Senin, 10 November 2031
S. Leo Agung
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Kebijaksanaan 1:1-7
Kasihilah kebenaran, hai para penguasa dunia, hendaklah pikiranmu tertuju kepada Tuhan dengan tulus ikhlas, dan carilah Dia dengan tulus hati! Ia membiarkan diri-Nya ditemukan oleh yang tidak mencobai-Nya, dan menampakkan diri kepada semua yang tidak menaruh syak wasangka terhadap-Nya. Pikiran bengkang-bengkung menjauhkan dari pada Allah, dan kekuasaan-Nya yang diuji mengenyahkan orang bodoh. Sebab kebijaksanaan tidak masuk ke dalam hati keruh, dan tidak pula tinggal dalam tubuh yang dikuasai oleh dosa. Roh pendidik yang suci menghindarkan tipu daya, dan pikiran pandir dijauhinya. Sebab kebijaksanaan adalah roh yang sayang akan manusia, tetapi orang penghujat tidak dibiarkannya terluput dari hukuman karena ucapan bibirnya. Memang Allah menyaksikan hati sanubarinya, benar-benar mengawasi isi hatinya dan mendengarkan ucapan lidahnya. Sebab roh Tuhan memenuhi dunia semesta, dan Ia yang merangkum segala-galanya mengetahui apapun yang disuarakan.
Mazmur Tanggapan Mazmur 139:1-10
Bacaan Injil Lukas 17:1-6
Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Adalah lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya, lalu ia dilemparkan ke dalam laut, dari pada menyesatkan salah satu dari orang-orang yang lemah ini. Jagalah dirimu! Jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah dia, dan jikalau ia menyesal, ampunilah dia. Bahkan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia." Lalu kata rasul-rasul itu kepada Tuhan: "Tambahkanlah iman kami!" Jawab Tuhan: "Kalau sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja, kamu dapat berkata kepada pohon ara ini: Terbantunlah engkau dan tertanamlah di dalam laut, dan ia akan taat kepadamu."
Renungan
Kerikil di Jalan Orang
Di jalan setapak yang ramai dilewati orang, sebuah batu kecil bisa mencelakakan banyak kaki. Yang menaruhnya mungkin tidak sengaja, tetapi yang tersandung bisa siapa saja, termasuk yang berjalan paling hati-hati.
Yesus memakai gambaran ini dengan nada yang jarang sekeras itu. Tidak mungkin tidak akan ada penyesatan, kata-Nya, tetapi celakalah orang yang mengadakannya. Lebih baik sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dilemparkan ke laut, daripada menyesatkan salah satu orang kecil ini. Kata yang dipakai dalam bahasa aslinya adalah skandalon, yang berarti batu sandungan, pemicu jerat. Dari sanalah lahir kata skandal yang kita kenal.
Menyesatkan orang lain memang jarang berupa niat besar. Lebih sering ia berupa kerikil kecil: kata sinis yang membuat orang muda kehilangan hormat pada iman, contoh buruk yang ditiru anak-anak, sikap yang menjatuhkan orang yang imannya masih rapuh.
Tetapi Yesus tidak berhenti pada peringatan. Ia langsung menyambung dengan jalan keluarnya: jikalau saudaramu berbuat dosa, tegorlah, dan jikalau ia menyesal, ampunilah, bahkan sampai tujuh kali sehari. Menyingkirkan kerikil dari jalan sesama itu namanya pengampunan.
Santo Leo Agung menjaga umatnya justru dengan menyingkirkan batu-batu sandungan ajaran keliru pada zamannya. Kita pun dipanggil untuk hal yang lebih sederhana: memeriksa, adakah kerikil yang tanpa sadar kutaruh di jalan orang lain?
Tuhan, jauhkanlah aku dari menjadi batu sandungan bagi sesama. Berilah aku hati yang cepat menegor dengan lembut dan cepat mengampuni. Amin.
Invitatorium
SENIN IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita bergembira di hadapan Tuhan dan memuji Dia dengan lagu syukur.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Pemberkatan Basilika Lateran
MADAH
Allah, sabda-Mu yang mahakuasa
PSALMODI
Ant. 1 Bukalah lebar-lebar pintu dan gerbang. Angkatlah tinggi-tinggi gerbang-gerbang kuno.
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penghuninya.
Ant. Bukalah lebar-lebar pintu dan gerbang. Angkatlah tinggi-tinggi gerbang-gerbang kuno.
Ant. 2 Betapa indahnya kediaman-Mu, ya Tuhan yang perkasa dan berkuasa.
Mazmur 84
Kerinduan akan Bait Allah
Di sini kita tidak memiliki kota yang tetap; kita mencari rumah yang akan datang (Ibrani 13:14).
