Kamis, 11 Februari 2027

Kamis sesudah Rabu Abu

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Ulangan 30:15-20

Ingatlah, aku menghadapkan kepadamu pada hari ini kehidupan dan keberuntungan, kematian dan kecelakaan, karena pada hari ini aku memerintahkan kepadamu untuk mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya dan berpegang pada perintah, ketetapan dan peraturan-Nya, supaya engkau hidup dan bertambah banyak dan diberkati oleh TUHAN, Allahmu, di negeri ke mana engkau masuk untuk mendudukinya. Tetapi jika hatimu berpaling dan engkau tidak mau mendengar, bahkan engkau mau disesatkan untuk sujud menyembah kepada allah lain dan beribadah kepadanya, maka aku memberitahukan kepadamu pada hari ini, bahwa pastilah kamu akan binasa; tidak akan lanjut umurmu di tanah, ke mana engkau pergi, menyeberangi sungai Yordan untuk mendudukinya. Aku memanggil langit dan bumi menjadi saksi terhadap kamu pada hari ini: kepadamu kuperhadapkan kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Pilihlah kehidupan, supaya engkau hidup, baik engkau maupun keturunanmu, dengan mengasihi TUHAN, Allahmu, mendengarkan suara-Nya dan berpaut pada-Nya, sebab hal itu berarti hidupmu dan lanjut umurmu untuk tinggal di tanah yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyangmu, yakni kepada Abraham, Ishak dan Yakub, untuk memberikannya kepada mereka."

Mazmur Tanggapan Mazmur 1:1-4,6

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,
tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.
Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil.
Bukan demikian orang fasik: mereka seperti sekam yang ditiupkan angin.
sebab TUHAN mengenal jalan orang benar, tetapi jalan orang fasik menuju kebinasaan.

Bacaan Injil Lukas 9:22-25

Dan Yesus berkata: "Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga." Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku. Karena barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya; tetapi barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan menyelamatkannya. Apa gunanya seorang memperoleh seluruh dunia, tetapi ia membinasakan atau merugikan dirinya sendiri?

Renungan

Dua Jalan di Depan Mata

Setiap hari kita membuat ratusan pilihan kecil: menu sarapan, jalan yang dilewati, kata yang diucapkan atau ditelan kembali. Kebanyakan terasa remeh. Padahal hidup adalah tumpukan pilihan kecil itu. Arah sebuah hidup dibentuk di situ, bukan di panggung besar.

Musa, di ujung hidupnya, meringkas segala pilihan menjadi dua saja: kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk. Lalu ia memohon, hampir seperti orang tua yang berpesan untuk terakhir kali: pilihlah kehidupan.

Anehnya, memilih kehidupan menurut Yesus justru tampak seperti memilih kerugian: menyangkal diri, memikul salib setiap hari. Barangsiapa mau menyelamatkan nyawanya akan kehilangan nyawanya. Logika dunia dijungkirbalikkan. Yang tampak untung bisa membinasakan; yang tampak rugi ternyata menyelamatkan. Apa gunanya memperoleh seluruh dunia kalau diri sendiri binasa?

Prapaskah baru berumur sehari. Kemarin, pada Rabu Abu, kita bertekad berbalik. Hari ini tekad itu langsung diuji bukan dalam perkara besar, melainkan dalam pilihan-pilihan kecil: jujur atau cari aman, memaafkan atau menyimpan, memberi atau menahan. Prapaskah dimenangkan atau dikalahkan justru di perkara sekecil itu.

Sore nanti, ketika hari ini kita tinjau ulang, pilihan mana yang akan kita kenang: yang menghidupkan atau yang mematikan?

Tuhan, di setiap simpang kecil hari ini, condongkanlah hatiku kepada kehidupan. Amin.

Invitatorium

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan Kamis Sesudah Rabu Abu
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

MADAH

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Perlindungan kami dari badai,

Dan rumah abadi kami.

Di bawah naungan takhta-Mu,

Orang-orang kudus-Mu tinggal aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.

Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.

Seribu abad di mata-Mu

Bagaikan petang yang berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.

Waktu, seperti sungai yang terus mengalir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di masa depan,

Jadilah penjaga kami selagi kesusahan berlangsung,

Dan rumah abadi kami.

PSALMODI

Ant. 1 Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan cahaya wajah-Mu.

Mazmur 44

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan semua ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Kami mendengar dengan telinga kami sendiri, ya Allah,

nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah

tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,

Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.

Untuk menanam mereka, Engkau mencabut bangsa-bangsa:

untuk membiarkan mereka menyebar, Engkau merendahkan bangsa-bangsa.

Bukan pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;

bukan lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.

Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu

dan cahaya wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.

Engkaulah, rajaku, Allahku,

yang menganugerahkan kemenangan kepada Yakub.

Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;

dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.

Karena bukan pada busurku aku percaya

pun bukan oleh pedangku aku diselamatkan:

Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,

Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.

Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah,

dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan cahaya wajah-Mu.

Ant. 2 Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:

Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.

Engkau membuat kami mundur dari musuh

dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.

Engkau menjadikan kami seperti domba untuk disembelih

dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

Engkau menjual umat-Mu sendiri tanpa harga

dan tidak mengambil untung dari penjualan itu.

Engkau menjadikan kami ejekan tetangga kami,

bahan tertawaan semua orang yang dekat.

Di antara bangsa-bangsa, Engkau menjadikan kami peribahasa,

di antara bangsa-bangsa bahan ejekan.

Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:

wajahku tertutup rasa malu

mendengar suara pencemooh, pengejek,

melihat musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

Ant. 3 Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan-Mu;

meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,

meskipun kami tidak menarik hati kami;

meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.

Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan

dan menutupi kami dengan bayangan maut.

Apakah kami melupakan nama Allah kami

atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain

tidakkah Allah akan mengetahui hal ini,

Dia yang mengetahui rahasia hati?

Karena Engkaulah kami menghadapi kematian sepanjang hari

dan dihitung sebagai domba untuk disembelih.

Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?

Bangunlah, jangan menolak kami selamanya!

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu

dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?

Karena kami direndahkan sampai ke debu;

tubuh kami tergeletak di tanah.

Bangunlah dan datanglah menolong kami!

Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau telah menubuatkan bahwa kami akan turut serta dalam penganiayaan yang membawa-Mu kepada kematian yang kejam. Gereja yang terbentuk dengan harga darah-Mu yang berharga bahkan sekarang disesuaikan dengan Sengsara-Mu; semoga ia diubah, sekarang dan selamanya, oleh kuasa kebangkitan-Mu.

Ant. Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Siapa pun yang merenungkan hukum Tuhan.

Akan menghasilkan banyak buah pada waktu panen.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari awal Kitab Keluaran

1:1-22

Penindasan Israel
Inilah nama-nama anak-anak Israel yang, disertai rumah tangga mereka, bermigrasi bersama Yakub ke Mesir: Ruben, Simeon, Lewi dan Yehuda; Isakhar, Zebulon dan Benyamin; Dan dan Naftali; Gad dan Asyer. Jumlah total keturunan langsung Yakub adalah tujuh puluh orang. Yusuf sudah berada di Mesir.

Kemudian Yusuf dan semua saudaranya serta seluruh generasi itu meninggal. Tetapi orang Israel beranak cucu dan bertambah banyak. Mereka menjadi begitu banyak dan kuat sehingga negeri itu dipenuhi oleh mereka.

Kemudian seorang raja baru, yang tidak mengenal Yusuf, naik takhta di Mesir. Ia berkata kepada rakyatnya, “Lihatlah betapa banyak dan kuatnya bangsa Israel ini, lebih dari kita sendiri! Mari, kita bertindak cerdik terhadap mereka untuk menghentikan pertambahan mereka; jika tidak, pada waktu perang mereka juga dapat bergabung dengan musuh-musuh kita untuk melawan kita, dan dengan demikian meninggalkan negeri kita.”

Maka, pengawas-pengawas kerja paksa ditempatkan atas orang Israel untuk menindas mereka dengan kerja paksa. Demikianlah mereka harus membangun bagi Firaun kota-kota persediaan Pitom dan Ramses. Namun semakin mereka ditindas, semakin mereka bertambah banyak dan menyebar. Orang Mesir, kemudian, takut kepada orang Israel dan mereduksi mereka menjadi perbudakan yang kejam, membuat hidup mereka pahit dengan kerja keras dalam adukan dan batu bata serta segala jenis pekerjaan lapangan—seluruh nasib kejam para budak.

Raja Mesir berkata kepada bidan-bidan Ibrani, salah seorang di antaranya bernama Sifra dan yang lain Pua, “Ketika kamu bertindak sebagai bidan bagi wanita-wanita Ibrani dan melihat mereka melahirkan, jika itu anak laki-laki, bunuhlah dia; tetapi jika itu anak perempuan, dia boleh hidup.” Namun, bidan-bidan itu takut akan Allah; mereka tidak melakukan seperti yang diperintahkan raja Mesir kepada mereka, tetapi membiarkan anak-anak laki-laki itu hidup. Maka raja memanggil bidan-bidan itu dan bertanya kepada mereka, “Mengapa kamu bertindak demikian, membiarkan anak-anak laki-laki itu hidup?” Bidan-bidan itu menjawab Firaun, “Wanita-wanita Ibrani tidak seperti wanita-wanita Mesir. Mereka kuat dan melahirkan sebelum bidan tiba.” Oleh karena itu Allah berbuat baik kepada bidan-bidan itu. Rakyat pun bertambah banyak dan menjadi kuat. Dan karena bidan-bidan itu takut akan Allah, Ia membangun keluarga bagi mereka.

