Minggu, 18 Mei 2031

Hari Minggu Paskah VI

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 15:1-2,22-29

Beberapa orang datang dari Yudea ke Antiokhia dan mengajarkan kepada saudara-saudara di situ: "Jikalau kamu tidak disunat menurut adat istiadat yang diwariskan oleh Musa, kamu tidak dapat diselamatkan." Tetapi Paulus dan Barnabas dengan keras melawan dan membantah pendapat mereka itu. Akhirnya ditetapkan, supaya Paulus dan Barnabas serta beberapa orang lain dari jemaat itu pergi kepada rasul-rasul dan penatua-penatua di Yerusalem untuk membicarakan soal itu. Maka rasul-rasul dan penatua-penatua beserta seluruh jemaat itu mengambil keputusan untuk memilih dari antara mereka beberapa orang yang akan diutus ke Antiokhia bersama-sama dengan Paulus dan Barnabas, yaitu Yudas yang disebut Barsabas dan Silas. Keduanya adalah orang terpandang di antara saudara-saudara itu. Kepada mereka diserahkan surat yang bunyinya: "Salam dari rasul-rasul dan penatua-penatua, dari saudara-saudaramu kepada saudara-saudara di Antiokhia, Siria dan Kilikia yang berasal dari bangsa-bangsa lain. Kami telah mendengar, bahwa ada beberapa orang di antara kami, yang tiada mendapat pesan dari kami, telah menggelisahkan dan menggoyangkan hatimu dengan ajaran mereka. Sebab itu dengan bulat hati kami telah memutuskan untuk memilih dan mengutus beberapa orang kepada kamu bersama-sama dengan Barnabas dan Paulus yang kami kasihi, yaitu dua orang yang telah mempertaruhkan nyawanya karena nama Tuhan kita Yesus Kristus. Maka kami telah mengutus Yudas dan Silas, yang dengan lisan akan menyampaikan pesan yang tertulis ini juga kepada kamu. Sebab adalah keputusan Roh Kudus dan keputusan kami, supaya kepada kamu jangan ditanggungkan lebih banyak beban dari pada yang perlu ini: kamu harus menjauhkan diri dari makanan yang dipersembahkan kepada berhala, dari darah, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari percabulan. Jikalau kamu memelihara diri dari hal-hal ini, kamu berbuat baik. Sekianlah, selamat."

Mazmur Tanggapan Mazmur 67:2-3,5-6,8

(67-3) supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
(67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
(67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.

Bacaan Kedua Wahyu 21:10-14,22-23

Lalu, di dalam roh ia membawa aku ke atas sebuah gunung yang besar lagi tinggi dan ia menunjukkan kepadaku kota yang kudus itu, Yerusalem, turun dari sorga, dari Allah. Kota itu penuh dengan kemuliaan Allah dan cahayanya sama seperti permata yang paling indah, bagaikan permata yaspis, jernih seperti kristal. Dan temboknya besar lagi tinggi dan pintu gerbangnya dua belas buah; dan di atas pintu-pintu gerbang itu ada dua belas malaikat dan di atasnya tertulis nama kedua belas suku Israel. Di sebelah timur terdapat tiga pintu gerbang dan di sebelah utara tiga pintu gerbang dan di sebelah selatan tiga pintu gerbang dan di sebelah barat tiga pintu gerbang. Dan tembok kota itu mempunyai dua belas batu dasar dan di atasnya tertulis kedua belas nama kedua belas rasul Anak Domba itu. Dan aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya; sebab Allah, Tuhan Yang Mahakuasa, adalah Bait Sucinya, demikian juga Anak Domba itu. Dan kota itu tidak memerlukan matahari dan bulan untuk menyinarinya, sebab kemuliaan Allah meneranginya dan Anak Domba itu adalah lampunya.

Bacaan Injil Yohanes 14:23-29

Jawab Yesus: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu. Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar dari pada Aku. Dan sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya kamu percaya, apabila hal itu terjadi.

Renungan

Allah Ikut Menginap

Ketika tamu penting hendak datang menginap, seisi rumah sibuk. Kamar dibersihkan, gorden dicuci, makanan terbaik disiapkan. Semakin penting tamunya, semakin gemetar tuan rumahnya. Sekarang bayangkan kabar ini: yang mau datang dan tinggal bukan pejabat, bukan besan, melainkan Allah sendiri.