Ant. Betapa indahnya kediaman-Mu, ya Tuhan yang perkasa dan berkuasa.
Ant. 3 Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Engkau, ya kota Allah.
Mazmur 87
Yerusalem adalah ibu kita semua
Yerusalem surgawi adalah wanita bebas; ia adalah ibu kita (Galatia 4:26).
Ant. Hal-hal yang mulia dikatakan tentang Engkau, ya kota Allah.
BACAAN
RESPONSORIUM Lihat Tobit 13:21; Wahyu 21:19-21
RESPONSORIUM Lihat Yehezkiel 47:1, 9
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.
Mazmur 89 (90)
Ant.1: Ya Tuhan, penuhilah kami dengan kasih setiaMu waktu pagi.
Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.
Yes 42,10-16
Ant.2: Pujilah Tuhan di seluruh bumi.
Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.
Mazmur 134 (135),1-12
Ant.3: Pujilah nama Tuhan, hai umat yang berhimpun di rumah Tuhan.
Bacaan Singkat (Ydt 8,21b-23)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, sebab Ia mengunjungi dan membebaskan kita.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN IV SIANG
Madah
Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119),129-136
Ant.1: Teguhkanlah langkahku sesuai dengan janjiMu, ya Tuhan.
Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?
Mazmur 81 (82)
Ant.2: Hanya ada satu yang membuat hukum dan menjadi hakim. Siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu?
Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Mazmur 119 (120)
Ant.3: Aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengarkan daku.
Bacaan singkat (Im 20,26)
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN IV SORE
Madah
Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.
Mazmur 135 (136) - I
Ant.1: Bersyukurlah kepada Tuhan, kekal abadi kasih setiaNya.
Ant.2: KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.
Mazmur 135 (136) - II
Ant.2: KaryaMu sungguh agung dan mengagumkan, ya Tuhan, Allah yang mahakuasa.
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat (1Tes 3,12-13)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Aku hendak mengagungkan Dikau selalu, ya Allahku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Leo Agung
Paus dan Pujangga Gereja · ± 400-461
Leo lahir di Toskana, Italia, sekitar tahun 400. Ia bertugas di Roma sebagai diakon yang cakap dan dipercaya, sampai akhirnya terpilih menjadi Paus pada tahun 440. Ia memimpin Gereja pada masa yang sulit, ketika Kekaisaran Romawi Barat sedang runtuh dan aneka ajaran sesat mengancam kemurnian iman.
Leo dikenal sebagai pembela ajaran yang benar tentang Kristus. Suratnya yang termasyhur, yang biasa disebut Tomus Leonis, menegaskan bahwa dalam diri Yesus Kristus terdapat dua kodrat yang utuh, ilahi dan manusiawi, dalam satu Pribadi. Ajaran ini menjadi dasar rumusan Konsili Kalsedon pada tahun 451. Ketika para bapa konsili mendengar suratnya dibacakan, mereka berseru, "Petrus telah berbicara melalui Leo."
Leo juga seorang pemimpin yang berani. Pada tahun 452 ia menemui Attila, raja bangsa Hun yang hendak menyerbu Italia, dan berhasil membujuknya mundur. Ia pun menghadapi bangsa Vandal ketika mereka masuk ke Roma, dan meringankan kekejaman mereka terhadap penduduk. Ia meninggalkan banyak khotbah dan surat yang masih dibaca hingga kini. Karena keteguhan iman dan mutu ajarannya, ia digelari Pujangga Gereja. Ia wafat pada tahun 461.
Pelindung: para paus dan pembela ajaran iman yang benar.
Santo Andreas Avelino
Pengaku Iman
Andreas lahir di kota Napoli, Italia pada tahun 1521. Semasa mudanya, ia sudah menaruh cinta kasih yang besar kepada Santa Maria. Sehari-harian ia berdoa Rosario, walaupun masa itu doa ini belum menjadi kebiasaan di kalangan umat.
Setelah ditahbiskan menjadi imam, ia melanjutkan studinya hingga meraih gelar doktor di bidang Hukum Gereja. Ia bekerja di pengadilan Gerejawi di Tripoli, Italia. Walaupun ditugaskan dan telah bekerja mati-matian, namun ia tidak berhasil menertibkan satu biara suster-suster yang brengsek, lalu membaktikan seluruh dirinya semata-mata demi kepentingan keselamatan jiwa-jiwa.
Sewaktu berusia 35 tahun, ia masuk Ordo Teatian. Ia berniat melawan kemauannya sendiri dan maju lebih jauh ke dalam kehidupan kerohanian dan kesempurnaan setiap hari. Ia menjadi pengkotbah dan bapa pengakuan yang termasyhur, teristimewa di keuskupan Milano bersama-sama dengan Santo Karolus Boromeus. Lebih dari limapuluh tahun lamanya, ia berusaha keras untuk mengembalikan orang-orang berdosa ke dalam pangkuan Gereja; banyak kesusahan yang harus ditanggungnya dalam usahanya mempertobatkan kembali banyak orang dan membawa mereka kembali kepada Kristus. Cacat pada badannya yang menyebabkan banyak kesulitan dalam perjalanannya tidaklah merintangi dia dalam tugas-tugasnya. Panggilan orang-orang sakit terus menerus dipenuhinya. Pada umur 80 tahun, ia meninggal dunia di kaki altar sementara merayakan Ekaristi Kudus. Banyaklah mujizat yang terjadi oleh perantaraannya, baik sebelum maupun sesudah kematiannya.
Santo Leo I atau Leo Agung
Paus
Ia lahir di Tuscany, Italia dari sebuah keluarga bangsawan kaya. Ia diangkat menggantikan Paus Sixtus III (432-440) dan dinobatkan pada tanggal 29 September 440. Ketika terpilih menjadi Paus, ia sedang menjalankan suatu misi diplomatik di Gaul (sekarang: Prancis) atas permintaan Kaisar Valentinianus III. Misi itu ialah mendamaikan Aetius dan Albinus, dua jenderal kekaisaran yang bertikai sehingga melemahkan pertahanan bangsa Prancis melawan serangan bangsa Barbar. Pengangkatan dirinya menjadi Paus sungguh mengejutkan karena pada waktu itu ia masih berstatus Diakon Agung di dioses Roma.
Ia segera menunjukkan bakat dan kemampuannya memimpin Gereja, dengan mengambil tindakan keras terhadap bidaah-bidaah yang berkembang pada masa itu: Pelagianisme, Manicheisme, Priscillianisme dan Monofisitisme. Leo benar-benar menghadirkan kembali sosok Rasul Petrus yang pernah dengan pedangnya membela Yesus di taman Getzemani. Leo menghadapi semua serangan terhadap ajaran iman yang benar dan serangan terhadap kota Roma dengan kesucian dan kefasihan lidahnya. Raja Atilla dan Genserik tak berdaya menghadapinya.
Pada tahun 442, Leo menghadapi masalah-masalah serius di dalam diosesnya, khususnya di Aquileia, Italia. Di sana ada beberapa pengikut Pelagius-seorang rahib Inggris yang menyebarkan ajaran sesat Pelagianisme-berniat kembali ke pangkuan Gereja namun tidak sudi melepaskan ajaran sesat yang telah dianutnya. Hal ini sangat merisaukan Leo, karena di antara ajarannya yang lain, Pelagius dengan tegas menolak pentingnya rahmat Allah bagi keselamatan. Menghadapi hal ini, Paus menuntut agar semua pengikut Pelagianisme yang mau kembali ke pangkuan Gereja harus membuat pengakuan umum akan iman Katolik di hadapan sinode para Uskup di wilayahnya dan secara terbuka menolak Pelagianisme.
Selanjutnya Leo menghadapi lagi aliran Manicheisme, yang mengajarkan adanya dualisme antara prinsip kebaikan dan kejahatan. Hidup manusia di dunia ini merupakan suatu pertentangan kekal antara kedua prinsip itu; semua hal duniawi, termasuk tubuh manusia, adalah jahat pada dirinya. Ditumpangi oleh bangsa Vandal yang suka berperang, banyak penganut Manicheisme berimigrasi dari Kartago ke Italia dan menetap di Roma. Menghadapi bahaya aliran sesat ini maka pada tahun 443 Leo menggalakkan kampanye menentang para penganut Manicheisme itu. Ia didukung oleh kaisar Valentinianus III. Banyak penganut aliran itu kemudian bertobat dan kembali ke pangkuan Gereja.
Di luar Roma, Paus kuatir akan bahaya bangkitnya kembali ajaran sesat Priscilianisme di Spanyol yang dalam beberapa hal sama dengan Manicheisme. Aliran itu mengajarkan bahwa unsur manusiawi dan unsur duniawi sama-sama merupakan hasil prinsip kejahatan dan bahwa hanya unsur ilahi sajalah yang baik. Sebagai jawaban terhadap seruan Paus, para Uskup Spanyol menyelenggarakan sinode untuk menghukum aliran sesat Priscillianisme di Spanyol.
