Minggu, 24 Agustus 2031
Minggu XXI Masa Biasa
Bacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Yesaya 66:18-21
Aku mengenal segala perbuatan dan rancangan mereka, dan Aku datang untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa, dan mereka itu akan datang dan melihat kemuliaan-Ku. Aku akan menaruh tanda di tengah-tengah mereka dan akan mengutus dari antara mereka orang-orang yang terluput kepada bangsa-bangsa, yakni Tarsis, Pul dan Lud, ke Mesekh dan Rosh, ke Tubal dan Yawan, ke pulau-pulau yang jauh yang belum pernah mendengar kabar tentang Aku dan yang belum pernah melihat kemuliaan-Ku, supaya mereka memberitakan kemuliaan-Ku di antara bangsa-bangsa. Mereka itu akan membawa semua saudaramu dari antara segala bangsa sebagai korban untuk TUHAN di atas kuda dan kereta dan di atas usungan, di atas bagal dan unta betina yang cepat, ke atas gunung-Ku yang kudus, ke Yerusalem, firman TUHAN, sama seperti orang Israel membawa korban dalam wadah yang tahir ke dalam rumah TUHAN. Juga dari antara mereka akan Kuambil imam-imam dan orang-orang Lewi, firman TUHAN.
Mazmur Tanggapan Mazmur 117:1-2
Bacaan Kedua Ibrani 12:5-7,11-13
Dan sudah lupakah kamu akan nasihat yang berbicara kepada kamu seperti kepada anak-anak: "Hai anakku, janganlah anggap enteng didikan Tuhan, dan janganlah putus asa apabila engkau diperingatkan-Nya; karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak." Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Memang tiap-tiap ganjaran pada waktu ia diberikan tidak mendatangkan sukacita, tetapi dukacita. Tetapi kemudian ia menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai kepada mereka yang dilatih olehnya. Sebab itu kuatkanlah tangan yang lemah dan lutut yang goyah; dan luruskanlah jalan bagi kakimu, sehingga yang pincang jangan terpelecok, tetapi menjadi sembuh.
Bacaan Injil Lukas 13:22-30
Kemudian Yesus berjalan keliling dari kota ke kota dan dari desa ke desa sambil mengajar dan meneruskan perjalanan-Nya ke Yerusalem. Dan ada seorang yang berkata kepada-Nya: "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang. Maka kamu akan berkata: Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan! Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kamu akan melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi di dalam Kerajaan Allah, tetapi kamu sendiri dicampakkan ke luar. Dan orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah. Dan sesungguhnya ada orang yang terakhir yang akan menjadi orang yang terdahulu dan ada orang yang terdahulu yang akan menjadi orang yang terakhir."
Renungan
Pintu Sempit, Ruang Luas
Bayangkan sebuah stadion besar yang bisa memuat puluhan ribu orang, tetapi pintu masuknya sempit, hanya cukup untuk satu orang lewat pada satu waktu. Ruangnya luas tak terkira. Pintunya justru sesak. Dua hal itu benar sekaligus, dan Injil hari ini menaruh keduanya berdampingan.
Seseorang bertanya kepada Yesus, "Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?" Pertanyaan yang ingin tahu jumlah, ingin memastikan diri termasuk yang mana. Yesus tidak menjawab dengan angka. Ia menggeser pertanyaannya, "Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu."
Pintu yang sesak. Bukan karena Allah pelit membuka, melainkan karena pintu itu hanya bisa dilewati satu per satu, sendiri-sendiri, tanpa bisa menitipkan diri pada rombongan. Tak ada yang bisa masuk atas nama orang lain. Kita tak bisa selamat karena keluarga kita saleh, atau karena kebetulan lahir dalam Gereja. Masing-masing harus melangkah sendiri lewat pintu itu.
Tetapi jangan salah paham seakan pintu sempit berarti ruangnya kecil. Justru sebaliknya. Yesus melanjutkan, "Orang akan datang dari Timur dan Barat dan dari Utara dan Selatan dan mereka akan duduk makan di dalam Kerajaan Allah." Bacaan pertama dari Yesaya sudah menubuatkannya, Allah datang "untuk mengumpulkan segala bangsa dari semua bahasa." Ruang perjamuan itu seluas dunia, penuh oleh segala suku. Pintunya sempit, tetapi aulanya raksasa.
Lalu mengapa pintu itu sesak, kalau Allah menghendaki semua masuk? Bacaan kedua memberi petunjuk. "Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya." Kesempitan pintu adalah didikan, bukan penolakan. Seperti orang yang harus merunduk dan melepas beban untuk lewat celah sempit, kita pun harus melepas kesombongan, dendam, dan kemelekatan yang membuat kita terlalu lebar untuk masuk. Yang menyakitkan sekarang, kata surat itu, kelak "menghasilkan buah kebenaran yang memberikan damai."
Ada peringatan yang tajam juga. Beberapa orang mengira mereka pasti masuk karena "kami telah makan dan minum di hadapan-Mu." Kenal saja tidak cukup, kalau tak pernah sungguh melangkah lewat pintu itu. Keakraban di permukaan bisa menipu.
Maka Injil ini sebenarnya undangan, bukan ancaman. Ruangnya luas, tempatnya banyak, tamunya dari segala penjuru. Yang diminta hanya satu, keberanian melangkah lewat pintu yang menuntut kita melepas beban. Adakah beban yang membuatku terlalu lebar untuk lewat, yang perlu kutinggalkan di depan pintu hari ini?
Tuhan, Engkau membuka ruang seluas dunia bagi segala bangsa. Beri aku keberanian melewati pintu-Mu yang sempit, melepas segala yang menahanku, supaya aku sampai ke perjamuan-Mu. Amin.
Invitatorium
MINGGU I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu dalam Masa Biasa
MADAH
Pada hari ini, hari pertama,
PSALMODI
Ant. 1 Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Mazmur 24
Tuhan masuk ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. Siapakah yang boleh mendaki gunung Tuhan, atau berdiri di tempat-Nya yang kudus?
Ant. 2 Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Mazmur 66
Madah Ekaristi
Nyanyikanlah kemuliaan nama-Nya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. Berkatilah Allah kita, hai bangsa-bangsa di dunia; Dia telah memberi kita hidup, alleluya.
Ant. 3 Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
Ant. Dengarkanlah aku, hai semua yang takut akan Allah, biarlah aku menceritakan kepadamu hal-hal besar yang telah Dia lakukan bagiku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Wahyu 4:8; Yesaya 6:3
RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:8; Matius 5:16
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Mazmur 62
Ant.1: Ya Allah, aku mencari Engkau untuk merasakan kekuatanMu. Alleluya.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Tiga pemuda dalam tanur api serentak berseru: Terpujilah Allah. Alleluya.
Ant.3: Para warga Sion bersukaria atas Rajanya. Alleluya.
Mazmur 149
Ant.3: Para warga Sion bersukacita atas Rajanya. Alleluya.
Bacaan Singkat (Why 7,10.12)
Lagu Singkat
Ant.Kidung (Mi V): Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Pagi-pagi buta sebelum fajar menyingsing, Yesus bangun dari tidur dan pergi ke suatu tempat yang sunyi. Di sana Ia berdoa.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU I SIANG
Madah
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Baiklah berlindung pada Tuhan; kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.2: Tuhanlah kekuatan dan pujaanku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Ant.3: Syukur kepadaMu, Tuhan, Engkau mendengarkan daku, alleluya.
Bacaan singkat (Gal 6,9-10)
Ibadat Sore
MINGGU I SORE II
Madah
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.1: Tuhan meluaskan kekuasaanNya dari Sion, Tuhan meraja selama-lamanya. Alleluya.
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Mazmur 113
Ant.2: Bumi bergetar di hadapan Tuhan. Alleluya.
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Why 19,1-7
Ant.3: Tuhan, Allah kita yang mahakuasa, sudah menjadi raja. Alleluya.
Bacaan singkat (2Kor 1,3-4)
Ant.Kidung (Mi V): Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Guru, semalam-malaman kami bekerja keras dan tidak menangkap seekorpun. Tetapi atas perintahMu, aku akan menebarkan jala.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Bartolomeus Rasul
Rasul dan Martir · abad ke-1
Bartolomeus adalah salah satu dari kedua belas Rasul Yesus. Banyak ahli menyamakannya dengan Natanael yang disebut dalam Injil Yohanes, seorang yang berasal dari Kana di Galilea. Ketika Filipus membawanya kepada Yesus, ia mula-mula ragu, namun Yesus menyapanya sebagai orang Israel sejati yang tidak ada kepalsuan padanya, dan Natanael pun mengakui-Nya sebagai Anak Allah.
Setelah Kenaikan Yesus, menurut tradisi kuno, Bartolomeus mewartakan Injil ke tempat-tempat yang jauh. Sejarawan Eusebius mencatat bahwa ia pergi hingga ke India dan meninggalkan salinan Injil Matius di sana. Tradisi lain menyebut karyanya di Mesopotamia, Persia, dan terutama Armenia, sehingga ia dihormati sebagai salah satu rasul pendiri Gereja Armenia.
Ia mengakhiri hidupnya sebagai martir di Armenia. Menurut kisah yang paling terkenal, ia dikuliti hidup-hidup lalu dihukum mati. Karena itulah ia sering digambarkan dalam seni sambil memegang kulitnya sendiri, seperti tampak pada lukisan Michelangelo di Kapel Sistina.
Kesetiaannya sampai mati menjadikannya teladan kesaksian iman yang gigih hingga titik darah penghabisan.
Pelindung: para penyamak kulit, penjilid buku, dan tukang daging.
Santa Emilia de Vialar
Pengaku Iman
Anna Marguerite Adelaide Emilia de Vialar lahir di Gaillac, Prancis pada tahun 1797. Pada masa mudanya, Emilia belajar di Paris. Setelah menyelesaikan studinya, ia memilih berkarya diantara orang-orang sakit dan miskin. Karyanya ini didukung oleh keuangan dan dorongan moril dari kakeknya Baron de Portal, seorang dokter yang mengabdi Raja Prancis, Louis XVIII dan Charles X. Sebaliknya ia mendapat tantangan yang cukup hebat dari orangtuanya. Ayahnya memaksa dia menikah dengan seorang pemuda pilihan yang disukai keluarganya. Emilia yang memilih hidup tak menikah, menjauhkan diri dari orangtuanya.
Sepeninggal kakeknya Baron de Portal, Emilia membeli sebuah rumah dengan uang warisan yang diterima dari kakeknya. Di rumah itu, ia mulai merintis pendirian Kongregasi Suster-suster Santo Yusuf bersama 10 orang calon. Tarekat religius baru ini mengabdikan diri dibidang pewartaan orang-orang sakit dan pelayanan orang miskin, pendidikan kaum muda dan karya misi. Pendirian Kongregasi ini direstui Tahkta Suci dan disahkan pada tahun 1835. Tarekat ini berkarya di Balkan, Afrika, Timur Dekat, Burma dan Australia. Emilia meninggal dunia pada tanggal 24 Agustus 1856, dan dinyatakan ‘kudus’ pada tahun 1951.
Santo Bartolomeus
Rasul
Bartolomeus berarti ‘Anak Tolmai’. Ada semacam keragu-raguan tentang nama rasul ini; apakah itu nama sesungguhnya dari rasul Bartolomeus, ataukah sekedar dipakai sebagai nama tambahan untuk menunjukkan bahwa dia adalah anak Tolmai. Rasul Yohanes dalam Injilnya tidak mengatakan apa-apa tentang rasul yang disebut Bartolomeus itu. Yohanes hanya menulis tentang seseorang yang dinamakan Natanael, sahabat karib Filipus yang kemudian mengikuti Yesus (Yoh 1: 45-51). Atas dasar ini, banyak sejarahwan dan ahli Kitab Suci menyimpulkan bahwa kedua nama itu, Bartolomeus dan Natanael, menunjuk pada orang yang sama. Kemungkinan Bartolomeus pun adalah sahabat karib Yohanes.
Dalam perjanjian baru, nama Bartolomeus ditemukan pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 10:3, Markus 3:18 dan Lukas 6:14, dan didalam Kisah Para Rasul 1:13. Ia bukanlah seorang nelayan seperti empat rasul lainnya: Andreas, Yohanes, Simon dan Filipus, yang berasal dari Betsaida dan dikenal sebagai nelayan tasik Genesareth. Ia seorang petani, karena berasal dari Kana, sebuah kampung yang cukup jauh dari tasik Genesareth. Lagipula nama ayahnya ‘Tolmai’ berarti ‘petani’. Dua alasan itu diperkuat lagi oleh peristiwa pertemuannya dengan Filipus di kebunnya dibawah pohon ara (Yoh 1:45-51).
Yohanes dalam injilnya menggambarkan Bartolomeus sebagai seorang yang jujur dan tulus, bahkan oleh Yesus dia disebut ‘Orang Israel sejati’, yang kemudian menjadi murid setiawan Yesus. Pada peristiwa penampakan Yesus kepada 7 orang rasulNya di tepi danau Tiberias, Natanael juga hadir menyaksikan peristiwa itu. Pada hari Pentekosta, oleh kekuatan Roh Kudus, Bartolomeus menjadi salah satu pendekar Gereja yang mewartakan Injil ke berbagai tempat.
Eusebius, sejarahwan Gereja dari Kaesarea (260-340), dalam bukunya ‘Historia Ecclesiastica’, menceritakan bahwa Bartolomeus menjadi pewarta Injil Kristus dibelahan dunia timur. Santo Hieronimus (340-420), pelanjut karya Eusebius, mengisahkan bahwa Pantaenus Aleksandria, ketika mewartakan Injil di India pada awal abad ketiga, menemukan bukti-bukti kuat tentang karya misioner rasul Bartolomeu. Kepada Pantaenus, orang-orang India menunjukkan satu salinan Injil Mateus yang ditulis dalam bahasa Ibrani untuk membuktikan bahwa mereka (orang-orang India) telah diajar oleh Bartolomeus kira-kira satu setengah abad yang lalu. Hieronimus selanjutnya menjelaskan bahwa Pantaenus kemudian membawa salinan Injil Mateus itu ke Aleksandria.
Catatan-catatan Gereja lainnya tentang periode ini berbicara tentang Bartolomeus yang mewartakan Injil di Hierapolis, Asia Kecil. Di sana Bartolomeus berkarya bersama-sama dengan Filipus. Sepeninggal Filipus dan pembebasannya dari penjara, Bartolomeus mewartakan Injil di provinsi Likaonia, Asia Kecil.
Bangsa Armenia pun menyebut Bartolomeus sebagai rasul mereka. Mereka mengatakan bahwa Bartolomeus-lah orang yang pertama yang menobatkan mereka hingga mati sebagai martir Kristus di Albanopolis, tepi Laut Kaspia, pada masa pemerintahan Astyages, Raja Armenia. Selain berkarya diantara orang-orang Armenia, Bartolomeus juga berkarya di Mesopotamia, Mosul (Kurdi, Irak), Babilonia, Kaldea, Arab dan Persia.