Selasa, 23 Maret 2027
Hari Raya Selasa Pekan Suci
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 49:1-6
Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku." Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku." Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku--,firman-Nya: "Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Tetapi Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang dari pada-Ku sampai ke ujung bumi."
Mazmur Tanggapan Mazmur 71:1-6,15,17
Bacaan Injil Yohanes 13:21-33,36-38
Setelah Yesus berkata demikian Ia sangat terharu, lalu bersaksi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya seorang di antara kamu akan menyerahkan Aku." Murid-murid itu memandang seorang kepada yang lain, mereka ragu-ragu siapa yang dimaksudkan-Nya. Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya. Kepada murid itu Simon Petrus memberi isyarat dan berkata: "Tanyalah siapa yang dimaksudkan-Nya!" Murid yang duduk dekat Yesus itu berpaling dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, siapakah itu?" Jawab Yesus: "Dialah itu, yang kepadanya Aku akan memberikan roti, sesudah Aku mencelupkannya." Sesudah berkata demikian Ia mengambil roti, mencelupkannya dan memberikannya kepada Yudas, anak Simon Iskariot. Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis. Maka Yesus berkata kepadanya: "Apa yang hendak kauperbuat, perbuatlah dengan segera." Tetapi tidak ada seorangpun dari antara mereka yang duduk makan itu mengerti, apa maksud Yesus mengatakan itu kepada Yudas. Karena Yudas memegang kas ada yang menyangka, bahwa Yesus menyuruh dia membeli apa-apa yang perlu untuk perayaan itu, atau memberi apa-apa kepada orang miskin. Yudas menerima roti itu lalu segera pergi. Pada waktu itu hari sudah malam. Sesudah Yudas pergi, berkatalah Yesus: "Sekarang Anak Manusia dipermuliakan dan Allah dipermuliakan di dalam Dia. Jikalau Allah dipermuliakan di dalam Dia, Allah akan mempermuliakan Dia juga di dalam diri-Nya, dan akan mempermuliakan Dia dengan segera. Hai anak-anak-Ku, hanya seketika saja lagi Aku ada bersama kamu. Kamu akan mencari Aku, dan seperti yang telah Kukatakan kepada orang-orang Yahudi: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang, demikian pula Aku mengatakannya sekarang juga kepada kamu. Simon Petrus berkata kepada Yesus: "Tuhan, ke manakah Engkau pergi?" Jawab Yesus: "Ke tempat Aku pergi, engkau tidak dapat mengikuti Aku sekarang, tetapi kelak engkau akan mengikuti Aku." Kata Petrus kepada-Nya: "Tuhan, mengapa aku tidak dapat mengikuti Engkau sekarang? Aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu!" Jawab Yesus: "Nyawamu akan kauberikan bagi-Ku? Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali."
Renungan
Hari Sudah Malam
Ada kalimat-kalimat pendek dalam Kitab Suci yang bekerja seperti lampu padam. Salah satunya ada di Injil hari ini. Sesudah Yudas menerima roti dari tangan Yesus, ia keluar. Lalu Yohanes menulis empat kata yang dingin: pada waktu itu hari sudah malam.
Yohanes jarang menulis keterangan waktu tanpa maksud. Malam di sini bukan sekadar jam di dinding. Yudas berjalan keluar dari terang menuju gelap, meninggalkan perjamuan menuju persekongkolan. Pintu yang tertutup di belakangnya adalah salah satu bunyi paling sedih dalam seluruh Injil.
Yang menyayat, semuanya terjadi begitu dekat. Yudas bukan orang luar. Ia satu meja, satu pinggan, tiga tahun berjalan bersama. Yesus bahkan memberinya roti, isyarat kehormatan bagi tamu yang dikasihi. Sampai detik terakhir, tangan itu masih terulur. Yudas menerima rotinya dan menolak kasihnya.
Dan jangan buru-buru merasa aman, sebab malam itu ada dua murid yang jatuh. Petrus dengan gagah berkata: aku akan memberikan nyawaku bagi-Mu. Yesus menjawab lembut dan pahit: sebelum ayam berkokok, engkau telah menyangkal Aku tiga kali. Yudas jatuh karena rencana, Petrus jatuh karena terlalu yakin pada dirinya sendiri. Dua jalan yang berbeda menuju kegagalan yang sama. Dan Yesus tidak mengusir satu pun dari meja-Nya. Ia memberi roti kepada Yudas, Ia memberitahukan kelemahan Petrus sebelum terjadi. Kasih-Nya bekerja sampai batas paling akhir kebebasan manusia.
Bedanya terletak pada apa yang terjadi sesudah jatuh. Petrus menangis dan kembali. Yudas menyerah pada malamnya. Keduanya dikhianati bukan oleh kelemahan mereka, sebab keduanya sama-sama lemah, melainkan oleh cara mereka menanggapi kelemahan itu.
