Rabu, 5 November 2031

Rabu XXXI Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Roma 13:8-10

Janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.

Mazmur Tanggapan Mazmur 112:1-2,4-5,9

Haleluya! Berbahagialah orang yang takut akan TUHAN, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya.
Anak cucunya akan perkasa di bumi; angkatan orang benar akan diberkati.
Di dalam gelap terbit terang bagi orang benar; pengasih dan penyayang orang yang adil.
Mujur orang yang menaruh belas kasihan dan yang memberi pinjaman, yang melakukan urusannya dengan sewajarnya.
Ia membagi-bagikan, ia memberikan kepada orang miskin; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

Bacaan Injil Lukas 14:25-33

Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka: "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.

Renungan

Satu Utang yang Boleh

Banyak orang punya prinsip sederhana soal uang: jangan sampai berutang. Utang membuat tidur tidak nyenyak, membuat awal bulan terasa sempit, membuat kita terikat pada orang lain. Maka orang bekerja keras supaya bisa berkata dengan lega, aku tidak berutang apa-apa kepada siapa pun.

Paulus setuju, tetapi ia menyisakan satu pengecualian yang menarik. Janganlah kamu berutang apa-apa kepada siapa pun juga, tulisnya, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Ada satu utang yang justru tidak boleh kita lunasi sampai habis, yaitu utang kasih. Sebab kasih, kata Paulus, adalah kegenapan seluruh hukum Taurat.

Aneh membayangkan kasih sebagai utang. Tetapi coba pikirkan. Utang uang, sekali lunas, selesai; hubungan pun putus. Kalau kasih diperlakukan begitu, kita akan berkata, aku sudah cukup baik pada orang itu, sekarang impas, tidak wajib lagi. Justru itu yang ditolak Paulus. Kasih tidak punya tanggal pelunasan.

Injil hari ini menuntut hitungan yang jujur dari seorang calon murid: duduklah dahulu, buatlah anggaran, apakah sanggup menyelesaikan menara itu. Iman memang perlu diperhitungkan. Tetapi ada satu pos yang tidak boleh kita anggap lunas, yaitu mengasihi sesama, hari demi hari, tanpa merasa sudah cukup.

Adakah orang yang kepadanya aku merasa sudah impas, sehingga aku berhenti mengasihi?

Tuhan, biarlah utang kasih ini terus kubawa seumur hidup, dan jangan pernah kuanggap lunas. Amin.

Invitatorium

RABU III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santo Carolus Borromeus, Uskup

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Gembala jiwaku, Raja cinta,

Kebaikan-Mu tak pernah pudar.

Tak kurang suatu pun bila aku milik-Mu,

dan Engkau milikku selamanya.
Di mana aliran air hidup mengalir,

jiwaku yang ditebus Kau bimbing;

dan di mana padang rumput hijau tumbuh,

dengan makanan surgawi Kau beri makan.
Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,

namun dalam cinta Kau mencari aku;

dan di bahu-Mu dengan lembut Kau letakkan,

dan pulang, bersukacita, Kau bawa aku.
Dalam lembah gelap kematian tak kutakuti kejahatan,

dengan-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;

tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,

salib-Mu di depan membimbingku.
Kau siapkan meja di hadapanku;

rahmat pengurapan-Mu Kau berikan;

dan oh, betapa sukacita yang meluap

dari piala-Mu yang murni!
Maka sepanjang hari-hari,

kebaikan-Mu tak pernah pudar;

Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu

di dalam rumah-Mu selamanya.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Mazmur 68

Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya

Ia naik ke tempat tinggi, menawan tawanan-tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).

I
Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya tercerai-berai.

Biarlah orang-orang yang membenci-Nya lari dari hadapan-Nya.

Seperti asap dihembuskan, demikianlah mereka akan dihembuskan;

seperti lilin yang meleleh di hadapan api,

demikianlah orang fasik akan binasa di hadapan Allah.
Tetapi orang benar akan bersukacita di hadapan Allah,

mereka akan bersorak-sorai dan menari kegirangan.

Bernyanyilah bagi Tuhan, mainkan musik bagi nama-Nya;

buatlah jalan bagi Dia yang berkendara di atas awan.

Bersukacitalah di dalam Tuhan, bersorak-sorailah di hadapan-Nya.
Bapa anak yatim, pembela janda,

demikianlah Allah di tempat kudus-Nya.

Allah memberi orang kesepian rumah untuk didiami;

Ia memimpin para tawanan keluar menuju kebebasan:

tetapi para pemberontak harus tinggal di tanah yang kering.
Ketika Engkau maju, ya Allah, di kepala umat-Mu,

ketika Engkau berbaris melintasi padang gurun, bumi bergetar:

langit meleleh di hadapan Allah,

di hadapan Allah, Allah Israel.
Engkau mencurahkan, ya Allah, hujan yang berlimpah:

ketika umat-Mu kelaparan, Engkau memberi mereka hidup baru.

Di sanalah umat-Mu menemukan rumah,

disiapkan dalam kebaikan-Mu, ya Allah, bagi orang miskin.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.

Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci kematian.

II
Tuhan memberi firman kepada para pembawa kabar baik:

“Yang Mahakuasa telah mengalahkan pasukan yang tak terhitung

dan raja-raja serta pasukan-pasukan melarikan diri, melarikan diri

sementara kamu beristirahat di antara kandang domba.”
Di rumah para wanita sudah berbagi rampasan.

Mereka ditutupi perak seperti sayap merpati,

bulu-bulunya berkilauan dengan emas yang bersinar

dan permata berkilauan seperti salju di Gunung Zalmon.
Gunung-gunung Basan adalah gunung-gunung yang perkasa;

gunung-gunung berpunggung tinggi adalah gunung-gunung Basan.

Mengapa memandang dengan iri, hai gunung-gunung berpunggung tinggi,

ke gunung tempat Allah telah memilih untuk berdiam?

Di sanalah Tuhan akan berdiam selamanya.
Kereta-kereta Allah adalah ribuan kali ribuan.

Tuhan telah datang dari Sinai ke tempat kudus.

Engkau telah naik ke tempat tinggi; Engkau telah menawan tawanan,

menerima manusia sebagai upeti, ya Allah,

bahkan mereka yang memberontak, ke dalam kediaman-Mu, ya Tuhan.
Terpujilah Tuhan hari demi hari.

Ia menanggung beban kita, Allah penyelamat kita.

Allah kita ini adalah Allah yang menyelamatkan.

Tuhan Allah kita memegang kunci-kunci kematian.

Dan Allah akan memukul kepala musuh-musuh-Nya,

mahkota mereka yang tetap dalam dosa-dosa mereka.
Tuhan berfirman: “Aku akan membawa mereka kembali dari Basan;

Aku akan membawa mereka kembali dari kedalaman laut.

Maka kakimu akan menginjak darah mereka

dan lidah anjing-anjingmu mengambil bagian mereka dari musuh.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci kematian.

Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikan pujian bagi Allah, mainkan musik untuk menghormati Tuhan.

III
Mereka melihat prosesi khidmat-Mu, ya Allah,

prosesi Allahku, Rajaku, ke tempat kudus:

para penyanyi di depan, para musisi di belakang,

di antara mereka, gadis-gadis membunyikan rebana mereka.
“Dalam pertemuan-pertemuan meriah, berkatilah Tuhan;

berkatilah Allah, hai kamu anak-anak Israel.”

Di sana ada Benyamin, yang terkecil dari suku-suku, di depan,

para pangeran Yehuda, kerumunan yang perkasa,

para pangeran Zebulon, para pangeran Naftali.
Tunjukkanlah, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu,

kekuatan-Mu, ya Allah, yang telah Engkau tunjukkan bagi kami.

Demi bait-Mu yang tinggi di Yerusalem

semoga raja-raja datang kepada-Mu membawa upeti mereka.
Ancamlah binatang buas yang tinggal di alang-alang,

gerombolan orang-orang perkasa dan penguasa bangsa-bangsa.

Biarlah mereka membungkuk menawarkan perak.

Sebarkanlah bangsa-bangsa yang senang berperang.

Para pangeran akan datang dari Mesir:

Etiopia akan mengulurkan tangannya kepada Allah.
Kerajaan-kerajaan bumi, bernyanyilah bagi Allah, pujilah Tuhan

yang berkendara di atas langit, langit purba.

Ia mengguntur suaranya, suaranya yang perkasa.

Datanglah, akuilah kuasa Allah.
Kemuliaan-Nya ada pada Israel; kekuatan-Nya ada di langit.

Allah harus ditakuti di tempat kudus-Nya.

Dialah Tuhan, Allah Israel.

Ia memberi kekuatan dan kuasa kepada umat-Nya.

Terpujilah Allah!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus Kristus, Raja alam semesta, Engkau telah memberi kami sukacita dalam santapan kudus-Mu. Tolonglah kami untuk memahami makna kematian-Mu dan untuk mengakui Engkau sebagai penakluk kematian yang duduk di sisi kanan Bapa.

Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikan pujian bagi Allah, mainkan musik untuk menghormati Tuhan.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Kukatakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Makabe Pertama

2:1,15-28, 42-50, 65-70

Matatias; pemberontakan dan kematian
Pada masa itu Matatias, anak Yohanes, anak Simeon, seorang imam dari keluarga Yoarib, meninggalkan Yerusalem dan menetap di Modein.
Para pejabat raja yang bertugas menegakkan kemurtadan datang ke kota Modein untuk menyelenggarakan kurban. Banyak orang Israel bergabung dengan mereka, tetapi Matatias dan anak-anaknya berkumpul terpisah. Kemudian para pejabat raja berbicara kepada Matatias: “Engkau adalah seorang pemimpin, seorang yang terhormat dan besar di kota ini, didukung oleh anak-anak dan kerabat. Datanglah sekarang, jadilah yang pertama menaati perintah raja, seperti yang telah dilakukan oleh semua orang kafir dan orang-orang Yehuda serta mereka yang tersisa di Yerusalem. Maka engkau dan anak-anakmu akan dihitung di antara Sahabat Raja, dan akan diperkaya dengan perak dan emas serta banyak hadiah.”
Tetapi Matatias menjawab dengan suara nyaring: “Meskipun semua orang kafir di kerajaan raja menaati dia, sehingga masing-masing meninggalkan agama nenek moyangnya dan menyetujui perintah raja, namun aku dan anak-anakku serta kerabatku akan tetap berpegang pada perjanjian nenek moyang kami. Allah melarang kami meninggalkan hukum dan perintah-perintah. Kami tidak akan menaati perkataan raja atau menyimpang sedikit pun dari agama kami.”
Setelah ia selesai mengucapkan perkataan ini, seorang Yahudi maju di hadapan semua orang untuk mempersembahkan kurban di atas mezbah di Modein sesuai dengan perintah raja. Ketika Matatias melihatnya, ia dipenuhi dengan semangat; hatinya tergerak dan kemarahannya yang benar bangkit; ia melompat maju dan membunuhnya di atas mezbah. Pada saat yang sama, ia juga membunuh utusan raja yang memaksa mereka untuk berkurban, dan ia merobohkan mezbah itu. Demikianlah ia menunjukkan semangatnya untuk hukum, sama seperti Pinehas dengan Zimri, anak Salu.
Kemudian Matatias pergi ke seluruh kota sambil berteriak, “Biarlah setiap orang yang bersemangat untuk hukum dan yang berpegang pada perjanjian mengikutiku!” Setelah itu ia melarikan diri ke pegunungan bersama anak-anaknya, meninggalkan semua harta benda mereka di kota.
Kemudian mereka bergabung dengan sekelompok Hasidean, orang-orang Israel yang gagah berani, semuanya pengikut hukum yang saleh. Dan semua orang yang melarikan diri dari bencana bergabung dengan mereka dan mendukung mereka. Mereka mengumpulkan pasukan dan memukul jatuh orang-orang berdosa dalam kemarahan mereka dan pelanggar hukum dalam murka mereka, dan para penyintas melarikan diri ke orang-orang kafir untuk keselamatan.
Matatias dan teman-temannya pergi berkeliling dan merobohkan mezbah-mezbah kafir; mereka juga menegakkan sunat bagi setiap anak laki-laki yang tidak disunat yang mereka temukan di wilayah Israel. Mereka mengusir orang-orang sombong, dan pekerjaan itu berhasil di tangan mereka. Mereka menyelamatkan hukum dari tangan orang-orang kafir dan raja-raja dan tidak membiarkan orang berdosa menang.
Ketika tiba saatnya Matatias meninggal, ia berkata kepada anak-anaknya: “Kesombongan dan cemoohan kini telah menjadi kuat; ini adalah masa bencana dan kemarahan yang hebat. Oleh karena itu, anak-anakku, bersemangatlah untuk hukum dan berikanlah hidupmu untuk perjanjian nenek moyang kita.
“Inilah saudaramu Simeon yang aku tahu adalah orang bijak; dengarkanlah dia selalu, dan dia akan menjadi bapa bagimu. Dan Yudas Makabe, seorang pejuang sejak masa mudanya, akan menjadi pemimpin pasukanmu dan memimpin perang melawan bangsa-bangsa. Kamu juga harus mengumpulkan semua orang yang mematuhi hukum, dan kamu akan membalas kesalahan umatmu. Balaslah orang-orang kafir sesuai dengan yang pantas mereka terima, dan patuhilah perintah-perintah hukum.”
Kemudian ia memberkati mereka, dan ia bersatu dengan nenek moyangnya. Ia meninggal pada tahun seratus empat puluh enam, dan dimakamkan di makam nenek moyangnya di Modein, dan seluruh Israel sangat meratapi dia.

RESPONSORIUM 1 Makabe 2:51, 64

Ingatlah perbuatan nenek moyang kita, pada zaman mereka,

dan engkau akan memperoleh kehormatan besar dan kemasyhuran abadi.
Anak-anakku, beranilah dan kuatlah

dalam ketaatanmu kepada hukum,

sebab olehnya engkau akan dimuliakan.

Dan engkau akan memperoleh kehormatan besar dan kemasyhuran abadi.
Bacaan Kedua

Dari sebuah khotbah yang disampaikan selama sinode terakhir yang dihadirinya, oleh Santo Carolus, Uskup

Lakukan apa yang kamu khotbahkan
Aku mengakui bahwa kita semua lemah, tetapi jika kita ingin pertolongan, Tuhan Allah telah memberi kita sarana untuk menemukannya dengan mudah. Seorang imam mungkin ingin menjalani hidup yang baik dan kudus, seperti yang ia tahu seharusnya. Ia mungkin ingin menjadi suci dan mencerminkan kebajikan surgawi dalam cara hidupnya. Namun ia tidak bertekad untuk menggunakan sarana yang sesuai, seperti penitensi, doa, menghindari diskusi jahat dan persahabatan yang berbahaya dan merugikan. Imam lain mengeluh bahwa begitu ia masuk gereja untuk berdoa ibadat harian atau merayakan Misa, seribu pikiran memenuhi benaknya dan mengalihkannya dari Allah. Tetapi apa yang ia lakukan di sakristi sebelum ia keluar untuk ibadat harian atau Misa? Bagaimana ia mempersiapkan diri? Sarana apa yang ia gunakan untuk mengumpulkan pikirannya dan tetap hening?
Maukah kamu aku ajari bagaimana bertumbuh dari kebajikan ke kebajikan dan bagaimana, jika kamu sudah hening dalam doa, kamu bisa lebih penuh perhatian lain kali, dan dengan demikian memberi Allah ibadat yang lebih menyenangkan? Dengarkan, dan aku akan memberitahumu. Jika percikan kecil kasih Allah sudah membara di dalam dirimu, jangan biarkan itu terkena angin, karena bisa padam. Tutuplah tungku rapat-rapat agar tidak kehilangan panasnya dan menjadi dingin. Dengan kata lain, hindari gangguan sebisa mungkin. Tetaplah hening bersama Allah. Jangan habiskan waktumu dalam obrolan yang tidak berguna.
Jika mengajar dan berkhotbah adalah pekerjaanmu, maka belajarlah dengan tekun dan terapkan dirimu pada apa pun yang diperlukan untuk melakukan pekerjaan itu dengan baik. Pastikan bahwa kamu pertama-tama berkhotbah dengan cara hidupmu. Jika tidak, orang akan menyadari bahwa kamu mengatakan satu hal, tetapi hidup sebaliknya, dan perkataanmu hanya akan membawa tawa sinis dan gelengan kepala yang mencemooh.
Apakah kamu bertanggung jawab atas sebuah paroki? Jika demikian, jangan abaikan paroki jiwamu sendiri, jangan berikan dirimu sepenuhnya kepada orang lain sehingga kamu tidak memiliki apa pun yang tersisa untuk dirimu sendiri. Kamu harus memperhatikan umatmu tanpa melupakan dirimu sendiri.
Saudara-saudaraku, kamu harus menyadari bahwa bagi kita para rohaniwan tidak ada yang lebih penting daripada meditasi. Kita harus bermeditasi sebelum, selama, dan setelah setiap hal yang kita lakukan. Nabi berkata: Aku akan berdoa, dan kemudian aku akan mengerti. Ketika kamu melayani sakramen, meditasikan apa yang kamu lakukan. Ketika kamu merayakan Misa, renungkan kurban yang kamu persembahkan. Ketika kamu berdoa ibadat harian, pikirkan kata-kata yang kamu ucapkan dan Tuhan kepada siapa kamu berbicara. Ketika kamu merawat umatmu, meditasikan darah Tuhan yang telah membersihkan mereka. Dengan cara ini, semua yang kamu lakukan menjadi karya kasih.
Inilah cara kita dapat dengan mudah mengatasi kesulitan yang tak terhitung banyaknya yang harus kita hadapi hari demi hari, yang, bagaimanapun, adalah bagian dari pekerjaan kita: dalam meditasi kita menemukan kekuatan untuk melahirkan Kristus dalam diri kita sendiri dan dalam diri orang lain.

RESPONSORIUM 1 Timotius 6:11; 4:11, 12, 6

Carilah integritas dan kekudusan, iman dan kasih, kesabaran dan kelembutan.

Inilah hal-hal yang harus kamu perintahkan dan ajarkan;

jadilah teladan bagi semua orang yang percaya.
Jika kamu memberi mereka nasihat ini,

kamu akan menjadi pelayan Kristus Yesus yang baik.

Inilah hal-hal yang harus kamu perintahkan dan ajarkan;

jadilah teladan bagi semua orang yang percaya.

DOA PENUTUP

Peliharalah

di tengah umat-Mu,

kami mohon, ya Tuhan, semangat

yang telah Engkau penuhi pada Uskup Santo Carolus Borromeus,

agar Gereja-Mu senantiasa diperbarui dan,

dengan menyesuaikan diri pada rupa Kristus,

dapat menunjukkan wajah-Nya kepada dunia.

Yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.

Yes 33,13-16

"Hai kamu yang jauh, dengarkanlah warta tentang karyaKu,*
hai kamu yang dekat, saksikanlah keperkasaanKu".

Orang berdosa di Sion terkejut,*
orang jahat diliputi kegentaran.

"Siapa di antara kita dapat bertahan dekat api yang membasmi,*
siapa di antara kita dapat tinggal dekat nyala api abadi?"

Yang hidup jujur dan berbicara benar,*
yang tidak memeras dan tidak mau disuap.

Yang tidak suka mendengar rencana pembunuhan,*
yang menutup mata agar tidak melihat kejatahan.

Orang itu akan hidup aman sentosa,+
kediamannya dalam benteng yang kuat,*
makanan tersedia, minuman terjamin.

Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.

Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Mazmur 97 (98)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
sebab Ia telah melakukan karya agung.

TanganNya mengerjakan keselamatan,*
dan lenganNya merebut kemenangan.

Tuhan telah memaklumkan penyelamatanNya,*
dan menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa.

Tuhan mengingat kasih dan kesetiaanNya,*
terhadap umat Israel.

Segala penjuru bumi telah menyaksikan,*
penyelamatan Allah kita.

Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
bersorak gembira dan bernyanyilah.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan memetik kecapi,*
dengan kecapi dan lagu merdu;

dengan meniup nafiri dan sangkakala,*
bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Bergemuruhlah hendaknya laut seisinya,*
bumi dan semua penghuninya.

Hendaklah segala sungai bertepuk tangan,*
dan gunung-gemunung bersorak gembira di hadapan Tuhan.

Sebab Tuhan datang menguasai dunia,+
Ia menguasai dunia dengan adil,*
dan para bangsa dengan jujur.

Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Bacaan Singkat (Ayb 1,21; 2,10b)

Dengan telanjang aku telah ke luar dari pangkuan ibuku, dan dengan telanjang pula aku akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Tuhan telah memberi, Tuhan telah mengambil, seturut kehendak Tuhan semuanya itu terjadi, terpujilah nama Tuhan. Kalau kita menerima kemujuran dari tangan Tuhan, apa sebabnya kita mau menolak kemalangan?

Lagu Singkat

P: Arahkanlah hatiku, ya Allah,* Kepada ketetapanMu. U: Arahkanlah. P: Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku. U: Kepada ketetapanMu. U: Kemuliaan. U: Arahkanlah.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus memelihara dan mengasuh Gereja, dan Ia telah menyerahkan diri baginya. Maka marilah kita berkata:
U: Perhatikanlah GerejaMu, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, ya gembala umat, karena Engkau telah memberi kami terang dan kehidupan pada hari ini,* semoga kami tahu berterima kasih atas kurniaMu yang menyenangkan hati.
P: Pandanglah dengan murah hati kawananMu yang telah Kaukumpulkan dalam namaMu,* supaya dari antara mereka yang dipercayakan Bapa kepadaMu, seorangpun jangan binasa.
P: Bimbinglah GerejaMu pada jalan perintahMu,* dan semoga Roh kudus membuat umatMu setia kepadaMu.
P: Teguhkanlah iman Gereja dengan santapan sabda dan roti,* agar ia sanggup mengikuti Engkau berkat kekuatan rezeki itu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga cahayaMu yang suci memenuhi hati kami, supaya kami tetap mengabdi Engkau dalam tingkah laku kami. Sebab Engkau telah menciptakan kami dengan bijaksana dan tetap membimbing serta memelihara kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU III SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),105-112

FirmanMu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapanMu yang adil

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan daku sesuai dengan firmanMu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukumMu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titahMu.

KesaksianMu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendakMu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.

Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.

Mazmur 69 (70)

Ya Allah, bebaskan daku,*
Tuhan, bergegaslah menolong aku.

Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu,*
orang yang ingin mencabut nyawaku.

Biarlah mundur dan kehilangan muka,*
orang yang mengharapkan kemalanganku.

Biarlah berbalik dengan rasa sesal,*
orang yang mengatakan: "Nah, rasakan!"

Hendaklah bergembira dan bersukaria karena Engkau,*
orang yang mencari Engkau.

Orang yang mencintai keselamatanMu,*
hendaknya selalu berkata: "Agunglah Allah!"

Tetapi aku ini miskin dan malang,*
ya Allah, datanglah segera!

Engkaulah yang menolong dan membebaskan daku,*
ya Tuhan, janganlah berlambat!

Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.

Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.

Mazmur 74 (75)

Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah, kami memuji namaMu,*
dengan memaklumkan karyaMu yang agung.

"Sungguh, Aku akan menghimpun umat,*
Aku akan menghakimi dengan adil.

Bila bumi goncang dengan semua penduduknya,*
Akulah yang akan meneguhkan tiang-tiangnya".

Aku berkata: "Hai orang angkuh, jangan angkuh,*
hai orang jahat, jangan menyombongkan diri.

Jangan menyombongkan diri melawan Tuhan yang mahaluhur,*
jangan bermulut besar menentang Pelindung Israel".

Sebab Dialah pemenang dari timur sampai ke barat,*
Dialah pemenang dari pegunungan sampai ke padang gurun.

Sebab Tuhanlah penguasa,*
Dialah yang merendahkan, Dialah yang meninggikan.

