Kamis, 1 April 2027

Oktaf Paskah

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 3:11-26

Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo. Petrus melihat orang banyak itu lalu berkata: "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu dan mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri? Allah Abraham, Ishak dan Yakub, Allah nenek moyang kita telah memuliakan Hamba-Nya, yaitu Yesus yang kamu serahkan dan tolak di depan Pilatus, walaupun Pilatus berpendapat, bahwa Ia harus dilepaskan. Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar, serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi. Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan kepercayaan itu telah memberi kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua. Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dahulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita. Karena itu sadarlah dan bertobatlah, supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus. Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu. Bukankah telah dikatakan Musa: Tuhan Allah akan membangkitkan bagimu seorang nabi dari antara saudara-saudaramu, sama seperti aku: Dengarkanlah dia dalam segala sesuatu yang akan dikatakannya kepadamu. Dan akan terjadi, bahwa semua orang yang tidak mendengarkan nabi itu, akan dibasmi dari umat kita. Dan semua nabi yang pernah berbicara, mulai dari Samuel, dan sesudah dia, telah bernubuat tentang zaman ini. Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Mazmur Tanggapan Mazmur 8:2,5-9

(8-3) Dari mulut bayi-bayi dan anak-anak yang menyusu telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam.
(8-6) Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat.
(8-7) Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya:
(8-8) kambing domba dan lembu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang;
(8-9) burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.
(8-10) Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!

Bacaan Injil Lukas 24:35-48

Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti. Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!" Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu. Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu? Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku." Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka. Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?" Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng. Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka. Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci. Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Renungan

Sepotong Ikan Goreng

Di dapur, tidak ada yang samar. Minyak panas berbunyi. Ikan menguning. Bau gorengan menjalar sampai ke ruang tamu. Dapur adalah tempat paling jujur di rumah kita. Yang lapar ketahuan. Yang kenyang kelihatan.

Aneh sekali bahwa kisah kebangkitan, peristiwa paling agung dalam iman kita, justru mampir ke wilayah dapur. Yesus yang bangkit berdiri di tengah para murid. Mereka ketakutan, menyangka melihat hantu. Lalu apa yang dilakukan Yesus? Ia tidak berpidato panjang tentang teologi kebangkitan. Ia bertanya: adakah makanan di sini? Mereka memberi-Nya sepotong ikan goreng. Ia memakannya di depan mata mereka.

Mengapa ikan goreng? Mengapa bukan cahaya menyilaukan atau gempa dahsyat? Karena hantu tidak makan. Bayangan tidak mengunyah. Dengan sepotong ikan itu Yesus berkata tanpa kata: Aku bukan kenangan kalian yang berhalusinasi. Aku hidup. Sungguh-sungguh hidup, dengan daging dan tulang.

Kebangkitan memang bukan gagasan indah untuk direnungkan sambil melamun. Ia peristiwa yang bisa disentuh, ditatap, bahkan diajak makan. Karena itu di Serambi Salomo Petrus berani berkata lantang kepada orang banyak: Yesus yang kamu bunuh telah dibangkitkan Allah, dan tentang hal itu kami adalah saksi. Saksi mata. Saksi meja makan.

Petrus tidak berhenti pada kesaksian. Ia mengajak para pendengarnya bertobat, supaya dosa dihapuskan dan datang waktu kelegaan. Menarik sekali. Kabar kebangkitan tidak pernah berhenti sebagai berita. Ia selalu menuntut jawaban dari yang mendengar.

Kita hidup dua ribu tahun sesudah sarapan ikan goreng itu. Kita tidak melihat dengan mata kepala sendiri. Tetapi kita mewarisi meja yang sama. Setiap kali Ekaristi dirayakan, Tuhan yang bangkit kembali makan bersama kita. Ia tetap memilih cara yang paling membumi: roti, meja, tubuh.

Maka pertanyaannya sederhana. Kalau Tuhan yang bangkit sedemikian nyata, mengapa iman kita sering begitu samar? Kita percaya, tapi hidup kita tidak berubah apa-apa. Kita merayakan Paskah, tapi tetangga tidak melihat bedanya.

