‹ Semua renungan

Rabu, 4 Juni 2031

Allah Orang Hidup

Kemarin kita meninggalkan Tobit dengan hati merah padam, bertengkar dengan istrinya soal seekor anak kambing. Hari ini pertengkaran itu berubah menjadi doa. Tobit yang buta dan Sara yang dihina, di dua kota yang berjauhan, pada hari yang sama mengangkat wajah ke langit dan meminta hal yang mengerikan: supaya nyawa mereka dicabut saja. Doa dari dasar jurang. Dan anehnya, doa itulah yang didengar Allah, lalu dijawab dengan cara yang sama sekali tak mereka bayangkan.

Dalam Injil, orang-orang Saduki datang membawa teka-teki tentang seorang janda dan tujuh suami. Mereka tidak sungguh ingin tahu; mereka ingin membuktikan bahwa kebangkitan itu konyol. Kemarin orang Farisi menjebak-Nya soal pajak, hari ini orang Saduki menjebak-Nya soal kubur. Yesus tidak terpancing. Ia menunjuk semak duri Musa: Akulah Allah Abraham, Ishak, dan Yakub.

Perhatikan tegangnya. Abraham sudah lama mati ketika Allah berbicara begitu. Namun Ia tetap menyebut diri Allah mereka, bukan Allah yang dahulu memiliki mereka. β€œIa bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup.”

Di sinilah dua bacaan bertemu. Tobit dan Sara meminta kematian, tetapi Allah kehidupan punya rencana lain. Ketika kita berdoa dari titik terendah, kita mudah mengira kubur adalah jawaban terbaik. Allah orang hidup nyaris tak pernah setuju dengan penilaian itu.

Allah orang hidup, ketika aku hanya bisa meminta jalan yang gelap, ingatlah aku dan berikan yang lebih baik. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →