Senin, 3 November 2031

Hari Raya Semua Orang Kudus

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Wahyu 7:2-4,9-14

Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan, dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.

Mazmur Tanggapan Mazmur 24:1-6

Tuhanlah yang empunya bumi serta segala isinya, dan dunia serta yang diam di dalamnya.
Sebab Dialah yang mendasarkannya di atas lautan dan menegakkannya di atas sungai-sungai.
"Siapakah yang boleh naik ke atas gunung TUHAN? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus?"
"Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu.
Dialah yang akan menerima berkat dari TUHAN dan keadilan dari Allah yang menyelamatkan dia.
Itulah angkatan orang-orang yang menanyakan Dia, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub." Sela

Bacaan Kedua 1 Yohanes 3:1-3

Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang kekasih, sekarang kita adalah anak-anak Allah, tetapi belum nyata apa keadaan kita kelak; akan tetapi kita tahu, bahwa apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.

Bacaan Injil Matius 5:1-12a

Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka, kata-Nya: "Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu."

Renungan

Papan Peringkat Surga

Setiap akhir tahun selalu muncul daftar. Orang paling kaya. Tokoh paling berpengaruh. Perusahaan paling untung. Dunia gemar menyusun papan peringkat, dan diam-diam kita ikut mengukur diri dengan daftar itu: ada di mana aku, kalau semua orang diurutkan?

Di atas sebuah bukit, Yesus juga membacakan sebuah daftar. Tetapi urutannya membuat dahi berkerut. Berbahagialah yang miskin di hadapan Allah. Berbahagialah yang berdukacita. Yang lemah lembut. Yang lapar dan haus akan kebenaran. Yang murah hati. Yang membawa damai. Yang dianiaya. Tidak satu pun nama besar. Tidak satu pun kategori yang biasa masuk majalah.

Kemarin kita merenungkan barisan tak terhitung para kudus. Hari ini Yesus seakan menunjukkan pintu masuknya, dan pintu itu justru berada di tempat yang tidak diperebutkan orang. Siapa yang berlomba menjadi paling berdukacita? Siapa yang bercita-cita paling lemah lembut? Justru di sanalah Kerajaan Sorga dibuka.

Ucapan bahagia ini bukan perintah yang berat, melainkan sebuah potret. Kalau kita cari wajah di baliknya, yang muncul bukan pahlawan di panggung, melainkan orang-orang yang kita jumpai sehari-hari. Orang yang menangisi dosanya sendiri. Orang yang mengalah demi kerukunan. Orang yang tetap haus akan kebenaran meski di sekitarnya kebohongan lebih laku.

Yesus menutup dengan kalimat yang aneh untuk telinga pemburu peringkat: bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga. Rupanya ada papan peringkat yang lain, yang perhitungannya terbalik dari milik dunia, dan yang tidak diumumkan setiap akhir tahun.

Pertanyaannya hari ini: daftar mana yang sedang kukejar? Yang membuatku terlihat di mata banyak orang, atau yang membuatku bahagia di mata Allah? Sebab dua daftar itu jarang sekali sama isinya.

Ada satu hal lagi yang mudah terlewat. Yesus tidak berkata berbahagialah kalau kelak kamu masuk surga. Ia berkata berbahagialah, sekarang, dalam keadaan yang justru kelihatan malang. Kebahagiaan yang Ia tawarkan bukan hadiah yang ditunda sampai mati, melainkan sesuatu yang sudah mulai terasa hari ini, di tengah air mata dan kesabaran. Orang yang lemah lembut sudah mencicipi damai yang tidak dimiliki orang yang selalu ingin menang. Orang yang murah hati sudah merasakan lega yang tidak dikenal orang yang menggenggam erat.

Inilah rahasia para kudus yang kemarin kita rayakan. Mereka tidak menunggu bahagia sampai di seberang. Mereka sudah bahagia di jalan, karena tahu ke mana jalan itu menuju.

Tuhan, lepaskanlah aku dari keharusan menjadi nomor satu di mata dunia. Ajarilah aku bahagia dengan cara-Mu, sebab hanya daftar-Mu yang bertahan sampai kekal. Amin.

Invitatorium

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Peringatan Arwah Semua Orang Beriman

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

1 Aku memuji kuasa Allah yang perkasa,

yang menjadikan gunung-gunung menjulang,

yang membentangkan lautan luas

dan membangun langit yang tinggi.

Aku memuji hikmat yang menetapkan

matahari menguasai siang;

bulan bersinar penuh atas perintah-Nya,

dan semua bintang patuh.

2 Aku memuji kebaikan Tuhan,

yang memenuhi bumi dengan makanan;

Ia membentuk makhluk-makhluk dengan firman-Nya,

lalu menyatakan semuanya baik.

Tuhan, betapa ajaib karya-Mu terpampang,

ke mana pun mataku memandang,

baik saat aku menelusuri tanah yang kupijak

maupun menatap langit.

3 Tiada tumbuhan atau bunga di bawah

yang tidak menyatakan kemuliaan-Mu;

Dan awan-awan bangkit dan badai bertiup

atas perintah dari takhta-Mu;

sementara semua yang meminjam hidup dari-Mu

selalu dalam pemeliharaan-Mu,

dan di mana pun manusia berada,

Engkau, ya Allah, hadir di sana.

PSALMODI

Ant. 1 Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Mazmur 40

Syukur dan permohonan pertolongan

Bukan kurban dan persembahan yang Engkau kehendaki, tetapi Engkau telah menyediakan tubuh bagiku (Ibrani 10:5).

I
Aku menanti, aku menanti Tuhan

dan Ia menunduk kepadaku;

Ia mendengar seruanku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menarikku dari lubang maut,

dari lumpur kotor.

Ia menempatkan kakiku di atas batu

dan mengukuhkan langkahku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ia menaruh nyanyian baru di mulutku,

pujian bagi Allah kita.

Banyak orang akan melihat dan takut

dan akan percaya kepada Tuhan.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Berbahagialah orang yang menaruh

kepercayaannya kepada Tuhan

dan tidak berpaling kepada pemberontak

yang mengikuti ilah-ilah palsu.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Betapa banyak, ya Tuhan Allahku,

keajaiban dan rancangan

yang telah Engkau kerjakan bagi kami;

tiada yang setara dengan-Mu.

Jika aku harus memberitakan dan menceritakannya,

jumlahnya lebih dari yang dapat kuceritakan!

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Engkau tidak meminta kurban dan persembahan,

tetapi telinga yang terbuka.

Engkau tidak meminta kurban bakaran dan korban.

Sebaliknya, inilah aku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Dalam gulungan kitab tertulis

bahwa aku harus melakukan kehendak-Mu.

Allahku, aku senang akan hukum-Mu

di lubuk hatiku.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Dari tanah Engkau membentuk aku, dengan daging Engkau membalut aku; Tuhan, Penebusku, bangkitkanlah aku kembali pada hari terakhir.

Ant. 2 Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

II
Keadilan-Mu telah kuberitakan

dalam jemaat yang besar.

Bibirku tidak kututup;

Engkau mengetahuinya, ya Tuhan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Keadilan-Mu tidak kusimpan dalam hatiku

tetapi kuberitakan pertolongan-Mu yang setia.

Kasih dan kebenaran-Mu tidak kusimpan

dari jemaat yang besar.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, Engkau tidak akan menahan

belas kasihan-Mu dariku.

Kasih setia dan kebenaran-Mu

akan selalu menjagaku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Sebab aku dikepung oleh kejahatan

yang terlalu banyak untuk dihitung.

Dosa-dosaku menimpaku

dan penglihatanku kabur.

Jumlahnya lebih banyak dari rambut kepalaku

dan hatiku tenggelam.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ya Tuhan, datanglah menyelamatkanku;

Tuhan, datanglah menolongku.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Biarlah ada sukacita dan kegembiraan

bagi semua yang mencari Engkau.

Biarlah mereka selalu berkata: “Besarlah Tuhan”,

mereka yang mengasihi pertolongan-Mu yang menyelamatkan.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Adapun aku, yang sengsara dan miskin,

Tuhan memikirkanku.

Engkau adalah penyelamatku, penolongku,

ya Allah, janganlah menunda.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Tuhan, semoga Engkau berkenan menyelamatkan aku; pandanglah aku dan tolonglah aku.

Ant. 3 Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mazmur 42

Kerinduan akan kehadiran Tuhan di Bait-Nya

Biarlah semua yang haus datang; biarlah semua yang menginginkannya, minum dari air kehidupan (Wahyu 22:17).

Seperti rusa yang merindukan

aliran air,

demikianlah jiwaku merindukan

Engkau, ya Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku haus akan Allah,

Allah kehidupanku;

kapankah aku dapat masuk dan melihat

wajah Allah?

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Air mataku telah menjadi makananku,

siang dan malam,

saat kudengar sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hal-hal ini akan kuingat

saat kucurahkan jiwaku:

bagaimana aku memimpin kerumunan yang bersukacita

ke dalam rumah Allah,

di tengah seruan kegembiraan dan syukur,

kerumunan yang riuh dengan sukacita.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jiwaku tertekan di dalam diriku

saat aku memikirkan Engkau,

dari negeri Yordan dan Gunung Hermon,

dari Bukit Mizar.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Jurang memanggil jurang,

dalam deru air;

banjir-Mu dan semua gelombang-Mu

menyapu atasku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Pada siang hari Tuhan akan mengirimkan

kasih setia-Nya;

pada malam hari aku akan menyanyi bagi-Nya,

memuji Allah kehidupanku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Aku akan berkata kepada Allah, batuku:

“Mengapa Engkau melupakan aku?

Mengapa aku berjalan berkabung

ditekan oleh musuh?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Dengan seruan yang menusuk hatiku,

musuh-musuhku mencelaku,

berkata kepadaku sepanjang hari:

“Di manakah Allahmu?”

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Mengapa engkau tertekan, jiwaku,

mengapa mengerang di dalam diriku?

Berharaplah kepada Allah; aku akan tetap memuji-Nya,

penyelamatku dan Allahku.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Jiwaku haus akan Allah yang hidup; kapankah aku akan melihat-Nya muka dengan muka?

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Tuhan, tak terhitung belas kasihan-Mu.

Berilah aku hidup sesuai dengan firman-Mu.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari surat kedua Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

4:16-5:10

Ketika tubuh tempat kediaman kita di bumi ini mati, kita memperoleh tempat kediaman yang kekal di surga.
Sebab itu kami tidak tawar hati, meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari hari ke hari. Sebab penderitaan kami yang ringan dan sesaat ini mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tidak kelihatan adalah kekal.
Karena kami tahu, bahwa jika kemah kediaman kami yang di bumi ini dibongkar, kami memiliki tempat kediaman yang disediakan Allah di surga, suatu tempat kediaman yang tidak dibuat oleh tangan manusia, melainkan yang kekal. Selama kami di sini, kami mengeluh, bahkan kami merindukan untuk mengenakan tempat kediaman surgawi kami. Ini akan terjadi, asalkan kami didapati berpakaian dan tidak telanjang. Selama kami tinggal dalam kemah kami yang sekarang, kami mengeluh; kami terbebani karena kami tidak ingin ditelanjangi, melainkan ingin mengenakan tempat kediaman surgawi, supaya yang fana ini ditelan oleh hidup. Allah telah menciptakan kami untuk hal ini dan telah memberikan Roh sebagai jaminan.
Karena itu kami senantiasa berani. Kami tahu bahwa selama kami tinggal di dalam tubuh, kami jauh dari Tuhan. Kami hidup oleh iman, bukan oleh penglihatan. Aku ulangi, kami penuh keberanian dan lebih suka jauh dari tubuh dan berada di rumah bersama Tuhan. Karena itu, kami berusaha untuk menyenangkan Dia, baik kami bersama Dia maupun jauh dari Dia. Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang menerima balasan atas apa yang telah dilakukannya dalam tubuh, baik atau buruk.

RESPONSORIUM

Tuhan, janganlah menghakimi aku menurut perbuatanku:

Aku tidak melakukan apa pun yang layak di hadapan-Mu:

oleh karena itu aku memohon kepada-Mu, Allah yang mulia,

hapuskanlah segala kesalahanku.
Tuhan, basuhlah kejahatanku, dan sucikanlah aku dari dosaku.

Hapuskanlah segala kesalahanku.

BACAAN KEDUA

Dari sebuah buku tentang kematian saudaranya Satyrus oleh Santo Ambrosius, uskup

Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus.
Kita melihat bahwa kematian adalah keuntungan, hidup adalah kerugian. Paulus berkata: Bagiku hidup adalah Kristus, dan mati adalah keuntungan. Apa artinya “Kristus” selain mati dalam tubuh, dan menerima napas kehidupan? Marilah kita mati bersama Kristus, agar hidup bersama Kristus. Kita harus memiliki keakraban harian dengan kematian, kerinduan harian akan kematian. Dengan jenis pelepasan ini, jiwa kita harus belajar membebaskan diri dari keinginan tubuh. Ia harus terbang di atas nafsu duniawi ke tempat di mana mereka tidak dapat mendekat, untuk menahannya erat-erat. Ia harus mengambil rupa kematian, untuk menghindari hukuman kematian. Hukum kodrat kita yang jatuh berperang melawan hukum akal kita dan menundukkan hukum akal kepada hukum kesalahan. Apa obatnya? Siapa yang akan membebaskan aku dari tubuh maut ini? Rahmat Allah, melalui Yesus Kristus, Tuhan kita.
Kita memiliki dokter untuk menyembuhkan kita; marilah kita menggunakan obat yang Dia resepkan. Obatnya adalah rahmat Kristus, tubuh yang mati adalah tubuh kita sendiri. Marilah kita menjadi orang buangan dari tubuh kita, agar tidak menjadi orang buangan dari Kristus. Meskipun kita masih dalam tubuh, janganlah kita menyerahkan diri kepada hal-hal duniawi. Kita tidak boleh menolak hak-hak alami tubuh, tetapi kita harus menginginkan di atas segalanya karunia-karunia rahmat.
Apa lagi yang perlu dikatakan? Oleh kematian satu oranglah dunia ditebus. Kristus tidak perlu mati jika Dia tidak mau, tetapi Dia tidak memandang kematian sebagai sesuatu yang patut dicemooh, sesuatu yang harus dihindari, dan Dia tidak dapat menemukan cara yang lebih baik untuk menyelamatkan kita selain dengan mati. Demikianlah kematian-Nya adalah hidup bagi semua. Kita dimeteraikan dengan tanda kematian-Nya; ketika kita berdoa kita memberitakan kematian-Nya; ketika kita mempersembahkan kurban kita mewartakan kematian-Nya. Kematian-Nya adalah kemenangan; kematian-Nya adalah tanda suci; setiap tahun kematian-Nya dirayakan dengan khidmat oleh seluruh dunia.
Apa lagi yang harus kita katakan tentang kematian-Nya karena kita menggunakan contoh ilahi ini untuk membuktikan bahwa hanya kematianlah yang memenangkan kebebasan dari kematian, dan kematian itu sendiri adalah penebusnya? Kematian bukanlah penyebab kesedihan, karena ia adalah penyebab keselamatan umat manusia. Kematian bukanlah sesuatu yang harus dihindari, karena Putra Allah tidak menganggapnya di bawah martabat-Nya, juga tidak berusaha menghindarinya.
Kematian bukanlah bagian dari kodrat; ia menjadi bagian dari kodrat. Allah tidak menetapkan kematian sejak awal; Ia menetapkannya sebagai obat. Kehidupan manusia dikutuk karena dosa untuk kerja keras yang tak henti-hentinya dan kesedihan yang tak tertahankan dan demikianlah mulai mengalami beban kesengsaraan. Harus ada batas bagi kejahatannya; kematian harus mengembalikan apa yang telah hilang dari kehidupan. Tanpa bantuan rahmat, keabadian lebih merupakan beban daripada berkat.
Jiwa harus berpaling dari jalan-jalan kehidupan yang tanpa tujuan ini, dari pencemaran tubuh duniawi; ia harus menjangkau jemaat-jemaat di surga (meskipun hanya orang-orang kudus yang diizinkan masuk ke sana) untuk menyanyikan pujian Allah. Kita belajar dari Kitab Suci bagaimana pujian Allah dinyanyikan dengan iringan harpa: Besar dan ajaiblah perbuatan-Mu, Tuhan Allah Yang Mahakuasa; adil dan benar jalan-Mu, Raja segala bangsa. Siapa yang tidak akan menghormati dan memuliakan kodrat-Mu? Hanya Engkau yang kudus; semua bangsa akan datang dan menyembah di hadapan-Mu. Jiwa juga harus merindukan untuk menyaksikan pernikahan-Mu, Yesus, dan untuk melihat mempelai-Mu diantar dari realitas duniawi ke realitas surgawi, saat semua bersukacita dan bernyanyi: Semua daging akan datang di hadapan-Mu. Mempelai wanita tidak lagi akan tunduk pada dunia yang fana ini tetapi akan disatukan dengan roh.
Di atas segalanya, Daud yang kudus berdoa agar ia dapat melihat dan menatap ini: Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, inilah yang akan kudapatkan: untuk tinggal di rumah Tuhan sepanjang hari-hari hidupku, dan untuk melihat betapa murah hati Tuhan.

RESPONSORIUM Lihat 2 Makabe 12:45; Matius 13:43

Ada beberapa orang yang telah meninggal dengan kematian yang saleh;

mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.
Maka orang-orang benar akan bersinar seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.

Mereka akan menerima upah mulia yang menanti mereka.

TE DEUM

Engkau adalah Allah: kami memuji-Mu;

Engkau adalah Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau adalah Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kekuatan surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah semesta alam,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan para rasul yang mulia memuji-Mu.

Persekutuan para nabi yang luhur memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, yang keagungan-Nya tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, ya Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau beli dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpin dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, ya Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah.
Tuhan, tunjukkanlah kasih dan belas kasihan-Mu kepada kami,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami kepada-Mu.
Dalam Engkau, ya Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Dengarkanlah dengan murah hati doa-doa kami,

ya Tuhan, dan, sebagaimana iman kami kepada Putra-Mu,

yang bangkit dari antara orang mati, semakin mendalam,

demikian pula semoga harapan kami akan kebangkitan

bagi hamba-hamba-Mu yang telah meninggal juga menemukan kekuatan baru.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

RABU II PAGI

Pembukaan

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.
Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.
Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.
Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya -Ku yang agung.
Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku”.
Kemuliaan kepada Bapa…

Seperti pada…

Ant. Pujilah Allah, hai seluruh bumi, sembahlah Tuhan dengan sukacita.

Madah

Mari kami putra terang

Tampil maju dan berjuang

Diresapi s’mangat Kristus

Jadi abdi dengan tulus.
Jangan lupa mohon Tuhan

Agar kami diarahkan

Pada tujuan sejati

Setia sepanjang hari.
Allah cahaya sejati

Sinarilah hati kami

Agar mampu memantulkan

Kristus terang kehidupan.
Terpujilah Allah Bapa

Terpujilah Allah Putra

Bersama Roh -Kudus pula

Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Mazmur 76 (77)

Aku berseru kepada Allah dengan suara lantang,*

aku berteriak, dan Ia mendengarkan daku.
Pada hari kesesakanku aku mencari Tuhan,+

malam hari kutadahkan tanganku tiada hentinya,*

dan tiada hiburan bagiku.
Apabila aku ingat akan Allah, aku mengaduh,*

apabila termenung, makin lemah lesu semangatku.
Mataku tiada terpejamkan,*

aku gelisah, hingga tidak dapat berbicara.
Kupikirkan zaman yang lampau,*

tahun yang silam kukenang.
Malam hari aku merenung-renung dalam hati,*

dan selalu menimbang-nimbang dalam batinku.
“Untuk selamanyakah Tuhanku menolak,*

dan tiada lagi bermurah hati?
Sudah habiskah kasih setia-Nya selama-lamanya,*

sudah batalkah janji-Nya yang turun-temurun?
Sudah lupakah Allah menaruh belaskasihan,*

ataukah Ia menutup kerahiman-Nya dengan kemurkaan?”
Sungguh inilah yang menikam hatiku,*

bahwa Allah merubah sikap-Nya.
Namun aku tetap mengingat karya Tuhan,*

karya yang mengagumkan pada masa yang silam.
Segala karya-Mu akan kurenungkan,*

akan kukenangkan segala perbuatan-Mu.
Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu,*

dewa manakah seagung Allah kami?
Engkaulah Allah yang melakukan karya-karya agung,*

Engkau menyatakan kuasa-Mu di antara bangsa-bangsa.
Dengan tangan kuat Kautebus umat-Mu,*

keturunan Yakub dan Yusuf.
Air laut melihat Engkau, ya Allah,+

melihat Engkau, lalu gemetar,*

bahkan samudera raya bermendapatar ketakutan.
Awan-awan mencurahkan air hujan,+

awan meledakkan guntur gemuruh,*

halilintar sambar-menyambar.
Deru guntur-Mu sabung-menyabung,+

kilapan kilat menyinari jagat,*

bumi gemetar dan berguncang.
Jalan-Mu melalui laut, melalui air yang luas,*

rahasia karya-Mu tak terselami.
Demikian umat-Mu Kaubimbing seperti kawanan domba,*

dengan perantaraan -Musa dan Harun.

Ant.1: Ya Allah, kuduslah tindakan-Mu, dewa manakah seagung Allah kami?

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

1Sam 2,1-10
Hatiku bersukaria karena Tuhan,*

aku bermegah-megah karena Allahku.
Mulutku mengejek musuh,*

karena aku gembira atas pertolongan-Mu.
Tak ada orang sekudus Tuhan,*

tak ada wadas sekokoh Allah kami.
Jangan lagi berbicara dengan angkuh,*

membualkan kata yang congkak-congkak.
Tuhan Allah yang mahatahu,*

bukankah Dia yang menguji tingkah laku manusia!
Sudah patahlah busur para perkasa,*

dan orang lemah dipersenjatai kekuatan.
Orang yang kenyang harus mencari nafkah,*

orang kelaparan mengaso dari kerjanya.
Orang mandul melahirkan tujuh kali,*

tetapi ibu yang beranak banyak menjadi layu.
Tuhan berkuasa atas mati dan hidup,*

menurunkan ke alam maut dan menaikkan dari sana.
Tuhan membuat miskin dan membuat kaya,*

Ia merendahkan dan meninggikan.
Ia menegakkan dari debu orang yang hina,*

mengangkat dari persampahan orang miskin.
Tuhan mendudukkan dia di antara para bangsawan,*

dan memberinya tempat kehormatan.
Sebab Tuhanlah yang memiliki alas bumi,*

Ia menaruh daratan di atasnya.
Ia melindungi langkah laku orang yang dikasihi-Nya,+

dan membinasakan orang berdosa dalam kegelapan,*

sebab orang tidak menjadi perkasa dengan kekuatannya sendiri.
Tuhan menggentarkan para lawan-Nya,+

Yang mahatinggi mengguntur di cakerawala,*

Tuhan mengadili bumi sampai ke ujung-ujungnya.
Tuhan memberikan kekuasaan kepada rajanya,*

dan menguatkan orang yang diurapi-Nya.

Ant.2: Hatiku bersukaria karena Tuhan yang merendahkan dan meninggikan.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Mazmur 96 (97)

Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai,*

dan pulau-pulau bersukacita.
Awan kelam menyelubungi Tuhan,*

keadilan dan hukum tumpuan takhta-Nya.
Api menjalar di hadapan Tuhan,*

menghanguskan para lawan di sekamir-Nya.
Halilintar menyinari jagat,*

bumi melihatnya dan gemetar.
Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan,*

di hadapan Tuhan semesta alam.
Langit mewartakan keadilan Tuhan,*

dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Dipermalukanlah orang yang menyembah berhala,+

yang bermegah atas arca yang tak berdaya,*

hendaknya segala dewa sujud menyembah Tuhan.
Sion mendengarnya dan bersukacita,+

kota-kota Yehuda bersorak-sorai,*

karena keputusan-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkaulah, ya Tuhan, mahatinggi di atas seluruh bumi,*

Engkau mahaagung di atas segala dewata.
Hai orang yang mengasihi Tuhan, bencilah kejahatan,+

sebab Tuhan memelihara orang yang mengasihi-Nya,*

dan melepaskan mereka dari cengkeraman orang jahat.
Terang terbit bagi orang benar,*

sukacita bagi orang yang tulus hati.
Bergembiralah dalam Tuhan, hai orang benar,*

muliakan nama-Nya yang kudus.

Ant.3: Tuhan meraja, hendaklah bumi bersorak-sorai.

Bacaan Singkat (Rom 8,35.37)
Apakah yang dapat memisahkan kami dari cinta Kristus? Sengsara? Penindasan? Penganiayaan? Kelaparan? Ketelanjangan? Bahaya? Atau pedang? Dalam segalanya kami akan menang dengan jaya karena kekuasaan Krtistus yang mencintai kami.
Lagu Singkat
P: Aku memuji Tuhan,* Setiap waktu.

U: Aku.

P: Madah pujian tetap bergema pada bibirku.

U: Setiap waktu.

P: Kemuliaan.

U: Aku.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.
Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.
Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.
Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.
Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.
Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.
Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.
Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.
Sebab Allah kami penuh rahmat dan belaskasihan,*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.
Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Hendaklah kami mengabdi Tuhan seumur hidup.

Doa Permohonan

Terpujilah Allah, penyelamat kami, sebab Ia telah berjanji akan menyertai Gereja-Nya setiap saat sampai akhir dunia. Marilah kami bersyukur kepada-Nya dan berkata:

U: Tinggallah beserta kami, ya Tuhan.

P: Ya Tuhan, tinggallah sepanjang hari beserta kami,* dan matahari rahmat-Mu yang menyinari kami jangan sampai terbenam.

P: Kepada-Mu kami baktikan hari ini sebagai kurban pujian,* dan kami berjanji tidak akan melakukan atau membenarkan kejahatan.

P: Ya tuhan, semoga seluruh hari ini mendatangkan kurnia cahaya-Mu,* supaya kami menjadi terang dunia dan garam masyarakat.

P: Semoga cinta kasih Roh kudus-Mu membimbing hati dan bibir kami,* agar kami tetap berlaku baik dan memuji Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, sinarilah kiranya hati kami dengan terang cahaya-Mu. Semoga kami tetap mengikuti jalan perintah-Mu, dan tak pernah menyimpang dari padanya. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu dan pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU II SIANG

Madah

Marilah kami bernyanyi

Bagi penebus Illahi

Dengan iman dan harapan

Penuh cinta yang bertahan.
Sambil mohon dibebaskan

Dari tipu daya lawan

Agar selalu setia

Dalam mengabdi sesama.
Terpujilah Allah Bapa

Bersama Putra tercinta

Yang memperoleh Roh suci

Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Mazmur 118 (119),57-64

Ya Tuhan, berpegang pada firman-Mu,*

itulah kekayaan hatiku.
Aku memohon belaskasihan-Mu dengan segenap hati,*

kasihanilah aku sesuai dengan janji-Mu.
Aku memperhatikan segala jalan hidupku,*

dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.
Aku bergegas dan tidak berlambat,*

untuk memenuhi perintah-Mu.
Sekalipun aku terjerat oleh orang berdosa,*

tetapi hukum-Mu tidak pernah kulupakan.
Tengah malam aku bangun untuk bersyukur kepada-Mu,*

karena hukum-hukum-Mu yang adil.
Aku bersahabat dengan semua orang yang takwa,*

dengan orang yang menepati perintah-Mu.
Bumi penuh dengan kasih setia-Mu, ya Tuhan,*

ajarkanlah ketetapan-Mu kepadaku.

Ant.1: Aku memperhatikan jalan hidupku dan melangkahkan kakiku menunju perintah-Mu.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – I
Ya Allah, dengarkanlah doaku,*

jangan menyembunyikan diri terhadap permohonanku.
Perhatikanlah dan kabulkanlah doaku,*

aku mengembara dan menangis.
Aku cemas karena teriakan musuh,*

karena aniaya orang berdosa.
Sebab mereka menimpakan celaka kepadaku,*

dan dengan geramnya memusuhi aku.
Hatiku gelisah di dalam dadaku,*

kengerian maut mendatangi aku.
Aku ketakutan dan gemetar,*

perasaan seram meliputi aku.
Kataku: “Siapa kiranya memberi aku sayap seperti merpati,*

supaya aku terbang dan mencari tempat yang tenang.
Aku ingin lari jauh-jauh,*

dan tinggal di padang gurun.
Aku akan mencari tempat perlindungan,*

terhadap angin ribut dan badai”.
Cerai-beraikanlah musuh, ya Tuhan, kacaukanlah bahasa mereka,*

sebab aku melihat kekerasan dan perbantahan di kota.
Siang malam mereka mengelilingi kota di atas temboknya,*

di dalam kota ada kelaliman dan bencana.
Kebinasaan merajalela dalam kota,*

lapangannya penuh penindasan dan tipu daya.

Ant.2: Aku ketakutan dan gemetar; perhatikanlah dan kabulkanlah doaku, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Mazmur 54 (55),2-15.17-24 – II
Andaikata seorang musuh yang mencela aku,*

masih dapat kuterima.
Andaikata seorang lawan yang menentang aku,*

aku masih dapat menyembunyikan diri.
Tetapi engkau, orang yang akrab dengan daku,*

sahabat dan orang kepercayaanku;
dengan dikau aku bergaul dengan mesra,*

bersama engkau aku masuk bait Allah di tengah-tengah orang banyak.
Aku tetap berseru kepada Allah,*

Tuhan akan menyelamatkan daku.
Waktu malam, pagi dan siang aku menangis dengan cemas,*

dan Tuhan mendengarkan jeritanku.
Ia menyelamatkan daku dari serangan musuh,*

sebab banyaklah mereka yang melawan daku.
Allah mendengarkan doaku dan merendahkan mereka,*

Dialah hakim sejak sediakala.
Sebab mereka tak dapat diperbaiki,*

dan tidak mau takut akan Allah.
Orang mengepalkan tangannya melawan sahabat,*

dan melanggar perjanjiannya.
Mulutnya licin melebihi mentega,*

tetapi hatinya merancangkan perang.
Kata-katanya lembut melebihi minyak,*

tetapi sebenarnya bagaikan pedang terhunus.
Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan, maka Ia melindungi engkau,*

orang benar tidak dibiarkan-Nya goyah.
Tetapi orang-orang jahat,*

Kaujerumuskan ke alam maut, ya Allah.
Para penumpah darah dan penipu,+

takkan mencapai setengah umur hidupnya,*

tetapi aku ini percaya kepada-Mu, ya Tuhan.

Ant.3: Aku tetap berseru kepada Allah, Tuhan akan menyelamatkan daku.

Bacaan singkat (Ul 1,16-17a)

Aku memerintahkan kepada para hakim: Dengarkanlah perkara-perkara rakyat dan berilah keputusan yang adil, baik kepada saudara maupun kepada orang asing. Jangan memihak dalam mengambil keputusan. Baik orang kecil maupun orang besar harus Engkau dengarkan tanpa memandang muka. Sebab Engkau mengadili atas nama Allah.
P: Tuhan adil, Ia mengasihi keadilan.

U: Ia memandang orang benar.

Doa Penutup

Allah yang Maha Kuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini. Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hati-Mu. Demi Kristus, pengantara kami.

Amin.

Ibadat Sore

RABU II SORE

Madah

Pada waktu senja ini

Malam mulai mendekat

Kami menyerahkan diri

Penuh pasrah dan hormat

Kepada-Mu Bapa kami

Sumber segala rahmat.
Kami bersyukur pada-Mu

Atas kurnia hari

Yang kini akan berlalu

Dan atas kasih suci

Yang Kaucurahkan selalu

Ke dalam hati kami.
Semoga kami semua

Yang khidmat menghadap-Mu

Siap menanggapi cinta

Dengan tiada ragu

Membaktikan jiwa raga

Demi kerajaan-Mu.
Terpujilah Allah Bapa

Tuhan Maha Kuasa

Terpujilah Yesus Kristus

Yang menjadi penebus

Terpujilah Roh Illahi

Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Mazmur 61 (62)

Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

sebab dari pada-Nyalah keselamatanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Berapa lamakah Engkau masih menyerbu manusia lemah,*

bersama-sama mencoba meruntuhkannya!
Seperti menyerang dinding yang miring,*

menggempur tembok yang mau roboh!
Rencana mereka tipuan belaka,*

mereka suka akan dusta.
Dengan mulut, mereka memberkati,*

tetapi dalam hati, mereka mengutuki.
Hanya pada Tuhanlah hatiku tenang,*

dan pada-Nyalah segala harapanku.
Hanya Dialah pelindung dan penyelamatku,*

Dialah penyokongku, aku takkan goyah.
Pada Tuhanlah keselamatan dan kemuliaanku,*

Dialah kekuatan dan tempat perlindunganku.
Percayalah kepada-Nya selalu, hai umatku,+

curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya,*

Dialah perlindungan kami.
Hanya angin belaka, anak-anak Adam,*

kehampaan semata, anak-anak manusia.
Bila ditimbang, neraca terjungkit ke atas,*

berat mereka bersama lebih ringan dari pada angin.
Jangan menaruh harapan pada pemerasan,*

jangan menggantungkan diri pada perampasan.
Apabila harta milikmu bertambah,*

janganlah hatimu melekat kepadanya.
Tuhanlah sumber kekuatan dan kasih setia,*

Tuhan membalas setiap orang menurut perbuatannya.

Ant.1: Marilah kami menantikan kebahagiaan yang kami harapkan, yaitu penampakan mulia Allah kami Yang Maha Agung.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Mazmur 66 (67)

Semoga Allah mengasihani dan memberkati kami,*

semoga wajah-Nya berseri-seri kepada kami.
Ya Allah, semoga karya-Mu dikenal di bumi,*

dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Hendaknya segala bangsa bersorak gembira,+

sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil,*

dan menuntun segala bangsa di bumi.
Hendaknya segala bangsa memuji Engkau,*

hendaknya memuji Engkau segala bangsa.
Tanah telah memberi hasilnya,*

sebab Tuhan, Allah kami, telah memberkati kami.
Semoga Allah tetap memberkati kami,*

semoga seluruh bumi menjadi takwa.

Ant.2: Semoga wajah Allah berseri-seri, semoga Allah memberkati kami.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kol 1,12-20
Marilah kami dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+

yang membuat kami layak mendapat bagian,*

dalam warisan gemilang para kudus.
Ia telah merebut kami dari kuasa kegelapan,*

dan memindahkan kami ke dalam kerajaan Putera-Nya yang terkasih.
Dalam Kristus, kami mendapat penebusan,*

yaitu pengampunan dosa.
Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*

Dialah yang pertama dari segala ciptaan.
Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*

baik di angkasa maupun di bumi;
Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*

singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.
Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraan-Nya dan untuk Dia,+

Ia mendahului segala sesuatu,*

dan segala sesuatu ada dalam Dia.
Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+

Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*

supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.
Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhan-Nya diam dalam Kristus,+

dan dengan perantaraan Kristus,*

Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya.
Baik yang di bumi maupun di angkasa,*

segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu, dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Bacaan Singkat (1Ptr 5,5b-7)
Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihi yang rendah hati. Karena rendahkanlah dirimu di bawah tangan Allah yang kuat, supaya Engkau ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kecemasanmu kepada-Nya, sebab Ia memelihara Engkau.
Lagu Singkat
P: Peliharalah kami, ya Tuhan,* Seperti biji mata.

U: Peliharalah.

P: Lindungilah kami di bawah naungan sayapmu.

U: Seperti biji mata.

P: Kemuliaan.

U: Peliharalah.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*

hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*

hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*

oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Maha Kuasa,*

kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*

kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya,*

dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta,*

yang hina-dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan,*

orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*

Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*

untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ulurkanlah tangan-Mu yang perkasa, ya Tuhan; cerai-beraikanlah orang yang angkuh dan angkatlah yang hina-dina.

Doa Permohonan

Saudara-saudara tercinta, marilah kami bergembira dalam Tuhan, sebab Ia berkenan melimpahi umat-Nya dengan anugerah dan kurnia. Maka hendaklah kami penuh semangat berkata:

U: Lipat gandakanlah rahmat dan damai, ya Tuhan.

P: Allah kekal, bagi-Mu seribu tahun sama dengan satu hari,* insafkanlah kami bahwa kehidupan ini seperti bunga yang berkembang di waktu pagi dan layu di waktu petang.

P: Kurniakanlah roti surgawi kepada umat-Mu, agar kami jangan lapar,* dan air hidup, supaya kami takkan haus lagi.

P: Semoga orang-orang beriman mencari dan memikirkan perkara surgawi,* dan memuliakan Dikau baik di waktu kerja maupun di waktu senggang.

P: Berilah kiranya musim yang baik, ya Tuhan,* supaya hasil tanah kami melimpah.

P: Izinkanlah orang-orang mati memandang wajahMyu,* dan anugerahilah kami juga kebahagiaan untuk memandang Engkau.

Bapa Kami

Doa Penutup

Kuduslah nama-Mu, ya Tuhan, dan kasih sayang-Mu turun-temurun. Kabulkanlah kiranya doa kami dan sambutlah kami umat-Mu, supaya kami tetap mengagungkan Dikau dengan madah pujian. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup…

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santo Hubertus

Pengaku Iman

Dalam buku-buku para kudus terdapat sebuah lukisan yang mengisahkan pengalaman rohani Santo Hubertus. Tergambar seorang pemburu berlutut di hadapan seekor kijang jantan besar yang di antara tanduknya terdapat sebuah salib yang bersinar-sinar. Di bawah lukisan itu tertulis: Santo Hubertus:

Putera bangsawan ini lahir di Belgia. Ayahnya bernama Bertrandus, Pangeran Aquitaino, sedang ibunya bernama Hugberna. Sejak kecil Hubert dididik secara Kristiani oleh orangtuanya. Namun ia sendiri kurang memperhatikan perkembangan hidup rohaninya. Ia lebih sibuk dengan kegemarannya: berburu kijang di hutan. Banyak waktunya dihabiskan untuk berburu. Bila tiba hari minggu, ia sibuk dengan anjinganjingnya, menyandang panah dan busur untuk pergi berburu, meskipun kawan-kawannya mengajaknya ke gereja.

Pertobatannya berawal di hutan rimba, tempat ia menguber binatang-binatang buruannya. Hari itu, Hari Jumat Suci. Sepanjang hari itu umat merenungkan sengsara Kristus. Tetapi Hubert tak tergugah sedikit pun dengan hari raya besar itu. Ia malah menyiapkan anjing-anjingnya, menyandang panah dan busur lalu pergi ke hutan untuk berburu. Tetapi apa yang terjadi? Hari itu hari sial: ia sendirian di hutan yang lebat dan sunyi itu; seekor kijang pun tidak tampak. Sedang menyesali kesialan itu, tiba-tiba tampak seekor kijang jantan besar sedang berdiri menantangnya di antara semak-semak. Tubuh kijang itu kekar, dan tanduknya besar. Dengan gesit Hubertus segera mengejar mangsanya. Kijang itu berlari hingga letih lalu sekonyong-konyong berdiri menantangnya. Hubertus pun berdiri terpaku sambil melihat kijang itu dengan takut. Ia takut karena pada tanduk kijang itu terdapat sebuah salib yang bersinar-sinar.

Pengalaman ini aneh dan ajaib, mengherankan sekaligus menakutkan Hubert. Ia semakin takut ketika mendengar kijang itu berkata kepadanya: "Mengapa engkau mengejar Aku? Tidakkah engkau merayakan Hari Jumat Suci? Hidupmu kausia-siakan dengan pekerjaan-pekerjaan yang tidak bernilai." Mendengar itu Hubert gemetar ketakutan. Ia lalu berlutut dan berdoa menyesali dosa-dosanya. Semenjak itu ia berjanji membaharui hidupnya dan berniat untuk mengabdi Kristus. Kejadian ini barulah tersiar di kemudian hari setelah ia meninggal dunia.

Sesudah kejadian istimewa itu Hubert menjadi orang yang baik-baik. Ia memusatkan perhatiannya pada kehidupan rohaninya dengan lebih banyak berdoa dan bermatiraga. Kemudian ia menjadi rohaniwan yang melayani Uskup Lambertus di Maastricht, Nederland. Melihat cara hidupnya yang saleh, Uskup Lambertus menahbiskan dia menjadi imam, dan mengangkatnya menjadi pembantu Uskup. Tak lama kemudian Uskup Lambertus, yang lantang menentang tindakan asusila para pejabat istana, dibunuh secara keji. Hubert-lah yang dipilih menggantikan dia.

Sebagai uskup, Hubertus sangat aktif dalam karyanya. Ia berhasil mempertobatkan banyak orang kafir yang masih menyembah berhala di pegunungan Ardenne. Ia wafat pada tanggal 30 Mei 727 sementara dalam perjalanan pastoral ke berbagai desa di keuskupannya. Ia diangkat menjadi pelindung para pemburu. Mantol yang biasa dikenakannya masih tersimpan di Paris hingga sekarang. Konon, orang yang digigit anjing gila dapat sembuh kalau menyentuh mantel itu.

Santo Malakios dari Armagh

Pengaku Iman

Mengenai pribadi Malakios, Santo Bernardus menulis: "Di antara semua mujizat Santo Malakios, mujizat yang terbesar ialah dirinya sendiri." Kalimat ini berarti bahwa kemenangan paripurna atas dirinya merupakan keajaiban yang besar yang hanya dapat kita pahami sebagai karunia rahmat Allah.

Malakios O'More lahir di Armagh, Irlandia Utara, pada tahun 1095 dan meninggal dunia pada tanggal 2 Nopember 1148. Setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1120, ia berusaha keras untuk membaharui tata tertib hidup Gereja Irlandia. Salah satu hal yang mencolok di dalam Gereja Irlandia pada masa itu ialah penerapan sistim klen di dalam hirarki Gereja. Jabatan tinggi dan rendah di dalam administrasi Gereja dikuasai oleh keluarga tertentu. Kecuali itu ciri khas monastik sangat kuat mewarnai kehidupan Gereja Keltik Irlandia. Pemimpin sekolah-sekolah biara adalah uskup dan orang-orang dari keluarganya sendiri. Ketika terjadi penggerebekan oleh para bajak laut Denmark, ribuan rahib dibunuh; ada yang melarikan diri ke luar negeri. Dalam situasi itu anggota keluarga uskup yang berstatus awam menjaga kekayaan biara. Kehidupan keagamaan merosot dan biara-biara tak terpelihara baik. Orang-orang awam yang menguasai kekayaan biara menganggap kepemimpinan biara sebagai hak turunan.

Salah satu biara yang terkenal ialah biara Bangor di County Down. Paman Malakios, seorang awam, memegang gelar kehormatan sebagai Abbas di biara itu. Pada tahun 1123 ia mengalihkan jabatan itu kepada Malakios. Dengan berbagai cara Malakios mulai membaharui kembali biara itu dan mengamankan semua miliknya termasuk tanah-tanah. Bersama 10 orang muridnya ia mulai membangun kembali rumah-rumah biara itu. Oleh karena keberhasilannya itu, ia ditahbiskan menjadi Uskup Down dan Connor. Dalam kedudukan itu ia mempunyai kekuatan untuk membaharui Gereja Irlandia dan kehidupan sakramental di antara umat serta menegakkan disiplin hidup para rohaniwan.

Sementara itu, Celsus, Uskup Armagh, meminta Malakios untuk menduduki takhta keuskupan Armagh, meskipun sanak keluarga Celsus yang telah menguasai keuskupan itu selama 100 tahun tidak menyetujui keputusan itu. Pada tahun 1139 ia pergi ke Roma untuk menerima pakaian kebesaran Uskup Agung untuk takhta keuskupan Armagh dan Cashel. Ia singgah di biara Clairvaux, Prancis. Di sana ia bertemu dan berkenalan dengan Santo Bernardus. Ia kagum akan cara hidup para biarawan di dalam biara Clairvaux itu. Baginya biara itu sungguh-sungguh menampakkan surga di dunia ini. Karena begitu terkesan maka ia mengajukan permohonan kepada Paus untuk menetap di sana. Namun Paus Innosensius III (1198-1126) mengangkat dia menjadi utusannya ke Irlandia.

Dalam perjalanannya kembali ke Irlandia, ia singgah lagi di Clairvaux: Empat orang imamnya tetap tinggal di sana untuk mempelajari cara hidup membiara ala Clairvaux. Di kemudian hari bersama 4 orang imam itu, Malakios mendirikan biara Cistercian Mellifont, dekat Drogheda, Irlandia. Dengan demikian Malakios adalah pendiri dan perintis biara Clairvaux di Irlandia. Ketika semua tugas yang dibebankan Paus kepadanya selesai dilaksanakan, demikian juga semua urusan penting menyangkut pendirian biara itu, Malakios pergi lagi ke Roma untuk melaporkannya kepada Paus. Ia singgah lagi di biara Clairvaux. Tetapi di biara itu ia jatuh sakit dan kemudian meninggal dunia pada tanggal 2 Nopember 1148 di pangkuan Santo Bernardus. Ia dinyatakan 'kudus' pada tahun 1190 oleh Paus Klemerrs III (1187-1191).

Malakios dikenal sebagai orang kudus yang menaruh hormat besar kepada orang-orang mati dan sangat rajin mendoakan keselamatan mereka. Ia berusaha agar jenazah mereka dimakamkan secara Kristiani. Banyak orang menertawakan dia karena terlalu memperhatikan orangorang yang sudah meninggal. Tak terkecuali saudarinya sendiri. Hari kematiannya pada tanggal 2 Nopember itu tepat dengan hari peringatan Jiwa-jiwa di Api Penyucian. Tanggal itu tepat benar bagi Malakios yang selalu mendoakan keselamatan Jiwa-jiwa di Api Penyucian.

Santo Martinus de Porrez

Pengaku Iman

Santo Martinus de Porrez lahir di kota Lima, Peru pada tanggal 9 Desember 1579. la anak tidak sah dari perkawinan gelap seorang lelaki bangsawan Spanyol yang tinggal di Peru dengan seorang wanita Negro. Lelaki itu tidak mengakuinya sebagai anak, sehingga semenjak kecil Martin bersama saudarinya dibesarkan oleh ibunya. Semenjak masa kecilnya, Martin sudah menunjukkan suatu cara hidup yang saleh. Ia rajin berdoa dan mempunyai keprihatinan besar pada orang-orang sakit dan miskin. Bahkan sejalan dengan perkembangannya, ia sudah mulai menyadari bahwa orang yang berkenan kepada Allah bukanlah yang berkulit putih melainkan yang berjiwa putih.

Mendengar tentang perkembangan Martin yang luar biasa itu, lelaki ayahnya itu kembali hidup bersama ibunya dan mengakui Martin sebagai anaknya. Ketika Martin berumur 12 tahun, ia menyekolahkan Martin. Karena Martin bercita-cita menjadi dokter, maka ia memperkenankan Martin bekerja sambil belajar pada seorang ahli bedah. Di kemudian hari setelah menjadi seorang biarawan, pengetahuan dan pengalaman medisnya itu memberi manfaat besar baginya dalam menolong orang-orang sakit. Sementara itu hidup rohaninya terus berkembang dewasa. Doa dan Kurban Misa merupakan santapan wajibnya setiap hari. Keprihatinan dan semangat pengabdiannya kepada sesame yang malang nasibnya tetap berkobar. Agar lebih banyak memusatkan perhatian pada kepentingan sesama, ia bercita-cita menjadi biarawan.

Dalam rangka mewujudkan cita-citanya itu, ia-pada umur 15 tahun-meminta bekerja sebagai pelayan di biara Rosario, Lima tanpa menerima gaji. Di sana ia menjadi anggota dari Ordo Ketiga Dominikan. Banyak orang, terutama pemimpin biara itu, tertarik pada kepribadian Martin yang saleh dan aktif bekerja. Setelah 9 tahun melayani umat, ia menjadi seorang bruder awam atas permintaan pemimpin biara itu. Ia diserahi tugas-tugas sosial yang sesuai dengan bakatnya: membagikan makanan, pakaian, dan obat-obatan kepada kaum miskin. Tanpa kenal lelah ia berusaha mengumpulkan dana untuk membantu orang-orang yang berada dalam kesulitan keuangan. Tak mengherankan bahwa dalam waktu singkat ia sudah dikenal dan dicintai seluruh umat. Orang-orang kaya yang tergerak hatinya memberinya sejumlah besar uang untuk membangun sebuah panti asuhan bagi ratusan anak terlantar.

Di panti asuhan itu, Bruder Martin menjadi pendidik dan pembimbing anak-anak itu, sambil tetap menjalankan tugasnya sebagai pendamping dan penghibur orang-orang sakit, serta pembawa harapan bagi orang-orang yang bersusah. Dalam tugasnya itu, ia juga menyembuhkan banyak orang sakit secara ajaib, membantu memecahkan kesulitan perjodohan, dan memberikan nasehat kepada tokoh-tokoh masyarakat. Ia juga penyayang binatang-binatang termasuk cacing tanah. Tikus-tikus yang berkeliaran di dalam biara tidak lagi mengganggu karena perintahnya.

Meskipun ia sibuk dengan berbagai tugas itu, ia tetap memanfaatkan tujuh jam sehari untuk berdoa dan bermeditasi di hadapan Sakramen Mahakudus. Ia menjalankan devosi khusus kepada Santa Perawan Maria sehingga beberapa kali ia mengalami penampakan Bunda Maria. Bruder Martin terkenal karena kerendahan hatinya dan usahanya yang gigih untuk memperhatikan dan membela orang-orang Indian dan Negro. Hal ini ditentang keras oleh para bangsawan Spanyol di Peru. Karena perjuangannya itu, ia sering dihina dan dicerca sebagai anak tidak sah dan berdarah campur. Meskipun demikian, ia sama sekali tidak merasa terhina, karena ia percaya bahwa semua yang dilakukannya berkenan pada Allah. Prinsipnya ialah semua manusia diciptakan Allah dan sama di hadapan Allah.

Selama menjalani kehidupan membiara, Martin tidak pernah meminta jubah baru. Ia hanya mempunyai satu jubah yang diberikan kepadanya ketika ia resmi menjadi seorang anggota di biara itu. Ketika ajalnya mendekat, ia dengan rendah hati meminta sehelai jubah baru. Katanya: "Inilah jubah kuburku yang akan kupakai untuk menghadap takhta pengadilan Allah." Tak lama berselang, bruder saleh ini menghembuskan nafasnya terakhir pada tanggal 3 Nopember 1639, dalam usia 59 tahun. Jenazahnya dipikul ke kubur oleh dua orang uskup, wakil raja Spanyol dan seorang pegawai tinggi kerajaan. Makamnya dikunjungi banyak pejabat gereja dan pejabat Kerajaan Peru. Ia digelari 'beato' pada tahun 1837 oleh Sri Paus Gregorius XVI (1831-1846) dan dinyatakan 'kudus' pada tanggal 6 Mei 1962 oleh Sri Paus Yohanes XXIII (19581963). Ia diangkat sebagai pelindung suci bagi para pejuang karya penghapusan diskriminasi rasial.