Itulah janji Yesus dalam Injil Minggu Paskah keenam ini: "Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama dengan dia." Kami akan datang. Kami akan diam bersama dia. Allah tidak puas hanya dikunjungi seminggu sekali di gedung gereja. Ia ingin beralamat di hidup kita.

Bacaan kedua dari kitab Wahyu melukiskan ujung dari kerinduan itu. Yohanes melihat Yerusalem baru, kota kudus yang turun dari surga. Dan ada satu hal yang aneh: "Aku tidak melihat Bait Suci di dalamnya." Kota suci tanpa rumah ibadah? Ya, sebab di sana rumah ibadah tidak diperlukan lagi. Allah sendiri adalah Bait Sucinya. Ketika Allah sudah tinggal sepenuhnya bersama manusia, gedung perjumpaan tidak lagi perlu; seluruh kota menjadi perjumpaan.

Gereja dan kapel kita hari ini ibarat kamar tamu sementara, tempat berlatih untuk keadaan itu. Yang dirindukan Allah bukan bangunannya, melainkan penghuninya.

Lalu bagaimana caranya membuat Allah betah tinggal? Yesus memberikan kuncinya, dan kuncinya sederhana: mengasihi Dia dan menuruti firman-Nya. Bukan rumah yang mewah, melainkan hati yang taat. Dan karena Ia tahu kita pelupa, Ia menjanjikan Penghibur: Roh Kudus, yang akan mengajarkan segala sesuatu dan mengingatkan kita akan semua yang telah dikatakan-Nya. Roh itu ibarat penghuni yang sekaligus merawat rumah, terus membisikkan firman ketika kita mulai lupa.

Buahnya juga disebutkan: damai sejahtera. "Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia." Rumah yang dihuni Allah bukan rumah tanpa masalah, melainkan rumah yang tidak gelisah dan gentar menghadapi masalah.

Minggu ini, mari periksa rumah hati kita. Kamar mana yang masih kita kunci rapat dari Tuhan? Kebiasaan mana yang membuat Tamu agung itu tidak betah?

Tuhan, datanglah dan diamlah di rumahku. Ajarilah aku menuruti firman-Mu, supaya Engkau betah tinggal dan damai-Mu menetap di dalamnya. Amin.

Invitatorium

MINGGU VI PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Paskah VI

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Pada perjamuan Anak Domba, kami bernyanyi,

Puji Raja kami yang jaya,

Yang telah membasuh kami dalam arus

Yang mengalir dari lambung-Nya yang tertikam.
Kami memuji Dia, yang cinta ilahi-Nya

Memberi darah suci-Nya sebagai anggur,

Memberi tubuh-Nya sebagai santapan,

Kristus kurban, Kristus imam.
Di mana darah Paskah dicurahkan,

Malaikat maut menyarungkan pedangnya;

Laskar Israel yang jaya melangkah

Melalui gelombang yang menenggelamkan musuh.
Kami memuji sekarang, yang darah-Nya dicurahkan,

Kurban Paskah, roti Paskah;

Dengan ketulusan dan cinta

Kami makan manna dari atas.
Kurban Perkasa dari surga,

Kuasa neraka yang ganas di bawah-Mu tergeletak;

Engkau telah menang dalam pertarungan,

Engkau telah membawa kami hidup dan terang;
Kini maut tak lagi menakutkan,

Kini kubur tak lagi membelenggu;

Engkau telah membuka Firdaus,

Dan di dalam-Mu para kudus-Mu akan bangkit.
Kemenangan Paskah, sukacita Paskah,

Dosa sendirilah yang dapat menghancurkan ini;

Dari kuasa dosa, bebaskanlah

Jiwa-jiwa yang lahir baru, ya Tuhan, di dalam-Mu.
Madah kemuliaan dan pujian,

Tuhan yang bangkit, kepada-Mu kami naikkan;

Bapa Suci, pujian kepada-Mu,

bersama Roh, selamanya.

PSALMODI

Ant. 1 Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Mazmur 104

Madah kepada Allah Sang Pencipta

Berada dalam Kristus berarti menjadi ciptaan yang sama sekali baru. Segala yang lama telah berlalu, kini semuanya dijadikan baru (2 Korintus 5:17).

I
Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Tuhan Allah, betapa agung Engkau,

berpakaian keagungan dan kemuliaan,

terbungkus terang seperti jubah!
Engkau membentangkan langit seperti tenda.

Di atas hujan Engkau membangun kediaman-Mu.

Engkau menjadikan awan kereta-Mu,

dan berjalan di atas sayap angin;

Engkau menjadikan angin utusan-Mu

dan api yang menyala-nyala hamba-Mu.
Engkau mendirikan bumi di atas dasarnya,

agar teguh dari zaman ke zaman.

Engkau membungkusnya dengan samudra seperti jubah:

air berdiri lebih tinggi dari gunung-gunung.
Atas ancaman-Mu mereka melarikan diri;

atas suara guntur-Mu mereka lari.

Mereka naik di atas gunung-gunung dan mengalir turun

ke tempat yang telah Engkau tentukan.

Engkau menetapkan batas yang tidak boleh mereka lewati

agar tidak kembali menutupi bumi.
Engkau membuat mata air memancar di lembah-lembah:

mereka mengalir di antara bukit-bukit.

Mereka memberi minum semua binatang di padang;

keledai-keledai liar memuaskan dahaga mereka.

Di tepi-tepinya berdiam burung-burung di langit;

dari dahan-dahan mereka menyanyikan lagu mereka.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Alleluya, batu telah digulingkan dari pintu kubur, alleluya.

Ant. 2 Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

II
Dari kediaman-Mu Engkau menyirami bukit-bukit;

bumi minum sepuasnya dari anugerah-Mu.

Engkau menumbuhkan rumput untuk ternak

dan tanaman untuk kebutuhan manusia,
agar ia dapat menghasilkan roti dari bumi

dan anggur untuk menyukakan hati manusia;

minyak, untuk membuatnya gembira

dan roti untuk menguatkan hati manusia.
Pohon-pohon Tuhan minum sepuasnya,

pohon-pohon aras yang ditanam-Nya di Libanon;

di sana burung-burung membangun sarang mereka:

di puncak pohon bangau memiliki rumahnya.

Kambing-kambing menemukan rumah di gunung-gunung

dan kelinci-kelinci bersembunyi di bebatuan.
Engkau membuat bulan untuk menandai bulan-bulan;

matahari tahu waktu terbenamnya.

Ketika Engkau menyebarkan kegelapan, itu adalah malam

dan semua binatang hutan merayap keluar.

Singa-singa muda mengaum mencari mangsa mereka

dan meminta makanan mereka dari Allah.
Saat matahari terbit mereka menyelinap pergi

dan pergi beristirahat di sarang mereka.

Manusia pergi bekerja,

untuk bekerja sampai malam tiba.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Alleluya, perempuan, siapa yang Engkau cari? Mengapa Engkau mencari yang hidup di antara orang mati? alleluya.

Ant. 3 Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

III
Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan!

Dalam hikmat Engkau telah membuat semuanya.

Bumi penuh dengan kekayaan-Mu.
Di sana ada laut, luas dan lebar,

dengan gerombolan yang bergerak tak terhitung,

makhluk hidup besar dan kecil.

Kapal-kapal bergerak di sana

dan monster-monster yang Engkau buat untuk bermain.
Semua ini memandang kepada-Mu

untuk memberi mereka makanan pada musimnya.

Engkau memberikannya, mereka mengumpulkannya:

Engkau membuka tangan-Mu, mereka kenyang.
Engkau menyembunyikan wajah-Mu, mereka terkejut;

Engkau mengambil kembali roh-Mu, mereka mati,

kembali ke debu dari mana mereka berasal.

Engkau mengutus roh-Mu, mereka diciptakan;

dan Engkau memperbarui wajah bumi.
Semoga kemuliaan Tuhan kekal selamanya!

Semoga Tuhan bersukacita dalam karya-karya-Nya!

Dia memandang bumi dan bumi gemetar;

gunung-gunung mengeluarkan asap saat sentuhan-Nya.
Aku akan bernyanyi bagi Tuhan sepanjang hidupku,

membuat musik bagi Allahku selama aku hidup.

Semoga pikiran-pikiranku menyenangkan-Nya.

Aku menemukan sukacitaku dalam Tuhan.

Biarlah orang-orang berdosa lenyap dari bumi

dan orang-orang fasik tidak ada lagi.
Pujilah Tuhan, hai jiwaku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, sebagaimana Engkau membuat mata air di lembah-lembah untuk membentuk aliran di antara gunung-gunung, demikian pula Engkau membuat aliran rahmat yang hidup mengalir dari para rasul, agar ajaran mereka membawa keselamatan bagi semua bangsa. Semoga kami memiliki pengetahuan praktis tentang ajaran mereka, taat pada perintah-perintah mereka, memperoleh pengampunan dosa melalui doa-doa mereka, dan akhirnya menerima upah kebahagiaan abadi.

Ant. Alleluya, jangan menangis, Maria: Tuhan telah bangkit dari antara orang mati, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Seluruh tubuhku bersukacita, alleluya.

Dengan segenap kekuatanku aku akan memuji Allahku, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan surat pertama Rasul Yohanes

1:1-10

Sabda kehidupan dan terang Allah
Inilah yang kami wartakan kepadamu:

apa yang ada sejak semula,

apa yang telah kami dengar,

apa yang telah kami lihat dengan mata kami,

apa yang telah kami pandang

dan tangan kami sentuh—

kami berbicara tentang sabda kehidupan.

(Hidup ini menjadi nyata;

kami telah melihat dan menyaksikannya,

dan kami mewartakan kepadamu hidup yang kekal

yang ada pada Bapa

dan menjadi nyata bagi kami.)

Apa yang telah kami lihat dan dengar

kami wartakan kepadamu

agar kamu juga bersekutu dengan kami.

Persekutuan kami ini adalah dengan Bapa

dan dengan Putra-Nya, Yesus Kristus.

Sesungguhnya, tujuan kami menulis ini kepadamu

adalah agar sukacita kami menjadi penuh.
Maka, inilah pesan

yang telah kami dengar dari Dia

dan kami sampaikan kepadamu:

bahwa Allah adalah terang;

di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan.

Jika kita berkata, “Kami bersekutu dengan Dia,”

sementara terus berjalan dalam kegelapan,

kita adalah pendusta dan tidak bertindak dalam kebenaran.

Tetapi jika kita berjalan dalam terang, seperti Dia ada dalam terang,

kita bersekutu satu sama lain,

dan darah Putra-Nya Yesus membersihkan kita dari segala dosa.
Jika kita berkata, “Kami bebas dari kesalahan dosa,”

kita menipu diri sendiri; kebenaran tidak ditemukan dalam diri kita.

Tetapi jika kita mengakui dosa-dosa kita,

Dia yang adil dapat dipercaya

untuk mengampuni dosa-dosa kita

dan membersihkan kita dari setiap kesalahan.

Jika kita berkata, “Kami tidak pernah berdosa,”

kita menjadikan Dia pendusta

dan sabda-Nya tidak menemukan tempat dalam diri kita.

RESPONSORIUM 1 Yohanes 1:2; 5:20

Hidup ini menjadi nyata; kami telah melihatnya dan kami mewartakan kepadamu hidup yang kekal

yang ada pada Bapa dan telah tampak kepada kami, alleluya.
Kami tahu bahwa Putra Allah telah datang dan memberi kami pengertian, agar kami mengenal Allah yang benar, karena kami ada dalam Putra-Nya, Yesus Kristus. Dialah Allah yang benar dan hidup yang kekal.

Yang ada pada Bapa dan telah tampak kepada kami, alleluya.
Bacaan Kedua

Dari tafsiran surat kedua kepada jemaat Korintus oleh Santo Sirilus dari Aleksandria, uskup

Allah telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus dan memberi kita pelayanan pendamaian
Mereka yang memiliki harapan yang pasti, dijamin oleh Roh, bahwa mereka akan bangkit kembali, menggenggam apa yang ada di masa depan seolah-olah sudah ada. Mereka berkata: Penampilan luar tidak akan lagi menjadi standar kita dalam menilai orang lain. Hidup kita semua dikendalikan oleh Roh sekarang, dan tidak terbatas pada dunia fisik ini yang tunduk pada kerusakan. Terang Sang Putra Tunggal telah bersinar atas kita, dan kita telah diubah menjadi Sabda, sumber segala kehidupan. Ketika dosa masih menguasai kita, ikatan kematian mencengkeram kita dengan kuat, tetapi sekarang setelah kebenaran Kristus menemukan tempat di hati kita, kita telah membebaskan diri dari kondisi kita yang sebelumnya yang dapat rusak.
Ini berarti bahwa tidak seorang pun dari kita hidup dalam daging lagi, setidaknya sejauh hidup dalam daging berarti tunduk pada kelemahan daging, yang meliputi kerusakan. Dahulu kita menganggap Kristus berada dalam daging, tetapi kita tidak lagi melakukannya, kata Santo Paulus. Dengan ini ia bermaksud bahwa Sabda menjadi daging dan diam di antara kita; ia menderita kematian dalam daging untuk memberi hidup kepada semua orang. Dalam daging inilah kita mengenal Dia sebelumnya, tetapi kita tidak lagi melakukannya. Meskipun ia tetap dalam daging, karena ia hidup kembali pada hari ketiga dan sekarang bersama Bapa-Nya di surga, kita tahu bahwa ia telah melewati kehidupan daging; karena setelah mati sekali, ia tidak akan pernah mati lagi, kematian tidak memiliki kuasa atasnya lagi. Kematiannya adalah kematian bagi dosa, yang ia mati sekali untuk selamanya; hidupnya adalah hidup bersama Allah.
Karena Kristus dengan cara ini telah menjadi sumber kehidupan bagi kita, kita yang mengikuti jejak-Nya tidak boleh menganggap diri kita hidup dalam daging lagi, tetapi telah melewatinya. Perkataan Santo Paulus benar sekali bahwa ketika seseorang berada dalam Kristus, ia menjadi pribadi yang sama sekali berbeda: kehidupan lamanya telah berakhir dan kehidupan baru telah dimulai. Kita telah dibenarkan oleh iman kita kepada Kristus dan kuasa kutukan telah dipatahkan. Kebangkitan Kristus demi kita telah mengakhiri kedaulatan kematian. Kita telah mengenal Allah yang benar dan menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran, melalui Putra, perantara kita, yang menurunkan berkat Bapa ke atas dunia.
Maka Santo Paulus menunjukkan wawasan yang mendalam ketika ia berkata: Ini semua adalah perbuatan Allah: Dialah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus. Sebab misteri inkarnasi dan pembaharuan yang dicapainya tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Bapa. Melalui Kristus kita telah memperoleh akses kepada Bapa, karena seperti yang dikatakan Kristus sendiri, tidak seorang pun datang kepada Bapa kecuali melalui Dia. Ini semua adalah perbuatan Allah, kalau begitu. Dialah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya melalui Kristus, dan yang telah memberi kita pelayanan pendamaian.

RESPONSORIUM Roma 5:11; Kolose 1:19-20

Kami bersukacita dalam Allah melalui Tuhan kita Yesus Kristus,

melalui Dia kami telah memperoleh pendamaian kami, alleluya.
Allah berkenan bahwa segala kesempurnaan berdiam dalam Kristus, dan melalui Dia Allah memilih untuk mendamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.

Melalui Dia kami telah memperoleh pendamaian kami, alleluya.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Segala ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami cinta dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Anugerahilah,

Allah yang mahakuasa,

agar kami dapat merayakan

dengan bakti yang tulus hari-hari sukacita ini,

yang kami rayakan untuk menghormati Tuhan yang bangkit,

dan agar, apa yang kami hidupkan kembali dalam ingatan,

selalu kami pegang teguh dalam perbuatan kami.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

MINGGU VI PAGI

Pembukaan

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.

Madah

Fajar menyingsinglah sudah

Langit menggemakan madah

Bumi bersorak-sorailah

Neraka mengaduh kalah.

Kala raja nan perkasa

Menggempur markas neraka

Menggilas kuasa maut

Dengan gagah tanpa takut.

Meskipun tertutup batu

Dijaga banyak serdadu

Namun pemenang yang luhur

Bangkit mulia dari kubur.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Atau

Hai Yerusalem surgawi

Nyanyikanlah lagu puji

Penuh sukacita murni

Merayakan Paska suci.

Kristus sebagai pahlawan

Mengalahkan kegelapan

Merebut mangsa neraka

Agar bebas dan berjaya.

Para umat yang ditebus

Berarak bersama Kristus

Gembira menuju Bapa

Untuk hidup selamanya.

Mulialah Engkau, ya Tuhan

Yang bangkit tak terkalahkan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah Israel berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah kaum Harun berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Hendaklah orang yang takwa berkata:*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*

Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut.*

Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*

Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*

dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+

seperti nyala api yang menjilat-jilat,*

tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*

tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*

Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*

terdengar di perkeMahan para pemenang.

“Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*

tangan Tuhan Mahakuasa.”

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*

untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*

namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*

supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*

para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepada-Mu, sebab Engkau memenangkan daku,*

dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*

telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*

sangat mengagumkan kami.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*

mari kami rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*

Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan;+

kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*

Tuhanlah Allah, Dia menerangi kami.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*

hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*

Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*

kekal abadi kasih setia-Nya.

Ant.1: Pada hari inilah Tuhan bertindak, Alleluya.

Ant.2: Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.

T.Dan 3 : 52-57, 56

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah nama-Mu Yang Mulia dan Kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam bait-Mu Yang Mulia dan Kudus,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+

dan bersemayam di atas singgasana,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*

kepada-Mulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh Kudus,*

kepada-Nyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Ant.2: Terpujilah Engkau di bentangan langit, kepada-Mulah pujian selama segala abad, ya Allah kami, Alleluya.

Ant.3: Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempat-Nya yang kudus,*

pujilah Dia di angkasa-Nya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karya-Nya Yang Agung,*

pujilah Dia karena kemuliaan-Nya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*

pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*

pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+

Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*

segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Ant.3: Bersembahsujudlah di hadapan Allah yang duduk di atas takhta, dan berkatalah: Amin, Alleluya.

Bacaan singkat (Kis 10:40-43)

Allah telah membangkitkan Yesus pada hari yang ketiga, dan dengan kuasa Allah, Yesus menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah. Kamilah saksi-saksi itu, kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari alam maut. Kepada kami ditugaskan oleh Allah mewartakan kepada seluruh bangsa dan memberi kesaksian bahwa Yesuslah yang ditentukan Allah menjadi hakim atas orang yang hidup dan yang mati. Tentang Dialah semua nabi memberi kesaksian, bahwa barang siapa percaya kepada-Nya akan mendapat pengampunan dosa demi nama-Nya.

Lagu singkat

P: Kristus, Putera Allah yang hidup, kasihanilah kami,* Alleluya, Alleluya.

U: Kristus…

P: Engkau bangkit dari alam maut.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Seperti Bapa mengasihi Aku, demikian pula Aku mengasihi Engkau. Tinggallah dalam kasih-Ku, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kami dengan kekuatan-Nya. Marilah kami berdoa:

U: Kristus, kehidupan kami, selamatkanlah kami.

P: Ya Kristus, cahaya yang cemerlang dalam kegelapan, raja kehidupan dan pemberi kesucian kepada semua insan,*

semoga kami menjalani hari ini demi kemuliaan-Mu.

P: Tuhan, Engkau telah menempuh jalan penderitaan dan salib,*

semoga kami menderita dan mati bersama Engkau, supaya dibangkitkan pula bersama Engkau.

P: Putera Bapa, guru dan saudara kami, Engkau telah mengangkat kami menjadi raja dan imam bagi Allah,*

semoga kami dengan gembira hati menyampaikan kurban pujian kepada-Mu.

P: Raja Yang Mulia, kami menantikan hari penampakan-Mu yang megah,*

agar dapat memandang wajah-Mu dan menjadi serupa dengan Dikau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU VI SIANG

Madah

Ya Roh Kudus sumber cinta

Serta Bapa dan Putera

Datanglah di tengah kami

Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami

Agar giat penuh bakti

Menyanyikan lagu puji

Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami

Ya Allah Bapa surgawi

Bersama Putera dan Roh-Mu

Sekarang serta selalu.

Amin.

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*

Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*

dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*

demi nama-Nya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*

aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaan-Mu,*

itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*

di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*

pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahan-Mu mengiringi aku,*

seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*

sepanjang masa.

Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*

di Israel nama-Nya termasyhur.

Kemah-Nya berada di Salem,*

dan di Sion kediaman-Nya.

Dihancurkan-Nya panah yang berkilat,*

perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*

lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+

mereka terlelap dalam tidurnya,*

orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*

hardik-Mu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapan-Mu,*

terhadap hebatnya amarah-Mu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusan-Mu,*

bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*

dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujian-Mu,*

dan amarahnya menambah keluhuran-Mu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*

hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*

menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.

Bacaan Singkat (Ef 2:4-6)

Demi cinta-Nya yang amat besar, Allah telah mengasihi kami dengan kerahiman-Nya yang melimpah. Kita yang sudah mati karena dosa telah dihidupkan Allah bersama Kristus dan telah diselamatkan demi rahmat Kristus. Bersama Kristus Yesus pula kami dibangkitkan dan bersama Dia kami ditahtakan dalam surga.

P: Jika kami sudah mati bersama Kristus, Alleluya.

U: Kita akan hidup bersama Kristus pula, Alleluya.

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sore

MINGGU VI SORE I

Madah

Mari kami bergembira

Merayakan hari Paska

Sambil bernyanyi memuji

Dengan hati tulus murni.

Kristus sudah disalibkan

Dan tubuh-Nya dikurbankan

Darah-Nya yang kami trima

Sungguh menghidupkan kami.

Kristus bangkit dari kubur

Maut kalah hancur lebur

Musuh takluk terbelenggu

Firdaus membukakan pintu.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Atau

Yesus Kristus Paska kami

Dikurbankan bagai domba

Tubuh-Nya dipersembahkan

Murni tanpa kesalahan.

O, sungguh kurban mulia

Yang menghancurkan neraka

Membebaskan yang tertawan

Dari jerat kematian.

Semoga Yesus menjadi

Paska kesukaan kami

Himpunkan kami umatmu

Di dalam dunia baru.

Terpujilah Kristus Tuhan

Kaukalahkan kematian

Engkau dibangkitkan Bapa

Dengan kekuatan Roh-Nya.

Amin.

Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.

Mazmur 118 (119):105-112

Firman-Mu adalah pelita bagi langkahku,*

dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*

untuk memelihara ketetapan-Mu yang adil.

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*

hidupkan aku sesuai dengan firman-Mu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*

tetapi aku tidak lupa akan hukum-Mu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*

tetapi aku tidak menyimpang dari titah-Mu.

Kesaksian-Mu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*

dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendak-Mu,*

sekarang dan selama-lamanya.

Ant.1: Barang siapa berlaku benar datang kepada cahaya, Alleluya.

Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+

Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*

tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*

kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*

menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*

bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*

dalam tangan-Mulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*

milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*

bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*

aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*

dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*

dan kekasih-Mu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+

Di hadapan-Mu terdapat sukacita berlimpah,*

pada-Mulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.2: Setelah dilepaskan dari jerat maut, Tuhan bangkit, Alleluya.

Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.

Flp 2:6-11

Meskipun berwujud Allah,+

Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*

pada kemuliaan-Nya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+

dengan mengambil keadaan hamba,*

dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+

karena taat sampai mati,*

sampai mati di salib.

Sebab Allah telah meninggikan Dia,+

dan menganugerahkan kepada-Nya,*

nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+

bertekuklah setiap lutut,*

di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+

untuk kemuliaan Allah Bapa:*

Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Bukankah Almasih harus menderita semuanya untuk mencapai kemuliaan-Nya? Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 2:9-10)

Kamulah orang pilihan, kaum imam dan raja, bangsa yang kudus, umat milik Allah sendiri. Kamu harus memaklumkan kebajikan Allah. Ia telah memanggil kami ke luar dari kegelapan untuk masuk ke dalam cahaya-Nya yang menakjubkan. Kamu yang dahulu bukan umat Allah, tetapi yang sekarang telah menjadi umat-Nya. Kamu yang dahulu tidak dikasihani, tetapi yang sekarang telah beroleh belaskasihan.

Lagu singkat

P: Tuhan sungguh telah bangkit,* Alleluya, Alleluya.

U: Tuhan…

P: Dan memperlihatkan diri kepada Simon.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Tuhan…

Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*

kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*

yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Aku akan mohon kepada Bapa, maka Ia akan memberi Engkau Penolong yang lain, untuk mendampingi Engkau selalu, Alleluya.

Doa Permohonan

Kristus telah menghancurkan kematian dengan kebangkamin-Nya dari alam maut, dan telah memperbaharui kehidupan. Marilah kami mohon kepada-Nya:

U: Kristus, sumber kehidupan, dengarkanlah kami.

P: Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukang bangunan, tetapi yang dipilih menjadi batu sendi,*

semoga kami sebagai batu yang hidup Kaupergunakan dalam membangun Gereja-Mu.

