Senin, 18 Januari 2027
Senin II Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Ibrani 5:1-10
Sebab setiap imam besar, yang dipilih dari antara manusia, ditetapkan bagi manusia dalam hubungan mereka dengan Allah, supaya ia mempersembahkan persembahan dan korban karena dosa. Ia harus dapat mengerti orang-orang yang jahil dan orang-orang yang sesat, karena ia sendiri penuh dengan kelemahan, yang mengharuskannya untuk mempersembahkan korban karena dosa, bukan saja bagi umat, tetapi juga bagi dirinya sendiri. Dan tidak seorangpun yang mengambil kehormatan itu bagi dirinya sendiri, tetapi dipanggil untuk itu oleh Allah, seperti yang telah terjadi dengan Harun. Demikian pula Kristus tidak memuliakan diri-Nya sendiri dengan menjadi Imam Besar, tetapi dimuliakan oleh Dia yang berfirman kepada-Nya: "Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini", sebagaimana firman-Nya dalam suatu nas lain: "Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut peraturan Melkisedek." Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Dan sekalipun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat dari apa yang telah diderita-Nya, dan sesudah Ia mencapai kesempurnaan-Nya, Ia menjadi pokok keselamatan yang abadi bagi semua orang yang taat kepada-Nya, dan Ia dipanggil menjadi Imam Besar oleh Allah, menurut peraturan Melkisedek.
Mazmur Tanggapan Mazmur 110:1-4
Bacaan Injil Markus 2:18-22
Pada suatu kali ketika murid-murid Yohanes dan orang-orang Farisi sedang berpuasa, datanglah orang-orang dan mengatakan kepada Yesus: "Mengapa murid-murid Yohanes dan murid-murid orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?" Jawab Yesus kepada mereka: "Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berpuasa sedang mempelai itu bersama mereka? Selama mempelai itu bersama mereka, mereka tidak dapat berpuasa. Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa. Tidak seorangpun menambalkan secarik kain yang belum susut pada baju yang tua, karena jika demikian kain penambal itu akan mencabiknya, yang baru mencabik yang tua, lalu makin besarlah koyaknya. Demikian juga tidak seorangpun mengisikan anggur yang baru ke dalam kantong kulit yang tua, karena jika demikian anggur itu akan mengoyakkan kantong itu, sehingga anggur itu dan kantongnya dua-duanya terbuang. Tetapi anggur yang baru hendaknya disimpan dalam kantong yang baru pula."
Renungan
Kantong Kulit Tua
Setiap penjahit tahu aturannya: kain baru yang belum susut jangan ditambalkan pada baju tua. Sekali dicuci, kain baru menyusut, tarikannya mencabik kain tua, dan koyaknya makin lebar. Niatnya menambal, hasilnya merusak.
Yesus memakai gambar penjahit dan pembuat anggur itu untuk menjawab soal puasa. Anggur baru masih bekerja, masih mengembang. Kantong kulit tua sudah kaku, tidak bisa mengikuti gerak. Kalau dipaksakan, dua-duanya rusak: anggur tumpah, kantong robek.
Yang sedang dikatakan Yesus lebih dalam dari urusan puasa. Ia membawa sesuatu yang baru, dan yang baru itu tidak bisa sekadar ditempelkan pada hidup lama sebagai tambahan. Ia menuntut wadah yang baru: hati yang lentur, kebiasaan yang bersedia ditata ulang.
Di sinilah kita sering keliru. Kita menginginkan rahmat Tuhan, tetapi sebagai tambalan: hidup lama jalan terus, ditambah sedikit doa. Iman menjadi aksesori, bukan wadah. Lalu kita heran mengapa semuanya terasa mudah robek. Padahal Injil bukan pelengkap. Ia dasar yang menata segalanya.
Kantong tua tidak selalu berarti usia tua. Ada yang muda tetapi kaku. Ada yang tua tetapi tetap lentur menerima cara Allah yang selalu baru.
Tuhan, jangan biarkan aku sekadar menambal hidup lama dengan-Mu. Baruilah sekalian wadahnya: hatiku. Amin.
Invitatorium
SENIN II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 31
Seruan penuh kepercayaan orang yang tertekan kepada Allah
Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN
RESPONSORIUM Ulangan 4:1; 31:19, 20; Mazmur 81:9
RESPONSORIUM Kolose 3:17; 1 Korintus 10:31
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Mazmur 41 (42)
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Sir 36,1-7.13-16
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Mazmur 18 (19) A
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN II SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Mazmur 118 (119),41-48
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Bacaan singkat (Yer 32,40)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN II SORE
Madah
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Mazmur 44 (45) I
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Mazmur 44 (45) II
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat (1Tes2,13)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Margaretha dari Hunggaria
pengaku Iman
Lahir pada tahun 1242 dan meninggal pada 18 Januari 1270.
Sebagai Puteri raja Bela IV dari Hunggaria dan keponakan Santa Elisabeth dari Hunggaria. Semenjak dalam kandungan orang tuanya, Margaretha memang sudah dipersembahkan secara khusus kepada Tuhan dalam kehidupan bakti sebagai biarawati. Saat hari kelahirannya menjadi suatu persitiwa membahagiakan bagi seluruh anggota keluarganya.
Semenjak umur 3 tahun Margaretha sudah masuk kedalam biara Dominikan, dekat Veszprem. Setalah berumur 12 tahun Margaretha dipindhakan ke biara di pulau Danube, yang dihuni oleh biarawati-biarawati dari keluarga bangsawan. Semenjak berkembang menjadi dewasa, Margaretha semakin matang dalam kepribadian dan imannya, Ia semakin kuat dalam pilihan hidupnya menjadi seorang biarawati. Walaupun sempat dipinang oleh raja Ottokar II dari Bohemia, Margaretha tetap berpendirian kuat hanya sebagai mempelai Kristus, dan menolak dengan tegas pinangan raja Ottokar II. Setelah wafat proses beatifikasi atas dirinya segera dilakukan. Dan digelari Kudus pada tahun 1943.
Santa Priska
Perawan dan martir
Priska pada saat umur 13 tahun ditangkap oleh serdadu-serdadu Kaisar Klaudius, lalu dipenggal kepalanya karena dengan tegas mempertahankan imannya. Priska dihormati sebagai perawan dan martir di kalangan umat Kristen Roma. Jenazahnya dikuburkan di katakombe Santa Priscila di jalan Salaria. Priska juga mempunyai hubungan erat dengan keluarga Acili Glabriaone, dan namanya dikenal luas. Gereja Santa Priska didirikan untuk menghormati Priska.