Jumat, 14 November 2031

Jumat XXXII Masa Biasa

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kebijaksanaan 13:1-9

Sungguh tolol karena kodratnya semua orang yang tidak mengenal Allah sama sekali; dan mereka tidak mampu mengenal Dia yang ada dari barang-barang yang kelihatan, dan walaupun berhadapan dengan pekerjaan-Nya mereka tidak mengenal Senimannya. Sebaliknya, mereka mengganggap sebagai allah yang menguasai jagat raya ialah api atau angin ataupun udara kencang, lagipula lingkaran bintang-bintang atau air yang bergelora ataupun penerang-penerang yang ada di langit. Jika dengan menikmati keindahannya mereka sampai menganggapnya allah, maka seharusnya mereka mengerti betapa lebih mulianya Penguasa kesemuanya itu. Sebab Bapa dari keindahan itulah yang menciptakannya. Jika mereka sampai dipesonakan oleh kuasa dan daya, maka seharusnya mereka menjadi insaf karenanya, betapa lebih kuasanya Pembentuk semuanya itu. Sebab orang dapat mengenal Khalik dengan membanding-bandingkan kebesaran dan keindahan ciptaan-ciptaan-Nya. Namun demikian dalam hal ini mereka hanya sedikit saja salahnya, sebab mungkin mereka hanya tersesat, tetapi mereka mencari Allah dan berusaha menemukan-Nya. Karena mereka sibuk dengan pekerjaan-Nya dan menyelidikinya, dan mereka terharu oleh yang mereka lihat, sebab memang indahlah hal-hal yang kelihatan itu. Tetapi bagaimanapun juga mereka tidak dapat dimaafkan. Sebab jika mereka mampu mengetahui sebanyak itu, sehingga dapat menyelidiki jagat raya, mengapa gerangan mereka tidak terlebih dahulu menemukan Penguasa kesemuanya itu?

Mazmur Tanggapan Mazmur 19:2-5

(19-3) hari meneruskan berita itu kepada hari, dan malam menyampaikan pengetahuan itu kepada malam.
(19-4) Tidak ada berita dan tidak ada kata, suara mereka tidak terdengar;
(19-5) tetapi gema mereka terpencar ke seluruh dunia, dan perkataan mereka sampai ke ujung bumi. Ia memasang kemah di langit untuk matahari,
(19-6) yang keluar bagaikan pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.

Bacaan Injil Lukas 17:26-37

Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikian pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua. Demikian juga seperti yang terjadi di zaman Lot: mereka makan dan minum, mereka membeli dan menjual, mereka menanam dan membangun. Tetapi pada hari Lot pergi keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua. Demikianlah halnya kelak pada hari, di mana Anak Manusia menyatakan diri-Nya. Barangsiapa pada hari itu sedang di peranginan di atas rumah dan barang-barangnya ada di dalam rumah, janganlah ia turun untuk mengambilnya, dan demikian juga orang yang sedang di ladang, janganlah ia kembali. Ingatlah akan isteri Lot! Barangsiapa berusaha memelihara nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya, ia akan menyelamatkannya. Aku berkata kepadamu: Pada malam itu ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang perempuan bersama-sama mengilang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan." (Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan.) Kata mereka kepada Yesus: "Di mana, Tuhan?" Kata-Nya kepada mereka: "Di mana ada mayat, di situ berkerumun burung nasar."

Renungan

Sampai Air Datang

Kemarin Yesus mengingatkan bahwa Kerajaan Allah datang tanpa tanda mencolok. Hari ini Ia melanjutkan dengan gambaran yang membuat merinding: hari kedatangan Anak Manusia akan seperti zaman Nuh. Orang makan dan minum, kawin dan dikawinkan, sampai Nuh masuk ke bahtera, lalu datanglah air bah.

Perhatikan, tidak ada yang disebut jahat di situ. Makan, minum, menikah, membeli, menjual, menanam, membangun. Semuanya kegiatan wajar, bahkan baik. Justru itulah peringatannya. Yang membuat orang lengah bukan dosa besar, melainkan rutinitas yang berjalan terus seolah tidak akan pernah ada akhirnya.

Kitab Kebijaksanaan menyentuh akar yang sama dari sisi lain. Orang mengagumi api, angin, bintang, dan air yang indah, lalu berhenti di situ, menyembah ciptaan tanpa pernah bertanya siapa Sang Seniman di baliknya. Terpukau pada karya, lupa pada yang membuatnya. Kesibukan yang menyenangkan ternyata bisa menjadi tabir paling halus yang menutupi Tuhan dari pandangan kita.

Yesus tidak menyuruh kita berhenti makan dan bekerja. Ia menyuruh kita tetap terjaga di tengah semua itu. Ingatlah akan isteri Lot, kata-Nya, orang yang hatinya masih tertinggal pada apa yang ia tinggalkan.

Di tengah rutinitas hari ini yang terasa tak berujung, masihkah aku sesekali menengadah kepada Pemberi hidup, atau sudah larut sepenuhnya dalam arus kesibukan?

Tuhan, jagalah aku supaya tidak larut dalam rutinitas sampai lupa pada-Mu. Biarlah di tengah kesibukan, hatiku tetap terjaga menanti-Mu. Amin.

Invitatorium

JUMAT IV PAGI

Pembukaan

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Amat baiklah Tuhan, pujilah namaNya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Kamis dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Fransiska Xaverius Cabrini, Perawan

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Berbahagialah yang suci hatinya,

sebab mereka akan melihat Allah kita;

rahasia Tuhan adalah milik mereka,

jiwa mereka adalah kediaman Kristus.
Tuhan, yang meninggalkan surga

membawa hidup dan damai bagi kita,

untuk tinggal dalam kerendahan hati bersama kita,

teladan dan Raja kita;
Ia kepada jiwa yang rendah hati

akan tetap menganugerahkan Diri-Nya dan

untuk kediaman dan takhta-Nya

akan memilih yang suci hatinya.
Tuhan, kami mencari kehadiran-Mu;

semoga berkat ini menjadi milik kami;

berikanlah kami hati yang murni dan rendah hati,

bait yang layak bagi-Mu.

PSALMODI

Ant. 1 Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Mazmur 44

Kemalangan umat Allah

Kita mengalahkan segala sesuatu ini melalui Dia yang mengasihi kita (Roma 8:37).

I
Kami mendengar dengan telinga kami sendiri, ya Allah,

nenek moyang kami telah menceritakan kepada kami kisah

tentang hal-hal yang Engkau lakukan pada zaman mereka,

Engkau sendiri, pada zaman dahulu kala.
Untuk menanam mereka, Engkau mencabut bangsa-bangsa:

untuk membiarkan mereka menyebar, Engkau merendahkan bangsa-bangsa.

Bukan pedang mereka sendiri yang memenangkan tanah;

bukan lengan mereka sendiri yang membawa mereka kemenangan.

Itu adalah tangan kanan-Mu, lengan-Mu

dan terang wajah-Mu: karena Engkau mengasihi mereka.
Engkaulah, Rajaku, Allahku,

yang menganugerahkan kemenangan kepada Yakub.

Melalui Engkau kami mengalahkan musuh-musuh kami;

dalam nama-Mu kami menginjak-injak penyerang kami.
Sebab bukan pada busurku aku percaya

pun bukan oleh pedangku aku diselamatkan:

Engkaulah yang menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,

Engkaulah yang mempermalukan musuh-musuh kami.

Sepanjang hari kebanggaan kami ada pada Allah

dan kami memuji nama-Mu tanpa henti.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekuatan mereka sendiri tidak dapat menyelamatkan mereka; itu adalah kekuatan-Mu dan terang wajah-Mu.

Ant. 2 Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

II
Namun sekarang Engkau telah menolak kami, mempermalukan kami:

Engkau tidak lagi maju bersama tentara kami.

Engkau membuat kami mundur dari musuh

dan musuh-musuh kami menjarah kami sesuka hati.
Engkau menjadikan kami seperti domba untuk disembelih

dan menyebarkan kami di antara bangsa-bangsa.

Engkau menjual umat-Mu sendiri dengan cuma-cuma

dan tidak memperoleh keuntungan dari penjualan itu.
Engkau menjadikan kami ejekan tetangga kami,

bahan tertawaan semua orang yang dekat.

Di antara bangsa-bangsa, Engkau menjadikan kami peribahasa,

di antara bangsa-bangsa bahan ejekan.
Sepanjang hari aibku ada di hadapanku:

wajahku tertutup rasa malu

mendengar suara pencemooh, pengejek,

melihat musuh dan pembalas.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kembalilah kepada Tuhan; Ia tidak akan menyembunyikan wajah-Nya.

Ant. 3 Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

III
Ini menimpa kami meskipun kami tidak melupakan Engkau;

meskipun kami tidak berkhianat terhadap perjanjian-Mu,

meskipun kami tidak menarik hati kami;

meskipun kaki kami tidak menyimpang dari jalan-Mu.

Namun Engkau telah menghancurkan kami di tempat kesedihan

dan menutupi kami dengan bayangan kematian.
Apakah kami melupakan nama Allah kami

atau mengulurkan tangan kami kepada allah lain

tidakkah Allah akan mengetahui hal ini,

Dia yang mengetahui rahasia hati?

Demi Engkau kami menghadapi kematian sepanjang hari

dan dihitung sebagai domba untuk disembelih.
Bangunlah, ya Tuhan, mengapa Engkau tidur?

Bangunlah, jangan tolak kami selamanya!

Mengapa Engkau menyembunyikan wajah-Mu

dan melupakan penindasan dan kesengsaraan kami?
Sebab kami direndahkan sampai ke debu;

tubuh kami tergeletak di tanah.

Bangunlah dan datanglah menolong kami!

Tebuslah kami karena kasih-Mu!
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Tuhan Yesus, Engkau telah meramalkan bahwa kami akan turut serta dalam penganiayaan yang membawa-Mu kepada kematian yang kejam. Gereja yang terbentuk dengan harga darah-Mu yang berharga bahkan sekarang disesuaikan dengan Sengsara-Mu; semoga ia diubah, sekarang dan selamanya, oleh kuasa kebangkitan-Mu.

Ant. Bangunlah, Tuhan, jangan tinggalkan kami selamanya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) – saat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau telah menunjukkan kepadaku cara hidup.

Engkau akan memenuhi aku dengan sukacita di hadapan-Mu.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Nabi Daniel

9:1-4a, 18-27

Doa dan penglihatan Daniel
Pada tahun pertama Darius, putra Ahasyweros, dari bangsa Media, memerintah atas kerajaan Kasdim; pada tahun pertama pemerintahannya aku, Daniel, mencoba memahami dalam Kitab Suci perhitungan tahun-tahun yang Tuhan bicarakan kepada nabi Yeremia: bahwa untuk reruntuhan Yerusalem tujuh puluh tahun harus digenapi.
Aku berpaling kepada Tuhan Allah, memohon dalam doa yang sungguh-sungguh, dengan puasa, kain kabung, dan abu. Aku berdoa kepada Tuhan, Allahku, dan mengaku, “Pasanglah telinga, ya Allahku, dan dengarkanlah; bukalah mata-Mu dan lihatlah reruntuhan kami dan kota yang menyandang nama-Mu. Ketika kami menyampaikan permohonan kami di hadapan-Mu, kami tidak bersandar pada perbuatan kami yang adil, melainkan pada belas kasihan-Mu yang besar. Ya Tuhan, dengarkanlah! Ya Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah tanpa menunda, demi diri-Mu sendiri, ya Allahku, karena kota ini dan umat-Mu menyandang nama-Mu!”
Aku masih sibuk dengan doaku, mengakui dosaku dan dosa umatku Israel, menyampaikan permohonanku kepada Tuhan, Allahku, demi gunung-Nya yang kudus—aku masih sibuk dengan doa ini, ketika Gabriel, yang telah kulihat sebelumnya dalam penglihatan, datang kepadaku dengan cepat pada waktu kurban petang. Ia mengajariku dengan kata-kata ini: “Daniel, aku sekarang datang untuk memberimu pengertian. Ketika engkau memulai permohonanmu, sebuah jawaban diberikan yang telah kudatangi untuk mengumumkan, karena engkau dikasihi. Oleh karena itu, perhatikanlah jawaban itu dan pahamilah penglihatan itu.
“Tujuh puluh minggu ditetapkan

