Senin, 23 Juni 2031

Senin XII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kejadian 12:1-9

Berfirmanlah TUHAN kepada Abram: "Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu; Aku akan membuat engkau menjadi bangsa yang besar, dan memberkati engkau serta membuat namamu masyhur; dan engkau akan menjadi berkat. Aku akan memberkati orang-orang yang memberkati engkau, dan mengutuk orang-orang yang mengutuk engkau, dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat." Lalu pergilah Abram seperti yang difirmankan TUHAN kepadanya, dan Lotpun ikut bersama-sama dengan dia; Abram berumur tujuh puluh lima tahun, ketika ia berangkat dari Haran. Abram membawa Sarai, isterinya, dan Lot, anak saudaranya, dan segala harta benda yang didapat mereka dan orang-orang yang diperoleh mereka di Haran; mereka berangkat ke tanah Kanaan, lalu sampai di situ. Abram berjalan melalui negeri itu sampai ke suatu tempat dekat Sikhem, yakni pohon tarbantin di More. Waktu itu orang Kanaan diam di negeri itu. Ketika itu TUHAN menampakkan diri kepada Abram dan berfirman: "Aku akan memberikan negeri ini kepada keturunanmu." Maka didirikannya di situ mezbah bagi TUHAN yang telah menampakkan diri kepadanya. Kemudian ia pindah dari situ ke pegunungan di sebelah timur Betel. Ia memasang kemahnya dengan Betel di sebelah barat dan Ai di sebelah timur, lalu ia mendirikan di situ mezbah bagi TUHAN dan memanggil nama TUHAN. Sesudah itu Abram berangkat dan makin jauh ia berjalan ke Tanah Negeb.

Mazmur Tanggapan Mazmur 33:12-13,18-20,22

Berbahagialah bangsa, yang Allahnya ialah TUHAN, suku bangsa yang dipilih-Nya menjadi milik-Nya sendiri!
TUHAN memandang dari sorga, Ia melihat semua anak manusia;
Sesungguhnya, mata TUHAN tertuju kepada mereka yang takut akan Dia, kepada mereka yang berharap akan kasih setia-Nya,
untuk melepaskan jiwa mereka dari pada maut dan memelihara hidup mereka pada masa kelaparan.
Jiwa kita menanti-nantikan TUHAN. Dialah penolong kita dan perisai kita!
Kasih setia-Mu, ya TUHAN, kiranya menyertai kami, seperti kami berharap kepada-Mu.

Bacaan Injil Matius 7:1-5

"Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena dengan penghakiman yang kamu pakai untuk menghakimi, kamu akan dihakimi dan ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu. Mengapakah engkau melihat selumbar di mata saudaramu, sedangkan balok di dalam matamu tidak engkau ketahui? Bagaimanakah engkau dapat berkata kepada saudaramu: Biarlah aku mengeluarkan selumbar itu dari matamu, padahal ada balok di dalam matamu. Hai orang munafik, keluarkanlah dahulu balok dari matamu, maka engkau akan melihat dengan jelas untuk mengeluarkan selumbar itu dari mata saudaramu."

Renungan

Alamat Menyusul

Ada usia ketika orang biasanya berhenti memulai hal baru. Rumah sudah mapan, kebun sudah menghasilkan, nama sudah dikenal tetangga. Wajar kalau ingin menikmati saja. Abram justru dipanggil pergi tepat pada usia seperti itu, tujuh puluh lima tahun, saat kebanyakan orang berpikir untuk menetap.

Firman kepadanya singkat dan berat: “Pergilah dari negerimu dan dari sanak saudaramu dan dari rumah bapamu ini ke negeri yang akan Kutunjukkan kepadamu.” Perhatikan, Allah tidak menyebutkan nama negeri tujuan. Abram diminta berangkat lebih dulu, alamatnya menyusul. Ia harus melangkah percaya, bukan karena sudah melihat, melainkan karena sudah mendengar.

Yang menarik, janji itu tidak berhenti pada Abram. “Engkau akan menjadi berkat,” kata Tuhan, “dan olehmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.” Ia diberkati bukan untuk ditimbun sendiri, melainkan untuk dialirkan. Berkat yang sejati selalu menembus keluar dari orang yang menerimanya.

Dalam Injil, Yesus menyentil kebiasaan yang justru menghambat berkat itu mengalir: menghakimi. Kita begitu tajam melihat selumbar di mata saudara, dan buta terhadap balok di mata sendiri. Orang yang sibuk menilai orang lain jarang punya kaki yang ringan untuk berangkat ke mana pun.

Mungkin panggilan hari ini sederhana. Tinggalkan satu kebiasaan lama yang nyaman, entah menghakimi, entah menetap dalam zona aman, dan berangkatlah percaya bahwa Tuhan menunjukkan jalannya sambil kita melangkah.

Tuhan, berilah aku hati Abram, yang berani berangkat hanya karena mendengar suara-Mu, dan jadikanlah aku berkat bagi sesama. Amin.

Invitatorium

SENIN IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Panis angelicus

fit panis hominum;

Dat panis cœlicus

figuris terminum:

O res mirabilis!

Manducat Dominum

Pauper, pauper servus et humilis.

Pauper, pauper servus et humilis.

Te trina Deitas

unaque poscimus:

Sic nos tu visita,

sicut te colimus;

Per tuas semitas

duc nos quo tendimus,

Ad lucem quam inhabitas.

Ad lucem quam inhabitas.

Terjemahan Bahasa Indonesia
Roti malaikat

menjadi roti manusia;

Roti surgawi mengakhiri

segala bayangan:

Oh, hal yang menakjubkan!

Tuhan dimakan

oleh orang miskin, hamba, dan rendah hati.

oleh orang miskin, hamba, dan rendah hati.

Ya Allah Tritunggal,

Engkau yang Esa, kami mohon:

Kunjungilah kami,

seperti kami menyembah-Mu;

Melalui jalan-jalan-Mu,

bimbinglah kami ke tujuan kami,

ke terang yang Engkau diami.

ke terang yang Engkau diami.

PSALMODI

Ant. 1 Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.

Mazmur 23

Gembala yang Baik

Anak Domba itu sendiri akan menjadi gembala mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan (Wahyu 7:17).

Tuhan adalah gembalaku,

takkan kekurangan aku.

Ia membaringkan aku di padang rumput hijau,

Ia membimbing aku ke air yang tenang.

Ia menyegarkan jiwaku.

Ia menuntun aku di jalan yang benar,

demi nama-Nya.

Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman,

aku tidak takut bahaya,

sebab Engkau besertaku;

gada-Mu dan tongkat-Mu,

itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku

di hadapan lawan-lawanku;

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak;

pialaku penuh melimpah.

Kebajikan dan kemurahan belaka

akan mengikuti aku seumur hidupku;

dan aku akan diam dalam rumah Tuhan

sepanjang masa.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Katakanlah kepada mereka yang diundang: Lihatlah, hidangan sudah siap; datanglah ke pesta perkawinan.

Ant. 2 Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.

Mazmur 42

Kerinduan akan hadirat Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa merindukan

sungai yang mengalir,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

Jiwaku haus akan Allah,

akan Allah yang hidup;

bilakah aku boleh datang

dan melihat wajah Allah?

Air mataku menjadi makananku,

siang dan malam,

karena sepanjang hari orang berkata kepadaku:

“Di manakah Allahmu?”

Ini akan kuingat

ketika aku mencurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah sorak-sorai kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,

dan gelisah di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan memuji Dia lagi,

penyelamatku dan Allahku.

Jiwaku tertekan di dalam diriku

ketika aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

Samudra memanggil samudra,

dalam deru air bah:

banjir-Mu dan segala gelombang-Mu

melanda aku.

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyikan pujian bagi-Nya,

memuji Allah yang hidupku.

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencela aku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku,

dan gelisah di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan memuji Dia lagi,

penyelamatku dan Allahku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Barang siapa haus, biarlah ia datang kepada-Ku dan minum dari aliran-aliran yang tak pernah kering.

Ant. 3 Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.

Mazmur 81

Pembaharuan Perjanjian yang Meriah

Perhatikanlah, supaya jangan ada di antara kamu yang berhati tidak percaya (Ibrani 3:12).

Bersorak-sorailah bagi Allah, kekuatan kita,

bersukacitalah bagi Allah Yakub.

Angkatlah nyanyian dan bunyikanlah rebana,

harpa yang merdu dan kecapi,

tiuplah sangkakala pada bulan baru,

ketika bulan purnama, pada hari raya kita.

Sebab inilah hukum Israel,

perintah Allah Yakub.

Ia menetapkannya sebagai peraturan bagi Yusuf,

ketika ia keluar melawan tanah Mesir.

Suara yang tidak kukenal berkata kepadaku:

“Aku membebaskan bahumu dari beban;

tanganmu dibebaskan dari muatan.

Engkau berseru dalam kesusahan dan Aku menyelamatkan engkau.

Aku menjawab, tersembunyi dalam awan badai,

di air Meriba Aku menguji engkau.

Dengarkanlah, umat-Ku, peringatan-Ku,

hai Israel, sekiranya engkau mau memperhatikan!

Jangan ada allah asing di antaramu,

jangan menyembah allah lain.

Akulah Tuhan, Allahmu,

yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir.

Bukalah mulutmu lebar-lebar dan Aku akan mengisinya.

Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku

dan Israel tidak mau taat,

maka Aku membiarkan mereka dalam kekerasan hati mereka

untuk mengikuti rancangan mereka sendiri.

Oh, sekiranya umat-Ku mau mendengarkan Aku,

sekiranya Israel mau berjalan di jalan-Ku!

Seketika itu juga Aku akan menundukkan musuh-musuh mereka,

membalikkan tangan-Ku melawan musuh-musuh mereka.

Musuh-musuh Tuhan akan berlutut di kaki mereka

dan penaklukan mereka akan berlangsung selamanya.

Tetapi Israel akan Kuberi makan gandum terbaik

dan mengisi mereka dengan madu dari batu.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan memberi kita makan gandum terbaik dan mengisi kita dengan madu dari batu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Hikmat membangun rumah bagi dirinya, alleluya.

Ia mencampur anggurnya dan menyiapkan mejanya, alleluya.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Keluaran

24:1-11

Mereka melihat Allah, dan mereka makan serta minum
Musa sendiri diberitahu, “Naiklah kepada Tuhan, engkau dan Harun, bersama Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel. Kamu semua harus menyembah dari kejauhan, tetapi Musa sendiri yang boleh mendekat kepada Tuhan; yang lain tidak boleh terlalu dekat, dan rakyat sama sekali tidak boleh naik bersama Musa.”
Ketika Musa datang kepada rakyat dan menyampaikan segala firman dan peraturan Tuhan, mereka semua menjawab dengan satu suara, “Segala yang telah difirmankan Tuhan akan kami lakukan.” Kemudian Musa menuliskan segala firman Tuhan dan, bangun pagi keesokan harinya, ia mendirikan di kaki gunung sebuah mezbah dan dua belas tugu untuk dua belas suku Israel.
Kemudian, setelah menyuruh beberapa pemuda Israel untuk mempersembahkan kurban bakaran dan mengurbankan lembu-lembu muda sebagai kurban pendamaian kepada Tuhan, Musa mengambil separuh darah dan menaruhnya dalam mangkuk-mangkuk besar; separuh lainnya ia percikkan pada mezbah. Mengambil kitab perjanjian, ia membacanya dengan suara nyaring kepada rakyat, yang menjawab, “Segala yang telah difirmankan Tuhan, akan kami perhatikan dan lakukan.” Kemudian ia mengambil darah itu dan memercikkannya pada rakyat, sambil berkata, “Inilah darah perjanjian yang telah dibuat Tuhan dengan kamu sesuai dengan segala firman-Nya ini.”
Musa kemudian naik bersama Harun, Nadab, Abihu, dan tujuh puluh tua-tua Israel, dan mereka melihat Allah Israel. Di bawah kaki-Nya tampak seperti lantai ubin safir, sejelas langit itu sendiri. Namun Ia tidak memukul orang-orang Israel pilihan ini. Setelah memandang Allah, mereka masih bisa makan dan minum.

RESPONSORIUM Yohanes 6:48, 49, 50, 51, 52

Akulah roti hidup. Nenek moyangmu makan manna di padang gurun, dan mereka mati.

Inilah roti yang turun dari surga; barang siapa makan roti ini tidak akan pernah mati.
Akulah roti hidup yang turun dari surga. Barang siapa makan roti ini akan hidup selama-lamanya.

Inilah roti yang turun dari surga; barang siapa makan roti ini tidak akan pernah mati.
Bacaan Kedua

Dari karya Santo Tomas Aquinas, imam

O perjamuan yang berharga dan menakjubkan!
Karena adalah kehendak Putra Tunggal Allah agar manusia mengambil bagian dalam keilahian-Nya, Ia mengambil kodrat kita agar dengan menjadi manusia Ia dapat menjadikan manusia ilahi. Terlebih lagi, ketika Ia mengambil daging kita, Ia mendedikasikan seluruh substansi-Nya untuk keselamatan kita. Ia mempersembahkan tubuh-Nya kepada Allah Bapa di altar salib sebagai kurban untuk pendamaian kita. Ia mencurahkan darah-Nya untuk tebusan dan pemurnian kita, agar kita ditebus dari keadaan perbudakan kita yang menyedihkan dan dibersihkan dari segala dosa. Tetapi untuk memastikan bahwa kenangan akan karunia yang begitu besar akan tetap ada bersama kita selamanya, Ia meninggalkan tubuh-Nya sebagai makanan dan darah-Nya sebagai minuman bagi umat beriman untuk dikonsumsi dalam rupa roti dan anggur.
O perjamuan yang berharga dan menakjubkan, yang membawa kita keselamatan dan mengandung segala kemanisan! Adakah yang lebih berharga dari ini? Di bawah hukum lama, daging anak sapi dan kambing yang dipersembahkan, tetapi di sini Kristus sendiri, Allah yang sejati, disajikan di hadapan kita sebagai makanan kita. Apa yang bisa lebih menakjubkan dari ini? Tidak ada sakramen lain yang memiliki kekuatan penyembuhan yang lebih besar; melaluinya dosa-dosa dihapuskan, kebajikan-kebajikan ditingkatkan, dan jiwa diperkaya dengan kelimpahan setiap karunia rohani. Ini dipersembahkan di Gereja untuk orang hidup dan mati, agar apa yang ditetapkan untuk keselamatan semua dapat bermanfaat bagi semua. Namun, pada akhirnya, tidak ada yang dapat sepenuhnya mengungkapkan kemanisan sakramen ini, di mana kenikmatan rohani dirasakan pada sumbernya, dan di mana kita memperbarui kenangan akan kasih yang melampaui batas bagi kita yang diungkapkan Kristus dalam sengsara-Nya.
Untuk menanamkan kebesaran kasih ini lebih kuat dalam hati umat beriman, Tuhan kita menetapkan sakramen ini pada Perjamuan Terakhir. Ketika Ia akan meninggalkan dunia untuk pergi kepada Bapa, setelah merayakan Paskah bersama murid-murid-Nya, Ia meninggalkannya sebagai peringatan abadi akan sengsara-Nya. Itu adalah penggenapan gambaran-gambaran kuno dan mukjizat terbesar dari semua mukjizat-Nya, sementara bagi mereka yang akan mengalami kesedihan kepergian-Nya, itu ditakdirkan untuk menjadi penghiburan yang unik dan abadi.

RESPONSORIUM

Ketahuilah bahwa dalam roti ini adalah tubuh Kristus yang tergantung di salib, dan dalam cawan ini, darah Kristus yang mengalir dari lambung-Nya. Ambillah, oleh karena itu, dan makanlah tubuh-Nya; ambillah dan minumlah darah-Nya,

dan Engkau akan menjadi anggota tubuh-Nya.
Makanlah makanan kudus ini, agar ikatan kesatuan-Mu dengan Kristus tidak pernah putus. Minumlah darah kudus ini, harga yang Ia bayar untuk-Mu, agar Engkau tidak pernah putus asa karena keberdosaan-Mu.

Dan Engkau akan menjadi anggota tubuh-Nya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.

Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah segala kuasa,

surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.

Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang agung memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.

Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.

Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.

Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.

Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.

Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.

Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang ditebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.

Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.

Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selamanya.

Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.

Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.

Pada-Mu, Tuhan, harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang dalam Sakramen yang menakjubkan ini

telah meninggalkan kami peringatan akan Sengsara-Mu,

kami mohon, berilah kami untuk menghormati misteri-misteri kudus

Tubuh dan Darah-Mu sedemikian rupa sehingga kami selalu mengalami

dalam diri kami buah-buah penebusan-Mu.

Yang hidup dan berkuasa bersama Allah Bapa dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah.

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.

Mazmur 89 (90)

Tuhan, Engkaulah pelindung kami,*
turun-temurun.

Sebelum gunung-gemunung dijadikan,+
sebelum bumi dan jagat dilahirkan,*
dari kekal sampai kekal Engkaulah Allah.

Engkau mengembalikan manusia kepada debu,*
degan bersabda: "Kembalilah, hai anak Adam!"

Sebab bagiMu seribu tahun sama dengan hari kemarin,*
sama dengan satu giliran ronda malam.

Manusia hilang lenyap seperti mimpi,*
seperti rumput yang disabit.

Pagi-pagi berkembang dan berbunga,*
waktu sore layu dan kering.

Hari kami hancur luluh karena amarahMu,*
karena geram murkaMu kami remuk redam.

Kesalahan kami Kaubeberkan di hadapanMu,*
dan dosa kami yang tersembunyi terbongkar dalam pandanganMu.

Segala hari kami lenyap dalam murkaMu,*
segenap tahun kami hilang bagaikan nafas.

Batas umur kami tujuh puluh tahun,*
atau delapanpuluh jika kuat.

Dan hampir selurunya susah dan derita,*
dalam sekejap mata kami lenyap.

Mengapa gerangan Engkau murka begitu hebat?*
Mengapa orang takwa Kaumarahi?

Ajarlah kami meghitung-hitung hari hidup kami,
supaya kami beroleh budi yang arif.

Kembalilah kepada kami, ya Tuhan! Mengapa Engkau berlambat?*
Kasihanilah kami, para hambaMu!

Penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi,*
supaya kami bernyanyi gembira seumur hidup.

Berilah kami kegembiraan seimbang dengan hari-hari penderitaan kami,*
seimbang dengan tahun-tahun kemalangan kami.

Perlihatkanlah karyaMu kepada para hambaMu,*
dan keagunganMu kepada anak-anak mereka.

Ya tuhan, limpahkanlah kemurahaMu kepada kami,*
dan teguhkanlah pekerjaan tangan kami.

Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Yes 42,10-16

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
pujilah Dia di seluruh bumi.

Hendaklah laut seisinya bersorak-sorai,*
segala pulau dan semua penduduknya.

Hendaklah gurun beserta kota-kotanya bersukaria,*
semua perkampungan yang didiami suku Kedar.

Hendaklah penduduk bukit bersorak gembira,*
menggemakan seruannya dari puncak gunung.

Hendaklah mereka semua memuliakan Tuhan,*
mewartakan pujianNya di segala pulau.

Tuhan bergerak maju laksana pahlawan,*
bagaikan perwira Ia mengobarkan semangat.

Tuhan menyerukan pekik pertempuran,*
menghadapi lawan dengan gagah berani.

"Terlalu lama Aku membisu,*
terlalu lama Aku menahan diri.

Kini Aku hendak menjerit bagaikan wanita bersalin,*
ngap-ngap menghembuskan gelora murkaKu.

Aku hendak menghanguskan gunung dan bukit,*
membuat layu segala tetumbuhan.

Aku hendak mengubah bengawan menjadi lembah kersang,*
dan mengeringkan segala danau.

Tetapi orang buta akan Kutuntun di jalan,*
dan Kubimbing pada lorong yang tidak mereka lihat.

Kegelapan mereka akan Kuubah menjadi terang,*
dan jalan yang berlekuk liku Kujadikan rata".

Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Mazmur 134 (135),1-12

Pujilah nama Tuhan,*
pujilah karya Tuhan.

hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan,*
di pelataran rumah Allah kita.

Pujilah Tuhan, sebab Tuhan itu baik,*
bermazmurlah bagi namaNya, sebab nama itu indah.

Sebab Tuhan telah memilih Yakub bagi diriNya,*
dan Israel sebagai milik pusakaNya

Sungguh kuakui, bahwa Tuhan itu agung,*
bahwa Tuhan kita melebihi segala dewata.

Tuhan melakukan semua yang dikehendakiNya,*
di langit dan di bumi, maupun di laut sampai ke dasar-dasarnya.

Tuhan membubungkan awan dari pinggir bumi,+
memanahkan kilat yang menyertai hujan,*
menyuruh angin ke luar dari sumbernya.

Tuhan memukul mati anak sulung Mesir,*
baik manusia maupun hewan.

