Jumat, 23 Mei 2031
Sakit yang Dilupakan
Kemarin, pada hari raya Kenaikan, Yesus berjanji dukacita akan berubah menjadi sukacita. Hari ini Ia memberikan gambarnya, dan gambar itu diambil dari ruang bersalin: "Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya."
Tanyakan kepada para ibu, gambar ini jujur sekali. Sakitnya nyata, berjam-jam, kadang semalaman. Tetapi begitu tangis bayi pecah, wajah yang tadinya pucat berubah berseri. Bukan karena sakitnya bohong, melainkan karena sukacita yang datang lebih besar daripada ingatan akan sakit.
Yesus tidak menjanjikan hidup tanpa rasa sakit. Ia menjanjikan bahwa sakit orang beriman itu seperti sakit bersalin: bukan sakit menuju kematian, melainkan sakit menuju kelahiran. Ada sesuatu yang sedang dilahirkan lewat kesulitan kita, meski belum kelihatan. Paulus mengalaminya di Korintus: di tengah permusuhan, Tuhan berkata, jangan takut, sebab banyak umat-Ku di kota ini.
"Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu." Kegembiraan semacam itulah yang memancar dari Santo Filipus Neri yang kita kenang hari ini: rasul sukacita di kota Roma, penuh humor, sampai para pendosa pun betah mendekat. Kudus, ternyata, tidak harus muram.
Tuhan, ketika aku kesakitan, ingatkanlah aku bahwa sesuatu sedang Kaulahirkan. Amin.