‹ Semua renungan

Selasa, 23 September 2031

Dua Patah Kata

Ada keputusan besar yang lahir dari kalimat panjang: pidato, rapat, surat keputusan. Tetapi keputusan terbesar dalam hidup Matius lahir dari dua patah kata. Ikutlah Aku.

Matius sedang duduk di rumah cukai, dikelilingi uang dan catatan setoran. Pekerjaannya dibenci orang sebangsanya, tetapi hasilnya pasti. Lalu Yesus lewat, memandangnya, dan mengucapkan dua kata itu. Matius berdiri, meninggalkan mejanya, dan mengikut Dia. Meja boleh ditinggalkan orang lain akan mengisinya. Tetapi panggilan itu hanya untuk dia.

Orang Farisi protes: mengapa gurumu makan bersama pemungut cukai dan orang berdosa? Jawaban Yesus menjadi salah satu kalimat-Nya yang paling menghibur: bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit. Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa.

Hari ini Gereja mengenang Santo Pius dari Pietrelcina, Padre Pio, yang menghabiskan belasan jam sehari di kamar pengakuan. Ia paham betul: tabib itu masih membuka praktik, dan antrean orang sakit tidak pernah habis.

Paulus menyebut kita satu tubuh dengan karunia yang berbeda-beda. Setiap orang punya meja cukainya sendiri untuk ditinggalkan dan panggilannya sendiri untuk dijawab. Dua patah kata itu masih diucapkan hari ini. Kepadaku juga. Apa jawabku?

Tuhan, Tabib jiwaku, aku orang sakit yang Kaupanggil. Buatlah aku berani berdiri dan mengikut Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →