Sabtu, 26 Juli 2031

S. Yoakim dan Anna

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Keluaran 24:3-8

Lalu datanglah Musa dan memberitahukan kepada bangsa itu segala firman TUHAN dan segala peraturan itu, maka seluruh bangsa itu menjawab serentak: "Segala firman yang telah diucapkan TUHAN itu, akan kami lakukan." Lalu Musa menuliskan segala firman TUHAN itu. Keesokan harinya pagi-pagi didirikannyalah mezbah di kaki gunung itu, dengan dua belas tugu sesuai dengan kedua belas suku Israel. Kemudian disuruhnyalah orang-orang muda dari bangsa Israel, maka mereka mempersembahkan korban bakaran dan menyembelih lembu-lembu jantan sebagai korban keselamatan kepada TUHAN. Sesudah itu Musa mengambil sebagian dari darah itu, lalu ditaruhnya ke dalam pasu, sebagian lagi dari darah itu disiramkannya pada mezbah itu. Diambilnyalah kitab perjanjian itu, lalu dibacakannya dengan didengar oleh bangsa itu dan mereka berkata: "Segala firman TUHAN akan kami lakukan dan akan kami dengarkan." Kemudian Musa mengambil darah itu dan menyiramkannya pada bangsa itu serta berkata: "Inilah darah perjanjian yang diadakan TUHAN dengan kamu, berdasarkan segala firman ini."

Mazmur Tanggapan Mazmur 50:1-2,5-6,14-15

Yang Mahakuasa, TUHAN Allah, berfirman dan memanggil bumi, dari terbitnya matahari sampai kepada terbenamnya.
Dari Sion, puncak keindahan, Allah tampil bersinar.
"Bawalah kemari orang-orang yang Kukasihi, yang mengikat perjanjian dengan Aku berdasarkan korban sembelihan!"
Langit memberitakan keadilan-Nya, sebab Allah sendirilah Hakim. Sela
Persembahkanlah syukur sebagai korban kepada Allah dan bayarlah nazarmu kepada Yang Mahatinggi!
Berserulah kepada-Ku pada waktu kesesakan, Aku akan meluputkan engkau, dan engkau akan memuliakan Aku." Sela

Bacaan Injil Matius 13:24-30

Yesus membentangkan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya: "Hal Kerajaan Sorga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Maka datanglah hamba-hamba tuan ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi maukah tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku."

Renungan

Menanam untuk Panen yang Tak Kita Lihat

Orang tua di desa sering menanam pohon yang buahnya tidak akan sempat mereka nikmati. Pohon kelapa, durian, jati. Mereka tahu itu, dan tetap menanam. "Biar cucu yang menikmati," katanya. Menanam untuk panen yang tak akan kita lihat sendiri adalah salah satu bentuk kasih yang paling murni.

Hari ini Gereja mengenang Santo Yoakim dan Santa Anna, orang tua Maria, kakek dan nenek Yesus. Mereka menanam iman dalam diri seorang anak perempuan, tanpa pernah tahu betapa besar buah yang kelak tumbuh darinya. Mereka menabur, generasi berikutnya yang menuai.

Injil hari ini pun berbicara tentang menabur dan menunggu. Tuan ladang menyuruh membiarkan gandum dan lalang tumbuh bersama sampai musim menuai, sebab panen ada waktunya sendiri, dan waktu itu bukan di tangan kita. Penabur yang baik harus rela menunggu lama, bahkan mungkin melampaui usianya.

Di bacaan pertama, Musa memeteraikan perjanjian dengan darah dan bangsa itu berjanji, "Segala firman TUHAN akan kami lakukan." Perjanjian itu diteruskan turun-temurun, dari satu generasi yang setia kepada generasi berikutnya, sampai kepada kita hari ini.

Iman yang kita miliki sekarang adalah panen dari benih yang ditanam tangan-tangan yang sudah lama tiada: orang tua, kakek nenek, guru-guru pertama.

Benih apa yang sedang kita tanam hari ini, untuk panen yang mungkin baru dituai cucu kita?

Tuhan, terima kasih untuk mereka yang menanam iman jauh sebelum aku ada. Jadikanlah aku penabur yang setia bagi generasi yang belum kulihat. Amin.

Invitatorium

SABTU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah mendengarkan suara Tuhan, supaya kita beristirahat bersama Allah.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Yakobus, Rasul.

Ya Allah, datanglah menolongku.

Tuhan, bersegeralah menolongku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman para Bapa kami! iman dan doa

Akan memenangkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa kami! kami akan mengasihi

Baik teman maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang berbudi.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa kami! iman dan doa

Akan memenangkan segala bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para bapa kami, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segalanya

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan cerita,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

perkataan mereka sampai ke batas-batas dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah jalannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.

Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.

Mazmur 64

Doa memohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, saat aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang jahat,

dari kerumunan orang-orang yang berbuat jahat.
Mereka mengasah lidah mereka seperti pedang;

mereka membidik kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembrono.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan memberi mereka luka-luka mendadak.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya.

Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala suku akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pulau bergembira.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai semua roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bergembira

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

Mahatinggi di atas seluruh bumi,

diagungkan jauh di atas semua roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang-orang jahat.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Mereka mewartakan pujian Tuhan, menceritakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan.

Dan tentang keajaiban yang telah Ia kerjakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari surat pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

4:1-16

Marilah kita meniru Rasul sebagaimana ia meniru Kristus
Hendaklah orang menganggap kami sebagai pelayan Kristus dan pengelola misteri-misteri Allah. Syarat pertama seorang pengelola adalah bahwa ia terbukti dapat dipercaya. Bagiku tidaklah penting apakah kamu atau pengadilan manusia mana pun menghakimiku. Aku bahkan tidak menghakimi diriku sendiri. Ingatlah, aku tidak punya apa-apa di hati nuraniku. Tetapi itu tidak berarti bahwa aku menyatakan diriku tidak bersalah. Tuhanlah yang akan menghakimiku, jadi berhentilah menghakimi sebelum waktu kedatangan-Nya. Ia akan menyingkapkan apa yang tersembunyi dalam kegelapan dan menyatakan niat hati. Pada waktu itu, setiap orang akan menerima pujiannya dari Allah.
Saudara-saudara, semua ini telah aku terapkan pada diriku sendiri dan Apolos sebagai contoh bagimu. Semoga kamu belajar dari kami untuk tidak melampaui apa yang telah ditetapkan, agar tidak seorang pun di antara kamu menjadi sombong karena hubungannya dengan seseorang daripada yang lain. Siapa yang memberikan perbedaan kepadamu? Sebutkan sesuatu yang kamu miliki yang tidak kamu terima. Jika, demikian, kamu telah menerimanya, mengapa kamu membual seolah-olah itu milikmu sendiri? Saat ini kamu benar-benar puas. Kamu telah menjadi kaya! Kamu telah memulai pemerintahanmu tanpa bantuan dari kami. Seandainya kamu benar-benar mulai memerintah, agar kami dapat memerintah bersamamu!
Menurut pandanganku, Allah telah menempatkan kami para rasul di akhir barisan, seperti orang-orang yang ditakdirkan untuk mati di arena. Kami telah menjadi tontonan bagi alam semesta, bagi malaikat dan manusia. Kami adalah orang-orang bodoh demi Kristus. Ah, tetapi dalam Kristus kamu bijaksana! Kami adalah yang lemah, kamu yang kuat! Mereka menghormati kamu, sementara mereka mencemooh kami! Sampai saat ini kami lapar dan haus, berpakaian buruk, diperlakukan kasar, berkeliaran tanpa rumah. Kami bekerja keras dengan tangan. Ketika kami dihina, kami membalas dengan berkat. Penganiayaan datang kepada kami; kami menanggungnya dengan sabar. Kami difitnah, dan kami mencoba rekonsiliasi. Kami telah menjadi sampah dunia, kotoran semua; itulah keadaan saat ini.
Aku menulis kepadamu dengan cara ini bukan untuk mempermalukanmu tetapi untuk menasihatimu sebagai anak-anakku yang terkasih. Memang kamu memiliki sepuluh ribu penjaga dalam Kristus, kamu hanya memiliki satu bapa. Akulah yang memperanakkan kamu dalam Kristus Yesus melalui pemberitaanku tentang Injil. Aku mohon kepadamu, jadilah peniru aku.

RESPONSORIUM Yohanes 15:15; Matius 13:11, 16

Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, tetapi sahabat-sahabat-Ku,

sebab segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku, telah Kuberitahukan kepadamu.
Misteri-misteri Kerajaan Surga telah dinyatakan kepadamu; berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar.

Sebab segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku, telah Kuberitahukan kepadamu.
Bacaan Kedua

Dari homili tentang Matius oleh Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Para partisipan dalam penderitaan Kristus
Anak-anak Zebedeus mendesak Kristus: Janjikanlah agar yang satu boleh duduk di sisi kanan-Mu dan yang lain di sisi kiri-Mu. Apa yang Ia lakukan? Ia ingin menunjukkan kepada mereka bahwa itu bukanlah karunia rohani yang mereka minta, dan bahwa jika mereka tahu apa yang terkandung dalam permintaan mereka, mereka tidak akan pernah berani melakukannya. Maka Ia berkata: Kamu tidak tahu apa yang kamu minta, yaitu, betapa besar dan mulianya hal itu dan betapa jauh melampaui jangkauan bahkan kuasa-kuasa surgawi. Kemudian Ia melanjutkan: Dapatkah kamu minum cawan yang harus Aku minum dan dibaptis dengan baptisan yang harus Aku jalani? Ia berkata: “Kamu berbicara tentang berbagi kehormatan dan pahala dengan-Ku, tetapi Aku harus berbicara tentang perjuangan dan kerja keras. Sekarang bukanlah waktu untuk pahala atau waktu untuk kemuliaan-Ku dinyatakan. Kehidupan duniawi adalah waktu untuk pertumpahan darah, perang, dan bahaya.”
Perhatikan bagaimana dengan cara bertanya-Nya Ia menasihati dan menarik mereka. Ia tidak berkata: “Dapatkah kamu menghadapi pembantaian? Dapatkah kamu menumpahkan darahmu?” Bagaimana Ia mengajukan pertanyaan-Nya? Dapatkah kamu minum cawan itu? Kemudian Ia membuatnya menarik dengan menambahkan: yang harus Aku minum, agar prospek berbagi dengannya membuat mereka lebih bersemangat. Ia juga menyebut penderitaan-Nya sebagai baptisan, untuk menunjukkan bahwa itu akan menghasilkan pembersihan besar bagi seluruh dunia. Para murid menjawab-Nya: Kami bisa! Semangat membuat mereka menjawab dengan cepat, meskipun mereka sebenarnya tidak tahu apa yang mereka katakan tetapi masih berpikir mereka akan menerima apa yang mereka minta.
Bagaimana Kristus menjawab? Kamu memang akan minum cawan-Ku dan dibaptis dengan baptisan-Ku. Ia benar-benar menubuatkan berkat besar bagi mereka, karena Ia memberi tahu mereka: “Kamu akan dianggap layak mati syahid; kamu akan menderita apa yang Aku derita dan mengakhiri hidupmu dengan kematian yang kejam, sehingga berbagi segalanya dengan-Ku. Tetapi tempat duduk di kanan dan kiri-Ku bukanlah milik-Ku untuk diberikan; itu milik mereka yang telah dipersiapkan oleh Bapa.” Demikianlah, setelah mengangkat pikiran mereka ke tujuan yang lebih tinggi dan mempersiapkan mereka untuk menghadapi dan mengatasi semua yang akan membuat mereka hancur, Ia meluruskan permintaan mereka.
Kemudian kesepuluh murid lainnya menjadi marah kepada kedua saudara itu. Lihatlah betapa tidak sempurnanya mereka semua: kedua orang yang mencoba mendahului kesepuluh murid lainnya, dan kesepuluh murid yang cemburu pada kedua orang itu! Tetapi, seperti yang kukatakan sebelumnya, tunjukkanlah mereka kepadaku di kemudian hari dalam hidup mereka, dan kamu akan melihat bahwa semua dorongan dan perasaan ini telah lenyap. Bacalah bagaimana Yohanes, orang yang di sini meminta tempat pertama, akan selalu menyerah kepada Petrus ketika menyangkut pemberitaan dan melakukan mukjizat dalam Kisah Para Rasul. Yakobus, pada bagiannya, tidak akan hidup lebih lama lagi; karena sejak awal ia diilhami oleh semangat yang besar dan, mengesampingkan semua tujuan yang murni manusiawi, naik ke ketinggian yang begitu mulia sehingga ia segera menderita mati syahid.

RESPONSORIUM

Orang-orang ini, selagi di bumi, mendirikan Gereja Kristus dengan darah mereka sendiri.

Mereka minum cawan Tuhan dan menjadi sahabat-sahabat Allah.
Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke batas-batas dunia.

Mereka minum cawan Tuhan dan menjadi sahabat-sahabat Allah.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah Mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Paduan suara para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan penuntun.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka Kerajaan Surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Allah yang Mahakuasa dan kekal,

yang menguduskan buah sulung

para Rasul-Mu dengan darah Santo Yakobus,

kami mohon, semoga Gereja-Mu dikuatkan

oleh pengakuan imannya

dan senantiasa ditopang oleh perlindungannya.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Kristus cahaya dunia
Terbitlah bagaikan surya
Datanglah, kami menunggu
Kami siap menyambutMu.

Kristus Anakdomba Paska
Yang dibunuh namun jaya
Datanglah, kami menanti
Sudah rindu hati kami.

Kristus gembala utama
Yang wafat membela domba
Datanglah, jangan terlambat
Kami mendambakan slamat.

Terpujilah Yesus Kristus
Dengan Bapa dan Roh kudus
Yang hidup dan berkuasa
Kini dan sepanjang masa. Amin.

Ant.1: Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.

Mazmur 91 (92)

Betapa baiklah bersyukur kepada Tuhan,*
memuji namaMu, Allah yang mahatinggi;

mewartakan kasihMu pagi hari,*
dan kesetiaanMu di waktu malam:

dengan membunyikan gambus dan kecapi,*
dengan iringan celempung.

Sebab Engkau menggembirakan daku dengan karyaMu yang agung,*
aku bersorak-sorai karena perbuatan tanganMu.

Betapa agung pekerjaanMu, ya Tuhan,*
betapa luhur segala rencanaMu.

Orang bodoh tidak dapat menyadarinya,*
orang dungu tidak akan mengerti.

Biarpun orang jahat meriap seperti rumput,+
dan orang durhaka berkembang pesat,*
namun mereka akan binasa selama-lamanya.

Sedangkan Engkau, ya Tuhan,*
Engkau luhur selama-lamanya.

Sebab para musuhMu akan binasa,*
para penjahat Kaucerai-beraikan.

Tetapi aku Kaujadikan kuat seperti banteng,*
dan Kauurapi dengan minyak yang harum mewangi.

Orang jujur bertumbuh bagaikan palma,*
berkembang bagaikan pohon jati.

Mereka ditanam dekat bait Tuhan,*
bertunas di pelataran rumah Allah.

Pada masa tuapun mereka masih berbuah,*
dan tetap subur dan segar.

Mereka mewartakan, betapa adillah Tuhan pelindungku,*
tak ada kecurangan padaNya.

Ant.1: Betapa baiklah memuji namaMu, Allah yang mahatinggi, dan mewartakan kasihMu pagi hari.

Ant.2: Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.

Yeh 36,24-28

Aku akan menghimpunkan kamu dari antara semua bangsa,*
dan mengantar kamu kembali ke tanah airmu.

Aku akan mereciki kamu dengan air suci,+
maka sucilah kamu dari segala kenajisan,*
dan kamu akan Kulepaskan dari semua berhalamu.

Kamu akan Kuberi hati yang baru,*
dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.

Hati yang membatu akan Kuambil dari batinmu,*
dan kamu akan Kuberi hati yang lembut.

RohKu akan Kucurahkan ke dalam batinmu,*
sehingga kamu hidup menurut ketetapanKu dan melaksanakan hukumKu.

Maka kamu akan mendiami tanah,*
yang telah Kuanugerahkan kepada leluhurmu.

Dan kamu akan menjadi umatKu,*
dan Aku menjadi Allahmu.

Ant.2: Kamu akan Kuberi hati yang baru dan semangat baru Kutempatkan dalam batinmu.

Ant.3 Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.

Mazmur 8

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

KeagunganMu luhur mengatasi langit,+
mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu,*
untuk membungkam musuh dan lawanMu.

Jika kupandang langitMu, karya jariMu,*
bulan dan bintang yang Kauciptakan:

Apakah manusia sehingga Kauperhatikan,*
siapakah dia sehingga Kaupelihara?

Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah,*
Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak.

Kauberi dia kuasa atas buatan tanganMu,*
segala-galanya Kautundukkan kepadanya.

Domba, sapi dan ternak semuanya,*
hewan di padang dan margasatwa;

burung di udara dan ikan dilaut,*
semuanya yang melintasi arus lautan.

Tuhan, Allah kami,*
betapa mulia namaMu di seluruh bumi!

Ant.3: Mulut kanak-kanak dan bayi berbicara bagiMu, ya Tuhan.

Bacaan Singkat (2Ptr 3,13-14)

Sesuai dengan janji Tuhan, kita menantikan langit dan bumi yang baru, yang dikuasai oleh kebenaran. Karena itu, saudara-saudara terkasih, seraya menantikan semuanya itu, hendaklah kamu hidup tak bernoda dan tak bercela, sehingga dapat menghadap Tuhan dengan tenteram.

Lagu Singkat

P: Bibirku bersorak-sorai,* Dan memuji Engkau dengan nyanyian. U: Bibirku. P: Lidahku mengucapkan sabdaMu. U: Dan memuji Engkau dengan nyanyian. P: Kemuliaan. U: Bibirku.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, bimbinglah kami ke jalan damai sejahtera.

