Jumat, 20 Juni 2031
Hari Raya Hati Yesus yang Mahakudus
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama 2 Raja-Raja 11:1-4,9-18,20
Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja. Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh. Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri. Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka. Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada. Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN. Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja. Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: "Hiduplah raja!" Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN. Lalu dilihatnyalah raja berdiri dekat tiang menurut kebiasaan, sedang para pemimpin dengan para pemegang nafiri ada dekat raja. Dan seluruh rakyat negeri bersukaria sambil meniup nafiri. Maka Atalya mengoyakkan pakaiannya sambil berseru: "Khianat, khianat!" Tetapi imam Yoyada memerintahkan para kepala pasukan seratus, yakni orang-orang yang mengepalai tentara, katanya kepada mereka: "Bawalah dia keluar dari barisan! Siapa yang memihak kepadanya bunuhlah dengan pedang!" Sebab tadinya imam itu telah berkata: "Janganlah ia dibunuh di rumah TUHAN!" Lalu mereka menangkap perempuan itu. Pada waktu ia masuk ke istana raja dengan melalui pintu bagi kuda, dibunuhlah dia di situ. Kemudian Yoyada mengikat perjanjian antara TUHAN dengan raja dan rakyat, bahwa mereka menjadi umat TUHAN; juga antara raja dengan rakyat. Sesudah itu masuklah seluruh rakyat negeri ke rumah Baal, lalu merobohkannya; mereka memecahkan sama sekali mezbah-mezbahnya dan patung-patung dan membunuh Matan, imam Baal, di depan mezbah-mezbah itu. Kemudian imam Yoyada mengangkat penjaga-penjaga untuk rumah TUHAN. Bersukarialah seluruh rakyat negeri dan amanlah kota itu, setelah Atalya mati dibunuh dengan pedang di istana raja.
Mazmur Tanggapan Mazmur 132:11-14,17-18
Bacaan Injil Matius 6:19-23
"Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya. Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu.
Renungan
Ke Mana Hati Pindah
Kalau seseorang ingin tahu apa yang paling dicintai orang lain, ia tidak perlu bertanya. Cukup ia lihat ke mana orang itu menaruh waktunya, uangnya, dan lamunannya di waktu senggang. Hati selalu meninggalkan jejak. Ia tidak bisa berbohong tentang apa yang benar-benar dikejarnya.
Yesus mengucapkan hal itu dengan lebih ringkas: “Di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” Perhatikan urutannya. Bukan hati yang menyeret harta, melainkan harta yang menarik hati. Ke mana kita menanam simpanan, ke situ hati kita perlahan pindah dan menetap. Maka Ia memperingatkan, jangan menimbun harta di bumi, tempat ngengat dan karat merusak, melainkan di sorga.
Hari ini Gereja merayakan Hati Yesus yang Mahakudus. Devosi ini seluruhnya tentang satu hati yang tidak menaruh hartanya pada diri sendiri. Hati Yesus tertuju sepenuhnya kepada Bapa dan kepada kita. Ia tidak menimbun apa pun bagi diri-Nya, bahkan darah-Nya sendiri Ia curahkan sampai habis. Ketika lambung-Nya ditikam di kayu salib, yang keluar adalah darah dan air, hati yang benar-benar terbuka dan dikuras.
Bacaan pertama bercerita tentang bayi Yoas yang disembunyikan enam tahun di rumah Tuhan, diselamatkan dari pembantaian oleh seorang bibi yang berani. Sebuah nyawa kecil yang dijaga dengan seluruh hati, di tengah istana yang haus kuasa. Ada hati yang menimbun takhta seperti Atalya, dan ada hati yang mempertaruhkan diri demi satu anak yang tak berdaya. Keduanya menunjukkan di mana hartanya.
Hati Yesus adalah ukuran bagi hati kita. Ia mengajar kita bertanya jujur: kalau hidupku dibongkar hari ini, ke mana ternyata hatiku selama ini pergi? Kepada tumpukan yang bisa dimakan karat, atau kepada Dia dan sesama yang tak akan pernah berkarat?
Kabar baiknya, hati bisa dilatih pindah. Ia tidak dipaksa dengan kekerasan, melainkan dibujuk pelan lewat ke mana kita mengarahkan perhatian setiap hari. Sedikit demi sedikit waktu untuk berdoa, untuk menolong, untuk hening di hadapan-Nya, adalah cara memindahkan simpanan kita ke gudang yang tak berkarat. Ke mana harta pergi, hati menyusul.
Merayakan Hati Kudus bukan sekadar memandang gambar hati yang bernyala. Ia undangan untuk memindahkan harta kita, pelan-pelan, ke tempat yang sama dengan hati-Nya.
Yesus yang lembut hati, pindahkanlah hatiku ke tempat harta-Mu berada, supaya aku mencintai apa yang Kaucintai. Amin.
Invitatorium
JUMAT III PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Biasa
MADAH
Mazmur 23
Ant. 1 Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Mazmur 38
Seorang pendosa dalam bahaya besar berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah
Semua sahabatnya berdiri dari kejauhan. (Lukas 23:49)
Ant. Tuhan, dalam murka-Mu, janganlah menghukum aku.
Ant. 2 Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Ant. Tuhan, Engkau mengetahui segala kerinduanku.
Ant. 3 Aku akan mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, sebab Engkau adalah Juruselamatku.
Ant. Aku akan mengakui kesalahanku kepada-Mu, Tuhan; janganlah meninggalkan aku, sebab Engkau adalah Juruselamatku.
BACAAN
RESPONSORIUM Yehezkiel 34:13,15
RESPONSORIUM Mazmur 57:8-9
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
JUMAT III PAGI
Pembukaan
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setia-Nya.
Madah
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Mazmur 50 (51)
Ant.1: Terhadap Engkaulah aku berdosa, ya Tuhan, kasihanilah aku.
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Merasa muakkah Engkau terhadap Sion?*
dan bahwa leluhur kami berbuat jahat.*
Ant.2: Ya Tuhan, kami tahu bahwa kami orang berdosa.
Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya .
Mazmur 99 (100)
Ant.3: Tuhan Allah, kami umat-Nya, domba penggembalaan-Nya.
Bacaan Singkat (2Kor 12,9b-10)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT III SIANG
Madah
Ant.1: Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Mazmur 21 (22) I
Ant.1: Ia dihina dan disalibkan orang, manusia penuh sengsara, yang tahu apa artinya menderita.
Ant.2: Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Mazmur 21 (22) II
Ant.2: Mereka membagi-bagi pakaian Yesus di antara mereka dan membuang undi atas jubahNya.
Ant.3: Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan.
Mazmur 21 (22) III
Ant.3: Seluruh keluarga bangsa-bangsa akan bersembah sujud di hadapan Tuhan.
Bacaan singkat (Rom 1,16b-17)
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT III SORE
Madah
Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.
Ant.1: Tuhan agung melebihi segala dewata.
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Ant.2: Hai kaum Israel, pujilah Tuhan, bermazmurlah bagi nama-Nya yang indah.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapan-Mu, ya Tuhan.
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Tuhan telah menyambut kami, hamba-hamba-Nya, demi kasih sayang-Nya yang besar.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Silverius
Paus dan Martir
Silverius dikenal sebagai seorang yang bersemangat, berani, jujur dan tidak takut melakukan kewajibannya. Tetapi justru karena sifat-sifat ini, ia mengalami banyak penderitaan.
Ia terpilih menjadi Paus pada tahun 536 menggantikan Paus Agapitus. Dalam kepemimpinannya ia memecat Batrik Anthimus di Konstantinopel karena ajaran bidaah yang disebarkannya. Tetapi Batrik Anthimus dilindungi oleh Teodosia, istri kaisar. Teodosia meminta kepada Paus Silverius agar Batrik Anthimus dimaafkan dan diangkat kembali sebagai Patriark Konstantinopel.
Tetapi karena Anthimus sendiri tidak bersedia mengubah sikapnya, maka permintaan Teodosia itu secara halus ditolak oleh Silverius. Silverius berani mengatakan penolakan itu meskipun ia tahu bahwa tindakannya itu akan mendatangkan malapetaka atas dirinya. Kepada seorang anak Teodosius, Silverius mengatakan: “Sudah jelas bagiku apa yang akan terjadi atas diri. Penolakanku terhadap permintaan Teodosia, ibumu, tentu menimbulkan kemarahan besar.”
Akhirnya terjadi pula apa yang dirasakannya. Ia ditangkap oleh panglima Belisarius di Roma, dan dibuang sebagai tawanan di sebuah tempat sunyi di Asia Kecil. Kemudian atas usul kaisar Vigilius, Paus Silverius kembali ke tahktanya. Tetapi ia tetap tidak bersedia mengangkat seorang pengajar aliran sesat menjadi patriark. Ia sekali lagi ditangkap dan dibuang ke Palmaria, tempat ia meninggal dunia dalam keadaan serba kekurangan dan penderitaan besar pada tahun 538. Ia memimpin Gereja selama dua tahun dengan penuh penderitaan.