untuk umatmu dan untuk kota sucimu:

Maka pelanggaran akan berhenti dan dosa akan berakhir,

kesalahan akan ditebus,

Keadilan abadi akan diperkenalkan,

penglihatan dan nubuat akan disahkan,

dan yang mahakudus akan diurapi.
Ketahuilah dan pahamilah ini:

Dari ucapan firman

bahwa Yerusalem akan dibangun kembali

Sampai seorang yang diurapi dan seorang pemimpin,

akan ada tujuh minggu.
Selama enam puluh dua minggu

itu akan dibangun kembali,

Dengan jalan-jalan dan parit-parit,

pada masa kesusahan.

Setelah enam puluh dua minggu

seorang yang diurapi akan disingkirkan

ketika ia tidak memiliki kota;

Dan umat seorang pemimpin yang akan datang

akan menghancurkan tempat kudus.

Maka akhir akan datang seperti banjir;

sampai akhir akan ada perang,

kehancuran yang telah ditetapkan.
Selama satu minggu ia akan membuat

perjanjian yang teguh dengan banyak orang;

Setengah minggu

ia akan menghapuskan kurban dan persembahan;

Di sayap bait suci akan ada kekejian yang mengerikan

sampai kehancuran yang telah ditetapkan

dicurahkan atas kekejian itu.”

RESPONSORIUM Barukh 2:16; Daniel 9:18; Mazmur 80:20

Pandanglah dari kediaman-Mu yang kudus, ya Tuhan, dan ingatlah kami. Condongkanlah telinga-Mu kepada kami, ya Allahku, dan dengarkanlah;

Bukalah mata-Mu dan lihatlah kesusahan kami.
Ya Tuhan semesta alam, pulihkanlah kami; biarlah wajah-Mu bersinar atas kami, dan kami akan diselamatkan.

Bukalah mata-Mu dan lihatlah kesusahan kami.
Bacaan Kedua

Dari homili pada Kanonisasi Santa Fransiska Xaverius Cabrini oleh Paus Pius XII

Seorang wanita rendah hati yang menjalani hidup yang bajik
Terinspirasi oleh rahmat Allah, kami bergabung dengan para kudus dalam menghormati perawan suci Fransiska Xaverius Cabrini. Ia adalah seorang wanita rendah hati yang menjadi luar biasa bukan karena ia terkenal, atau kaya atau berkuasa, tetapi karena ia menjalani hidup yang bajik. Sejak usia mudanya yang lembut, ia menjaga kemurniannya seputih lili dan melestarikannya dengan hati-hati dengan duri-duri pertobatan; seiring berjalannya waktu, ia digerakkan oleh naluri tertentu dan semangat supernatural untuk mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pelayanan dan kemuliaan Allah yang lebih besar.
Ia menyambut para pemuda nakal ke rumah-rumah yang aman dan mengajari mereka untuk menjalani hidup yang jujur dan kudus. Ia menghibur mereka yang berada di penjara dan mengingatkan mereka akan harapan hidup kekal. Ia mendorong para tahanan untuk memperbaiki diri dan menjalani hidup yang jujur.
Ia menghibur orang sakit dan lemah di rumah sakit dan merawat mereka dengan rajin. Ia mengulurkan tangan yang ramah dan membantu terutama kepada para imigran dan menawarkan mereka tempat tinggal dan bantuan yang diperlukan, karena setelah meninggalkan tanah air mereka, mereka mengembara di negeri asing tanpa tempat untuk mencari bantuan. Karena kondisi mereka, ia melihat bahwa mereka dalam bahaya meninggalkan praktik kebajikan Kristen dan iman Katolik mereka.
Dari mana ia memperoleh semua kekuatan itu dan energi yang tak habis-habisnya yang dengannya ia mampu melakukan begitu banyak pekerjaan baik dan mengatasi begitu banyak kesulitan yang melibatkan hal-hal materi, perjalanan, dan manusia?
Tidak diragukan lagi ia mencapai semua ini melalui iman yang selalu begitu hidup dan bersemangat di hatinya; melalui kasih ilahi yang membara di dalam dirinya; dan, akhirnya, melalui doa yang terus-menerus yang dengannya ia begitu erat bersatu dengan Allah dari siapa ia dengan rendah hati meminta dan memperoleh apa pun yang tidak dapat diperoleh oleh kelemahan manusianya.
Di hadapan kekhawatiran dan kecemasan hidup yang tak ada habisnya, ia tidak pernah membiarkan apa pun mengalihkan perhatiannya dari berusaha dan bertujuan untuk menyenangkan Allah dan bekerja untuk kemuliaan-Nya yang baginya tidak ada, dengan bantuan rahmat Allah, yang tampak terlalu melelahkan, atau sulit, atau di luar kekuatan manusia.

RESPONSORIUM Matius 25:35, 40

Aku lapar dan kamu memberi Aku makan; Aku haus dan kamu memberi Aku minum; Aku tidak punya rumah dan kamu menerima Aku.