Tuhan mendatangkan tanda dan mukjizat di tengah-tengah Mesir,*
melawan Firaun dan semua hambanya.

Tuhan menaklukkan bangsa-bangsa besar,*
dan membunuh raja-raja yang kuat.

Sihon, raja bangsa Amori, dan Og, raja negeri Basan,*
dan semua raja Kanaan.

Tuhan memberikan tanah mereka sebagai milik pusaka,*
sebagai milik pusaka kepada Israel, umatNya.

Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.

Bacaan Singkat (Ydt 8,21b-23)

Ingatlah bahwa para leluhur kita diuji, apakah mereka benar-benar mengabdi Allahnya. Ingatlah bahwa bapa kita Abraham dicobai, dan bahwa ia menjadi sahabat Allah karena tahan uji dalam banyak kesesakan. Demikian pula Ishak, Yakub, Musa dan semua orang yang berkenan kepada Allah telah terbukti setia dalam aneka ragam kesusahan.

Lagu Singkat

P: Bersoraklah, orang jujur, bagi Tuhan,* Patutlah orang saleh memuji-muji. U: Bersoraklah. P: Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan. U: Patutlah orang saleh memuji-muji. P: Kemuliaan. U: Bersoraklah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.

Doa Permohonan

Kristus mendengarkan dan menyelamatkan semua orang yang berharap kepadaNya. Sebab itu marilah kita berdoa:
U: Terpujilah Engkau, Tuhan, kami berharap padaMu.
P: Kami mengucap syukur kepadaMu, sebab kerahimanMu tiada batasnya,* dan amat besarlah cinta kasih yang Kaulimpahkan kepada kami.
P: Setiap saat Engkau bekerja di dunia bersama dengan Bapa,* maka perbaharuilah segala seuatu dengan kuasa Roh kudus.
P: Bukalah kiranya mata hati kami,* supaya pada hari ini kami dapat mengimani karyaMu yang luhur.
P: Engkau memanggil kami hari ini untuk mengabdiMu,* semoga kami dapat menyalurkan rahmatMu kepada saudara-saudara kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau telah mempercayakan bumi ini kepada manusia untuk dipelihara dan dikerjakan. Engkau juga menganugerahkan tanah kepada kami untuk didiami dan digarap. Maka kami mohon kepadaMu, semoga kami pada hari ini bekerja dengan giat untuk memuliakan Dikau dan membantu sesama kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN IV SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),129-136

SabdaMu mengagumkan, ya Tuhan,*
aku berpegang padanya.

Singkapkanlah firmanMu yang memberi terang,*
yang memberi pengertian kepada orang yang bersahaja.

Dengan mulut ternganga aku termengah-mengah,*
sebab aku rindu akan perintahMu.

Perhatikan daku dan kasihanilah aku,*
sebab aku cinta padaMu.

Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu,*
janganlah kejahatan menguasai aku.

Bebaskanlah aku dari penindasan,*
supaya aku berpegang pada titahMu.

Pandanglah hambaMu dengan wajah berseri,*
ajarkanlah kehendakMu kepadaku.

Air mataku berlinang-linang,*
sebab banyak orang tidak berpegang pada hukumMu.

Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.

Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Mazmur 81 (82)

Allah memimpin sidang surgawi,*
menghakimi para dewata:

"Berapa lama lagi kamu menghakimi dengan lalim,*
dan memihak kepada orang jahat?

Belalah orang lemah dan yatim piatu,*
berilah keadilan kepada orang hina dan papa.

Luputkanlah orang lemah dan miskin,*
luputkanlah mereka dari tangan orang berdosa".

Para dewata kehilangan akal berkeliaran dalam kegelapan,*
segala dasar bumi goyang.

"Tadinya kukira kamu semua dewata,*
putera Allah yang mahatinggi.

Nyatanya kamu mati seperti manusia,*
tewas seperti perwira gadungan".

Bangkitlah, ya Allah, hakimilah bumi,*
rajailah sendiri segala bangsa.

Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?

Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Mazmur 119 (120)

Dalam kesesakanku aku berseru kepada Tuhan,*
dan Ia mendengarkan daku.

Ya Tuhan, lepaskanlah aku dari bibir pendusta,*
dan dari lidah penipu.

Tuhan pasti membalas kamu,*
Ia pasti mengganjar kamu, hai para penipu!

