Sabtu, 20 Desember 2031
Sabtu III Adven
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Maleakhi 3:1-4;4:5-6
Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada TUHAN. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati TUHAN seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah. Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.
Mazmur Tanggapan Mazmur 25:4-5,8-10,14
Bacaan Injil Lukas 1:57-66
Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia. Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya, tetapi ibunya berkata: "Jangan, ia harus dinamai Yohanes." Kata mereka kepadanya: "Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." Lalu mereka memberi isyarat kepada bapanya untuk bertanya nama apa yang hendak diberikannya kepada anaknya itu. Ia meminta batu tulis, lalu menuliskan kata-kata ini: "Namanya adalah Yohanes." Dan merekapun heran semuanya. Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu ia berkata-kata dan memuji Allah. Maka ketakutanlah semua orang yang tinggal di sekitarnya, dan segala peristiwa itu menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia.
Renungan
Sabun Tukang Penatu
Siapa yang pernah mencuci baju bernoda membandel tahu bahwa ada dua cara. Ada noda yang cukup direndam sebentar lalu hilang. Ada noda yang harus dikucek keras, digosok berulang dengan sabun, sampai tangan pegal. Bersih itu kadang butuh gesekan.
Maleakhi memakai dua gambaran untuk kedatangan Tuhan. "Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu." Api melebur emas, sabun mengucek kain. Keduanya membersihkan, tetapi tidak dengan membelai. Ada panas, ada gesekan.
Kita gemar membayangkan kedatangan Tuhan hanya sebagai pelukan yang hangat. Dan memang benar Ia datang penuh kasih. Tetapi kasih yang sungguh tidak membiarkan noda tetap tinggal. Seperti ibu yang mengucek baju anaknya bukan karena benci, melainkan karena ingin anaknya bersih, demikian Tuhan menggosok apa yang kotor dalam diri kita.
Gesekan itu kadang terasa tak nyaman. Sebuah teguran yang menohok, sebuah kegagalan yang merendahkan, sebuah masa sulit yang memaksa kita jujur pada diri sendiri. Kita mengira Tuhan sedang menjauh, padahal Ia sedang mengucek.
Di ujung bacaan, mulut Zakharia yang lama terkunci akhirnya terbuka, dan kata pertamanya adalah pujian. Rupanya proses yang berat pun bermuara pada nyanyian. Sabun tukang penatu tidak bekerja untuk melukai kain, melainkan untuk mengembalikan warnanya yang asli.
Tuhan, bila Engkau mengucek yang kotor dalam diriku, tolong aku mengerti bahwa itu kasih, bukan amarah. Kembalikan aku pada warna asliku. Amin.
Invitatorium
SABTU III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Tuhan, raja yang akan datang.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk 19 Desember, Jumat dalam Pekan Adven III
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Aku lelah menangis, merindukan Allahku.
Mazmur 69
Aku dimakan oleh semangat bagi rumah-Mu.
Mereka memberi-Nya campuran anggur dan empedu (Matius 27:34)
Ant. Aku lelah menangis, merindukan Allahku.
Ant. 2 Aku membutuhkan makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. Aku membutuhkan makanan dan mereka memberiku empedu; aku haus dan mereka memberiku cuka.
Ant. 3 Carilah Tuhan dan Engkau akan hidup.
Ant. Carilah Tuhan dan Engkau akan hidup.
BACAAN
RESPONSORIUM Yesaya 49:13; 47:4
RESPONSORIUM Lihat Yeremia 31:10; 4:5
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Mazmur 118,145-152
Ant.1: Engkau dekat, ya Tuhan, dan segala perintahMu benar.
Ant.2: Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Kebij 9,1-12
Ant.2: Tuhan, semoga hikmatMu mendampingi aku dalam usahaku.
Ant.3 Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Mazmur 116 (117)
Ant.3: Kesetiaan Tuhan tetap selama-lamanya.
Bacaan Singkat (Yes 11:1-2a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Ya Tuhan, sinarilah orang yang meringkuk dalam kegelapan maut.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU III SIANG
Madah
Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Mazmur 118 (119), 121-128
Ant.1: Jaminlah kesejahteraan hambaMu, ya Tuhan.
Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Mazmur 33 I
Ant.2: Pandanglah Tuhan, maka engkau akan berbahagia.
Ant.3: Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Mazmur 33 II
Ant.3: Tuhan itu dekat pada orang yang bertobat.
Bacaan singkat (Gal 5,26; 6,2)
Doa Penutup
Ibadat Sore
MINGGU IV SORE I
Madah
Ant.1: Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Mazmur 121 (122)
Ant.1: Sungguh, akan datanglah yang didambakan segala bangsa, dan rumah Tuhan akan penuh kemuliaan, alleluya.
Ant.2: Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Datanglah, ya Tuhan, janganlah berlambat. Hapuskanlah dosa umatMu Israel.
Ant.3: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Flp 2,6-11
Ant.3: Sungguh, sudah genaplah waktunya bagi Allah untuk mengutus PuteraNya ke dunia.
Bacaan Singkat (1Tes 5,23-24)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Datanglah, ya Tuhan, pimpinlah umatMu, selamatkanlah kami dengan kekuasaanMu yang mengagumkan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU I
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat (Ul 6,4-7)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Filigon
Uskup dan Pengaku Iman
Filigon terkenal sebagai seorang pengacara kawakan di kota Antiokia, Asia Kecil, pada abad keempat. Ia terkenal karena pidato-pidatonya yang berapi-api dan keberaniannya membela kliennya di muka pengadilan: Ia tidak pernah kalah dalam semua perkara yang dibelanya. Ia orang jujur dan biasanya tidak bersedia membela orang-orang yang jelas-jelas berbuat salah. Sebagai orang Kristen, ia lebih dikenal karena kesalehan dan perbuatan-perbuatan amalnya. Pada waktu Vitalis, uskup kota Antiokia meninggal dunia, Filigon terpilih menjadi Uskup Antiokia. Pengangkatan Filigon ini menyimpang dari kebiasaan yang berlaku dalam hal pemilihan calon uskup di antara imam-imam yang ada. Filigon menolak pilihan itu, namun atas desakan umat, ia akhirnya bersedia ditahbiskan menjadi uskup. Sejak itu keahliannya diabdikannya demi kepentingan Gereja dan pembelaan iman para rasul terhadap serangan kaum bidat.
Santo Yohanes Krisostomus memujinya sebagai seorang uskup yang suci, bijaksana, lagi rajin. Ia juga memuji kemurahan hati Filigon dalam memperhatikan kepentingan umatnya. Dalam kamus hidupnya tidak terdapat kata-kata yang menaburkan benih kebencian diantara manusia, seperti: "saya punya" dan "engkau punya'". Miliknya menjadi juga milik orang miskin. Ketenangan jiwanya tidak pernah terganggu oleh kecemasan akan harta benda duniawi; hatinya tiada pernah ke sana. Lima tahun sesudah menjabat uskup, Filigon meninggal dunia.