Jumat, 26 Desember 2031
Pesta S. Stefanus, Martir Pertama
PestaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 6:8-10;7:54-60
Dan Stefanus, yang penuh dengan karunia dan kuasa, mengadakan mujizat-mujizat dan tanda-tanda di antara orang banyak. Tetapi tampillah beberapa orang dari jemaat Yahudi yang disebut jemaat orang Libertini--anggota-anggota jemaat itu adalah orang-orang dari Kirene dan dari Aleksandria--bersama dengan beberapa orang Yahudi dari Kilikia dan dari Asia. Orang-orang itu bersoal jawab dengan Stefanus, tetapi mereka tidak sanggup melawan hikmatnya dan Roh yang mendorong dia berbicara. Ketika anggota-anggota Mahkamah Agama itu mendengar semuanya itu, sangat tertusuk hati mereka. Maka mereka menyambutnya dengan gertakan gigi. Tetapi Stefanus, yang penuh dengan Roh Kudus, menatap ke langit, lalu melihat kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Lalu katanya: "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Maka berteriak-teriaklah mereka dan sambil menutup telinga serentak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu melemparinya. Dan saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus. Sedang mereka melemparinya Stefanus berdoa, katanya: "Ya Tuhan Yesus, terimalah rohku." Sambil berlutut ia berseru dengan suara nyaring: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka!" Dan dengan perkataan itu meninggallah ia.
Mazmur Tanggapan Mazmur 31:3-4,6,8,16-17
Bacaan Injil Matius 10:17-22
Tetapi waspadalah terhadap semua orang; karena ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadatnya. Dan karena Aku, kamu akan digiring ke muka penguasa-penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah. Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu kuatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semuanya itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berkata-kata, melainkan Roh Bapamu; Dia yang akan berkata-kata di dalam kamu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh, demikian juga seorang ayah akan anaknya. Dan anak-anak akan memberontak terhadap orang tuanya dan akan membunuh mereka. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku; tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya akan selamat.
Renungan
Yang Menjaga Jubah
Di setiap peristiwa besar, ada tokoh utama yang disorot dan ada sosok kecil di pinggir yang nyaris tak diperhatikan. Dalam kisah kematian Stefanus, martir pertama, mata kita tertuju pada wajahnya yang bercahaya, pada doanya yang mengampuni. Tetapi ada satu kalimat kecil yang mudah terlewat.
"Saksi-saksi meletakkan jubah mereka di depan kaki seorang muda yang bernama Saulus." Seorang muda, menjaga tumpukan jubah orang yang sedang melempari batu. Namanya Saulus. Ia belum jadi siapa-siapa, hanya penjaga pakaian yang menyetujui pembunuhan.
Kita tahu kelanjutannya. Saulus muda itu kelak menjadi Paulus, rasul terbesar yang membawa Injil sampai ke ujung kekaisaran. Dan bagaimana benih pertobatannya ditanam? Salah satunya di hari itu, ketika ia menyaksikan seorang martir mati sambil mengampuni para pembunuhnya. Doa Stefanus, "janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka", pasti termasuk menanggung Saulus yang berdiri di situ.
Sehari sesudah Natal, Gereja sengaja menaruh kisah darah ini. Seakan hendak berkata bahwa bayi yang lahir kemarin datang ke dunia yang keras, dunia tempat kesaksian bisa berujung pada batu. Tetapi juga dunia tempat kematian seorang saksi bisa menjadi benih iman seorang penganiaya.
Kita tak pernah tahu siapa yang sedang menjaga jubah di pinggir hidup kita, memperhatikan cara kita menanggung penderitaan. Bisa jadi kesaksian kita yang paling sunyi sedang menanam sesuatu di hati yang tak kita duga.
Tuhan, seperti Stefanus, berilah aku kekuatan untuk mengampuni bahkan yang melukai. Pakailah kesaksianku menanam benih di hati yang tak kukenal. Amin.
Invitatorium
PESTA SANTO STEFANUS PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Mazmur 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus yang telah lahir. Ia telah memahkotai Santo Stefanus.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Stefanus, Martir Pertama
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Mazmur 2
Mesias, raja dan penakluk
Para penguasa bumi bersatu untuk menggulingkan Yesus, Putra-Mu yang terurapi (Kis 4:27).
Ant. Stefanus, penuh dengan Roh Kudus, memandang ke surga dan melihat kemuliaan Allah, dan Yesus berdiri di sebelah kanan Bapa.
Ant. 2 Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Mazmur 11
Allah adalah penopang yang tak pernah gagal bagi orang benar
Berbahagialah mereka yang lapar dan haus akan keadilan; mereka akan dipuaskan (Matius 5:6).
Ant. Stefanus berlutut dan berseru dengan suara nyaring: Tuhan Yesus, janganlah Engkau menanggung dosa ini atas mereka.
Ant. 3 Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
Mazmur 17
Selamatkanlah aku, Tuhan, dari mereka yang membenci-Mu
Selama hidup-Nya di bumi… Yesus berdoa kepada Bapa-Nya dan didengar (Ibrani 5:7).
Ant. Tidak seorang pun dapat menahan hikmat Stefanus yang terberkati, karena Roh Kudus berbicara melalui dia.
BACAAN
RESPONSORIUM
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
Ibadat Pagi
Madah
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi penyelamat kita, alleluya.
Madah
Ant.1: Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Mazmur 62
Ant.1: Jiwaku melekat padaMu, sebab tubuhku telah dirajam untukMu, ya Allahku.
Ant.2: Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Dan 3,57-88.56
Kidung ini tidak ditutup dengan 'Kemuliaan'.
Ant.2: Berbahagialah Stefanus yang melihat surga terbuka, dan masuk ke dalamnya.
Ant.3: Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Mazmur 149
Ant.3: Sungguh, aku melihat surga terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah.
Bacaan Singkat (Kis 6:2b-5a)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Terbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Terbukalah pintu surga bagi Santo Stefanus, dialah yang pertama menerima mahkota kemartiran.
Doa Permohonan
Doa Penutup
Ibadat Siang
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
PESTA SANTO STEFANUS SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (29),1-3.6-9
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan singkat (1Ptr 5,10-11)
Doa Penutup
Ibadat Sore
PESTA SANTO STEFANUS SORE
Madah
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.1: Engkau berkuasa sejak kelahiranMu, sejak fajar masa mudaMu.
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Pada Tuhanlah kasih setia dan penebusan yang berlimpah-limpah.
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Kidung, Kol 1,12-20
Ant.3: Pada awal mula dan sebelum segala abad Sabda itu Allah; hari ini Ia lahir sebagai penyelamat dunia.
Bacaan Singkat (1Yoh 1:5b.7)
Ant.Kidung (Mi 26 Des): Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Ketika segalanya diliputi kesunyian, dan malam mencapai puncak peredaraannya, turunlah sabdaMu yang mahakuasa, ya Tuhan, dari surga, dari singgasana kerajaan, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Stefanus, Martir Pertama
Diakon dan Martir · ± wafat 34
Stefanus dikenang sebagai martir pertama Gereja, atau protomartir. Kisahnya dikisahkan dalam Kitab Kisah Para Rasul. Ia adalah salah satu dari tujuh orang yang dipilih para rasul menjadi diakon, yakni pelayan yang bertugas membagikan bantuan pangan kepada para janda dan warga termiskin jemaat perdana di Yerusalem. Ia digambarkan sebagai orang yang penuh iman, karunia Roh Kudus, dan kuasa mengerjakan tanda-tanda ajaib.
Pengajarannya yang berani membuat marah sejumlah orang, sehingga ia diseret ke hadapan Majelis Sanhedrin dengan tuduhan menghujat. Alih-alih membela diri, Stefanus menyampaikan pidato panjang tentang sejarah keselamatan dan menegur para pemimpin karena menolak Kristus. Mereka pun murka dan menyeretnya ke luar kota untuk dirajam dengan batu.
Saat batu menghujaninya, Stefanus menengadah dan berseru bahwa ia melihat langit terbuka dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Sebelum wafat ia berdoa meniru Tuhannya, Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka. Di antara para saksi yang menyetujui kematiannya berdiri seorang muda bernama Saulus, yang kelak bertobat dan menjadi Rasul Paulus. Stefanus wafat sekitar tahun 34, dan pestanya dirayakan tepat sehari sesudah Natal.
Pelindung: para diakon, tukang batu, dan mereka yang dianiaya karena iman.
Santo Stefanus
Diakon dan Martir Pertama · wafat ± 34
Stefanus adalah salah satu dari tujuh diakon pertama yang dipilih para rasul untuk melayani jemaat (Kis 6). Penuh iman dan Roh Kudus, ia berkhotbah dengan hikmat yang tak terbantahkan, hingga difitnah dan diseret ke hadapan Mahkamah Agama.
Dalam pembelaannya ia memandang ke surga dan berseru, "Aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Ia dirajam sampai mati di luar kota Yerusalem, sambil berdoa bagi para pembunuhnya: "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." Ia menjadi martir pertama Gereja, dan jubah para saksi diletakkan di kaki seorang muda bernama Saulus , yang kelak menjadi Rasul Paulus.