Para murid berubah dari orang ketakutan di ruang terkunci menjadi saksi yang berbicara di serambi umum. Perubahan itulah bukti kebangkitan yang paling meyakinkan. Bukan argumen. Bukan mukjizat spektakuler. Melainkan hidup yang berbeda.

Hari ini, adakah satu hal kecil dan nyata, senyata ikan goreng, yang bisa menjadi tanda bahwa Tuhan kita hidup?

Tuhan Yesus yang bangkit, Engkau hadir dalam hal-hal sederhana di meja kami. Jadikanlah hidup kami saksi yang nyata bagi kebangkitan-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS I PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan Kamis dalam Oktaf Paskah
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Terang kemuliaan Bapa,

Yang memancar dari cahaya abadi,

Sumber terang yang diterangi terang,

Siang yang menerangi setiap hari.

Dalam cahaya-Mu yang abadi,

Bersinarlah atas kami, Kristus, matahari sejati,

Membawa hidup bagi jiwa dan raga,

Melalui kuasa Roh Kudus.

Bapa kemuliaan yang tak pudar,

Kaya rahmat dan Kuat menyelamatkan,

Dengarkanlah doa kami dan datanglah menyelamatkan kami,

Jauhkanlah kami dari jalan dosa.

Fajar semakin mendekat,

Fajar yang membawa semua yang kami cari,

Putra yang berdiam dalam Bapa,

Bapa yang mengucapkan satu Sabda.

Kemuliaan bagi Allah Bapa,

Kemuliaan bagi Putra Tunggal-Nya,

Kemuliaan sekarang dan sepanjang segala abad,

Bagi Roh Penghibur.

PSALMODI

Ant. 1 Biarlah anak-anak Israel berkata: Kasih setia-Nya kekal selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 118

Nyanyian sukacita untuk keselamatan

Yesus inilah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, tetapi telah menjadi batu penjuru (Kis 4:11).

I
Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Biarlah anak-anak Israel berkata:

“Kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.”

Biarlah anak-anak Harun berkata:

“Kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.”

Biarlah orang-orang yang takut akan Tuhan berkata:

“Kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.”
Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan;

Ia menjawab dan membebaskan aku.

Tuhan ada di pihakku; aku tidak takut.

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan ada di pihakku sebagai penolongku;

aku akan memandang rendah musuh-musuhku.
Lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada manusia;

lebih baik berlindung pada Tuhan

daripada percaya kepada para pembesar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Biarlah anak-anak Israel berkata: Kasih setia-Nya kekal selama-lamanya, alleluya.

Ant. 2 Tuhan telah menjadi keselamatanku, alleluya.

II
Segala bangsa mengepung aku;

dalam nama Tuhan aku menghancurkan mereka.

Mereka mengepung aku, mengepung aku sekeliling;

dalam nama Tuhan aku menghancurkan mereka.

Mereka mengepung aku seperti lebah;

mereka berkobar seperti api di antara duri-duri.

Dalam nama Tuhan aku menghancurkan mereka.
Aku terdesak keras dan hampir jatuh,

tetapi Tuhan datang menolong aku.

Tuhan adalah kekuatanku dan nyanyianku;

Ia adalah penyelamatku.

Ada sorak-sorai sukacita dan kemenangan

di kemah-kemah orang benar.
Tangan kanan Tuhan telah menang;

tangan kanan-Nya mengangkat aku.

Tangan kanan Tuhan telah menang;

aku tidak akan mati, aku akan hidup

dan menceritakan perbuatan-perbuatan-Nya.

Aku dihukum, aku dihukum oleh Tuhan,

tetapi tidak dihukum mati.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah menjadi keselamatanku, alleluya.

Ant. 3 Tuhan telah melakukan ini, dan itu ajaib di mata kita, alleluya.

III
Bukakanlah bagiku pintu-pintu kekudusan:

aku akan masuk dan bersyukur.

