‹ Semua renungan

Sabtu, 26 April 2031

Janda yang Terlewat

Dalam setiap pembagian, selalu ada yang terlewat. Ketika sembako dibagikan di kampung, hampir pasti ada satu dua nama yang luput dari daftar. Yang terlewat sering bukan karena disengaja, melainkan karena tidak ada yang cukup peduli untuk memastikan semua kebagian.

Jemaat perdana pun mengalaminya. Ketika jumlah murid bertambah, timbullah sungut-sungut, sebab janda-janda dari kelompok yang berbahasa Yunani diabaikan dalam pelayanan sehari-hari. Mereka terlewat dalam pembagian makanan. Menariknya, para rasul tidak menganggap ini soal kecil yang bisa diabaikan demi urusan rohani. Mereka menanggapinya sungguh-sungguh, dan memilih tujuh orang khusus untuk mengurus meja makan itu.

Di sinilah kita belajar bahwa kekudusan tidak melulu soal doa dan khotbah. Mengurus daftar makan, memastikan tidak ada janda yang terlewat, itu pun pekerjaan kudus. Para rasul memilih orang-orang yang penuh Roh dan hikmat bukan untuk berkhotbah, melainkan untuk membagi makanan dengan adil. Melayani perut orang lapar ternyata sama rohaninya dengan melayani firman.

Injil hari ini melukiskan Yesus yang datang di tengah murid-murid yang ketakutan di danau, 'Aku ini, jangan takut.' Tuhan yang sama yang menenangkan angin, juga peduli pada janda yang terlewat dari pembagian roti. Tidak ada yang terlalu kecil bagi perhatian-Nya.

Adakah orang di sekitar kita yang selama ini terlewat dan terabaikan, yang menunggu seseorang cukup peduli untuk memastikan ia kebagian?

Tuhan, bukalah mataku pada mereka yang terlewat dan terabaikan, dan jadikan aku tangan yang memastikan mereka kebagian. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →