‹ Semua renungan

Senin, 6 Oktober 2031

Berhenti Itu Mahal

Di jalan raya, semua orang sedang buru-buru. Maka ketika ada yang jatuh di pinggir jalan, reaksi paling umum bukan jahat, hanya sibuk: melirik, memelankan kendaraan sedikit, lalu jalan lagi. Berhenti itu mahal. Berhenti berarti terlambat, repot, mungkin ikut terseret urusan.

Imam dan orang Lewi dalam perumpamaan Yesus bukan penjahat. Mereka orang baik-baik yang sedang punya jadwal. Yang membedakan orang Samaria hanya satu kalimat: 'Tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.' Lalu belas kasihan itu diberi tangan dan kaki: mendekat, membalut, menaikkan ke keledainya, membayar penginapan. Kasih yang sejati selalu punya rincian.

Menariknya, bacaan pertama menampilkan kebalikannya. Yunus disuruh mendekat ke Niniwe, ia malah membeli tiket kapal ke arah sebaliknya. Kita pun sering begitu: bukan menolak Tuhan, hanya menghindari orang yang Ia sodorkan.

Santo Fransiskus dari Assisi memulai pertobatannya justru ketika berhenti bagi seorang kusta yang selama ini ia jauhi. Siapa orang di pinggir jalan dalam hidupku sekarang, yang selalu kulewati dari seberang jalan?

Tuhan, perlambatlah langkahku yang selalu tergesa. Beri aku hati yang berani berhenti. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →