Selasa, 1 Juli 2031

Hari Raya S. Petrus dan Paulus

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 12:1-11

Kira-kira pada waktu itu raja Herodes mulai bertindak dengan keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat, bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia melanjutkan perbuatannya itu dan menyuruh menahan Petrus. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah. Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai. Selain itu prajurit-prajurit pengawal sedang berkawal di muka pintu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam ruang itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya: "Bangunlah segera!" Maka gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Lalu kata malaikat itu kepadanya: "Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!" Iapun berbuat demikian. Lalu malaikat itu berkata kepadanya: "Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!" Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu, bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat kawal pertama dan tempat kawal kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar, mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Dan setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapkan orang Yahudi."

Mazmur Tanggapan Mazmur 34:2-9

(34-3) Karena TUHAN jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.
(34-4) Muliakanlah TUHAN bersama-sama dengan aku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya!
(34-5) Aku telah mencari TUHAN, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan aku dari segala kegentaranku.
(34-6) Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu.
(34-7) Orang yang tertindas ini berseru, dan TUHAN mendengar; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.
(34-8) Malaikat TUHAN berkemah di sekeliling orang-orang yang takut akan Dia, lalu meluputkan mereka.
(34-9) Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya TUHAN itu! Berbahagialah orang yang berlindung pada-Nya!
(34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Bacaan Kedua 2 Timotius 4:6-8,17-18

Mengenai diriku, darahku sudah mulai dicurahkan sebagai persembahan dan saat kematianku sudah dekat. Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman. Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya kepadaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya. tetapi Tuhan telah mendampingi aku dan menguatkan aku, supaya dengan perantaraanku Injil diberitakan dengan sepenuhnya dan semua orang bukan Yahudi mendengarkannya. Dengan demikian aku lepas dari mulut singa. Dan Tuhan akan melepaskan aku dari setiap usaha yang jahat. Dia akan menyelamatkan aku, sehingga aku masuk ke dalam Kerajaan-Nya di sorga. Bagi-Nyalah kemuliaan selama-lamanya! Amin.

Bacaan Injil Matius 16:13-19

Setelah Yesus tiba di daerah Kaisarea Filipi, Ia bertanya kepada murid-murid-Nya: "Kata orang, siapakah Anak Manusia itu?" Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia dan ada pula yang mengatakan: Yeremia atau salah seorang dari para nabi." Lalu Yesus bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Simon Petrus: "Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup!" Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga. Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya. Kepadamu akan Kuberikan kunci Kerajaan Sorga. Apa yang kauikat di dunia ini akan terikat di sorga dan apa yang kaulepaskan di dunia ini akan terlepas di sorga."

Renungan

Yang Baru Terbaca Belakangan

Ada hal yang baru bisa kita baca sesudah lewat. Waktu mengalaminya, semuanya terasa biasa, bahkan gelap. Baru setahun kemudian, sambil menengok ke belakang, kita berkata: ternyata di situ Tuhan sedang menolong.

Petrus mengalaminya persis begitu. Malam sebelum dihukum, ia tidur terbelenggu dua rantai di antara dua prajurit. Malaikat datang, rantai gugur, pintu besi terbuka sendiri. Anehnya, Petrus tidak merasa sedang ditolong. Ia mengikuti saja, "tidak tahu bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan."

Baru di ujung jalan, ketika malaikat pergi dan udara malam menampar wajahnya, ia sadar: "Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya."

Sementara itu, di sudut lain kota, jemaat sedang berdoa dengan tekun untuk dia. Mereka pun tidak tahu doa itu sedang dijawab pada saat itu juga.

Kita sering menuntut Tuhan tampak jelas saat ini juga. Kita mau bukti yang bisa dipegang, jawaban yang bisa dibaca hari ini. Padahal pertolongan-Nya kerap begitu: kita lewati dulu dalam kebingungan, baru kita mengerti kemudian. Dan sering yang menolong kita justru ada di tempat yang tak kita lihat, seperti jemaat yang berdoa di sudut lain kota itu.

Coba tengok setahun ke belakang. Rantai mana yang dulu gugur tanpa kita sadari?

Tuhan, banyak pertolongan-Mu baru kubaca sesudah lewat. Bukalah mataku untuk mengenali tangan-Mu, bahkan pada hari ini. Amin.

Invitatorium

SELASA I PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan Selasa dalam Pekan Biasa
Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di tahun-tahun mendatang,

Perlindungan kami dari badai yang dahsyat,

Dan rumah kekal kami.
Di bawah naungan takhta-Mu

Para kudus-Mu telah tinggal dengan aman;

Cukuplah lengan-Mu sendiri,

Dan pertahanan kami pasti.
Sebelum gunung-gunung berdiri teratur,

Atau bumi menerima bentuknya,

Dari kekal Engkau adalah Allah,

Sama sampai tahun-tahun tak berkesudahan.
Seribu abad di mata-Mu

Seperti malam yang telah berlalu;

Singkat seperti jaga yang mengakhiri malam

Sebelum matahari terbit.
Waktu, seperti aliran yang terus bergulir,

Membawa semua hidup kami pergi;

Mereka terbang, terlupakan, seperti mimpi

Mati pada awal hari.
Ya Allah, Penolong kami di masa lalu,

Harapan kami di tahun-tahun mendatang,

Jadilah pelindung kami selagi masalah berlangsung,

Dan rumah kekal kami.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Mazmur 102

Kerinduan dan doa seorang buangan

Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).

I
Ya Tuhan, dengarkanlah doaku

dan biarlah seruanku minta tolong sampai kepada-Mu.

Janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku

pada hari kesesakanku.

Condongkanlah telinga-Mu kepadaku

dan jawablah aku dengan cepat ketika aku berseru.
Sebab hari-hariku lenyap seperti asap,

tulang-tulangku terbakar seperti api.

Hatiku layu seperti rumput.

Aku lupa makan rotiku.

Aku berseru dengan segenap kekuatanku

dan kulitku melekat pada tulang-tulangku.
Aku telah menjadi seperti burung undan di padang gurun,

seperti burung hantu di tempat-tempat sunyi.

Aku berbaring terjaga dan aku meratap

seperti burung kesepian di atap.

Sepanjang hari musuh-musuhku mencela aku;

mereka yang membenci aku menggunakan namaku sebagai kutukan.
Roti yang kumakan adalah abu;

minumanku bercampur dengan air mata.

Dalam kemarahan-Mu, Tuhan, dan murka-Mu

Engkau telah mengangkat aku dan menjatuhkan aku.

Hari-hariku seperti bayangan yang berlalu

dan aku layu seperti rumput.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.

Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

II
Tetapi Engkau, ya Tuhan, akan kekal selama-lamanya

dan nama-Mu dari zaman ke zaman.

Engkau akan bangkit dan berbelas kasihan kepada Sion:

sebab inilah waktunya untuk berbelas kasihan;

ya, waktu yang telah ditentukan telah tiba

sebab hamba-hamba-Mu mencintai batu-batunya,

tergerak oleh belas kasihan bahkan untuk debunya.
Bangsa-bangsa akan takut akan nama Tuhan

dan semua raja bumi akan kemuliaan-Mu,

ketika Tuhan akan membangun Sion kembali

dan menampakkan diri dalam segala kemuliaan-Nya.

Maka Ia akan berpaling kepada doa orang-orang yang tak berdaya;

Ia tidak akan meremehkan doa-doa mereka.
Biarlah ini ditulis untuk zaman yang akan datang

agar umat yang belum lahir dapat memuji Tuhan;

sebab Tuhan mencondongkan diri dari tempat kudus-Nya yang tinggi.

Ia memandang dari surga ke bumi

agar Ia dapat mendengar rintihan para tahanan

dan membebaskan mereka yang dihukum mati.
Anak-anak hamba-hamba-Mu akan tinggal tanpa gangguan

dan keturunan mereka akan bertahan di hadapan-Mu

agar nama Tuhan dapat diumumkan di Sion

dan pujian-Nya di hati Yerusalem,

ketika bangsa-bangsa dan kerajaan-kerajaan berkumpul bersama

untuk memberikan penghormatan mereka kepada Tuhan.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.

Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

III
Ia telah mematahkan kekuatanku di tengah jalan;

Ia telah mempersingkat hari-hari hidupku.

Aku berkata kepada Allah: “Janganlah Engkau mengambil aku

sebelum hari-hariku genap,

Engkau, yang hari-hari-Nya kekal dari zaman ke zaman.
Dahulu kala Engkau mendirikan bumi

dan langit adalah karya tangan-Mu.

Mereka akan binasa tetapi Engkau akan tetap ada.

Mereka semua akan usang seperti pakaian.

Engkau akan mengubahnya seperti pakaian yang diganti.

Tetapi Engkau tidak berubah, tidak pula berkesudahan.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, Engkau hidup di hati para kudus-Mu, dan demikianlah Engkau membangun Sion. Semoga Engkau selalu menunjukkan kebesaran-Mu melalui karya-karya baik mereka.

Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah, umat-Ku, pengajaran-Ku.

Condongkanlah telinga kepada perkataan yang Kuucapkan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pertama Samuel

17:57-18:9, 20-30

Kecemburuan Saul terhadap Daud
Ketika Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu, Abner mengambilnya dan mempersembahkannya kepada Saul. Daud masih memegang kepala orang Filistin itu. Saul kemudian bertanya kepadanya, “Anak siapakah engkau, pemuda?” Daud menjawab, “Aku adalah anak hamba-Mu Isai dari Betlehem.”

Pada saat Saul dan Daud mendekat (setelah Daud kembali dari membunuh orang Filistin itu), para wanita keluar dari setiap kota Israel untuk menyambut Raja Saul, bernyanyi dan menari, dengan rebana, lagu-lagu gembira, dan sistrum. Para wanita bermain dan bernyanyi:
“Saul telah membunuh ribuan,

dan Daud puluhan ribu.”
Saul sangat marah dan kesal dengan lagu itu, karena ia berpikir: “Mereka memberi Daud puluhan ribu, tetapi hanya ribuan kepadaku. Semua yang tersisa baginya adalah kerajaan.”
Sekarang Mikhal, putri Saul, mencintai Daud, dan ini dilaporkan kepada Saul, yang senang akan hal ini, karena ia berpikir, “Aku akan menyerahkannya kepadanya untuk menjadi jerat baginya, agar orang Filistin dapat menyerangnya.” Saul kemudian memerintahkan hamba-hambanya untuk berbicara kepada Daud secara pribadi dan berkata: “Raja menyukai engkau, dan semua perwiranya mencintai engkau. Engkau harus menjadi menantu raja.” Tetapi ketika hamba-hamba Saul menyebutkan ini kepada Daud, ia berkata: “Apakah menurutmu mudah menjadi menantu raja? Aku miskin dan tidak berarti.”
Ketika hamba-hambanya melaporkan kepadanya sifat jawaban Daud, Saul memerintahkan mereka untuk mengatakan ini kepada Daud: “Raja tidak menginginkan harga lain untuk pengantin wanita selain kulit khatan seratus orang Filistin, agar ia dapat membalas dendam kepada musuh-musuhnya.” Saul bermaksud dengan cara ini untuk menyebabkan kematian Daud melalui orang Filistin. Ketika hamba-hambanya melaporkan tawaran ini kepada Daud, ia senang dengan prospek menjadi menantu raja. Daud membuat persiapan dan menyerbu keluar dengan anak buahnya dan membunuh dua ratus orang Filistin. Ia membawa kembali kulit khatan mereka dan menghitungnya di hadapan raja, agar ia dapat menjadi menantu raja. Maka Saul memberinya Mikhal, putrinya, sebagai istri.
Saul demikian mengakui bahwa Tuhan menyertai Daud; selain itu, putrinya sendiri Mikhal mencintai Daud. Oleh karena itu Saul semakin takut kepada Daud .

RESPONSORIUM Mazmur 56:2, 4, 14

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab manusia menginjak-injak aku; sepanjang hari mereka menganiaya aku dengan serangan-serangan mereka yang terus-menerus.

Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Sebab Engkau telah menyelamatkan jiwaku dari kematian dan Engkau telah menjaga kakiku dari tersandung.

Aku menaruh kepercayaanku pada-Mu.
Bacaan Kedua

Dari risalah tentang Kesempurnaan Kristiani oleh Santo Gregorius dari Nyssa, uskup.

Kristus harus nyata dalam seluruh hidup kita
Kehidupan Kristiani memiliki tiga aspek pembeda: perbuatan, perkataan, dan pikiran. Pikiran datang lebih dahulu, kemudian perkataan, karena perkataan kita secara terbuka mengungkapkan kesimpulan batin pikiran. Akhirnya, setelah pikiran dan perkataan, datanglah tindakan, karena perbuatan kita melaksanakan apa yang telah dikandung oleh pikiran. Jadi, ketika salah satu dari ini menghasilkan tindakan atau perkataan atau pikiran kita, kita harus memastikan bahwa semua pikiran, perkataan, dan perbuatan kita dikendalikan oleh cita-cita ilahi, wahyu Kristus. Sebab, barulah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak akan kurang dari kemuliaan implikasinya.
Lalu, apa yang harus kita lakukan, kita yang telah dianggap layak menyandang nama Kristus? Setiap kita harus memeriksa pikiran, perkataan, dan perbuatan kita, untuk melihat apakah semuanya diarahkan kepada Kristus atau berpaling dari-Nya. Pemeriksaan ini dilakukan dengan berbagai cara. Perbuatan atau pikiran atau perkataan kita tidak selaras dengan Kristus jika muncul dari nafsu. Maka, semuanya itu menanggung tanda musuh yang mengotori mutiara hati dengan lumpur nafsu, meredupkan bahkan menghancurkan kilau permata yang berharga itu.
Di sisi lain, jika semuanya itu bebas dan tidak tercemar oleh setiap kecenderungan nafsu, semuanya itu diarahkan kepada Kristus, penulis dan sumber kedamaian. Ia seperti aliran yang murni, tidak tercemar. Jika Engkau mengambil dari-Nya pikiran dalam benak-Mu dan kecenderungan hati-Mu, Engkau akan menunjukkan kemiripan dengan Kristus, sumber dan asal-Mu, seperti air yang berkilau dalam bejana menyerupai air mengalir dari mana ia diperoleh.
Sebab kemurnian Kristus dan kemurnian yang nyata dalam hati kita adalah identik. Kemurnian Kristus, bagaimanapun, adalah mata air; kemurnian kita memiliki sumbernya di dalam Dia dan mengalir dari Dia. Hidup kita dicap dengan keindahan pikiran-Nya. Manusia batiniah dan lahiriah diselaraskan dalam semacam musik. Pikiran Kristus adalah pengaruh pengendali yang menginspirasi kita untuk kesederhanaan dan kebaikan dalam perilaku kita. Sebagaimana yang kulihat, kesempurnaan Kristiani terdiri dari ini: berbagi gelar-gelar yang mengungkapkan makna nama Kristus, kita mengeluarkan makna ini dalam pikiran, doa, dan cara hidup kita.

RESPONSORIUM Kolose 3:17; Roma 14:7

Apa pun yang kamu lakukan dalam perkataan dan perbuatan,

lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.
Tidak seorang pun dari kita hidup hanya untuk dirinya sendiri,

dan tidak seorang pun dari kita mati hanya untuk dirinya sendiri.

Lakukanlah semuanya dalam nama Tuhan Yesus.

DOA PENUTUP

Anugerahkanlah, ya Tuhan,

agar kami senantiasa menghormati dan mencintai nama-Mu yang kudus,

sebab Engkau tidak pernah mencabut bimbingan-Mu

dari mereka yang Engkau teguhkan di atas dasar kasih-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Marilah menghadap Tuhan dengan sukacita.

