‹ Semua renungan

Jumat, 31 Oktober 2031

Aturan dan Sumur

Bayangkan seekor lembu terperosok ke dalam sumur pada hari Sabat. Adakah pemiliknya akan berkata, maaf, besok saja ditolong, hari ini hari istirahat? Tidak ada. Semua orang akan menariknya keluar saat itu juga. Yesus tahu itu, maka pertanyaan-Nya di rumah orang Farisi tidak terbantahkan, dan mereka semua diam.

Di hadapan-Nya berdiri orang yang sakit busung air, dan semua mata mengamat-amati. Bukan mengamati si sakit dengan iba, melainkan mengamati Yesus dengan curiga, menunggu-Nya melanggar aturan. Aneh sekali: penyakit di depan mata tidak menggerakkan mereka, kemungkinan pelanggaran justru membuat mereka siaga.

Aturan itu perlu, seperti pagar perlu bagi kebun. Tetapi pagar dibuat untuk menjaga tanaman, bukan untuk menghalangi orang menyiramnya. Ketika aturan dipakai untuk menunda belas kasihan, ia sudah berubah dari pagar menjadi penjara.

Paulus dalam bacaan pertama memperlihatkan hati yang sebaliknya: ia rela terkutuk asal saudara-saudara sebangsanya selamat. Kasih yang tidak berhitung. Di penghujung bulan ini baiklah kita bertanya: adakah hari Sabat buatanku sendiri, alasan-alasan yang terdengar sah, yang kupakai untuk menunda menolong orang?

Tuhan, jangan biarkan aturan yang mati mengalahkan belas kasihan yang hidup dalam hatiku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →