‹ Semua renungan

Kamis, 25 September 2031

Pundi Berlubang

Bacaan I Hagai 1:1-8 Mazmur Mazmur 149:1-6,9 Injil Lukas 9:7-9

Ada keluhan yang umurnya ribuan tahun dan masih segar sampai kini: uang habis entah ke mana. Gaji masuk, gaji lewat. Rasanya bekerja terus, tetapi tidak pernah cukup.

Nabi Hagai merumuskannya dengan telak: kamu menabur banyak, tetapi membawa pulang hasil sedikit; kamu makan, tetapi tidak sampai kenyang; dan orang yang bekerja untuk upah, ia menaruh upahnya dalam pundi-pundi yang berlubang. Lalu ia menunjuk akar masalahnya. Umat sibuk memapani rumah masing-masing dengan baik, sedang Rumah Tuhan dibiarkan menjadi reruntuhan. Bukan karena mereka jahat. Mereka hanya terus berkata: sekarang belum tiba waktunya. Nanti dulu. Urusan Tuhan selalu di urutan belakang, dan hidup yang menomorbelakangkan Tuhan memang seperti pundi berlubang: diisi terus, bocor terus.

Jawaban Hagai sederhana: perhatikanlah keadaanmu, lalu naiklah ke gunung, bawalah kayu, bangunlah Rumah itu. Mulai saja hari ini, bukan nanti.

Di Injil, kabar tentang Yesus yang kemarin diwartakan para murid akhirnya sampai ke istana. Herodes cemas dan bertanya-tanya: siapa gerangan Dia ini? Pertanyaan yang baik, sayang diajukan hati yang salah.

Bagian mana dari rumah Tuhan dalam hidupku yang masih kubiarkan menjadi reruntuhan sambil berkata nanti dulu?

Tuhan, tambal lubang pundi hatiku: jadikanlah Engkau yang pertama, bukan yang tersisa. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →