Rabu, 29 Oktober 2031
Keluhan yang Menjadi Doa
Ada saat ketika kita menjenguk orang yang sedang remuk dan tidak tahu harus berkata apa. Segala kalimat terasa keliru. Akhirnya kita hanya duduk, menggenggam tangannya, dan menghela napas bersama. Anehnya, kehadiran tanpa kata itu justru yang paling menguatkan.
Paulus hari ini membuka rahasia yang melegakan: kita sebenarnya tidak tahu bagaimana harus berdoa. Rasul sekaliber Paulus mengakuinya! Tetapi justru di titik buntu itu Roh Kudus bekerja: 'Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.' Jadi ketika doa kita macet dan hanya tersisa helaan napas, jangan buru-buru merasa gagal. Helaan napas itu sedang diterjemahkan Roh di hadapan Bapa.
Dalam Injil, Yesus mengajak kita berjuang masuk melalui pintu yang sesak. Pintu sesak tidak bisa dilewati sambil membawa banyak bawaan: gengsi, rasa kenal Tuhan dari jauh, kenangan pernah makan minum di hadapan-Nya. Yang bisa masuk adalah orang yang berjalan ringan dan bersandar bukan pada dirinya sendiri.
Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk kebaikan mereka yang mengasihi Dia. Beranikah aku mempercayakan doaku yang paling macet kepada Roh hari ini?
Roh Kudus, doakanlah aku ketika aku kehabisan kata. Sempurnakanlah keluhanku menjadi doa. Amin.