Jumat, 9 Mei 2031
Kamar yang Disiapkan
Menjelang anak pulang dari rantau, ibu-ibu punya kebiasaan yang sama: menyiapkan kamar. Seprai diganti, kasur dijemur, masakan kesukaan mulai direncanakan. Yang pulang belum tiba, tetapi tempatnya sudah dipikirkan lama.
Kepada murid-murid yang gelisah, Yesus memakai bahasa rumah itu: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal. Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu." Kepergian-Nya bukan meninggalkan, melainkan mendahului. Seperti orang yang berangkat lebih dulu untuk membukakan pintu.
Tomas, jujur seperti biasa, memotong: Tuhan, kami tidak tahu ke mana Engkau pergi, bagaimana kami tahu jalan ke situ? Jawaban Yesus melampaui semua peta: "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup." Jalan itu bukan rute, melainkan pribadi. Kita tidak diminta menghafal arah; kita diminta menggandeng tangan.
Kemarin kita mendengar Paulus menceritakan sejarah panjang Israel yang bermuara pada Yesus. Hari ini kita diberi tahu ujung segala sejarah itu: rumah Bapa, tempat yang sedang disiapkan.
Maka janganlah gelisah hatimu. Hidup ini bukan pengembaraan tanpa alamat. Ada yang menunggu di ujung jalan, dan kamar kita sudah lama dipikirkan-Nya.
Yesus, Engkaulah jalanku pulang. Gandenglah aku sampai ke rumah Bapa. Amin.