Rabu, 28 April 2027
Rabu V Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 15:1-6
Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Mereka diantarkan oleh jemaat sampai ke luar kota, lalu mereka berjalan melalui Fenisia dan Samaria, dan di tempat-tempat itu mereka menceriterakan tentang pertobatan orang-orang yang tidak mengenal Allah. Hal itu sangat menggembirakan hati saudara-saudara di situ. Setibanya di Yerusalem mereka disambut oleh jemaat dan oleh rasul-rasul dan penatua-penatua, lalu mereka menceriterakan segala sesuatu yang Allah lakukan dengan perantaraan mereka. Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa." Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 122:1-5
Bacaan Injil Yohanes 15:1-8
"Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Setiap ranting pada-Ku yang tidak berbuah, dipotong-Nya dan setiap ranting yang berbuah, dibersihkan-Nya, supaya ia lebih banyak berbuah. Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa. Barangsiapa tidak tinggal di dalam Aku, ia dibuang ke luar seperti ranting dan menjadi kering, kemudian dikumpulkan orang dan dicampakkan ke dalam api lalu dibakar. Jikalau kamu tinggal di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya. Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku."
Renungan
Ranting yang Tahu Diri
Perhatikan pohon mangga di halaman sesudah dipangkas. Ranting yang dipotong dan tergeletak di tanah masih hijau daunnya hari itu. Dua tiga hari kemudian ia layu, lalu kering. Tidak ada yang mengubahnya dari luar. Ia hanya terputus dari sumbernya.
Yesus memakai gambar itu dengan lembut sekaligus tegas: Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri kalau tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah jikalau tidak tinggal di dalam Aku. Lalu satu kalimat yang layak kita hafal: di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.
Kita sering membaliknya. Kita ingin berbuah dulu, berprestasi rohani, baru merasa pantas dekat dengan Tuhan. Yesus mengatakan urutan sebaliknya: tinggal dulu, buah kemudian. Buah bukan hasil kerja keras ranting, melainkan hasil aliran getah dari pokok. Tugas ranting cuma satu: jangan lepas.
Bahkan ranting yang berbuah pun dibersihkan supaya lebih banyak berbuah. Pemangkasan tidak selalu enak. Kadang berupa kegagalan, teguran, atau kehilangan. Tetapi di tangan Bapa, sang pengusaha kebun, semua itu perawatan, bukan hukuman.
Jemaat dalam bacaan pertama menghadapi soal pelik tentang sunat, dan mereka membawanya bersama ke Yerusalem. Komunitas pun harus tetap melekat pada pokok yang sama agar tidak pecah.
Hari ini, seberapa erat kita melekat pada sang Pokok: doa kita, Ekaristi kita, firman-Nya?
Tuhan Yesus, pokok anggur yang benar, jagalah kami tinggal di dalam Engkau, sebab di luar Engkau kami layu. Amin.
Invitatorium
RABU V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Rabu dalam Pekan ke-5 Paskah
MADAH
Pujilah Tuhan, Yang Mahakuasa, Raja ciptaan!
Ant. 1 Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan; Engkaulah kekuatanku, alleluya.
Mazmur 18
Syukur atas keselamatan dan kemenangan
Pada waktu itu terjadilah gempa bumi yang dahsyat (Wahyu 11:13)
Ant. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan; Engkaulah kekuatanku, alleluya.
Ant. 2 Tuhan telah menyelamatkan aku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya, alleluya.
Ant. Tuhan telah menyelamatkan aku; Dia menginginkan aku menjadi milik-Nya, alleluya.
Ant. 3 Tuhan, nyalakanlah terang untuk membimbingku dan serakkanlah kegelapanku, alleluya.
Ant. 3 Tuhan, nyalakanlah terang untuk membimbingku dan serakkanlah kegelapanku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 21:3, 4
RESPONSORIUM Yohanes 8:11; Sirakh 24:25
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: PadaMulah sumber kehidupan, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 35
Ant.1: PadaMulah sumber kehidupan, ya Tuhan, alleluya.
Ant.2: Engkau mengutus RohMu, ya Tuhan, untuk menciptakan semua, alleluya.
Ydt 16,2-3,15-19
Ant.2: Engkau mengutus RohMu, ya Tuhan, untuk menciptakan semua, alleluya.
Ant.3: Allah merajai semesta alam, nyanyikanlah mazmur penuh seni, alleluya.
Mazmur 46
Ant.3: Allah merajai semesta alam, nyanyikanlah mazmur penuh seni, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 6,8-11)
Ant.Kidung: Aku ini pokok anggur yang sejati, alleluya, dan kamu ranting-rantingKu, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku ini pokok anggur yang sejati, alleluya, dan kamu ranting-rantingKu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU V SIANG
Madah
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, alleluya.
Mazmur 118 (119),9-16
Ant.1: Terpujilah Engkau, ya Tuhan; ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, alleluya.
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 16 (17) I
Ant.2: Langkahku menempuh jalan perintahMu, ya Tuhan, alleluya.
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa, alleluya.
Mazmur 16 (17) II
Ant.3: Bangkitlah, Tuhan, luputkan daku dari orang berdosa, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 4,24-25)
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU V SORE
Madah
Ant.1: Kristus ditinggikan Allah menjadi pemimpin dan juruselamat, alleluya.
Mazmur 26
Ant.1: Kristus ditinggikan Allah menjadi pemimpin dan juruselamat, alleluya.
Ant.2: Aku yakin akan merasakan kebaikan Tuhan, selagi aku masih hidup, alleluya.
Mazmur 26 II
Ant.2: Aku yakin akan merasakan kebaikan Tuhan, selagi aku masih hidup, alleluya.
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus, dengan perantaraan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Kol 1,12-20
Ant.3: Segala sesuatu diciptakan berdasarkan Kristus, dengan perantaraan Kristus dan dalam Kristus, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 7,24-27)
Ant.Kidung: Jika kamu tinggal dalam Aku, sabdaKu akan tinggal dalam kamu. Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, maka akan diberikan kepadamu, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jika kamu tinggal dalam Aku, sabdaKu akan tinggal dalam kamu. Mintalah apa saja yang kamu kehendaki, maka akan diberikan kepadamu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Louis Marie Grignon de Monfort
Pengaku Iman
Louis Grignon lahir di Monfort, Prancis, dari sebuah keluarga miskin pada tahun 1673. Di masa mudanya, ia dikenal lekas marah bila ada sesuatu yang tidak memuaskan hatinya. Namun ketika ia meningkat dewasa, ia mampu mengendalikan sifatnya itu dan berubah menjadi seorang yang penuh pengertian dan rendah hati. Perubahan ini menjadi suatu persiapan yang baik baginya untuk memasuki perjalanan hidup yang panjang sebagai seorang imam.
Pendidikannya yang berlangsung di Paris dirintangi oleh banyak kesulitan, terutama karena kekurangan uang, baik untuk biaya pendidikannya maupun untuk kebutuhan hidupnya sehari-hari. Hidupnya sungguh memprihatinkan. Biliknya sangat sempit, tanpa pemanas ruangan di musim dingin. Untuk memperoleh sedikit uang, ia berusaha bekerja malam di sebuah rumah sakit sebagai penjaga jenazah-jenazah. Namun semua penderitaan yang menimpanya dihadapinya dengan penuh ketabahan demi mencapai cita-citanya yang luhur.
Setelah beberapa tahun berkarya sebagai imam misionaris di dalam negeri dan menjadi pembimbing rohani di sebuah rumah sakit, ia berziarah ke Roma untuk bertemu dengan Sri Paus Klemens XI (1700-1721). Di Roma ia diterima oleh Sri Paus. Melihat karya dan kepribadiannya, Sri Paus memberi gelar "Misionaris Apostolik" kepadanya. Oleh Sri Paus, ia ditugaskan untuk mentobatkan para penganut Yansenisme yang sudah merambat di seluruh Prancis. Tugas suci itu diterimanya dengan senang hati dan dilaksanakannya dengan sangat berhasil.
Di Poiters, ia meletakkan dasar bagi Kongregasi Suster-suster Putri Sapientia, sedangkan di Paris ia menyiapkan Anggaran Dasar bagi tarekat imam-imamnya. Ia menghayati kaul kemiskinan dengan sungguh-sungguh dengan menggantungkan seluruh hidupnya kepada kemurahan hati umatnya. Dua kali ia lepas dari usaha pembunuhan oleh para penganut Yansenisme. Di Indonesia ia dikenal sebagai salah satu pelindung Legio Maria. Ia mendirikan Tarekat Monfortan, yang anggota-anggotanya berkarya juga di Kalimantan Barat. Bertahun-tahun terakhir hidupnya dihabiskannya dengan berdiam di sebuah gua yang sunyi untuk berdoa dan berpuasa hingga menghembuskan nafasnya pada tahun 1716 dalam usia 43 tahun.
Santo Petrus Louis Chanel
Martir
Petrus Louis Chanel dikenal sebagai misionaris Prancis yang meminta pewartaan Injil di Pulau Futuna, Lautan Teduh. Bersama beberapa misionaris lainnya, ia meninggalkan Prancis pada tahun 1837 menuju Futuna. Sesampainya di Futuna, ia dengan giat mempelajari bahasa dan adat istiadat setempat agar bisa dengan mudah berkomunikasi dengan rakyat setempat. Usahanya ini berhasil menarik perhatian penduduk setempat.
Meskipun demikian, para pemimpin masyarakat tidak menyambut baik, bahkan menentang keras penyebaran iman Kristen diantara penduduk Futuna. Musumusu, salah seorang kepala suku Futuna sangat menentang Petrus. Ia melancarkan aksi penangkapan dan penganiayaan terhadap orang-orang yang mengikuti pelajaran agama pada Petrus. Terhadap Petrus sendiri, ia merencanakan pembunuhan. Untuk maksudnya yang jahat itu, bersama beberapa orang pengawalnya, ia pergi kepada pastor Petrus untuk mengobati kakinya yang luka.
Dengan ramah Petrus menyambut mereka dan mengabulkan permohonannya. Tetapi tiba-tiba mereka menangkap Petrus dan menganiayanya sampai mati. Lalu mereka dengan diam-diam menguburkan Petrus. Pada hemat mereka, kematian Petrus akan mengakhiri semua kegiatan penyebaran iman di Futuna. Tetapi perhitungan itu meleset karena kematian imam yang saleh itu ternyata semakin menyemangati orang-orang serani di seluruh pulau Futuna untuk tetap mempertahankan imannya. Tiga tahun setelah kematian Petrus, seluruh penduduk Futuna telah menjadi Kristen, termasuk Musumusu yang telah membunuh Petrus. Petrus Louis Channel menjadi martir pertama di Kongregasi Persekutuan Santa Perawan Maria dan martir pertama di Pasifik.