Selasa, 27 April 2027
Selasa V Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 14:19-28
Tetapi datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium dan mereka membujuk orang banyak itu memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid itu berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat itu dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Mereka menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia; di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan, yang telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 145:10-13,21
Bacaan Injil Yohanes 14:27-31a
Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang dan ia tidak berkuasa sedikitpun atas diri-Ku. Tetapi supaya dunia tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku, bangunlah, marilah kita pergi dari sini."
Renungan
Damai yang Tidak Dijual di Mana-mana
Rumah yang sunyi belum tentu rumah yang damai. Ada rumah yang tenang karena penghuninya sudah tidak saling bicara. Sebaliknya, ada rumah yang riuh oleh anak-anak tetapi hatinya utuh. Damai rupanya bukan soal tidak ada suara. Damai soal isi hati.
Yesus membedakannya dengan jelas dalam Injil hari ini: damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Damai versi dunia biasanya berarti tidak ada gangguan: aman, nyaman, semua terkendali. Damai versi Yesus lain sama sekali. Ia mengucapkannya justru pada malam perpisahan, beberapa jam sebelum ditangkap. Damai itu bertahan di tengah badai, bukan karena badainya reda, melainkan karena hati berlabuh pada Bapa.
Paulus memperlihatkan damai jenis itu dalam bacaan pertama. Di Listra ia dilempari batu, diseret ke luar kota, disangka sudah mati. Ketika murid-murid mengelilinginya, ia bangkit, dan masuk kembali ke kota itu. Keesokan harinya ia sudah melanjutkan perjalanan, menguatkan para murid dengan pesan yang ia hayati sendiri: untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Orang yang membawa damai Kristus tidak kebal terhadap batu, tetapi tidak bisa dihentikan olehnya.
Kita menghabiskan banyak tenaga mengejar damai versi dunia: menghindari masalah, mengamankan segalanya. Padahal ada damai yang ditawarkan cuma-cuma, yang tidak bergantung pada keadaan.
Damai mana yang sedang kita kejar?
Tuhan Yesus, berilah kami damai-Mu, yang tidak dapat diberikan dan tidak dapat dirampas oleh dunia. Amin.
Invitatorium
SELASA V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan V Paskah
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Tuhan itu adil, Ia akan membela orang miskin, alleluya.
Mazmur 10
Doa syukur
Berbahagialah orang miskin; karena merekalah Kerajaan Surga (Lukas 6:20).
Ant. Tuhan itu adil, Ia akan membela orang miskin, alleluya.
Ant. 2 Tuhan, Engkau tahu beban dukaku, alleluya.
Ant. Tuhan, Engkau tahu beban dukaku, alleluya.
Ant. 3 Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian, alleluya.
Mazmur 12
Seruan minta tolong kepada Allah melawan lawan yang kuat
kebenaran telah pergi dari anak-anak manusia.
Ant. Firman Tuhan itu benar, seperti perak dari perapian, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM
1 Korintus 15:25-26; lihat Wahyu 20:13, 14
RESPONSORIUM Yohanes 15:4, 16
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Kristus yang telah turun dari surga, Dia juga telah naik mengatasi segala langit, alleluya.
Mazmur 23
Ant.1: Kristus yang telah turun dari surga, Dia juga telah naik mengatasi segala langit, alleluya.
Ant.2: Marilah memuliakan keagungan Tuhan dengan segenap hati, alleluya.
Tb 13,1-9
Ant.2: Marilah memuliakan keagungan Tuhan dengan segenap hati, alleluya.
Ant.3: Dunia penuh kasih setia Tuhan, alleluya.
Mazmur 32
Ant.3: Dunia penuh kasih setia Tuhan, alleluya.
Bacaan singkat: (Kis 13,30-33)
Ant.Kidung: Damai Kutinggalkan bagimu, alleluya. DamaiKu Kuberikan kepadamu, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Damai Kutinggalkan bagimu, alleluya. DamaiKu Kuberikan kepadamu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA V SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan, alleluya.
Mazmur 118 (119),1-8
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan, alleluya.
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 12 (13)
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan, alleluya.
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya, alleluya.
Mazmur 13 (14)
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 3,1-2)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA V SORE
Madah
Ant.1: Sekarang telah tiba pemerintahan Allah kita dan kekuasaan Yesus yang diurapiNya, alleluya.
Mazmur 19
Ant.1: Sekarang telah tiba pemerintahan Allah kita dan kekuasaan Yesus yang diurapiNya, alleluya.
Ant.2: Engkau menerima kekuasaan untuk memerintah, alleluya.
Mazmur 20,2-8.14
Ant.2: Engkau menerima kekuasaan untuk memerintah, alleluya.
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Segala ciptaan mengabdi kepadaMu; Engkau berfirman, maka segalanya terjadi, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,4-5)
Ant.Kidung: Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu bergembira, karena Aku pergi kepada Bapa, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu bergembira, karena Aku pergi kepada Bapa, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Lydia Longley
Pengaku Iman
Lydia Longley lahir pada tahun 1674 di Groton, sebuah daerah koloni Inggris di Amerika Serikat. Keluarga Longley penganut agama Protestan Puritan, yang keras sekali pandangan hidupnya. Ibunya meninggal dunia ketiak Lydia bersama tiga orang adiknya: Will, Jemina dan John masih kecil. Dalam usia remajanya, Lydia terpaksa menggantikan ibunya dalam mengurusi adik-adiknya. Hal ini dilakukannya sampai saat ayahnya William Longley menikah lagi dengan Crips Deliverance, seorang janda muda. Semenjak itu, Crips mengambil ahli lagi tugas-tugas Lydia sebagai ibu rumah tangga.
Dari perkawinan kedua ini, William memperoleh lagi empat orang anak: Yosef, Betty, Richard dan Mathaniel. William mendidik anak-anaknya penuh disiplin bahkan keras. Mereka dilatih untuk bekerja, berdoa dan menulis. Lydia dibebani tugas mendampingi adik-adiknya dalam melaksanakan tugas-tugas itu. Setiap minggu mereka bersama orang Kristen lainnya, dan mendengarkan khotbah pendeta Hobart. Selain itu, Willliam melatih anak-anaknya menggunakan senjata untuk membela diri bila ada suatu bahaya. Bahaya besar yang selalu mengancam hidup mereka ialah serangan orang-orang Indian yang masih biadab. Pada tahun 1694, daerah Groton diserang oleh orang-orang Indian Abenaki. Ayah dan ibunya bersama beberapa orang lainnya mati terbunuh dalam peristiwa itu. Tinggallah Lydia, Betty dan John dibiarkan hidup oleh orang-orang Indian itu. Mereka dibawa sebagai tawanan ke New France, daerah koloni Prancis. Di tengah perjalanan itu, Betty meninggal dunia dan John dipisahkan dari Lydia.
Setibanya di New France, Lydia dihadapkan ke depan penguasa Prancis setempat. Disana hadir juga tuan Le Ber, seorang duda yang beragama Katolik. Oleh Tuan Le Ber, Lydia ditebus dan diangkat menjadi anaknya sendiri. Semenjak itu, kehidupan Lydia tergantung sepenuhnya pada kebaikan hati Le Ber dan anak-anaknya Pierre dan Jeanne. Ia merasa senang karena diperlakukan sebagai anak kandung dengan cara hidup Katolik dari keluarga Le Ber, maupun dari segenap warga kota New France. Lydia kemudian berkenalan dengan Pastor Pere Meriel, imam di New Frence dan suster-suster Notre Dame. Atas pemintaan Tuan Le Ber, seorang suster datang mengajarkan bahasa Prancis kepada Lydia. Pada suatu hari, Lydia diperkenalkan pada suster Mere Bourgooys, pendiri kongregasi tersebut. Pertemuannya dengan suster Mere Bourgooys menumbuhkan dalam hatinya keinginan untuk menjadi suster juga.
Atas pengaruh keluarga Le Ber, suster-suster dan pastor Meriel, Lydia kemudian dipermandikan menjadi Katolik pada tanggal 24 April 1696 dengan nama Magdalena. Kemudian ia diterima menjadi suster dengan nama suster Magdalena. Pada tanggal 19 September 1699, ia mengikrarkan kaul kekal. Setelah bertugas di New France selama beberapa tahun, Lydia dikirim ke pulau Orleans untuk menjadi superior biara Keluarga Kudus disana. Ia meninggal dunia pada tanggal 21 Juni 1758 dan dimakamkan di kapela Kanak-Kanak Yesus di Montreal.
Santa Zita
Pengaku Iman
Santa Zita di lahirkan di Monte Sagrati, Italia Tengah pada tahun 1218. Pada umur 12 tahun ia menjadi pelayan / pembantu rumah pada keluarga Pagano Di Fatinelli, seorang pengusaha tekstil yang kaya.
Zita juga bekerja di pabrik orangtuanya, sebagai buruh, ia memperlihatkan perilaku yang saleh dan murah hati. Hal ini menimbulkan amarah dari pelayan-pelayan yang lain. Selain itu, ia pun dimarahi oleh orangtuanya karena mengambil sejumlah besar makanan dan pakaian untuk dibagi-bagikan kapada para miskin. Namun keluarga Fatinelli memahami maksud Zita dan turut menambahkan bantuan kepadanya untuk melanjutkan karya-karya cinta kasih.
Setelah beberapa tahun, ia dibiarkan membantu anak-anak dan menjadi pengurus rumah tangga Fatinelli. Dalam tahun-tahun terakhir hidupnya, keluarga Fatinelli membebaskan dia dari tugas-tugas rumah dan membiarkan dia mengunjungi orang-orang sakit dan para tawanan di penjara.
Setelah kematiannya, jenazahnya di kuburkan di gereja Santo Frediano di Lucca. Ia meninggal pada tanggal 27 April 1278 di Lucca, dekat tempat kelahirannya. Pada tahun 1696, ia digelari "kudus" oleh Sri Paus Innocentio XII (1691-1700).