Doa Permohonan

Allah telah memberikan harapan dan kehidupan kepada dunia dalam PuteraNya. Marilah kita menyembah Dia dan dengan rendah hati berdoa:
U: Tuhan, dengarkanlah kami.
P: Tuhan, Bapa setiap insan, Engkau telah menghantar kami sampai kepada permulaan hari ini,* semoga kami hidup bersama Kristus untuk memuliakan keagunganMu.
P: Engkau telah mencurahkan iman, harapan dan cinta kasih ke dalam hati kami,* maka teguhkanlah kurniaMu itu selalu dalam diri kami.
P: KepadaMu, ya Tuhan, hati kami tertuju,* untuk menjawab dengan segera, bila Engkau memanggil kami.
P: Jauhkanlah kami dari segala tipu muslihat dan bujukan musuh,* dan bimbinglah langkah kami jangan sampai kami jatuh.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang kekal dan kuasa, Engkaulah semarak cahaya sejati dan siang yang tak kunjung gelap. Semoga pada hari ini Engkau sudi menghalaukan kegelapan dosa kami dan menyinari hati dan budi kami dengan terang cahayaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SABTU IV SIANG

Madah

Yesus penebus ilahi
Kami mohon Kaudampingi
Dalam usaha mengabdi
Kepada sesama kami.

Sudilah Engkau berkarya
Melalui suka duka
Yang harus kami alami
Dalam kehidupan ini.

Sampaikanlah doa ini
Ya Yesus junjungan kami
Kepada Bapa surgawi
Dalam kuasa Roh suci. Amin.

Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.

Ya Tuhan, hendaknya seruanku sampai ke HadapanMu,*
berilah aku pengertian seturut firmanMu.

Semoga doaku sampai ke hadapanMu,*
selamatkanlah aku sesuai dengan janjiMu.

Perkenankanlah aku mewartakan pujianMu,*
sebab Engkau mengajarkan perintahMu kepadaku.

Aku hendak mendaras sabdaMu,*
sebab firmanMu benar seluruhnya.

Semoga tanganMu menolong aku,*
sebab aku memilih titahMu.

Aku rindu akan keselamatanMu, ya Tuhan,*
dan hukumMu kesukaan hatiku.

Perkenankan daku memuji Engkau sepanjang umurku,*
semoga hukumMu membantu aku.

Andaikan aku sesat seperti domba yang hilang,+
maka carilah hambaMu ini,*
sebab aku tak lupa akan perintahMu.

Ant.1: Semoga tanganMu menolong aku, sebab aku telah memilih titahMu.

Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Mazmur 44 (45) I

Hatiku meluapkan kata-kata indah,+
aku mempersembahkan laguku kepada raja,*
lidahku bagaikan gerak pena juru tulis.

Tereloklah baginda di antara manusia,+
tampanlah wajah baginda,*
terberkati oleh Allah selama-lamanya.

Ikatkanlah pedang pada pinggang, hai pahlawan,*
itulah kebanggaan dan kemuliaan baginda.

Demi kebenaran dan keadilan majulah dengan megah,*
dan lakukanlah perbuatan yang gagah.

Anak panah yang tajam menembus jantung musuh baginda,*
bangsa-bangsa rebah dan takluk.

Takhta baginda bertahan selama-lamanya,*
tampuk pemerintahan baginda adil dan jujur.

Baginda cinta akan keadilan dan benci akan kelaliman,*
sebab itu baginda diurapi oleh Allah.

Baginda menjadi yang termulia di antara semua raja,*
Pakaian kebesaran baginda harum mewangi.

Bunyi kecapi terdengar dari istana permaisuri,*
menggembirakan hati baginda.

Para puteri raja-raja berarak-arak menghadap baginda,*
permaisuri berdiri di samping baginda, berhiaskan emas.

Ant.2: TakhtaMu bertahan selama-lamanya, ya Allah.

Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Mazmur 44 (45) II

Dengarkanlah, hai puteri, perhatikanlah dengan baik,*
lupakanlah bangsa dan seisi rumah ayahmu.

Seri baginda tertarik oleh kecantikanmu,*
sujudlah kepadanya, sebab dialah tuanmu.

Puteri kota Tirus datang dengan persembahan,*
para bangsawan mengharapkan kerelaamu.

Permaisuri diarak masuk, semaraklah semata-mata,*
pakaiannya bersulamkan emas.

Berdandanan aneka warna ia diantar menghadap raja,*
para puteri raja-raja mengiringinya.

Dengan gembira dan sorak-sorai mereka diantar masuk,*
masuklah mereka ke dalam istana raja.

Para putera baginda akan melanjutkan kerajaan,*
baginda mengangkat mereka menjadi penguasa di seluruh bumi.

Semoga aku memasyhurkan nama baginda turun-temurun,*
maka para bangsa akan memuji baginda selama-lamanya.

Ant.3: Kulihat Yerusalem baru, bagaikan mempelai yang berdandan bagi suaminya.

Bacaan singkat (Flp 4,8.9b)

Saudara-saudara, segala yang benar, luhur dan adil, segala yang suci, manis dan harum, segala yang utama dan patut dipuji, itulah yang harus kamu pikirkan, itu pula yang harus kamu lakukan. Jika demikian, maka Allah, pokok segala damai, akan tetap menyertai kamu.

P: Aku menganggungkan Dikau, ya Allah rajaku.
U: Aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Doa Penutup

Ya Tuhan, Engkaulah api cinta kasih abadi. Kobarkanlah cinta kasih dalam hati kami, supaya kami mengasihi Engkau melebihi segala-galanya dan mencintai semua orang tanpa memandang muka. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU I SORE I

Madah

Hari kan berlalu, namun cinta Allah
Pasti dekat s'lalu tidak kan berpisah.
Cemas tidak perlu, tak usah gelisah,
Hati harus tetap tabah.

Tinggallah ya Bapa, dampingilah kami
Dalam suka duka yang kami hadapi
Agar senantiasa kami mengimani
KehadiranMu yang sakti.

T'rimalah luapan rasa syukur kami
Atas kelimpahan kebaikan hati
Yang Kauperlihatkan pada hari ini
Ya Tuhan dan Allah kami.

Terpujilah Bapa pencipta semesta
Bersama Putera penebus dunia
Yang mengutus RohNya di tengah Gereja
Untuk tinggal selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Mazmur 140

Ya Tuhan, aku berseru kepadaMu, datanglah segera kepadaku,*
dengarkanlah suaraku, sebab aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa,*
semoga tangan yang kutadahkan Kauterima bagaikan kurban petang.

Awasilah mulutku, ya Tuhan,*
dan jagalah pintu bibirku.

Jangan biarkan hatiku condong kepada kejahatan,*
jangan sampai aku berbuat jahat bersama orang berdosa.

Selamanya takkan aku makan semeja dengan orang jahat,*
tak pernah aku menikmati kelezatan mereka.

Biarlah Allah yang adil memukul aku,*
biarlah yang maharahim menyiksa aku.

Selamanya takkan minyak wangi melumasi rambutku untuk berpesta pora,*
tak mungkin! Sebab selamanya doaku menentang kejahatan mereka.

Biarlah pemimpin mereka jatuh ke cengkeraman Allah yang hidup,*
biarlah mereka merasakan betapa manislah keputusanNya!

Seperti orang yang dicacah belah dalam neraka,*
demikianpun aku hancur lebur di moncong maut.

Tetapi kepadaMulah mataku tertuju, ya Allah, Tuhanku,*
kepadaMulah aku mengungsi, lindungilah hidupku.

Lindungilah aku terhadap jerat yang mereka pasang,*
dan terhadap perangkap orang berdosa.

Ant.1: Ya Tuhan, semoga doaku membubung ke hadapanMu bagaikan dupa.

Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Mazmur 141

Dengan suara lantang aku berseru kepada Tuhan,*
dengan suara lantang aku mohon kepada Tuhan.

Aku mencurahkan keluh kesahku di hadapanNya,*
aku membentangkan sengsaraku kepadaNya.

"Bila nyawaku melenyap dari padaku,*
Engkaulah yang mengetahui jalannya ke maut.

Sepanjang jalan yang harus kutempuh,*
para musuhku memasang jerat.

Tengoklah dan saksikan sendiri,*
tak seorangpun mau mengenal aku.

Tak mungkin aku meloloskan diri,*
tak seorangpun menghiraukan daku.

Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,+
Engkaulah pelindungku,*
milik pusakaku dalam hidup abadi.

Perhatikanlah seruanku,*
sebab aku teramat hina.

Lepaskanlah aku dari musuh yang mengejar aku,*
karena mereka terlalu kuat bagiku.

Keluarkanlah aku dari penjara maut,*
agar aku memuji namaMu!

Semoga rombongan para suci melingkungi aku,*
sebab Engkau menyelamatkan daku.

Ant.2: Engkaulah pelindungku, ya Tuhan, milik pusakaku dalam hidup abadi.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Flp 2,6-11

Meskipun berwujud Allah,+
Kristus Yesus tidak mau berpegang teguh,*
pada kemuliaanNya yang setara dengan Allah.

Ia telah menghampakan diri,+
dengan mengambil keadaan hamba,*
dan menjadi sama dengan manusia.

Ia kelihatan sebagai seorang manusia dan merendahkan diri,+
karena taat sampai mati,*
sampai mati di salib.

Sebab itu Allah telah meninggikan Dia,+
dan menganugerahkan kepadaNya,*
nama yang melebihi segala nama.

Agar dalam nama Yesus,+
bertekuklah setiap lutut,*
di surga tinggi, di bumi dan di bawah bumi.

Agar setiap lidah mengakui,+
untuk kemuliaan Allah Bapa,*
Tuhanlah Yesus Kristus.

Ant.3: Tuhan Yesus telah menghampakan diri; sebab itu Allah meninggikan Dia selama-lamanya.

Bacaan Singkat (Rom 11,33-36)

Betapa dalam dan kayanya kebijaksanaan dan pengetahuan Allah; betapa tak terselami keputusanNya, betapa tak terkira jalanNya. Siapakah yang dapat memahami pikiran Tuhan, siapakah pernah menjadi penasihatNya. Atau siapakah yang memberi Allah sesuatu, sehingga berhak menuntut balasan dari padaNya? Sebab segala sesuatu berasal dari Allah, tercipta olehNya dan tertuju kepadaNya. BagiNya kemuliaan selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Betapa agunglah,* Karya tanganMu, ya Tuhan. U: Betapa. P: KebijaksanaanMu nyata dalam alam semesta. U: Karya tanganMu, ya Tuhan. P: Kemuliaan. U: Betapa.

Ant.Kidung (Mi V): Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Kamu ini cahaya dunia. Cahayamu harus bersinar di depan orang, agar mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuji Bapa di surga.

Doa Permohonan

Marilah kita memuji Allah yang mahaesa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus, dan dengan rendah hati berdoa:
U: Dampingilah umatMu, ya Tuhan.
P: Tuhan yang kudus, Bapa yang mahakuasa, tegakkanlah keadilan di tanah air kami,* supaya umatMu dapat menikmati kesejahteraan dan damai.
P: Hantarlah semua bangsa masuk kedalam kerajaanMu,* supaya akhirnya semua manusia selamat.
P: Semoga suami isteri hidup dalam damaiMu, bertindak seturut kehendakMu,* dan saling mencintai seumur hidup.
P: Balaslah, ya Tuhan, kebaikan hati semua orang yang menolong kami,* dan anugerahilah mereka kehidupan kekal.
P: Kasihanilah semua orang yang meninggal akibat kebencian dan peperangan,* dan terimalah mereka dalam kebahagiaan di surga.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi V)

Tuhan, hanya padaMulah kami berharap. Kami mohon, lindungilah umatMu selalu dengan cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU I

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Mazmur 4

Apabila aku berseru, jawablah aku, ya Allah yang adil,+
apabila aku bersusah, lapangkanlah dadaku,*
kasihanilah aku dan dengarkanlah doaku.

Hai orang-orang besar,*
masih berapa lamakah kamu menghina Allah yang mulia?
Masih berapa lamakah kamu menyembah berhala,*
dan minta nasihat mereka?

Ketahuilah, Tuhan akan mengerjakan karya agung bagi para kekasihNya,*
Tuhan akan mendengarkan daku, bila aku berseru kepadaNy.

Memang kamu gelisah, tetapi jangan lalu berdosa,*
selidikilah batinmu dan mengaduhlah di tempat tidurmu.

Persembahkanlah kurban sejati,*
dan percayalah pada Tuhan.

Banyak orang berkata,+
"Siapa yang akan menurunkan berkat?*
Hendaknya cahaya wajahMu menyinari kami, ya Tuhan".

Penuhilah hatiku dengan kebahagiaan,*
lipat gandakanlah panen gandum dan anggur.

Aku hendak membaringkan diri dan tidur,*
dalam kehadiranMu yang menenteramkan;

sebab hanya Engkaulah, ya Tuhan,*
yang membuat istirahatku aman sentosa.

Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Mazmur 133 (134)

Mari, pujilah Tuhan,
pujilah semua karya Tuhan!

Hai kamu yang bertugas dalam rumah Tuhan,*
pada waktu malam,

tadahkanlah tanganmu ke tempat suci,*
dan pujilah Tuhan!

Semoga Allah Sion memberkati engkau,*
Tuhan yang menjadikan langit dan bumi.

Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.

Bacaan singkat (Ul 6,4-7)

Dengarlah, hai Israel: Tuhan Allah kita hanya satu. Hendaknya engkau mengasihi Tuhan Allahmu dengan segenap hati, dengan segenap jiwa dan dengan segenap tenagamu. Semoga perkataan-perkataan yang hari ini kusampaikan kepadmu menetap dalam hatimu dan kauteruskan kepada anak-anakmu. Renungkanlah perintah ini waktu duduk di rumah atau bergegas di jalan; waktu mau tidur atau hendak bangun.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.
Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.
Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Pada malam Minggu:

Tuhan, pelindung kami, kunjungilah kami malam ini. Semoga besok pagi kami bangun dengan gembirea hati untuk merayakan kebangkitan Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

S. Yoakim dan Anna

Orang Tua Santa Perawan Maria · abad ke-1 SM

Yoakim dan Anna dihormati sebagai orang tua Santa Perawan Maria, dan dengan demikian mereka adalah kakek dan nenek Yesus. Nama mereka tidak disebut dalam keempat Injil. Kisah tentang mereka berasal dari tradisi kuno, terutama sebuah tulisan abad kedua yang dikenal sebagai Protoevangelium Yakobus. Karena itu, banyak detail hidup mereka bersifat saleh, bukan catatan sejarah yang pasti.

Menurut tradisi itu, Yoakim dan Anna sudah lama menikah namun tidak dikaruniai anak, sebuah beban berat dalam budaya mereka. Mereka tetap tekun berdoa dan berharap. Anna berjanji, jika dikaruniai anak, ia akan mempersembahkannya kepada Tuhan. Doa mereka dijawab dengan lahirnya seorang puteri yang mereka namai Maria, yang kelak menjadi bunda Sang Juru Selamat.

Penghormatan kepada mereka berkembang luas, terutama kepada Santa Anna, yang gambarnya kerap menampilkan ia sedang mengajar Maria kecil membaca Kitab Suci. Kisah mereka menghibur pasangan yang lama menanti keturunan dan meneguhkan peran kakek nenek dalam mewariskan iman. Pada tahun 2021 Paus Fransiskus menetapkan Hari Kakek Nenek dan Lansia Sedunia dekat peringatan mereka.

Pelindung: para kakek dan nenek, para orang tua, dan pasangan yang mendambakan anak.

Santa Anna dan Santo Yoakim

Orangtua Santa Perawan Maria

Anna dan Yoakim adalah orangtua kandung Santa Perawan Maria, Bunda Yesus, Putera Allah. Keduanya dikenal sebagai keturunan raja Daud yang setia menjalankan kewajiban-kewajiban agamanya serta dengan ikhlas mengasihi dan mengabdi Allah dan sesamanya. Oleh karena itu keduanya layak di hadapan Allah untuk turut serta dalam karya keselamatan Allah.

Dalam buku-buku umat Kristen abad ke-2, nama ibu Anna sangat harum. Diceritakan bahwa sejak perkawinannya dengan Yoakim, Anna tak henti-hentinya mengharapkan karunia Tuhan berupa seorang anak. Namun cukup lama ia menantikan tibanya karunia Allah itu. Sangat boleh jadi bahwa Anna sesekali menganggap keadaan dirinya yang tak dapat menghasilkan keturunan itu sebagai hukuman bahkan kutukan Allah atas dirinya, sebagaimana anggapan umum masyarakat Yahudi pada waktu itu. Karena itu diceritakan bahwa ia tak henti-hentinya tanpa putus asa berdoa kepada Allah agar kiranya kenyataan pahit itu ditarik Allah dari padanya. Setiap tahun, Anna bersama Yoakim suaminya berziarah ke Bait Allah Yerusalem untuk berdoa. Ia berjanji, kalau Tuhan menganugerahkan anak kepadanya, maka anak itu akan dipersembahkan kembali kepada Tuhan.

Syukurlah bahwa suatu hari malaikat Tuhan mengunjungi Anna yang sudah lanjut usia itu membawa warta gembira ini: "Tuhan berkenan mendengarkan doa ibu! Ibu akan melahirkan seorang anak perempuan, yang akan membawa suka cita besar bagi seluruh dunia!" Dengan kegembiraan dan kebahagiaan yang besar, Anna menceritakan warta malaikat Tuhan itu kepada Yoakim. Setelah genap waktunya, lahirlah seorang anak wanita yang manis. Bayi ini diberi nama Maryam, yang kelak akan memperkandungkan Putera Allah, Yesus Kristus, Juru Selamat dunia. Bagi Anna, Maryam lebih merupakan buah rahmat Allah daripada buah koderat manusia. Kelahiran Maryam menyemarakkan bahkan menyucikan kehidupannya dan kehidupan keluarganya.

Kehidupan ibu Anna tidak diceritakan di dalam Injil-Injil. Kisah tentang hidupnya diperoleh dari sebuah cerita apokrif. Cerita ini secara erat berkaitan dengan kisah Perjanjian Lam tentang Anna, ibu Samuel. Ibu Anna dihormati sebagai pelindung kaum ibu, khususnya yang sedang hamil dan sibuk mengurus keluarganya. Orang-orang Yunani mendirikan sebuah basilik khusus di Konstantinopel pada tahun 550 untuk menghormati ibu Anna. Di kalangan Gereja Barat, Paus Gregorius XIII (1572-1585) menggalakkan penghormatan kepada ibu Anna diseluruh Gereja pada tahun 1584. Nama Yoakim dan Anna sungguh sesuai dengan maksud pilihan Allah. Yoakim berarti "Persiapan bagi Tuhan", sedangkan Anna berarti "Rahmat atau Karunia".