Dengan panah tajam dari busur tentara,*
dengan bara yang berpijar-pijar.

Celakalah aku entah aku tinggal jauh di daerah Mesekh,*
entah jauh di perkemahan Kedar!

Aku masih tinggal terlalu dekat juga,*
pada orang yang membenci perdamaian.

Kalau aku, perdamaianlah yang kubicarakan,*
sedangkan mereka hanya peperangan.

Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.

Bacaan singkat (Im 20,26)

Hendaklah kamu kudus, sebab Aku Tuhanmu kudus. Aku telah memisahkan kamu dari bangsa-bangsa lain, supaya kamu menjadi milikKu.

P: Berbahagialah bangsa yang Allahnya Tuhan.
U: Umat yang terpilih menjadi milikNya.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SENIN IV SORE

Madah

Allah pencipta semesta
Yang mengatur segalanya
Siang Kauhiasi terang
Malam Kaujadikan tenang.

S'moga istirahat kami
Membuat kuat kembali
Jiwa raga yang tertekan
Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah
Malam mendekatlah sudah
Kami menyanyikan lagu
Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.

Mazmur 135 (136) - I

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Allah segala dewata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan segala penguasa,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Sebab hanya Tuhanlah yang mengerjakan karya agung,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang menciptakan langit dengan bijaksana,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Kepada Tuhan yang membentangkan bumi di atas samudera raya,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang mebuat penerang yang besar,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Matahari untuk menguasai siang,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bulan dan bintang untuk menguasai malam,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.2: KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.

Mazmur 135 (136) - II

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membunuh anak sulung Mesir,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang mengantar umat Israel ke luar dari Mesir,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dengan tangan kuat dan lengan terentang,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang membelah Laut Merah,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang menyeberangkan umat Israel melalui air,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang mencampakkan Firaun dengan tentaranya ke dalam laut,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memimpin umatNya melintasi padang gurun,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang menaklukkan kerajaan besar,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang membunuh raja-raja termasyhur,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Sihon, raja bangsa Amori,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dan Og, raja negeri Basan,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberikan kerajaan mereka,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Menjadi milik pusaka Israel, hambaNya,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memperhatikan kemalangan kita,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Yang membebaskan kita dari para penindas,
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Tuhan yang memberi makan segala makhluk,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Bersyukurlah kepada Allah di surga,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.2: KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.

Bacaan Singkat (1Tes 3,12-13)

Semoga Tuhan mengembangkan kamu dalam cinta kasih yang melimpah kepada sesama umat dan kepada semua orang, seperti kamipun mengasihi kamu. Hendaknya Tuhan menguatkan hatimu, supaya kamu kudus dan tak bernoda di hadapan Allah dan Bapa kita, pada waktu Tuhan Yesus datang bersama semua orang kudusNya.

Lagu Singkat

P: Semoga doaku, ya Tuhan,* Tertuju kepadaMu. U: Semoga. P: Seperti asap dupa membubung ke hadiratMu. U. Tertuju kepadaMu. P: Kemuliaan. U: Semoga.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.

Doa Permohonan

Yesus tidak pernah meninggalkan orang yang berharap kepadaNya. Marilah kita menghadap Dia dengan rendah hati dan berdoa:
U: Allah kami, kabulkanlah doa kami.
P: Kristus Tuhan, cahaya dunia, sinarilah umatMu dengan terang cahayaMu,* agar kami mewartakan kepada semua bangsa rahasia agung iman kami.
P: Peliharalah semua imam dan para pelayan umatMu,* supaya dalam mewartakan Injil kepada orang lain, mereka sendiri mengabdi Engkau dengan setia.
P: Dengan darahMu Engkau telah mendamaikan dunia,* maka singkirkanlah segala percekcokan dan hentikanlah peperangan.
P: Bantulah para suami isteri dengan kelimpahan rahmatMu,* supaya mereka menampakkan hubungan mesra antara Engkau dan Gereja.
P: Ampunilah dosa semua orag yang telah meninggal,* dan hiburlah mereka dalam belaskasihanMu bersama para kudus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Yesus, tinggallah kiranya bersama kami, karena hari sudah hampir malam. Sertailah kami di jalan, kobarkanlah hati kami dan bangkitkanlah pengharapan kami. Semoga kami mengenal Engkau dalam sabda Kitab suci dan dalam perjamuan ekaristi bersama saudara-saudara kami. Sebab Engkaulah pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santa Etheldreda

Pengaku Iman

Santa Etheldreda yang disebut juga “Santa Audrey”, lahir di Exning, Suffolk, Inggris kira-kira pada tahun 630. Ia adalah puteri Raja Anna dari Anglia Timur dan saudara St. Sexburga, St. Ethelburga dan St. Withburga.