Bacaan pertama memberi kita nyanyian Hamba Tuhan yang merasa bersusah-susah dengan percuma. Ada nada lelah di sana, sangat manusiawi. Tetapi ia berpegang: hakku terjamin pada Tuhan. Bahkan ketika segala usaha tampak gagal, Allah sedang menjadikannya terang bagi bangsa-bangsa.
Selasa Pekan Suci mengajak kita jujur: dalam diri kita ada bibit Yudas dan bibit Petrus. Ada bagian yang berhitung untuk diri sendiri, ada bagian yang sesumbar melebihi kekuatan. Kabar baiknya, ayam boleh berkokok, tetapi fajar Paskah tetap akan datang bagi siapa pun yang mau menangis dan kembali.
Kalau malam ini kita jatuh, kepada siapa kita akan kembali?
Tuhan Yesus, kenallah aku melebihi aku mengenal diriku. Bila aku jatuh seperti Petrus, jangan biarkan aku tenggelam seperti Yudas. Amin.
Invitatorium
SELASA PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Selasa dalam Pekan Suci
MADAH
Ant. 1 Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Mazmur 37
Nasib orang fasik dan orang baik
Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan mewarisi bumi (Matius 5:5).
Ant. Berserahlah kepada Allah, dan Ia akan melakukan segalanya bagimu.
Ant. 2 Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. Berpalinglah dari kejahatan, belajarlah melakukan kehendak Allah; Tuhan akan menguatkanmu jika engkau menaati-Nya.
Ant. 3 Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
Ant. Tunggulah Tuhan untuk memimpin, lalu ikutilah jalan-Nya.
BACAAN
RESPONSORIUM Ibrani 12:2; Filipi 2:8
RESPONSORIUM Roma 6:3, 5, 4
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 42 (43)
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 64 (65)
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (Zak 12,10-11a)
Lagu Singkat:
Ant.Kidung: Muliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Muliakanlah Aku sekarang, ya Bapa, di hadiratMu, dengan memberikan kemuliaan, yang Kumiliki sebelum penciptaan dunia.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA SIANG
Madah
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Mazmur 118 (119),49-56
Ant.1: Berikanlah keputusan yang adil kepadaku, ya Tuhan, luputkanlah aku dari orang curang dan penipu.
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Mazmur 52 (53)
Ant.2: Tuhan, Engkau telah membela perkaraku, Engkaulah pembela hidupku, ya Tuhan, Allahku.
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Mazmur 53 (54),3-6.8-9
Ant.3: Hambaku akan menyucikan semua orang dengan memikul sendiri kesalahan mereka.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,22-24)
Doa Penutup:
Ibadat Sore
SELASA SORE
MADAH
Ant.1: Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Mazmur 48 (49) I
Ant.1: Aku disiksa dan takut, tetapi Tuhan ada besertaku laksana seorang pahlawan.
Ant.2: Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Mazmur 48 (49) II
Ant.2: Bebaskan daku, ya Tuhan, tempatkanlah aku di sampingMu, biar siapapun yang memerangi aku.
Ant.3: Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Engkau telah dibunuh, ya Tuhan, Engkau telah menebus kami bagi Allah dengan darahMu.
Bacaan Singkat: (1Kor 1,27b-30)
Ant.Kidung: Aku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Aku berkuasa menyerahkan nyawaKu dan berkuasa pula memperolehnya kembali.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Sibilina Biscossi OP
Pengaku Iman
Sibilina hidup antara tahun 1287- 1367. Ia sudah menjadi anak yatim- piatu sejak kecil. Untuk menyambung hidupnya ia kemudian bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Pada usia 12 tahun ia menjadi buta. Sibilina kemudian diterima dalam sebuah biara dan menjadi sekluse (pertapa di ruangan kecil yang dikunci selamanya) di samping gereja. Banyak orang yang minta doa dan nasehatnya.
Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo
Uskup
Alfonsus Toribio dikenal sebagai seorang awam Katolik yang saleh, jujur dan bijaksana. Di Granada Spanyol, ia menjabat sebagai ketua Mahkamah Agung dan Mahaguru dibidang hukum. Kisah tentang pengangkatannya sebagai Uskup Agung kota Lima, Peru sungguh menarik. Kehidupan imamat tidak menarik hatinya selama ia giat dalam dinas kenegaraan dan kegiatan lainnya. Tetapi Tuhan mempunyai rencana khusus atas dirinya diluar kehendaknya sendiri. Sepeninggal Uskup Agung Lima pada tahun 1850, tahkta keuskupan mengalami kekosongan. Suasana kota menjadi semakin buruk tertama di kalangan angkatan bersenjata. Hal ini sungguh memalukan raja Philip yang saleh dan taat beragama. Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini ialah memilih seorang Uskup Agung yang berwibawa, saleh, jujur, pintar dan berpengaruh di masyarakat terutama di kalangan pembesar dan angkatan bersenjata.
Orang yang cocok untuk jabatan uskup agung ini ialah Alfonsus Toribio. Semula penunjukkan atas dirinya sebagai Uskup Agung ditolaknya dengan keras mengingat statusnya sebagai seorang awam. Namun atas desakan raja dan semua rakyat, Alfonsus tergerak juga untuk menerima penunjukkan ini. Ia sadar bahwa penunjukkan itu adalah kehendak Allah. Ia lalu di tabhiskan menjadi Uskup Agung pada tahun 1581. Dari Spanyol, ia berlayar ke Peru, sebuah negeri yang bergunung- gunung di pantai lautan Pasifik. Tindakan pertama yang ditempuhnya ialah mengunjungi semua wilayah paroki dalam keuskupannya hingga ke pelosok- pelosok. Kadang- kadang ia berjalan kaki, menuruni gunung dan bukit guna menyaksikan kehidupan umatnya.
Ia melihat banyak hal selama kunjungan- kunjungannya. Orang - orang Spanyol terutama tentara- tentara dikenal berwatak bejat. Orang Indian dikenal bodoh; sedangkan imam- imamnya malas dan mempunyai banyak isteri. Hal ini menggerakkan dia untuk segera mengadakan pembaharuan total dalam keuskupannya. Terhadap orang- orang Spanyol yang bejat moralnya, ia tidak segan- segan menjatuhkan hukuman yang setimpal. Untuk orang- orang indian yang bodoh, ia berusaha mendirikan sekolah- sekolah. Untuk mendapatkan tenaga- tenaga imam bagi pelayanan umat, ia mendirikan sebuah seminari, yang dikenal sebagai seminari pertama di Amerika. Para imam dibinanya agar kembali sadar akan keluhuran panggilannya dan tugasnya sebagai pelayan umat.
Toribio dengan tekun mempelajari bahasa daerah dan adat istiadat setempat. Orang- orang Indian yang masih terbelakang mendapat perhatian yang khusus. Ia membela mereka dari segala tindak jahat orang Spanyol. Usahaya untuk memperbaharui kehidupan imam umat sangat berhasil. Ia dibantu oleh rekannya santo Fransiskus Solanus. Selama 25 tahun memimpin gereja Peru sebagai uskup Agung, Toribio berhasil menghantar kembali orang- orang Spanyol kepada tata cara hidup Kristiani. Demikian juga orang- orang Indian. Ia meninggal tahun 1606.
Santo Dismas
Pengaku Iman
Konon, Dismas adalah penyamun, yang disalibkan di sebelah kanan Yesus dan bertobat sebagaimana dikatakan Lukas: Seorang dari penjahat yang digantung itu menghujat Dia, katanya: Bukankah Engkau adalah Kristus? Selamatkan diri Mu dan kami. Tetapi yang seorang menegor dia, katanya: Tidakkah engkau takut, juga tidak kepada Allah, sedang engkau menerima hukuman yang sama? Kita memang selayaknya dihukum, sebab kita menerima balasan yang setimpal dengan perbuatan kita, tetapi orang ini tidak berbuat sesuatu yang salah. Lalu ia berkata: Yesus, ingatlah aku, apabila Engkau datang sebagai Raja, kata Yesus kepadanya: Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama sama dengan Aku di dalam Firdaus. (Luk23:3943).
Tentang Dismas ada sebuah legenda berkisah sebagai berikut: Ketika Maria dan Yosef bersama Kanak- kanak Yesus dalam perjalanan pengungsian ke Mesir untuk menghindari rencana pembunuhan Herodes, tiba- tiba mereka di dekati dan disapa oleh dua orang penyamun: Titus dan Dumachus. Titus biasanya dipanggil Dismas, dan Dumachus dipanggil Gestas. Dismas mengajak temannya Gestas untuk membantu Maria dan Yusuf dalam perjalanan itu. Menyaksikan kebaikan hati Dismas, Maria berkata: Tuhan akan mengangkat engkau dengan tangan kanan Nya dan memberikan pengampunan atas dosa- dosamu. Sedangkan kepada ibu Nya, Kanak- Kanak Yesus berkata meramal: Ibu, setelah Aku berusia 30 tahun, orang- orang Yahudi akan menyalibkan Aku di Yerusalem, dan dua penyamun itu akan ditinggikan juga bersama Aku: Titus disebelah kanan Ku dan Dumachus di sebelah kiri Ku. Dan setelah itu Titus akan masuk bersama Ku ke dalam Firdaus. Dismas dihormati sebagai pelindung orang- orang yang perlu bertobat secara sempurna dan santo pelindung orang yang dihukum mati.