Kamis, 29 Mei 2031
Berdiri di Sisi
Ada malam-malam ketika keberanian siang hari habis terkuras. Di depan orang banyak kita tampak tegar; sendirian di kamar, hati menciut. Paulus mengalami malam semacam itu. Seharian ia diadili Mahkamah Agama, nyaris dikoyak-koyak dua kubu yang bertikai, lalu dibawa kembali ke markas sebagai tahanan.
Justru pada malam itu, "Tuhan datang berdiri di sisinya dan berkata: Kuatkanlah hatimu." Tidak ada pintu penjara yang terbuka, tidak ada pembebasan. Yang diberikan adalah kehadiran dan tugas baru: engkau akan bersaksi juga di Roma. Kekuatan Paulus bukan dari perubahan keadaan, melainkan dari Seseorang yang berdiri di sisinya.
Kata saksi dalam bahasa Yunani berbunyi martys, akar kata martir. Bersaksi dan berkorban memang setali. Hari ini Gereja mengenang Santo Yustinus, filsuf yang berpindah dari satu aliran ke aliran lain mencari kebenaran, sampai menemukannya dalam Kristus, lalu membelanya dengan tinta dan akhirnya dengan darah.
Kepada kita mungkin tidak diminta darah. Tetapi setiap hari diminta kesaksian: kejujuran di tempat kerja, kesetiaan yang tidak populer, suara bagi yang lemah. Dan janji-Nya tetap sama: Ia berdiri di sisi kita.
Tuhan, pada malam-malamku yang menciutkan hati, berdirilah di sisiku dan kuatkanlah aku. Amin.