Kamis, 29 April 2027
S. Katarina dari Siena
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 15:7-21
Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung pertukaran pikiran mengenai soal itu, berdirilah Petrus dan berkata kepada mereka: "Hai saudara-saudara, kamu tahu, bahwa telah sejak semula Allah memilih aku dari antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita, dan Ia sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga." Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceriterakan segala tanda dan mujizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa-bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus: "Hai saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceriterakan, bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-bangsa lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Kemudian Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh, dan reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan dan segala bangsa yang tidak mengenal Allah, yang Kusebut milik-Ku demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya ini, yang telah diketahui dari sejak semula. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah, tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat."
Mazmur Tanggapan Mazmur 96:1-3,10
Bacaan Injil Yohanes 15:9-11
"Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.
Renungan
Sukacita yang Penuh
Menuang teh ke dalam gelas ada seninya. Kurang, terasa pelit. Berlebih, tumpah ke mana-mana. Tetapi ada satu titik yang memuaskan mata: penuh sampai bibir gelas. Tidak kurang, tidak tumpah sia-sia.
Kata penuh itulah yang dipakai Yesus dalam Injil yang singkat hari ini: semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Sukacita penuh, bukan sukacita tetesan. Dan resepnya diberikan jelas: tinggallah di dalam kasih-Ku; jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku. Ketaatan bukan pajak yang mengurangi kebahagiaan. Ketaatan adalah cara tinggal di dalam kasih, dan kasih itulah yang membuat gelas sukacita terisi sampai penuh.
Petrus dalam bacaan pertama membela kebenaran yang sama di sidang Yerusalem: keselamatan bukan beban kuk yang tak terpikul, melainkan kasih karunia Tuhan Yesus. Iman itu anugerah yang memerdekakan, bukan daftar syarat yang mencekik.
Hari ini Gereja mengenang Santa Katarina dari Siena, perempuan awam abad keempat belas yang penuh sukacita ilahi itu. Dari kamar doanya ia keluar merawat orang sakit, mendamaikan kota-kota yang bertikai, bahkan berani menyurati paus agar kembali ke Roma. Gereja mengangkatnya menjadi pujangga Gereja. Sumber keberaniannya satu: ia tinggal erat dalam kasih Kristus.
Gelas sukacita kita hari-hari ini terisi berapa? Kalau terasa kosong, mungkin bukan sukacitanya yang habis, melainkan tinggalnya yang kendur.
Tuhan Yesus, seperti Santa Katarina, ajarilah kami tinggal dalam kasih-Mu, agar sukacita kami menjadi penuh. Amin.
Invitatorium
KAMIS V PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya, alleluya.
Mazmur 18
Nyanyian syukur
Jika Allah di pihak kita, siapa yang dapat melawan kita? (Roma 8:31).
Ant. Sabda Tuhan adalah perisai yang kuat bagi semua yang percaya kepada-Nya, alleluya.
Ant. 2 Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan, alleluya.
Ant. Tangan kanan-Mu yang kuat telah menopang aku, Tuhan, alleluya.
Ant. 3 Terpujilah Allah yang hidup, Juruselamatku, selama-lamanya, alleluya.
Ant. Terpujilah Allah yang hidup, Juruselamatku, selama-lamanya, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Lihat Wahyu 21:21; Tobit 13:21, 22, 13
RESPONSORIUM Yohanes 6:58; Lukas 22:19
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah, alleluya.
Mazmur 56
Ant.1: Nyatakanlah kemegahanMu di langit, ya Allah, alleluya.
Ant.2: Tuhan menyelamatkan umatNya, alleluya.
Yer 31,10-14
Ant.2: Tuhan menyelamatkan umatNya, alleluya.
Ant.3: Dialah Allah kita untuk selama-lamanya, alleluya.