Walaupun Santa Etheldreda menikah dua kali-keduanya karena alasan kenegaraan, ia tetap bersikeras menghayati kaul kemurnian hidup bagi Allah. Suaminya yang pertama setuju menjalankan pantang perkawinan demi tagaknya kaul kemurnian itu. Ketika suaminya meninggal, ia mengundurkan diri ke Pulau Ely, salah satu wilayah yang berada di bawah kekuasaan Inggris. Disini Etheldreda menyepi seorang diri dalam khlawat yang mendalam.

Di kemudian hari, dia memenuhi keinginan keluarganya, ia menikah lagi dengan Pangeran Muda Egfrid dari Northumbria. Mulanya, Etheldreda sanggup menjalankan kaul kemurnian tanpa ada gugatan dari Egfrid suaminya; namun ketika Egfrid menjadi Raja Northumbria, ia menuntut Etheldreda agar memenuhi kewajibannya sebagai isteri. Ia menuntut penghayatan hidup perkawianan yang sungguh-sungguh sebagaimana layaknya suami dan isteri. Dengan tegas Etheldreda menolak tuntutan Egfrid itu karena ia tidak sudi mengkhianati kaulnya. Ia meminta bantuan Santo Wilfrid, Uskup York, untuk mendukung pendiriannya dan memperkuat keputusannya. Dengan dukungan Winfrid, Etheldreda kembali ke Ely untuk bertapa dan berdoa. Disana ia mendirikan sebuah biara pada tahun 673. Sebagai abbas, ia memimpin biaranya dengan aturan hidup yang keras.

Etheldreda meninggal dunia pada tanggal 23 Juni 679 di Pulau Ely. Jenazahnya dikuburkan di Ely. Konon terjadi banyak sekali mukzijat di kuburnya.

Santo Yosef Kafasso

Pengaku Iman

Yosef Kafasso lahir di Kastenuovo d’Asti di Piemonte pada tanggal 15 Januari 1811. Pendidikan sekolah menengahnya berlangsung di Chieri. Pada mulanya dia diolok-olok kawan-kawannya karena badannya bungkuk dan kecil. Tetapi ia baik hati dan ramah kepada semua kawannya. Maka lama-kelamaan ia mulai dicintai oleh mereka.

Pada umur 20 tahun, Kafasso ditabhiskan menjadi imam. Untuk melanjutkan studinya, ia tinggal di kediaman pastor-pastor di Torino. Disini ia diangkat menjadi pemimpin rumah dan menjadi Pastor Kepala. Semboyannya yang terkenal ialah “membantu sebanyak mungkin orang untuk masuk ke surga.”

Salah satu muridnya yang terkenal ialah Santo Yohanes Don Bosco. Bersama Don Bosco, ia mengunjungi rumah-rumah piatu dan merawat anak-anak itu dengan penuh cinta. Ia menaruh perhatian besar terhadap perlayanan Sakramen Pengampunan bagi para tahanan, khususnya mereka yang dijatuhi hukuman mati. Kepada orang-orang ini, ia memberikan bimbingan rohani yang sungguh meneguhkan hati, sehingga mereka menjalani hukuman mati itu dengan iman yang teguh. Oleh bimbingannya pun para tahanan merasakan suatu ketenangan batin yang membahagiakan sehingga mereka dapat mati dengan tenang.

Tentang sifat Kafasso, Don Bosco memberi kesaksian, bahwa sebagai pemimpin para imam dan penasehat kawan-kawannya, Kafasso memadukan dalam dirinya sifat-sifat unggul Santo Aloysius Gonzaga, Vinsensius a Paulo, Karolus Borromeus dan Alfonsus Ligouri. Setelah lama berkarya sebagai abdi Allah dan sesamanya, ia meninggal dunia pada tanggal 23 Juni 1860.