Minggu, 7 Desember 2031
Hari Minggu Adven II
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Barukh 5:1-9
Hendaklah, hai Yerusalem, menanggalkan pakaian kesedihan dan kesengsaraanmu, dan mengenakan perhiasan kemuliaan Allah untuk selama-lamanya. Hendaklah berselubungkan kampuh kebenaran Allah, dan memasang di atas kepalamu tajuk kemuliaan dari Yang Kekal. Sebab di bawah kolong langit seluruhnya serimu akan dipertunjukkan oleh Allah. Dari pihak Allah engkau akan diberi nama ini untuk selamanya: "Damai sejahtera hasil kebenaran" dan "Kemuliaan hasil dari takwa". Bangkitlah, hai Yerusalem, hendaklah berdiri tegak di ketinggian! Tengoklah ke timur! Lihatlah anak-anakmu sudah berkumpul atas firman dari Yang Kudus, dari tempat matahari terbenam hingga ke tempat terbitnya, seraya bersukaria karena Allah telah teringat kepada mereka. Memang dahulu mereka pergi dari padamu dengan berjalan kaki, digiring oleh musuh. Tetapi kini mereka dikembalikan kepadamu oleh Allah diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Sebab Allah memerintahkan, supaya diratakanlah segala gunung yang tinggi dan segenap bukit abadi, dan supaya ditimbuslah sekalian jurang menjadi tanah yang rata, sehingga Israel dapat berjalan dengan aman di bawah naungan kemuliaan Allah. Hutan rimba dan segala pohon yang harum semerbakpun menaungi Israel atas perintah Allah. Sebab Israel akan dituntun dengan sukacita oleh Allah, oleh cahaya kemuliaan-Nya dan dengan belas kasihan dan kebenaran-Nya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 126:1-6
Bacaan Kedua Filipi 1:4-6,8-11
Dan setiap kali aku berdoa untuk kamu semua, aku selalu berdoa dengan sukacita. Aku mengucap syukur kepada Allahku karena persekutuanmu dalam Berita Injil mulai dari hari pertama sampai sekarang ini. Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus. Sebab Allah adalah saksiku betapa aku dengan kasih mesra Kristus Yesus merindukan kamu sekalian. Dan inilah doaku, semoga kasihmu makin melimpah dalam pengetahuan yang benar dan dalam segala macam pengertian, sehingga kamu dapat memilih apa yang baik, supaya kamu suci dan tak bercacat menjelang hari Kristus, penuh dengan buah kebenaran yang dikerjakan oleh Yesus Kristus untuk memuliakan dan memuji Allah.
Bacaan Injil Lukas 3:1-6
Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene, pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar, datanglah firman Allah kepada Yohanes, anak Zakharia, di padang gurun. Maka datanglah Yohanes ke seluruh daerah Yordan dan menyerukan: "Bertobatlah dan berilah dirimu dibaptis dan Allah akan mengampuni dosamu, seperti ada tertulis dalam kitab nubuat-nubuat Yesaya: Ada suara yang berseru-seru di padang gurun: Persiapkanlah jalan untuk Tuhan, luruskanlah jalan bagi-Nya. Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung dan bukit akan menjadi rata, yang berliku-liku akan diluruskan, yang berlekuk-lekuk akan diratakan, dan semua orang akan melihat keselamatan yang dari Tuhan."
Renungan
Yang Memulai, Menyelesaikan
Setiap orang punya laci berisi pekerjaan yang tak pernah selesai. Sweter yang dirajut setengah, lalu benangnya terbengkalai. Buku yang dibaca sampai bab tiga, berdebu di rak. Rumah yang dibangun sampai dinding, atapnya menunggu rezeki berikutnya. Kita ahli memulai. Menyelesaikan adalah soal lain.
Maka kalimat Paulus kepada jemaat di Filipi terasa seperti embusan udara segar. "Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus." Paulus tidak menulis, kalian harus menyelesaikan diri kalian sendiri. Ia menulis bahwa Yang Memulai adalah juga Yang Menyelesaikan.
Ini penting sekali di awal Adven. Sebab musim ini gampang berubah jadi daftar tugas rohani yang bikin lelah. Kita membebani diri: harus lebih rajin berdoa, lebih banyak berpuasa, lebih cepat berubah. Seolah keselamatan adalah proyek swadaya yang harus kita rampungkan sendiri sebelum Natal tiba.
Barukh berbicara kepada Yerusalem yang lelah, kota yang pakaiannya compang-camping oleh kesedihan. Dan nabi itu tidak menyuruhnya berusaha lebih keras. Ia menyuruhnya berganti pakaian, mengenakan perhiasan kemuliaan yang datang dari Allah. Anak-anaknya yang dahulu pergi berjalan kaki digiring musuh, kini diusung dengan hormat seolah-olah di atas tandu kerajaan. Yang bekerja adalah Allah. Manusia berganti baju dan naik ke tandu.
Injil hari ini menampilkan Yohanes Pembaptis dengan seruannya yang keras di padang gurun. Ia menyerukan supaya lembah ditimbun dan gunung diratakan. Sepintas ini kembali seperti tugas berat: ratakan sendiri jalanmu! Tetapi dengarkan baik-baik kata kerjanya. "Setiap lembah akan ditimbun dan setiap gunung akan menjadi rata." Akan. Bukan perintah supaya kita mengangkut tanah dengan tangan sendiri, melainkan janji bahwa jalan itu sedang diratakan oleh tangan yang lebih kuat.
Lalu apa bagian kita? Bagian kita adalah tidak menyerah di tengah jalan. Membiarkan pekerjaan yang telah dimulai Allah dilanjutkan-Nya, tanpa kita cabut paksa sebelum waktunya, tanpa kita anggap gagal karena belum selesai hari ini. Kita ini sweter yang masih separuh dirajut. Tetapi perajutnya belum meletakkan jarum.
Adven adalah janji bahwa Allah tidak meninggalkan pekerjaan-Nya setengah jadi. Ia bukan tukang yang bosan lalu pindah proyek. Apa yang Ia mulai dalam hidup kita, sekecil apa pun tampaknya sekarang, akan Ia bawa sampai selesai.
Tuhan, Engkau yang memulai pekerjaan baik dalam diriku, jangan berhenti di tengah jalan. Aku percaya tangan-Mu akan menyelesaikan apa yang tak sanggup kurampungkan sendiri. Amin.
Invitatorium
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Sabtu dalam Masa Adven, Peringatan Santa Lusia, Perawan dan Martir
MADAH
Ya Allah, mahkota dan ganjaran agung
PSALMODI
Ant. 1 Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Mazmur 106
Kebaikan Tuhan; kesetiaan umat-Nya
Semua ini telah ditulis sebagai peringatan bagi kita, karena kita hidup pada akhir zaman (1 Korintus 10:11)
Ant. Ingatlah kami, ya Tuhan; datanglah dengan pertolongan-Mu yang menyelamatkan.
Ant. 2 Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. Ingatlah baik-baik; Tuhan Allah kita telah membuat perjanjian denganmu.
Ant. 3 Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
Ant. Selamatkanlah umat-Mu, ya Tuhan; kumpulkanlah kami dari antara bangsa-bangsa.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 54:4; 29:5, 6, 7
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MINGGU II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan Raja Yang Akan Datang.
MAZMUR 94 (95)
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,
Ant. Marilah kami menyembah Tuhan raja yang akan datang.
Madah
Ant.1: Kita mempunyai kota yang kuat. Tuhan mendirikan tembok dan benteng untuk melindungi kami. Bukalah pintu gerbang, sebab Allah akan datang di tengah kami, Alleluya.
Mazmur 117 (118)
seperti nyala api yang menjilat-jilat,*
kami memberkati Engkau dari dalam rumah Tuhan,*
Ant.1: Kita mempunyai kota yang kuat. Tuhan mendirikan tembok dan benteng untuk melindungi kami. Bukalah pintu gerbang, sebab Allah akan datang di tengah kami, Alleluya.
Ant.2: Hai semua yang dahaga, datanglah pada air. Carilah Tuhan, selagi Ia dapat ditemui, Alleluya.
Ant.2: Hai semua yang dahaga, datanglah pada air. Carilah Tuhan, selagi Ia dapat ditemui, Alleluya.