Mazmur 47
Ant.3: Dialah Allah kita untuk selama-lamanya, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 8,10-11)
Ant.Kidung: Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu tinggal dalam cintaKu, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Jikalau kamu menuruti perintahKu, kamu tinggal dalam cintaKu, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
KAMIS V SIANG
Madah
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan, alleluya.
Mazmur 118 (119),17-24
Ant.1: Bukalah mataku, ya Tuhan, maka aku memandang hukumMu yang mengagumkan, alleluya.
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan, alleluya.
Mazmur 24 (25) I
Ant.2: Bimbinglah aku menurut sabdaMu yang benar, ya Tuhan, alleluya.
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang, alleluya.
Mazmur 24 (25) II
Ant.3: Arahkanlah wajahMu kepadaku dan kasihanilah aku, ya Tuhan, sebab aku sebatang kara dan malang, alleluya.
Bacaan singkat: (Tit 3,5b-7)
Doa Penutup
Ibadat Sore
KAMIS V SORE
Madah
Ant.1: Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira, alleluya.
Mazmur 29
Ant.1: Ratapku telah Kaujadikan tarian gembira, alleluya.
Ant.2: Kita diperdamaikan dengan Allah karena kematian PuteraNya, alleluya.
Mazmur 31
Ant.2: Kita diperdamaikan dengan Allah karena kematian PuteraNya, alleluya.
Ant.3: Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan, siapa seperti Engkau termasyhur dan kudus, alleluya.
Why 11,17-18;12,10-12
Ant.3: Siapa seperti Engkau di antara dewata, ya Tuhan, siapa seperti Engkau termasyhur dan kudus, alleluya.
Bacaan singkat: (1Ptr 3,18.22)
Ant.Kidung: Ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu tinggal dalam kamu dan supaya sukacitamu sempurna, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacitaKu tinggal dalam kamu dan supaya sukacitamu sempurna, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - KAMIS
Doa Tobat
Madah
Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Mazmur 15 (16)
Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.
Bacaan singkat (1Tes 5,23)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Katarina dari Siena
Perawan dan Pujangga Gereja · 1347-1380
Katarina lahir di Siena, Italia, pada tahun 1347, anak yang hampir bungsu dari keluarga besar seorang tukang celup kain. Sejak kecil ia sudah menampakkan kesalehan yang mendalam. Menolak rencana orang tuanya untuk menikahkannya, ia memilih membaktikan diri sepenuhnya kepada Kristus dan bergabung dengan kelompok awam Ordo Santo Dominikus (para tertiari).
Selama bertahun-tahun Katarina hidup dalam doa, keheningan, dan mati raga di rumahnya sendiri. Ia mengalami pengalaman mistik yang mendalam, termasuk yang ia lukiskan sebagai "pernikahan rohani" dengan Yesus. Namun hidup batinnya justru mendorongnya keluar untuk melayani: ia merawat orang sakit dan korban wabah, mendamaikan keluarga yang bermusuhan, dan menarik banyak orang kembali kepada Allah.
Meski tak pernah mengenyam pendidikan tinggi dan hampir tak dapat menulis sendiri, Katarina menjadi penasihat yang disegani, bahkan oleh para paus dan penguasa. Dengan surat-surat dan kata-katanya yang berani ia mendesak Paus Gregorius XI meninggalkan Avignon dan kembali ke Roma pada tahun 1377, sebuah peristiwa besar dalam sejarah Gereja. Ajaran rohaninya terhimpun dalam karya termasyhur berjudul Dialog.
Katarina wafat di Roma pada tahun 1380 dalam usia hanya tiga puluh tiga tahun, kelelahan oleh doa dan perjuangannya bagi kesatuan Gereja. Pada tahun 1970 Paus Paulus VI menyatakannya sebagai Pujangga Gereja, salah satu perempuan pertama yang menerima gelar itu.
Pelindung: Italia, Eropa, dan mereka yang sakit.
Santa Katarina dari Siena
Perawan dan Pujangga Gereja
Pada abad ke-14, kota Sienna menjadi ibukota sebuah Republika yang makmur dan merdeka. Di kota inilah, Katarina lahir pada tahun 1347, keluarganya tergolong besar tapi sederhana. Demi keutuhan Gereja, Allah memilih dia menjadi pembimbing dan pelindung Gereja dalam suatu kurun waktu yang suram.
Katarina tidak bersekolah dan tidak pandai menulis. Keterampilan membaca sangat sedikit dikuasainya. Hal ini sedikit menolongnya untuk mengikuti doa ofisi di kemudian hari ketika ia masuk biara. Ketika berusia 6 tahun, ia mengalami suatu peristiwa ajaib, yang memberi tanda surgawi bahwa ia akan dipilih Allah untuk suatu tugas khusus dalam Gereja. Ia melihat Kristus di atas gereja Santo Dominikus yang sedang memberkatinya. Peristiwa ini menyebabkan perubahan besar dalam hidupnya. Sejak saat itu, ia suka memencilkan diri untuk berdoa. Ibunya tidak suka melihat kelakuannya. Oleh karena itu, ia dipekerjakan di dapur dari pagi hingga malam. Ia tidak memberontak terhadap perlakuan ibunya. Sebaliknya, ia dengan taat dan rajin melakukan apa yang di suruh ibunya.
Kesabarannya dalam menaati suruhan ibunya, akhirnya membuahkan hasil yang baik. Ia mampu mengatasi segala kesulitan yang menimpanya, sambil terus berdoa kepada Tuhan. Sesudah mengalami banyak kesulitan, ia diijinkan orangtuanya untuk masuk ordo Ketiga Santo Dominikus. Di dalam biara ia tetap melaksanakan doa dan meditasi di samping karya amal dan kerasulannya. Lama-kelamaan ia menjadi pusat perhatian semua anggota biara. Kerohanian dan kepribadiannya yang menarik mengangkat dia ke atas jabatan pemimpin biara itu.
Situasi gereja pada masa itu kacau-balau. Imam-imam dan pimpinan Gereja tidak menampilkan diri secara baik. Peperangan antar negara dan antar raja-raja timbul dimana-mana. Di samping itu, Sri Paus di Avignon, Perancis yang sudah berusian 70 tahun menimbulkan percekcokan di kalangan pemimpin-pemimpin gereja. Dalam suatu penglihatan, Kristus menganjurkan kepada Katarina untuk menyurati Paus, raja-raja dan uskup serta para panglima guna memperbaiki keadaan masyarakat dan Gereja. Paus Gregorius XI memintanya pergi ke Pisa dan Florence untuk mendamaikan kedua republik itu. Katarina berhasil meyakinkan Paus untuk pulang ke Roma sebagai kota abadi dan pusat Gereja.
Semenjak masuk ke dalam Ordo ketiga Santo Dominikus, Katarina makin memperkeras puasanya. Banyak kali ia tidak makan, kecuali menerima Komuni Suci. Ia dikaruniai Stigmata / luka-luka Tuhan Yesus. Atas permohonannya, stigamata itu tidak terlihat oleh orang lain selama hidupnya. Kemudian setelah meninggal stigmata itu baru terlihat di badannya secara jelas. Katarina memiliki kharisma yang besar untuk mempengaruhi banyak orang. Ia berhasil membawa kembali banyak pendosa ke jalan Tuhan, termasuk mendamaikan raja-raja dengan Gereja. Semuanya itu dilihatnya sebagai anugerah Tuhan. Ia sendiri menganggap dirinya hanyalah alat Tuhan untuk menegakkan kemuliaan Tuhan. Pada tahun 1380 ia meninggal dunia di Roma dalam usia 33 tahun.
Santo Hugo/ Hugo Agung
Abbas
Putra bangsawan dari Samur, Prancis ini lahir pada tahun 1024. Ketika berusia 15 tahun, ia masuk biara Benediktin dan menjadi Abbas biara Kluni pada usia 25 tahun. Ketika itu biara Perancis ini mulai kuat pengaruhnya di seluruh Eropa. Banyak biara Kluni didirikan pada masa kepemimpinan Hugo. Aturan-aturan hidup membiara dibuatnya untuk seluruh biara yang dibangunnya.
Kepribadian yang mengagumkan dan kesalehan hidupnya berpengaruh luas baik di kalangan gereja maupun pemerintahan negara. Ia menjadi penasihat bagi sembilan orang Paus, termasuk Sri Paus Gregorius VII (1073-1085) dan banyak pemimpin negara. Ia berusaha keras untuk membaharui cara hidup para imam dan berusaha membebaskan Gereja dari pengawasan negara. Karena semuanya itu, ia dikenal sebagai pencinta dan pencipta perdamaian, dan sebagai sahabat para kusta dan semua orang sakit yang berada di rumah sakit yang didirikannya di Marcigny. Ia meninggal pada tanggal 29 April 1109 dan digelari kudus pada tahun 1120.
Santo Petrus dari Verona
Martir
Petrus lahir di Verona, Italia, pada tahun 1205. Ia mendapat pendidikan di sekolah Katolik, padahal keluarganya menganut faham Katarisme. Faham Katarisme mengajarkan bahwa segala sesuatu yang bersifat kebendaan (materi) adalah buruk dan jahat, oleh karena itu bukan ciptaan Allah yang MahaBaik. Bumi dan segala isinya yang bersifat kebendaan bukan ciptaan Allah..
Ajaran Katarisme ini bertentangan sekali dengan ajaran iman Katolik yang diperoleh Petrus di sekolahnya. Di sekolah ia diajarkan tentang pengakuan Iman Para Rasul (Credo) yang antara lain berbunyi: "Aku percaya akan Allah Bapa yang MahaKuasa Pencipta langit dan bumi…" Ajaran iman katolik ini lebih berkesan di hatinya. Kepada keluarnya ia berkata: "Pengetahuanku tentang rahasia-rahasia iman Katolik sangatlah jelas dan dalam, dan keyakinanku akan kebenaran-kebenaran itu sungguh kokoh, sehingga bagiku semuanya itu lebih merupakan sesuatu yang tampak di mataku daripada yang diimani belaka."
Setelah menanjak dewasa, Petrus masuk biara Dominikan. Disana ia menerima pakaian biara dari tangan Santo Dominikus sendiri. Setelah menempuh pendidikan hidup membiara, ia ditabhiskan menjadi imam. Sebagai imam baru, ia ditugaskan berkhotbah di seluruh wilayah Lombardia tentang ajaran iman yang benar. Hal ini menimbulkan kemarahan dan kebencian para penganut Katarisme. Para pengikut aliran sesat itu menyerangnya dengan berbagai tuduhan palsu. Tanpa menyelidiki secara mendalam benar-tidaknya ajaran yang disebarkan Petrus dalam khotbah-khotbahnya, para pembesar masyarakat menegur dan mengecamnya. Menghadapi kecaman-kecaman itu, Petrus tetap bersemangat menjalankan tugasnya sebagai pengkhotbah dan terus berdoa meminta kepada Tuhan agar kiranya ia dapat mati untuk Tuhan, sebagaimana telah diteladankan Yesus dengan mati di salib demi keselamatan manusia, termasuk dirinya. Ia selalu berkata: "Biarkanlah mereka melakukan apa saja atas diriku sesuai rencana mereka. Aku tetap bergembira dan bersemangat karena dengan mati aku akan lebih berpengaruh daripada sekarang."
Doa-doanya untuk mati dalam nama Tuhan terkabulkan, ketika ia dibunuh oleh dua orang Kataris sementara menjalankan tugasnya sebagai pengajar agama. Tetapi justru kematiannya ini membawa banyak berkat bagi orang-orang Kataris. Segera setelah peristiwa pembunuhan atas dirinya, seorang dari pembunuh itu bertobat dan masuk biara Dominikan.