Sebab Tuhan memegang piala angkara,*
dan menuangkan anggur kemurkaan ke bumi.

Anggur itu akan diminum sampai tetes terakhir,*
oleh orang-orang jahat di atas bumi.

Tetapi aku akan meluhurkan Allah yang kekal,*
dan bermazmur bagi Allah Yakub.

Aku akan menghancurkan kekuasan orang berdosa,*
dan akan meninggikan kekuasan orang jujur.

Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.

Bacaan singkat (1Kor 13,4-7)

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

P: Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan.
U: Sebab padaMulah kami berharap.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

RABU III SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.

Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Ef 2,20-21)

Allah sanggup melakukan jauh lebih banyak dari pada yang dapat kita doakan atau pikirkan, seperti ternyata dari kuasa yang bekerja dalam diri kita. Bagi Dialah kemuliaan di dalam Gereja dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku. U: Bebaskanlah. P: Jauhkanlah aku dari orang jahat. U: Dan kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Bebaskanlah.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Doa Permohonan

Allah mengutus PuteraNya menjadi penebus dan teladan umatNya. Marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa kepadaNya dan berkata:
U: Semoga Engkau dimuliakan dalam umatMu, ya Tuhan.
P: Kami mengucap syukur kepadaMu, sebab dari semula Engkau telah memilih kami untuk diselamatkan,* dan untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kami Yesus Kristus.
P: Doronglah semua orang yang mengakui namaMu yang kudus, supaya mereka sehati menerima sabdaMu,* dan tetap berkobar dalam cinta kasih.
P: Pencipta alam semesta, PuteraMu sudi bekerja dengan tanganNya di tengah-tengah manusia,* ingatlah para pekerja yang mencari nafkah dengan memeras keringat.
P: Perhatikanlah juga semua oang yang membaktikan diri kepada kepentingan sesama manusia,* supaya mereka tekun dan tabah meskipun mengalami kegagalan.
P: Berikanlah rahmatMu kepada saudara-saudara kami yang berpulang,* dan janganlah serahkan mereka kepada kekuasaan setan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga doa permohonan umatMu sampai ke telingaMu. Ampunilah kiranya dosa kami, supaya umatMu ini berkat doronganMu tetap berbakti kepadaMu, dan berkat lindunganMu hidup dengan aman sentosa. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

Santa dan Santo Elisabeth dan Zakarias

Cerita perihal kehidupan Elisabeth dan Zakarias dan peranan mereka yang istimewa di dalam sejarah keselamatan Allah, hanya kita ketahui sedikit dari Injil terutama Injil Lukas bab 1:5-80.

Elisabeth adalah isteri Zakarias-seorang imam Israel dari kelompok Abia (1Taw 24:10, Luk 1:5)-dan ibu kandung Santo Yohanes Pemandi. Keduanya berasal dari keturunan Harun (ay. 5) dan hidup pada masa pemerintahan Herodes di wilayah Yudea. Di hadapan Tuhan, mereka hidup saleh dan benar, tanpa cela menghayati dan melaksanakan hukum Musa. Namun sayang Mereka tidak dikaruniai anak sampai umur tuanya. Dari sudut pandang Yahudi, hal ini merupakan aib bagi mereka, namun inilah rahasia Tuhan di luar batas pemahaman manusia. Karena melalui mereka Tuhan kemudian menunjukkan secara lebih tandas kuasaNya atas hidup manusia. Melalui mereka Tuhan mau melaksanakan rencana keselamatanNya atas manusia yang akan dijalankan sendiri oleh Putera-Nya. Ternyata dari kedua orang kudus ini Tuhan mengaruniakan seorang nabi besar, Yohanes Pemandi, pendahulu Yesus, Sang Mesias.

Injil menceritakan bahwa Elisabeth adalah sanak Santa Maria, Bunda Yesus, namun hubungan itu tidak diketahui secara jelas dan pasti, (ay 36). Hubungannya dengan Maria, Ibu Yesus diceritakan di dalam kisah kunjungan Maria kepada Elisabeth sebelum kelahiran Yesus (ay. 39).