‹ Semua renungan

Senin, 27 Oktober 2031

Berdiri Tegak

Delapan belas tahun bukan waktu yang pendek untuk hidup membungkuk. Pandangan perempuan itu hanya sebatas tanah: debu, kaki orang, bayangannya sendiri. Ia bahkan tidak meminta apa-apa di rumah ibadat itu. Yesuslah yang melihatnya, memanggilnya, dan berkata, 'Hai ibu, penyakitmu telah sembuh.' Seketika ia berdiri tegak dan memuliakan Allah.

Ada banyak cara orang menjadi bungkuk tanpa tulang yang bengkok. Bungkuk oleh utang budi yang terus diungkit. Bungkuk oleh rasa bersalah yang tidak pernah selesai. Bungkuk oleh kata-kata yang merendahkan bertahun-tahun. Punggungnya lurus, tetapi jiwanya menatap tanah.

Kepala rumah ibadat gusar soal hari Sabat, dan Yesus menjawab dengan telak: lembu saja dilepaskan dari kandang pada hari Sabat untuk diberi minum, masakan anak Abraham dibiarkan terikat? Bagi Yesus, hari Tuhan justru hari yang paling tepat untuk membebaskan.

Paulus menyebut alasan terdalamnya: kita telah menerima Roh yang menjadikan kita anak Allah, Roh yang membuat kita berseru, 'Ya Abba, ya Bapa!' Anak tidak dirancang untuk hidup menunduk ketakutan. Beban apa yang membuat jiwaku menatap tanah, yang hari ini ingin dilepaskan Yesus?

Ya Abba, ya Bapa, tegakkanlah jiwaku yang lama membungkuk, supaya aku memuliakan Engkau. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →