahabatan dengan Gregorius dari Nazianze, teman kelasnya.

Setelah menamatkan pendidikannya dengan cermelang, ia kemudian kembali ke Kaesarea dan menjadi pengajar Retorika (ILmu Pidato). Dalam waktu singkat, namanya sudah dikenal luas. Ia bangga atas prestasi dan kemasyuran namanya dan senang dengan pujian orang. Oleh karena itu, lama kelamaan ia menjadi sombong dan cenderung mencari hormat duniawi. Namun atas pengaruh kakaknya Makrina Muda dan kedua adiknya, ia mulai tertarik pada corak hidup membiara. Ia lalu berhenti mengajar dan berangkat ke Mesir, Palestina, Syria dan Mesopotamia untuk mempelajari corak hidup membiara. Sekembalinya dari perjalanan itu, ia bersama Petrus Sebaste adiknya, membangun suatu biara pertapaan di Pontus. Di tempat itu, ia bertapa dan menjalani hidup yang keras bersama dengan beberapa rekannya. Aturan hidup membiara di Pontus mengikuti contoh dari Santo Pakomius dari Mesir. Kehidupan membiara yang dibangunnya merupakan bentuk kehidupan membiara yang pertama di ASia Kecil. Oleh karena itu, Basilius digelari sebagai Bapa Perintis hidup membiara di Gereja Timur. Di Gereja Barat pengaruh Basilius dikenal melalui Santo Benediktus, pendiri ordo Benediktin dan Abbas biara Monte Kasino.

Pada tahun 370, Basilius diangkat menjadi Uskup Kaesarea, menggantikan Uskup Eusebius. Ia dikenal sebagai seorang Uskup yang berwatak tegas dan bersemangat. Kepandaian, kesucian dan kerendahan hatinya menjadikan dia tokoh panutan bagi umatnya dan Uskup - uskup lain.

Selain giat membela kebenaran ajaran Kristiani terhadap serangan kaum Arian, Basilius juga memperhatikan kepentingan umatnya, terutama mereka yang miskin dan melarat. Karya sosial yang dirintisnya amat luas dan modern. Kaum kaya yang tidak mau mempedulikan sesamanya yang miskin dan melarat, dikecamnya habis - habisan. Ia membangun sebuah rumah sakit (namanya: Basiliad) untuk menampung orang - orang sakit yang miskin.

Untuk membela dan mempertahankan ajaran iman Kristiani terhadap ajaran sesat Arianisme, Basilius menerbitkan banyak buku - buku liturgi dengan berbagai pembaharuan. Dari antara ribuan surat yang ditulisnya itu tersimpan 300 surat hingga kini. Dari surat - surat itu kita dapat mengetahui kepribadian Basilius sebagai seorang yang mahir, pandai dan beriman. Meskipun badannya amat kurus karena hidup tapa yang keras dan penyakit, namun semangat pelayannya tak pernah pudar. Ia pun tetap ramah dan rendah hati terhadap semua umatnya.

Basilius meninggal dunia pada tangga 1 januari 379. Ia digelari Kudus dan dihormati sebagai Pujangga Gereja.

Santo Gregorius dari Nazianze

Uskup, Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

Keluarga Gregorius adalah keluarga yang saleh dan diberkati oleh Tuhan. Ibunya beserta kedua adiknya: Gorgonia dan Caesarius juga diakui Gereja sebagai orang Kudus.

Gregorius menjalani pendidikannya di Nazianze; kemudian berturut-turut ia belajar di Kaesarea-Kapadokia, Kaesarea-Palestina, Aleksandria dan Athena. Di Athena ia bertemu dengan Basilius, teman kelasnya. Keduanya bersahabat, bersama Basilius, Gregorius mengasingkan diri di sebuah pertapaan di Pontus. Tetapi kemudian karena desakan dari ayahnya, Gregorius kembali ke daerah asalnya. Disana ia ditabiskan iman dan kemudian ditabiskan menjadi Uskup. Ketika berumur 50tahun, ia diangkat menjadi Uskup Agung Konstantinopel. Di Konstantinopel ia menyaksikan keadaan hidup iman umat yang menyedihkan karena terpengaruh ajaran sesat Arianisme yang sudah menyebar luas. Tempat ibadat pun tidak ada.

Gregorius memulai karyanya sebagai Uskup dengan membangun sebuah Gereja darurat. Gereja ini disebutnya "anastasis" yang berarti kebangkitan. Kaum Arian yang menentangnya dihadapinya dengan tenang dan sabar. Kepada umat ia selalu berkata: "Kita harus menghadapi mereka (Kaum Arian) dengan budi bahasa yang manis dan kesabaran yang tinggi agar bisa mengalahkan mereka."

Ia banyak menulis dan mengajar di kota - kota yang menjadi pusat kebudayaan dan ilmu pengetahuan, untuk membela ajaran iman yang benar. Pertentangan dengan kaum Arian terus meruncing, terlebih-lebih karena semakin banyak umat yang kembali keajaran iman yang benar karena pengaruh Gregorius. Kaum Arian berusaha membunuhnya dengan menyuruh seorang pemuda. Namun usaha ini gagal. Pemuda tangguh itu seketika berubah hatinya tatkala berdiri di hadapan Gregorius yang saleh itu. Ia berlutut dan mengakui niat jahatnya.

Gregorius lebih suka hidup menyendiri dalam kesunyian pertapaan daripada hidup ditengah keramaian kota dengan segala masalahnya. Oleh karena itu, tak berapa lama setelah ayahnya meninggal, ia kembali ke Nazianze untuk menggantikan ayahnya. Dimana ia mengajar dan banyak menulis buku - buku pengajaran iman dan pembelaan agama. Semua tulisn - tulisan itu merupakan warisan berharga bagi Gereja. Dari tulisan-tulisannya kita mengetahui bahwa Gregorius adalah seorang teolog dan Filsuf yang arif.

Gregorius meninggal dunia pada tahun 390. Oleh Gereja beliau digelari Kudus dan dihormati sebagai Pujangga Gereja.