Selasa, 30 September 2031
Punca Jubah
Zakharia melukiskan pemandangan yang mengharukan: sepuluh orang dari berbagai bangsa dan bahasa memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi sambil berkata, kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar bahwa Allah menyertai kamu. Orang-orang asing itu tidak minta emas. Mereka hanya ingin ikut, asal boleh berpegang pada ujung jubah orang yang disertai Allah.
Tetapi bagaimana bangsa-bangsa bisa mendengar, kalau kabar itu terkunci dalam bahasa yang tidak mereka pahami? Hari ini Gereja mengenang orang yang menjawab soal itu dengan seluruh hidupnya: Santo Hieronimus. Bertahun-tahun ia bergulat menerjemahkan Kitab Suci ke dalam bahasa Latin yang dipakai rakyat jelata, yang kelak disebut Vulgata, dari kata vulgus, rakyat banyak. Berkat kerja sunyinya, jutaan orang sederhana akhirnya bisa memegang punca jubah itu: membaca sendiri sabda Allah. Kalimatnya yang terkenal masih menegur kita: tidak mengenal Kitab Suci berarti tidak mengenal Kristus.
Injil hari ini memberi peringatan pelengkap. Ketika orang Samaria menolak Yesus, Yakobus dan Yohanes ingin menurunkan api dari langit. Yesus menegor mereka. Kabar keselamatan tidak boleh diantar dengan amarah.
Kitab Suci di rumahku, seberapa sering kubuka? Jangan-jangan ada orang yang menunggu memegang punca jubahku, dan aku sendiri belum berpegang pada sabda-Nya.
Tuhan, buatlah aku mengenal-Mu lewat Kitab Suci, dan jadikanlah hidupku punca jubah yang boleh dipegang orang lain. Amin.