Sekarang Aku katakan kepadamu: Ketika kamu melakukan hal-hal ini untuk yang paling terabaikan dari saudara-saudara-Ku, kamu melakukannya untuk Aku.
Inilah perintah-Ku: Kasihilah seorang akan yang lain sebagaimana Aku telah mengasihi kamu.

Sekarang Aku katakan kepadamu: Ketika kamu melakukan hal-hal ini untuk yang paling terabaikan dari saudara-saudara-Ku, kamu melakukannya untuk Aku.

DOA PENUTUP

Ya Allah Bapa kami,

yang memanggil Santa Fransiska Xaverius Cabrini

dari Italia untuk melayani para imigran di Amerika,

melalui teladannya, ajarlah kami untuk peduli

terhadap orang asing, orang sakit, dan semua yang membutuhkan,

dan melalui doanya bantulah kami untuk melihat Kristus

dalam semua pria dan wanita yang kami temui.

Melalui Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Meski Kristus ada di setiap waktu
Namun jangan tunda janganlah menunggu
Carilah wajahNya sekarangpun juga
Tanpa menantikan senja.

Kristus sungguh ada dalam diri kita
Meski kita hina meski kita papa
Carilah wajahNya serukan namaNya
Kita pasti dibimbingNya.

Ya Bapa surgawi tolonglah hambaMu
Agar mengikuti Roh Kudus selalu
Hingga hari ini kami sungguh mampu
Mencari wajah PutraMu. Amin.

Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Mazmur 50 (51)

Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setiaMu,*
menurut besarnya rahmatMu, hapuskanlah kesalahanku.

Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku,*
dan cucilah aku dari dosaku.

Kusadari pelanggaranku,*
dosaku selalu membayang di hadapan mataku.

Terhadap Engkau, terhadap Engkaulah aku berdosa,*
yang jahat di hadapanMu kulakukan.

Jadi ternyata Engkau adil bila menghukum aku,*
dan tepatlah keputusanMu.

Sungguh aku dilahirkan dalam kesalahan,*
dan dalam dosa aku dikandung ibu.

Sungguh Engkau berkenan akan ketulusan hati,*
Engkau meresapkan kebijaksanaan ke dalam batinku.

Bersihkanlah aku, agar aku jadi murni,*
basuhlah aku agar jadi putih melebihi salju.

Sampaikanlah kabar sukacita kepadaku,*
semoga hati yang Kauremukkan bersorak gembira.

Palingkanlah wajahMu dari dosaku,*
hapuskanlah segala kesalahanku.

Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah,*
baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Janganlah Kaubuang aku dari hadapanMu,*
janganlah Kauambil rohMu yang kudus dari padaku.

Kembalikanlah kepadaku kegembiraan atas keselamatanMu,*
dan berilah aku semangat yang rela.

Maka aku akan mengajarkan sikap hatiMu kepada orang berdosa,*
supaya mereka kembali kepadaMu.

Lepaskanlah aku dari dosa pembunuhan, ya Allah penyelamatku,*
maka aku akan memashyurkan keadilanMu.

Ya Tuhan, sudilah membuka bibirku,*
supaya mulutku mewartakan pujianMu.

Engkau tak berkenan akan kurban sembelihan,*
kurban bakar yang kupersembahkan, tidak Kausukai.

Persembahan kepada Allah, ialah jiwa yang menyesal,*
hati remuk redam takkan Kautolak.

Ant.1: Ciptakanlah hati murni bagiku, ya Allah, dan baharuilah semangat tabah dalam batinku.

Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Tb 13,10-16

Pujilah Tuhan, hai para pilihanNya,*
berpestalah dengan gembira dan bersyukurlah kepadaNya.

Hai Yerusalem, kota suci,+
Allah menyiksa kamu karena perbuatanmu yang jahat,*
tetapi Ia akan mengasihani kembali orang-orang yang jujur.

Luhurkanlah Tuhan dengan selayaknya,+
bersyukurlah kepada raja yang kekal abadi,*
supaya rumahNya dibangun kembali bagimu dengan gembira.

Tuhan akan menghantar pulang semua tawananmu,*
dan engkau akan bersukacita selama-lamanya.

Engkau bermandikan cahaya gemilang, hai Yerusalem,*
dan seluruh bumi sujud hormat kepadamu.

Dari jauh bangsa-bangsa datang kepadaMu,*
membawa persembahan sebagai tanda bakti bagi Tuhanmu.

Mereka memandang tanahmu sebagai tanah suci,*
dan menyerukan nama Tuhan di tengahmu.

Hai Yerusalem, engkau akan bersukacita atas putera-puterimu,+
sebab mereka semua diberkati Tuhan,*
dan dihimpun di hadapanNya.

Berbahagialah semua yang mencintai engkau,*
yang bersukacita atas damai sejahteramu.

Pujilah Tuhan, hai hatiku, pujilah Tuhan Allah kita,*
sebab Ia membebaskan kotaNya Yerusalem dari segala penderitaannya.

Ant.2: Bersukacitalah, hai Yerusalem sebab dengan perantaraanmu semua orang akan dihimpun di hadapan Tuhan.

Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Mazmur 147 (147B)

Megahkanlah Tuhan, hai Yerusalem,*
pujilah Allahmu, hai Sion.

Sebab Ia menguatkan palang pintu gerbangmu,*
Ia memberkati para pendudukmu.

Sebab Ia memberikan kesejahteraan kepada daerahmu,*
dan mengenyangkan dikau dengan gandum yang paling baik.

Ia mengutus sabdaNya ke bumi,*
dengan segera firmanNya berlari.

DiturunkanNya salju seperti bulu domba,*
dihamburkanNya embun beku bagaikan abu.

DilemparkanNya hujan es seperti kerikil,*
siapa dapat menahan dinginnya?

Ia bersabda lagi, maka es mencair kembali,*
Ia menyuruh anginNya bertiup, maka air mengalir.

Dialah yang menyampaikan firmanNya kepada Yakub,*
ketetapan dan hukumNya kepada Israel.

Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa,*
hukum-hukumNya tidak mereka kenal.

Ant.3: Pujilah Allahmu, hai Sion, Ia mengutus sabdaNya ke bumi.

Bacaan Singkat (Gal 2,19b-20)

Aku disalibkan bersama Kristus. Namun aku hidup, tetapi bukan aku sendiri, melainkan Kristuslah yang hidup dalam diriku. Aku hidup dalam kepercayaan akan Putera Allah, yang mengasihi aku dan menyerahkan diriNya bagiku.

Lagu Singkat

P: Aku berseru kepada Tuhan yang mahatinggi,* Karena Ia mengasihani aku. U: Aku. P: Ia mengutus pertolongan dari surga dan membebaskan daku. U: Karena Ia mengasihani aku. P: Kemuliaan. U: Aku berseru.

Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan; Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Doa Permohonan

Allah menaruh perhatian terhadap setiap insan yang diciptakanNya dan yang ditebus dalam PuterNya. Hendaklah kita menyerahkan diri kepadaNya dan berdoa:
U: Teguhkanlah karyaMu dalam hati kami, ya Tuhan.
P: Allah yang mahamurah, arahkanlah langkah kami menuju kesucian sejati,* agar kami memikirkan yang benar, adil dan luhur.
P: Demi namaMu, ya Tuhan, janganlah tinggalkan kami,* dan janganlah Kaubatalkan perjanjianMu.
P: Terimalah kami yang menyesali dosa dengan randah hati,* karena Engkau tak pernah menolak orang yang remuk redam.
P: Engkau telah memanggil kami dalam Kristus untuk berbicara sebagai nabi,* semoga kami mewartakan Injil tanpa takut.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Tuhan, dengan rendah hati kami mohon kepadaMu, limpahkanlah rahmatMu kepada kami dan doronglah kami selalu untuk menjalankan perintahMu. Semoga kami Kauhibur selama kehidupan sekarang, dan Kauzinkan menikmati kebahagiaan yang akan datang. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami yang hidup...

Ibadat Siang

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

JUMAT IV SIANG

Madah

Sungguh agung cinta Tuhan
Yang tidak takut berkurban
Mautpun tak menghalangi
Kasih setya yang sejati.

Selalu siap mengabdi
Datang untuk melayani
Itulah semangat Tuhan
Yang harus kita wujudkan.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Mazmur 118 (119),161-168

Kaum curang mengejar aku tanpa alasan,*
hatiku sungguh takut akan mereka.

Tetapi aku bergembira atas sabdaMu,*
seperti orang yang mendapat harta besar.

Aku benci dan muak terhadap dusta,*
tetapi hukumMu kucintai.

Tujuh kali sehari aku memuji Engkau,*
karena keputusanMu yang tepat.

Makmurlah orang yang mencintai hukumMu,*
tiada batu sandungan bagi mereka.

Aku mengharapkan keselamatanMu, ya Tuhan,*
aku menepati perintahMu.

Aku berpegang pada ketetapanMu,*
aku amat mencintainya.

Aku memperhatikan perintah dan ketetapanMu,*
sebab seluruh hidupku terbuka di hadapanMu.

Ant.1: Makmurlah orang yang mencintai hukumMu, ya Tuhan.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Mazmur 132 (133)

Alangkah baik dan menyenangkan,*
tinggal bersama sebagai saudara.

Bagaikan minyak wangi di atas kepala,*
yang mencucuri janggut Harun dan menetesi jubahnya.

Bagaikan embun di gunung Hermon,*
bagaikan embun yang turun di bukit Sion.

Sebab di Sionlah Tuhan menurunkan berkat,*
dan menganugerahkan kehidupan untuk selama-lamanya.

Ant.2: Himpunan umat beriman hidup sehati dan sejiwa.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Mazmur 139 (140),1-9.13-14

Ya Tuhan, bebaskanlah aku dari orang jahat,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka merencanakan kejahatan,*
sepanjang hari mencari pertengkaran.

Seperti ular, mereka mengasah lidahnya,*
mulut mereka penuh racun ular berbisa.

Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa,*
lindungilah aku terhadap kekerasan.

Mereka bermaksud menjatuhkan daku,*
dengan memasang jerat.

Orang yang kurang ajar membentangkan jaring,*
dan memasang perangkap di jalanku.

Aku berkata: "Ya Tuhan, Engkaulah Allahku,*
dengarkanlah seruan doaku.

Tuhan, ya Tuhanku, Engkaulah penyelamatku,*
lindungilah kepalaku pada hari pertempuran.

Ya Tuhan, janganlah Kaupenuhi keinginan orang berdosa,*
janganlah Kaudukung tipu muslihat mereka".

Aku tahu, bahwa Tuhan adil terhadap orang tertindas,*
dan membela hak orang miskin.

Sungguh, orang jujur akan memuji namaMu,*
orang suci akan hidup di hadapan wajahMu.

Ant.3: Ya Tuhan, belalah aku terhadap gangguan orang berdosa.

Bacaan singkat (Rom 12,17a.19b-21)

Janganlah membalas kejatan dengan kejahatan. Sebab ada tertulis: Pembalasan itu hakKu. Akulah yang akan menuntut pembalasan, firman Tuhan. Tetapi kalau seterumu lapar, berilah dia makan. Kalau ia haus, berilah dia minum. Janganlah kamu dikalahkan oleh kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan.

P: Kemurahan Tuhan berlangsung turun-temurun.
U: Bagi orang yang berpegang pada perjanjianNya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, ketika Engkau bergantung pada kayu salib demi keselamatan kami, dunia diliputi kegelapan di tengah hari. Terangilah kiranya jalan hidup kami, agar kami dapat mencapai kehidupan kekal. Sebab Engkaulah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

JUMAT IV SORE

Madah

Yesus cahaya sejati
Yang bersinar dalam hati
Membawa keselamatan
Dan damai yang tahan zaman.

Engkau laksana pelita
Di tengah gelap gulita
Yang menjamin perjalanan
Agar mencapai tujuan.

Bila senja sudah tiba
Engkau tetap bercahaya
Menyinarkan kasih suci
Memancarkan cinta murni.

Terpujilah Kristus Tuhan
Yang rela menjadi kurban
Namun kini sudah jaya
Mulya untuk selamanya. Amin.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Mazmur 144 (145) - I

Aku mengagungkan Dikau, ya Allah, rajaku,*
aku memuliakan namaMu selama-lamanya.

Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau,*
dan memuji namaMu selama-lamanya.

Agunglah Tuhan dan sangat terpuji,*
keagunganNya tak terselami.

Angkatan demi angkatan memuliakan karyaMu,*
dan mewartakan kejayaanMu.

Semarak dan mulialah namaMu,*
kemegahanMu akan kukidungkan.

KaryaMu yang dahsyat dan perkasa akan kukisahkan,*
dan keagunganMu akan kumaklumkan.

KebaikanMu yang tak terperikan akan kukenangkan,*
dan keadilanMu akan kuumumkan.

Tuhan itu pengasih dan penyayang,*
lambat akan murka dan besar kasih setiaNya.

Tuhan baik terhadap semua orang,*
penuh kasih setia terhadap segala ciptaanNya.

Ya Tuhan, semoga segala karyaMu bersyukur kepadaMu,*
dan semua kekasihMu memuji Engkau.

Semoga mereka mengumumkan kerajaaMu yang mulia,*
dan mewartakan keperkasaanMu.

Semoga mereka menyiarkan kejayaanMu kepada umat manusia,*
dan memaklumkan kerajaanMu yang semarak mulia.

KerajaanMu berlangsung selama-lamanya,*
dan pemerintahanMu turun-temurun.

Ant.1: Setiap hari aku hendak meluhurkan Dikau, ya Tuhan, aku hendak mewartakan kejayaanMu.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Mazmur 144 (145) - II

Tuhan setia dalam semua sabdaNya,*
penuh kasih dalam segala karyaNya.

Tuhan menopang semua orang yang jatuh,*
dan menegakkan semua orang yang tertunduk.

Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan,*
Engkau memberi mereka makan pada waktunya.

Engkau membuka tanganMu,*
dan memenuhi keinginan segala makhluk yang hidup.

Tuhan adil dalam segala tindakanNya,*
penuh kasih setia dalam segala karyaNya.

Tuhan dekat pada orang yang berseru kepadaNya,*
yang berseru kepadaNya dengan tulus hati.

Tuhan melaksanakan kehendak orang takwa,*
Ia mendengarkan dan menyelamatkan mereka.

Tuhan memelihara semua orang yang mengasihiNya,*
tetapi yang berbuat jahat dibinasakanNya.

Semoga aku mewartakan pujian Tuhan,*
dan segala makhluk memuliakan namaNya selama-lamanya.

Ant.2: Semua orang memandang kepadaMu penuh harapan, ya Tuhan, Engkau dekat pada orang yang berseru kepadaMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Why 15,3-4

Agung dan mengagumkan segala karyaMu,*
ya Tuhan Allah yang mahakuasa

Adil dan benar segala tindakanMu,*
ya raja segala bangsa!

Siapakah yang tidak takut, ya Tuhan,*
dan tidak memuliakan namaMu?

Sebab hanya Engkaulah kudus,+
semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu,*
sebab telah nyatalah segala keputusanMu.

Ant.3: Adil dan benar segala tindakanMu, ya raja segala bangsa.

Bacaan Singkat (Rom 8,1-2)

Mereka yang bersatu padu dengan Kristus Yesus, tidak akan dihukum. Sebab hukum Roh yang menghidupkan telah memerdekakan kita dalam Kristus Yesus dari hukum dosa yang mematikan.

Lagu Singkat

P: Kristus telah wafat karena dosa kita,* Untuk menghantar kita kepada Allah. U: Kristus. P: Ia wafat sebagai manusia lemah, tetapi kini hidup dalam kekuatan Roh. U: Untuk menghantar kita kepada Allah. P: Kemuliaan U: Kristus.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Ya Tuhan, ingatlah akan kasih sayangMu, menurut janjiMu kepada leluhur kami.

Doa Permohonan

Semua orang yang mengenal Kristus berharap kepadaNya. Maka marilah kita berdoa dengan penuh kepercayaan:
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Kristus, kuatkanlah kami, sebab kami ini manusia lemah,* yang mudah tersandung dan jatuh.
P: Tanpa Engkau kami cenderung kepada kejahatan,* maka perbaharuilah kami dengan pengampunanMu.
P: Engkau dihina oleh dosa, tetapi dimuliakan oleh tobat,* maka jauhkanlah murkaMu dari kami, meskipun kami layak dihukum karena dosa kami.
P: Engkau telah mengampuni dosa wanita yang bertobat, dan meletakkan domba yang hilang di atas bahuMu,* maka limpahkanlah belasihanMu kepada kami.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, PuteraMu telah Kauserahkan kepada maut untuk menyelamatkan seluruh dunia. Maka kami mohon kepadaMu, semoga umatMu ini tetap berusaha menyerahkan diri kepadaMu sebagai kurban yang hidup, supaya dipuaskan dengan kepenuhan cinta kasihMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - JUMAT

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Jatuh sudah malam hari
S'moga kami Kaulindungi
Ya Bapa mahakuasa
Supaya aman sentosa.

Jauhkan impian suram
Singkirkan khayalan malam
Kurniakan istirahat
Agar sehat wal'afiat.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 87 (88)

Ya Tuhan, Allah penyelamatku,*
siang malam aku berseru kepadaMu.

Semoga doaku sampai ke hadiratMu,*
dengarkanlah jeritan tangisku.

Sebab hatiku tersesak kesusahan bertimbun-timbun,*
dan hidupku mendekati ambang maut.

Aku dianggap sudah turun ke liang kubur,*
seperti orang yang kehilangan hayat.

Di alam mautlah kediamanku,*
seperti orang yang mati terbuuh aku berbaring dalam kubur.

Seperti orang yang tidak lagi Kauingat,*
terpisah dari cintaMu.

Kaucampakkan daku ke lubang terdalam,*
ke tubir yang gelap gulita.

Aku tertindih oleh amarahMu,*
dan keberanganMu melumpuhkan daku.

Handai taulanku Kaujauhkan dari padaku,*
Kaujadikan daku haram bagi mereka.

Aku terkurung, tak dapat lolos,*
mataku kabur tersesak derita.

Sehari-hari aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
kepadaMu kutadahkan tanganku.

Adakah Engkau berkarya bagi orang mati!*
Masakan arwah bangkit untuk memuji Engkau!

Adakah kasihMu dikisahkan dalam kubur,*
dan kesetiaanMu di daerah kebinasaan!

Adakah karyaMu yang agung dikenal dalam kegelapan,*
dan keadilanMu di tempat tiada ingatan!

Namun aku, ya Tuhan, aku berseru kepadaMu,*
pagi-pagi doaku membubung ke hadapanMu.

Mengapa Engkau menolak aku, ya Tuhan,*
mengapa menyembunyikan wajahMu dari padaku?

Sedari masa mudaku aku malang dan terancam maut,*
aku menanggung kemurkaanMu dan merana.

Banjir keberanganMu melanda aku,*
kedahsyatan amarahMu membinasakan daku.

Aku seperti dikepung ombak terus-menerus,*
makin lama aku makin terdesak.

Kaum kerabatku Kaujauhkan dari padaku,*
tinggal kegelapanlah yang menemani aku.

Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Yer 14,9)

Tuhan, Engkau hadir di tengah-tengah kami, dan dengan namaMu kami telah diberkati. Janganlah tinggalkan kami, ya Tuhan, Allah kami.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa, semoga kami setia kepada PuteraMu yang telah wafat dan dimakamkan, sehingga kami bangkit bersama Dia dan hidup sebagai manusia baru. Sebab Dialah pengantara kami, sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, ya ratu, bunda yang berbelas-kasih,
hidup, hiburan dan harapan kami.
Kami semua memanjatkan permohonan,
kami amat susah, mengeluh, mengesah
dalam lembah duka ini.
Ya ibunda, ya pelindung kami,
limpahkanlah kasih sayangmu yang besar kepada kami.
Dan Yesus, puteramu yang terpuji itu,
s'moga kautunjukkan kepada kami.
O ratu, o ibu, o Maria, bunda Kristus.

Santo-Santa

Santo Yosef Maria Pignatelli

Pengaku Iman

Yosef Maria Pignatelli lahir di Saragossa, Spanyol pada tahun 1737. Anak bangsawan tinggi Spanyol ini mempunyai bakat-bakat ketabahan dan tahan uji yang kemudian terbukti di dalam peristiwa-peristiwa pahit yang dihadapinya. Ketika berusia 16 tahun, ia masuk Serikat Yesus di Tarragona dan kemudian ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1763. Sebagai imam ia ditugaskan berkarya di antara orang-orang miskin di Saragossa, kota kelahirannya.

Peristiwa pahit pertama yang dihadapinya sebagai seorang imam Yesuit ialah peristiwa pengusiran imam-imam Yesuit dari negeri Spanyol oleh Raja Charles III pada tahun 1767. Bersama rekan-rekannya, Yosef terpaksa menyingkir ke kota Corsica. Tak lama kemudian di Corsica pun mereka diusir lagi oleh bangsa Prancis yang menguasai daerah itu, Dari Corsica mereka pergi dan tinggal di Ferrara, Italia. Rupanya cobaan belum juga selesai karena suatu sebab, Paus Klemens XIV (1769-1774) membubarkan serikat itu dan kemudian mengawamkan semua anggotanya.

Sementara itu selama 20 tahun Yosef sendiri tinggal di Bologna dan dari sana ia menolong rekan-rekan Yesuitnya yang kurang beruntung di pengasingan. Sementara itu muncullah angin baik di Rusia. Ratu Katerina melarang penyebaran surat yang berisi ancaman penindasan terhadap imam-imam Yesuit di negerinya. Maka di Rusia, Serikat Yesus dapat hidup dengan aman dan dapat melaksanakan tugas misionernya dengan baik. Pada tahun 1792 Pangeran dari Parma mengundang 3 orang imam Yesuit dari Italia dan meminta mereka mendirikan serikatnya di sana. Hal ini didukung pula oleh Sri Paus Pius VI (1775-1799).

Yosef Pignatelli sendiri bertindak sebagai Superior Serikat. Maka sejak saat itu Serikat Yesus mulai hidup lagi, dan masuk ke Italia lagi. Sebagai langkah pertama pada tahun 1799, Yosef Pignatelli membuka novisiatnya di Colorno. Lalu pada tahun 1801, ia sendiri menyaksikan peristiwa pengesahan berdirinya kembali Serikat Yesus di Propinsi Rusia oleh Paus Pius VII (1800-1823). Dengan usaha keras ia membangun kembali Serikat Yesus di Kerajaan Napoli pada tahun 1804. Ia sendiri bertindak sebagai Provinsialnya. Sayang bahwa Provinsi Yesuit baru ini ditindas kembali oleh bangsa Prancis hingga tenggelam. Lalu Yosef pergi ke Roma, dan di sana ditunjuk sebagai Provinsial seluruh Italia.

Dari sana ia berusaha membaharui Serikat Yesus yang ada di Sardinia dan melindunginya dari jajahan bangsa Prancis. Walaupun Serikat Yesus belum dapat berdiri kokoh secara penuh sampai tahun 1814, namun sesudah wafatnya di Roma pada tanggal 11 Nopember 1811, Paus Pius XII (1939-1958) menyatakannya sebagai 'kudus' pada tahun 1954. Dia disebut tokoh 'Pembangun kembali Serikat Yesus'. Yosef Maria Pignatelli suka bekerja di kalangan kaum miskin; ia sangat baik hati, rendah hati serta halus perasaannya. Dalam imannya yang kokoh akan penyelenggaraan Allah, ia dengan teguh dan tabah menghadapi semua kemelut yang melanda serikatnya. Banyak orang mencintainya karena kepribadiannya itu.

Duns Scotus, Biarawan dan Pujangga Maria

Duns Scotus lahir di Maxton, Skotlandia pada tahun 1266 dan meninggal dunia di rumah biara Fransiskan di Koln, Jerman pada 8 Nopember 1308. Imam Fransiskan ini dikenal sebagai filsuf dan teolog kenamaan pada Abad Pertengahan. Sumbangannya di bidang filsafat dan teologi sangat besar pengaruhnya hingga kini. Setelah ditahbiskan menjadi imam pada tahun 1291, ia belajar lagi di Universitas Paris dan Oxford hingga meraih gelar doktor di bidang teologi pada tahun 1305. Setelah itu ia kembali menjadi mahaguru teologi di Universitas Cambridge, Oxford dan Paris.

Ia disebut ‘doktor yang tajam dan halus’ dalam pemikirannya dan dalam gaya bahasa Latin yang digunakannya. Banyak sekali karya filosofis dan teologisnya. Salah satu yang terkenal ialah 'Opus Oxoniense', sebuah komentar tentang hukuman mati atas diri Petrus Lombardia (1100-1160). Ia juga menulis sebuah karangan tentang 'Adanya Allah' dengan judul "De primo principio".

Tokoh-tokoh besar yang mempengaruhi Duns Scotus adalah Aristoteles (384-322 Seb. Mas.), Santo Agustinus (354-430), Avicenna (980-1037), dan Santo Bonaventura (1221-1274). Sebagaimana filsuf-filsuf besar lainnya di Abad Pertengahan, Duns Scotus pun mengajarkan bahwa manusia mempunyai dua kemampuan utama: 'intelek dan kehendak'. Tetapi ia lebih mengunggulkan 'kehendak' di atas 'intelek'. Dalam masalah inilah ia berbeda dari Santo Thomas Aquinas (1225-1274) yang lebih mengunggulkan 'intelek' di atas 'kehendak'. Keduanya memang tidak sependapat di dalam hal ini, namun sama-sama mengakui kemerdekaan kehendak dan intelek.

Bagi Scotus, kegiatan utama dari kehendak ialah cinta. Terpengaruh oleh pandangannya itu, maka salah satu tema teologinya didasarkan pada pandangan Santo Yohanes Penginjil tentang Allah, bahwa 'Allah itu Kasih'. Bagi dia, cinta merupakan aktifitas Allah yang paling luhur. Oleh dan di dalam cinta, Allah dengan tindakan kehendakNya yang bebas menciptakan dan memelihara semua ciptaanNya, teristimewa manusia. Karena Scotus menilai teologi sebagai suatu pengetahuan praktis, maka ia mengajarkan bahwa manusia harus menjawabi dan menghayati cinta Allah yang dilimpahkan kepadanya. Dalam rangka itu, Wahyu Allah merupakan norma bagi tindakan manusia. Dengan mengikuti norma-norma yang diwahyukan, manusia akan mencapai kebahagiaan abadi. Namun menurut pandangannya, kendatipun manusia akan menikmati cinta illahi dan memandang Allah, kebahagiaan abadi itu tercapai lebih karena cinta akan Allah daripada tahu tentang Allah.

Penyataan cinta Allah yang paling mulia terhadap semua makhluk ciptaan terutama manusia ialah "peristiwa inkarnasi, penjelmaan Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus." Yesus Kristus adalah pusat dan tujuan penciptaan, pusat sejarah manusia, dan alam semesta. Di sinilah terletak titik sentral teologi Scotus. Kecuali itu Duns Scotus dikenal luas sebagai seorang pengajar dan pembela ulung ajaran tentang Maria 'yang dikandung tanpa noda dosa' (Maria Immaculata). Oleh karena itu ia dijuluki 'Doctor Marianus'. Bagi Scotus, Maria disebut Bunda Allah karena ia mengandung dan melahirkan-dengan demikian turut serta secara aktif dalam karya penebusan umat manusia-Pribadi Kedua dari Trinitas yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita. Oleh karena itu sudah seharusnya ia diperkandungkan tanpa noda dosa, baik dosa asal maupun dosa-dosa pribadi. Bagi Scotus, masalah keperawanan Maria-yang oleh teolog-teolog sebelum Scotus dianggap tak jelas dasarnya-tidak bertentangan dengan dogma tentang dosa asal atau dengan kebenaran bahwa Kristus menebus semua umat manusia. "Bunda Maria yang terberkati", katanya, "dibebaskan dari dosa asal dalam kaitan erat dengan pandangan kita tentang kemuliaan Puteranya". Untuk itu Scotus menegaskan bahwa Allah mempunyai kuasa untuk melakukan perkandungan tanpa noda dosa itu atas Maria yang dianggapNya layak mengandung dan melahirkan PuteraNya yang tunggal.