Rabu, 15 Oktober 2031
Jari yang Menunjuk
Coba tunjuklah sesuatu dengan telunjuk. Perhatikan: satu jari mengarah ke depan, tiga jari lainnya menekuk ke arah kita sendiri. Tubuh kita rupanya lebih jujur daripada mulut kita.
Kemarin Yesus menegur para Farisi soal cawan yang bersih hanya di luar. Hari ini teguran-Nya berlanjut: mereka rajin membayar persepuluhan dari selasih dan inggu, sayuran dapur yang nilainya recehan, tetapi mengabaikan keadilan dan kasih Allah. Teliti pada yang kecil, buta pada yang besar.
Paulus menambahkan tikaman yang lebih dalam: 'Dalam menghakimi orang lain, engkau menghakimi dirimu sendiri, karena engkau melakukan hal-hal yang sama.' Kita memang paling jeli melihat dosa yang justru akrab dengan kita. Orang pelit paling cepat mencium kepelitan orang lain. Yang gemar bergunjing paling sibuk menuding penggunjing.
Santa Teresia dari Avila, yang kita kenang hari ini, membarui Karmel bukan dengan menghakimi biara lain, melainkan dengan membenahi ruang batinnya sendiri; ia menggambarkan jiwa sebagai puri dengan banyak kamar. Kamar mana dalam puri batinku yang paling lama tak kubuka, karena aku terlalu sibuk memeriksa rumah orang?
Tuhan, sebelum aku menunjuk siapa pun, arahkan dulu telunjuk-Mu yang lembut ke hatiku. Amin.