P: Engkaulah saksi Allah yang setia dan benar, manusia pertama yang bangkit dari mati,*

semoga Gereja-Mu tetap memberi kesaksian tentang Engkau.

P: Engkaulah pengantin tunggal Gereja yang lahir dari lambung-Mu,*

semoga kami menjadi saksi pernikahan yang luhur itu.

P: Engkaulah awal dan akhir, Engkau telah mati dan hidup kembali,*

semoga orang yang telah dibaptis tetap setia sampai mati, sehingga layak menerima mahkota kemuliaan.

P: Engkaulah cahaya yang menyinari kota suci Allah, Yerusalem surgawi,*

terangilah arwah kaum kerabat kami, agar mereka dapat memerintah bersama Engkau tanpa akhir.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, hari-hari raya Paska ini kami meriahkan dengan hati gembira untuk menghormati Kristus yang telah bangkit.

Semoga kami mewujudkan misteri Paska dalam kehidupan sehari-hari.

Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Feliks OFMCap

Pengaku Iman

Feliks adalah seorang Bruder dari Ordo saudara-saudara Dina Kapusin. Ia dijuluki Bruder Deo Gratias, karena selalu mengucapkan ‘Syukur kepada Allah’ atas segala perlakuan yang diterimanya dari orang lain. Hidupnya sangat sederhana, banyak berdoa dan selalu sopan sehingga ia disenangi rakyat kecil.

Santo Venantius

Martir

Menurut cerita, Santo Venantius adalah seorang pemuda yang disiksa karena imannya akan Kristus. Peristiwa ini terjadi kira-kira pada pertengahan abad ketiga. Dikatakan, Venantius dianiaya dan dipenggal kepalanya. Cerita mengenai dirinya beredar di kalangan orang-orang Kristen dalam hubungannya dengan Santo Venantius yang lain, Uskup dari Salona di Dalmatia, yang disiksa pada masa yang sama.

Santo Yohanes I

Paus dan Martir

Yohanes lahir di Tuscany, kira-kira pada tahun 470. Sebelum diangkat sebagai Paus di Roma menggantikan Paus Hormisdas (514-523) pada tanggal 13 Agustus 523, ia melayani umat Roma sebagai diakon agung. Sebagai Paus, ia adalah Uskup Dioses Roma ke-53. Masa kePausaannya yang singkat itu (523-526) diisinya dengan berbagai tindakan untuk membela kebenaran agama di hadapan para penganut Arianisme. Di kalangan umat, ia dikenal sebagai Paus yang ramah. Dengan Theodorikus, Raja Ostrogotik di Italia, ia menjalin hubungan baik tetapi segera berubah menjadi permusuhan karena dia tidak membela kepentingan Theodorikus yang Arian itu.

Permusuhan itu berawal dari keberhasilan Paus Hormisdas mengakhiri skisma antara Gereja Barat dengan Gereja Timur berkat kerjasama yang baik dengan kaisar Yustinus I pada tahun 519. Perbaikan hubungan ini membawa serta sejumlah hukum baru yang tidak menguntungkan bagi Thedorikus bersama pengikut-pengikutnya yang menganut ajaran sesat Arianisme. Untuk memperbaiki posisi mereka, Theodorikus yang bersahabat baik dengan Yohanes itu mendesak Paus Yohanes untuk memimpin sebuah delegasi menghadap kaisar. Misi ini tidaklah tercapai seluruhnya seperti yang diinginkan Theodorikus. Dalam kunjungan ke Konstantinopel Paus Yohanes bersama delegasinya diterima dengan senang hati oleh Yustinus, Patriakh Timur bersama umatnya. Bahkan disana Yohanes diperkenankan merayakan Paskah.

Selama beberapa waktu, Theodorikus menaruh curiga besar pada Yohanes tentang segala hal yang dibicarakan di Konstantinopel. Ia mencurigai bahwa Yohanes telah mengadakan persekongkolan untuk mengembalikan lagi kuasa kaisar Byzantium di Italia. Keberhasilan Paus Yohanes dalam kunjungannya ke Konstantinopel dilihatnya sebagai suatu tanda perlawanan terhadap dirinya. Oleh karena itu, sekembalinya delegasi itu ke Ravenna, Paus Yohanes ditangkap dan dipenjarakan di Ravenna. Ia disiksa hingga mati. Jenazah Yohanes di bawa ke Roma untuk dimakamkan di Basilik Santo Petrus.