Rabu, 14 April 2027
Rabu III Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 8:1b-8
Saulus juga setuju, bahwa Stefanus mati dibunuh.(8-1b) Pada waktu itu mulailah penganiayaan yang hebat terhadap jemaat di Yerusalem. Mereka semua, kecuali rasul-rasul, tersebar ke seluruh daerah Yudea dan Samaria. Orang-orang saleh menguburkan mayat Stefanus serta meratapinya dengan sangat. Tetapi Saulus berusaha membinasakan jemaat itu dan ia memasuki rumah demi rumah dan menyeret laki-laki dan perempuan ke luar dan menyerahkan mereka untuk dimasukkan ke dalam penjara. Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 66:1-3,4-7
Bacaan Injil Yohanes 6:35-40
Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."
Renungan
Benih yang Tersebar
Petani tahu satu rahasia sederhana: benih yang menumpuk di lumbung tidak menghasilkan apa-apa. Benih baru berguna justru ketika ia dihamburkan, dipisahkan dari tumpukannya, jatuh sendirian di tanah yang jauh.
Kemarin kita mendengar Stefanus mati dirajam dan penganiayaan hebat mulai melanda jemaat Yerusalem. Kalau dilihat sekilas, itu bencana. Jemaat yang tadinya berkumpul hangat kini tercerai-berai ke seluruh Yudea dan Samaria. Tetapi Lukas mencatat kalimat yang mengejutkan: mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri sambil memberitakan Injil.
Penganiayaan yang dimaksudkan untuk memadamkan api justru menerbangkan bara ke mana-mana. Filipus tiba di Samaria, wilayah yang selama ini dihindari orang Yahudi, dan kota itu dipenuhi sukacita besar. Yang oleh musuh disebut pembubaran, oleh Allah dipakai sebagai penaburan.
Injil hari ini memberi jaminan yang menopang para pengungsi iman itu: semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Mereka boleh terusir dari kota, tetapi tidak pernah terbuang dari tangan Tuhan.
Kita pun kadang merasa terlempar: pindah tugas yang tak diminta, rencana yang buyar, tempat baru yang asing. Siapa tahu kita bukan sedang dibuang. Siapa tahu kita sedang ditabur.
Tuhan, ketika hidup menghamburkan kami ke tempat yang tak kami pilih, jadikanlah kami benih Injil-Mu di sana. Amin.
Invitatorium
RABU III PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan ke-3 Paskah
MADAH
Pujilah Tuhan, Yang Mahakuasa, Raja segala ciptaan!
MAZMUR
Ant. 1 Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran, alleluya.
Mazmur 89:2-38
Anugerah Allah kepada keluarga Daud
Sesuai dengan janji-Nya, Tuhan telah membangkitkan Yesus, seorang Juruselamat, dari keluarga Daud (Kisah Para Rasul 13:22, 23).
Ant. Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran, alleluya.
Ant. 2 Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Dia dilahirkan dari keturunan Daud, alleluya.
Ant. Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Dia dilahirkan dari keturunan Daud, alleluya.
Ant. 3 Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: keturunannya tidak akan pernah gagal, alleluya.
Ant. Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: keturunannya tidak akan pernah gagal, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Yoel 2:30, 32; Markus 13:33
RESPONSORIUM Yohanes 3:5-6
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Segala bangsa akan datang menyembah Engkau, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 85 (86)
Ant.1: Segala bangsa akan datang menyembah Engkau, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Kami akan melihat Raja dalam kemegahanNya, alleluya.
Yes 33,13-16
Ant.2: Kami akan melihat Raja dalam kemegahanNya, alleluya.
Ant.3: Segala penjuru bumi menyaksikan penyelamatan Allah kita, alleluya.
Mazmur 97 (98)
Ant.3: Segala penjuru bumi menyaksikan penyelamatan Allah kita, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)
Ant.Kidung: Barang siapa melihat Putera dan percaya kepadaNya, memiliki hidup kekal. Ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Barang siapa melihat Putera dan percaya kepadaNya, memiliki hidup kekal. Ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU III SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),105-112
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan, alleluya.
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Mazmur 69 (70)
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan, alleluya.
Mazmur 74 (75)
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU III SORE
Madah
Ant.1: Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita, alleluya.
Mazmur 125 (126)
Ant.1: Dukacitamu akan berubah menjadi sukacita, alleluya.
Ant.2: Hidup atau mati, kita milik Tuhan, alleluya.
Mazmur 126 (127)
Ant.2: Hidup atau mati, kita milik Tuhan, alleluya.
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Kol 1,12-20
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 7,24-27)
Ant.Kidung: Setiap orang yang diserahkan Bapa kepadaKu datang kepadaKu. Orang yang datang kepadaKu takkan Kubuang ke luar, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Setiap orang yang diserahkan Bapa kepadaKu datang kepadaKu. Orang yang datang kepadaKu takkan Kubuang ke luar, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Lidwina
Pengaku Iman
Lidwina lahir di Shiedam, negeri Belanda pada hari Minggu Palem tahun 1380. Orangtuanya dikenal sebagai orang beriman yang saleh dan taat agama. Ayahnya, seorang penjaga malam yang setia pada tugasnya. Dalam keluarganya, ia anak wanita satu-satunya. Ia cantik sekali. Sering ia merasa terganggu oleh kecantikannya, dan karena itu ia meminta kepada Tuhan untuk mengurangi kecantikannya. Semenjak kecil ia sudah tidak tertarik pada kekayaan duniawi. Sejak berumur 15 tahun, ia sudah mengucapkan kaul kemurnian. Pada musim dingin yang hebat tahun 1395-1396, ia menderita sakit keras tetapi segera sembuh kembali ketika ia diundang kawan-kawannya bermain ski disebuah bendungan salju. Namun sial sekali nasibnya: ia terjatuh dan patah tulang rusuknya. Ia menjadi lumpuh dan selama 38 tahun hanya hidup dari komuni kudus saja. Sementara itu ia masih juga menderita berbagai rasa sakit di sekujur tubuhnya hingga tidak bisa berbaring dan tidur dengan nyenyak. Dokter pun tidak mampu menyembuhkan penyakitnya. Pada masa itu Lidwina sendiri masih jauh dari panggilan hidup sucinya dan menginginkan kesembuhan seperti anak-anak lain.
Cahaya hidup baru terbit ketika pastor, bapa rohaninya: Yohanes Pot, mengunjunginya secara teratur. Pastor itu memberinya satu nasehat yang sederhana tetapi tepat, yaitu supaya Lidwina sabar dan mempersatukan penderitaannya dengan penderitaan Kristus. Sejak itu ia terhibur dan mulai saat serta berusaha merenungkan sengsara Kristus. Dan setelah tiga tahun ia merasa terpanggil untuk menderita bagi dosa-dosa orang lain. Sejak saat itu ia tidak ingin lagi akan kesembuhan sebagaimana yang dikehendakinya dahulu. Ia mulai bermatiraga dan tidak mau lagi dirawat. Tidurnya cukup diatas sebuah papan keras. Dengan sabar ia menggeletak di papan itu dan hidup dari komuni kudus yang diantarkan oleh pastornya. Hidup rohaninya pun semakin berkembang sehingga Tuhan menambahkan berbagai kekuatan baginya dalam menghadapi cobaan-cobaan lain yang lebih besar seperti serangan penyakit dan kehilangan kecantikannya.
Sakitnya yang aneh itu menggemparkan semua penduduk daerah itu; sampai-sampai Raja William VI bersama Margaretha Burgundia mengirimkan dokter pribadinya: Godfried de la Haye untuk merawatnya. Anehnya, dari luka-lukanya keluarlah bau harum; dan walaupun kamarnya tidak diterangi lampu, namun terang benderang karena cahaya ajaib dari surga. Masih banyak mukzijat lainnya selama ia menderita sakit.
Kira-kira pada tahun 1407 ia mengalami ekstase dan pengalaman-pengalaman mistik lainnya. Lidwina akhirnya meninggal dunia pada tahun 1433.
Santo Tiburtius
Valerianus, Maximus, Martir
Ketiga pemuda ini dikenal sebagai pahlawan iman Kristen yang dibunuh oleh penguasa Romawi di kota Roma. Jenazah mereka di kuburkan di Katakombe Praetaxtatus, Roma sekitar 229 / 230.
Tiburtius adalah adik kandung Valerianus. Kisah tentang keanggotaan mereka dalam gereja hingga menjadi Martir dihubungkan dengan Sata Sesilia. Sesilia adalah tunangan Valerianus, pemuda yang belum menganut agama Kristen. Ketika hari pernikahan mereka tiba, Sesilia dengan tulus membisikkan kepada Valerianus, calon suaminya agar membatalkan saja pernikahan mereka karena ia telah menjanjikan kemurnian dirinya kepada Tuhan. Valerianus yang tulus hati itu mengindahkan permohonan Sesilia, calon istrinya. Ia tidak marah, malah sebaliknya meminta Sesilia agar mengajari dia iman Kristen dan mengusahakan pembaptisannya. Demikian pula Tiburtius adik Valerianus.
Setelah menjadi Kristen, kedua kakak-beradik ini dengan giat menyebarkan iman Kristen dan rajin menguburkan jenazah para Martir yang dibunuh. Melihat itu, penguasa Romawi menangkap dan menyiksa mereka. Pada peristiwa itu, Maximus seorang tentara Romawi yang turut dalam penyiksaan atas diri Tiburtius dan Valerianus, terharu dan kagum akan ketahanan dan ketabahan hati kedua bersaudara itu. Lalu ia pun dengan berani mengaku dirinya sebagai seorang murid Kristus. Akibatnya ia pun disiksa dan dibunuh bersama Tiburtius dan Valerianus.