Minggu, 12 Oktober 2031

Minggu XXVIII Masa Biasa

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama 2 Raja-Raja 5:14-17

Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir. Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: "Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!" Tetapi Elisa menjawab: "Demi TUHAN yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan, sesungguhnya aku tidak akan menerima apa-apa." Dan walaupun Naaman mendesaknya supaya menerima sesuatu, ia tetap menolak. Akhirnya berkatalah Naaman: "Jikalau demikian, biarlah diberikan kepada hambamu ini tanah sebanyak muatan sepasang bagal, sebab hambamu ini tidak lagi akan mempersembahkan korban bakaran atau korban sembelihan kepada allah lain kecuali kepada TUHAN.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Kedua 2 Timotius 2:8-13

Ingatlah ini: Yesus Kristus, yang telah bangkit dari antara orang mati, yang telah dilahirkan sebagai keturunan Daud, itulah yang kuberitakan dalam Injilku. Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu. Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal. Benarlah perkataan ini: "Jika kita mati dengan Dia, kitapun akan hidup dengan Dia; jika kita bertekun, kitapun akan ikut memerintah dengan Dia; jika kita menyangkal Dia, Diapun akan menyangkal kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya."

Bacaan Injil Lukas 17:11-19

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika Ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui Dia. Mereka tinggal berdiri agak jauh dan berteriak: "Yesus, Guru, kasihanilah kami!" Lalu Ia memandang mereka dan berkata: "Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam." Dan sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi tahir. Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?" Lalu Ia berkata kepada orang itu: "Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau."

Renungan

Yang Kembali Hanya Satu

Ada dua kata dalam bahasa kita yang diajarkan paling awal dan dilupakan paling sering: terima kasih. Coba perhatikan susunannya. Menerima, lalu mengasih. Orang yang sadar telah menerima semestinya tergerak memberi kasih. Orang Jawa mengucapkannya matur nuwun, sering sambil menangkupkan tangan. Bahasa kita rupanya tahu: syukur bukan basa-basi, melainkan gerakan hati yang berbalik arah.

Injil hari ini bercerita tentang sepuluh orang kusta. Mereka berteriak dari jauh, sebab hukum mengharuskan mereka menjauh: 'Yesus, Guru, kasihanilah kami!' Yesus menyuruh mereka pergi kepada para imam, dan di tengah jalan mereka menjadi tahir. Sepuluh orang sembuh. Yang kembali untuk berterima kasih hanya satu. Dan yang satu itu, kata Lukas dengan sengaja, orang Samaria, orang asing.

Ke mana yang sembilan? Barangkali mereka tidak jahat. Mereka hanya sibuk. Sibuk memeluk keluarga yang bertahun-tahun tak boleh disentuh, sibuk mengurus surat tahir, sibuk merancang hidup baru. Kesembuhan itu cepat terasa wajar, lalu terasa hak. Bukankah kita persis begitu? Waktu sakit, doa kita rajin. Waktu sembuh, Tuhan kita tinggalkan di tengah jalan.

Minggu lalu Yesus mengajar kita berkata, 'Kami hanyalah hamba yang melakukan tugas kami.' Hari ini sisi satunya: Allah tidak pernah memperlakukan kita sebagai hamba yang tak berguna. Ia menyembuhkan, memulihkan, mengembalikan hidup. Naaman dalam bacaan pertama memahaminya. Panglima besar Aram itu, sesudah tubuhnya pulih di sungai Yordan, kembali kepada Elisa dan meminta tanah Israel semuatan sepasang bagal, supaya di negerinya pun ia dapat menyembah Tuhan yang sama. Kesembuhannya berubah menjadi ibadah seumur hidup. Itulah terima kasih dalam bentuknya yang paling penuh: menerima, lalu mengasih, lalu menyembah.

Kepada orang Samaria yang tersungkur itu Yesus berkata, 'Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.' Sepuluh orang tahir, tetapi hanya satu yang disebut selamat. Rupanya ada kesembuhan yang lebih dalam daripada kulit yang pulih, dan pintunya adalah syukur.

Paulus, yang menulis dari dalam belenggu pada bacaan kedua, memegang rahasia yang sama: 'Jika kita tidak setia, Dia tetap setia.' Orang yang yakin akan kesetiaan Allah tidak akan kehabisan alasan untuk bersyukur, bahkan di penjara sekalipun.

Hari ini, sebelum meminta apa-apa, cobalah menghitung dulu: dari sepuluh berkat yang kuterima pekan ini, untuk berapa aku sudah kembali dan berkata terima kasih?

Tuhan Yesus, jangan biarkan aku pulang membawa kesembuhan tanpa membawa syukur. Jadikan seluruh hidupku ucapan terima kasih kepada-Mu. Amin.

Invitatorium

MINGGU IV PAGI

Pembukaan

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Datanglah, hai umat Allah, marilah kita menyembah Tuhan, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Minggu Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1. Allah Bapa, pujian dan kemuliaan

Anak-anak-Mu datang menyanyi.

Kerelaan dan damai bagi umat manusia.

Karunia-karunia kerajaan-Mu datang.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

2. Dan Engkau, Tuhan Kekal,

Putra tunggal Allah;

Ya Yesus, Raja yang diurapi.

Engkau telah memenangkan penebusan.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

3. Ya Roh Kudus, Pencipta

Karunia Allah yang mahatinggi;

Hidup, kasih, dan hikmat kudus,

Kelemahan kami kini penuhilah.

Refrain:

Ya Tritunggal Mahakudus.

Kesatuan yang tak terbagi;

Allah Kudus, Allah Perkasa.

Allah Abadi, disembah.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mazmur 145

Pujian atas keagungan Allah

Tuhan, Engkau adalah Yang Adil, yang ada dan yang akan ada (Wahyu 16:5).

I
Aku akan memuliakan Engkau, ya Allah Rajaku,

Aku akan memberkati nama-Mu selama-lamanya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Aku akan memuji Engkau hari demi hari

dan memuliakan nama-Mu selama-lamanya.

Tuhan itu agung, sangat terpuji,

keagungan-Nya tak terukur.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Turun-temurun akan mewartakan karya-karya-Mu,

akan menyatakan perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa,

akan berbicara tentang kemegahan dan kemuliaan-Mu,

menceritakan kisah karya-karya-Mu yang menakjubkan.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Mereka akan berbicara tentang perbuatan-perbuatan-Mu yang dahsyat,

menceritakan keagungan dan kekuatan-Mu.

Mereka akan mengingat kebaikan-Mu yang melimpah;

turun-temurun akan menyuarakan keadilan-Mu.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Tuhan itu baik dan penuh belas kasihan,

lambat marah, melimpah dalam kasih.

Betapa baiknya Tuhan bagi semua,

berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Hari demi hari aku akan memuji Engkau, Tuhan, alleluya.

Ant. 2 Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

II
Segala ciptaan-Mu akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan,

dan sahabat-sahabat-Mu akan mengulang berkat mereka.

Mereka akan berbicara tentang kemuliaan kerajaan-Mu

dan menyatakan kekuatan-Mu, ya Allah,
untuk memberitahukan kepada manusia perbuatan-perbuatan-Mu yang perkasa

dan kemegahan mulia kerajaan-Mu.

Kerajaan-Mu adalah kerajaan yang kekal;

kekuasaan-Mu berlangsung dari zaman ke zaman.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kerajaan-Mu, Tuhan, adalah kerajaan yang kekal, alleluya.

Ant. 3 Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

III
Tuhan setia dalam segala firman-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Tuhan menopang semua yang jatuh

dan mengangkat semua yang tertunduk.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Mata semua makhluk memandang kepada-Mu

dan Engkau memberi mereka makanan pada waktunya.

Engkau membuka tangan-Mu lebar-lebar,

mengabulkan keinginan semua yang hidup.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Tuhan adil dalam segala jalan-Nya

dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya.

Ia dekat kepada semua yang memanggil-Nya,

yang memanggil-Nya dari hati mereka.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Ia mengabulkan keinginan orang-orang yang takut akan Dia,

Ia mendengar seruan mereka dan menyelamatkan mereka.

Tuhan melindungi semua yang mengasihi-Nya;

tetapi orang fasik akan Ia binasakan sama sekali.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Biarlah aku mengucapkan pujian Tuhan,

biarlah seluruh umat manusia memberkati nama-Nya yang kudus

selama-lamanya, untuk abad-abad yang tak berkesudahan.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan, dekatlah kepada semua yang memanggil-Mu dengan kebenaran dan tingkatkanlah pengabdian orang-orang yang menghormati Engkau. Dengarkanlah doa-doa mereka dan selamatkanlah mereka, agar mereka senantiasa mengasihi Engkau dan memuji nama-Mu yang kudus.

Ant. Tuhan setia dalam segala firman-Nya dan penuh kasih dalam segala perbuatan-Nya, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Dengarkanlah perkataan-Ku.

Perhatikanlah perintah-perintah-Ku.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari permulaan surat pertama Rasul Paulus kepada Timotius

1:1-20

Misi Timotius. Paulus, seorang pemberita Injil
Paulus, seorang rasul Kristus Yesus atas perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, harapan kita, kepada Timotius, anakku yang sejati dalam iman. Rahmat, belas kasihan, dan damai sejahtera menyertai engkau dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita.
Aku mengulangi petunjuk yang kuberikan kepadamu ketika aku dalam perjalanan ke Makedonia: tetaplah tinggal di Efesus untuk memperingatkan orang-orang tertentu di sana agar tidak mengajarkan ajaran-ajaran palsu dan menyibukkan diri dengan mitos-mitos dan silsilah-silsilah yang tak berkesudahan, yang lebih mempromosikan spekulasi-spekulasi kosong daripada pelatihan dalam iman yang dituntut Allah.
Tujuan kita dalam peringatan ini adalah kasih yang timbul dari hati yang murni, hati nurani yang baik, dan iman yang tulus. Beberapa orang telah mengabaikan hal-hal ini dan sebaliknya beralih kepada pembicaraan yang tidak berarti, ingin menjadi pengajar hukum tetapi sebenarnya tidak memahami kata-kata yang mereka gunakan, apalagi hal-hal yang mereka diskusikan dengan keyakinan seperti itu.
Kita tahu bahwa hukum itu baik, asalkan digunakan sebagaimana mestinya—yaitu, dengan pengertian bahwa hukum itu ditujukan, bukan kepada orang baik tetapi kepada orang yang tidak taat hukum dan tidak tertib, orang yang tidak beragama dan berdosa, orang jahat dan tidak bertuhan, orang yang membunuh ayah atau ibu mereka, pembunuh, orang yang berzinah, orang yang menyimpang secara seksual, penculik, pembohong, saksi palsu, dan mereka yang dengan cara lain melanggar ajaran sehat yang berkaitan dengan Injil Allah yang mulia—terpujilah Dia—yang telah dipercayakan kepadaku.
Aku bersyukur kepada Kristus Yesus, Tuhan kita, yang telah menguatkan aku, bahwa Ia telah menjadikan aku hamba-Nya dan menganggap aku setia. Aku dahulu seorang penghujat, seorang penganiaya, seorang yang penuh kesombongan; tetapi karena aku tidak tahu apa yang kulakukan dalam ketidakpercayaanku, aku telah diperlakukan dengan belas kasihan, dan rahmat Tuhan kita telah dianugerahkan kepadaku dengan berlimpah-limpah, bersama dengan iman dan kasih yang ada dalam Kristus Yesus.
Engkau dapat bergantung pada ini sebagai sesuatu yang layak diterima sepenuhnya: bahwa Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa. Dari antara mereka, aku sendiri adalah yang terburuk. Tetapi justru karena itu aku diperlakukan dengan belas kasihan, agar dalam diriku, sebagai kasus ekstrem, Yesus Kristus dapat menunjukkan seluruh kesabaran-Nya, dan agar aku dapat menjadi contoh bagi mereka yang kemudian akan beriman kepada-Nya dan memperoleh hidup yang kekal. Bagi Raja segala abad, yang abadi, yang tidak kelihatan, satu-satunya Allah, hormat dan kemuliaan selama-lamanya! Amin.
Aku memiliki tugas yang khidmat untuk kuberikan kepadamu, Timotius, anakku. Tugas ini sesuai dengan nubuat-nubuat yang dibuat mengenai dirimu, dan aku memberikannya kepadamu agar di bawah ilham nubuat-nubuat ini engkau dapat berjuang dalam perjuangan yang baik, dan berpegang teguh pada iman dan hati nurani yang baik. Beberapa orang, dengan menolak bimbingan hati nurani, telah membuat karam iman mereka, di antaranya Himeneus dan Aleksander; mereka ini telah kuserahkan kepada Iblis agar mereka belajar untuk tidak menghujat.

RESPONSORIUM 1 Timotius 1:14, 15; Roma 3:23

Rahmat Tuhan telah dicurahkan kepadaku dengan sangat melimpah, dan telah memenuhi aku dengan iman dan kasih.

Kristus Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang berdosa.
Semua orang telah berdosa dan kehilangan kemuliaan Allah.

Kristus Yesus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang berdosa.

Bacaan Kedua

Dari Pedoman Pastoral oleh Santo Gregorius Agung, Paus

Biarlah gembala diam dengan bijaksana, dan tepat pada waktunya ketika ia berbicara
Seorang pembimbing rohani harus diam ketika kebijaksanaan menuntut dan berbicara ketika kata-kata berguna. Jika tidak, ia mungkin mengatakan apa yang seharusnya tidak ia katakan atau diam ketika ia seharusnya berbicara. Ucapan yang tidak bijaksana dapat menyesatkan orang dan keheningan yang tidak bijaksana dapat membiarkan orang-orang yang seharusnya dapat diajar tetap dalam kesalahan. Para gembala yang kurang berpandangan jauh ragu-ragu untuk mengatakan secara terbuka apa yang benar karena mereka takut kehilangan dukungan manusia. Seperti yang dikatakan oleh suara kebenaran kepada kita, para pemimpin seperti itu bukanlah gembala yang bersemangat yang melindungi kawanan mereka, melainkan mereka seperti tentara bayaran yang melarikan diri dengan berlindung dalam keheningan ketika serigala muncul.
Tuhan mencela mereka melalui nabi: Mereka adalah anjing-anjing bisu yang tidak dapat menggonggong. Pada kesempatan lain Ia mengeluh: Kamu tidak maju melawan musuh atau membangun tembok di depan rumah Israel, agar kamu dapat berdiri teguh dalam pertempuran pada hari Tuhan. Maju melawan musuh melibatkan perlawanan yang berani terhadap kekuatan dunia ini untuk membela kawanan. Berdiri teguh dalam pertempuran pada hari Tuhan berarti menentang musuh yang jahat karena kasih akan kebenaran.
Ketika seorang gembala takut untuk menegaskan apa yang benar, bukankah ia telah membalikkan punggungnya dan melarikan diri dengan tetap diam? Sedangkan jika ia campur tangan atas nama kawanan, ia membangun tembok melawan musuh di depan rumah Israel. Oleh karena itu, Tuhan kembali berkata kepada umat-Nya yang tidak setia: Nabi-nabimu melihat penglihatan palsu dan bodoh dan tidak menunjukkan kejahatanmu, agar kamu dapat bertobat dari dosa-dosamu. Nama nabi kadang-kadang diberikan dalam tulisan-tulisan suci kepada para pengajar yang menyatakan bahwa masa kini adalah fana dan mengungkapkan apa yang akan datang. Firman Allah menuduh mereka melihat penglihatan palsu karena mereka takut untuk mencela manusia atas kesalahan-kesalahan mereka dan dengan demikian menenangkan orang jahat dengan janji kosong tentang keselamatan. Karena mereka takut dicela, mereka tetap diam dan gagal menunjukkan kesalahan orang berdosa.
Kata celaan adalah kunci yang membuka pintu, karena celaan mengungkapkan kesalahan yang seringkali tidak disadari oleh orang jahat itu sendiri. Itulah sebabnya Paulus berkata tentang uskup: Ia harus mampu mendorong orang dalam ajaran yang sehat dan membantah mereka yang menentangnya. Untuk alasan yang sama Allah memberi tahu kita melalui Maleakhi: Bibir imam harus menjaga pengetahuan, dan orang-orang akan mencari hukum kepadanya, karena ia adalah utusan Tuhan semesta alam. Akhirnya, itulah juga alasan mengapa Tuhan memperingatkan kita melalui Yesaya: Berserulah dan jangan diam; angkatlah suaramu seperti sangkakala.
Siapa pun yang ditahbiskan menjadi imam mengemban tugas berkhotbah, agar dengan seruan keras ia dapat mendahului Hakim yang mengerikan yang mengikuti. Jika, demikian, seorang imam tidak tahu bagaimana berkhotbah, seruan macam apa yang dapat diucapkan oleh seorang pembawa berita yang bisu seperti itu? Untuk menegaskan hal ini, Roh Kudus turun dalam bentuk lidah-lidah api pada para gembala pertama, karena Ia menyebabkan mereka yang telah Ia penuhi, berbicara secara spontan.

RESPONSORIUM Mazmur 51:15, 16-17

Aku akan mengajarkan jalan-Mu kepada orang-orang yang melanggar dan orang-orang berdosa akan kembali kepada-Mu.

Lidahku akan menyanyikan keadilan-Mu.
Bukalah bibirku, ya Tuhan, dan mulutku akan mewartakan pujian-Mu.

Lidahku akan menyanyikan keadilan-Mu.

TE DEUM

Engkaulah Allah: kami memuji-Mu;

Engkaulah Tuhan: kami mengagungkan-Mu;

Engkaulah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Kumpulan rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus mengagungkan-Mu:

Bapa, keagungan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di sisi kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Allah yang mahakuasa dan kekal,

yang dalam kelimpahan kebaikan-Mu

melampaui jasa dan keinginan

mereka yang memohon kepada-Mu,

curahkanlah belas kasihan-Mu kepada kami

untuk mengampuni apa yang ditakuti hati nurani

dan untuk memberikan apa yang doa tidak berani minta.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Allah hidup dan meraja
Alleluya, alleluya
Maut sudah dikalahkan
Hidup sudah dilimpahkan.
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Hari ini hari Tuhan
Alleluya, alleluya
Hari penuh kesukaan
Hari raya kebangkitan
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan.

Mari kita bergembira
Alleluya, alleluya
Bersyukur sambil memuji,
Bermadah sambil bernyanyi
Alleluya, alleluya
Terpujilah Kristus Tuhan. Amin.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Mazmur 117 (118)

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah Israel berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah kaum Harun berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Hendaklah orang yang takwa berkata,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Dalam kesesakan aku berseru kepada Tuhan,*
Ia menjawab dan melegakan daku.

Tuhan di pihakku, aku tidak takut,*
Apa yang dapat dilakukan manusia terhadapku?

Tuhan di pihakku, Ia penolongku.*
Aku melihat pembenciku tersipu-sipu.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada manusia.

Lebih baik berlindung pada Tuhan,*
dari pada percaya kepada bangsawan.

Segala bangsa mengepung aku,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku rapat-rapat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Mereka mengepung aku seperti lebah,+
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
tapi berkat nama Tuhan mereka kubinasakan.

Aku didesak-desak sampai terjatuh,*
tetapi Tuhan menolong aku.

Tuhanlah kekuatan dan pelindungku,*
Dialah kemenanganku

Suara gembira dan sorak-sorai,*
terdengar di perkemahan para pemenang.

"Tuhan bertindak dengan tangan kuat,*
tangan Tuhan mahakuasa".

Aku tidak akan mati, aku tetap hidup,*
untuk mewartakan karya-karya Tuhan.

Tuhan sering menyiksa aku,*
namun tidak menyerahkan daku kepada maut.

Bukalah bagiku gerbang kemenangan,*
supaya aku masuk dan bersyukur kepada Tuhan.

Inilah pintu gerbang Tuhan,*
para pemenang masuk ke dalamnya.

Syukur kepadaMu, sebab Engkau memenangkan daku,*
dan menjadi penyelamatku.

Batu yang dibuang oleh para pembangun,*
telah menjadi batu sendi.

Karya Tuhanlah itu,*
sangat mengagumkan kita.

Pada hari inilah Tuhan bertindak,*
mari kita rayakan dengan gembira.

Ya Tuhan, berilah kami keselamatan!*
Ya Tuhan, berilah kami kesejahteraan!

Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan,+
kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan,*
Tuhanlah Allah, Dia menerangi kita.

Beraraklah dengan membawa ranting berdaun,*
hiasilah tanduk-tanduk mesbah.

Allahkulah Engkau, Engkau kupuji,*
Allahku, Engkau kuagungkan.

Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik,*
kekal abadi kasih setiaNya.

Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab kekal abadi kasih setiaNya, alleluya.

Ant.2: Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Dan 3,52-57

Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah namaMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau dalam baitMu yang mulia dan kudus,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaanMu,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya,+
dan bersemayam di atas singgasana,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Terpujiah Engkau di bentangan langit,*
kepadaMulah pujian selama segala abad.

Pujilah Tuhan, hai segala karya Allah,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

Pujilah Bapa dan Putera dan Roh kudus,*
kepadaNyalah pujian selama segala abad.

(Kemuliaan tidak diucapkan)

Ant.2: Alleluya, putjilah Tuhan, hai segala karya Allah, alleluya.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Mazmur 150

Pujilah Tuhan di tempatNya yang kudus,*
pujilah Dia di angkasaNya yang gemilang.

Pujilah Dia karena karyaNya yang agung,*
pujilah Dia karena kemuliaanNya yang besar.

Pujilah Dia dengan bunyi sangkakala,*
pujilah Dia dengan kecapi dan celempung.

Pujilah Dia dengan rebana dan tari-tarian,*
pujilah Dia dengan gitar dan seruling.

Pujilah Dia dengan ceracap yang berdenting,+
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
segala yang bernafas, pujilah Tuhan.

Ant.3: Segala yang bernafas, pujilah Tuhan, alleluya.

Bacaan Singkat (2Tim 2,8.11-13)

Ingatlah bahwa Tuhan Yesus Kristus, putera Daud, telah bangkit dari alam maut. Benarlah perkataan ini: Jika kita mati dengan Dia, kita akan hidup dengan Dia; jika kita bertahan, kita akan ikut memerintah. Jika kita mengingkari Dia, Diapun akan mengingkari kita; jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Ia tidak dapat mengingkari diriNya.

Lagu Singkat

P: Kami akan memuji Engkau, ya Allah,* Dan menyerukan namaMu. U: Kami. P: Kami akan mewartakan karyaMu yang agung. U: Dan menyerukan namaMu. P: Kemuliaan. U: Kami.

Ant.Kidung (Mi IV): Orang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Orang kagum akan pengajaran Yesus, sebab Ia mengajar sebagai orang yang berwibawa.

Doa Permohonan

Allah yang mahakuasa dan mahabaik sungguh mencintai kita dan mengetahui apa yang kita perlukan. Marilah kita membuka hati bagi Allah, memuji Dia dan berkata:
U: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, kami berharap padaMu.
P: Kami memuji Engkau, raja semesta alam, sebab Engkau memanggil kami, orang yang sesat dan berdosa,* untuk mengenal dan mengabdi Engkau, Allah yang benar.
P: Engkau telah membuka pintu kemurahanMu bagi kami, ya Allah,* semoga kami tak pernah menyimpang dari jalan kehidupan.
P: Kami merayakan kebangkitan PuteraMu yang tercinta,* semoga kami sepanjang hari dipenuhi dengan kegembiraan rohani.
P: Kurniakanlah, ya Tuhan, semangat doa kepada umat beriman,* supaya dalam segala-galanya kami tetap mengucap syukur kepadaMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

MINGGU IV SIANG

Madah

Ya Roh kudus sumber cinta
Serta Bapa dan Putera
Datanglah di tengah kami
Membawa hidup Ilahi

Gerakkanlah hati kami
Agar giat penuh bakti
Menyanyikan lagu puji
Mengamalkan cinta suci

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putera dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Mazmur 22 (23)

Tuhanlah gembalaku, aku takkan berkekurangan,*
Ia membaringkan daku di padang rumput yang hijau.

Ia membimbing aku ke air yang tenang,*
dan menyegarkan daku.

Ia menuntun aku di jalan yang lurus,*
demi namaNya yang kudus.

Sekalipun berjalan dalam lembah yang kelam,*
aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku.

Tongkat kegembalaanMu,*
itulah yang menghibur aku.

Engkau menyediakan hidangan bagiku,*
di hadapan segala lawanku.

Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak,*
pialaku penuh melimpah.

Kerelaan dan kemurahanMu mengiringi aku,*
seumur hidup.

aku akan diam di dalam rumah Tuhan,*
sepanjang masa.

Ant.1: Barang siapa makan dari roti ini, akan hidup untuk selama-lamanya, alleluya.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Mazmur 75 (76)

Allah terkenal di Yehuda,*
di Israel namaNya termasyhur.

KemahNya berada di Salem,*
dan di Sion kediamanNya.

DihancurkanNya panah yang berkilat,*
perisai dan pedang dan perlengkapan perang.

Cemerlang Engkau dan mulia,*
lebih megah dari gunung abadi.

Orang gagah berani Kaujarahi,+
mereka terlelap dalam tidurnya,*
orang yang perkasa lenyap kekuatannya.

Ya Allah Yakub,*
hardikMu melumpuhkan kereta maupun kuda.

Ant.2: Tuhan akan datang untuk dimuliakan dan dikagumi oleh umatNya yang kudus, alleluya.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Dahsyat Engkau, siapakah dapat bertahan di hadapanMu,*
terhadap hebatnya amarahMu.

Dari langit Kauperdengarkan keputusanMu,*
bumi takut dan tertegun.

pada waktu Allah bangkit untuk mengadili,*
dan menyelamatkan orang tertindas seluruh negeri.

Keberangan manusia bahkan menjadi pujianMu,*
dan amarahnya menambah keluhuranMu.

Bernadarlah dan penuhilah janjimu kepada Tuhan Allahmu,*
hendaknya para hamba Tuhan menyampaikan persembahan kepada Yang dahsyat.

Ia mematahkan semangat para penguasa,*
menakutkan para raja bumi.

Ant.3: Bernadarlah dan bawalah persembahan untuk Tuhan AllahMu, alleluya.

Bacaan singkat (Kid 8,6b-7)

Kuat bagaikan mautlah cinta, gigih laksana pratalalah cemburu. Nyalanya ibaratkan nyala api, bagaikan pijar Tuhan. Air yang banyak tidak kuasa memadamkan cinta, tiadapun sungai-sungai dapat menghanyutkannya.

P: Aku cinta padaMu ya Tuhan, kekuatanku.
U: Tuhanlah pelindung dan pembelaku.

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Sore

MINGGU IV SORE II

Madah

Pencipta cahaya mulya
Yang mengatur matahari
Pada awal masa purba
Kauciptakan langit bumi.

Pagi petang Kauhubungkan
Kauberi julukan hari
Senja sudah Kaudatangkan
T'rimalah pujian kami.

Kami sesal akan dosa
Ingin bersih dari noda
Agar dapat masuk surga
Mencapai pahala mulya.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan rohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Mazmur 109 (110),1-5.7

Tuhan berfirman kepada baginda: "Duduklah di sisi kananKu,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu".

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediamanNya di Sion,*
"Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu".

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal,*
"Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya".

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaanNya raja-raja dihancurkanNya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu, alleluya.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Mazmur 111 (112)

Berbahagialah orang takwa,*
yang sangat suka akan perintah Tuhan.

Anak cucunya akan berkuasa di bumi,*
keturunan orang jujur akan diberkati.

Rumah tangganya makmur dan sejahtera,*
kebaikannya tetap selama-lamanya.

Tuhan yang adil, pengasih dan penyayang,*
menjadi cahaya dalam kegelapan bagi orang yang lurus.

Orang baik menaruh belaksihan dan memberi pinjaman,*
ia melakukan urusannya penuh tanggung jawab.

Orang jujur tidak pernah akan goyah,*
ia akan dikenang selama-lamanya.

Ia tidak gentar akan kabar buruk,*
hatinya teguh, penuh kepercayaan kepada Tuhan.

Hatinya tenang, ia tidak takut,*
ia bersukacita karena mengalahkan musuh.

Dengan murah hati ia memberi derma kepada orang miskin,+
kebaikannya tetap selama-lamanya,*
kekuatannya tiada bandingnya.

Orang jahat melihatnya dan sakit hati,+
menggertakkan gigi, merana dan hancur lebur,*
usaha orang berdosa akan gagal.

Ant.2: Berbahagialah yang haus akan kebenaran, sebab mereka akan dipuaskan Allah.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Why 19,1-7

Alleluya.
Pokok keselamatan, kemuliaan dan kekuasaan ialah Allah kita,*
karena benar dan adillah segala keputusanNya.
Alleluya.

Alleluya.
Pujilah Allah kita, hai sekalian hambaNya,*
semua yang takwa, baik kecil maupun besar.
Alleluya.

Alleluya.
Sebab Tuhan, Allah kita yang mahakuasa,*
sudah menjadi raja.
Alleluya.

Alleluya.
Marilah kita bersukacita dan bersorak-sorai,*
marilah kita memuliakan Tuhan.
Alleluya.

Alleluya.
Hari pernikahan Anakdomba telah tiba,*
dan mempelaiNya sudah siap berhias.
Alleluya.

Ant.3: Pujilah Allah kita, hai kamu para hambaNya, baik kecil maupun besar, alleluya.

Bacaan singkat (Ibr 12,22-24)

Kamu sudah datang ke gunung Sion, ke kota Allah yang hidup, Yerusalem surgawi. Kamu masuk ke dalam kumpulan meriah ribuan malaikat, ke dalam jemaat anak-anak sulung yang namanya terdaftar di surga. Kamu sudah datang kepada Allah, hakim semua orang, kepada arwah orang-orang kudus dan kepada Yesus, pengantara perjanjian baru. DarahNya menyucikan kita dan berseru lebih nyaring dari pada darah Habel.

Lagu Singkat

P: Agunglah Tuhan kita,* Dan amat besarlah kekuasaanNya. U: Agunglah. P: HikmatNya tak terduga dalamnya. U: Dan amat besarlah kekuasaanNya. P: Kemuliaan. U: Kristus.

Ant.Kidung (Mi IV): Semua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Semua heran karena kata-kata yang keluar dari mulut Allah.

Doa Permohonan

Setiap pemberian yang baik datang dari atas, diturunkan oleh Allah. Maka hendaklah kita bergembira dalam Tuhan dan berdoa dengan tekun:
U: Tuhan, kabulkanlah doa kami.
P: Bapa semesta alam dan Tuhan kami, Engkau telah mengutus PuteraMu ke dunia supaya namaMu dimuliakan di mana-mana,* teguhkanlah penyaksian GerejaMu di antara para bangsa.
P: Semoga kami terbuka bagi pewartaan para rasul,* dan hidup sesuai dengan kebenaran iman kami.
P: Engkau mencintai orang yang benar,* belalah perkara orang yang diperlakukan tidak adil.
P: Bebaskanlah para tawanan, terangilah orang buta,* bantulah orang yang diperas, lindungilah orang asing.
P: Penuhilah keinginan orang yang berpulang dalam damaiMu,* dan hantarkanlah mereka kepada kebangkitan berkat jasa PuteraMu.

Bapa Kami

Doa Penutup (Mi IV)

Tuhan, Allah kami, perkenankanlah kami mengabdi Engkau dengan segenap hati, dan mencintai semua manusia dengan kasih sejati. Demi Yesus Kristus, Putramu dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama Bapa dalam persekutuan Roh kudus, sepanjang masa. Amin.

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - MINGGU II

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.

P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kiat ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Kristus cahaya mulia
Kegelapan Kauenyahkan
Malam maut tak berdaya
Sudah kalah Kaulumpuhkan

Lindungilah kami Tuhan
Selama semalam ini
Kami mohon ketenangan
Dalam istirahat nanti.

Meski mata 'kan tertidur
Semoga hati berjaga
Rapi selalu teratur
Siap menyambut rajanya.

Terpujilah Kristus raja
Bersama Bapa mulia
Dan Roh kudus sumber cinta
Sepanjang segala masa. Amin.

Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Mazmur 90 (91)

Hendaklah orang yang berlindung pada Allah yang mahatinggi,*
menikmati malam yang aman dalam naungan Tuhan.

Hendaklah ia berdoa: "Ya Tuhan, Engkaulah pelindung dan pengungsianku,*
ya Allah, padaMulah aku percaya"

Hanya Tuhanlah yang akan melepaskan dikau dari perangkap,*
melindungi engkau terhadap wabah yang berkecamuk

Ia akan menudungi engkau dengan kepakNya,+
dan di bawah sayapNya engkau akan berlindung,*
lenganNya akan menjadi perisai dan jebang bagimu.

Engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam,*
akan panah yang mengancam di waktu siang;

Akan wabah yang menular dalam kegelapan,*
akan bencana yang mengamuk di siang hari.

Walaupun seribu orang rebah di sebelah kirimu,+
dan sepuluh ribu di sebelah kananmu,*
namun engkau takkan kejangkitan.

Engkau akan menyaksikan kehancuran musuh,*
dan pembalasan terhadap orang-orang jahat.

Jika engkau memilih Tuhan menjadi pelindungmu,*
dan Allah mahatinggi menjadi penopangmu;

Maka engkau takkan ditimpa malapetaka,*
dan kemahmu takkan diserang wabah;

Sebab Allah akan mengutus malaikatNya,*
untuk menjaga engkau ke manapun engkau pergi.

Mereka akan menatang engkau dengan tangan mereka,*
jangan sampai kakimu tersandung pada batu.

Singa dan harimau akan kaulangkahi,*
ular dan naga akan kauinjak-injak.

Sebab Allah bersabda: "Mengingat bahwa ia berpaut padaKu,*
maka Aku akan menyelamatkannya;

Aku akan menjadi pelindungnya, jika ia mengakui Aku,*
jika ia berseru kepadaKu, Aku akan menjawabnya.

Aku akan tetap besertanya dan membebaskan dia dari kesesakan,*
dan Aku akan memuliakannya.

Aku akan memuaskan dia dengan usia lanjut,*
dan memperkenankan dia menikmati keselamatanKu".

Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.

Bacaan singkat (Why 22,4-5)

Para hamba Allah akan memandang wajah Allah, dan nama Allah tertera pada dahi mereka. Malam takkan ada lagi, cahaya lampu atau sinar matahari takkan mereka perlukan lagi. Sebab Tuhan Allah menerangi mereka, dan mereka akan meraja selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, kunjungilah rumah ini dan berkatilah kami selalu. Jauhkanlah segala tipu daya musuh dari rumah ini dan utuslah malaikatMu untuk membawa damai sejahtera dan menyertai kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Hari Minggu malam:

Tuhan, pelindung kami, pada hari ini kami telah merayakan wafat dan kebangkitan Kristus. Dengarkanlah kiranya ucapan bibir kami, dan jauhkanlah segala mara bahaya. Semoga kami tidur dengan nyenyak dan aman sentosa dalam damaiMu, sehingga kami dapat bangun lagi dengan gembira hati untuk memuji Engkau. Demi Kristus, pengantara kami.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih, hidup, hiburan dan harapan kami. Kami semua memanjatkan permohonan, kami amat susah, mengeluh, mengesah dalam lembah duka ini. Ya ibunda, ya pelindung kami, limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami. Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu, s'moga kautunjukkan kepada kami. O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Wilfridus

Uskup dan Pengaku Iman

Wilfridus lahir di Ripon, Northumbria, Inggris pada tahun 643. Pada usia 13 tahun, ia tinggal di istana Oswy, raja Northumbria. Eanfleda, permaisuri Raja Oswy, menerima dia dengan senang hati dan menganggap dia sebagai anaknya sendiri. Eanfleda kemudian mengirim dia ke biara Lindisfarne untuk mempelajari ilmu-ilmu suci dan berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Di biara itu Wilfridus dididik dalam tata cara liturgi Keltik. Tetapi kemudian ia meninggalkan biara itu dan pergi ke Canterbury karena apa yang didapatnya di Lindisfarne tidak memuaskan hatinya. Dari Canterbury, ia pergi ke Lyon, Prancis pada tahun 652 dan dari Lyon ia pergi ke Roma. Di sana ia menjadi sekretaris pribadi Sri Paus Martinus I (649-655), sambil belajar hukum dan tata cara liturgi Romawi. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Roma, ia kembali ke Lyon. Ia menetap di sana selama tiga tahun lebih sambil melancarkan perlawanannya terhadap adat istiadat dan liturgi Keltik.

Pada tahun 660 ia memberanikan diri kembali ke Inggris untuk menyapu bersih adat istiadat kafir yang ada di sana. Karena pandai dalam hukum dan tata cara liturgi Romawi, Raja Alcfridus dari Deira memberinya dana untuk mendirikan sebuah biara baru di Ripon. Dari biara inilah ia menerapkan aturan hidup membiara Santo Benediktus yang dikenalnya ketika belajar di Roma. Tak lama kemudian, ia ditahbiskan menjadi imam oleh Santo Agilbertus, seorang uskup berkebangsaan Prancis yang bekerja di wilayah Saxon Barat.

Di Inggris bintang Wilfridus semakin bersinar terang. Situasi Gereja pada masa itu kacau balau karena perpecahan di kalangan umat. Oleh karena itu sebuah sinode diselenggarakan di Whitby, tepatnya di biara Santa Hilda, untuk menyelesaikan pertikaian pendapat antara kelompok yang mengikuti kebiasaan liturgi Keltik dan kelompok yang mau mengikuti tata cara liturgi Romawi. Kebiasaan liturgi Keltik telah menyebarluas dan dipraktekkan di semua wilayah Inggris dan berbeda sekali dengan tata cara liturgi Romawi dalam hal-hal seperti: tanggal hari raya Paskah, Upacara Permandian, dan upacara-upacara lainnya. Wilfridus dengan gigih memperjuangkan penerimaan dan pemakaian tata cara liturgi Romawi. Ia berhasil mempengaruhi Raja Oswy dan mendesak dia untuk mengakui dan menerapkan di seluruh Inggris aturan liturgi yang berlaku di seluruh Gereja Latin.

Pada tahun yang sama (664), Wilfridus ditahbiskan menjadi uskup untuk dioses York di Compiegne, Prancis oleh Santo Agilbertus. Tetapi karena ia terlambat datang ke York setelah pentahbisannya, Raja Oswy mempercayakan keuskupan York kepada Chad. Wilfridus tidak mau mempermasalahkan hal ini; sebaliknya ia pergi ke biara Ripon sampai Santo Theodor, Uskup Canterbury, mendesak Chad turun dari takhta pada tahun 669. Sejak itu, Wilfridus menduduki takhta keuskupan York dan giat melaksanakan tugas kegembalaannya. Ia giat memperkenalkan dan menerapkan tata cara liturgi Romawi di seluruh keuskupannya.

Tetapi dalam usahanya itu, ia terus menerus menghadapi berbagai masalah. Theodor, didukung oleh Raja Egfridus, pengganti Oswy, berusaha membagi wilayah keuskupan York sebagai protes terhadap kebijakan Wilfridus menerapkan tata cara liturgi Roma di keuskupan York. Wilfridus berangkat ke Roma untuk melaporkan langsung masalah itu kepada Sri Paus Agatho (678-681). Paus mendukung Wilfridus dan mempersalahkan Theodor dan Raja Egfridus. Namun Egfridus tidak menerima apa yang diputuskan Paus Agatho. Oleh karena itu, Wilfridus pergi ke Inggris Selatan dan selama 5 tahun bekerja di sana di antara orang-orang Saxon. Baru pada tahun 686 ia didamaikan dengan Theodor dengan bantuan Raja Aldfridus, pengganti Egfridus. Namun pada tahun 691, Wilfridus sekali lagi dibuang karena tidak menyetujui pembagian wilayah keuskupan York. Karena itu pada tahun 704, Wilfridus sekali lagi pergi ke Roma untuk melaporkan masalah itu kepada Sri Paus Yohanes VI (701-705). Paus menganjurkan agar segera diadakan suatu sinode di Yorkshire untuk mencari jalan terbaik bagi masalah itu. Sinode akhirnya mencapai kesepakatan yaitu bahwa Ripon dan Hexham dipercayakan kepada pelayanan Wilfridus. Wilfridus meninggal dunia sementara dalam suatu kunjungan pastoral di biara Santo Andreas, di Oundle, Northamtonshire pada tahun 709.