Ant.3: Sungguh, Tuhan kami akan datang dengan kuasa, untuk menerangi mata para hamba-Nya, Alleluya.
Mazmur 150
Pujilah Dia dengan ceracap gemercing,*
Ant.3: Sungguh, Tuhan kami akan datang dengan kuasa, untuk menerangi mata para hamba-Nya, Alleluya .
Bacaan Singkat (Rom 13, 11-12)
Ant.Kidung (Mi II): Aku menyuruh utusan-Ku mendahului engkau, dia akan meratakan jalan untukmu.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Aku menyuruh utusan-Ku mendahului engkau, dia akan meratakan jalan untukmu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
MINGGU II SIANG
Madah
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Mazmur 22 (23)
Ant.1: Tuhan membaringkan daku di padang rumput yang hijau, Alleluya.
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Mazmur 75 (76 )
Ant.2: Di Israel nama Tuhan termasyhur, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Ant.3: Bumi takut dan tertegun, pada waktu Allah bangkit untuk mengadili, Alleluya.
Bacaan singkat (Rom 8,26)
Ibadat Sore
MINGGU II SORE I
Madah
Ant.1: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai Sion baru, sebab Rajamu akan datang, Ia lemah lembut, Ia datang untuk menyelamatkan kami.
Mazmur 118 (119), 105-112
Ant.1: Bergembiralah dan bersukacitalah, hai Sion baru, sebab Rajamu akan datang, Ia lemah lembut, Ia datang untuk menyelamatkan kami.
Ant.2: Kuatkanlah tangan yang lemah. Tabahkanlah hatimu dan berkatalah: Sungguh, Allah kami akan datang menyelamatkan kami, Alleluya.
Mazmur 15 (16)
Ant.2: Kuatkanlah tangan yang lemah. Tabahkanlah hatimu dan berkatalah: Sungguh, Allah kami akan datang menyelamatkan kami, Alleluya.
Ant.3: Hukum diberikan oleh -Musa, tetapi rahmat dan kebenaran dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Ant.3: Hukum diberikan oleh -Musa, tetapi rahmat dan kebenaran dikerjakan oleh Yesus Kristus.
Ant.Kidung (Mi II): Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, supaya kami bergembira di hadapan-Mu dengan hati sempurna.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, kunjungilah kami dengan damai, supaya kami bergembira di hadapan-Mu dengan hati sempurna.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Hari Raya SP Maria Dikandung Tanpa Dosa
Semua manusia lahir di dalam belenggu dosa asal yang diwariskan Adam dan Hawa. Oleh karena itu, semua manusia dinyatakan 'berdosa' sejak lahir. Oleh karena warisan dosa asal itu melekat erat pada kemanusiaan kita, kita tampaknya lebih cenderung dan mudah untuk berdosa dan melakukan kejahatan daripada melakukan kebajikan-kebajikan. Kita kelihatan lamban sekali melakukan kebajikan-kebajikan. Kita lebih cenderung menjauhi Tuhan daripada mendekatiNya untuk menikmati kebaikan dan cintaNya.
"Pada hari ini terbitlah setangkal tunas dari akar Jesse; pada hari ini pun Maria dikandung tanpa cela dosa," demikian bunyi antifon Magnifikat. Gereja merayakan 'perkandungan Maria tanpa noda dosa' untuk mengingatkan kepada seluruh umat betapa luhurnya martabat Maria sebagai Bunda Penebus. Maria adalah satu-satunya manusia yang dikecualikan Allah dari warisan Adam itu. Sesungguhnya dara murni ini adalah manusia biasa sama seperti kita; ia juga keturunan Adam. Sebagaimana kita, ia pun hidup di dalam dunia yang penuh dosa ini. Namun ia punya keistimewaan yang tidak dimiliki siapa pun juga. Ia sudah sejak kekal ditentukan Allah untuk menjadi Bunda PuteraNya, Sang Penebus dunia. Ia ditentukan untuk melahirkan Yesus, Anak Allah, dan karena itu sejak awal hidupnya, ia dipersiapkan untuk mengemban tugas luhur ini.
Melalui dialah, Tuhan menyalurkan rahmat penyelamatanNya kepada manusia. Tuhanlah sumber rahmat, sedang Maria hanyalah 'saluran'nya. Sebagai saluran rahmat Allah bagi manusia, maka sudah selayaknya Maria itu penuh rahmat dan suci tak bercela. Demikian ia ditebus dengan cara yang paling sempurna: diperkandungkan tanpa noda dosa, suci dan tak bercela di hadapan Allah.
Dalam rahim Maria, Perawan yang murni, Allah menemukan singgasana yang pantas bagi PuteraNya. Melalui Maria kutuk dosa diganti dengan berkat bagi manusia. Oleh karena itu, pada hari raya ini patutlah kita berdoa: "Ya Maria, dengan senang hati kami merenungkan rahasia kepilihanmu menjadi Bunda Penebus. Engkau telah dibebaskan Allah dari kutuk dosa yang telah menimpa umat manusia. Jiwamu diperkaya dengan rahmat Allah dan memancarkan semarak kemuliaan Allah. Ya Maria yang dikandung tanpa dosa, doakanlah kami yang berlindung kepadamu."
S. Ambrosius
Uskup dan Pujangga Gereja · ± 340-397
Ambrosius lahir sekitar tahun 340 di Trier, dari keluarga Kristen Romawi terpandang; ayahnya menjabat gubernur wilayah Gaul. Ia dididik dengan baik dalam bahasa Latin, Yunani, dan ilmu hukum, lalu menjadi ahli hukum yang disegani. Karena kecakapannya, Kaisar mengangkatnya menjadi gubernur wilayah Liguria dan Aemilia yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.
Titik balik hidupnya terjadi ketika Uskup Milano wafat dan umat berselisih keras antara golongan Katolik dan pengikut bidah Arianisme dalam memilih pengganti. Ambrosius datang untuk menenangkan kerumunan. Tiba-tiba terdengar suara seorang anak berseru, Ambrosius uskup! Seruan itu disambut seluruh umat secara aklamasi. Ambrosius menolak, sebab ia bahkan belum dibaptis, tetapi akhirnya menyerah pada desakan umat. Dalam waktu singkat ia dibaptis, ditahbiskan, dan diangkat menjadi uskup pada tahun 374.
Sebagai uskup ia membagikan hartanya kepada orang miskin dan mengabdikan seluruh hidupnya bagi umat. Ia berkhotbah dengan tekun, menggubah madah-madah Gereja, dan gigih membela iman melawan Arianisme. Ia bahkan berani menegur Kaisar Theodosius agar bertobat atas pembantaian di Tesalonika. Salah satu buah terindah pelayanannya adalah pertobatan Santo Agustinus, yang ia baptis pada tahun 387.
Ambrosius wafat pada tahun 397 dan dihormati sebagai salah satu dari empat Pujangga besar Gereja Barat, bersama Agustinus, Hieronimus, dan Gregorius Agung.
Pelindung: para peternak lebah, pembuat lilin, dan kota Milano.
Santo Ambrosius
Uskup dan Pujangga Gereja
Ambrosius lahir pada tahun 334 di Trier, Jerman dari sebuah keluarga Kristen. Ayahnya menjabat Gubernur Gaul, dengan wilayah kekuasaannya meliputi: Prancis, Inggris, Spanyol, Belgia, Jerman, dan Afrika. Ia mendapat pendidikan yang baik dalam bahasa Latin, Yunani dan ilmu hukum. Di kemudian hari ia terkenal sebagai seorang ahli hukum yang disegani. Keberhasilannya di bidang hukum menarik perhatian Kaisar Valentinianus; ia kemudian dinobatkan menjadi Gubernur Liguria dan Aemilia, yang berkedudukan di Milano, Italia Utara.
Ketika Auxentius, Uskup kota Milan meninggal dunia, terjadilah pertikaian antara kelompok Kristen dan kelompok penganut ajaran sesat Arianisme. Mereka berselisih tentang siapa yang akan menjadi uskup yang sekaligus menjadi pemimpin dan pengawas kota dan keuskupan Milano. Para Arian berusaha melibatkan Kaisar Valentinianus untuk menentukan bagi mereka calon uskup yang tepat. Kaisar menolak permohonan itu dan meminta supaya pemilihan itu dilangsungkan sesuai dengan kebiasaan yang sudah lazim yaitu pemilihan dilakukan oleh para imam bersama seluruh umat. Ketika mereka berkumpul untuk memilih uskup baru, Ambrosius dalam kedudukannya sebagai gubernur datang ke basilika itu untuk meredakan perselisihan antara mereka. Ia memberikan pidato pembukaan yang berisi uraian tentang tata tertib yang harus diikuti. Tiba-tiba terdengar teriakan seorang anak kecil: "Uskup Ambrosius, Uskup Ambrosius!" Teriakan anak kecil itu serta-merta meredakan ketegangan mereka. Lalu mereka secara aklamasi memilih Ambrosius menjadi Uskup Milano. Ambrosius enggan menerimanya karena ia belum dibaptis. Selain itu ia merasa jabatan uskup itu terlalu mulia dan meminta pertanggungjawaban yang berat. Tetapi akhirnya atas desakan umat, ia bersedia juga menerima jabatan uskup itu.
Enam hari berturut-turut ia menerima semua sakramen yang harus diterima oleh seorang uskup. Setelah itu ia ditahbiskan menjadi uskup. Seluruh hidupnya diabdikan kepada kepentingan umatnya; ia mempelajari Kitab Suci di bawah bimbingan imam Simplisianus; memberikan kotbah setiap hari minggu dan hari raya dan menjaga persatuan dan kemurnian ajaran iman yang diwariskan oleh para Rasul. Dengan bijaksana ia membimbing hidup rohani umatnya. Ia mengatur ibadat hari minggu dengan tata cara yang menarik, sehingga seluruh umat dapat ikut serta dengan gembira dan aktif; mengatur dan mengusahakan bantuan bagi pemeliharaan kaum miskin dan mentobatkan orang-orang berdosa. Ambrosius, seorang uskup yang baik hati dalam melayani umatnya. Selama 10 tahun, ia menjadi pembela ulung ajaran iman yang benar menghadapi para penganut Arian. Pertikaian antara dia dan kaum Arian mencapai klimaksnya pada tahun 385, ketika ia melarang keluarga kaisar memasuki basilik untuk merayakan upacara sesuai dengan aturan mereka. Seluruh umat mendukung dia selama krisis itu. Ia dengan tegas menolak permintaan Yustina, permaisuri kaisar yang menginginkan penyerahan satu gereja Katolik kepada para penganut Arian. Ia berhasil membendung pengaruh buruk ajaran Arianisme.
Terhadap Kaisar Theodosius yang menumpas pemberontakan dan melakukan pembantaian besar-besaran, Ambrosius tak segan-segan mengucilkannya dan tidak memperkenankan dia masuk Gereja. Ia menegaskan bahwa pertobatan di hadapan seluruh umat merupakan syarat mutlak bagi Theodosius untuk bisa diterima kembali di dalam pangkuan Bunda Gereja. Katanya: "Kalau Yang Mulia mau meneladani perbuatan buruk Raja Daud dalam berdosa, Yang Mulia juga harus mencontohi dia dengan bertobat" - "Kepala Negara adalah anggota Gereja, tetapi bukan tuannya." Theodosius, yang dengan jujur mengakui dosa dan kesalahannya, tak berdaya di hadapan kewibawaan Uskup Ambrosius. Ia mengatakan: "Ambrosius adalah satu-satunya uskup yang menurut pendapatku layak memangku jabatan yang mulia ini".
Ambrosius, seorang uskup yang berjiwa praktis. Meskipun kepentingan politik sangat menyita perhatiannya, namun ia tetap berusaha mencari waktu untuk berdoa dan menulis tentang kebenaran-kebenaran Kristen. Kotbah-kotbahnya sangat menarik dan kemudian diterbitkan menjadi bacaan umat. Salah satu kemenangannya yang terbesar ialah keberhasilannya mempertobatkan Santo Agustinus. Ambrosius meninggal dunia pada tahun 397 dan digelari Pujangga Gereja. Ia termasuk salah seorang dari 4 orang Pujangga Gereja yang terkenal di lingkungan Gereja Barat.