Kamis, 3 Juli 2031
Delapan Hari Kemudian
Orang yang jarang berkumpul biasanya paling banyak ketinggalan kabar. Bukan karena dijauhi, melainkan karena kebetulan tidak hadir saat hal penting terjadi. Sekali absen, banyak yang terlewat.
Itulah yang menimpa Tomas. Ketika Yesus yang bangkit menampakkan diri, Injil mencatat satu keterangan kecil: "Tomas tidak ada bersama-sama mereka, ketika Yesus datang ke situ." Ia sedang di luar, entah mengapa. Dan justru pada saat itulah Tuhan datang.
Maka ketika teman-temannya bercerita, ia tidak bisa ikut bergembira. Ia malah mengeras: sebelum mencucukkan jari ke bekas paku, sekali-kali aku tidak akan percaya. Orang yang menyendiri memang gampang menjadi orang yang sulit percaya.
Tetapi perhatikan kelanjutannya. "Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka." Kali ini ia hadir. Dan kali ini pula ia berjumpa, sampai lahir pengakuan iman terpadat: "Ya Tuhanku dan Allahku!"
Perjumpaan dengan Tuhan yang bangkit paling sering terjadi di tengah kumpulan, bukan di kesendirian yang menjauh. Iman kita disegarkan justru ketika berdesakan dengan sesama yang juga sedang percaya.
Ketika hati enggan berkumpul dengan sesama beriman, dengan alasan lelah atau kecewa, mungkin di situlah kita sedang melewatkan kedatangan-Nya.
Tuhan Yesus, jangan biarkan aku menjauh sampai ketinggalan menjumpai-Mu. Kumpulkanlah aku selalu bersama saudara-saudaraku. Amin.