Inilah pintu gerbang Tuhan

tempat orang benar boleh masuk.

Aku akan bersyukur kepada-Mu karena Engkau telah menjawab

dan Engkau adalah penyelamatku.
Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan

telah menjadi batu penjuru.

Ini adalah pekerjaan Tuhan,

suatu keajaiban di mata kita.

Hari ini dibuat oleh Tuhan;

kita bersukacita dan bergembira.
Ya Tuhan, berikanlah kami keselamatan;

Ya Tuhan, berikanlah keberhasilan.

Diberkatilah dalam nama Tuhan

dia yang datang.

Kami memberkati Engkau dari rumah Tuhan;

Tuhan Allah adalah terang kami.
Majulah dalam prosesi dengan ranting-ranting

sampai ke altar.

Engkau adalah Allahku, aku bersyukur kepada-Mu.

Allahku, aku memuji Engkau.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik;

sebab kasih setia-Nya kekal selama-lamanya.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan telah melakukan ini, dan itu ajaib di mata kita, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Kristus Yesus, Engkau telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Biarlah langit dan bumi bersukacita, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Petrus

3:1-17

Meneladan Kristus
Demikian juga kamu, hai istri-istri, tunduklah kepada suamimu, supaya jika ada di antara mereka yang tidak taat kepada Firman, mereka tanpa perkataan dimenangkan oleh kelakuanmu, jika mereka melihat cara hidupmu yang suci dan penuh hormat. Perhiasanmu janganlah yang lahiriah, yaitu dengan mengepang rambut, memakai perhiasan emas atau mengenakan pakaian yang indah-indah, tetapi perhiasanmu ialah manusia batiniah yang tersembunyi dengan perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah. Sebab demikianlah juga perempuan-perempuan kudus dahulu, yang menaruh pengharapan mereka kepada Allah, menghiasi dirinya dengan tunduk kepada suaminya, sama seperti Sara taat kepada Abraham dan menyebutnya tuan. Dan kamu menjadi anak-anaknya, jika kamu berbuat baik dan tidak takut akan ancaman apa pun.
Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan istrimu, sebagai kaum yang lebih lemah, dan hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia kehidupan, supaya doamu jangan terhalang.
Akhirnya, hendaklah kamu semua seia sekata, seperasaan, mengasihi saudara-saudara, penyayang dan rendah hati. Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, berkatilah, karena untuk itulah kamu dipanggil, yaitu untuk memperoleh berkat.
“Siapa yang mencintai hidup

dan ingin melihat hari-hari baik,

ia harus menjaga lidahnya dari kejahatan

dan bibirnya dari perkataan dusta.

Ia harus menjauhi kejahatan dan melakukan yang baik,

mencari damai dan mengejarnya,

sebab mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar dan telinga-Nya kepada seruan mereka;

tetapi wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat.”
Siapakah yang dapat mencelakakan kamu, jika kamu sungguh-sungguh bertekad melakukan yang baik? Tetapi sekalipun kamu harus menderita karena kebenaran, berbahagialah kamu. “Janganlah kamu takut akan apa yang mereka takuti dan janganlah gentar.” Kuduskanlah Tuhan, yaitu Kristus, dalam hatimu. Dan siap sedialah senantiasa untuk memberi pertanggungjawaban kepada tiap-tiap orang yang meminta kepadamu tentang pengharapan yang ada padamu, tetapi dengan lemah lembut dan hormat. Dan peliharalah hati nuranimu yang bersih, supaya apabila kamu difitnah, mereka yang mencela cara hidupmu dalam Kristus menjadi malu. Sebab lebih baik menderita karena berbuat baik, jika itu kehendak Allah, daripada karena berbuat jahat.

RESPONSORIUM Lukas 6:22, 23; 1 Petrus 3:14

Berbahagialah kamu, jika orang membenci kamu dan mengutuk namamu sebagai jahat karena Anak Manusia.

Bersukacitalah pada hari itu dan menarilah kegirangan; upahmu besar di surga, alleluya.
Jika kamu menderita karena kebenaran, kamu harus menganggap dirimu sungguh diberkati, alleluya.

Bersukacitalah pada hari itu dan menarilah kegirangan; upahmu besar di surga, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari Katekese Yerusalem

Pembaptisan adalah lambang sengsara Kristus
Kamu dibawa turun ke bejana baptisan kudus sama seperti Kristus diturunkan dari salib dan ditempatkan di makam yang ada di hadapan matamu. Setiap kamu ditanya, “Apakah kamu percaya akan nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus?” Kamu mengucapkan pengakuan iman yang membawa keselamatan, kamu dicelupkan ke dalam air, dan tiga kali kamu bangkit kembali. Ini melambangkan tiga hari Kristus di dalam makam.
Sebagaimana Juruselamat kita menghabiskan tiga hari tiga malam di kedalaman bumi, demikian pula kebangkitan pertamamu dari air melambangkan hari pertama dan pencelupan pertamamu melambangkan malam pertama. Pada malam hari seseorang tidak dapat melihat, tetapi pada siang hari ia berjalan dalam terang. Jadi ketika kamu dicelupkan ke dalam air, itu seperti malam bagimu dan kamu tidak dapat melihat, tetapi ketika kamu bangkit kembali, itu seperti datang ke terang benderang. Pada saat yang sama kamu mati dan dilahirkan kembali; air penyelamat itu adalah kuburanmu dan ibumu.
Ungkapan Salomo dalam konteks lain sangat tepat di sini. Ia berbicara tentang waktu untuk melahirkan, dan waktu untuk mati. Namun bagimu, itu sebaliknya: waktu untuk mati, dan waktu untuk dilahirkan, meskipun pada kenyataannya kedua peristiwa itu terjadi pada saat yang sama dan kelahiranmu bersamaan dengan kematianmu.
Ini adalah sesuatu yang menakjubkan dan belum pernah terjadi! Bukan kita yang benar-benar mati, dikuburkan dan bangkit kembali. Kita hanya melakukan hal-hal ini secara simbolis, tetapi kita telah diselamatkan dalam kenyataan. Kristuslah yang disalibkan, yang dikuburkan dan yang bangkit kembali, dan semua ini telah dikaitkan kepada kita. Kita mengambil bagian dalam penderitaan-Nya secara simbolis dan memperoleh keselamatan dalam kenyataan. Betapa kasih yang tak terbatas bagi manusia! Tangan Kristus yang tak bernoda ditusuk oleh paku; Ia menderita rasa sakit. Aku tidak merasakan sakit, tidak ada penderitaan, namun melalui bagian yang kumiliki dalam penderitaan-Nya, Ia dengan bebas menganugerahkan keselamatan kepadaku.
Jangan ada yang membayangkan bahwa baptisan hanya terdiri dari pengampunan dosa dan rahmat adopsi. Baptisan kita tidak seperti baptisan Yohanes, yang hanya memberikan pengampunan dosa. Kita tahu betul bahwa baptisan, selain menghapus dosa-dosa kita dan membawa kita karunia Roh Kudus, adalah lambang penderitaan Kristus. Inilah sebabnya Paulus berseru: Tidakkah kamu tahu bahwa ketika kita dibaptis dalam Kristus Yesus, kita, dengan tindakan itu, mengambil bagian dalam kematian-Nya? Dengan baptisan kita pergi bersama-Nya ke dalam makam.

RESPONSORIUM

Anak-anak domba yang baru lahir ini menyanyikan alleluya sebagai nyanyian pujian mereka. Mereka telah datang ke aliran air hidup;

kini mereka dipenuhi dengan keindahan yang bersinar, alleluya.
Berpakaian jubah putih dan dengan daun palem di tangan mereka, mereka berdiri di hadapan Anak Domba.

Kini mereka dipenuhi dengan keindahan yang bersinar, alleluya.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami,

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, ya Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang telah menyatukan banyak bangsa

dalam mengakui nama-Mu,

anugerahkanlah agar mereka yang dilahirkan kembali dalam bejana Baptisan

menjadi satu dalam iman hati mereka

dan penghormatan perbuatan mereka.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS I PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.

Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.

T.Dan 3:57-88,56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’.)

Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.

Bacaan singkat (Rom 8:10-11)

Kalau Kristus ada dalam dirimu, badanmu memang akan mati karena dosa, tetapi rohmu hidup karena disucikan oleh Allah. Jadi, kalau Roh Allah yang membangkitkan Yesus dari alam maut tinggal dalam dirimu, maka Allah yang membangkamin Kristus Yesus akan menghidupkan juga badanmu yang fana dengan Roh-Nya yang tinggal dalam dirimu.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Yesus berdiri di tengah murid-murid-Nya, lalu bersabda: Salam bagimu, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Yesus berdiri di tengah murid-murid-Nya, lalu bersabda: Salam bagimu, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah bangkit dan selalu hadir di dalam Gereja-Nya. Marilah kami memuliakan Dia dan berdoa:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan Yesus, Engkau mencapai kemenangan atas dosa dan kematian,*

tinggallah di tengah-tengah kami, Engkau yang hidup sepanjang segala abad.

P: Datanglah kepada kami dengan kekuatan-Mu yang tak terkalahkan,*

dan perlihatkanlah kebaikan Allah kepada kami.

P: Satukanlah dunia yang tercerai-berai dan penuh perselisihan,*

sebab hanya Engkaulah sanggup memperbaharui dan memperdamaikan umat manusia.

P: Teguhkanlah kami dalam iman akan kemenangan akhir,*

dan kuatkanlah kami dalam pengharapan akan kedatangan-Mu.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Maha Esa, Engkau telah mempersatukan pelbagai bangsa dalam iman akan nama-Mu.

Kami telah Kaulahirkan kembali dalam air pembaptisan.

Semoga kami tetap bersatu, baik dalam iman maupun dalam karya.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat pagi sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS I SIANG

Madah

Kita bersama memuji
Tuhan Allah maha suci
Yang mengurniakan rahmat
Kepada seluruh umat.

Kita menyatakan hormat
Pada Tuhan penyelamat
Sambil sujud mohon berkat
Agar tabah lagi kuat.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Catatan: Antifon dan Mazmur dari hari Minggu I siang, hlm. 501

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, alleluya.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, alleluya.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, alleluya.

Bacaan singkat: (Tit 3,5b-7)

Allah menyelamatkan kita sebab Ia berbelaskasihan. Maka kita diberiNya hidup baru dengan air baptis dan Roh kudus, yang membaharui kita. Roh kudus dilimpahkan kepada kita dengan perantaraan Yesus Kristus, penyelamat kita. Oleh rahmat Kristus hubungan kita dengan Allah dipulihkan, dan kita menerima warisan kehidupan kekal, sesuai dengn harapan kita.

P: Kita sekalian yang telah dibaptis dalam Kristus, alleluya.
U: Sudah dipersatukan dengan Kristus, alleluya.

Doa Penutup

Allah yang mahaesa, Engkau telah mempersatukan pelbagai bangsa dalam iman akan namaMu. Kami telah Kaulahirkan kembali dalam air pembaptisan. Semoga kami tetap bersatu, baik dalam iman maupun dalam karya. Demi Kristus, Tuhan kami. Amin

Ibadat Sore

KAMIS I SORE

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*

sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*

“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*

sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*

“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*

pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*

agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.

Mazmur 113

Ketika Israel keluar dari Mesir,*

keluarga Yakub dari bangsa asing,

Maka Yehuda menjadi wilayah Tuhan,*

Israel daerah kekuasaan-Nya.

Laut melihat, lalu menyingkir,*

sungai Yordan berbalik ke hulu.

Gunung melompat bagaikan kijang,*

dan bukit laksana anak domba.

Ada apa, hai laut, sehingga menyingkir,*

hai Yordan, sehingga berbalik ke hulu?

Hai gunung, mengapa melompat bagaikan kijang,*

hai bukit, mengapa laksana anak domba?

Gemetarlah, hai bumi, di hadapan Tuhan,*

di hadirat Allah Yakub.

Ia mengubah wadas menjadi danau,*

dan batu menjadi mata air.

Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.

Mengapa 19:1-7

Alleluya.

Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kami,*

karena benar dan adillah segala keputusan-Nya.

Alleluya.

Alleluya.

Pujilah Allah kami, hai sekalian hamba-Nya,*

semua yang takwa, baik kecil maupun besar.

Alleluya.

Alleluya.

Sebab Tuhan, Allah kami Yang Mahakuasa,*

sudah menjadi raja.

Alleluya.

Alleluya.

Marilah kami bersukacita dan bersorak-sorai,*

marilah kami memuliakan Tuhan.

Alleluya.

Alleluya.

Hari pernikahan Anak Domba telah tiba,*

dan mempelai-Nya sudah siap berhias.

Alleluya.

Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.

Bacaan singkat (1 Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa-dosa kami. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kami dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kami dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.

Ganti lagu singkat

Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.

Ant.Kidung: Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, Aku sendirilah ini, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku, Aku sendirilah ini, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari antara orang-orang yang telah meninggal. Marilah kami bersuka ria dan memuji Dia:

U: Pemenang atas maut, dengarkanlah kami.

P: Ingatlah, ya Kristus, akan Gereja-Mu yang Kaudasarkan atas para rasul dan Kauluaskan ke seluruh dunia,*

dan berkatilah semua orang yang percaya kepada-Mu.

P: Engkau menyembuhkan jiwa dan raga kami,*

kunjungilah kami dan selamatkanlah kami dalam belas kasihan-Mu.

P: Hiburkan dan teguhkanlah orang-orang sakit,*

sembuhkanlah mereka dari penyakit dan ringankanlah penderitaan mereka.

P: Bantulah orang-orang yang terdesak dan tertindas,*

tolonglah orang yang miskin dan terlantar.

P: Dengan salib dan kebangkamin-Mu Engkau membuka jalan menuju hidup abadi bagi semua orang,*

bukalah jalan menunju kerajaan-Mu bagi saudara-saudara kami yang telah meninggal.

Bapa Kami

Bapa kami yang ada di surga,

Dimuliakanlah nama-Mu.

Datanglah kerajaan-Mu.

Jadilah kehendak-Mu

di atas bumi seperti di dalam surga.

Berilah kami rezeki pada hari ini,

dan ampunilah kesalahan kami,

seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami.

Dan janganlah masukkan kami

ke dalam pencobaan,

tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.

(Sebab Engkaulah raja yang mulia dan berkuasa

untuk selama-lamanya. Amin).

Doa Penutup

Allah Yang Maha Esa, Engkau telah mempersatukan pelbagai bangsa dalam iman akan nama-Mu.

Kami telah Kaulahirkan kembali dalam air pembaptisan.

Semoga kami tetap bersatu, baik dalam iman maupun dalam karya.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Pembubaran umat

P: Saudara sekalian, dengan ini ibadat sore sudah selesai, Alleluya, Alleluya.

U: Syukur kepada Allah, Alleluya, Alleluya.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Blessed Nonius Alvares Pereira

Pengaku Iman

Nonius Alvares Pereira, a cousin of the founder of the Braganza family, was born in Santares (Portugal) on 24 July 1360. He was Constable of the kingdom of Portugal, a famous Knight and Prior in the Order of St. John of Jerusalem. Afterwards he left everything and became a lay-brother in the Carmelite order, where he was remarkable for his devotion to Our Lady and humbly undertook the meanest duties in the friary. He had no hesitations about begging alms from door to door and was outstandingly generous and charitable towards the poor.

He died on 1 April 1431, which was Easter Sunday.