Paus juga menyerang aliran sesat Monofisitisme, yang mengajarkan bahwa Kristus hanya mempunyai satu kodrat, yaitu kodrat ilahi. Ajaran ini menentang dogma tentang Kristus, Pribadi Ilahi yang mempunyai dua kodrat, Allah sekaligus Manusia. Aliran inilah yang menyebabkan krisis doktrinal paling besar dalam masa kepemimpinan Leo. Aliran ini berkembang luar biasa cepatnya, sehingga Santo Flavianus, Patriark Konstantinopel menyerukan kepada Leo akan dukungannya sebagai pembela dan pimpinan tertinggi Gereja. Leo menjawab seruan itu dalam sebuah suratnya kepada Flavianus. Di dalamnya ia menandaskan secara jelas bahwa Kristus sungguh Allah dan sungguh Manusia, tetapi satu Pribadi yaitu Pribadi Yesus Kristus. Surat kepada Flavianus ini kemudian menjadi pokok keputusan Konsili Kalsedon.
Ketika kaisar Teodosius II-pendukung kental para penganut Monofisitisme-mendengar pernyataan Paus itu, ia segera memerintahkan Dioscurus, Patriark Aleksandria yang menganut Monofisitisme, untuk menyelenggarakan satu konsili di Efesus. Uskup-uskup yang berkumpul dalam Konsili itu dijaga ketat oleh pasukan-pasukan kekaisaran. Santo Flavianus dipersalahkan dan mati karena pembelaannya terhadap ajaran iman yang benar sebagaimana ditekankan Paus Leo. Para utusan Paus tidak punya hak bicara dan tidak diperkenankan memimpin rapat. Surat yang dikirim Paus Leo tidak dapat didengarkan dengan baik karena kegaduhan dan teriakan-teriakan. Akhirnya konsili liar itu mengesahkan ajaran sesat Monofisitisme. Paus Leo mengutuk konsili itu dan menamakannya sebagai Konsili para Penyamun. Sebagai protes terhadap keputusan konsili liar itu, Paus Leo menyelenggarakan sebuah konsili lain di Kalsedon pada tahun 451. Tugas Konsili ini ialah "menegaskan kodrat keallahan dan kemanusiaan dalam Pribadi Yesus Kristus serta mengutuk Monofisitisme dan membendung pengaruhnya". Sekitar 600 orang Uskup yang berkumpul dalam Konsili itu menerima ajaran dogmatik Leo yang tertulis di dalam suratnya kepada Santo Flavianus. Dalam tulisan-tulisannya yang bernada keras maupun manis, ia menyerang semua bidaah itu. Ia pantang menyerah ... seperti seekor singa menerjang setiap mangsa yang ada di hadapannya.
Selain menghadapi berbagai aliran sesat itu, Leo menghadapi juga serangan terhadap kota Roma. Tercatat serangan Attila, raja bangsa Hun pada tahun 452, dan serangan Genserik, raja bangsa Vandal yang suka berperang. Leo bersama sekelompok imam dan senator Roma menghadap Attila dan berbicara dengannya. Ia berhasil meyakinkan Attila, agar segera menarik pasukan-pasukannya dan tidak menyerang kota Roma. Demikian juga terhadap Genserik, raja Vandal itu. Leo benar-benar menghadirkan kembali sosok Rasul Petrus yang membela Yesus dengan pedangnya. Ia berhasil menerjang bangsa-bangsa Barbar yang mau menghancurkan kekristenan.
Dengan semua tindakannya, Leo menjadi salah seorang Paus pembela ajaran iman yang benar dan pembela kota Roma dari serangan bangsa Barbar. Ia seorang gembala yang baik yang berani membela umatnya dari berbagai serangan. Ia menjadi teladan bagi para gembala: penuh semangat, berhati lapang tetapi tetap saleh, sehingga dapat bertindak secara fleksibel. Surat-surat dan kotbah-kotbahnya sangat bernilai karena buah pikirannya yang dalam. Selain dikenal sebagai penulis, orator, diplomat, negarawan dan teolog, Leo juga seorang administrator besar. Selama masa pontifikatnya, ia membangun dan memperbaiki banyak gereja. Masa kepemimpinannya menandai salah satu masa yang paling penting dalam sejarah Gereja Perdana.
Ia wafat pada tanggal 10 Nopember 461 dan dimakamkan di ruang depan basilik Santo Petrus. Beliau adalah Paus non-martir pertama dalam sejarah Gereja. Pada tahun 688, Paus Sergius I (687-701) memindahkan relikuinya ke bagian dalam basilik itu. Pada tahun 1607 para pekerja menggali kembali relikuinya dan memindahkannya ke dalam basilik Santo Petrus yang baru. Pada tahun 1754, Paus Benediktus XIV (1740-1758) menggelari Leo sebagai Pujangga Gereja.