Firaun kemudian memerintahkan semua rakyatnya, “Buanglah ke sungai setiap anak laki-laki yang lahir dari orang Ibrani, tetapi kamu boleh membiarkan semua anak perempuan hidup.”

RESPONSORIUM Kejadian 15:13-14; Yesaya 49:26

Tuhan berfirman kepada Abraham: Ketahuilah ini dengan pasti;

anak-anakmu akan menjadi orang buangan di negeri yang bukan milik mereka,

diperbudak dan ditindas selama empat ratus tahun.

Maka Aku akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka.
Akulah Tuhan, Penyelamat dan Penebusmu.

Maka Aku akan menghukum bangsa yang memperbudak mereka.
Bacaan Kedua

Dari khotbah Santo Leo Agung, Paus

Penyucian roh melalui puasa dan sedekah
Saudara-saudari terkasih, setiap saat bumi penuh dengan belas kasihan Allah, dan alam itu sendiri adalah pelajaran bagi semua orang beriman dalam penyembahan Allah. Langit, laut, dan segala isinya bersaksi tentang kebaikan dan kemahakuasaan Pencipta mereka, dan keindahan elemen-elemen yang menakjubkan saat mereka mematuhi-Nya menuntut dari ciptaan yang berakal budi ungkapan syukur yang pantas.

Tetapi dengan kembalinya musim yang ditandai secara khusus oleh misteri penebusan kita, dan hari-hari yang mengarah pada pesta Paskah, kita dipanggil lebih mendesak untuk mempersiapkan diri dengan penyucian roh. Catatan khusus pesta Paskah adalah ini: seluruh Gereja bersukacita dalam pengampunan dosa. Ia bersukacita dalam pengampunan bukan hanya bagi mereka yang kemudian dilahirkan kembali dalam baptisan kudus tetapi juga bagi mereka yang sudah terhitung di antara anak-anak angkat Allah.

Pada awalnya, manusia dijadikan baru oleh kelahiran kembali baptisan. Namun masih diperlukan pembaharuan harian untuk memperbaiki kekurangan sifat fana kita, dan seberapa pun tingkat kemajuan yang telah dicapai, tidak ada seorang pun yang tidak seharusnya lebih maju. Oleh karena itu, semua harus berusaha memastikan bahwa pada hari penebusan tidak ada seorang pun yang ditemukan dalam dosa-dosa kehidupan lamanya.

Saudara-saudari terkasih, apa yang seharusnya dilakukan oleh orang Kristen setiap saat harus dilakukan sekarang dengan lebih hati-hati dan penuh pengabdian, agar puasa Prapaskah yang diperintahkan oleh para rasul dapat dipenuhi, bukan hanya dengan berpantang makanan tetapi di atas segalanya dengan meninggalkan dosa.

Tidak ada praktik yang lebih menguntungkan sebagai pendamping puasa yang kudus dan rohani selain sedekah. Ini mencakup di bawah satu nama belas kasihan banyak karya devosi yang sangat baik, sehingga niat baik semua orang beriman dapat memiliki nilai yang sama, bahkan di mana sarana mereka tidak sama. Kasih yang kita berutang kepada Allah dan manusia selalu bebas dari segala rintangan yang akan menghalangi kita untuk memiliki niat baik. Para malaikat bernyanyi: Kemuliaan bagi Allah di tempat yang mahatinggi, dan damai sejahtera di bumi bagi orang-orang yang berkenan kepada-Nya. Orang yang menunjukkan kasih dan belas kasihan kepada mereka yang dalam segala jenis penderitaan diberkati, tidak hanya dengan kebajikan niat baik tetapi juga dengan karunia damai sejahtera.

Karya-karya belas kasihan tidak terhitung banyaknya. Keanekaragaman mereka sendiri membawa keuntungan ini bagi mereka yang adalah orang Kristen sejati, bahwa dalam hal sedekah tidak hanya orang kaya dan makmur tetapi juga mereka yang berpenghasilan rata-rata dan orang miskin dapat memainkan peran mereka. Mereka yang tidak setara dalam kapasitas memberi dapat setara dalam kasih di dalam hati mereka.

RESPONSORIUM

Masa puasa ini membuka gerbang surga bagi kita.

Marilah kita menyambutnya dan berdoa

agar ketika Paskah tiba

kita dapat berbagi sukacita Tuhan yang bangkit.
Dalam segala yang kita lakukan marilah kita menunjukkan

bahwa kita adalah hamba-hamba Allah.

Agar ketika Paskah tiba

kita dapat berbagi sukacita Tuhan yang bangkit.

DOA PENUTUP

Doronglah tindakan kami dengan ilham-Mu,

kami berdoa, ya Tuhan,

dan majukanlah dengan bantuan-Mu yang tak henti-hentinya,

agar segala yang kami lakukan selalu dimulai dari-Mu

dan oleh-Mu diselesaikan.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MADAH

Kristus surya keadilan
Kini fajar Kaudatangkan
Enyahkanlah kegelapan
Tampilkanlah kehidupan.

S'moga pertobatan kami
Di masa Prapaska ini
menurunkan rahmat ampun
Atas dosa yang bertimbun.

Bila tiba hari paska
Perkenanankan para hamba
Bersorak kegembiraan
Merayakan kebangkitan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a

Bersukacitalah atas Yerusalem,+
bersorak-sorailah karena Sion,*
hai kamu semua yang mencintai dia.

Bergirang dan bergembiralah,*
hai kamu semua yang dulu berkabung bersama dia.

Semoga kamu dihibur dalam pelukannya yang mesra,*
dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.

Sebab, demikianlah firman Tuhan:+
kesejahteraan Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*
dan kemuliaan para bangsa Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.

Bagaikan bayi kamu akan digendong,*
kamu akan dibelai-belai dan dipangku.

Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*
demikianpun Aku akan menghibur kamu.

Mengalami itu, kamu akan bersukaria,*
dan kamu akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Mazmur 146 (147A)

Betapa indahnya memuji Allah kita,*
betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.

Tuhan membangun kembali Yerusalem,*
Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.

Tuhan menghibur orang yang patah hati,*
dan menyembuhkan luka mereka.

Tuhan menentukan jumlah bintang,*
dan memberi nama kepada masing-masing.

Agunglah Tuhan kita dan mahakuasa,*
kearifanNya tidak terhingga.

Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*
Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*
bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.

Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+
Ia menyediakan hujan bagi bumi,*
dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.

Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*
dan rezeki kepada burung gaggak.

Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*
bukan pula karen ototnya yang kuat,

tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*
yang berharap pada kasih setiaNya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kita.

Bacaan Singkat: (Lh. 1 Raj 8,51-53a)

Kami inilah umatMu dan milik pusakaMu, ya Tuhan. Engkau telah menghantar kami ke luar dari Mesir, dari kerja paksa di tanur besi. Pandanglah dengan rela permohonan hambaMu dan umatMu Israel, dan dengarkanlah kami setiap kali kami berseru kepadaMu. Sebab Engkau telah memisahkan kami dari antara segala bangsa di dunia untuk menjadi milik pusakaMu.

Lagu Singkat:
P: Tuhan akan melepaskan daku dari perangkap,* Dan dari jerat musuh. U: Tuhan. P: Dari lawan yang memfitnah. U: Dan dari jerat musuh. P: Kemuliaan. U: Tuhan.

Ant.Kidung: Barang siapa hendak menjadi pengikutKu, harus menyangkal diri, memanggul salibnya dan mengikuti Aku.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan;*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Barang siapa hendak menjadi pengikutKu, harus menyangkal diri, memanggul salibnya dan mengikuti Aku.

Doa Permohonan:

Kristus Tuhan kita telah mewahyukan diri sebagai cahaya dunia, agar kita tidak berjalan dalam kegelapan, melainkan disinari oleh terang kehidupan. Marilah kita memuji Dia dan berdoa:
U: Terangilah langkah kami dengan sabdaMu, ya Tuhan.
P: Tuhan yang mahamurah, semoga kami hari ini semakin mengikuti Engkau,* agar keruntuhan yang disebabkan oleh Adam pertama, dipulihkan oleh Engkau, Adam kedua.
P: Sinarilah langkah kami dengan sabdaMu, ya Tuhan,* supaya dalam segala pekerjaan, kami bertindak jujur dan semakin berkembang dalam cinta kasihMu.
P: Ajarilah kami bekerja dengan setia dan bakti bagi kepentingan setiap orang,* agar umat manusia semakin diterangi melalui GerejaMu.
P: Semoga kami sungguh-sungguh mengubah hati kami dan memupuk persahabatan dengan Dikau,* sebagai silih atas penghinaan terhadap kebijaksanaan dan kebaikanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan, pangkal dan tujuan kegiatan kami, terangilah budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. Dampigilah kami dalam melaksanannya dan berilah rahmatMu untuk menyelesaikannya dengan baik. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*
sebab aku tidak lupa akan hukumMu.

Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*
hidupkanlah aku sesuai dengan janjiMu.

Orang berdosa jauh dari keselamatanMu,*
sebab mereka tidak memperhatikan ketetapanMu.

Kasih setiaMu melimpah, ya Tuhan,*
hidupkanlah aku seturut sabdaMu.

Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*
namun aku tidak menyimpang dari peraturanMu.

Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*
sebab mereka tidak berpegang pada perintahMu.

Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titahMu,*
hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setiaMu.

FirmanMu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*
keputusanMu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika kamu mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintahKu, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*
yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.

Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*
hidupmu akan bahagia dan sejahtera.

Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*
anak-anakMu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.

Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*
semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.

Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*
dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*
namun aku tidak dikalahkan.

Punggungku rasanya digarap bajak,*
alur demi alur punggungku digarap.

Semoga Tuhan yang adil,*
menghancurkan bajak itu.

Semoga mundurlah tersipu-sipu,*
semua orang yang membenci Sion.

Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*
yang menjadi layu sebelum dicabut,

yang tak akan digenggam oleh penyabit,*
tidak pula diberkas oleh penuai.

Mereka takkan mendengar salam "Berkat Tuhan bagimu",*
tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan Singkat: (Yes 55,6-7)

Carilah Tuhan selama Ia dapat ditemukan, berserulah kepadaNya selama Ia dekat. Hendaknya sijahat meninggalkan jalannya, dan sifasik melepaskan angan-angannya. Hendaklah ia berbalik kepada Allah kita, sebab dengan murah Allah mengampuni.

P: Palingkanlah wajahMu dari dosaku.
U: Hapuskanlah segala kesalahanku.

Doa Penutup:

Tuhan, pangkal dan tujuan kegiatan kami, terangilah budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. Dampigilah kami dalam melaksanannya dan berilah rahmatMu untuk menyelesaikannya dengan baik. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

MADAH

Yesus Engkau menganjurkan
Supaya kami bertahan
Dalam pantang dan puasa
Agar slamat sejahtera.

Dampingilah para umat
Yang kini ingin bertobat
Ampunilah dosa kami
Yang sungguh kami sesali.

Bersihkanlah hati kami
Di masa prapaska ini
Agar pantas merayakan
Hari kebangkitan Tuhan.

Ya Tritunggal mahasuci
Trimalah pujian kami
Yang kami lambungkan ini
Dengan ikhlas penuh bakti. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Mazmur 143 (144) - I

Terpujilah Tuhan, pelindungku,*
yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.

Dialah pengasih dan pembelaku,*
Dialah benteng dan pembebasku.

Dialah panglimaku, padaNya aku berharap,*
Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.

Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia, sehingga Kaupelihara?

Manusia sesungguhnya angin belaka,*
hari hidupnya laksana bayang berlalu.

Ya Tuhan, bungkukkanlah langitMu dan turunlah,*
sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.

Lontarkanlah kilatMu dan cerai-beraikanlah musuh,*
lepaskanlah panahMu dan kacau-balaukan mereka.

Ulurkanlah tanganMu dari surga,+
tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*
dan dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepadaNya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) - II

Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu,*
dan bermazmur bagiMu dengan iringan kecapi.

Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada rajaMu,*
Engkaulah yang membebaskan Daud, hambaMu.

Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*
lepaskanlah aku dari tangan orang asing.

Mereka membualkan fitnah dan dusta,*
dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Semoga para pemuda kita diberkati,*
tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.

Semoga para pemudi kita langsing bagaikan tiang berukir,*
bagaikan tiang hiasan istana.

Semoga lumbung kita penuh,*
berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.

Semoga domba kita berkembang biak beribu-ribu,+
bahkan berjuta-juta di padang kita,*
semoga ternak kita segar dan makmur semuanya.

Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*
semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kita.

Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*
berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Why 11,17-18;12,10-12

Kami mengucap syukur kepadaMu, ya Tuhan,*
Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaanMu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaanMu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hambaMu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kita,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapiNya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kita telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kita.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena itu bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kita.

Bacaan Singkat:(Yak 4,7-8.10)

Tunduklah kepada Allah! Lawanlah setan, maka ia akan lari dari padamu. Dekatilah Allah, dan Ia akan mendekati kamu. Tahirkanlah tanganmu, hai kamu orang-orang berdosa! Sucikanlah hatimu, hai kamu yang mendua hati! Rendahkanlah dirimu di hadapan Tuhan, dan Ia akan meninggikan kamu.

Lagu Singkat:
P: Dengarkanlah aku, ya Tuhan,* Kasihanilah aku. U: Dengarkanlah. P: Sembuhkanlah aku, sebab aku berdosa di hadapanMu. U: Kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Dengarkanlah.

Ant.Kidung: Barang siapa kehilangan hidupnya demi Aku, akan mendapatkannya selama-lamanya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa;*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya:*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta;*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan;*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Barang siapa kehilangan hidupnya demi Aku, akan mendapatkannya selama-lamanya.

Doa Permohonan:

Kristus, Tuhan kita, telah memberi perintah baru untuk saling mencintai. Marilah kita mohon dengan rendah hati:
U: Kobarkanlah api cinta kasih umatMu, ya Tuhan.
P: Guru yang baik, ajarilah kami mencintai Engkau dalam saudara-saudara kami,* dan berbuat baik kepadaMu dalam diri mereka.
P: Di salib Engkau telah memintakan ampun bagi algojo-algojoMu,* semoga kami mencintai musuh-musuh kami dan berdoa bagi orang yang menganiaya kami.
P: Berkat kurnia tubuh dan darahMu, teguhkanlah iman, harapan dan cinta kasih kami,* kuatkanlah yang lemah, hiburkanlah yang bersedih hati, dan berilah pengharapan kepada yang putus asa.
P: Cahaya dunia, dengan pembasuhan Engkau membuka mata orang yang lahir buta,* terangilah hati para calon baptis dengan pembasuhan air dan sabda kehidupan.
P: Puaskanlah semua orang yang telah meninggal, dengan kebaikanMu yang kekal,* dan masukkanlah kamipun kelak dalam bilangan para pilihanMu.

Bapa Kami

Doa Penutup:

Tuhan, pangkal dan tujuan kegiatan kami, terangilah budi kami dalam merencanakan pekerjaan kami. Dampigilah kami dalam melaksanannya dan berilah rahmatMu untuk menyelesaikannya dengan baik. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup ...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santa Perawan Maria dari Lourdes

Merupakan perayaan peristiwa Maria menampakkan diri kepada Bernadetha Soubirous di gua Misabielle, Lourdes, Perancis pada tanggal 11 Februari 1858. Kiranya perayaan ini semakin mempertebal iman kepercayaan kita kepada Bunda Maria dan semakin menyemangati kita untuk turut serta di dalam karya penyelamatan Kristus. Untuk itu baiklah kalau kita menyimak kembali makna peristiwa itu dengan mengikuti kisah terjadinya peristiwa iman itu.

Bernadetha Soubirous adalah seorang gadis desa yang sederhana, miskin dan buta huruf. Ketika ia sedang menggembalakan domba-dombanya, tiba-tiba ia melihat seorang wanita cantik berdiri di mulut gua itu. Wanita itu tersenyum manis dan tampak sangat ramah kepadanya. Dalam keheranan dan ketakutannya, Bernadetha pun merasakan kegembiraan yang sangat mendalam. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya. Bernadetha pun pulang ke rumah dengan gembira bercampur rasa takut.

Pada tanggal 25 Februari, wanita cantik itu menampakkan diri lagi kepada Bernadetha. Kali ini wanita itu menyuruhnya minum dan membasuk mukanya. Tetapi darimanakah ia mendapatkan air untuk minum dan membasuh mukanya? Ia sendiri pun tidak membawa air dari rumah. Sumber-sumber airpun tak ada di bukit yang kering dan berbatu-batu itu. Lalu wanita itu menyuruhnya menggali tanah di depan gua itu. Bernadetha pun mengikuti saja suruhan wanita tak dikenal itu. Belum seberapa dalam lubang galian itu, mengalirlah air dari lubang itu. Dengan air itu Bernadetha membasuh mukanya dan minum. Tak lama kemudian wanita itu menghilang dari pandangannya.

Pada tanggal 25 Maret, Bernadetha kembali lagi ke gua Masabielle. Disana ia menyaksikan lagi penampakan wanita cantik itu. Kali ini Bernadetha memberanikan diri untuk menanyakan nama wanita cantik itu. Siapakah Engkau? tanya Bernadetha. Jawab wanita itu, Akulah yang dikandung tanpa noda dosa asal. Maria menampakkan diri kepada Bernadetha sebanyak 18 kali. Kepada Bernadetha, Bunda Maria berpesan agar semua orang Kristen berdoa untuk orang-orang berdosa agar mereka bertobat dari cara hidupnya yang sesat itu. Bunda Maria meminta agar di tempat itu didirikan sebuah biara dan diadakan ziarah.

Atas perintah Uskup Lourdes, kejadian ini diselidiki dengan seksama. Akhirnya pada tahun 1862 peristiwa penampakan itu dinyatakan benar dan sah. Pada tahun 1864 sebuah patung Maria ditempatkan di gua itu, dan pada tahun 1876 dibangunkan disitu sebuah gereja yang megah. Setiap tahun lebih dari satu juta orang berziarah ke Lourdes. Banyak orang sakit yang berziarah ke sana menjadi sembuh secara ajaib. Demikian pun setiap peziarah yang mengunjungi Lourdes sungguh merasakan suatu kedamaian jiwa dan kebahagiaan batin. Sebuah biro penyelidikan didirikan untuk meneliti penyembuhan-penyembuhan yang terjadi atas orang-orang sakit yang berkunjung ke sana. Semoga hari raya penampakan Bunda Maria di Lourdes ini mendorong kita untuk menghormati Bunda Maria dengan lebih tulus sebagai Bunda yang senantiasa menghendaki keselamatan kita.

Santo Gregorius II

Paus

Gregorius lahir di Roma pada tahun 669 dan meninggal dunia pada tanggal 10 Januari 731. Ia dikenal sebagai seorang Paus abad ke delapan yang mendukung sekaligus melawan kuasa negara, serta gigih mempertahankan hak-hak Paus. Sebelum menjadi Paus, ia bertugas sebagai bendaharawan Tahkta Suci dan kemudian ditempatkan sebagai kepala perpustakaan kePausan. Ia adalah pustakawan pertama dari Tahkta Suci. Masa kePausannya berlangsung dari tahun 715 sampain tahun 731.

Sebagai Paus, Gregorius melakukan banyak hal untuk memajukan misi gereja. Pada tahun 719, ia mengutus Bonafisius Winfrid, seorang pertapa dari Saxon yang kemudian menjadi santo untuk mempertobatkan suku-suku German yang masih kafir. Bonifasius memperoleh sukses besar dalam misinya itu. Pada tahun 722 Paus Gregorius mentabhiskan dia menjadi Uskup untuk memimpin umat Jerman yang dipertobatkannya. Kepadanya Gregorius memberikan sepucuk surat rekomendasi untuk diserahkan kepada Charles Martel, seorang raja berkebangsaan Prancis yang beragama Kristen dan menjadi penguasa atas suku-suku Jerman. Atas permohonan Paus, Charles melindungi Bonifisius dalam karyanya mempertobatkan suku-suku Jerman itu.

Meskipun ada banyak keberhasilan dalam kepemimpinannya sebagai Paus, Gregorius pun tidak luput dari berbagai tantangan. Kekuatan kaum Lombardia bangkit lagi dan menguasai Hongaria, Autria hingga Italia Utara. Persahabatan baik antara Paus Gregorius dengan Liutprand, raja Lombardia tergoncang bahkan terputus ketika Liutprand memulai propagandanya untuk menguasai Italia. Nafsu kuasa Liutprand semakin menjadi ketika kaum Lombardia menguasai kota Cumae, bagian wilayah kekuasaan Adipati Napoli. Paus Gregorius tidak berdaya untuk mengusir mereka keluar dari sana. Akhirnya Yohanes dari Napoli bangkit melawan Liutprand dan berhasil menghalau kaum Lombardia dari Cumae. Kepahlawanan Yohanes dihargai Paus Gregorius dengan pujian dan pemberian berupa emas.

Sekali lagi pada tahun 725, orang-orang Lombardia berusaha menguasai Italia karena melihat gejala menurunnya kewibawaan penguasa-penguasa di bagian barat kekiasaran Romawi. Mereka mengincar tanah – tanah kekaisaran di Italia Utara meliputi Ravenna sebagai ibukota propinsi-propinsi di bagian barat kekaisaran. Mereka berhasil menguasai kota Ravenna. Tetapi kemudian dengan pertolongan orang-orang Venesia, Paus bersama Kaisar berhasil mengusir orang-orang Lombardia itu dari kota Ravenna.

Bersamaan dengan peristiwa penyerangan Lombardia itu, Paus Gregoriusdi hadapkan pada masalah serangan terhadap Gereja dari kekaisaran Konstantinopel dalam hal penghormatan gambar-gambar kudus di dalam gereja. Perlawanan ini telah dimulai sejak awal abad kedelapan oleh hasutan orang-orang kafilah dari Damaskus. Kafilah ini dalam tahun 722 mengeluarkan suatu peraturan yang melarang penghormatan gambar-gambar kudus di dalam gereja-gereja yang berada di wilayah-wilayah kekuasaan Islam. Oleh larangan ini, gambar-gambar kudus dalam gereja-gereja itu dirusakkan baik oleh orang-orang Islam maupun orang-orang Kristen itu sendiri.

Gerakan pengrusakan gambar-gambar kudus ini didukung oleh Kaisar Bynzantium, Leo III, dengan dekrit yang dikeluarkannya pada tahun 726. Dekrit ini berhasil dengan gemilang. Tetapi Paus Gregorius sangat gigih menentang dekrit ini. Sebagai reaksi terhadap dekrit Kiasar Leo III itu, Paus Gregorius mengeluarkan suatu intruksi yang menentang dekrit itu. Kaisar Leo III mulai menyusun suatu rencana pembunuhan atas diri Paus Gregorius. Tetapi rencana ini gagal karena sebagian besar orang Italia mendukung Paus dan melancarkan perlawanan terhadap kekaisaran Konstantinopel. Sebagai tindakan lanjut dari pertentangan ini, Paus melalui sepucuk surat kepada Leo III menerangkan posisi Gereja dan tradisinya dalam hal penghormatan kepada gambar-gambar kudus. Ia pun mendesak Kaisar Leo III agar segera mencabut kembali dekrit itu sambil menegaskan agar kaisar tidak mencampuri urusan-urusan intern Gereja. Masala gereja adalah urusan pejabat-pejabat Gereja, bukan kaisar. Kaisar sebaiknya memusatkan perhatiannya pada urusan-urusan kenegaraannya.

Leo III, yang merasa mempunyai kuasa atas wilayah kekuasaannya, menolak mengikuti keinginan-keinginan Paus. Karena itu, Paus sekali lagi menegaskan pandangan-pandangannya dan dengan tegas melarang kaisar mencampuri urusan-urusan Gereja. Surat yang dikirimkan kepada Leo itu ditutupnya dengan sebuah untaian doa bagi pertobatan kiasar Leo III.

Sementara masalah ini belum tuntas penyelesaiannya, tahun berikutnya (728), Eutychius, wakil kaisar di Italia, yang pernah didukung oleh Paus dalam perlawanannya terhadap serangan kaum Lombardia, berusaha mempersatukan orang Roma dengan kaum Lombardia untuk melawan Paus. Usaha Eutychius sia-sia karena orang Roma bangkit melawan dia dan membela Paus. Hal ini semakin memperbesar kuasa Paus sebagai pemimpin Gereja, semakin menunjukkan bahwa Pauslah pemimpin kota yang sebenarnya.

Dalam mempertahankan kepemimpinannya dan iman yang benar, Paus Gregorius senantiasa berhasil membebaskan Gereja dan iman dari semua rongrongan. Satu hal yang patut dicatat adalah bahwa Paus Gregorius tetap menunjukkan hormat dan pengakuannya pada kekaisaran Konstantinopel, karena ia menganggap bahwa kekaisaran itu adalah sah. Ia melawan kaum Lombardia yang berusaha melemahkan kekaisaran, tetapi ia juga melawan kakaisaran jika kekaisaran melawan dan melanggar hak-hak gereja. Gereja sungguh merasa kehilangan Gregorius ketika ia menutup matanya pada tanggal 10 Januari 731. Gregorius telah berhasil meletakkan dasar-dasar pijak yang kokoh bagi gereja. Setelah masa kePausannya, kuasa Paus didunia barat semakin kuat, sementara kekuasaan imperial di Timur melorot dengan deras.

Santo Saturninus

Martir

Satu sumber informasi terpercaya mengenai martir santo Saturninus ialah suatu tulisan batu nisan yang digoreskan oleh Sri Paus Damasus I (366 -384) di atas makam sang martir. Menurut tulisan batu nisan itu, Saturninus adalah seorang imam dari Kartago yang datang ke Roma. Ia diyakini mengalami penderitaan yang hebat pada masa penganiyaan orang-orang kristen di kala Maximianus berkuasa dan meninggal pada tahun 309. Jenazahnya dimakamkan di pemakaman Thraso di jalan Salaria, satu jalan kuno Romawi.

Di jalan itu, didirikan sebuah Basilik untuk menghormati dia. Basilik ini kemudian di bumi hanguskan oleh api pada abad ke enam dan diperbaiki kembali oleh Paus Adrianus I (772 -795) dan Sri Paus Gregorius IV (827 -844).