Madah

Bapa penguasa waktu

Lihat kini fajar baru

Mulai memancarkan sinar

Lambang cahaya yang benar.
Rahmat baru ditawarkan

Terselubung kejadian

Yang menyampaikan undangan

Untuk berbakti berkurban.
Kami sambut kesempatan

Melayani Kristus Tuhan

Yang hadir dalam sesama

Tersembunyi namun nyata.
S’moga pengabdian kami

Dijiwai Roh Illahi

Dijadikan karya Putra

Demi kemuliaan Bapa. Amin.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*

perhatikanlah permohonanku.
Demi kesetiaan-Mu jawablah aku,*

kabulkanlah doaku demi keadilan-Mu.
Janganlah mengajukan daku ke pengadilan-Mu,*

karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapan-Mu.
Sebab musuh mengejar aku,*

dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.
Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*

tiada bedanya aku dengan orang mati.
Semangatku lemah lesu dalam batinku,*

hatiku membeku dalam diriku.
Maka teringatlah aku akan masa lampau,+

aku mengenangkan segala karya-Mu,*

dan merenungkan perbuatan tangan-Mu.
Aku menadahkan tanganku kepada-Mu,*

aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.
Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*

sebab habislah semangatku, ya Allah.
Janganlah wajah-Mu Kaupalingkan dari padaku,*

jangan sampai aku turun ke liang kubur.
Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar,*

sebab kepada-Mu aku percaya.
Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*

sebab kepada-Mu kuarahkan hatiku.
Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*

sebab pada-Mu aku berteduh.
Ajarlah aku melaksanakan kehendak-Mu,*

sebab Engkaulah Allahku.
Semoga kebaikan hati-Mu menuntun daku,*

di jalan yang rata.
Demi nama-Mu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*

demi keadilan-Mu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.1: Semoga aku mengalami kasih setia-Mu di waktu fajar, ya Tuhan.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Yes 66,10-14a
Bergembiralah atas Yerusalem,+

bersorak-sorailah karena Sion,*

hai Engkau semua yang mencintai dia.
Bergirang dan bergembiralah,*

hai Engkau semua yang dulu berkabung bersama dia.
Semoga Engkau dihibur dalam pelukannya yang mesra,*

dan dipuaskan dalam luapan kemuliaannya.
Sebab, demikianlah firman Tuhan,+

kesejahteraan -Kualirkan ke Yerusalem bagaikan sungai,*

dan kemuliaan para bangsa -Kulimpahkan kepadanya bagaikan bengawan.
Bagaikan bayi Engkau akan digendong,*

Engkau akan dibelai-belai dan dipangku.
Seperti seorang ibu menghibur anaknya,*

demikianpun Aku akan menghibur Engkau.
Mengalami itu, Engkau akan bersukaria,*

dan Engkau akan mekar laksana bunga.

Ant.2: Tuhan mengalirkan kesejahteraan ke Yerusalem bagaikan sungai.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Mazmur 146 (147A)
Betapa indahnya memuji Allah kami,*

betapa manisnya meluhurkan Tuhan yang mulia.
Tuhan membangun kembali Yerusalem,*

Tuhan menghimpunkan umat Israel yang tercerai-berai.
Tuhan menghibur orang yang patah hati,*

dan menyembuhkan luka mereka.
Tuhan menentukan jumlah bintang,*

dan memberi nama kepada masing-masing.
Agunglah Tuhan kami dan mahakuasa,*

kearifan-Nya tidak terhingga.
Tuhanlah yang memberi hati kepada yang hina-dina,*

Ia menundukkan orang berdosa sampai ke debu.
Bernyanyilah bagi Tuhan dengan ucapan syukur,*

bermazmurlah bagi Allah dengan iringan kecapi.
Tuhanlah yang menutupi langit dengan awan,+

Ia menyediakan hujan bagi bumi,*

dan menumbuhkan rumput di lereng gunung.
Tuhanlah yang memberi makan kepada ternak,*

dan rezeki kepada burung gaggak.
Tuhan berkenan pada orang bukan karena kudanya yang cepat,*

bukan pula karen ototnya yang kuat,
tetapi Tuhan berkenan pada orang takwa,*

yang berharap pada kasih setia-Nya.

Ant.3: Betapa indahnya memuji Allah kami.

Bacaan Singkat (Rom 8,18-21)
Sengsara zaman ini tidak sebanding dengan kemuliaan, yang akan dinyatakan kepada kami. Segala makhluk dengan rindu menantikan saat kemuliaan anak-anak Allah dinyatakan. Karena semua makhluk takluk kepada kesia-siaan, bukan karena kehendaknya sendiri, melainkan karena Dia yang telah menaklukkannya. Tetapi semua makhluk masih mempunyhai pengharapan akan dibebaskan dari belenggu kebinasaan, untuk memperoleh kebebasan mulia anak-anak Allah.
Lagu Singkat
P: Pagi hari, ya Tuhan,* Aku mengingat Engkau.

U: Pagi.

P: Sebab Engkau telah menjadi penolongku.

U: Aku mengingat Engkau.

P: Kemuliaan.

U: Pagi.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang Kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang Kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Maha Tinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tanamkanlah pengertian akan keselamatan dalam umat-Mu, ya Tuhan, dan ampunilah dosa kami.

Doa Permohonan

Allah menyelamatkan umat-Nya. Marilah kami memuji Dia dan berkata:

U: Engkaulah kehidupan kami, ya Tuhan.

P: Terpujilah Engkau, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, sebab dalam rahmat-Mu yang berlimpah Engkau melahirkan kami kembali kepada suatu hidup penuh pengharapan,* karena kebangkamin Yesus Kristus dari alam maut.

P: Manusia telah Kauciptakan menurut citra-Mu dan Kauperbaharui dalam Kristus,* maka ciptakanlah kami kembali menjadi serupa dengan Putera-Mu.

P: Hati kami sering menaruh kedengkian dan kebencian,* curahkanlah ke dalamnya cinta kasih, karunia Roh Kudus.

P: Berikanlah pada hari ini pekerjaan kepada para penganggur, rezeki kepada orang yang lapar, kegembiraan kepada yang berduka,* rahmat dan keselamatan kepada semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami pengertian sejati akan keselamatan, agar kami dapat mengabdi kepada-Mu tanpa takut dan berlaku Kudus dan jujur di hadapan-Mu seumur hidup. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS IV SIANG

Madah

Kita bersama memuji

Tuhan Allah Maha Suci

Yang mengurniakan rahmat

Kepada seluruh umat.
Kita menyatakan hormat

Pada Tuhan penyelamat

Sambil sujud mohon berkat

Agar tabah lagi kuat.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),153-160

Lihatlah sengsaraku dan bebaskanlah aku,*

sebab aku tidak lupa akan hukum-Mu.
Perjuangkanlah perkaraku dan tolonglah aku,*

hidupkanlah aku sesuai dengan janji-Mu.
Orang berdosa jauh dari keselamatan-Mu,*

sebab mereka tidak memperhatikan ketetapan-Mu.
Kasih setia-Mu melimpah, ya Tuhan,*

hidupkanlah aku seturut sabda-Mu.
Meskipun banyak yang mengejar dan membenci aku,*

namun aku tidak menyimpang dari peraturan-Mu.
Melihat orang murtad, aku merasa kesal,*

sebab mereka tidak berpegang pada perintah-Mu.
Lihatlah, Tuhan, betapa aku mencintai titah-Mu,*

hidupkanlah aku sesuai dengan kasih setia-Mu.
Firman-Mu seluruhnya benar, ya Allah kekal,*

keputusan-Mu seluruhnya adil.

Ant.1: Jika Engkau mengasihi Aku, laksanakanlah perintah-perintah-Ku, sabda Tuhan.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Mazmur 127 (128)

Berbahagialah setiap orang yang takwa,*

yang hidup sesuai dengan bimbingan Tuhan.
Engkau akan menikmati hasil jerih payahmu,*

hidupmu akan bahagia dan sejahtera.
Isterimu subur dalam rumahmu bagaikan pokok anggur,*

anak-anak-Mu mengelilingi mejamu bagaikan tunas zaitun.
Demikianlah suami yang takwa akan diberkati,*

semoga Tuhan memberkati engkau dari Sion.
Semoga engkau menikmati kemakmuran Yerusalem seumur hidup,*

dan melihat anak cucumu turun-temurun.

Ant.2: Semoga Tuhan memberkati engkau dan memperkenankan engkau menikmati kemakmuran seumur hidup.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Mazmur 128 (129)

Sejak masa mudaku aku sangat dianiaya,*

namun aku tidak dikalahkan.
Punggungku rasanya digarap bajak,*

alur demi alur punggungku digarap.
Semoga Tuhan yang adil,*

menghancurkan bajak itu.
Semoga mundurlah tersipu-sipu,*

semua orang yang membenci Sion.
Biarlah mereka seperti rumput di atas atap,*

yang menjadi layu sebelum dicabut,
yang tak akan digenggam oleh penyabit,*

tidak pula diberkas oleh penuai.
Mereka takkan mendengar salam “Berkat Tuhan bagimu”,*

tak ada yang memberkati mereka.

Ant.3: Tuhan menyerang musuh-musuhmu untuk membela engkau.

Bacaan singkat (Keb 1,1-2)

Cintailah kejujuran, hai para pemimpin umat. Satukanlah dirimu dengan Tuhan dalam kebaikan dan carilah Dia dengan tulus ikhlas. Sebab Tuhan ditemukan oleh orang yang tidak mencobai Dia, dan Ia menyatakan diri kepada orang yang percaya kepada-Nya.
P: Percayalah kepada Tuhan dan berbuatlah baik.

U: Tinggallah dalam tanah yang diberikan Tuhan.

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, padamu tidak ada yang gelap, tidak ada yang tersembunyi. Maka sinarilah kami dengan terang cahaya-Mu, supaya kami dapat mengenal kehendak-Mu dan mengikuti bimbingan-Mu dengan rela dan setia. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

KAMIS IV SORE

Madah

Yesus Kristus Putra Bapa

Yang menjadi manusia

Kaulah cahaya dunia

Yang mencerahkan semua.
Bila semuanya lenyap

Engkau akan tinggal tetap

Bila segalanya musnah

Engkau tetap berkuasa.
Bila fajar tampil lagi

Terbit hari yang abadi

Kau meraja selamanya

Berjaya bersama Bapa. Amin.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Mazmur 143 (144) – I
Terpujilah Tuhan, pelindungku,*

yang mengajar tanganku bertempur dan lenganku berperang.
Dialah pengasih dan pembelaku,*

Dialah benteng dan pembebasku.
Dialah panglimaku, pada-Nya aku berharap,*

Dialah yang menundukkan para bangsa kepadaku.
Ya Tuhan, apakah manusia, sehingga Kauperhatikan,*

siapakah dia, sehingga Kaupelihara?
Manusia sesungguhnya angin belaka,*

hari hidupnya laksana bayang berlalu.
Ya Tuhan, bungkukkanlah langit-Mu dan turunlah,*

sentuhlah gunung-gemunung, sehingga berasap.
Lontarkanlah kilat-Mu dan cerai-beraikanlah musuh,*

lepaskanlah panah-Mu dan kacau-balaukan mereka.
Ulurkanlah tangan-Mu dari surga,+

tariklah dan lepaskan daku dari banjir,*

dan dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.

Ant.1: Tuhanlah pengasih dan pembelaku, kepada-Nya aku berharap.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Mazmur 143 (144) – II
Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagi-Mu,*

dan bermazmur bagi-Mu dengan iringan kecapi.
Sebab Engkaulah yang memberikan kemenangan kepada raja-Mu,*

Engkaulah yang membebaskan Daud, hamba-Mu.
Luputkanlah aku dari pedang orang jahat,*

lepaskanlah aku dari tangan orang asing.
Mereka membualkan fitnah dan dusta,*

dan mengangkat tangan untuk bersumpah palsu.
Semoga para pemuda kami diberkati,*

tumbuh gagah bagaikan pohon pada masa mudanya.
Semoga para pemudi kami langsing bagaikan tiang berukir,*

bagaikan tiang hiasan istana.
Semoga lumbung kami penuh,*

berlimpahkan hasil bumi beraneka ragam.
Semoga domba kami berkembang biak beribu-ribu,+

bahkan berjuta-juta di padang kami,*

semoga ternak kami segar dan makmur semuanya.
Semoga tiada serbuan, tiada pula pembuangan,*

semoga tiada ratap tangis di kampung halaman kami.
Berbagialah bangsa yang demikian adanya,*

berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Tuhan.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Mengapa 11,17-18;12,10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*

Allah yang mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*

dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+

maka tibalah kemurkaan-Mu,*

tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+

yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*

baik yang kecil maupun yang besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+

kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*

telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*

yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anakdomba,*

dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*

oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Sekarang telah tiba keselamatan, kekuatan dan pemerintahan Allah kami.

Bacaan singkat (lh. Kol 1,23)

Hendaklah Engkau bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang. Jangan Engkau menyimpang dari pengharapan Ijil yang telah Engkau dengar, dan yang telah diwartakan kepada semua makhluk yang ada di bawah kolong langit.
Lagu Singkat
P: Tuhanlah gembalaku,* Aku takkan berkekurangan.

U: Tuhanlah.

P: Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

U: Aku takkan berkekurangan.

P: Kemuliaan.

U: Tuhanlah.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Tuhan memuaskan orang yang lapar akan keadilan dan melimpahi mereka dengan kebaikan.

Doa Permohonan

Kristuslah cahaya para bangsa dan kesukaan setiap makhluk. Marilah kami dengan gembira memanjatkan doa dan berkata:

U: Berilah terang, damai dan sejahtera, ya Tuhan.

P: Cahaya abadi dan sabda Bapa, Engkau datang menyelamatkan semua orang,* bimbinglah para calon baptis kami dan terangilah mereka.

P: Janganlah memperhatikan kejahatan kami, ya Tuihan,* sebab Engkau murah hati dan berbelaskasih.

P: Engkau memberi manusia kecakapan untuk menyelidiki rahasia alam guna mengatur dunia,* semoga ilmu dan karya manusia memuliakan Dikau dan membahagiakan semua orang.

P: Lindungilah mereka yang membaktikan diri demi kepentingan sadudara-saudaranya,* agar mereka bebas dan tanpa gangguan dapat menjalankan keryanya.

P: Tuhan, ingalah semua orang yang meninggal dengan harapan akan bangkit lagi,* dan hantarkanlah mereka kepada terang cahaya-Mu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sambutlah dengan rela ibadat sore kami ini. Semoga kami mengikuti jejak Putera-Mu, berbuat baik dengan sabar dan tekun serta menghasilkan buah berlimpah. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SELASA

Doa Tobat

P: Selama kusembunyikan dosaku, batinku tertekan,*
dan aku mengeluh sepanjang hari.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Aku mengakui dosaku di hadapanMu, Tuhan,*
dan kesalahanku tidak kusembunyikan.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Nasib orang berdosa sengsara belaka,*
tetapi orang yang percaya kepada Tuhan dilimpahi kasih setia.
U: Berbahagialah orang bila dosanya diampuni.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Mazmur 142 (143),1-11

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah permohonanku.

Demi kesetiaanMu jawablah aku,*
kabulkanlah doaku demi keadilanMu.

Janganlah mengajukan daku ke pengadilanMu,*
karena tak seorangpun dapat dibenarkan di hadapanMu.

Sebab musuh mengejar aku,*
dan mencampakkan nyawaku ke alam maut.

Ia menjebloskan daku ke dalam kegelapan,*
tiada bedanya aku dengan orang mati.

Semangatku lemah lesu dalam batinku,*
hatiku membeku dalam diriku.

Maka teringatlah aku akan masa lampau,+
aku mengenangkan segala karyaMu,*
dan merenungkan perbuatan tanganMu.

Aku menadahkan tanganku kepadaMu,*
aku haus akan Dikau bagaikan tanah yang tandus.

Ya Tuhan, datanglah segera dan jawablah aku,*
sebab habislah semangatku, ya Allah.

Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku,*
jangan sampai aku turun ke liang kubur.

Semoga aku mengalami kasih setiaMu di waktu fajar,*
sebab kepadaMu aku percaya.

Tunjukkanlah jalan yang harus kutempuh,*
sebab kepadaMu kuarahkan hatiku.

Bebaskanlah aku dari musuh, ya Tuhan,*
sebab padaMu aku berteduh.

Ajarlah aku melaksanakan kehendakMu,*
sebab Engkaulah Allahku.

Semoga kebaikan hatiMu menuntun daku,*
di jalan yang rata.

Demi namaMu, ya Tuhan, hidupkanlah aku,*
demi keadilanMu bebaskanlah aku dari musuh.

Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.

Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)

Waspadalah dan berjagalah! Sebab setan, musuhmu, berkeliling seperti singa yang mengaum-ngaum mencari mangsanya. Lawanlah dia, teguh dalam iman.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, terangilah malam ini dengan rahmatMu. Semoga kami tidur dengan aman sentosa dan bangun dengan semangat segar untuk menyambut fajar dan hari baru. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Santa Maria, bunda Kristus,
kami berlindung padamu.
Janganlah mengabaikan doa kami,
bila kami dirundung nestapa.
Bebaskanlah kami selalu
dari segala mara bahaya,
ya perawan yang terpuji.

Santo-Santa

Beato Oliver Plunkett

Uskup Agung dan Martir

Oliver Plunkett lahir di Loughcrew, County Meath, Irlandia pada tahun 1629. Pendidikan imamatnya berlangsung di Roma di bawah bimbingan pamannya yang telah lama menjadi imam. Pada tahun 1654, ia ditabhiskan menjadi imam. Karya imamatnya dimulai dengan mengajar teologi di Kolose Penyebaran Iman di Roma. Putera kelahiran Irlandia ini menjadi seorang imam yang pandai sekali dalam mengajar. Di Roma ia mewakili Uskup-uskup Irlandia di Takhta Suci. Pada tanggal 9 Juli 1669, Oliver diangkat menjadi Uskup Agung Armagh dan Primat Irlandia.

Dalam jabatannya itu Oliver terbukti menjadi seorang pemimpin Gereja yang patut diteladani. Dalam 4 tahun karyanya sebagai uskup, ia telah berhasil mempermandikan 48.000 menjadi Katolik. Jumlah ini menunjukkan suatu prestasi yang menakjubkan sekali dalam situasi penganiayaan umat Katolik Irlandia saat itu.

Selain giat dalam bidang pewartaan Injil dan Katekase, ia juga giat mengembangkan pendidikan Katolik, mengadakan sinode-sinode untuk mengatur hidup Gereja dan pengembangan iman umat, menabhiskan sejumlah imam dan mengawasi kegiatan imam-imamnya. Pemimpin Gereja Protestan mulai bersahabat dengan Gereja Katolik pada masa kepemimpinan Uskup Oliver Plunkett.

Di samping kegemilangan yang diraihnya, ada pula banyak tantangan terhadap karyanya. Ia terpaksa tinggal di suatu tempat persembunyian tatkala aksi perlawanan terhadap Gereja Katolik semakin menjadi-jadi. Pada bulan Desember 1678 Uskup Oliver ditangkap dan dipenjarakan karena tuduhan-tuduhan palsu dari Titus Oates. Titus menuduh Oliver mengorganisir para imam Yesuit untuk melancarkan perlawanan terhadap raja Charles II. Karena tuduhan ini, Oliver dihadapkan ke pengadilan Irlandia pada tahun 1680. pengadilan tidak berhasil menghukumnya karena tuduhan itu tidak benar. Oliver kemudian diadili lagi untuk kedua kalinya di hadapan pengadilan Inggris dengan tuduhan pengkhianatan. Ia dituduh membiayai suatu ekspedisi militer Perancis untuk menyerang Irlandia. Oliver yang tidak merasa melakukan hal itu tegas menolak tuduhan itu. Tetapi pihak pengadilan menjatuhkan hukuman atas diri Oliver tanpa ampun.

Uskup Oliver adalah salah satu tokoh Katolik terakhir yang mati digantung di Inggris karena imannya dan perjuangannya menyebarkan iman Katolik. Kematiannya pada tanggal 11 Juli 1681 menandai akhir suatu abad penganiayaan terhadap umat Katolik di Inggris.

Hari Raya Darah Yesus Yang MahaKudus

Hari Raya Darah Yesus Yang MahaKudus mau mengarahkan hati kita kepada makna peristiwa "Sengsara Yesus", yang diwarnai dengan penumpahan DarahNya yang Kudus demi keselamatan umat manusia. Seluruh umat diajak untuk merenungkan tentang mahalnya harga bayaran yang harus ditanggung oleh Kristus, sekaligus tentang rahasia cintakasihNya demi penebusan dosa umat manusia.

Dalam doa sebelum komuni, Gereja berdoa: "Kami menimba air dari Sumber Penyelamat kami dengan sukacita. Kami mohon, moga-moga darahMu menjadi bagi kami sumber air yang memancarkan kehidupan yang kekal."

Pesta ini diresmikan oleh Sri Paus Pius IX (1846-1878), sebagai tanda syukur atas peristiwa kembalinya Sri Paus ke Roma setelah pemberontakan dikalahkan. Ketika Paus Yohanes XXIII naik tahkta, beliau tidak saja meningkatkan pesta ini menjadi salah satu hari raya Gereja, tetapi juga menunjukkan devosi yang besar kepada Darah Yesus yang MahaKudus itu.

Harun, Imam Agung Israel

Harun atau Aaron dari Suku Levi adalah kakak Nabi Musa dan Imam Agung pertama dari bani Israel. Ia dikenal sebagai seorang yang pandai bicara. Ia ditentukan Allah untuk membantu Musa dalam tugasnya membebaskan Israel dari cengkeraman penindasan Firaun di Mesir. Ia diangkat Allah menjadi Imam Agung ketika bangsa Israel masih berada di Mesir (Kel 4:14-16).

Tugasnya sebagai pendamping Musa adiknya dilaksanakannya dengan baik. Ia tampil sebagai juru bicara Musa setiap kali mereka menghadap Firaun untuk menuntut pembebasan bangsa Israel (Kel 7:1-2). Selanjutnya setelah bangsa Israel diizinkan meninggalkan Mesir, Harun tetap setia mendampingi Musa untuk membimbing bangsa itu dalam perjalanan menuju Sinai, tempat mereka mempersembahkan kurban kepada Yahweh. Di Sinai, sesuai perintah Tuhan, Harun mendapat kesempatan istimewa untuk melihat Tuhan di atas gunung Sinai bersama Musa, Nadab dan Abihu serta tujuhpuluh orang dari tua-tua Israel (Kel 24:9-10).

Kemudian karena Musa sangat lama tinggal di atas gunung, bangsa Israel mulai mendesak Harun untuk menciptakan bagi mereka allah lain dalam bentuk patung lembu emas untuk disembah (Kel 32:1-6; 21-24). Seperti Musa, Harun tidak diperkenankan memasuki Tanah Terjanji Kanaan karena ketidakpercayaannya kepada Tuhan di sumber air Meriba (Bil 20:7-13).

Santo Pambo

Pertapa

Semenjak masa mudanya Pambo mengasingkan diri ke sebuah tempat pertapaan di gurun pasir Mesir. Hidupnya keras, sederhana dan serba kekurangan. Karena dia tidak pandai membaca, ia berguru pada seorang pertapa lain dalam hal membaca dan menghafal ayat-ayat Mazmur. Selain tidak pandai membaca, Pambo juga dikenal sebagai seorang pertapa yang tidak suka banyak bicara. Namun ia dikenal sebagai pembimbing rohani yang disenangi.

Apabila orang memintai nasehat dan bimbingan menganai suatu soal kerohanian, Pambo selalu meminta waktu terlebih dahulu untuk merenung dan berdoa. Maksudnya agar dia bisa memberi jawaban yang benar dan memuaskan sesuai dengan kehendak Allah. Santo Athanasius, Uskup Aleksandria, yang kagum akan kesalehan hidup Pambo, mengundang dia ke Aleksandria untuk memberi kesaksian tentang ke-Allah-an Kristus, berhadapan dengan ajaran sesat Arianisme yang merajalela di kalangan umat.

Kepada rekan-rekannya, Pambo mengatakan: "Berpuasa dan memberi derma dari hasil keringat sendiri amatlah mulia, namun itu belumlah cukup untuk menjadi seorang rahib yang berkenan kepada Allah". Pambo meninggal dunia pada tahun 390.

Santo Simeon Salos

Pengaku Iman

Simeon dijuluki 'Si Gila' (= ho Salos; Yun) sebab setelah bertapa selama 29 tahun di gurun dekat Laut Mati dan pulang ke Homs (Siria)., ia bertingkah seperti orang gila. Maksudnya supaya dia dianggap hina dan dapat berkawan dengan orang-orang yang paling dikucilkan masyarakat (gelandangan, orang lumpuh, pelacur, dll). Sikap seperti ini masih dihargai dan ditiru oleh sementara biarawan di Rusia.

Santo Teodorikus

Abbas

Teodorikus lahir di Menancourt, dekat Rheims, Perancis Selatan pada pertengahan abad V. Ketika menanjak dewasa, ia dipaksa mengawini seorang gadis yang disenangi oleh keluarganya. Teodorikus, karena rasa hormatnya yang tinggi kepada orang-tuanya , mengikuti saja keinginan mereka.

Tetapi setelah beberapa lama hidup bersama wanita itu sebagai suami-istri, dengan izin istrinya, Teodorikus meninggalkan keluarganya dan menjadi seorang calon imam di Rheims. Santo Remigius, uskup kota itu, menabhiskan dia menjadi imam dan mengangkatnya sebagai pimpinan komunitas biara Mont d'Or (= Gunung Emas) di Champagne.

Dibawah kepemimpinannya, biara Mont d'Or menjadi suatu pusat kegiatan keagamaan yang terkenal. Banyak orang yang berkunjung ke biara itu diteguhkan imannya setelah mendengar khotbah-khotbah Teodorikus. Setelah kematiannya pada tahun 533, penghormatan kepada Teodorikus tersebar diseluruh negara Perancis. Santo Teodorikus disebut juga dengan nama Santo Thierry.